Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
8627
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3bf826af7e930dd41807cf/catatan-yang-terbuka
Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilkan.
Lapor Hansip
14-01-2019 09:47

Catatan Yang Terbuka

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Catatan Yang Terbuka

Quote:
Catatan "Yang" Terbuka. Apanya sih yang terbuka? Semua yang selama ini gw tutup rapat. Apa itu? Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw, bahkan teman gw sekalipun, ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilan.


Buat gw, kegagalan adalah tanggung jawab personal, bukan untuk dibebankan kepada orang lain. Biarkan mereka tahu yang indah indah saja soal gw. Problem, atau masalah, biar gw yang merasakannya. Itulah mengapa hidup gw terlihat indah. Percayalah, hidup ga ada yang seindah itu.

Namun, ada sebuah nilai yang bisa dipetik dari kegagalan-kegagalan yang gw rasakan. Saat keputusan gagal yang gw buat saat membeli tanah dari Pak Bams, akhirnya gw punya usaha baru. Otak mesum gw menangkap peluang untuk buka bengkel modifikasi bekerja sama dengan U**** adalah jawaban, atas kerugian finansial yang gw dapat dari membeli tanah mati itu.

Apakah Papa tahu tanah itu mati? Tahu, dan beliau membiarkan gw gagal! jahat? Tidak! Justru gw bersyukur! Awalnya jengkel, tapi setelah gw tahu maksud kenapa Papa tetap membiarkan gw gagal, kejengkelan gw berubah menjadi sujud sungkem terima kasih atas ilmu yang Papa ajarkan dalam diam.

Itulah salah satu kegagalan gw. Kegagalan, yang membuat Mama melarang gw untuk terjun di dunia yang ingin gw tekuni. Tapi, gw seperti terlahir untuk hidup dengan hal-hal yang menyerempet bahaya. Setelah gw bisa bangkit, gw memulai lagi. Itulah alasan, mengapa proyek di Gunungpati, gw sebut sebagai proyek perdana. Well, inilah kisah gw. Kisah yang tidak hanya indah, tapi juga mengenaskan. Kisah ketika Tuhan mulaimenyapa dan membuka mata hati ku, bahwa aku hanyalah seorang hamba!


-------------+++++++++++++----------------


Diana dan Vina masih terkapar di kasur yang ada di kosan gw. Sesuatu yang indah, sudah terjadi semalam. Membayangkan pun, rasa nya gw ga sanggup. Tapi Tuhan terlalu baik kepada gw. Hingga sesuatu yang jauh dari jangkauan gw pun bisa gw rasakan. Apa itu? Lu bebas mengimajinasikannya.

Quote:"Mba, mba, bangun. Sudah siang. Ga capek tha tidur terus." Ujar gw sambil terus menggoyangkan badan mereka berdua.

"Oahm. Jam berapa sih ndo? Masih malam kan ini?" Tanya Diana yang mulai bergeliat dari tidurnya.

"Sudah pagi mba. Kalau pacar ku ke sini, aku yang repot."

"Hehehe. Bagus dong, kita ajakin gabung aja sekalian."

"Duh. Jangan gitu dong mba." Ujar gw, lalu memanaskan air untuk membuat sesuatu yang hangat.

Gw biarkan mereka bangun, sambil sekali-kali melirik. Ternyata mereka benar-benar bangun, meskipun gw tahu itu terpaksa. Jam di kamar, masih menunjuk angka 05.15. Masih sangat pagi memang, tapi itu sama sekali ga membuat gw tenang. Lina terlalu sering datang sangat pagi ke sini.

Dua gelas, teh jahe hangat gw sajikan untuk mereka berdua. Untuk mengurangi cemas, yang mulai melanda, sebatang rokok pun gw hisap dalam-dalam. Diana nampak bereskan "arena perang" semalam. Sedangkan Vina, dia ke kamar mandi. Baguslah, paling ga, tanda-tanda mereka akan pulang dan berkemas sudah ada di depan mata.

Quote:"Ga mandi mba?" Tanya gw ke Vina.

"Ga lah ndo, nanti aja di kosan. Sebenarnya masih ngantuk, tapi demi kamu."

"Hehehee. Ya udah sih, teh nya diminum dulu biar segeran."

Diana pun bergabung dengan kita. Setelah tadi beres-beres, dia ke kamar mandi. Yah, sekedar cuci muka untuk menyegarkan diri saja, sama seperti yang Vina lakukan tadi. Obrolan pagi itu ga berlangsung lama. Yang memotong bukan gw, tapi Diana. Dia paham posisi gw yang sedang terjepit.

Beres-beres kamar adalah hal yang pertama gw lakukan pagi ini. Mengganti sprei lengkap dengan sarung bantal dan guling gw lakukan demi keamanan bersama. Ga lupa, wangi-wangian untuk menghilangkan bau dua cewe sexeh yang semalam nebeng tidur di sini, ga lupa gw lakukan. Yah mskipun Diana sudah membereskannya tadi, tapi gw rasa itu masih belum sempurna.

Quote:"Ayanxxx..." Sapaan yang nyaris membuat gw melompat. Untung saja, gw terlatih dibentak-bentak.

"Kamu Taaa, pagi-pagi dah ngagetin aja ih..." Ujar gw...

"Hayooo lagi mikirin apa???" Dia mendekat ke gw yang sedang merapikan sprei...

"Mikirin proposal, Mama dan semua..."

Kegagalan gw dulu memaksa gw untuk lebih selektif dan hati-hati, ga keras kepala dengan ga menerima uluran tangan dari Papa. Gw mengajukan proposal, dan Papa akan menjadi investor buat gw. Hubungan kita murni profesional, karena ada hitam di atas putih yang mengikat, beserta jaminan yang akan dilelang Papa, jika gw gagal bayar.

Jangan salah, mungkin kalau gw gagal orang pikir hidup gw akan enak. Toh masih ada Papa, bisa lah nebeng ke beliau. Lu salah! Gagal adalah mati buat gw! Gw sudah ambil sikap, jika emang ini gagal lagi, gw akan ke Papua! Entah kerja apa! Yang jelas, malu jika gw gagal dan masih di rumah.

Quote:"Hm. Makanya tho yanx, mending kamu tuh jujur aja sama semua. Biar beban mu itu ga terlalu berat." Lina selalu punya alasan untuk menentramkan hati gw.

"Udah ga ada yang tersembunyi Ta. Mama juga udah tau semuanya."

"Terus?"

"Ya meski keberatan, beliau ga kuasa nahan aku."

"Ya sudah! Terus apalagi? Kamu punya Papa mu yang udah kasih lampu hijau. Kamu juga punya Papa ku, yang juga dukung kamu."

"Mungkin masih ada sisa trauma. Trauma pernah gagal, dan mangkrak ga ada gunanya."

"Semua pernah gagal. Coba kasih tau aku yanx, orang yang ga pernah gagal? Ga ada. Kalau yang gagal, lalu menyerah dan pasrah, banyak yanx. Kamu mau?"

"Hehehehe. Mainstream adalah sesuatu yang paling aku benci Ta. Jadi aku ga mau."

"Nah. Ayo dong semangat! Hari ini semangat nya kuliah dulu. Hehe."

"Nanti siang, aku ke proyek Ta."

"Ya udah gapapa yanx, yang penting kamu harus optimis, OK?"

"OK..."

"Itu baru pacar ku." Sebuah kecupan mendarat di jidat gw. Semoga Cinta ga mencium sesuatu yang aneh.

Hangat pelukan dari Cinta membuat gw jadi lebih baik. Entah bahasan tadi hanya sebagai pelarian untuk menutupi kegilaan yang tadi malam gw lakukan bersama Vina-Diana atau murni gw memang ingat dengan kegagalan yang gw derita. Entahlah, semua menjadi abu-abu sekarang. Mungkin benar kata Arief ke gw, "kurangi hal-hal yang ga perlu dan dianggap tabu..."

Kuliah sudah ga ada menarik-menariknya di mata gw. Materi yang cuma itu-itu saja, dan stop pada ranah teori membuat gw bosan... Mungkin benar kata beberapa teman, gw ini anak alam, bukan anak sosial. Anak alam, itu suka membuktikan sesuatu, menguji hipotesa dan mendapatkan jawabannya saat itu juga. Beda dengan anak sosial yang lebih "sabar" mencari jawaban dari hipotesa yang mereka munculkan.

Quote:emoticon-mail: "Selamat siang mas, saya boleh ketemu pean ga?" Sms masuk dari Pak Atmo. Tokoh yang dituakan di lokasi proyek gw.

emoticon-mail : "Bisa Pak. Ada yang penting? Ini saya mau naik Pak."

emoticon-mail : "Oh. Kebetulan kalau gitu mas, nanti kalau sudah sampai, nyuwun tulung dikabari njih."

emoticon-mail : "Siap Pak."


Gw paham apa yang ingin Pak Atmo bahas dengan gw. Pasti soal kelanjutan nasib orang orang yang kerja sama gw. proses urug yang gw lakukan sudah hampir selesai. Sedangkan gw belum memperoleh pembeli potensial, meski proposal sudah gw sebar. Ini jelas bukan kabar bagus buat meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya pada gw. Sh*t! Kerja apa ya yang duitnya gede, tapi cuma butuh waktu singkat? Balap liar? Oh, tidak!, gw sudah pensiun.

Gw menuju parkiran lanjut keluar jalan Kaki menuju kosan. Kan tadi gw nebeng Cinta, kalau mobilnya gw pakai nanti dia pulangnya gimana? Terpaksa deh ambil mobil dulu di kosan. Di depan gw ada gerombolan celana cingkrang, plus mba-mbanya yang seperti itulah busananya. Gw tidak mau ribet. Namun dalam hati gw sudah membatin. Kalau sampai mereka cari gara-gara sama gw, akan gw hajar saat itu juga. Mood gw sedang ancur kok diajakin bercanda. Untungnya mereka paham, dan memilih membiarkan gw lewat.

Quote:"Seperti dugaan gw, Pak Atmo mau bahas soal kelanjutan proyek yang sedang gw kerjakan. Ga ada jalan lain selain jujur. Gw pun menjelaskan semuanya kronologi dari awal sampai akhir. Berat memang membuat orang kecewa, tapi apa mau dikata, emang inilah kenyataannya."

Otak lagi buntu kayak gini, temuin Eka kayak nya cocok deh. Sayangnya, nasib gw kurang baik hari ini. Eka sedang ada kuliah yang ga bisa dia tinggalkan. Katanya sih, mata kuliah utama. Untuk membuang waktu, gw memutuskan untuk mencari warnet. Jangan salah, sekarang gw sudah bukan si gaptek dan cuek teknologi seperti saat SMA dulu.

Quote:emoticon-mail: "Hi ndo, gw putuskan untuk memberikan kesempatan kepada Seno untuk mendekat ke gw. How about you, dear? Awas aja kalau lu bilang gw ini kekanakan karena memilih berdasar persamanaan negara, dan agama."


Jangan Buka, Nyesel Lho


Email yang terus terang membuat gw hanya tersenyum simpul sedikit kecut. Pengirim nya itu lho yang bikin gw gimana gitu. Reni! Gw mencoba melucu untuk balas email yang baru masuk beberapa jam lalu itu. Namun, apakah feel lucunya dapat, gw sendiri kurang yakin.

Quote:emoticon-mail: "Lu dimana? Gw udah bubaran nih." Sms masuk dari Eka.

emoticon-mail : "Bentar, lu tunggu di parkiran B6 aja ya?"

emoticon-mail : "Wong edan, ditanya kok ga jawab sih."

emoticon-mail : "Pertanyaan lu basi. Udah jelas gw di hati lu lho ya."

emoticon-mail : "Kepreeettt ndooo... Londooo..."


Dasar cewe antagonis. Gw kira cuma muka nya doang yang sadis, ternyata sifatnya pun ga kalah sangar. Gw sudah matikan billing warnet, bayar, lalu bergegas menuju tempat parkir yang tadi gw maksud. Terlambat jelas bukan ide bagus. Bisa kena omelan Eka gw.

Quote:"Siang cewe." Goda gw, ketika stop persis di depannya.

"Lamaaa lu ndo." Dia pun buka pintu kiri, lalu naik.

"Lu dari mana ndo? Cek kerjaan ya?" Tanya dia kemudian.

"Yappp. Udah mau selesai sih."

"Lhah, kalau udah selesai, terus nasibnya gimana ndo?"

"Ya ga gimana-gimana. Mungkin stop dulu beberapa saat sambil nunggu peminat dan juga investor."

"Nganggur dong abis ini."

"Ga juga Ka. Gw udah punya usaha baru yang bisa gw kerjain."

"Dasar otak bisnis. Kuliah selesaikan woi."

"Aman lah. Kemana kita?"

"Kosan ndo, gw udah masak tadi pagi, hehe."

"Apa?" Gw menatap heran ke Eka, pengen ngakak tapi gw tahan. Eka masak?

"Sialan lu ndo!!! Meremehkan banget lu! Gini-gini gw bisa masak woiii!!! Hahaha..." Ngakak dia.

"Lihat muka dan kelakuan lu, emang salah ya kalau gw curiga dengan rasa masakan lu? Hehehehe." Ejek gw

"Bodo amat ndo, awas aja kalau lu ga abisin masakan gw!"

"Kenapa emang? Hehehehee."

"Jangan ke kosan gw lagi!"

"Ya elah, sadis amat lu Ka!"

"Bodo amat! Salah sendiri menghina gw!"

"Ga menghina sayang, cuma memastikan." Gw pegang rambutnya.

"Apa lu pegang-pegang."

"Jiah, kekasih gw lagi ngambek."

"Kekasih pala lu ndo."

"Ngoahahahahaaa."

Gw sudah menyiapkan mental dan lidah gw untuk menghadapi situasi terburuk. Nunggu di kamar, sementara Eka sibuk menyiapkan hasil karyanya. Ayam goreng, sup wotel, kol, dan teman-temannya. Oiya, ada juga sambal yang terlihat menggoda dengan warna merah agak sedikit gelap.

Satu suapan masuk, ini ga buruk! Emang sih ga enak-enak banget. Cenderung agak asin di lidah gw. Tapi masih masuk toleransi lah. Sambalnya itu yang gw suka. Manisnya biasa saja, pedasnya juga biasa, tapi gurihnya itu lho. Overall, not bad. Namun ga bisa dibilang istimewa juga.

Quote:"Doyan lu ndo? Hehehe." Tanya Eka, saat gw nambah sayur plus sambalnya.

"Hehehehe. Lu beli di mana?" Ejek gw.

"Sialan lu! Plakkk!" Bahu gw kena tampol.

"Mau penilaian jujur?"

"Iyalah! Gila aja lu bohong."

"Overall, enak! Cuma asinnya kagak nahan mba nyaaa. Lu pengen kimpoi ya?"

"Huahahahahahahaa. Beneran asin berarti ya ndo? Teman gw tadi juga bilang gitu. Itu sayurnya udah tak tambahi air tadi, kalau ayamnya. Pasrah deh."

"Besok lagi, kalau masak kurangi garam ya? Asin ga baik buat darah."

"OK Pak Boss!"

"Dan ini." Gw angkat sambal di depan matanya.

"Juara! Lu kalau buat lagi, pakai takaran ini. Gw bukan pecinta pedas, gw juga ga suka sambal, tapi gw suka sambal lu! Boleh ga boleh, sisanya gw bawa pulang!"

"Hahahahahaaa. Koplak lu ndo!"

"Ga boleh?"

"Boleh-boleh. Semua aja boleh."

"Ogah, asin sayang. Udah pengen yah?" Ulangi lagi pertanyaan pertama tadi.

"Kalau iya, lu mau apa?" Mampus gw. Mana mukanya serius lagi.

"Kapan? Ortu ku otw rumah mu nih?"

"Hihihihi. Salah nantang orang, sabar ndo. Lulus dulu."

Gw kok dikasih tantangan, ya gw makan lah sampai abis. Mood gw agak membaik pasca bertemu dengan Eka. Selain perut kenyang, gw juga dapat belaian kasih sayang. Gw rasa itu adalah instrumen penting untuk balikin semangat gw, setelah kegagalan-kegagalan yang gw alami. Caranya mungkin salah, tapi ya sudahlah.

Sebelum Magrib, gw sudah berada di kosan lagi. Sms-sms dari Lina baru gw balas di sini. Waktu ketemu Eka, hp dalam posisi super silent. Jadi bukan cuma ga berdering, getar pun ga. Anggap saja gw sedang memainkan protokol buaya. Tapi entah mengapa, gw agak ga nyaman akhir-akhir ini. Gw seperti sudah lelah bermain dari hati ke hati.

Quote:"Jika kepala pusing kayak gini, paling enak itu vodka. Untungnya, gw selalu sedia di kamar. Gapapa main single, yang penting happy dan sedikit meringankan beban di kepala ini. Juga sebagai bekal hari esok yang lebih baik."

Pagi yang cerah. Sebelum jam 7, Lina sudah di depan kosan. Dia sepertinya mulai suka dengan kegiatan barunya, barengin gw tiap berangkat kuliah. Memang kampus kita dekat, tapi tetap saja beda. Biasanya sih, gw drop dia, lalu mobilnya gw bawa ke parkiran kampus gw. Kecuali kalau gw ada acara kayak kemarin, dia yang drop gw di jurusan gw.

Quote:"Yanx, kamu dicariin tuh sama Mama..." Ujarnya saat gw sudah siap di balik kemudi mobilnya.

"Hah? Mama ngapain nyari aku Taaa?" Agak heran gw.

"Iya, kangen katanya. Kamu sih jarang maen ke rumah."

"Ya udah, besok malam minggu aku apelin kamu ya?"

"Wuuu. Kalau gitu aku ke gerejanya minggu pagi aja yanx."

"Siappp. Udah sampai, semangat ya Ta." Yap, jarak kosan gw ke kampus, memang dekat.

"Iya. Kamu tuh yanx yang semangat, jangan mikirin gagal terus." Pegang pipi gw.

"Gagal? Apaan tuh gagal? Hehehe."

"Ahahahaa. Bye yanx, nanti beres kuliah langsung ke sini aja ya?"

"Boleh?"

"Boleh lah. Asal kamu ga rusuh aja!"

"Hehehe. Siap cintaaa."

Gw memiliki riwayat yang kurang baik sama anak ekonomi. Biasalah, mereka jual, ya gw borong. Jangankan mereka yang muka-muka alim tapi dibuat sangar, yang beneran sangar macam anak Teknik aja gw gass kok. Kalau gw mau, bisa aja sih gw minta tolong ke anak hukum. Namun itu bukan karakter gw. Masalahnya, anak hukum suka main kotor. Kalau kata orang jawa sih, "nabok nyilih tangan." Itu bukan karakter gw.

Quote:"Tuing." Sebuah notifikasi YM masuk ke HP gw sesaat setelah gw di parkiran.

emoticon-mail : "Gw diajak makan malam sama Seno nih." Reni! Bego ya gw, ada YM di HP, kenapa kemarin gw ke warnet? Anggap aja buang waktu.

emoticon-mail : "Pamer mulu. Coba sini liat gambar nya Seno kayak apa." Balas gw, keluar mobil, pastikan terkuci, lanjut jalan ke kelas.

emoticon-mail : "Jangan ndo, minder lu ntar, soalnya gantengan dia daripada lu. Haha."

emoticon-mail : "Ganteng tapi kecil buat apa?"

emoticon-mail : "Njir. Dari mana lu simpulin dia kecil?"

emoticon-mail : "Karena yang bisa ngalahin joni cuma negro, arab dan bule."

emoticon-mail : "Wkkwkwkwkwk. Ntar gw lihat dulu, kalau lu bener, gw puji."

emoticon-mail : "Puji doang? Ga guna kaleee. Tidur bersama kek biar sangar."

emoticon-mail : "Iya, nunggu gw balik ya?"

emoticon-mail : "Deal."

emoticon-mail : "Bye mantan, jalan dulu yakkk."

emoticon-mail : "Pala lu mantan."

emoticon-mail : "Bodo amatt."


Manasin gw kok pakai pacar baru. Mana bisa boss? Tapi kenapa ada semacam ketidak suka-an ya di hati gw? Ga bisa gw bantah sih, mungkin karena gw memang masih ada hati ke Reni. Ya sudah, mari dihapus dengan ikut kuliah Hukum Acara Pidana di pagi yang panas ini. Panas bukan karena cewe-cewe dan dipamerin Reni ya, tapi emang karena panas beneran oleh matahari.

Sepertinya, gw butuh piknik. Pulang lanjut ketemu Arief bisa menjadi solusi yang baik. Tapi besok gw sudah ada janji untuk ngapelin Cinta. Di sinilah repotnya. Apa nanti sore saja ya gw baliknya. Ada banyak hal yang ingin gw bahas dengan Kampret. Sebaiknya ga gw tunda, kalau gw ingin semua tetap on the track.

Gw mulai percaya, jika Tuhan mulai menyapa dan menunjukkan kuasanya, serta memberitahu gw, bahwa gw ini buka siapa-siapa. Gw ini hanya hamba yang bisa diatur sesukanya. Pertanyaannya, apakah gw bisa memanipulasi keputusan Tuhan agar mau berada di kubu gw? Only time will tell.



Ciaooo
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 304 lainnya memberi reputasi
289
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 400 dari 401
Catatan Yang Terbuka
10-09-2020 17:38
Mbak fara ngontrol adek kesayangan kayaknya, plus kepo soal kepulangan lina
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
11-09-2020 15:39

Godaan Kok Terus...

Astrid. Iya cewe yang baru keluar dari kamar sebelah dan berjalan ke arah gw. Terlihat biasa saja? Mungkin. Tapi bagaimana jika cara berpakaian nya layaknya cewe yang akan tidur? Otak gw kotor kah? Mungkin. Tapi siapa laki-laki yang berpikiran bersih ketika dihadapkan pemandangan seindahini? Gw normal, dan gw ga munafik. Ini menggoda.

Quote:
"Hallo mas Ndo, kok tumben jam segini sudah ada di kosan?" Tanya Astrid.

"Iya mba. Kerjaan lagi bisa diajak santai nih, makanya bisa pulang cepat hehehe." Jawab gw seadanya.

"Oh.. Lha pacarnya mana mas? Dari kemarin ga kelihatan ya? Padahal biasanya kan sering di sini. Hehehehe." Dia memperhatikan keberadaan Reni ternyata.

"Bukan pacar itu mba. Cuma teman yang kebetulan pulang karena ada tugas di sini."

"Oh, teman rasa pacar ya? Hehehe."

"Emang kerja nya di mana mas?" Tanya Astrid kemudian.

"US mba." Jawab gw pendek.

"Waduh. Jauh banget ya mas? Berarti balik ke sininya masih lama dong?"

"Tahun depan paling cepat mba. Hehehe.."

"Wah, kangen dong? Ahahaha." Tertawa dia.

"Pacar bukan kok kangen mba-mba."

"Tapi kan? Ehem hehehehe.."

"Hadeh. Btw, kamu tinggal di sini permanen mba?" Tanya gw membelokkan obrolan.

"Em, sampai aku dapat kerjaan yang gajinya tetap mas. Kalau belum, sementara aku di sini dulu."

"Oh.. Kenapa ga minta kerjaan ke keluarganya Frans aja mba? Mereka kan banyak punya usaha mba." Saran gw.

"Ga semudah itu mas. Aku ga punya keahlian seperti yang mereka butuhkan ya. Mungkin kerjaan yang pas buat aku ya guru olahraga. Apes-apesnya jadi sales mas." Ujarnya lemah.

"Sabar mba. Pasti nanti ada jalan." Sok tua banget nih gw.

"Yap, aku percaya sih mas. Asal kita mau usaha apa saja, pasti semua ada jalannya. Cuma ya gitu kadang jalan perlu dibuat sendiri hehhehe."

"Bentar ya mas."

Obrolan nampak berhenti karena handphone yang ada di sakunya berdering. Gw hanya mengangguk tanda meniyakan. Gw ga punya niat untuk menyimak apa yang Astrid bicarakan dengan orang di ujung sana. Ya bukan urusan gw juga kan? Kalau gw tau, emang ada manfaatnya? Sepertinya ga.

Namun, kecuekan gw nampaknya berubah saat gw liat Astrid mulai ga nyaman nada bicaranya. Berkali-kali dia menolak, berkali-kali juga dia menjelaskan. Yah, dia memang seorang pelatih senam, dia ahli pijat juga. Dan itu cukup menjadi alasan cowo iseng untuk goda dia, dan menawarkan sesuatu yang gila, tentu dengan kompensasi yang lumayan kepadanya.

Quote:
"Sialan nih orang, emangnya aku perek apa!" Sungut Astrid setelah menutup panggilan.

"Kenapa ig mba? Sabar-sabar." Gw pura-pura kaget. Padahal tadi sekilas sudah menyimak apa yang dia bicarakan dengan orang di ujung sana.

"Biasa mas. Suami ga tau diri." Lhah, kok suami? Berarti tadi suaminya?

"Oh maaf mba. Ga ikut-ikut kalau urusan rumah tangga hehehe."

"Bukan suami ku mas. Suami orang. Istrinya kan sering ikut senam sama aku. Biasa aku pijat juga pas capek. Eh, ini dia malah minta pijat juga. Mana ngarah ke yang ga bener lagi." Sungut Astrid.

"Pantesan kamu marah mba. Emang selama ini mba khusus pijat cewe ya?" Tanya gw, dan sepertinya gw salah nanya.

"Em iya sih mas. Sama cowo, kalau aku suka dan tak liat baik. Eh.." Mampus, salah tingkah kan dia? Kan gw pernah dipijat sama dia. Berarti antara dia suka sama gw dan gw baik dong ya? Hehehe.

"Oh gitu mba." OK lah, gw stop aja. Ga perlu gw perpanjang. Urusan gw sam cewe lain sebaiknya emang gw akhiri.

"Kenapa mas? Pasti kamu nanya gitu karena dulu pernah tak pijat ya?" Waduh, malah dibahas.

"Hehehe.. Iya sih mba. Kan aku jadi ga enak. Kalau tau kamu mijat khusus cewe, ya sebaiknya aku ga ikut-ikut lah."

"Waktu itu aku yang menawarkan mas. Lagian kamu baik, Frans kan udah cerita mas siapa kamu." Fyuh, gw masuk kategori baik.

"Mau pijat lagi gitu mas?" Oh shit! Kenapa malah ditawari lagi sih?"

"Hehehe.. Gampang mba. Em.. Aku mandi dulu mba ah. Udah malam, sampai lupa mandi nih." OK, mari kita kabur.

"Hehehehe iya mas. Kalau mau, ketuk aja gapapa mas. Atau sms juga boleh."

"Iya deh mba."

Tawaran yang sebenarnya sangat menggiurkan sih. Apalagi jika melihat kondisi badan gw yang memang lagi ga enak. Tapi, apa iya ga akan timbul "masalah" baru? Untuk membuang kegilaan yang mulai meraja Di otak gw yang somplak, gw memilih untuk mandi. Semoga guyuran air dingin di kepala gw cukup untuk membuat gw stop memikirkan hal yang ga-ga dengan Astrid.

Terbukti malam itu gw ga mengambil tawaran dari Astrid. Gw memilih untuk menyibukkan diri dengan kerjaan. Menyusun plan jika pada akhirnya gw ambil mobil. Gw putuskan untuk ga ambil mobil low class. Sekalian yang menengah saja lah. Kalau yang high/tinggi kayaknya terlalu jauh dari kemampuan finansial gw hari ini. Ya intinya, mobil itu harus nyaman dan enak lah buat Lina dan anak gw. Plus ga pasaran. Gw kan anti mainstream.

Quote:
"Pagi.. Seperti biasa, aktivitas pagi ini gw awali dengan olahraga untuk menhaga kondisi. Ga lupa, gw sarapan dengan menu asli Indonesia. Warung Tegal, emang sih banyak minyaknya. Tapi gapapalah, mau makan yang organik dan higienis duitnya masih belum ada. Selesai aktivitas pagi, kampus jadi tujuan gw. Dan seperti yang sudah-sudah, ga ada yang menarik di sini."

Dari kampus, gw arahkan ijo ke kontrakan mba Fara. Rada gambling sih, karena kalau dia dinas pagi, jelas gw hanya akan menyapa kamar kosong. Gapapa lah, bukankah hidup sebenarnya penuh dengan perjudian? Saat kita mengambil keputusan, kadang kita akan dihadapkan dengan menang dan kalah. Sama dengan judi kan? Untungnya saat gw sampai sana ada mobil operasional yang biasa dia bawa. Artinya 90% dia ada di kontrakan. Bisa aja kan, dia ngampus ga bawa mobil nya? Karena mogok lah, atau lagi malas bawa.

Quote:
"Tok.. Tok.. Hallo mba." Sapa gw setelah masuk ke kontrakan nya dan langsung ke kamarnya.

"Bentar mas." Jawab dia dari dalam kamarnya.

"Ke sini naik apa mas?" Tanya dia setelah buka pintu kamarnya. Dia belum tau kalau ijo sudah gw ambil.

"Motor lah. Hehehe.."

"Motornya siapa yang kamu bawa mas?" Tanya dia kemudian.

"Ijo yang ganteng dong. Kan udah tak ambil hehehe."

"Alhamdulillah. Udah punya uang kamu mas? Masuk deh. Ngobrol dalam saja." Gw pun masuk ke kamarnya.

"Udah dong. Ini malah mau ambil mobil, hehehe." Kasih kabar gembira lah buat Kaka tertua.

"Gaya mas. Udah laku ya proyek mu? Emang dalam rangka apa kamu mau beli mobil?" Tanya dia.

"Lina mau balik Semarang mba. Aku udah janji kalau dia balik Semarang, aku akan jemput dia pakai mobil. Ga pakai ijo yang katanya ga jelas itu." Jelas gw.

"Huahahahahaha.. Bener cinta mu mas, emang motor mu ga jelas kan?" Sial. Puas dia tertawakan gw.

"Enak aja. Motor keren gitu hlo ya."

"Kamu kalau butuh mobil, mending pakai mobil ku wae mas. Duit mu kan bisa kamu pakai untuk yang lain." Kaka gw emang baik.

"Ga bisa lah mba. Masak iya selamanya akan pakai mobil mu?"

"Serius kamu mas? Lina akan di sini selamanya? Akan jadi istri mu? Kalau gitu kamu minta mobil Papa aja. Pasti dikasih." Udah kayak kereta ngomongnya.

"Doakan aja. Dia telpon kemarin sih bilang mau balik dan aku harus jemput. Kalau bukan untuk menikah untuk apa jal? Lagian kalau babe nya masih marah, masak iya Lina bilang suruh jemput?" Jelas gw.

"Iya juga ya mas. Udah kamu ngomong Papa aja. Tak omongke kalau kamu ga berani. Pasti boleh." Iyalah. Dia kan anak cewe kesayangan, mau apa aja juga dikasih sama Papa.

"Oh ga bisa mba. Ini kebutuhan ku, ya aku harus penuhi sendiri mba. Lagian udah cukup aku merepotkan Papa. Aku ga mau merepotkan beliau lagi."

"Ga pernah berubah ig. Kamu emang songkak mas. Terus, kamu mau beli mobil apa? Baru atau bekas? Duitnya?"

"Baru sih. Kalau jenisnya apa, masih aku pikirkan. Kalau soal uangnya, mungkin aku akan ambil skema kredit aja mba. Duit ku cuma cukup buat DP." Jelas gw.

"Terserah kamu lah mas. Lina balik aja kamu harus nya banyak bersyukur."

"Dan wujud rasa syukur ku adalah bettanggung jawab dengan semua kebutuhan dia mba. Plus ga merepotkan orang tua."

"Heh! Orang tua kalau mampu, itu namanya bukan merepotkan kali mas." Pola pikir yang mainstream alias umum.

"No mba. Pokoknya aku mau beli sendiri. OK?"

"Karep mu mas. Jangan lupa kalau cinta mu balik aku kabari ya? Pengen ketemu sama dia dan ponakan ku yang unyu. Hihihihihi."

"Siap boss."

Gw sengaja kasih tau mba Fara soal motor agar dia ga kepikiran gimana transportasi gw selama motor gw gadai. Kalau dia udah tau kan enak. Dia ga kepiran soal gw. Kemarin-kemarin waktu ijo gw gadai, ga keitung berapa kali dia menawarkan mobilnya untuk gw bawa dulu. Bahkan yang paling ekstrem, dia malah akan belikan gw motor untuk jalan. Tawaran yang jelas gw tolak mentah-mentah. Gw laki ya, dan gw akan bertanggung jawab penuh atas semua yang sudah gw lakukan.

Beres dari kosan mba Fara, gw pun otw ke kantor. Ga ada agenda yang terlalu penting memang, tapi tetap gw harus ke sana. Lagian, mana tega gw biarkan Eka sendirian di kantor. Kalau ada mas-mas iseng yang menggoda dia gimana? Ah, meskipun dia bukan siapa-siapa gw, tetap saja gw ga akan rela kalau dia jatuh ke tangan cowo yang ga jelas. Lagian, siapa tau kan dia mau dimadu #eh

Quote:
"Siang Ka." Sapa gw waktu sampai di kantor.

"Siang Ndo. Dari lokasi ya?" Tanya dia.

"Ga Ka. Dari kampus dan kontrakan mba Fara. Biasa, kasih tau kalau motor udah gw ambil." Jelas gw.

"Bagus lah Ndo. Biar Kaka lu ga khawatir kan? Pasti kemarin-kemarin mikirin lu tuh."

"Ngapain juga mikirin gw Ka? Wong gw yang jalanin saja biasa dan santai saja kok."

"Kan menurut lu? Gimana menurut orang lain? Yang menyayangi lu misalnya?" Umpan lambung ini sih.

"Termasuk lu ya yang sayang gw? Kan dari kemarin lu khawatir sama gw. Hehehe.." Tembak sekalian. Pipo Inzaghi kok.

"Wuuu. Menurut lu gimana Ndo?" Nah, gw yang bingung kan? Kena serangan balik cepat ala Muenchen.

"Ya ga tau Ka. Kan yang punya perasaan lu. Dan gw juga bukan orang yang ahli membaca perasaan orang hehehehe." Bertahan mblo.

"Dasar kamu Ndo. Masih tertarik buat liat theater ga Ndo?" Lagi, tawaran yang menarik.

"Kalau sutradaranya lu, gw tertarik." Gasss.

"Oh, kalau bukan gw. Tapi gw ajak lu nonton, mau ga?"

"Boleh. Kapan Ka?" Tanya gw.

"Besok malam Ndo. Habis Isya datang ke kosan kalau lu emang tertarik." Jelas Eka.

"Boleh deh. Besok gw samperin lu ya?"

"OK Ndo."

Tawaran yang indah? Sepertinya iya. Tapi niat buat ga "main cewe" seperrinya harus gw evaluasi lagi. Fakta nya gw malah menerima tawaran dari Eka. Yah, susah juga sih menolak tawaran dari cewe cantik kayak Eka. Semoga besok agendanya hanya nonton pertunjukan theater deh. Lumayan untuk melepaskan kepenatan yang gw rasakan belakangan ini. Menonton seni kan bisa membuat otak lebih segar, plus bisa mendapat prespektif dan ide baru.

Hari ini gw pulang kantor normal, jam 4 sore. Tapi gw ga langsung pulang ke kosan. Gw menuju ke tempat di mana orang-orang bawah berkumpul. Sapa tau kan gw dapat informasi valid soal waktu pasti om Lee akan samperin gw. Di sana gw lagi-lagi ketemu dengan Mr. X dan anak buahnya. Respon mereka? Biasa saja, tapi ga menyapa gw. Mungkin mereka masih jengkel sama gw, karena berani menolak apa yang mereka tawarkan. Bodo amat, toh hidup gw ga tergantung sama mereka kan?

Quote:
"Sore menjelang petang ini, teman nya om Lee ga ada di sana. Bukan masalah, meski gw agak kecewa juga. Artinya ga ads info baru. Gw hanya bisa enjoy menikmati beer dan ngobrol santai dengan orang-orang yang ada di sekitar gw. Tenang, mereka orangnya enak kok. Ga semua yang disini adalah raja tega. Yang artinya, akan melakukan apapun untuk keuntungan pribadinya.

Gw banyak bertanya soal jenis mobil yang paling worth it untuk gw beli. Dari situ pandangan gw jadi agak luas. Harap maklum, gw bukan penggemar mobil dan bukan juga tipe orang yang hobi membaca spek mobil. Jadi pengetahuan gw soal dunia empat roda sangat-sangat terbatas. Gw tentu ga mau beli sesuatu yang masuk dalam kategori produk gagal. Makanya itu, gw mencari info sebanyak-banyaknya soal produk yang akan gw beli.

Sebelum jam 9 malam, gw sudah balik ke kosan. Jika udah begini, hanya sepi yang menjadi teman setia gw. Untuk membuang sepi, BBM-an atau telponan dengan Lina adalah solusi. Ga cukup memang, tapi lumayan mengobati untuk jiwa yang sedang merindu. Apakah gw ga punya teman? Banyak. Tapi hari ini, gw hanya ingin fokus pada satu tujuan. Memenuhi semua janji dan memastikan Lina akan ada di pelukan gw untuk ga akan berpisah lagi.

Quote:
"Tok.. Tok.." Terdengar pintu kamar kosan diketuk dari luar. Lirik jam, sudah hampir tengah malam. Siapa orang sinting yang bertamu malam-malam kayak gini?

"Eh boss." Yang datang adalah "teman" gw. Orang-orang aneh yang siap mati demi Indonesia.

"Apa kabar Ndo? Sehat?" Pertanyaan yang harusnya dia tau jawaban nya. Kan mereka ada di mana-mana.

"Sehat banget boss. Dari mana?" Tanya gw.

"Biasa lah Ndo. Orang kayak gw kan bisa dari mana saja hehehe." Jawaban macam apa ini?

"Sialan. Ada yang penting gitu? Sampai lu melegakan waktu untuk ketemu dan bertamu di kosan gw?" Tanya gw.

"Ada Ndo. Banyak info beredar di bawah sana soal lahan yang katanya lu hibahkan ke sebuah perusahaan yang peduli lingkungan. Lu dianggap gila dan berbahaya." Ujarnya.

"Berbahaya?" Gw bingung dengan kata berbahaya.

"Iya. Lu terlalu cinta sama negara ini Ndo. Dan ini sangat berbahaya bagi mereka yang otaknya hanya keuntungan sebanyak-banyaknya untuk perut mereka sendiri." Mantab dia menjawab.

"Terus, dampaknya buat gw apa?"

"Lu polos beneran atau pura-pura polos Ndo?" Kali ini dia nampak tersenyum sinis.

"Setan! Gw beneran ga paham ya." Maki gw keras.

"Hehehehe.. Lu ga akan punya peluang untuk kerjasama bareng mereka. Ga semua, tapi sebagian besar. Bahkan ada peluang, bisnis lu akan mereka saingi dengan brutal." Ujarnya.

"Bagus lah. Gw emang ga punya plan untuk kerjasama kok dengan mereka. Yang kedua kalau mereka mau saingi usaha gw, juga bagus. Berarti gw akan terus mikir dan inivasi agar tetap bertahan."

"Asal bersaing dengan bersih, gw ga masalah. Tapi jika mereka sudah main kotor, tentu gw juga punya cara yang jauh lebih kotor untuk sikat mereka." Pungkas gw.

"Hahahaha.. Rasanya emang ga perlu memberikan peringatan Ndo. Lu udah tau mesti gimana."

"Jangan gitu boss, gw tetap berterima kasih atas info yang lu sampaikan ini. Paling ga, gw bisa hati-hati dan waspada dengan lingkungan sekitar usaha gw."

"OK lah. Kalau gitu gw cabut Ndo." Pamit dia.

"Wait. Ga ngopi dulu nih?" Tawar gw.

"Ga usah Ndo."

Dia pergi tanpa aba-aba seperti biasanya. Namanya juga tugas kan? Jelas gw ga punya alasan menahan dia lebih lama. Orang-orang seperti mereka ini yang seharusnya lebih mendapatkan perhatian dari negara. Yah, dari pada duit gaji habis untuk menggaji para gali di Senayan yang gw rasa ga jelas apa fungsinya? Kan lebih elok untuk meningkatkan kesejahteraan nya mereka.

Pagi.. Gw baru saja selesaikan sesi olahraga pagi saat Cathrine merapat. Entah dalam rangka apa, pagi-pagi dia ke sini. Biasanya dia akan membawa info penting. Yang agak bikin keki adalah cara berpakaiannya yang sembarangan dan sepertinya dia belum mandi. Aneh? Iya lah, masak iya mau ke kosan gw cuma numpang mandi?

Quote:
"Pagi Ndo, gw numpang mandi di tempat lu ya?" Tanpa basa-basi dan tanpa dosa dia berucap.

"Ya udah mandi sana. Emang air di rumah lu mati ya?" Tanya gw.

"Bukan mati Ndo, gw kan ga pulang ke rumah dari kemarin huahahahaha."

"Btw, ga niat gabung Ndo?" Pertanyaan macam apa ini.

Kalau ini jelas bukan ajakan abal. Karena dari mata saja gw bisa membaca kalau Cathrine serius ngajakin gw untuk menggila pagi ini. Pertanyaan nya adalah, apakah gw punya cukup iman untuk menahan godaan ini? Only time will tell.



Ciaooo...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
echamanis22 dan 49 lainnya memberi reputasi
50 0
50
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Catatan Yang Terbuka
11-09-2020 16:07
Ternyata dari dulu lu emang ga mau nyusahin orang ya mas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
17062018 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Catatan Yang Terbuka
11-09-2020 16:22
mantap bang do update ..... ditunggu kelanjutan.....
profile-picture
profile-picture
17062018 dan tangguyooh memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
11-09-2020 16:28
Wah keket dipagi hari, godaan besar atau ujian akhir ? Haha
profile-picture
profile-picture
profile-picture
17062018 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Catatan Yang Terbuka
11-09-2020 18:14
suwun update'e, mas ndo
profile-picture
tangguyooh memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
11-09-2020 22:55
Yes dpt update an lagi...
Wes lah aku padamu lah mas pokok e 😊
profile-picture
tangguyooh memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
12-09-2020 01:53
Alhamdulillah gan londo aktif updet
Suwun gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
missdepok. dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Catatan Yang Terbuka
12-09-2020 01:59
Udah mulai lancar nih updatenya, piye om kabare?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
missdepok. dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Catatan Yang Terbuka
12-09-2020 06:06
Makasih bang londo meskipun sibuk ngurusin bisnisnya gara covid, masih sempet update suwun emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
missdepok. dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Catatan Yang Terbuka
12-09-2020 10:53
Mantap lanjutannya ndo... Ternyata usaha mandiri ga sesimple keliatannya.. banyak bersinggungan dengan yg lain.. terutama orang2 'rakus'..

Suwun2...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
missdepok. dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
Catatan Yang Terbuka
12-09-2020 11:05
mbak fara emang pengertian banget sama om londo, enak yah om punya temen dari banyak kalangan gitu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
missdepok. dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Catatan Yang Terbuka
12-09-2020 13:45
Akhirnya ada update juga... mantap memang kost an om londo banyak godaan emoticon-Wakaka

Jaga kesehatan ya om..emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
missdepok. dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Catatan Yang Terbuka
12-09-2020 20:21
Ini indeksnya manasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
missdepok. dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Catatan Yang Terbuka
13-09-2020 14:32
Bookmarks dulu gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
missdepok. dan 9 lainnya memberi reputasi
2 8
-6
Catatan Yang Terbuka
13-09-2020 16:12
Jejakk aja gw
profile-picture
profile-picture
profile-picture
missdepok. dan 12 lainnya memberi reputasi
2 11
-9
Catatan Yang Terbuka
14-09-2020 02:20
mantapppppp, lanjutkann 😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
missdepok. dan 10 lainnya memberi reputasi
2 9
-7
Catatan Yang Terbuka
14-09-2020 14:46
Jejak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
missdepok. dan 10 lainnya memberi reputasi
1 10
-9
Catatan Yang Terbuka
14-09-2020 21:44
Ini yang gua tunggu", semangat bang ndo
Diubah oleh eldini
profile-picture
missdepok. memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
15-09-2020 03:06
To be continued
Mohon bersabar gan nunggu update
profile-picture
profile-picture
profile-picture
missdepok. dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Halaman 400 dari 401
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
ada-apa-dengan-kamarku
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
sosok-penampakan-di-kamar-ibu
Stories from the Heart
setan-juga-sarjana
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia