Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
96
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbbdf018012ae19413c2ea0/janji-manis-100-real-story
Gw Aldo. Orang bilang wajah gw diatas rata-rata. Yah meskipun bentuk badan gw kurus. Masih banyak cewek-cewek yang luluh karena wajah gw dan sisi intelektual gw. Gw lulusan teknik dari Universitas Negeri di Purwokerto. Setelah lulus gw pernah mengayomi pekerjaan sebagai driver, kasir mini market, marketing di sebuah perusahaan kecil, sampai akhirnya bekerja di Bank ternama di Indonesia.
Lapor Hansip
21-04-2019 10:09

Janji Manis [100% Real Story]

Past Hot Thread
Ini based on real story gw. Dari 2017 sampai saat ini. Kisah yang menceritakan berondong vs tante2. Dgn rasa cinta yang tulus dan murni. Perjuangan gw agar kisah cinta gw diterima masyarakat dan masalah yang harus gw hadapin selama menjalani hubungan asmara

Warning:
17+ content
Adult material


BAB I.I: Permulaan

Gw Aldo. Orang bilang wajah gw diatas rata-rata. Yah meskipun bentuk badan gw kurus. Masih banyak cewek-cewek yang luluh karena wajah gw dan sisi intelektual gw. Gw lulusan teknik dari Universitas Negeri di Purwokerto. Setelah lulus gw pernah mengayomi pekerjaan sebagai driver, kasir mini market, marketing di sebuah perusahaan kecil, sampai akhirnya bekerja di Bank ternama di Indonesia.

Jujur gw nyaman dengan pekerjaan gw sekarang, karena uang yang gw hasilkan tidaklah sedikit. Gw hampir mengalahkan 70% rata-rata gaji seorang manager di Kota Bandung. Karena kemampuan gw itu. Gw yang sempat vakum membina hubungan cinta dengan wanita karena sebelumnya pekerjaan gw gak jelas, akhirnya memberanikan diri lagi untuk memulai petualangan cinta gw.

Berawal dari gadis berusia 22 tahun. Gadis cantik dengan rambut sepinggang dan kulit lembut bak persolen. Gw gak mau cerita panjang soal dia. Dia bukan tokoh penting dalam hidup gw. Dia teman gw waktu dulu gw bekerja di perusahaan kecil sebagai marketing. Dia kagum sama gw dengan perubahan kehidupan gw yang sekarang glamor. Berhubungan badan 2x sama dia, dan 2 minggu kemudian gw putus.

Sebenarnya sejak awal gw bekerja di Bank. Ada satu wanita yang menarik perhatian gw. Jujur gw punya kecenderungan menyukai wanita yang lebih dewasa ketimbang gw. Flashback sedikit gw pernah pacaran dengan guru honorer bahasa inggris gw ketika gw SMA. Selama 3 tahun! Rekor pacaran terlama gw, sampai gw ditinggal nikah, orang tuanya sudah mendesak cewek gw nikah waktu itu, apalagi perbedaan usia gw sampai 7 tahun.

Balik lagi ke situasi sekarang wanita itu adalah wanita yang sudah bersuami. Umurnya 11 tahun diatas gw. Punya satu anak laki-laki yang sebentar lagi masuk SD. Gw bersahabat dengan dia sejak Juli 2017 yang notabane awal gw masuk kantor. Dia orang yang care dengan gw dan orang-orang disekelilingnya. Dia sayang banget dengan putra semata wayangnya. Terbukti dengan storygram yang kerap kali dia share lewat instagramnya bersama anaknya.

Dia adalah wanita yang dulu senang sekali terjun dalam kehidupan malam. Kontras sekali dengan gw yang merokok aja gw pikir-pikir setengah mampus. Wanita ini, namanya Nisa. Tubuhnya seksi, berat badan 55 kilo, tinggi 165, dan ukuran dada besar membusung yang dibungkus kemejanya hingga menonjol.

Awal kedekatan gw dan Nisa itu dimulai dari rasa penasaran gw. Gw tahu nih cewek bisa beri kasih sayang luar biasa lewat naluri keibuannya. Dia selalu memberi gw tumpangan di mobil Mobilio hitamnya ketika istirahat makan siang atau saat berangkat kerja dan sepulangnya. Pun Nisa gak pernah pelit untuk mengeluarkan uangnya selama jalan sama gw.

Karena kasih sayangnya yang luar biasa dia curahkan. Gw jadi tertantang. Gw yang berusia 22 tahun, tertatang untuk merebut Nisa dari suaminya. Dia harus jadi milik gw. Nisa dengan segala kelebihan dan kekurangannya cocok buat gw

Gw paham benar. Jadi cowok, ga mesti punya badan ideal, money power yang kuat sekelas CEO, atau muka seganteng Bradley Chopper untuk menaklukkan hati cewek. Cukup beri dia kebaikkan secara konsisten dan perhatian. Seperti saat itu..

Februari 2018

"Sebel gue lama-lama sama laki gue." Ungkap Nisa disela-sela kegiatannya menyetir.

"Kenapa? Jangan banyak ngeluh, nikah kan bukan hanya soal menyatukan kesamaan visi dan misi tapi juga menyatukan dua permasalahan, rumit memang." Gw balas enteng.

"Iya tapi dia ga produktif banget. Gue minta duit buat bayar sekolahan Abraham aja dia banyak ngomel."

Hmm interesting, dalam hati gw lega. Dia mulai membuka aibnya setelah beberapa lama gw bersahabat dengan wanita yang diem-diem gw sukai. Sudah lama kami bersahabat. Tidak pernah sedikitpun dia mengungkapkan masalah personalnya. Biasanya hanya sebatas tentang pekerjaan saja.

"Ngomel gimana emang?" Tanya gw menggali informasi lebih.

"Bilang 'iya lihat nanti ya, gak tahu uangnya darimana" Ujarnya sembari menirukan intonasi nada suaminya saat itu.

Gw tertawa kecil, "memangnya suami lo kerja apaan sih?"

Sejenak dia terdiam, memandang mata gw sekilas, jarang sekali kami membicarakan sesuatu yang personal, tidak sempat gw dan dirinya membahas background kami secara mendetail, setelah mungkin dia mempertimbangkan gw pantas untuk mendengarnya, Nisa lalu melanjutkan, "driver g*abcar."

"Ouww. Ga nyoba cari kerja yang fixed income?"

"Males dia. Lulusan SMA juga."

"Hehh? Kok kalian bisa pacaran?"

"Gue kan suka clubbing dulu, ketemu dia, dia keren orangnya waktu itu. Seneng mabok, ketawa-ketawa bareng, nyaman aja sih."

"Loh yang gw tahu lo ga kaya gitu sekarang. Ohh jadi lo suka begituan ya tadinya? Nakal bener." Tudingku dengan mencetakkan seringaian di bibir. Direspon oleh cubitan pedih pada lengan gw hingga gw meringis.

"ishh. Ya kan sekarang gue punya anak, punya tanggung jawab sebagai seorang Ibu, malu lah gue kalau harus begitu-begituan lagi."

"Iya deh ngerti-ngerti. Ampun." Kataku mengiba diselingi tawa renyah.

"Itulah kenapa gue suka berada disekitar lo. Lo bawa aura positif buat gue. Gue suka pola pikir lo menyikapi diri lo. Lo semangat kerjanya. Gak liar kalau punya duit. Karir lo bisa terbang jauh." Tandasnya tiba-tiba.

"Ah biasa aja. Hebatan lo bisa ngurus anak, biayaiin keluarga, dan giat kerja diwaktu yang bersamaan. Kagum gw."

Kami berhenti di persimpangan jalan kala itu. Lampu merah menandakan mobil kami harus menghentikkan lajunya. Nisa terdiam. Kembali mata kami saling bertukar pandang. Senyum tersipu tersungging di bibir marunnya.

"Bisa aja lo." Katanya.

Dia mengenakan setelan kemeja hitam dan celana kain berwarna senada. Rambutnya tergerai menyentuh bahunya yang terekspos. Ia tampil sangat elegan saat ini. Ditambah lips glossnya yang menambah nilai sensual.

Gw gak bisa menahan diri lebih lama lagi, gw udah terlalu lama memendam nafsu cinta dan birahi, "Lo tahu Maya yang gw ceritain kemarin?"

"Iya kenapa?" tanya dia dengan atensi yang masih terpusat ke jalan.

"Lo tahu kan gw ga bener-bener suka sama dia."

"Ahhh lo suka jaga image gitu. Galau mah galau aja." Tepisnya diiringi tawa mengejek.

"Iya lo masih inget kan omongan gw waktu bulan Oktober kemarin? Kalau wanita yang gw suka itu wanita yang dewasa pemikirannya kaya lo? Gimana kalau sebenarnya gw benar benar suka sama lo?" Tegasku serius.



Nisa tidak menggubrisnya. Keheningan tercipta diantara kami selama beberapa jenak. Tentu ia shock. Tangannya yang mengenggam kemudi sedikit tegang. Sebuah kalimat lama yang membuat kami memutar ulang rekaman memori itu. Ketika kita berdua dan tim kami berkaraoke. Pertama kalinya gw mengenal alkohol hingga mabuk berat. Ia yang saat itu sudah menjaga dirinya dari alkohol mengantarku pulang.

Ia wanita yang kukecup penuh perasaan dengan manis dibibir waktu itu di mobilnya, gw pernah mengungkapkannya. Saat itu. Dia sepakat untuk tidak terlalu menghiraukannya karena kondisi gw yang memprihatinkan.

Tapi kini gw dalam kesadaran penuh.

"Jangan membahasnya. Jangan lo hancurin hubungan persahabatan kita." Ujarnya mewanti-wanti.

Gw memilih diam tidak melanjutkannya. Dia tahu, dia selalu tahu. Dia hanya menyangkalnya 'kan?

Gw Aldo, dia Nisa. Usia kami terpaut 11 tahun. Tapi cinta yang gw berikan ke dia tulus. Rasa sayang yang gw limpahkan itu murni.
Diubah oleh rainessa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lumut66 dan 20 lainnya memberi reputasi
21
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 5 dari 5
Janji Manis [100% Real Story]
19-06-2019 11:17
Quote:Original Posted By Alea2212
mana nih kelanjutannya...... emoticon-Leh Uga


Sorry abis lebaran kemarin lagi liburan keluar sampai sabtu ini. Habis minggu mungkin gw balik nulis emoticon-Big Grin
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
22-06-2019 18:24
ceritanya seru gan...ditunggu update'ny segera
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
23-06-2019 12:52
Makansih bang ceritanyaemoticon-Cendol Gan
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
24-06-2019 20:53
Udah hbis lebaran nih gan..
belum ada update lagi emoticon-Big Grin
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
06-07-2019 16:26
TS nyasar nih waktu libur lebaran, makanya gak balik balik...
emoticon-Malu
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
06-07-2019 21:41
sebentar ane post di h2h yak, ini jalan ceritanya berubah oy wkwkwkkwkw
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
07-07-2019 02:24
Quote:Original Posted By rainessa
Ini based on real story gw. Dari 2017 sampai saat ini. Kisah yang menceritakan berondong vs tante2. Dgn rasa cinta yang tulus dan murni. Perjuangan gw agar kisah cinta gw diterima masyarakat dan masalah yang harus gw hadapin selama menjalani hubungan asmara

Warning:
17+ content
Adult material


BAB I.I: Permulaan

Gw Aldo. Orang bilang wajah gw diatas rata-rata. Yah meskipun bentuk badan gw kurus. Masih banyak cewek-cewek yang luluh karena wajah gw dan sisi intelektual gw. Gw lulusan teknik dari Universitas Negeri di Purwokerto. Setelah lulus gw pernah mengayomi pekerjaan sebagai driver, kasir mini market, marketing di sebuah perusahaan kecil, sampai akhirnya bekerja di Bank ternama di Indonesia.

Jujur gw nyaman dengan pekerjaan gw sekarang, karena uang yang gw hasilkan tidaklah sedikit. Gw hampir mengalahkan 70% rata-rata gaji seorang manager di Kota Bandung. Karena kemampuan gw itu. Gw yang sempat vakum membina hubungan cinta dengan wanita karena sebelumnya pekerjaan gw gak jelas, akhirnya memberanikan diri lagi untuk memulai petualangan cinta gw.

Berawal dari gadis berusia 22 tahun. Gadis cantik dengan rambut sepinggang dan kulit lembut bak persolen. Gw gak mau cerita panjang soal dia. Dia bukan tokoh penting dalam hidup gw. Dia teman gw waktu dulu gw bekerja di perusahaan kecil sebagai marketing. Dia kagum sama gw dengan perubahan kehidupan gw yang sekarang glamor. Berhubungan badan 2x sama dia, dan 2 minggu kemudian gw putus.

Sebenarnya sejak awal gw bekerja di Bank. Ada satu wanita yang menarik perhatian gw. Jujur gw punya kecenderungan menyukai wanita yang lebih dewasa ketimbang gw. Flashback sedikit gw pernah pacaran dengan guru honorer bahasa inggris gw ketika gw SMA. Selama 3 tahun! Rekor pacaran terlama gw, sampai gw ditinggal nikah, orang tuanya sudah mendesak cewek gw nikah waktu itu, apalagi perbedaan usia gw sampai 7 tahun.

Balik lagi ke situasi sekarang wanita itu adalah wanita yang sudah bersuami. Umurnya 11 tahun diatas gw. Punya satu anak laki-laki yang sebentar lagi masuk SD. Gw bersahabat dengan dia sejak Juli 2017 yang notabane awal gw masuk kantor. Dia orang yang care dengan gw dan orang-orang disekelilingnya. Dia sayang banget dengan putra semata wayangnya. Terbukti dengan storygram yang kerap kali dia share lewat instagramnya bersama anaknya.

Dia adalah wanita yang dulu senang sekali terjun dalam kehidupan malam. Kontras sekali dengan gw yang merokok aja gw pikir-pikir setengah mampus. Wanita ini, namanya Nisa. Tubuhnya seksi, berat badan 55 kilo, tinggi 165, dan ukuran dada besar membusung yang dibungkus kemejanya hingga menonjol.

Awal kedekatan gw dan Nisa itu dimulai dari rasa penasaran gw. Gw tahu nih cewek bisa beri kasih sayang luar biasa lewat naluri keibuannya. Dia selalu memberi gw tumpangan di mobil Mobilio hitamnya ketika istirahat makan siang atau saat berangkat kerja dan sepulangnya. Pun Nisa gak pernah pelit untuk mengeluarkan uangnya selama jalan sama gw.

Karena kasih sayangnya yang luar biasa dia curahkan. Gw jadi tertantang. Gw yang berusia 22 tahun, tertatang untuk merebut Nisa dari suaminya. Dia harus jadi milik gw. Nisa dengan segala kelebihan dan kekurangannya cocok buat gw

Gw paham benar. Jadi cowok, ga mesti punya badan ideal, money power yang kuat sekelas CEO, atau muka seganteng Bradley Chopper untuk menaklukkan hati cewek. Cukup beri dia kebaikkan secara konsisten dan perhatian. Seperti saat itu..

Februari 2018

"Sebel gue lama-lama sama laki gue." Ungkap Nisa disela-sela kegiatannya menyetir.

"Kenapa? Jangan banyak ngeluh, nikah kan bukan hanya soal menyatukan kesamaan visi dan misi tapi juga menyatukan dua permasalahan, rumit memang." Gw balas enteng.

"Iya tapi dia ga produktif banget. Gue minta duit buat bayar sekolahan Abraham aja dia banyak ngomel."

Hmm interesting, dalam hati gw lega. Dia mulai membuka aibnya setelah beberapa lama gw bersahabat dengan wanita yang diem-diem gw sukai. Sudah lama kami bersahabat. Tidak pernah sedikitpun dia mengungkapkan masalah personalnya. Biasanya hanya sebatas tentang pekerjaan saja.

"Ngomel gimana emang?" Tanya gw menggali informasi lebih.

"Bilang 'iya lihat nanti ya, gak tahu uangnya darimana" Ujarnya sembari menirukan intonasi nada suaminya saat itu.

Gw tertawa kecil, "memangnya suami lo kerja apaan sih?"

Sejenak dia terdiam, memandang mata gw sekilas, jarang sekali kami membicarakan sesuatu yang personal, tidak sempat gw dan dirinya membahas background kami secara mendetail, setelah mungkin dia mempertimbangkan gw pantas untuk mendengarnya, Nisa lalu melanjutkan, "driver g*abcar."

"Ouww. Ga nyoba cari kerja yang fixed income?"

"Males dia. Lulusan SMA juga."

"Hehh? Kok kalian bisa pacaran?"

"Gue kan suka clubbing dulu, ketemu dia, dia keren orangnya waktu itu. Seneng mabok, ketawa-ketawa bareng, nyaman aja sih."

"Loh yang gw tahu lo ga kaya gitu sekarang. Ohh jadi lo suka begituan ya tadinya? Nakal bener." Tudingku dengan mencetakkan seringaian di bibir. Direspon oleh cubitan pedih pada lengan gw hingga gw meringis.

"ishh. Ya kan sekarang gue punya anak, punya tanggung jawab sebagai seorang Ibu, malu lah gue kalau harus begitu-begituan lagi."

"Iya deh ngerti-ngerti. Ampun." Kataku mengiba diselingi tawa renyah.

"Itulah kenapa gue suka berada disekitar lo. Lo bawa aura positif buat gue. Gue suka pola pikir lo menyikapi diri lo. Lo semangat kerjanya. Gak liar kalau punya duit. Karir lo bisa terbang jauh." Tandasnya tiba-tiba.

"Ah biasa aja. Hebatan lo bisa ngurus anak, biayaiin keluarga, dan giat kerja diwaktu yang bersamaan. Kagum gw."

Kami berhenti di persimpangan jalan kala itu. Lampu merah menandakan mobil kami harus menghentikkan lajunya. Nisa terdiam. Kembali mata kami saling bertukar pandang. Senyum tersipu tersungging di bibir marunnya.

"Bisa aja lo." Katanya.

Dia mengenakan setelan kemeja hitam dan celana kain berwarna senada. Rambutnya tergerai menyentuh bahunya yang terekspos. Ia tampil sangat elegan saat ini. Ditambah lips glossnya yang menambah nilai sensual.

Gw gak bisa menahan diri lebih lama lagi, gw udah terlalu lama memendam nafsu cinta dan birahi, "Lo tahu Maya yang gw ceritain kemarin?"

"Iya kenapa?" tanya dia dengan atensi yang masih terpusat ke jalan.

"Lo tahu kan gw ga bener-bener suka sama dia."

"Ahhh lo suka jaga image gitu. Galau mah galau aja." Tepisnya diiringi tawa mengejek.

"Iya lo masih inget kan omongan gw waktu bulan Oktober kemarin? Kalau wanita yang gw suka itu wanita yang dewasa pemikirannya kaya lo? Gimana kalau sebenarnya gw benar benar suka sama lo?" Tegasku serius.



Nisa tidak menggubrisnya. Keheningan tercipta diantara kami selama beberapa jenak. Tentu ia shock. Tangannya yang mengenggam kemudi sedikit tegang. Sebuah kalimat lama yang membuat kami memutar ulang rekaman memori itu. Ketika kita berdua dan tim kami berkaraoke. Pertama kalinya gw mengenal alkohol hingga mabuk berat. Ia yang saat itu sudah menjaga dirinya dari alkohol mengantarku pulang.

Ia wanita yang kukecup penuh perasaan dengan manis dibibir waktu itu di mobilnya, gw pernah mengungkapkannya. Saat itu. Dia sepakat untuk tidak terlalu menghiraukannya karena kondisi gw yang memprihatinkan.

Tapi kini gw dalam kesadaran penuh.

"Jangan membahasnya. Jangan lo hancurin hubungan persahabatan kita." Ujarnya mewanti-wanti.

Gw memilih diam tidak melanjutkannya. Dia tahu, dia selalu tahu. Dia hanya menyangkalnya 'kan?

Gw Aldo, dia Nisa. Usia kami terpaut 11 tahun. Tapi cinta yang gw berikan ke dia tulus. Rasa sayang yang gw limpahkan itu murni.


Ente alumni unsoed gann?
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
07-07-2019 09:43
ente teknik tapi sukses nyasar di bank ya gan. hmm, mengenai cerita agan sebenernya gk sepatutnya ditiru sih. ceweknya juga udh bersuami
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
07-07-2019 10:48
baru mampir disini, marathon kirain udah jauh partnya.

btw beda 11 tahun tapi teh nisa nya cakep begitu, pantesan klepak-klepek emoticon-Ngakak
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
23-09-2020 11:54
ya elah gitu doang
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
23-09-2020 16:34
Kalau belum ngerasin belum paham rasanya ya
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
23-09-2020 18:24
Gan, lanjut dong
Lama amat kentangnya
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
23-09-2020 20:43
Next kelanjutanya gans
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ex.One dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Janji Manis [100% Real Story]
24-09-2020 15:18
ngapak gan👍👍👍
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
13-10-2020 03:27
mana ni lanjutan nya
0 0
0
Janji Manis [100% Real Story]
20-10-2020 11:18
emoticon-Sundul Up
0 0
0
Halaman 5 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
bad-luck
Stories from the Heart
nyalakan-lampu-toilet
Stories from the Heart
langit-dan-bulan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia