Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
28
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f3d224b8d9b1716c2392eb1/cinta-salah-kamar
Part 1 Perjuangan Kenalin nama ku Medina orang-orang biasa manggil aku Dee (di baca di), aku baru lulus SMA. Selama sekolah aku paling suka sok sibuk hehe sibuk ikut ekskul, sibuk les pokonya sok sibuk deh karna emang dasarnya aku nggak bisa diem orangnya. Ketika temen-temen aku sibuk daftar ke perguruan tinggi, aku cuma bisa diem di rumah. Tahun ini emang keluarga aku lagi dapet musibah, ya aya
Lapor Hansip
19-08-2020 19:59

CINTA SALAH KAMAR

Past Hot Thread
CINTA SALAH KAMAR
Part 1
Perjuangan

Kenalin nama ku Medina orang-orang biasa manggil aku Dee (di baca di), aku baru lulus SMA. Selama sekolah aku paling suka sok sibuk hehe sibuk ikut ekskul, sibuk les pokonya sok sibuk deh karna emang dasarnya aku nggak bisa diem orangnya. Ketika temen-temen aku sibuk daftar ke perguruan tinggi, aku cuma bisa diem di rumah. Tahun ini emang keluarga aku lagi dapet musibah, ya ayahku sakit jantung dan bolak balik masuk rumah sakit. Jadi akh putusin belum kuliah tahun ini, sebenernya aku pengen banget ngelanjutin kuliah tapi aku tahan mengingat keadaan keluargaku. Ya namanya juga suka sok sibuk, aku nggak bisa lama-lama diem doang di rumah. Aku coba cari kesibukan apapun itu, mulai dari masukin lamaran kerja ke counter HP, ke toko dan sebagainya. Jujur ini fase yang bikin aku down banget. Sekitar 6 bulan aku jadi pengangguran, aku udah kayak orang stres sampe mamaku bingung harus gimana. Akhinya om aku yang kerja di salah satu perusahaan nawarin ke aku buat masukin lowongan disana. Tadinya berat buat aku karna aku harus ninggalin keluargaku karna lokasi tempat kerjaku yang bakal jauh dari rumah, tapi karna mamaku yakinin aku buat kerja dan ngejar masa depanku, akhirnya aku coba masukin lamaran kesana. Setelah nunggu kurang lebih 2 bulan akhirnya aku diterima di perusahaan itu. Rasanya seneng banget akhirnya aku dapet kerjaan. 

2 Februari 2016

Hari ini adalah hari pertama aku kerja, rasanya deg-degan banget karna pada dasarnya aku belum pernah kerja sama sekali, dan aku belum ada pengalaman sama sekali tapi aku tetep optimis demi bisa kuliah. Pagi itu suasana kantor masih sepi, aku berangkat bareng sama om Seno sekalian dia mau ngenalin aku ke atsannya. O iya om Seno ini adik mama, dia udah nikah dan punya 3 anak perempuan. Untuk sementara ini aku tinggal dirumah om Seno karna aku belum punya tempat tinggal. 

"Dee, tunggu disini ya om mau keruangan om dulu. Ntar kalo bos om udah dateng baru kita ketemu" ucap om Seno

"Ok om"

Setelah gue nunggu sekitar 30 menit akhirnya om Seno dateng, ternyata dia nggak sendirian. Om Seno dateng bersama seorang pria yang umurnya aku perkirakan sekitar 48 tahun dan wajahnya ramah banget. 

"Dee kenalin ini Direktur kita, namanya pak Burhan" kata om Seno

"Selamat pagi pak, saya Medina. Mohon bimbingannya selama saya disini"

"Iya Medina, selamat bergabung bersama kami. Berikan yang terbaik ya" ucap pak Burhan dengan suara beratnya

"Insyaallah pak, saya siap melakukan yang terbaik" ucapku sambil nahan deg-degan

"Yaudah medina saya tinggal dulu ya, selamat bekerja" ucap pak Burhan sambil tersenyum ramah

"Dee, ayo om anter kamu ke ruangan ya"

Akh cuma bales ngangguk dan langsung mengikuti kemana om Seno pergi. Akhirnya aku sampe di sebuah ruangan yang ada di paling depan kantor tersebut. Ya ternyata bagian pelayanan. Disana ada 2 orang perempuan yang mukanya ramah-ramah banget. Ketika aku memasuki ruangan mereka langsung senyum ke aku dan om Seno. 

"Pagi wid, mel kenalin ini Medina pegawai baru kita" ucap om Seno ke kedua perempuan itu. Seketika aku langsung salamin mereka berdua.

"Halo Medina selamat bergabung, kenalin nama kakak Widya" kata salah satu perempuan itu. Kak Widya ini punya wajah yang ramah banget, senyumnya adem kayak embun pagi hehehe. 

"Iya kak, salam kenal" 

"Medina, kenalin nama kakak Mela biasa di panggil memel hahaha" seketika aku ikut ketawa liat tingkah kak Mela. Kak Mela emang kelihatannya humoris dan agak sedikit cerewet hehehe.

"Iya kak Mela" ucap gue sambil nahan ketawa ke kak Mela.

"Dee ini ruangan kamu ya, nanti kamu bisa tanya-tanya ke Widya dan Mela ya om tinggal dulu" kata om Seno

"Ok om"

Dan hari itu adalah hari pertama aku kerja, aku banyak di ajarin tentang pekerjaan aku sama kak Widya dan kak Mela. Aku yang ngangguk-ngangguk dari tadi sambil dengerin penjelasan dari mereka. Setiap hari aku kerja mulai dari jam 08.00 pagi dan pulang jam 4 sore. Aku makin hari udah mulai terbiasa dengan pekerjaanku, aku banyak belajar dari orang-orang di kantor buat nambah pengetahuanku yang nggak seberapa ini hehehe. 
Diubah oleh Realpecahankaca
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zafranramon dan 5 lainnya memberi reputasi
4
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
CINTA SALAH KAMAR
20-08-2020 09:04
lanjut gan ceritanya, nanggung.

btw turut merasakan dengan perjuanganmu gan.
emoticon-Cendol Gan
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
CINTA SALAH KAMAR
24-08-2020 12:01
Part 2
Kenanglah aku

Nggak terasa udah 6 bulan aku kerja di kantor ini. Ya, aku hampir lupa waktu karena susana kantor yang selalu bikin semangat terlebih rekan-rekan kerjaku yang baik-baik banget. Hari ini aku pergi ke kantor lebih pagi karena ada yang harus aku kerjakan lebih dulu. Sesampainya di kantor aku langsung masuk dan aku lihat ada seseorang sedang duduk di ruang tunggu. Seorang laki-laki yang aku perkirakan berumur 30 tahunan memakai kemeja berwarna biru muda dengan setelan celana berwarna abu-abu, kulitnya putih dan lumayan pikirku haha dia terlihat sedang menunggu seseorang. Aku langsung melempar senyum kepadanya kemudian dia balas senyum, dan hmmm teduh sekali senyumnya batinku. Aku lanjut berjalan keruanganku yang letaknya tak jauh dari ruang tunggu. Selang 10 menit kemudian, laki-laki yang tadi aku lihat menghampiriku.

"Maaf mbak, biasanya pak Direktur datang jam berapa ya?" tanya nya.

"Biasanya sebentar lagi beliau datang pak, apa sudah ada janji?"

"Iya mbak. Oh iya sebelumnya perkenalkan saya Yogi kebetulan saya pegawai pindahan dari kantor pusat" ucapnya sambil mengulurkan tangan kepadaku.

Spontan aku langsung berdiri dan menyambut tangannya
"Oiya pak, saya Medina"

Sembari ia menunggu Direktur kami berbincang-bincang mulai dari pekerjaan, tempat tinggal, status dan umur. Ternyata benar saja tebakanku, umurnya 32 tahun ia sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan berumur 6 tahun. Bagiku sekarang ini sudah biasa berkenalan dan berteman dengan orang-orang yang umurnya cukup jauh dariku. Ya, karena lingkungan kerja memang untuk orang-orang dewasa bukan. Itulah awal perkenalanku dengan Yogi dan ia memintaku memanggilnya dengan sebutan "abang" agar lebih akrab katanya hehe. Hari ini kami akan melakukan rapat staff untuk menyiapkan acara ulang tahun kota yang hanya hitungan hari saja. Di dalam rapat ini kami diberikan jadwal piket sebagai penjaga stand pameran, dalam satu shif piket terdiri dari 4 orang yaitu 2 laki-laki dan 2 perempuan. Untuk perempuan yang sudah berkeluarga akan mendapat jadwal pagi sampai sore hari, sedangkan yang belum menikah mendapat jadwal dari sore hingga malam. Aku mendapat tim hari pertama yang terdiri dari Doni, bang Yogi, kak Mela dan aku sendiri tentunya.

Akhirnya tibalah hari perayaan ulang tahun kota kami, pagi ini balai Kota sudah ramai dipenuhi masyarakat dan juga para pegawai mulai dari instansi pemerintahan sampai swasta. Stand-stand pameran sudah beridiri dengan segala dekorasi-dekorasi sesuai tema yang diberikan. Sebenarnya aku sendiri kurang suka dengan acara seperti ini, ya karena pasti tugasku akan lebih banyak terlebih aku paling muda di kantorku, untung saja banyak penjual makanan disana yang menjadi alasan aku betah hehehe. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Wali kota dan segenap perangkatnya lalu dilanjutkan dengan hiburan. Aku tak menikmati acara sampai selesai, ya karena aku sore ini harus piket menjaga stand pameran bersama tim ku, kami memutuskan untuk pulang lebih dulu untuk bersiap-siap.

Jam menunjukkan pukul 17.00 WIB, aku bersiap-siap untuk menuju lokasi pameran. Aku sudah janjian dengan kak Mela dan dia akan menjemputku karena kebetulan rumanya melewati rumahku. Tak lama kemudian kak Mela datang menggunakan mobilnya. Kami langsung meluncur ke lokasi. Sesampainya disana sudah terlihat Doni dan bang Yogi mereka tampak sedang berbincang-bincang.

"Hai-hai.. Kalian udah lama ya?" pekik ku yang membuat Doni dan bang Yogi terkejut.

"Gila si suara lu kenceng banget, kaget gue" ucap Doni

"Kami juga baru dateng kok Dee" sambung bang Yogi sambil senyum

"Eh kita mau makan apa ni? Gue laper sih"

"Dasar, kamu mah laper terus Dee heran" ucap kak Mela sambil ngeledek aku

"Hehehe maklum, masa pertumbuhan" jawab gue. Mereka spontan mual denger ucapanku barusan hehehe.

Kami pun memutuskan untuk berjalan-jalan melihat keadaan lokasi pameran yang makin malem makin rame. Setelah puas kami kembali lagi ke stand kami dengan membawa se tumpuk makanan dan minuman. Jam menunjukkan pukul 19.00, kak Mela mendapat telpon dari ibunya yang ternyata lagi tidak enak badan dan minta dia buat cepat pulang.

"Dee, maafin kakak ni, kakak harus pulang duluan. Kamu biar dianter sama Doni aja ya" kata kak Mela

"Iya kak santuy aja aku si aman, lagian temen aku juga banyak kok yang lagi disini"

"Bagus deh gue juga males nganterin lu" ucap Doni ngeledek aku

"Dasar lu anak kampret" jawab gue sambil ngelempar kulit kacang ke muka Doni

"Udah tenang aja Mel, abang bawa mobil kok. Nanti biar sekalian kan nggak papa" ucap bang Yogi

"Oke deh kalo gitu Aku pamit ya" ucap kak Mela

Akhirnya tinggal lah kami bertiga yang masih menikmati konser musik akustik dari depan stand kami sambil makan kacang tapi nggak lupa kulit ya hehe.

Jam menunjukkan pukul 21.00 WIB, aku yang udah mulai ngantuk ngajak Doni buat nganterin pulang, tapi emang dasar Doni sama aku nggak pernah akur, dia nggak mau nganterin aku pulang karena masih mau lanjut nonton akustik. Sumpah kesel banget liat anak tapir satu itu. Akhirnya bang Yogi mau nganterin aku karena dia juga udah capek katanya.

"Udah yok Dee, pulang sama abang aja abang juga udah capek pengen balik"

"Yaudah deh ayok"
Akhirnya aku ninggalin Doni si anak tapir beserta kulit kacang yang masih berserakan hehehe.

Selama di perjalanan aku dan bang Yogi banyak cerita, mulai dari kerjaan kami, hobi, sampe lagu kesukaan.

"Bang Yogi suka musik?" tanya gue

"Lumayan, kalo kamu?"

"Suka banget, suka lagu apaan kalo boleh tau?"

"Abang lebih suka lagu pop, salah satunya lagu ini lagunya Naff kenanglah Aku"

"Wihh, kok sama sih? Aku juga suka banget lagu ini"

"Masak iya? Se aliran dong kita hehehe"

Dari yang aku tau malem ini, bang Yogi ternyata orangnya asik banget. Dia punya banyak selera yang sama sama aku, mulai dari musik dan juga prinsip hidup kami. Setelah cerita panjang kali lebar kali tinggi akhirnya sampailah kami di depan rumah aku, bang Yogi pun langsung pamit pulang.

Diubah oleh Realpecahankaca
profile-picture
lumut66 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
CINTA SALAH KAMAR
30-08-2020 18:59
Part 3
Mimpi yang tertunda


Sejak kecil aku selalu mempunyai banyak mimpi, aku tumbuh bersama mimpi-mimpi yang terkadang aku sendiri pun tak tahu bagaimana cara mewujudkannya. Aku dan kakak-kakakku selalu diajarkan mandiri oleh orang tua kami, ketika kami menginginkan sesuatu kami harus berusaha untuk mendapatkannya, bukan hanya meminta kepada orang tua dan aku merasa sangat beruntung mendapat didikan seperti itu dari kedua orang tuaku. Karena ternyata hal itulah yang membuat aku selalu bersemangat untuk bermimpi, aku selalu optimis untuk mencapai apa yang aku inginkan dengan segala usahaku. Seperti mimpiku yang sempat tertunda yaitu merasakan bangku kuliah. Meskipun aku sibuk bekerja, aku tak pernah melupakan mimpiku seidkit pun yaitu untuk kuliah. Bulan ini aku adalah waktu dimana penerimaan mahasiswa baru bagi perguruan tinggi, aku yang selama ini sudah menunggu-nunggu momen ini tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diriku ke salah satu kampus swasta yang jaraknya kurang lebih 1 jam perjalanan dari rumahku. Apapun itu, sejauh apapun demi mimpiku maka akan tetap aku lakukan, begitu pikirku. Aku memilih kampus ini karena memang sesuai dengan bidang pekerjaanku dan juga di kampus ini memiliki kelas khusus bagi pekerja yang dilakukan selama hari jum'at sampai dengan sabtu saja. Aku pun menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan sebagai syarat pendaftaran di kampus, setelah mendaftar dan melalui beberapa tes akhirnya aku dinyatakan lulus, leganya.

Hari ini adalah hari dimana akan diadakan kegiatan ospek bagi mahasiswa baru, aku yang seharusnya masuk kerja hari ini terpaksa harus izin untuk mengikuti kegiatan tersebut, dan kegiatan itu akan dilaksanakan selama 3 hari ke depan. Aku memang belum memiliki teman yang cukup akrab diluar kantor, ya karena aku pun bisa dibilang pendatang di daerah tempat tinggalku, jadi selama kegiatan di kampus aku lakukan sendirian dengan menempuh perjalanan yang lumayan jauh menggunakan sepeda motor. Hari itu kami dikumpulkan di halaman kampus untuk apel pagi dan acara pembukaan ospek mahasiswa baru. Dengan menggunakan seragam putih dengan rok hitam kami berbaris sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan sebelumnya. Ya, setelah ada pengumuman kelulusan, kami sudah mendapatkan pembagian kelompok untuk kegiatan ini, dan tak ada satupun anggota kelompok yang aku kenal. Setelah acara selesai, kami mulai memasuki ruangan dan memulai kegiatan perkenalan. Satu persatu diantara kami memperkenalkan diri, ternyata banyak juga mahasiswa yang tinggalnya tak jauh dari rumahku, wah lumayan dapat teman baru pikirku dan salah satunya adalah Mega. Kami yang dari tadi duduk bersebelahan dan aku langsung membuka pembicaraan dengan Mega.

"Hi, salam kenal aku Medina"

"Hi, aku Mega. Dari mana?" tanya Mega

"Aku dari Kenali besar, kamu dari mana?"

"Eh sama dong, wah ada temen deket rumah ni ternyata"

"Wah serius? Kok aku nggak pernah lihat kamu ya?" tanya Mega heran

"Iya aku emang bukan asli Kenali, aku tinggal sama om aku disana"

"Oh pantesan belum pernah liat hehehe. Eh Medina pake apaan kesini?"

"Pake motor aku mah, kamu sendiri?"

"Sama dong, aku pake motor sendirian lagi huhu"

"Waahh kebetulan banget nih, besok kita berangkat bareng aja kalo gitu kebetulan aku juga sendirian terus lo hehehe"

"Ide bagus tu, yaudah minta nomor HP kamu dong biar enak ntar janjiannya"

"Boleh-boleh"

Akupun memberikan nomor handphone ku ke Mega dan begitupun sebaliknya, betapa senengnya aku akhinya dapet temen juga pikirku. Selain Mega, aku juga dapat teman baru yang sama-sama dari Kenali yaitu Sesil, Nensi, Desi dan Febby. Wah tidak disangka ternyata mereka memiliki nasib yang sama sepertiku karena harus bolak balik dari Kenali ke kampus dengan jarak yang lumayan jauh. Setelah kami berkenalan kami pun memutuskan untuk ke kampus bersamaan esok harinya, begitupun sampai hari terakhir kami masih pulang dan pergi bersama menggunakan sepeda motor, pergi pagi pulang malam, begitulah yang kami lakukan selama 3 hari penuh. Setelah kegiatan ospek selesai, tibalah pemabgian kelas. Dan betapa senengnya aku karena ternyata kami semua satu kelas, kami pun bersorak kegirangan mendengar hal itu, ya selama 3 hari bersama membuat kami sudah merasa akrab satu sama lain, betapa sedihnya kami jika harus berpisah dan ternyata keinginan kami terwujud, ya kami satu kelas.

profile-picture
lumut66 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
CINTA SALAH KAMAR
30-08-2020 20:49
Part 4
Mama, aku lelah..

Ketika seseorang bertanya kepadaku, apa yang membuatmu ingin tetap hidup?
Aku menjawab..
Ketika aku melihat awan di langit biru
Ketika aku melihat matahari pagi dan senja
Ketika aku melihat rintik hujan
Ketika aku melihat daun yang gugur ditiup angin
Ketika aku melihat tawa anak kecil
Dan, ketika aku melihat senyum kedua orang tua ku
Disaat itulah, aku ingin tetap hidup



Aku menjalani hari-hariku dengan penuh rasa optimis, menjalani hariku dengan setumpuk pekerjaan dan juga kuliahku yang sedang aku jalani sekarang. Hari senin sampai jumat siang aku harus bekerja, setelah itu aku akan melanjutkan kuliah dari sore sampai malam dengan menempuh jarak 1 jam perjalanan dari rumah menuju kampus, keesokan harinya aku harus lanjut kuliah lagi dari pagi sampai sore begitulah yang aku lakukan saat ini. Memang benar, ketika kita punya mimpi dan yakin dengan mimpi itu, rasa lelah tak bisa menghalangi semangat kita. Lelah setelah bekerja ditambah lagi lelah kuliah tak sedikitpun aku rasakan.

Azan subuh sudah berkumandang, suara ayam berkokok sudah memenuhi telingaku, aku bergegas bangun untuk melaksanakan kewajiban sholat subuh. Selepas sholat subuh aku berbaring kembali sembari melihat timeline twitter yang pada saat itu sedang ramai membicarakan fenomena Supermoon. Hari ini hari sabtu, dan kebetulan hari ini tanggal merah jadi bertambah hari liburku karena seharunya aku masuk kuliah. Entah mengapa rasanya ada yang aneh di dalam tubuhku, pinggangku terasa sakit sekali seperti diremas. Aku bingung, aku belum pernah merasakan sakit seperti ini sebelumnya. Akupun melanjutkan berbaring di tempat tidur, mungkin dengan tidur nanti akan hilang sakitnya pikirku.

Jam menunjukkan pukul 06.00 WIB, aku terbangun dari tidurku, tetapi aku merasakan pinggangku yang semakin sakit. Perlahan aku berjalan keluar, lalu mengambil obat pereda sakit yang ada di lemari obat dan aku meminum obat itu. Malam ini kakak perempuanku akan melangsungkan acara tunangan di rumah, jadi hari ini aku berencana untuk pulang.

"Tan, nanti Dee pulang pake motor aja ya, soalnya Dee mau lebih lama di rumah, besok berangkat kerjanya dari rumah mama aja" ucapku kepada tante Mia

"Iya Dee nggak papa, nanti malam om sama tante nyusul ya karena Zidan harus les berenang dulu hari ini"

"Iya tan nggak papa"

"Eh Dee kok kamu keliatan pucat sih, kamu sakit ya? tanya tante Mia

"Enggak kok tan, emang tadi sakit pinggang tapi mungkin mau mens aja ini, udah minum obat juga kok"

"Kamu serius? Nanti ada apa-apa dijalan gimana kalo kamu pulang sendirian?"

"Nggak papa kok tan, udah nggak sakit juga kok" ucapku meyakinkan tante Mia.

"Yaudah kalo gitu ati-ati ya Dee"

"Iya tan, titip pesan buat om ya Dee berangkat duluan"

"Iya Dee"

Aku pun meninggalkan rumah om Seno dan tante Mia menuju rumah orang tuaku yang jaraknya tak jauh yaitu menempuh 1 jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Aku menarik gas motor dengan perlahan, entah mengapa pinggangku mulai terasa sakit lagi, tapi aku hiraukan karena aku harus konsentrasi mengendarai motor. Sejam perjalanan rasanya sangat lama hari ini, akhirnya sampailah aku di rumah kedua orang tuaku di Banjar. Keadaan rumah sedang ramai karena mempersiapkan untuk acara kakak perempuanku malam nanti. Semua anggota keluargaku berkumpul, ada rasa bahagia campur sedih yang aku rasakan saat ini. Bahagia karena kakak ku akan menempuh perjalanan baru bersama laki-laki yang ia pilih, sedih karena nantinya tidak ada lagi teman ku belanja, jalan-jalan, teman ribut kalau pulang kerumah hehehe.

Setelah melewati rangkaian acara akhirnya acara selesai pada pukul 21.00 WIB. Aku yang sejak tadi sudah merasa lemas ingin rasanya cepat tidur, lalu setelah tak tahan lagi menahan sakit akupun tertidur. Aku bangun keesokan harinya pukul 06.00 WIB, entah mengapa badanku basah dipenuhi keringat dingin, pinggangku terasa makin sakit dan kepalaku pusing. Aku mencoba bangun dengan kaki gemetar menuju ruang keluarga yang terdengar ramai dipenuhi keluarga besarku. Aku mencari obat paling mujarab setiap aku sakit, ya mama.

"Ma, pinggang Dee sakit banget ini kenapa ya" dengan langkah tak beraturan lagi aku berjalan mendekati mamaku

"Ya ampun nak, kamu pucat banget ayo kita ke kamar" ucap mama panik

Sontak mamaku dan keluargaku kaget melihat keadaanku pagi ini, mereka mendekatiku dan blekkk.. semua gelap.

Perlahan aku membuka mataku, aku melihat dinding putih dengan tirai hijau dan bau menyengat yang ahh aku benci sekali bau ini. Perlahan aku terbangun dan melihat mamaku, bapak dan kakak ku sedang duduk di sampingku.

"Dee, kamu udah bangun" ucap kak Mecca

"Aku kenapa si, kenapa aku di rumah sakit?" tanyaku sambil kebingungan

"Kamu pingsan tadi Dee, terus langsung kami bawa kesini karena kami udah bingung liat kamu" ucap bapak dengan wajah sayu

"Udah kamu tiduran lagi aja, sambil nunggu dokter karena kamu harus di cek dulu" ucap kak Mecca.

Akupun mengikuti ucapan kak Mecca dan kemudian berbaring kembali sembari menunggu dokter jaga datang memeriksaku. Sekitar 15 menit kemudian datang seorang dokter yang bernama perempuan untuk memeriksaku, ia memintaku untuk melipat kedua kakiku lalu menekan bagian bawah perutku.

"Sakit nggak kalau di tekuk kakinya?"

"Nggak dok" ucapku

"Kalau di tekan sakit nggak pinggangnya?" ucap dokter sambil menekan pinggangku

"Ia sakit dok" jawabku sambil menahan sakit

"Kalo ini gejala ginjal ya, pasti kurang minum atau sering duduk kan? tanya dokter dengan nada ramah

"Ia dok"

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata aku mengalami sakit ginjal, ya untungnya belum parah dan belum menjadi batu ginjal. Di balik musibah seperti ini aku masih mengucapkan kata "untung" hehehe, begitulah caraku bersyukur.

profile-picture
lumut66 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
CINTA SALAH KAMAR
09-10-2020 12:46
Menapak jejak dahulu ya
0 0
0
CINTA SALAH KAMAR
09-10-2020 13:06
waduh kemalingan itu gan wkwkwkwk
0 0
0
CINTA SALAH KAMAR
09-10-2020 19:37
Tandain duluemoticon-pencet
0 0
0
CINTA SALAH KAMAR
10-10-2020 14:14

Tanda dulu

Numpang nongkrong
0 0
0
CINTA SALAH KAMAR
12-10-2020 21:46
Numpang ngopi gan ahh sinii hheee
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
CINTA SALAH KAMAR
14-10-2020 21:41
amanin pejwan dulu emoticon-Cendol Gan
0 0
0
CINTA SALAH KAMAR
14-10-2020 21:50
masih hangat nih, ijin buka tikar gan
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
CINTA SALAH KAMAR
19-10-2020 12:56
Part 5
Bandung dan kenangan

Dua kali 365 hari, aku berada di kantor ini. Memang benar, ketika kita menjalani segala sesuatu dengan ikhlas dan bahagia, semua akan terasa ringan tanpa beban. Dua tahun sudah aku berkumpul dengan orang-orang baik yang selalu memberikan motivasi dan juga panutan untukku. Seperti biasa, setiap akhir tahun kami mendapat bonus dari kantor yaitu jalan-jalan ke beberapa daerah di Indonesia. Kali ini kami dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing berjumlah 15 orang, kelompok pertama akan pergi ke Semarang dan aku masuk ke kelompok kedua yang akan pergi ke Bandung. Ini adalah momen yang paling di tunggu-tunggu tentunya, terlebih di dalam rombonganku terdiri dari geng kocak ku yang pastinya nanti akan menambah keseruan selama liburan, dan jugaa bang Yogi.
Aku mulai belanja kebutuhan untuk aku disana nanti, mulai dari obata-obatan, sabun mandi dan lain-lain. Selama membeli perlengkapan, aku selalu menyunggingkan senyum bahagiaku, yee akhirnya ke Bandung juga ucapku dalam hati.

Desember 2017

Hari ini adalah hari keberangkatan kami ke Bandung, kami akan naik pesawat melalui Bandara kota dengan jarak tempuh kurang lebih 4 jam perjalanan menggunakan mobil dari rumahku. Selama perjalanan kami habiskan dengan bercanda seadanya sampe tanpa kami sadari 4 jam perjalanan berlalu begitu saja. Kami terbang pukul 10.00 WIB dan mendarat dengan selamat di bandara Soekarno-Hatta. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Bandung menggunakan mini bus yang sudah di sewa perusahaan untuk menjemput dan mengantar kami jalan-jalan nantinya. Selama perjalanan teman-temanku yang terlihat lelah satu persatu meninggalkan dunia nyatanya, ya mereka tidur pulas sekali. Tapi tidak denganku dan bang Yogi. Kebetulan kami duduk bersebalahan selama perjalanan, banyak hal yang menjadi topik obrolan kami dan sesekali kami bercanda. Entah kenapa, setiap kami mengobrol senyum dan tawa tak pernah lepas dari bibir kami berdua. Memang pada dasarnya kami punya banyak kesamaan dan sama-sama suka humor. Setelah menempuh perjalanan panjang, pukul 22.00 WIB sampailah kami di salah satu hotel yang cukup mewah di tengah-tengah kota Bandung. Kami turun dengan sempoyongan, ya maklum saja perjalanan kami cukup jauh hari ini.

"Asyikk deket sama mall ni hotel kita, nggak perlu pake mobil dong" sorak kak Mela yang mengejutkan kami semua.

"Ah kayak belum pernah ke mall aja deh" timpal Doni dengan nada mengejek.

"Ih ya maklum lah, aku kan udah lama nggak ke mall. Sibuk ngurusin kerjaan mulu, hhhh" ucap kak Mela mengeluh.

"Ya udah yok kita masuk aja" ajakku.

Saat perjalanan menuju lobby hotel, tiba-tiba seseorang mengambil tasku yang sedang aku pegang, sontak aku terkejut dan spontan melihat ke arah seseorang itu.

"Berat kan tasnya, sini biar abang bawain"

Aku hanya terdiam dengan muka polos karena aku bingung dengan apa yang dilakukan oleh bang Yogi.

"Nggak berat kok bang, udah nggak papa biar aku aja yang bawa" ucapku sambil mencoba mengambil tasku kembali.

"Udahlah Dee, nggak papa" ucap bang Yogi.

Tanpa bisa berkata-kata lagi aku biarkan bang Yogi membawa taskku yang sebenarnya memang cukup berat dengan kondisiku yang sekarang ini hehe.

Kali ini aku se kamar dengan kak Mela, sedangkan Doni bersama bang Yogi dan teman-teman yang lain bersama pasangan masing-masing. Setelah mendapatkan kunci kamar, kami langsung menuju kamar dan beristirahat terlebih dahulu. Aku yang dari tadi sudah ingin mandi tanpa basa-basi langsung menuju kamar mandi.

"Istirahat dulu kali Dee, rajin banget langsung mandi" ucap kak Mela.

"Ah aku udah nggak betah ni kak, aku udah pengen mandi dari tadi" jawabku.

"Kamu mah, yaudah deh buruan mandi ntar gantian kita"

Setelah membersihkan badan, kami pun tidur di kasur sambil menonton TV.

"Kita mau ngapain ya Dee malem ini? tanya kak Mela

"Ngapain ya enaknya, tapi aku laper sih kak sebenernya. Gimana kalau kita beli makan aja?"

"Sama sih aku juga laper, tapi males banget mau keluar deh"

"Iya juga, abis masih pegel ini badan. Eh kira-kira Doni sama bang Yogi mau keluar nggak ya mereka?

"Nggak tau deh, coba sini biar aku telpon tu si Doni" ucap kak Mela.

"Iya deh"

"Halo Don, lu mau keluar nggak? Kalo keluar titip makanan dong, kita laper nii" ucap kak Mela dengan nada memohon.

"Nggak ah, males gue mau kemana-mana gue mau tidur aja" ucap Doni dari telepon.

"Yaelah lu mah, giliran gue nitip aja lu bilang males" ucap kak Mela kesal sambil menutup telponnya. "Males banget gue sama ni bocah" timpalnya.

Beberapa saat kemudian Handphone ku berbunyi tanda pesan masuk, aku lihat dari bang Yogi.


"Dee, laper nggak? Aku beli burger ni, mau aku beliin sekalian nggak?" isi pesan itu.

Sesaat aku terdiam setelah membaca pesan dari bang Yogi, ada perasaan bingung yang terlintas dihatiku. Aku merasa ada yang aneh dengan bang Yogi kali ini. Ya, dia memang baik setiap harinya, tetapi kali ini aku merasa ada yang berbeda.

"Dee.." suara kak Mela memecahkan lamunanku

"E eh iya kak kenapa? tanyaku gugup

"Yee malah bengong dia. Kenapa?"

"Enggak kak, ini ni bang Yogi nawarin mau nitip burger nggak katanya dia lagi beli burger"

"Wah kebetulan sekali kakakk, yaudah aku mau dong Dee cepetan bales pesannya"

"Iya kak"

Setelah sekitar 30 menit kemudian...
Ting Tong.. bel kamar kami berbunyi. Aku bergegas membukakan pintu kamar. disana sudah ada bang Yogi datang dengan membawa 2 burger beserta minuman untuk kami.

"Ini Dee, makanan kalian" ucap bang Yogi dengan menyodorkan dua bungkus burger beserta minumannya.

"Duh makasih ya bang, jadi ngrepotin ni"

"Nggak papa lah santai aja lagi. Yaudah aku langsung ke kamar ya Dee" ucap bang Yogi

"Eeh bentar bang, ini duitnya kan belum bentar yaa"

"Udah lah Dee, anggep aja aku traktir kalian malem ini" ucapnya sambil tersenyum manis kepadaku

"Duhhh kan jadi makin nggak enak deeh" ucapku dengan perasaan merasa bersalah

"Udahlah santai aja" tiba-tiba bang Yogi mengusap rambutku perlahan daaaann deg...!! Rasanya jantung ku hampir meledak, aku kaget dengan apa yang dilakukan bang Yogi barusan, sekujur tubuhku kaku rasanya.

"Udah ya aku pergi dulu" ucapnya sambil berjalan meninggalkanku

Aku yang udah nggak tau harus gimana, pengen pingsan tapi nggak bisa. Aku masih kaget dengan kejadian yang aku alami barusan. Ya allah fenomena apa barusan ini, ucapku.
0 0
0
CINTA SALAH KAMAR
19-10-2020 15:25
Part 6
Bandung dan Kenangan (2)

Udara sejuk kota Bandung menusuk ke kulitku, aku sedang duduk d balkon kamarku sambil menikmati pemandangan dari seberang kamar hotelku deretan perbukitan terbentang luas, matahari pagi menambah syahdunya pagiku kali ini. Sejenak aku melamun, entah apa yang aku lamunkan saat ini.

"Dee, buruan turun yok. Yang lain udah nunggu di bawah tu" ucap kak Mela sontak membuyarkan lamunanku.

"Eh iya kak ayok" jawabku gugup

Hari ini perjalanan kami cukup panjang, kami akan mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di daerah Lembang dan sekitarnya. Tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah kawah putih Ciwidey, beberapa dari kami memang sudah pernah berkunjung ke tempat itu, tetapi hal ini tidak membuat semangat kami berkurang, sebaliknya kami sangat antusias untuk mengunjungi tempat itu, terlebih untukku yang merupakan pengalaman pertama tentunya. Mobil yang kami naiki perlahan membawa kami menaiki jalan perbukitan, ya lokasi kawah putih ini memang berada di kaki gunung Patuha tak heran jalan yang kami tempuh semakin lama semakin dingin dan lemba. Setelah mendaki cukup lama, akhirnya tibalah kami di sebuah tempat yang sangat dingin, aroma belerang langsung menusuk ke hidung kami. Sebelumnya kami sudah menggunakan masker, ya itu untuk menjaga pernafasan kami. Saat ini, di depanku terbentang danau luas nan indah berwarna hijau di kelilingi pepohonan yang tinggal rantingnya saja. Danau kawah putih sendiri berada pada ketinggian 2194m tetapi luas total 25 ha. Aroma belerang semakin menusuk ke hidungku, sampai ke dada beberapa kali aku menarik nafas dalam karena aku tidak terbiasa dengan aroma belerang. Namun hal itu tidak membuat ke kagumanku berkurang sedikitpun. eberapa kali aku berdecak kagum melihat keindahan alam ini sambilmengucapkan syukur kepada Sang pencipta karena telah diberikan kesempatan untuk melihat keindahan alam ini. Ketika sedang tenggelam dalam kekagumanku terhadap kawah putih ini, seseoranng dengan suara berat membuyarkan lamunanku. Ya, aku sangat mengenal suara itu.

"Dee, nggak mau foto kamu?" ucap bang Yogi

"Eh abang, aku masih terpukau aja liat pemandangan seindah ini"

"Yang lain pada foto tu, kamu nggak mau gabung?" ucap bang Yogi sambil menunjuk ke arah kak Mela dan teman-teman yang lainnya yang terlihat sangat antusias untuk berfoto. Dasar kak Mela gila kamera deh pikirku dalam hati sambil menahan ketawa.

"Bang Yogi sendiri kenapa nggak gabung sama mereka?

"Nggak ah, aku kurang suka foto Dee hehe" ucapnya malu-malu

Tiba-tiba datang seorang laki-laki muda menghampiriku, dengan membawa kamera yang ia kalungkan di lehernya.

"Punten teh, mau foto nggak teh?" tanya nya kepadaku

"Emang berapa bayarnya kang kalo mau foto?" tanyaku

"Sekali foto 10 ribu aja teh, udah sekalian cetak teh. Hayuk teteh foto sama aa nya sekalian teh buat kenang-kenangan"

"Yaudah ayok Dee kita foto" ajak bang Yogi yang tiba-tiba menarikku ke sebelahnya, sontak aku terkejut. Akhirnya kami berfoto beberapa kali, jujur aku merasa sangat canggung, tetapi tidak dengan bang Yogi yang terlihat luwes saja bergaya bersamaku.

"Udah teh, di tunggu ya teh biar di cetak fotonya" ucap si akang fotografer

"Iya kang"

Sembari menunggu foto kami selesai dicetak, aku melihat teman-teman yang lain masih sibuk berfoto, aku dan bang Yogi memilih menyusuri tepi danau sembari melihat keindahan danau kawah putih ini. Untuk kesekian kalinya aku berbagi cerita bersama bang Yogi, bercerita tentang keluh kesah kami selama bekerja, masalah kehidupan dan apapun yang ingin kami ceritakan. Tiba-tiba seseorang menghampiri kami

"Teteh, aa ini potonya udah selesai dicetak. Silahkan di cek dulu atuh, tapi menurut saya bagus banget potonya cocok banget aa sama tetehnya" ucap fotografer itu yang sontak membuat kami berdua jadi salah tingkah, entah mengapa aku jadi merasa malu mendengar ucapan si akang fotografer ini, aku berusahan menjelaskan kepadanya bahwa kami bukan pasangan tapi ia terlebih dulu mengucapkan terimakasih setelah di berikan upah oleh bang Yogi. Aku jadi kikuk, begitupun bang Yogi yang terlihat menahan malu.

Setelah puas menikmati keindahan kawah putih, aku dan rombongan bergerak meninggalkan tempat ini dan menuju ke sebuah tempat wisata buatan bernama The Lorge Maribaya yaitu sebuah lokasi wisata alam pegunungan yang mana para wisatawan dapat menikmati pemandangan hutan pinus sembari menyantap makanan khas Sunda dan juga ada beberapa wahana menantang yang bisa kita coba. Disana aku di ajak kak Mela menikmati sejuk dan indahnya hutan pemandangan hutan pinus dan sesekali kali berfoto di spot foto terbaik.


Hari-hari kami selama di Bandung kami habiskan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata alam maupun buatan seperti Farm House Lembang, Floating Market, Dusun Bambu dan kapal Pinisi yang mempunyai kesan tersendiri untukku karena tempat ini menyuguhkan pemandangan sangat sejuk dimana kita bisa menikmati pemandangan kebun teh yang luas sambil menikmati makanan di atas restoran berbentuk kapal besar, hmmm rasanya aku ingin tetap tinggal disini. Dimalam harinya, biasanya kami menghabiskan waktu untuk mengunjungi mall atau tempat-tempat makan di kota daerah Dago. Tak terasa malam ini adalah malam terakhir kami di Banudng, karena kami harus pulang dan bekerja lagi, hmmm menyebalkan sekali pikirku. Malam itu kami sedang berkumpul di lantai utama hotel dimana da kolam renang yang cukup besar disana. Kami berkumpul sembari bernyanyi di tepi kolam, beberapa dari kami ada yang memilih untuk berenang. Aku dan kak Mela malah asyik makan rujak yang kami beli sore tadi.

"Dee, Mel berenang yok" ajak temanku yang bernama Dina.

"Wih ayok deh aku juga udah gerah ni, Dee ayoklah"

"Aku lagi males berenang kak, kalian aja deh. Dee disini aja hehe"

"Ini anak, yaudah deh Din kita aja deh yok" ucap kak Mela

Ketika sedang asyik menikmati rujak, tiba-tiba bang Yogi datang membawa dua kaleng kopi. Ia duduk di sebelahku sambil menawarkan kopi di tangannya.

"Kopinya mbak" ucapnya menjaili ku

"Berapaan mas?" ucapku membalasnya

"Nggak usah di bayar pake duit mbak"

"Terus pake apa dong?"

"Pake cinta aja" ucapnya sambil tersenyum

Aku syok mendengar ucapannya, sontak aku langsung mengalihkan pandanganku darinya.

"Hahahaa becanda Dee, maaf ya"

"Lagian abang becandanya nggak lucu deh" ucapku kesal

"Dee, abang boleh cerita nggak?" tanya bang Yogi

"Cerita apa bang? Ya cerita aja atuh"

"Hmmm, abang lagi sedih banget Dee. Rumah tangga abang lagi nggak harmonis, ya semenjak istri abang sakit dia lebih sensitif sama abang. Gampang banget curiga, gampang banget cemburu. Tiap hari abang berdebat sama dia bahkan karena masalah sepele sekalipun. Rasanya pengen banget abang pergi dari rumah, karena setiap abang pulang pasti selalu timbul masalah di anatara kami. Abang bingung Dee."

"Bang, bukan aku mau nyalahin abang. Tapi, perempuan itu emang suka di perhatiin apalagi kalo dia ngerasa lemah atau dia sakit, pasti dia pengen dapet perhatian lebih dari abang"

"Ya abang tau, tapi kurang perhatian apa abang selama ini Dee, waktu abang juga abang sisihkan buat jagain dia selama ini tapi dia yang bikin penyakitnya semakin parah, dia nggak pernah mau nurutin saran abang buat berobat. Siapa yang nggak kesal coba"

"Abang yang sabar ya, mungkin ini cobaan buat abang. Allah pengen lihat sampai mana kesabaran abang, Dee tau abang orang yang nggak pernah ngeluh sekalipun ada masalah di kantor. Dee tau abang capek, tapi abang harus ingat kalau istri abang lagi butuh perhatian abang"

Aku melihat air mata menetes di pipi bang Yogi malam ini, air mata lelah. Seseorang yang selama ini tidak pernah ku lihat mengeluh, seseorang yang aku anggap selalu tegar dan selalu memotivasi teman-temannya dalam bekerja maupun dengan masalah pribadinya, ternyata ia rapuh.

"Dee, maaf abang nangis di depan kamu. Abang nggak tau harus gimana lagi, abang nggak pernah cerita kayak gini ke orang lain sebelumnya Dee, cuma sama kamu. Karena abang percaya sama kamu Dee.

"Iya bang, Dee paham. Nggak papa, Dee selalu terbuka untuk dengerin cerita abang."

Dan tiba-tiba...
Badan tegap seorang bang Yogi menempel di tubuhku, ia memelukku erat sekali. Sambil meneteskan air mata ia mengatakan kepadaku,

"Dee, abang sayang sama kamu."

Jantungku seolah ingin meledak melihat apa yang terjadi kepadaku saat ini, untuk sekejap badanku panas dingin. Aku ingin melepaskan pelukan bang Yogi namun ia tetap memelukku semakin erat lagi.

"Plis Dee, izinin abang peluk kamu sekali ini aja"

Akupun pasrah dengan apa yang ia lakukan, aku hanya diam terpaku di pelukan bang Yogi. Seorang laki-laki beristri yang menyatakan persaaannya kepadaku.
Tuhan... Apa ini?


0 0
0
CINTA SALAH KAMAR
26-10-2020 19:04
Part 7

Persimpangan Dilema

Liburan panjang yang menyenangkan ini sudah berakhir, aku bersama rombongan harus kembali ke kota kami melalui rute yang kami tempuh seperti keberangkatan kami sebelumnya. Kali ini kami di jemput menggunakan mobil yang sudah disiapkan untuk menjemput kami dari bandara menuju rumah masing-masing. Kami keluar dari bandara pukul 19.00 WIB dan langsung melanjutkan perjalanan kami. Kami dibagi menjadi tiga rombongan, dua mobil berisi laki-laki dan satu lagi khusus perempuan. Namun mobil khusus perempuan ternyata sudah penuh dan salah satu dari kami harus mengalah untuk bergabung bersama mobil yanng berisi laki-laki. Setelah perdebatan panjang, akhirnya aku yang harus mengalah dikarenakan yaaa aku lah yang masih single dan paling kecil diantara rombonganku ini. Aku menaiki mobil yang berisi 4 orang, 3 orang laki-laki yaitu pak Rudi, Bang Yogi, Keanu dan aku sendiri yang memilih duduk di depan menemani pak Rudi supir kami. Mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi, ya karena kami harus sampai ke rumah sebelum dini hari tentunya. Sepanjang perjalanan kami mengobrol dan sesekali bercanda bersama supir yang menjemput kami, sebenarnya mataku sudah sangat ngantuk dan tubuhku sudah lelah tapi aku tak enak hati bila harus tidur diantara mereka yang sedang asyik berbincang.

"Dee, kamu nggak tidur? tanya bang Yogi

"Belum kok bang" ucapku bohong

"Kalo ngantuk tidur aja kali Dee"

"Nggak ah, ntar aja aku tidurnya bang kalau udah sampe rumah biar sekalian nemenin pak Rudi ya pak hehehe" ucapku sambil melirik ke pak Rudi yang sejak tadi sudah terlihat menahan kantuk

"Iya mbak, ini malah saya yan ngantuk hehehe" ucap pak Rudi

"Pak Rudi udah ngantuk? Biar saya aja yang nyupir pak gantian. Lagian bapak juga capek kan nyupir dari tadi mana jauh banget" ucap bang Yogi

"Ah udah mas nggak papa biar saya aja"

"Udah pak nggak papa lagian saya nggak ngantuk kok, tadi di pesawat juga udah tidur saya" ucap bang Yogi meyakinkan pak Rudi

"Beneran ini mas nggak papa?"

"Iyaa pak, yaudah ke pinggi aja pak tukar posisi"

"Iyaa deh mas"

Akhirnya kali ini bang Yogi mengantikan pak Rudi mengendarai mobil kami sedangkan aku tetap duduk di posisiku semula, terlihat di belakang Keanu sudah masuk ke alam mimpi ia terlihat lelah sekali.

"Buset si Keanu mah, pantesan anteng aja dari tadi udaha molor ternyata" ucapku setelah melihat ke belakang

"Capek mungkin mbak hehe" ucap pak Rudi

Baru satu setengah jam perjalanan yang kami tempuh, masih ada dua setengah jam perjalanan lagi hmmm lumayan pikirku. Sepanjang perjalanan aku dan bang Yogi mengobrol banyak hal, tentang lagu yang sedang kami dengarkan, tentang film yang sedang tayang di bioskop, tentang filosofi bunga mawar, tentang si cantik dan si buruk rupa dan tentang apapun yanng kami lihat di perjalanan kami.

"Kamu nggak ngantuk Dee? tanya bang Yogi

"Belum kok bang, nggak papa aku ntar aja tidurnya ntar nggak ada yang nemenin abang ngobrol lagi hehehe"

"Kalo kamu ngantuk tidur aja kali Dee, aku mah santai aja"

"Iya ntar kalo aku ngantuk juga merem sendiri bang hehehe"

"Haha kamu mah, tidur aja kali"

Kami masih larut dalam obrolan panjang kami, sedangkan pak Rudi dan Keanu sudah larut dalam mimpinya masing2 sampai aku merasa mataku sudah berat sekali, suara bang Yogi yang tadi terdengar jelas sekarang mulai terdengar sayup-sayup. Sampai tiba-tiba deg... aku merasakan sesuatu yang hangat menyentuh tanganku yang dingin. Jantungku berdetak kencang, ya tangan ku yang sudah terkulai di genggam oleh bang Yogi, sontak aku terbangun dari posisiku dan melihat ke arah bang Yogi, aku berusaha menarik tanganku namun di tahan oleh bang Yogi.

"Dee, boleh nggak abang sayang sama kamu?" tanya bang Yogi yang membuat aku ingin lompat dari mobil

"Bang.."

Belum sempat aku menjawab bang Yogi semakin mengeratkan genggamannya dan berkata..

"Dee iya aku tau, aku sudah punya istri dan anak. Tapi abang nggak bisa bohong sama perasaan abang Dee, selama ini abang udah coba buat mengjauhkan perasaan itu tapi nggak bisa Dee, semakin hari perasaan itu semakin kuat" ucap bang Yogi yang terdengar semakin lirih

Jujur saja, aku berada di posisi yang sangat membingungkan saat ini, ya..
Setiap aku sedang bersama bang Yogi, entah mengapa perasaanku damai sekali, aku merasa sangat nyaman sampai aku sering bertukar cerita dan setiap kali aku mempunyai masalah dengan pekerjaanku, bang Yogi lah orang pertama yang terlintas dipikiranku. Dia selalu punya kalimat menenangkan, selalu menjadi pendengar yang baik tanpa aku harus takut rahasiaku akan sampai kepada orang lain. Ya, itulah yang aku rasakan saat ini. Tapi di sisi lain aku juga tau, ia memiliki istri dan anak yang sangat mencintainya. Tetapi aku pun tidak bisa membohongi perasaanku saat ini. Tuhan, aku tau aku salah tetapi biarkan aku larut dalam rasa nyaman ini. Kubiarkan tangan bang Yogi menggenggamku sepanjang perjalanan, malam ini rasanya aku berada pada garis nyaman yang belum pernah aku temui sebelumnya. Lagu padi yang sejak tadi mengalun menemani perjalanan pulang kami.

Begitu Indah
Padi

Bila cinta menggugah rasa
Begitu indah mengukir hatiku
Menyentuh jiwaku
Hapuskan semua gelisah
Duhai cintaku, duhai pujaanku
Datang padaku, dekat di sampingku
Kuingin hidupku selalu dalam peluknya
Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia, karena dia

Begitu indah
Duhai cintaku, pujaan hatiku
Peluk diriku, dekaplah jiwaku
Bawa ragaku melayang memeluk bintang
Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku…


Semenjak perjalanan pulang kami, aku dan bang Yogi semakin akrab. Sesekali kami bertemu di luar jam kerja hanya sekedar makan siang atau belanja yang tentunya tanpa sepengetahuan siapa pun. Ya, bagaimana pun aku harus tetap menjaga jarak dengannya karena posisinya adalah seorang lelaki beristri dan seorang ayah dari putri kecilnya. Ia selalu menjadi tempatku berkeluh kesah, begitupun ia kepadaku sampai rasanya tak ad hal yang kami sembunyikan lagi. Hal itu berjalan seiring dengan karir dan kuliahku yang semakin memasuki masa serius. Pikiran berat selalu menemaniku, dimana aku sudah memasuki semester 7 perkuliahanku, ya masa berat di dalam dunia perkuliahan. Namun ia selalu menyemangatiku dan sesekali ia menjemputku ketika aku sedang kuliah. Sampai akhirnya tibalah pada momen dimana aku merasa sangat lemah dan tak punya semangat menjalani hidup. Yaa, bang Yogi dipindahkan ke kantor cabang yang tak jauh dari kantor kami, meskipun tak jauh tetap saja waktu kami bertemu akan semakin singkat tak seperti sebelumnya.

Aku berpikir setelah kepindahannya kami akan renggang dan jarang bertemu, ternyata tidak. Bang Yogi tetap menjadi bang Yogi yang aku kenal sebelumnya, ia tetap menjadi pendengar setiaku dalam keadaan apapun. Dan aku merasa saat ini ikatan batin diantara kami semakin kuat, hal ini karena kami sangat sering bertemu di tempat-tempat yang kami pun tidak pernah berencana sekalipun, bahkan suatu hari ketika aku sedang berlibur bersama temanku ke luar kota, aku bertemu dengannya. Ya, itu yang membuatku heran karena ikatan batin diantara kami semakin hari semakin kuat. Keakraban kami yang selama ini kami sembunyikan dari orang lain pada akhirnya di ketahui oleh salah satu teman akrab di kampus ku yaitu Mega. Ya Mega adalah sahabatku yang paling sering bersamaku dibandingkan dengan sahabatku yang lainnya, ia mengetahui hubunganku dengan Bang Yogi ketika tak sengaja ketika bang Yogi menjemputku di kampus aku sedang bersama Mega. Awalnya aku berpikir ia akan marah kepadaku setelah mengetahui apa yang terjadi antara aku dan Bang Yogi, ternyata tidak. Ia sangat memahami apa yang aku rasakan, meskipun ia juga selalu mengingatkanku untuk selalu sadar diri akan posisi kami saat ini. Banyak hal yang aku ceritakan perihal bang Yogi kepada Mega.

Diubah oleh Realpecahankaca
profile-picture
lumut66 memberi reputasi
1 0
1
CINTA SALAH KAMAR
26-10-2020 20:55
Part 8

Menggenggam Bayangan

Waktu terus berjalan, hari-hariku kuhabiskan dengan mengerjakan skripsiku yang membuat kepalaku cukup pening, belum lagi harus mengerjakan setumpuk pekerjaan setiap harinya. Selama hidupku, aku merasa inilah titik paling melelahkan dalam hidupku. Selama mengerjakan skripsi aku jarang sekali bertemu ataupun berkumpul bersama geng ku, ya kami sudah sibuk dengan urusan kami masing-masing. Rasa rinduku sering kali tak tertahan kepada sahabat-sahabat ku di kampus, mereka sedang apa ya? Apa yang mereka lakukan sekarang? Ya kami memang semakin jarang berkomunikasi, hanya sesekali kami bercengkrama lewat grup Whatsapp yang kami namai "unicorn". Aku rindu panas-panasan, hujan-hujanan bareng, bolos kuliah karena pengen makan durian haha bego banget kalo dipikir-pikir yaa, tapi itulah yang selalu aku rindukan dari sahabat-sahabatku.

Tak hanya kuliahku yang menjadi beban pikiranku saat ini, pekerjaanku pun begitu. Aku harus membagi waktu antara pekerjaan dan bimbingan skripsi yang cukup memakan waktu, tak jarang aku sering tersinggung dengan perkataan rekan kerjaku yang menganggap aku terlalu fokus dengan kuliahku, padahal selama ini aku selalu berusaha membagi waktu dengan sangat baik. Dimana aku harus mengejar target untuk wisuda di tahun ini, tetapi aku juga harus menjalankan pekerjaanku yang sedang banyak-banyaknya, Tuhan sungguh ini melelahkan. Tak jarang aku menangis karena sudah merasa lelah dengan apa yang sedang aku jalani saat ini, namun mimpikulah yang menjadi penyemangatku. Dan juga, yaa... Bang Yogi adalah sosok yang selalu menyemangatiku bahkan ketika aku hampir mengundurkan diri dari pekerjaanku, ia selalu mengatakan kepadaku bahwa ini adalah resiko dari mimpiku, aku berani bermimpi dan aku harus berani bertanggung jawab dengan mimpiku.

Perihal bang Yogi..
Entah perasaan apa yang aku miliki saat ini, perasaan dan perihatiannya kepadaku itu justru membuatku semakin terluka, ya karena aku harus memiliki perasaan kepada seorang laki-laki beristri, aku tak mungkin tega menyakiti wanita yang sudah merawat dan mencintainya selama ini. Tak pernah sedikitpun terbesit dalam pikiranku untuk hidup bersamanya, sekalipun perasaanku sudah terlanjur dalam kepadanya. Sudah begitu banyak hal yang kami lalui, dan aku sudah menyimpan perasaan yang dalam kepadanya. Sampai pada suatu hari ketika aku sedang dalam perjalanan pulang dari kampus bersama Mega, diatas motor kami bercerita..

"Ga, gue dosa nggak sih? Salah nggak sih kalo gue punya perasaan ke bang Yogi?" tanyaku ke Mega

"Dee, lo nggak salah. Dri awal lo udah berusaha ngejauh dari dia kan, tapi gue pun tau kalo dia selalu ngasih lo harapan. Dee, gue tau rasanya jadi lo, lo juga nggak pengen ganggu rumah tangga orang lain kan Dee" ucap Mega sambil memegang tanganku

"Ga, gue pengen jauh dari dia gue pengen lupain dia Ga. Gue ngerasa perasaan gue nggak normal, gue nggak bisa jalanian hubungan kayak gini Ga" ucapku yang tak bisa lagi menahan tangis.

Malam itu, aku mengambil keputusan bahwa aku harus menjauh dari bang Yogi, semakin aku sering bersamanya semakin aku terluka. Aku merasa sangat bersalah karena membuat ia nyaman kepadaku, terlebih istrinya sedang sakit. Aku merasa sangat berdosa jika harus melanjutkan hubunganku saat ini, meskipun ini harus menyakitkan. Aku mulai jarang sekali membalas pesan ataupun telfon dari bang Yogi, aku hanya membalas dengan kalimat secukupnya sampai suatu ketika ia bertanya melalui pesan Whatsapp.

"Dee, abang punya salah apa sama kamu? Kenapa kamu ngejauh dari abang Dee? Kalau abang punya salah abang minta maaf Dee, please"

"Maaf bang, abang nggak salah kok. Dee cuma mau fokus sama kuliah Dee dulu" balasku singkat

"Dee, abang kangen sama kamu abang pengen peluk kamu Dee"

Membaca pesan itu perasaanku campur aduk, aku menyesal sudah membawa perasaan ini lebih jauh sedangkan aku tau bahwa kami tidak akan bisa bersama. Tuhan.. Maafkan aku.
Dan akhirnya aku memutuskan untuk memblokir nomor bang Yogi, tak jarang aku menangis mengingat semua yang sudah kami lewati. Aku juga menyesali perasaanku saat ini.


Kepada senja, aku bertanya
Perihal rinduku kepada seorang makhluk Tuhan
Seseorang yang biasa saja, tapi begitu bersahaja

Senja, dimanakah ia berada?
Sudah lama aku tak menemukannya
Ia yang datang kepadaku dengan sejuta cerita
Ia yang selalu datang kepadaku dengan satu tanya "Kau baik-baik saja?"

Benar.
Rinduku sudah berada pada ujungnya.
Sosok yang hanya bisa ku lihat dari kejauhan, tapi tak sedetikpun aku bisa menjauhinya
Sosok yang menemaniku tumbuh menjadi dewasa
Ia, yang tak sedetikpun aku bisa melupakannya

Senja, bisakah?
Bisakah kau sampaikan pesanku kepadanya?

Teruntuk dirimu,
Dengarlah..
Jika seseorang bertanya kepadaku, jika saja waktu bisa di putar, apa yang kau inginkan?
Tidak mengenalmu.
Benar jika saja aku harus memilih, aku memilih tidak mengenalmu jika pada akhirnya sedalam ini penyesalanku

Terima kasih sudah menjadi hal terbaik yang aku temui di dalam hidupku
Terima kasih karenamu aku mengingat senja dengan senyum bahagia
Terima kasih, kau menjadi alasanku untuk bertahan dalam kerasnya ombak kehidupan
Terima kasih menjadi support system terbesar di tahun-tahun mengenalmu
Aku banyak belajar darimu, terlebih perihal kesabaran
Dirimu yang selalu berkata "sabar" kepadaku
Dirimu yang membuatku berpikir baik tentang dunia
Dirimu yang membuatku percaya akan kekuasaan Allah

Maaf, dongengmu tak sempurna karenaku
Maaf, rinduku tak tertahankan untukmu


Semenjak malam itu, aku dan bang Yogi tidak pernah berkomunikasi lagi, jujur saja ada rindu yang selalu menemaniku seriap harinya. Rindu yang menyesakkan dadaku, aku hanya bisa mengingat kebersamaan kami dengan air mata. Sampai suatu malam, ada pesan masuk ke Handphoneku.

"Assalamualaikum Dee, apa kabar?"

Dengan perasaan ragu aku hanya membaca pesan itu tanpa ada niat untuk membalasnya. Namun, setelah tidak ada respon dariku si pengirim pesan yang tak lain bang Yogi terus mengirim pesan ke Handphoneku.

"Dee, kamu masih nggak mau bales pesan abang ya? Dee maaf abang nggak hubungin kamu karena kamu bilang mau fokus kuliah, jadi abang takut kalau abang ganggu. Dee, kamu tau abang lagi dimana? Abang lagi di Lombok, kamu bilang kamu pengen ke Lombok kan? Disini pantainya bagus-bagus banget Dee, kamu pasti suka. Aku kirim foto ke Whatsapp kamu tapi ternyata kamu udah blokir abang ya Dee, hehe yaudah deh Dee. Dee, abang cuma mau bilang abang kangen sama kamu. Semangat ya Dee, jangan nangis lagi ya kalau ngerjain skripsi emoticon-Smilie"

Pesan yang membuatku semakin sesak dan tanpa kusadari aku meneteskan air mata membaca isi pesan itu. Ada perasaan rindu yang tak bisa aku tahan. Akhirnya aku memutuskan untuk membuka lagi nomor Handphone bang Yogi yang sudah aku blokir sebelumnya, lalu aku mengirimkan pesan kepadanya.

"Bang...

Tak lama kemudian sebuah gambar masuk melalui Whatsapp ku, ya itu adalah foto sebuah hotel yang berada di tepi pantai yang sangat cantik. Tempat yang selama ini aku idam-idamkan, ya dia sedang berada disana sekarang. Gambar itu dikirim dengan sebuah kalimat yang membuatku semakin ingin menangis "Dee, cantik kan? Sama kayak senyum kamu".

Setelah itu kami memulai obrolan lagi, kami mulai bercerita perihal pekerjaan masing-masing, mengenai kuliahku dan lain-lain. Setalah malam itu kami mulai sering berkomunikasi lagi, namun kami hanya berkomunikasi melalui sosial media dan jarang sekali bertemu.


profile-picture
lumut66 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
CINTA SALAH KAMAR
30-11-2020 18:37
Lanjut Sis... Jangan liat viewer..
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
the-otherside-sisi-lain
Stories from the Heart
sk2h-reborn-the-untold-story
Stories from the Heart
bad-luck
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia