Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
54
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f4519c468cc951d7a272343/kisah-horor-mess-trainer
Akhir 2017 lalu kontrak kerjaku habis & pihak manajemen enggan untuk memperpanjangnya, alhasil bertambahlah satu pengangguran baru di negeri ini. Namun karena saya ini orang rajin & tak mengenal kata menyerah apalagi urusan duit & perut, dalam satu minggu saya sudah mendapatkan pekerjaan baru lagi.
Lapor Hansip
25-08-2020 21:01

[TAMAT] Kisah Horor: Mess Trainer

Past Hot Thread
Kisah horor: Mess Trainer

WARNING


Quote:Akhir 2017 lalu kontrak kerjaku habis & pihak manajemen enggan untuk memperpanjangnya, alhasil bertambahlah satu pengangguran baru di negeri ini.

Namun karena saya ini orang rajin & tak mengenal kata menyerah apalagi urusan duit & perut, dalam satu minggu saya sudah mendapatkan pekerjaan baru lagi.


Kisah Horor: Mess Trainer


Quote:Hanya saja, posisi yang saya ajukan perlu ditraining terlebih dahulu di kantor pusat di daerah T selama 1 bulan, karena masa training, gaji juga hanya dibayar 60% dari total yang seharusnya.

Bukan laki-laki namanya kalo cuma gini aja nyerah, saya sanggupin. & Dimulailah kisah penyiksaan dengan dalih 'training' ini dimulai.


Quote:Orang-orang memanggil saya sam, kepanjangan dari Samiun. Laki-laki dengan tinggi secukupnya, berat badan ideal cenderung gembul, juga berperawakan manis. Kata ayah saya, saya mirip aktor Indra. L Brugman versi gosong. Lain kepala, lain isi. Ibu malah bilang saya mirip aktor india Amitha Bacchan versi lokal. Apapun itu, saya berpendapat saya lebih mirip Brad Pitt yang kelamaan main layangan.

Sesampainya di kota T, setelah seharian di kantor. Akhirnya saya ditunjukkan pada sebuah mess dimana saya akan tinggal selama masa training ini.

Messnya berbentuk huruf "U" tapi lebih ke huruf "n" sih sebetulnya. Soalnya gerbang depan itu langsung berhadapan dengan kantor administrasi umum, belakangnya ada tempat parkir lalu gedung lantai 3 di sebalah kiri sebagai mess khusus laki-laki, lalu ditutup oleh gedung lain yang terlihat seperti gudang penyimpanan barang-barang keperluan konter.

Ada 6 orang yang saat itu menempuh masa training bareng saya.


Quote:Saya masih ingat kawan sepenanggungan. 2 orang dari jawa tengah yang punya aksen kental, tapi otak encer. Lukman yang lebih tinggi dari Reza tapi Reza lebih putih dari Lukman.

1 orang dari Lampung, Agus, badannya berisi, tegap, putih, sipit. Paling sering bilang dia cina gagal, soalnya kurang oriental. Mas Agus ini cewenya banyak. Paling jago kalo urusan gombal. Kabag aja yang janda berumur bisa dia taklukan selama masa training.

2 lagi dari Cianjur. Iman yang paling soleh diantara kita semua, berbanding terbalik dengan Fikri yang lebih slengean. Kata-kata andalannya "only God can jugde me." Kadang ditimpali oleh tafsir ayat kitab suci yang dikutip oleh Iman sebagai balasannya.


Quote:Dimulailah kisah saya bersama rekan-rekan ini dalam menghadapi malam-malam yang selalu punya cerita. Kadang lucu, kadang gawat.


eps.1: shift


Absen


Sepertinya sudah terlalu panjang,
Baiklah saya update lewat komentar saja.

Update cerita:


eps.3 nasi uduk

eps.4 Cinta segitiga(empat)

eps.5 last but not least
Diubah oleh re.dear
profile-picture
profile-picture
profile-picture
padasw dan 19 lainnya memberi reputasi
20
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Kisah Horor: Mess Trainer
25-08-2020 23:18
Lanjut bree
profile-picture
re.dear memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kisah Horor: Mess Trainer
26-08-2020 00:01
Lanjut gan..asik crita nya..semangat
profile-picture
re.dear memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kisah Horor: Mess Trainer
26-08-2020 23:50
ga jelas njiiing emoticon-Wakaka emoticon-Ngakak
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Kisah Horor: Mess Trainer
27-08-2020 22:42

Eps.3 Nasi Uduk

Mas Agus yang kini jadi korban kejahilan penunggu mess. Entah karena wajahnya yang mirip artis Korea atau emang dia punya 'sesuatu' yang memikat wanita dari kaum manusia atau kaum mereka.

Pokoknya cerita ini saya dengar pagi-pagi saat bersiap untuk shift pagi & mas Agus yang baru selesai shift malam.

Untuk memudahkan pov-nya langsung mas Agus aja.

Quote:Matahari terbit pagi (kalo sore berarti tenggelam), shift malam yang melelahkanpun berakhir menyisakan kantung mata yang merusak ketampanan hakiki yang saya jaga. Training memang selalu menyiksa.

Nasi uduk seolah melambaikan bihunnya yang putih, bakwan yang hangat masih mengepul asap dari minyak jelantah yang entah berapa lama belum diganti. Sungguh menggoda.

"Bu, nasi satu, bakwan 3, bungkus."
Pintaku sambil mengeluarkan dompet agar langsung membayar.

"Mas, saya mau tanya."
Ibu penjual nasi uduk tiba-tiba berujar.

"Saya masih single bu, kalo anak ibu cantik bolehlah kenalin ke saya."
Jawabku dengan percaya diri.

"Dih, najis. Saya mau tanya soal mess."
Responnya.

"Kirain nanya soal saya. Emang kenapa bu?"
Tanyaku balik.

"Itu tolong ya mas, kalo mess itu jangan dicampur cewe sama cowo. Gak enak diliatnya. Bukannya saya mau julid ya, tapi kalo mess itu jadi jelek citranya kan bisa kena masalah mas."
Jelasnya panjang lebar.

"Hah? Di mess ini cuma cowo aja bu. Gak ada staff cewe yang tinggal disini."
Balasku tak kalah ngotot.

"Ah jangan bohong mas, kemaren malem jam 9an saya liat ada anak cewe di jendela lantai 3 kayak lagi ngobrol sama temennya."
Ia memberikan bukti alasan.

"Bu, lantai 3 kamarnya kosong."
Jawabku singkat dengan heran.

"Ini uduknya mas."
Ucapnya sambil menyerahkan pesananku. Ia tak ingin membahas lagi perihal anak perempuan yang ia lihat malam tadi.

Aku berjalan menuju mess, lantai dua & menceritakan apa yang ibu uduk sesampainya bertemu dengan teman-temanku.

"Kayaknya perlu ditanya deh, sebetulnya di lantai 3 itu ada apa."
Lukman memberi usul.

"Yaudah nanti kalo senggang kita tanya staff yang lain di kantor."
Sam menimpali.

Dengan begitu berakhirlah pembahasan kami tentang lantai 3 pagi ini.

Tinggal aku sendiri yang memang hari ini kembali masuk shift malam.
Semoga penghuni lantai 3 sana tidak berbuat macam-macam. Toh ini siang hari.

Meskipun samar-samar terdengar suara wanita yang sedang berbincang di lantai 3 sesaat setelah teman-temanku berangkat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
simounlebon dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
Kisah Horor: Mess Trainer
28-08-2020 11:55
Lanjut Gan..ceritanya ringan,humor + horor...mantabz
profile-picture
re.dear memberi reputasi
1 0
1
Kisah Horor: Mess Trainer
28-08-2020 16:45
Lanjut Gan emoticon-Sundul Up
profile-picture
re.dear memberi reputasi
1 0
1
Kisah Horor: Mess Trainer
28-08-2020 18:21
Eps.4 Cinta segi tiga [empat]

Kata orang cinta itu buta, tapi masih bisa ngeraba mana brio mana vario. Termasuk kalangan 'mereka' yang kadang jatuh hati sama manusia.

Kalo udah gini tinggal pilih aja,
Hidup sukses tapi harus mesra-mesraan tiap malem sama mbak 'K',
Atau hidup miskin tapi harus digangguin sama Mbak 'K'.

gak ada yang enak sih.


Tapi ibaratnya seperti itulah yang Mas Reza alami. Meskipun ujungnya mbak K dibuat patah hati supaya gak ganggu lagi.

Kasian sih, mudah-mudahan setelah patah hati, karir mbak 'K' di dunia alam lain sana melejit, banyak endors, keluarin album, ya semoga hidup (matinya) nya lebih enteng lah biar cepet move on.

Quote:Masih pada inget kan kejadian mess lantai 3 gimana? Menurut saksi yang berprofesi sebagai penjual nasi uduk yang melihat penghuni lantai 3 di malam hari.

Nah, kalo lupa juga ngga apa-apa sih. Mas Reza yang saat itu memang jadwalnya shift pagi berniat untuk menanyakan sejarah mess ke cewe yang dia deketin.

Seperti pepatah, ada udang dibalik bakwan, mas Reza mendekati Mbak Zara (nama asli yang disamarkan), lalu bertanya perihal kemana hubungan mereka akan berlabuh,
Tentunya setelah bertanya perihal penghuni mess lantai 3.

"Ra, itu mess awalnya dibangun buat apa sih sebenarnya?"
Ujar mas Reza membuka percakapan di waktu istirahat.

"Big boss awalnya punya niatan buat bikin Lembaga Pelatihan Kemampuan (LPK) komputer gitu, mas. Tapi katanya baru jalan bentar eh mogok. Jadi bangunan yang paling ujung yang isinya komputer itu dikosongin gitu aja."
Jelas Zara sambil sibuk ngunyah nasi padang yang ada di depan Mas Reza.

"Kalo bangunan itu bisa kebayang sih kenapa, kalo bangunan kedua yang dijadiin mess?"
Susul Mas Reza bertanya.

"Itu emang buat mess, cuman karena jarang banget buka lowongan, jadi seringnya kosong. Soalnya jajaran manajernya waktu itu gak buka banyak cabang di luar kota, jadi gak selalu butuh mess buat para trainer. Nah setelah jajaran manajer diganti, invasi cabang kemana-mana, mess akhirnya bisa kepake setelah 2 tahun kosong gitu aja."
Lanjut Zara.

"Termasuk pos satpam depan?"
Mas Reza masih menyelidiki.

"Kalo pos satpam udah dari awal dibangun. Dia kan jaga cuma malem doang tuh, soalnya ada puluhan komputer kan disitu."
Zara kembali menjelaskan.

"Terus kapan kita jadian?"
Tanya mas Reza tiba-tiba.

Mendengar pertanyaan seperti itu, Zara tersedak lengkuas yang dia kira rendang.

"Kira-kira dong kalo nembak. Gak liat apa gua lagi makan?"
Kesal Zara yang mengambil kembali lengkuas yang jatuh lalu lanjut mengunyah.

"Belum lima menit."
Susul gumamnya.

"Jorok, untung cantik."
Mas Reza memberi tanggapan atas kelakuannya.

Sebelum mendapat tanggapan lain, tiba-tiba Mas Agus muncul dari pintu kantin (ada pintunya ya, jadi gak usah loncat jendela).

"Hai Zara, cantik banget sih."
Sapa Mas Agus.

"Halo mas Agus, gombal banget sih."
Respon Zara.

"Ngapain lu kesini gus? Bukannya lu masuk shift malem?"
Mas Reza bertanya seolah memberi sinyal.

'FAIR PLAY DONG ANJIM'

"Eh gua kesini bukan tanpa sebab ye, gua mau tanya soal kejadian tadi pagi di warung nasi uduk."
Mas Agus memberi alasan.

"Mas Agus beli nasi uduk depan mess? Ih padahal kan penjual itu katanya pake jin penglaris tau."
Zara mulai julidnya.

"Ah urusan itu mah nanti lah, tanggung udah diperut makanannya. Itu loh dia liat penghuni lantai 3."
Mas Agus mencoba mengendalikan situasi.

"Tanya aja sama mas Reza. Aku baru aja cerita."
Zara seolah menyudahi percakapan itu dengan berlalu pergi.

"Ape lu liat-liat?"
Tanya mas Reza saat mereka tak sengaja bertatap mata.

"Ngga jadi deh, males gua nanya soal penjelasan si Zara ke elu. Lu cerita aja ntar ke si Sam, biar gua tanya dia."
Ujar pria bertubuh atletis itu sambil pergi & tak lupa mengambil es jeruk milik mas Reza.

Sungguh, hubungan rival ini benar-benar sporti[F].


Ternyata tanpa disadari oleh ketiganya, mbak 'K' memperhatikan hubungan cinta segitiga ini. Merasa (calon) kekasihnya terancam ditikung, mbak 'K' ini langsung mengambil tindakan ekstrim.

Sore itu, sebelum magrib, salah seorang staff admin umum tiba-tiba menangis sesenggukan. Sebut saja mbak Risa (nama asli yang disamarkan lagi). Dia terlihat telungkup di pojokan.

Saat itu yang melihat & langsung bertanya kenapa adalah Mas Bram (sebut aja gitu, kebanyakan karakter, cape juga).

"Kamu kenapa Ris?"
Tanya mas Bram yang tampak khawatir.

"Hiks...hiks...hii..hii...hi..."
Dijawab oleh mbak Risa dengan tangisan lalu tertawa yang melengking.

Saat itu, aku yang ada di gudang lantai bawah bahkan sempat mendengar tawanya yang membuat bergidik.

Dalam sekejap, ruangan itu penuh. Banyak yang ingin menonton kesurupannya mbak Risa.

Orang pintar yang merupakan tokoh masyarakat sekitar dipanggil untuk mengkondisikan mbak Risa.

"Kenapa kamu mengganggu anak ini?"
Tegas Ki Arum (nama ngarang, lupa nanya).

"Soalnya kalo ganggu kamu, dicuekin mulu."
Jawab si hantu yang ternyata sad-ghost.

"Heh serius anjim! Lu mau apa?"
Ki Arum emosi.

"Ih males nge gas mulu."
Eh si hantu malah rundung.

Akhirnya mas Agus turun tangan, dengan kepercayaan dirinya yang melewati batas normal. Dia bertindak.

"Halo mbak cantik, namanya siapa boleh kenalan?"
Sapa mas Agus.

"Halo mas Agus gombal, orang-orang memanggil saya 'K' kepanjangan dari 'Ke*eyi'. Udah denger lagu saya?"
Si hantu tak kalah.

"Maaf ngga maen yutup, ngga ada kuota."
Jawab mas Agus.

"Dih ganteng tapi miskin."
Si hantu mengejek.

"Jangan bahas harta, lu mau apa sebenarnya?"
Mas Agus malah emosi.

"Kamu tadi ngapain hah tatap-tatapan sama mas Reza? Kamu mau rebut mas Reza dari saya?"
Si hantu yang kini emosi.

Seketika semua orang di ruangan itu melihat ke arah mas Reza, lalu ke arah mas Agus secara bergantian. Lalu ke arahku terakhir.

Seperti mengerti, mereka mengangguk maklum.

"setan alas gak ada akhlak! Gua normal!"
Bantah mas Reza yang tiba-tiba berteriak di belakang barisan.

"Beneran mas?"
Tanya si hantu seolah gak percaya.

"Tanya si Sam, dia saksi terpercaya."
Mas Reza melakukan pembelaan.

"Iya bener kok mbak 'K', koleksi 3gp, Mp4, dari brrrrzer sama JVA aja ada 3 tera. Gak mungkin mas Reza belok."
Aku membela mas Reza karena melihat kondisinya yang disalahkan.

Seolah mengerti, si hantu pergi meninggalkan tubuh mbak Risa tergeletak lemas begitu saja.

Meninggalkan aku dengan tatapan amarah mas Reza dan gelak tawa dari semua orang.

"Aku salah ngomong ya mas?"
Tanyaku pada mas Reza.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
padasw dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Kisah Horor: Mess Trainer
28-08-2020 20:56
Eps.5 Last but not Least

Tak terasa sebulan terlewati, seolah saya berada disini telah 30 hari lalu. Semua modul yang harus dikuasi telah sepenuhnya saya pahami.

Masa training ini berakhir seperti ini saja. Telah tiba saatnya saya pamit pada semua orang di kantor itu. Hanya orang.

Kami berenam berencana begadang di malam terakhir, karena esok kami semua berpisah & ditempatkan di kota masing-masing yang kami ajukan.

Quote:
"Sam! Udah beli?"
Lukman bertanya sambil menghampiri.

"Udah dong, pesta ini kita."
Jawabku semangat.

Rencananya malam ini kami akan membuat pesta nasi liwet sebagai bentuk rasa syukur bahwa semua kejadian selama masa training telah berlalu dengan hasil yang baik.

Selain kami berenam,
Ada pak satpam mess yang ikut juga, & mbak Zara yang nempel sama Mas Reza (pertarungan perebutan mbak Zara berakhir).

Kami sibuk mempersiapkan semua hal, dari mulai masak nasi liwet, bakar ikan asin, pete, jengkol, bikin sambel, bakar ikan asin, jengkol, pete, bikin sambel.
Wah pokoknya sibuk banget.

Kami semua menikmati pesta malam ini. Semua sudah mengeluarkan unek-uneknya, jadi kami berpisah dengan rasa lapang di dada.

Sejujurnya kami hampir lupa mengenai penghuni mess lantai 3. Karena akhir-akhir ini memang sibuk mengurus modul terakhir sebagai syarat lulus training.

Apalagi kasus mbak 'K' kemarin. Bener-bener butuh banyak waktu supaya semuanya beres. Kasus itu ditutup dengan dimenangkannya mbak Zara menjadi Pacar mas Reza mengalahkan Mas Agus dengan telak.

klasik pokoknya, KKN aja pasti ada yang jadian kan?

Tak terasa jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Mbak Zara pamit pulang ke kosannya yang diantar oleh Mas Reza menggunakan motor milik pak Satpam.

Sepeninggalnya mereka yang ditelan rasa penasaran dijalan ngapain aja, saya mencoba mengulik lebih jauh tentang penghuni lantai 3 ke pak Satpam.

"Pak, kita kan udah mau pada pulang nih kan? Masa bapak tega ninggalin kita penasaran sama penghuni lantai 3?"
Rayuku dengan sogokan rokok ke hadapannya.

"Wah jadi gak enak."
Ujarnya sembari mengambil sebatang rokok lalu menyulutkan.

Kepulan asap dengan bau tembakau kuat mulai mencemari udara gerah malam itu.

"Jadi gini, saya kurang tau pastinya gimana. Tapi ini info yang saya kumpulkan secara gak sengaja dari para staf yang lain.

Berbeda dengan kasus bunuh diri mbak Yun, lantai 3 itu katanya pernah dipakai untuk main jelangkung sama anak-anak cewe yang dulu tinggal disini.

Sebelum mess cewe dipindah ke bangunan lain, 2 tahun lalu, bangunan ini dipakai sebagai mess untuk para staff konter perempuan.

Disini juga mbak Yun tinggal."
Jelasnya dengan selingan hisapan rokok & asapnya yang dibuang ke udara.

"Permainan jelangkung yang mereka mainkan bukan sekedar candaan belaka, namun memang ada niat tersembunyi. Khususnya mbak Yun.

Kata teman dekat mbak Yun, dia mencoba meminta bantuan sama hantu yang merasuki jelangkung untuk menghancurkan rumah tangga pacarnya yang saat itu tengah menjabat sebagai manajer disini.

Si hantu katanya menyanggupi, tapi minta tempat sama balasannya.

Konon dia dikasih kamar yang mbak Yun tempati sendiri. Karena mungkin mikirnya kalo udah jadi sama pak Manajer dia pasti gak bakal tinggal lagi disitu.

Tempat udah ada, balasannya? Ya bisa ditebak kan?"
Cerita pak Satpam seolah menutup semua teka-teki ini.

Mas Reza telah kembali, wajahnya agak cerah dengan aksen rona merah muda di kedua pipinya. Ia tak henti-hentinya tersenyum sendiri.

Setelah mengembalikan motor yang ia pinjam, mas Reza bergegas ke lantai dua.
Mau lanjutin yang tadi kepotong ngakunya.

Lukman, saya, Fikri & Mas Agus masih betah bertukar cerita.

Hingga ide dari Fikri benar-benar membuat kami takkan tidur hingga esok pagi.

"Pak, ada CCTV kan di tiap lorong? Itu buat apa sebetulnya?"
Fikri penasaran.

"Takut ada maling aja."
Jawab pak satpam.

"Masa di mess juga? Sampe lorong masuk ke kamar mandi juga ada CCTV loh."
Fikri tak kalah heboh.

"Sebetulnya kita males sih pindahin kemana. Jadi dibiarin aja."
Akhirnya pak satpam mengaku.

"Suka ada penampakan gak pak?"
Fikri benar-benar penasaran.

"Kadang sih."
Jawaban inilah yang membuat kami semua bergidik.

Artinya, selama kami tidur disana, kadang ada yang ngintip. Dengan fakta ini saja kami ketakutan untuk kembali.

"Kita nonton CCTV aja gimana? Kali aja kan keliatan."
Inilah usul Fikri yang terkutuk.

Akhirnya kami semua pindah ke pos satpam berdesakan. Bau keringat, asap bekas bakaran, asap tembakau, campur jadi satu di ruangan 5x4 itu.
Untung jendelanya bisa dibuka lebar, kalo ngga bisa-bisa kita semua pingsan sesak nafas.

Layar berukuran 21inc itu menampilkan 6 buah pemandangan cctv yang dipantau.
Diatur sana-sini, akhirnya CCTV yang di lantai dua, tiga, tempat jemuran yang diperlihatkan.

Satu menit,
Dua puluh menit,
Tak ada yang terjadi.

Kami mulai bosan, akhirnya main kartu jadi pelarian.
Siapa yang kalah harus menatap layar monitor yang menampilkan CCTV yang menampilkan gambar yang itu-itu aja sampai ada giliran yang kalah selanjutnya.

Apes,
Siapa yang punya ide malah yang kena sial.
Fikri menganga tak percaya. Di layar monitor menampilkan sesosok berambut panjang memakai gaun putih kusam sedang berdiri di pojok yang mengarah ke kamar mandi.

Kami semua terpaku melihat penampakan itu.
Jam menunjukkan hampir pukul 3 dini hari.

Beberapa saat kemudian, mas Reza keluar dari kamar & menuju kamar mandi dengan santai. Melewati sosok itu didepannya seolah tak ada apa-apa disana.

"Gua coba telepon mas Reza."
Kata Lukman.

"Halo mas!"
Katanya setelah telepon diangkat.

Kami semua mendengar lewat loud speaker.

"Apaan man? Jangan ganggu dulu. Gua lagi video call."
Jawabnya.

"Mau minta tolong, liat sendalku gak di pojokan yang mau ke kamar mandi?"
Lukman mencari alasan agar mas Reza mau ke pojokan.

Terlihat di layar mas Reza menghampiri tempat yang Lukman tunjukan.
Sosok itu masih disana.
Dengan santai, mas Reza melihat ke pojokan, mencari di sela-sela rak.

"Gak ada man! Cari ajalah sendiri."
Ujarnya sambil menutup telepon & kembali ke kamar.

Kami semua melihat kejadian itu.

Tak disangka, mas Agus merekam kejadian itu dengan ponselnya & mengirim video itu ke mas Reza.

10 menit kemudian, mas Reza berlari telanjang kaki menghampiri kami yang ada di dalam pos satpam.

"ASW KON GUS ASW!!"




Kami semua menyambut pagi dengan kantung mata yang menghitam, lelah, takut, puas.

Jam 8 pagi kami berpisah, meninggalkan jejak & kenangan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
simounlebon dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Kisah Horor: Mess Trainer
29-08-2020 00:48
lanjutin.
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan re.dear memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kisah Horor: Mess Trainer
29-08-2020 09:25
Ntap soul!! Lanjut gan
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan re.dear memberi reputasi
2 0
2
Post ini telah dihapus oleh KS06
Kisah Horor: Mess Trainer
10-10-2020 20:51
Wah, lama gk update nih
profile-picture
re.dear memberi reputasi
1 0
1
Kisah Horor: Mess Trainer
10-10-2020 21:05
Diubah oleh re.dear
profile-picture
profile-picture
parabola.cs dan banditos69 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Kisah Horor: Mess Trainer
10-10-2020 21:24
Keren
profile-picture
re.dear memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kisah Horor: Mess Trainer
10-10-2020 23:09
Asiiik cerita holol balu, emoticon-2 Jempol . numpang nenda ts
profile-picture
re.dear memberi reputasi
1 0
1
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Kisah Horor: Mess Trainer
11-10-2020 02:08
"Iya bener kok mbak 'K', koleksi 3gp, Mp4, dari brrrrzer sama JVA aja ada 3 tera. Gak mungkin mas Reza belok."
Aku membela mas Reza karena melihat kondisinya yang disalahkan



Banggccyaattt emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
re.dear memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kisah Horor: Mess Trainer
11-10-2020 08:12
aseek, mantep, ninggalin jejak
profile-picture
re.dear memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kisah Horor: Mess Trainer
11-10-2020 11:16
nitip sendal bray emoticon-Jempol
profile-picture
re.dear memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Kisah Horor: Mess Trainer
12-10-2020 07:18
Ijin baca baca gan, ane paling demen nih cerita horos
profile-picture
skyler68 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
tak-punya-hati
Stories from the Heart
lebih-dari-sekedar-no-absen
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Heart to Heart
rindu
B-Log Personal
aldebaran
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia