News
Batal
KATEGORI
link has been copied
380
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f79ee97f4d6954f9f1c3967/dokter-ramai-ramai-serang-moeldoko-tudingannya-berbahaya-apalagi-pejabat-negara
Pernyataan kontroversi ini terjadi di tengah masih memanasnya urusan Kepala Staf Kepresidenan Jendral (purn) Moeldoko dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Lapor Hansip
04-10-2020 22:47

Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'

Past Hot Thread
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'


PIKIRAN RAKYAT - Tudingan banyak rumah sakit yang mempermainkan vonis Covid-19, di mana bukan pasien Covid-19 pun disebut positif Covid-19 demi 'keruk' anggaran neraga tuai banyak protes dari kalangan dokter dan tenaga medis.

Pernyataan kontroversi ini terjadi di tengah masih memanasnya urusan Kepala Staf Kepresidenan Jendral (purn) Moeldoko dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Dalam pernyataannya sang mantan Panglima TNI ini meminta rumah sakit tak sembarangan memvonis semua pasien yang wafat adalah disebabkan oleh penyakit Covid-19.

Kehebohan muncul usai Moeldoko menemui Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Semarang, Kamis 1 Oktober 2020.

Menurut eks Panglima TNI ini, ada beberapa orang yang sebetulnya negatif Covid-19, tapi divonis sebaliknya.

Bahkan, Moeldoko mengaku mendengar ada orang meninggal kecelakaan, tapi tetap divonis positif.

"Jangan semua kematian definisinya mati karena Covid. Ini perlu diluruskan," tegas Moeldoko.

Untuk itu, Moeldoko mengaku pemerintah akan membuat definisi ulang kematian akibat Covid-19. Atas pernyataan Moeldoko itu, Ganjar mengamininya.

Politisi PDIP ini membenarkan, kasus seperti ini pernah terjadi di wilayah yang dipimpinnya.

Ada orang yang divonis positif Covid-19, padahal hasil tesnya belum keluar. Setelah meninggal, hasilnya menunjukkan negatif.

"Ini kan kasihan. Ini contoh-contoh agar kita bisa memperbaiki hal ini," tuturnya.

Kini setiap ada pasien yang meninggal di RS, dokter harus memberikan catatan data kematian.

Data itu akan diverifikasi sebelum akhirnya ditentukan Covid-19 atau bukan.

Minusnya, penerapan sistem itu akan menimbulkan keterlambatan data angka kematian.

"Itu lebih baik daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," tegas Ganjar.

Pernyataan ini membuat kalangan dokter protes. Baik di dunia maya maupun dunia nyata, para dokter ramai-ramai menyentil Moeldoko.

Dikutip dari Warta Ekonomi pada artikel "Dokter Ramai-Ramai Protes ke Moeldoko Gara-Gara..." dengan sindikasi konten dari Rakyat Merdeka, kalangan dokter tidak terima dengan tudingan Moeldoko dan Ganjar. Di media sosial, para dokter ramai-ramai menyampaikan protes.



"Tudingan bahwa RS meng-covid-kan pasien untuk mendapatkan anggaran ini berbahaya, apalagi diucapkan oleh pejabat negara," protes dokter spesialis jantung, dr. Berliana Idris, lewat akun Twitter @berlianidris.

Padahal, sebelum pernyataan itu keluar saja, sudah banyak tenaga kesehatan (nakes) kena 'serangan' masyarakat yang berburuk sangka. Apalagi, setelah adanya pernyataan itu.

"Saya sendiri pernah diserang secara verbal, dituduh meng-covid-covidkan pasien," ungkapnya.

Protes juga dilayangkan dokter yang juga akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Tonang Dwi Ardyanto.

Dia menilai pernyataan Moeldoko-Ganjar membuat runtuhnya kepercayaan masyarakat kepada pelayanan kesehatan.

Padahal, kepercayaan adalah harga paling mahal bagi seorang dokter.

"Kerja keras membangun trust, runtuh sekejap. Sadarkah Pak?" cuit @tonangardyanto.

dr. Andi Khomeini Takdir melalui akun Twitternya, @dr_koko28 juga menyayangkan omongan Moeldoko tersebut. Menurut dia, buat apa RS memvonis corona pasien yang tidak positif.

"Meng-covid-kan pasien? Apa untungnya? Bagaimana caranya? Ckckck" cuitnya.

drh. Nur Purba P. juga ikut menyentil "Sudah enggak becus terus kambing hitamkan sana-sini. Pakai bilang keterangan dokter soal pasien Covid-19 di RS harus diverifikasi dulu," cuitnya.

Dokter spesialis anestesi, Nirwan Satria ikut menyampaikan kekecewaan.

Dia berpendapat, dengan melempar tuduhan itu, Moeldoko-Ganjar menebar kebencian dan memprovokasi masyarakat agar membenci rumah sakit, tenaga medis, dan nakes dalam kondisi pandemi ini.

"Kalau ada agenda, jalankan saja agendanya tanpa mesti provokasi," tegasnya.

Tak cuma di dunia maya, di dunia nyata, dokter-dokter lain ikut bicara. Dokter spesialis paru di RS Persahabatan, Erlina Burhan, salah satu yang membantah tudingan Moeldoko-Ganjar.

"Dokter tidak akan menulis diagnosis Covid-19 kalau tidak ada bukti, buat apa dokter meng-covid-kan pasien?" tuturnya.

Selama ini, kata dia, banyak masyarakat tidak memahami, gejala yang ditimbulkan Covid-19 berbeda-beda, sesuai organ tubuh yang diserang.

Virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China ini bisa menyerang organ tubuh selain saluran pernapasan.

Misalnya, saluran pencernaan, organ jantung, pembuluh darah, pankreas, dan bahkan otak. Nah, kurangnya pemahaman masyarakat membuat mereka menuduh para dokter asal diagnosis.

"Kadang-kadang pasien datang dengan gejala stroke dan positif Covid-19, lalu keluarga marah-marah ke dokter karena merasa yang dialaminya gejala stroke, padahal infeksi Covid-19 juga," jelas Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia Jakarta itu.

Dia mengimbau masyarakat tidak berburuk sangka kepada para dokter yang memberi diagnosis Covid-19.

Bukan hanya kalangan dokter, protes juga datang dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

Organisasi yang menaungi semua RS di Tanah Air ini menganggap pernyataan Moeldoko-Ganjar tersebut menyakitkan.



"Mohon maaf, kami sudah lelah. Jika ada bukti dan terbukti, silakan oknum rumah sakit diberi sanksi saja.

Mohon jangan sakiti tenaga kesehatan dan RS yang sudah melayani pasien dengan segala risiko," tulis Ketua Kompartemen Public Relations dan Marketing PERSI Anjari Umarjiyanto di akun Twitternya, @anjarisme.

Anjari prihatin dengan tudingan tersebut. Soalnya, yang dilakukan RS justru merupakan bentuk kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan penanganan pasien Covid-19 meninggal.

"Ini dipersepsikan keliru. Padahal tujuannya mencegah terjadinya penularan dan penyebaran Covid-19," sesalnya.***


Sumber :
https://www.pikiran-rakyat.com/nasio...pejabat-negara
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'



Di masa pandemi gini,
posisi pemerintah emang berat.
apapun pernyataannya, akan selalu salah di mata rakyat,
apa lagi di mata dokter dan sjw.
Dokter kan juga mau aman dari penularan covid.
emoticon-Big Grin

Kalau soal "dicovidkan",
lebih bagus masyarakat yang protes ke rs aja.
sering kok masyarakat yang ngeluh beginian.

Diubah oleh ILW
profile-picture
profile-picture
profile-picture
melindasari370 dan 29 lainnya memberi reputasi
30
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 6 dari 9
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 10:25
Gag tau mana yg benar, tapi apa yg disampaikan moeldoko, memang berdasar cerita yg beredar di masyarakat
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan eyefirst2 memberi reputasi
2 0
2
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 10:30
"Belum lama ada yg ngomong ke ane, 1 pasein covid jatah RS 50 Jt Bener ga gan?
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 10:34
masalahnya perbedaan biaya antara penyakit umum dengan covid sangan tinggi. ya memang itu resikonya.
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
1 0
1
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 11:08
emang kenyataan di lapangan ada yg dbgt . . . oknum dokter ada jg kadrunya
profile-picture
profile-picture
eyefirst2 dan AnggaArthaPutra memberi reputasi
2 0
2
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 11:10
yes gaduh tendang aja itu pejabat yang bikin gaduh ngabis2in anngaran bukannya ngenbantu malah rusuh. Emang ente sekolah kedokteran mul malah kek lebih tahu dari dokter.emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
hantupuskom dan eyefirst2 memberi reputasi
2 0
2
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 11:14
eh si moeldoko gak salah loh, ini konteks dia oknum bukan keseluruhan. sy denger sendiri ada kerabat yg istrinya meninggal (maaf sayat nadi) meninggalnya di RS, kemudian di claim covid, suaminya ngamuk lah. usut2 ternyata rs dapet duit dr pemerintah cmiiw 150jt klo ada pasien yg kena, diributin sama si suami akhirnya jenazah dikasihkan dan emang gak kena covid
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan eyefirst2 memberi reputasi
2 0
2
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 11:20
Edit dopost
Ini pengakuan dari mbak nya di Amerika
Diubah oleh Arale23
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
1 0
1
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 11:42
Menkes, kemana dirimu?
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
1 0
1
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 12:03
Sampe sini gw setuju dgn pak moel, byk case org meninggal yg "ternyata" bukan covid eh ternyata disangkutpautin ke covid, jg dimakamkan dgn protokol covid, gmn keluarga korban gk nangis2 coba???
Blom lg gw pernah baca, ada pengakuan salah satu keluarga korban yg "sengaja" dibayar oleh oknum rs untuk menandatangani bahwa keluarganya tsb meninggal krn covid yg pdhl si korban tsb "sama sekali" bukan korban covid.
Jd yg gw liat dsni yaitu pihak rs emg sengaja ingin membuat angka korban akibat covid itu terlihat tinggi, ini gw ngomong rs ya bukan nakes jd tlg dibedakan emoticon-Smilie
1 lg rs itu dibantu oleh media mainstream yg mana media2 tsb selalu memberitakan ttg bahaya covid etc yg membuat warga masyarakat jd ketakutan, menimbulkan imun warga menurun krn ketakutan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 12:33
Banyak yg kena AIDS pun kebanyakan yg meninggal bukan karena AIDS nya sendiri, tapi penyakit penyerta, tapi yg bikin lethal kan gara" AIDS nya.
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
1 0
1
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 12:37
Ini baca, biar kagak ikut katanya ,denger denger, konon . Generasi gosip ogah baca, demen tiktokan jadinya alay emoticon-Ngakak

Asal usul dan penjelasan "dicovidkan"
profile-picture
profile-picture
KadrunJunior dan eyefirst2 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 12:41
Standar laborat swab PCR diperbaiki dulu kualitasnya. Tenaga kesehatan juga takut ketularan covid. Karena mereka tahu penyakit itu ada.
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
1 0
1
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 12:45
heemm.. pemerintah pasti gak bakal ngomong seperti itu kalo gk menerima aduan.. sedangkan para dokter menyangkal hal itu.. ya bisa dibilang keduanya emang gak salah.. mungkin ada pihak ketiga yg memanfaatkan momen ini utk kepentingan tertentu..
profile-picture
profile-picture
eyefirst2 dan ILW memberi reputasi
2 0
2
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 12:47
ane malah penasaran setelah covid ilang 2-3 th kedepan dan vaksin udah ditemukan, apakah ada yg mau audit anggaran pemerintah soal dana yg ktanya triliunan ini sama audit laporan dari pihak RS? emoticon-Shutup

penyelewengan dana covid yg kemaren2 aja ilang beritanya emoticon-Shutup
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan eyefirst2 memberi reputasi
2 0
2
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 12:49
Ini bukan salah nakes, tp emang dasar manajemen RS nya aja pengen cuan...Dokter dan nakes hanya jadi pion doang dilapangan. Yg gugur aja ga jelas nasib nya gimana sama pihak pemerintah maupun RS. Cerita lama dengan bumbu berbeda, sekarang bumbu nya Covid-19
Diubah oleh dodykn
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 12:55
Contoh kasus di lapangan.

profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
1 0
1
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 13:01
Pak moeldoko ga salah kok, emang ada rs yang begitu, makanya kenapa covid di indonesia ga beres beres

Dari lini atas ampe bawah ada aja yang ga beresnya
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan eyefirst2 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 13:05
Ada benarnya yang dibilang Pak Moel. Dokter mungkin nggak nakal, tapi bisa aja pengelola RS yang kurang ajar
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan eyefirst2 memberi reputasi
2 0
2
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 13:06
Hanntam terussss
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
1 0
1
Dokter Ramai-ramai Serang Moeldoko, 'Tudingannya Berbahaya, Apalagi Pejabat Negara'
05-10-2020 13:08
Selalu saja ada cerita seperti ini. Anehnya kalo ditanya rs mana, kabur gabisa ngejawab emoticon-Bingung

Bentuk keputusasaan karena covid dah menyebar kemana mana?
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 6 dari 9
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia