Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
5020
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e98398dc342bb34613edd1e/hitam
Perkenalan Ini adalah kisah fiksi. Hasil karanganku yang selama ini jadi silent reader. Kucoba beranikan diri membuat tulisan yang terinspirasi dari pengalaman orang-orang, urban legend, atau pengalamanku sendiri, yang ditambahi dengan imajinasi. Karena aku adalah nubie, jadi mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan dan kesalahan fakta-fakta. Tolong di ingat, ini adalah fiksi belaka. Dibuat untuk
Lapor Hansip
16-04-2020 17:55

HITAM

HITAM


HITAM

Perkenalan

Ini adalah kisah fiksi. Hasil karanganku yang selama ini jadi silent reader. Kucoba beranikan diri membuat tulisan yang terinspirasi dari pengalaman orang-orang, urban legend, atau pengalamanku sendiri, yang ditambahi dengan imajinasi. Karena aku adalah nubie, jadi mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan dan kesalahan fakta-fakta. Tolong di ingat, ini adalah fiksi belaka. Dibuat untuk hiburan semata. Jika ada yang menyinggung, mohon dimaafkan. Dimohon bijak dalam menanggapi.

Namaku Aryandra, biasa dipanggil Arya atau Andra. Entah sejak kapan aku punya hal semacam ini. Aku nggak tau, nggak ingat. Aku bisa melihat dan merasakan makhluk dari alam lain. Aku bisa melihat kejadian-kejadian masa lampau hanya dengan menyentuh benda, melihat, bahkan cuma dari mendengar cerita seseorang.

Aku nggak tau apa yang terjadi dengan diriku, dan aku nggak tau ini berasal dari mana. Yang kutahu, ini tidaklah normal, bukanlah kodrat dari manusia biasa. Yang terjadi padaku ini terlalu aneh, dan sudah terlalu banyak buat seorang manusia biasa.

Seingatku, sudah dari semasa kecil aku bisa melihat makhluk-makhluk itu. Tapi aku nggak ingat kapan tepatnya. Yang ku ingat, semasa kecilku dulu aku sering melihat kelebatan-kelebatan bayangan hitam, kain putih panjang yang melayang diantara pohon, ada juga kain panjang berwarna merah, sampai bungkusan kain putih seperti bungkus permen yang menempel di pohon.. Tapi ya cuma sebatas itu, cuma melihat kelebatan-kelebatan sekilas, nggak melihat bentuk utuh nyata.

Tapi lama-kelamaan pandangan mataku seakan menguat, menjadi lebih peka. Aku bisa melihat sosok-sosok halus dengan utuh. Awalnya cuma melihat yang berbentuk manusia biasa, terus mulai di tampakin bentuk aneh-aneh, manusia dengan kaki atau tangan yang panjang sebelah, manusia berkepala botak bertelinga lancip. Ada yang berbentuk hewan, berkepala dua.. banyak sekali bentuk-bentuk ganjil.

Saat itu semua yang kulihat tidaklah seram, atau mungkin aku belum melihat yang seram. Jadi aku tidak merasa takut, karena lama-lama jadi terbiasa. Ditambah lagi aku nggak pernah nggagas. Dasarnya lagi, aku anak yang ndableg, nggak nggagasan, cuek terhadap segala sesuatu. Dan semua penampakan itu nggak aku perhatikan dengan serius. Paling aku cuma kaget aja melihat ada yang nongol secara mendadak gitu.

Lambat laun, seakan perasaan dan mata ini bertambah menguat lagi. Aku bisa melihat sosok-sosok berbentuk lebih aneh lagi. Lebih seram. Makhluk berbentuk gorila berbulu di seluruh tubuhnya. Sosok manusia berkepala kuda, wanita berkaki ular. Sampai sosok berbentuk leak.

Entah kenapa aku bisa melihat secara bertahap gitu. Apakah ini normal? Tapi bagaimana patokan ukuran normal dan tidak normal buat orang sepertiku? Seperti apakah tolok ukur kata normal itu? Entahlah..

Namun ini ada untungnya juga buatku, aku menjadi tidak takut dengan sosok makhluk halus, yang seram sekalipun. Meskipun kadang terkejut juga kalau ada yang tau-tau nongol didepanku. Kadang bulu kuduk merinding. Tapi aku tidak merasa takut.

Satu hal yang pasti, aku belum pernah menanggapi mereka, belum pernah berbicara dengan mereka. Ketika mereka memanggil namaku, aku tidak pernah menggubrisnya, apalagi memanggil mereka, belum pernah sekalipun.

Aku tidak berusaha mencari tahu atas apa yang terjadi dengan diriku, kenapa aku bisa begini, apa namanya, dan berasal dari mana. Biarlah semua berjalan apa adanya, kujalani hidupku seperti air mengalir. Mungkin kelak semua akan terbuka dengan sendirinya.

INDEX


HITAM
source

Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
motortuamalang dan 188 lainnya memberi reputasi
183
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 115 dari 147
HITAM
29-09-2020 23:11
Quote:Original Posted By PendekarTayli
Ada chat dr bakul kentang ini pasti😁


Quote:Original Posted By bobzlogic
namanya juga lagi susah jualan gan, jual kentang aja via online


Jual online plus jasa antar..
Makanya harus chat dulu biar dianter..
emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM
30-09-2020 01:19
Pemuda misterius ?, sikap bapak nya Dita juga Misterius ?, terus ada lagi chat yang misterius ?..... makin banyak yang misterius nih? ..Untung nya neng Dita tambah manis aja....emoticon-Hai
Diubah oleh key.99
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bobzlogic dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM
30-09-2020 01:46
Curiga chatnya dr debt collector nih emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
HITAM
30-09-2020 01:47
Kayanya dita punya cowo baru nih bre.. sabar ya bre.. emoticon-Big Kiss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
HITAM
30-09-2020 09:28
Quote:Original Posted By aan1984
Curiga chatnya dr debt collector nih emoticon-Leh Uga


Lah.. bisa jadi tuh bre..emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
HITAM
30-09-2020 09:29
Quote:Original Posted By aan1984
Kayanya dita punya cowo baru nih bre.. sabar ya bre.. emoticon-Big Kiss


Tinggal ngirim salma atau amrita aja lah bre.. buat neror..
emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
HITAM
30-09-2020 09:40
Quote:Original Posted By key.99
Pemuda misterius ?, sikap bapak nya Dita juga Misterius ?, terus ada lagi chat yang misterius ?..... makin banyak yang misterius nih? ..Untung nya neng Dita tambah manis aja....emoticon-Hai


Quote:Original Posted By cos44rm

Itu jangan2 bapaknya dita ketua perkumpulannya yg saketih. emoticon-Ngakak


Maka mari kita nantikan episode berikutnya..emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
HITAM
30-09-2020 12:28
Quote:Original Posted By actandprove
Yoi bre.. tapi kayaknya kudu sabar nih, mbah kagak update.. moga sehat terus dah


Yoi Bre. Semoga sehat selalu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bobzlogic dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
HITAM
30-09-2020 17:20

Penculikan

    Saat dalam perjalanan pulang dari rumah Dita, ada seorang pemuda dan empat jin mencegatku. Kami akhirnya bertarung melawan mereka yang untungnya bisa kami menangkan berkat kehebatan cahaya biru nya Salma. Saat aku dan Salma hendak pulang, hpku berbunyi yang menandakan ada chat masuk. Setelah kubuka, ternyata dari Vano.

Quote:    "Bro, bantuin gue.. cepetan ke rumah gue.. lagi diserang jin banyak banget nih.."


    Entah kenapa emosiku langsung memuncak. Ini pasti ada hubungan dengan serangan terhadapku tadi. Segera kupanggil Amrita dan Ekawadya. Dalam hitungan detik, mereka muncul bersamaan. Kuminta pada Amrita untuk pergi ke rumah Citradani. Perhitunganku, kalo aku dan Vano diserang bersamaan, tentunya Citradani akan ikut di serang juga.  Aku juga meminta tolong Ekawadya memanggil 20 pembunuh bayangan untuk ikut dengan Amrita dalam mendampingi dan mengamankan Citradani. 

    Setelah mereka berdua pergi, aku segera tancap gas ke rumah Vano bersama Salma. Motorku berlari sampai lebih dari 100, nggak kupedulikan sumpah serapah orang-orang sepanjang jalan yang kulewati. Aku memilih ke rumah Vano lebih dulu karena jelas dia yang sudah di serang. Kalo Citradani masih belum jelas kabarnya, maka aku minta tolong ke Amrita dan Ekawadya untuk ke sana.

    Cuma seperempat jam aku sudah sampai di rumah Vano, dan di depan rumahnya sudah jadi ajang pertempuran para jin. Tiga jin nya Vano sedang dikerubuti puluhan jin yang mengeroyok dengan membabi buta. Sementara kulihat Vano sedang bersandar di sebuah pohon di seberang jalan depan rumahnya. Sepertinya dia sudah terluka, nafasnya tersengal-sengal.

    Rumahnya Vano memang agak jauh dari rumah penduduk lain, dibatasi kebun-kebun milik tetangga, jadi pertarungan Vano itu nggak diketahui oleh warga sekitar. Lagian ini emang sudah hampir jam 10, jadi jalan kampung itu sudah sepi.

Quote:    "Gimana keadaan lu..?"

    "Sial banget gue, dikeroyok pulugan jin, dasar pengecut semua.."

    Aku menoleh ke Salma. "Maukah kamu membantu tiga jin itu?" tanyaku.


    Salma mengangguk dan langsung melesat ke kancah pertarungan. Aku fokus membantu Vano memulihkan diri. Kusalurkan energi dingin lewat punggungnya. Lumayan babak belur dia, mungkin udah sempat dihajar puluhan jin itu. Kutemukan beberapa energi yang asing berada di tubuh Vano, itu adalah hasil serangan bertenaga dalam dari musuhnya. 

    Energi itu masih tertinggal disana dan memiliki sifat merusak. Segera aku dorong energi-energi asing itu keluar dari tubuh Vano. Tapi Vano malah memuntahkan darah hitam, mungkin itu adalah efek dari serangan tadi.

Quote:    "Tadi gimana ceritanya bro?"

    "Gue juga nggak ngerti.. lagi enak-enak duduk di depan rumah, mereka dateng bergerombol gitu dan langsung nyerang gue.. untung ada tiga jin gue yang ngebantu."

   "Jadi lu nggak ngerti masalahnya..?" tanyaku.

   "Jelas nggak ngerti lah.." 

     "Mungkin ini ada hubungannya dengan.keris yang kubawa bro, soalnya gue tadi juga abis di cegat dan di serang." kataku.

     "Lah elu juga kena tadi..?"

     "Iya makanya kubilang ada hubungannya sama keris itu." kataku.

     "Berarti kemungkinan Citra juga diserang donk?! Wah gawat ini! Kita langsung kesana aja bro.."

    "Gue udah ngirim beberapa jin buat kesana bro.." kataku.

   "Tapi jumlah mereka puluhan lho.."

    "Tenang aja lah.. yang gue kirim juga puluhan kok.." jawabku.

    "Yaudah, berarti.kita tinggal nunggu kabar dari jin yang lu kirim tadi?"

    "Iya.. Udah kamu tenang aja.. fokus ke pemulihanmu." kataku.


    Vano mengambil sikap meditasi, kubantu dengan mengalirkan hawa dingin. Pertarungan antar jin sudah berakhir, puluhan musuh sudah musnah semua. Sekali lagi Salma menunjukkan kehebatannya. Serangan yang sangat  cepat dan nggak ragu-ragu, benar-benar efisien. Salma dan ketiga jinnya Vano mendekati kami. Vano sudah selesai bermeditasi,dia berdiri dengan sedikit terhuyung.

Quote:    "Terima kasih nini Salma atas bantuannya, kalo nggak ada nini, kami pasti udah mati dari tadi."

    Salma cuma tersenyum mendengar itu.

    "Kita ke rumah Citra aja bro, gue kok jadi kuatir sama dia.." kata Vano.

     "Udah tenang.. kita tunggu setengah jam lagi, kalo masih belum ada kabar juga, baru kita kesana.."


    Akhirnya kamipun menunggu di depan rumah Vano. Dan Vano malah bikin kopi buat kita berdua. Sehabis menyeruput kopi, Vano kembali bermeditasi, mengumpulkan tenaga dan memulihkan kondisi tubuhnya. Giliran Salma yang nggak sabaran, dia terus melayang mondar-mandir di halaman rumah Vano, membuatku jadi ikutan pusing.

     Setengah jam berlalu, belum ada kabar juga. Akhirnya Salma menawarkan diri untuk kesana duluan, karena gerakannya emang sangat cepat. Maka aku biarin aja dia yang nyusul ke rumah Citradani. Tapi sebelum Salma berkelebat, muncullah Amrita dan Ekawadya.

Quote:    "Gimana situasinya?" tanyaku ke Amrita.

    "Udah beres sekarang. Emang ada sih serangan dari puluhan jin, tapi udah bisa kita hancurkan. Lagian ada eyang Dim dan nini Raradewi di sana juga.."

     "Syukur alhamdulillah kalo gitu.. jadi sudah aman sekarang.."

     "Hamba juga telah menempatkan beberapa mata-mata di sekitar rumahnya raden. Kalo ada apa-apa, mereka akan langsung memberi kabar.." sahut Ekawadya.

    "Baiklah.. terima kasih. Kau boleh kembali.." kataku.

    "Baik raden.." 

    Ekawadya langsung menghilang begitu saja.

    "Mata-mata? Raden? Kok kayak di film-film kerajaan aja bro?" sahut Vano.

     "Emang kita lagi hidup di jaman kerajaan bro.. kerajaan ketidakpastian.. haha.."

     "Ngaco aja lu bro.."


     Kembali kami menikmati kopi yang dibikin Vano tadi. Waktu menunjukkan sudah jam setengah sebelas malam. Kami mengobrol sampai kopi se-teko itu habis. Saat aku mau pamit pulang, hpku bunyi lagi, ada chat yang masuk. Segera kubuka dan ternyata chat dari Citradani.

Quote:"    "Kakak.. makasih banget yaa udah dikirimi back up tadi.."

    Segera aku balas. "Santai aja Nay, udah jadi kewajibanku kok.."

   "Pokoknya makasih banget.. dan kakak besok harus kesini. Harus.." balas Citradani.


   Ini anak kok maksa banget pake harus segala. Nggak kubalas chat terakhir itu karena bingung mau bales apa, kalo dijanjiin tapi ternyata nggak bisa nepatin malah repot sendiri ntar. Hpku akan kumasukkan ke kantong celana, tapi lagi-lagi hpku berbunyi, kali ini adalah nada panggilan masuk. Ini hp kok bisa laris gini ya, dua kali berturut-turut. Dan yang menelpon adalah nomornya Dita! Segera aku angkat dan kudengar suara laki-laki.

Quote:    "Halo.. Ini Andra kan?" Suaranya terdengar panik.

    Aku coba mengingat-ingat, itu adalah suara  papanya Dita!

    "Eh.. iya om.. ada apa ya..?"

    "Ini Dita nya kesurupan. Om inget dulu Dita pernah cerita kalo kamu bisa melihat makhluk halus, makanya om langsung telepon kamu. Bisa bantuin nggak?"

     "Hah? Kesurupan? Kok bisa om? Gimana ceritanya?" tanyaku.

    "Kamu kesini aja sekarang.  Tolong ya Ndra.."

    "Eh.. iya iya om, ini langsung kesana."


    Nggak ada jawaban, telepon belum ditutup dan kudengar suara ribut-ribut di belakang, juga kudengar suara jeritan-jeritan. Aku langsung menuntun motorku keluar halaman, tapi aku teringat Vano,dia biasanya suka kali berantem sama jin.

Quote:    "Bro.. bantuin gue donk.. Dita kesurupan nih. ."

    "Lah.. kok bisa barengan gini sih..?" sahut Vano.

   Mendengar omongan Vano, aku baru sadar, iya ya.. kok bisa barengan gini, apa emang ada hubungannya dengan penyerangan tadi? tapi aku nggak bisa mikir lebih jauh lagi, aku harus ke rumah Dita secepatnya.

    "Elu mau bantuin gue nggak? Ikut nggak?" tanyaku.

    "Ya jelas ikut lah bro… kalo soal tawuran sama jin ya jelas demen gue.."


    Maka kamipun gas menuju rumahnya Dita, nggak tau berapa kecepatan motor,, pikiranku cuma tertuju ke Dita. Kalo sampai ada apa-apa, akan kuburu siapapun yang mencelakainya. Rumahnya Dita berjarak satu jam dari rumah Vano, se-ngebut-ngebut-nya motorku, paling cepat ya setengah jam baru sampai. Lalu aku teringat ilmu melipat bumi

    Sudah lama aku mempelajari dan menguasainya,tapi belum pernah aku mempraktekannya. Inilah saat yang tepat. Segera kubaca basmalah dilanjut bacaan yang diberikan mbah kakung. Kukontak energi yang diberikan mbah kakung yang berada di tubuhku, lalu aku konsentrasi, membayangkan jalan yang aku lalui kalo ke rumah Dita, sekaligus kubayangkan bentuk rumah Dita. Lalu aku memejamkan mata, mengandalkan pembayangan soal jalan yang harus aku lewati.

    Wuuuusssshhh…!

    Ada angin dingin menerpa dari depan, kurasakan motorku berjalan lebih cepat dan lebih cepat lagi. Entah berapa lama aku memejamkan mata. Kemudian aku merasakan motor semakin melambat dan terus melambat, hingga akhirnya berhenti sama sekali. Dan aku sudah sampai di gapura gerbang kompleks perumahan elite tempat rumahnya Dita berada.

    Kulihat jam tanganku, waktu satu jam yang seharusnya kubutuhkan untuk sampai ke rumah Dita, kini kutempuh hanya dalam sepuluh menit! Ilmu itu benar-benar luarbiasa. Tapi aku kesini untuk menolong Dita, bukan untuk menjajal ilmu itu. Kulihat ke arah Vano, dia seperti habis bangun tidur! Ini sungguh aneh sekali.

Quote:    "Lah.. udah sampai bro? Sori gue ketiduran."


    Meskipun heran, tapi aku nggak memikirkannya lagi, segera aku masuk ke gapura perumahan. Pos satpam kosong, langsung aja aku menuju ke rumahnya Dita. Sampai di sana, sudah banyak tetangga berkerumun di depan rumah, tanpa kupedulikan mereka, aku dan Vano segera masuk ke rumah Dita.

    Begitu masuk, kulihat pemandangan yang menyedihkan. Dita sedang mengamuk dan meronta-ronta dipegangi 6 bapak-bapak yang masih aja kewalahan. Didalam tubuhnya kulihat makhluk yang mengerikan, wajahnya mirip sekali dengan leak, kulit wajah berwarna merah darah dengan taring-taring besar mencuat dari mulutnya. Kuku tangannya panjang mirip cakar binatang. Badan makhluk ini mirip singa dan memiliki ekor panjang.

    Emosiku langsung memuncak melihat Dita diperlakukan seperti ini. Tangan kananku segera kuisi dengan ilmu pukulan yang diajarkan eyang Dim. Aku datangi raga Dita, aku pegang ekor makhluk itu, kuseret hingga keluar dari raganya Dita. Makhluk itu berbalik dan menyerangku dengan cakarnya, tapi cakar itu nggak pernah sampai, karena bogemanku sudah melanda kepalanya.

    Makhluk itu terpental, aku terus memburunya, sebelum dia menembus tembok depan, sudah kukirim lagi satu pukulan ajaran eyang Dim dan tepat mengenai dadanya sebelum makhluk itu menembus tembok. Aku segera mengejar keluar rumah. Warga sekitar yang berkerumun segera menyingkir ketika aku berlari menerjang mereka.

   Di tengah jalan depan rumah Dita, kulihat makhluk itu terkapar tak bergerak, kepalanya telah hancur jadi abu, dadanya juga bolong. Perlahan hancuran itu merambat ke seluruh tubuhnya, hingga seluruh sosoknya menjadi abu yang akhirnya berubah jadi asap dan menghilang. Akupun berbalik mau masuk ke rumah. Ternyata Vano ikut keluar juga.

Quote:    "Elu kalo marah ngeri juga bro.. lebih brutal dari gue.. sampe merinding gue.." kata Vano.


   Nggak kugubris omongan Vano itu, aku segera masuk rumah dan kulihat Dita sudah dibaringkan di tempat tidur dalam keadaan pingsan. Aku segera mendekatinya. Duduk di sebelahnya. Salma pun ikut duduk di sebelahku. Kupegang tangan Dita, terasa kosong, nggak ada sukma disana. Emosiku terasa makin meledak. Tapi aku juga merasa bersalah banget, aku yakin semua ini pasti karena keris laknat itu.

Quote:    "Sukmanya telah diculik dan raganya diisi dengan makhluk tadi." kata Salma.


    Aku nggak menyangka bakalan kayak gini jadinya, aku nggak pernah berpikiran kalo Dita juga jadi sasaran mereka, karena mereka telah menyerang kami bertiga secara bersamaan dan semuanya gagal. Kupikir karena kegagalan itu mereka akan mencari cara lain, dan kami akan aman untuk sementara. Ternyata mereka telah mencari target yang berbeda!

Quote:    "Om, gimana kejadiannya tadi sampai jadi kayak gini..?" tanyaku ke papanya Dita.

  "Tadi itu Dita beli nasi goreng di gapura depan, tapi lama banget nggak balik-balik, sekitar satu jam kemudian dia baru balik, tapi tingkahnya aneh, ditanya cuma diam aja. Baru setelah itu dia mulai ngamuk, sampe tetangga-tetangga pada datang.."

    "Makhluk yang merasuki Dita sudah nggak ada om.." kataku.

    "Terus sekarang keadaannya gimana?"

    "Gimana ya om, susah ngejelasinnya, lagian om juga belum tentu percaya.." kataku 

    "Udah, kamu jelasin apa adanya saja, dengan bahasamu sendiri.."

    "Gini om.. Raganya Dita sekarang dalam keadaan kosong, sukmanya keluar dari raga,

     "Jadi anak saya sudah meninggal gitu?!"

     "Bukan gitu om.. sukma sama nyawa itu beda. Dita masih hidup, cuma sukmanya dibawa pergi sama makhluk halus gitu."

    "Duuhh… Ditaa.. kenapa bisa jadi begini sih.." kata papanya Dita meratap. "Terus sekarang gimana? Apa kamu bisa menolongnya?"

    "InsyaAllah bisa pak, akan kucari Dita sampai ketemu dan akan kubawa kembali kesini. Itulah janjiku om.."

    "Tolong diusahakan ya Ndra… apa perlu aku panggil ustad atau orang pinter gitu…?"

    "Saat ini belum perlu om, nanti kalo aku nggak berhasil, baru om panggil orang pinter.." kataku.

    "Baiklah.. kuserahkan nasib anakku padamu.."

    "Jangan kepadaku om, serahkan nasib Dita pada Allah. Tolong om bantu dengan doa pada Allah untuk keselamatan Dita.." kataku.

     "Tentu.. aku pasti mendoakan.."

     "Kalo perlu om minta bantuan tetangga buat ikut mendoakan disini.."


    Papanya Dita langsung keluar rumah meminta bantuan. Aku mulai konsentrasi untuk mencari keberadaan sukma Dita. Kupegang tangan Dita dan merasakan jejak auranya. Terus kutelusuri jejak aura Dita hingga kutemukan jejak yang menuju ke utara. Kuikuti jejak itu sampai keluar kota. Terus ke utara hingga akhirnya penelusuranku mentok karena kehabisan tenaga.

     Lalu kurasakan satu tangan dingin memegang tangan kiriku. Itu adalah tangannya Salma, dia menyalurkan energinya untuk membantuku menelusuri jejak hingga bisa mencapai jarak yang sangat jauh. Dengan penyaluran energi ini, otomatis Salma pun bisa melihat apa yang kulihat. Hingga akhirnya kutemukan sukma Dita yang berada di alam jin!

    Kulihat sukma Dita terikat pada sebuah pohon, mulutnya disumpal. Kaki dan tangannya penuh baret-baret luka, dan dia sedang menangis. Emosi yang sejak tadi kutahan-tahan, kini meledak lagi, hingga membuat konsentrasiku buyar, penglihatanku pun menghilang. Kubuka mataku, nafaku memburu, dadaku bergemuruh oleh detak jantung yang cepat karena dilanda kemarahan. Aku harus membawanya kembali, apapun taruhannya. Tapi kemudian kudengar bisikan Salma.

Quote:    "Sabar Arya, dalam keadaan seperti ini kau harus berpikir jernih, kalau emosi menguasaimu, maka pikiranmu nggak akan bisa jernih."


    Aku sadar omongan Salma benar, tapi melihat keadaan Dita tadi membuatku nggak bisa membendung emosi. Lalu kurasakan tangan Salma mengeluarkan energi dingin, terus merasuk ke kulitku dan menyebar ke seluruh tubuh. Emosiku perlahan menurun, lalu kutarik napas dalam-dalam untuk membuang emosi itu.

    Perlahan pikiran jernihku mulai menyeruak keluar, lalu muncul ide-ide untuk menyelesaikan semua ini. Aku tau yang mereka inginkan, makanya mereka menyandera Dita sebagai barter dengan keris yang kupegang. Tapi aku sudah punya suatu rencana, suatu kejutan buat mereka...


bersambung...


168
Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fakecrash dan 62 lainnya memberi reputasi
63 0
63
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 13 balasan
HITAM
30-09-2020 17:22
Waktunya update mbah..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
HITAM
30-09-2020 17:25
Quote:Original Posted By sipuputt

Aku menungguu mbah...emoticon-2 Jempol


Quote:Original Posted By Hedon.is
Waktunya update mbah..


Sudah update gaan..
emoticon-Monggo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
HITAM
30-09-2020 17:39
Waktunya uodte untuk wilayah jakarta dan sekitarnya. Mkasih mbh update nyaemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
HITAM
30-09-2020 17:50
Makasih mbah dah update..... lanjuuutttt mbaaahhh😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
HITAM
30-09-2020 18:10
Hmmmzzzemoticon-Amazed....kok lagi genting gini ,bisa2nya mbah jualan kentang ...hadeuh emoticon-DP
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
HITAM
30-09-2020 19:00
Mantul mbah,gasskeun
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
HITAM
30-09-2020 19:17
Dan ternyataa surprisenya isinya kentang :v

Btw makasih mbah udeh update..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
HITAM
30-09-2020 19:17
Mantap nih.. kayanya sukma dita bisa kelacak ma GPS ya..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
HITAM
30-09-2020 19:28
Ikut nenda om....
Keren dah.... emoticon-Recommended Seller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redbaron dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
HITAM
30-09-2020 19:45
Quote:Original Posted By rudiajja
Waktunya uodte untuk wilayah jakarta dan sekitarnya. Mkasih mbh update nyaemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Shakehand2


Quote:Original Posted By gundamzz
Makasih mbah dah update..... lanjuuutttt mbaaahhh😁


Sama-sama gaan..
emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan actandprove memberi reputasi
2 0
2
HITAM
30-09-2020 19:46
Quote:Original Posted By blckmmb7
Hmmmzzzemoticon-Amazed....kok lagi genting gini ,bisa2nya mbah jualan kentang ...hadeuh emoticon-DP


Justru saat genting itu harga kentang ikut melambung..emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Halaman 115 dari 147
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
dusta
Stories from the Heart
back-to-black
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
kuntilanak-beli-sekoteng
Stories from the Heart
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia