Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
4809
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de0d5ec337f9364df2d12f0/pencarian-belum-usai-true-story---season-3
Setelah menyelesaikan hubungannya dengan Keket, Ija berhasil mendapatkan pengganti yang sepadan dengan Keket, yaitu Dee. Hubungan keduanya sangat langgeng dan lancar serta minim polemik. Tentunya banyak bumbu yang hadir seperti kehadiran orang ketiga yang tidak diketahui Dee dan Ija sendiri, perbedaan pendapat mengenai rencana pernikahan, domisili pekerjaan, pengekangan aturan berpacaran yang tida
Lapor Hansip
29-11-2019 15:25

Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Selamat Datang di Thread Gue 
(私のスレッドへようこそ)


Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3


TERIMA KASIH BANYAK ATAS ATENSI DAN APRESIASI YANG TELAH GANSIS READERBERIKAN DI DUA TRIT GUE SEBELUMNYA. SEMOGA DI TRIT SELANJUTNYA INI, GUE DAPAT MENUNJUKKAN PERFORMA TERBAIK GUE DALAM PENULISAN DAN PACKAGING CERITA AGAR SEMUA READER YANG BERKUNJUNG DISINI SELALU HAPPY DAN TERHIBUR



Last Season, on Muara Sebuah Pencarian - Season 2 :
Quote:Setelah menyelesaikan hubungannya dengan Keket, Ija berhasil mendapatkan pengganti yang sepadan dengan Keket, yaitu Dee. Hubungan keduanya sangat langgeng dan lancar serta minim polemik. Tentunya banyak bumbu yang hadir seperti kehadiran orang ketiga yang tidak diketahui Dee dan Ija sendiri, perbedaan pendapat mengenai rencana pernikahan, domisili pekerjaan, pengekangan aturan berpacaran yang tidak disukai Ija, serta hubungan yang lambat laun semakin membosankan dan tidak jelas arahnya.

Pada puncaknya, hubungan ini kalah oleh ego masing-masing, baik itu Ija dengan keinginannya untuk menetap di ibukota, bekerja sampai menikah dan membina rumah tangga disana, sementara Dee yang ingin kembali kekampung halamannya dan menetap disana, jauh dari hiruk pikuk kehidupan metropolitan yang membuatnya tidak nyaman. Hubungan yang telah terjalin lama akhirnya harus kandas ditengah jalan. Untungnya hubungan keduanya tetap baik sehingga tidak meninggalkan kekecewaan mendalam seperti yang dulu Ija alami saat bersama Keket.




INFORMASI TERKAIT UPDATE TRIT ATAU KEMUNGKINAN KARYA LAINNYA BISA JUGA DI CEK DI IG: @yanagi92055 SEBAGAI ALTERNATIF JIKA NOTIF KASKUS BERMASALAH


INDEX SEASON 3


LINK BARU PERATURAN & MULUSTRASI SEASON 3



Quote:Original Posted By yanagi92055
D I S C L A I M E R


1. Melalui tulisan ini, gue Firzy Andreanoatau dikenal sebagai Ija, menyatakan bahwa gue HANYA membuat tulisan atau cerita di subforum SFTH KASKUS

2. Gue TIDAK melakukan repost, re-upload atau re-share tulisan ini di forum, blog, atau akun media sosial manapun selain di FORUM KASKUS.

3. Gue TIDAK PERNAH MEMBERIKAN IZIN KEPADA SIAPAPUN untuk melakukan repost, re-upload atau re-share tulisan ini di forum, blog, atau akun media sosial manapun.

4. Gue HANYA MEMPERBOLEHKAN untuk share INFORMASI bahwa tulisan ini sudah ada update terbaru dengan menyertakan DIRECT LINK ke update-an terbaru atau ke trit tulisan-tulisan gue, dan bukannya repost, re-upload atau re-share tulisan ini di forum, blog, atau akun media sosial manapun.

5. Gue sudah membuatkan INDEX di pejwan untuk membantu reader tulisan ini terkait dengan update terbaru dari tulisan ini, sehingga tidak ada lagi alasan untuk meminta pihak lain selain gue untuk repost, re-upload atau re-share tulisan ini di forum, blog, atau akun media sosial manapun.

6. Mohon bantuan para reader disini jika berkenan ketika mendapati tulisan gue, ataupun screenshoot dan bentuk lainnya ada diforum, blog, atau akun media sosial manapun selain KASKUS agar bisa PM atau report ke gue, terkait dengan urusan Karya Cipta.

7. Jika ternyata masih ditemukan hal-hal seperti yang sudah disebutkan pada poin-poin diatas, mohon maaf, gue akan MENGHAPUS keseluruhan tulisan yang pernah gue post disini.


MARI BELAJAR MENGHARGAI HASIL KARYA CIPTA ORANG LAIN DENGAN MEMBACA DARI SUMBER ASLINYA DAN MEMINTA IZIN TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENGANGKAT TULISAN / KARYA ORANG LAIN UNTUK KEPENTINGAN DAN KEUNTUNGAN PRIBADI


Quote:PENJELASAN TERKAIT DISCLAIMER

Quote:UPDATE KASUS DISCLAIMER
Polling

Poll ini sudah ditutup - 83 Suara

Perlukah Seri ini dilanjutkan? 
98.8%
Perlu
1.2%
Tidak Perlu
Diubah oleh yanagi92055
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hellkat08 dan 132 lainnya memberi reputasi
125
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 116 dari 121
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
06-08-2020 09:37
Wah wah
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
06-08-2020 10:05
Kebiasaan ye bang ija, ngomong nya terlalu bar2 maunya ngeliat org polosan wkwkwk
Hadeh...
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
06-08-2020 10:29
Ara sang pelipur lara, harusnya judulnya kayak gitu bang haha

Btw, kok ga nostalgia yg "nganu2" sih bang sama mbak ara? Hahaha
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
06-08-2020 12:28
whoaaa hatinya langsung sembuh sama Ara, sis Emi kasion noh bang belom move on 😁
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
06-08-2020 12:30
Apa setelah ini bang ija sama ara bakal pacaran...wkwkwk
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
06-08-2020 14:23
Wah ada yang CLBK nih Cinta Lama Blom Kelar😁😁😁
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 19 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 19 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
06-08-2020 14:31
Bg pirji mau nanya nih, trkhir ktemu mba zalina kapan? Kok gw kangen yak haha
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
06-08-2020 15:24
CLBK atau ada yg baru nih bang ija.. wkwkwk
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
07-08-2020 11:02
Tresno jalaran soko kulino emoticon-Big Grin
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
09-08-2020 17:12
Asli.. kisah yang luar biasa. Gw sampe maraton dari season 1... ijin nongkrong di lapak sini gan..
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
10-08-2020 06:44
cooling down/dawn sek ngombe gilus emoticon-coffee
Diubah oleh kkaze22
profile-picture
profile-picture
yanagi92055 dan nyahprenjak memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
10-08-2020 07:04
pas susah masih aja inget polosan ... joss lanjut Ja....
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
10-08-2020 07:57
Jaaaa yg cepet dong update nya, asli gue greget nih sama cerita hidup lu yg penuh lika-liku dan warna haha
Sangat emosional pas bagian pisah sama Emi dan terobati oleh Ara, gue sampe bela-belain maraton dari Season 1 ke Season 3 tanpa jeda, hp low pun paksain sambil cas walaupun sesekali kadang on di PC karena saking penasaran dan greget smaa cerita nya.
4 jempol buat cerita ini, selain cerita ini jg gw demen cerita si Martin yg pemburu selangkangan jg wakakak ( maafin gue ya tin emoticon-Stick Out Tongueeace )
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adityasatriaji dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
14-08-2020 09:01
Belum ada update emoticon-Frown
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
14-08-2020 14:03

Nostalgia_Part 1

Jam kini sudah berganti hari. Hari sudah berganti minggu. Hingga akhirnya sudah lebih dari satu bulan gue menjalani hidup tanpa Emi. Entah bagaimana kabar Emi saat ini tanpa gue. Apa dia baik-baik saja? Apa dia malah sudah kembali menjalani hubungan dengan laki-laki lain? Atau mungkin dia sudah kembali berhubungan dengan Fazli? Gue berusaha untuk tidak ambil pusing tentang kabar Emi, karena gue khawatir kalau gue masih terus memikirkan dia, gue jadi hilang kendali lagi.

Gue nggak mau menyakiti Emi lagi, makanya gue pun nggak berusaha untuk mengejar dia kembali. Gue nggak mau melihat air matanya kembali mengalir karena gue. Walaupun jauh di dalam hati gue, gue masih ingin terus dekat dan berteman sama Emi. Gue nggak mau hubungan gue dengan Emi berakhir seperti hubungan gue dengan mantan-mantan gue yang lain, putus silaturahmi. Gue sangat ingin kembali berteman dengannya.

Di sisi lain, selain gue berusaha untuk menjauh dari Emi karena tidak ingin menyakiti dia, gue juga nggak mau menyakiti cewek lain yang kini tengah menemani hari-hari gue, Ara. Gue nggak mau, Ara ikut mundur dan menjauh dari hidup gue hanya karena tau kalau gue masih berharap untuk dekat dengan Emi. Terkadang gue pun bingung, sebenarnya kemana hati ini berharap.

Ara ini orangnya lembut dan penyabar. Berbeda dengan Emi yang lebih tegas. Tetapi untuk urusan kesabaran, nggak ada yang lebih unlimited sabarnya daripada Emi sih. Ketegasan dan kesantaian seorang Emi membentuk karakter gue yang sekarang lebih ekspresif, terbuka, dan tegas. Ara mungkin akan sulit menerima karakter gue yang sekarang. Dia taunya karakter Ija yang lembut walaupun tetap tegas.

Ada kekhawatiran di dalam diri gue kalau misalnya Ara melihat gue yang mendadak mengeluarkan kata-kata mutiara ala Emi, gue takut Ara kaget dan berubah menjadi menjauhi gue. Jadi, untuk saat ini, gue mau mencoba untuk menjadi sosok Ija yang dia kenal selama ini. Ya, gue berubah kembali menjadi Ija yang membuat Ara nyaman. Kenapa? Karena gue berpikir, mungkin gue seharusnya menjadi seperti itu. Nggak seperti yang sekarang ini. Mungkin gue memang seharusnya kembali menjadi sosok yang keluarga gue mau dan seperti yang Ara kenal, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Tapi gue nggak bilang kalau Emi itu bad influence di hidup gue ya. Gue juga nggak bilang kalau gue harus menjadi pribadi yang berbeda hanya untuk membahagiakan seorang cewek. Gue cuma sedang merasa nggak ingin sendiri.

Nggak kok, gue juga nggak bilang kalau gue udah punya hubungan khusus dengan Ara. Gue hanya kembali dekat dengan Ara, sangat dekat kembali, ya bisa dibilang hubungan kami seperti ketika kami sekolah dulu. Gue bisa setiap hari bersama dia mulai dari berangkat ke kantor hingga pulang kantor. Kami terus chat, teleponan, bahkan makan bersama hampir setiap hari.

Kadang, gue pun kembali mengajak Ara ke sekolah kami dulu yang lokasinya nggak jauh dari rumah kami, sekedar untuk napak tilas. Ya rasanya…nyaman aja. Bersama Ara selalu menyenangkan dan tenang. Dia sukses bisa membuat gue sedikit mengesampingkan kegundahan dan murka yang ada di hati gue. Tetapi memang, nggak sepenuhnya gue bisa melupakan setiap momen bersama Emi begitu saja.

Walaupun segitu menyenangkannya bisa kembali bersama Ara, nggak jarang ya ada sedikit konflik di antara kami. Kadang Ara ngerasa kesal dan bete ketika gue tanpa sengaja memanggil dia Emi atau gue katanya memperlakukan dia bukan kayak gue mengenal dia. Mungkin dia aja yang nggak sadar kalau dia sendiri yang memang sudah berubah pasca menikah dengan suaminya, bukan semuanya karena salah gue. Kenapa gue bisa yakin begitu? Ya karena gue hafal betul apa saja kebiasaan dan kebutuhan Ara selama ini. Nggak mungkin banget gue lupa. Iya bukan?

Ada kelebihan Ara yang nggak ada di Emi, tetapi itu pun bukan kekurangan Emi sih buat gue. Apa itu? Concern gue terhadap ekstrakurikuler Paskibra dan kegiatan di organisasi seperti OSIS saat di sekolah. Emi mendukung gue kok, cuma ya dia hanya sebagai pendengar yang baik saja karena dia nggak banyak ngerti urusan keduanya. Berbeda dengan gue dan Ara yang aktif di dalamnya ketika kami sekolah dulu. Dan saat kami kembali dekat seperti saat ini dan kemudian kami kembali napak tilas, Ara dan gue memiliki pemikiran yang sama terhadap kedua topik tersebut.

Kadang yang membuat gue kurang nyaman adalah momen ketika Emi masih suka komen ke gue saat gue mulai mengajak dia kembali ke sekolah gue untuk memantau perkembangan adik-adik kelas gue di sekolah. Emi akan bilang “Kenapa sih harus kamu terus yang ke sekolah untuk ngurusin Paskib adik-adik yang masih di sekolah? Emang kakak kelas mereka kemana? Emang alumni-alumni di bawah kamu pada kemana? Nggak dirangkul sekalian? Kenapa harus kamu terus yang ribet? Kenapa harus kamu terus yang ngajarin mereka?” Dan gue selalu menjawab “Ya karena mereka nggak peduli. Kalau bukan aku yang peduli dan bergerak membantu mereka? Terus siapa lagi?” Efeknya, terkadang gue kembali ke sekolah tanpa memberi tahu Emi.

Tapi dengan Ara, nggak begitu. Saat gue memiliki concern yang sama terhadap ekskul Paskib, dia ikut ambil andil juga di dalamnya. Tektok kami diskusi tentang pembahasan Paskibra dan OSIS pun lebih lancar dan saling memahami satu sama lain. Gue jadi merasa lebih di-support oleh Ara dibandingkan saat gue sama Emi. Ara seakan lebih paham dan mengerti gue. Ya, namanya juga gue lebih lama mengenal Ara daripada Emi. Haha.

Banyak banget bahasan gue dan Ara tentang bagaimana perkembangan keadaan di sekolah kami dulu. Ya dengan Ara memang ga melulu hanya membahas ekskul Paskib dan OSIS, tetapi bisa melebar ke segala bidang apalagi untuk urusan sekolah. Maklum, kami pernah satu sekolah kan dulu.

Ketika gue sedang menemani Ara yang remote working di rumahnya, mendadak Ara punya ide menarik yang udah cukup lama nggak gue lakuin…

“Ke sekolah lagi yuk hari ini? Kita dateng ke latihan Paskib. Mumpung hari Jumat.” Ajak Ara.

Bener kan? Emi nggak akan mungkin ngajak gue kayak begini. “Ayo aja, Ra. Tapi aku udah nggak kenal siapapun loh di sekolah. Kita itu udah jauh banget angkatannya sama anak-anak yang ada sekarang. Terus selepas angkatannya Nurul lulus, aku udah nggak aktif lagi. Aku juga udah nggak banyak kontak dengan junior-junior di sekolah. Paling aku dateng sesekali ke sekolah.” Jawab gue. Gue nggak mungkin bilang sama Ara kalau gue jarang ke sekolah karena dilarang sama Emi.

“Ya nggak apa-apa, itung-itung kan nostalgia. Kemaren-kemaren ke sekolah kan nggak ketemu sama siapa-siapa, nah sekarang bisa ngeliat mereka dilatih.”

“Iya sih. Dari kemaren ke sekolah cuman muter-muter ngeliatin kelasnya doang, nggak ketemu siapa-siapa. Udah mana parkirnya susah, karena parkiran yang nggak ada perkembangannya sekarang malah isinya full mobil. Bisa ya sekarang anak-anak sekolah yang masuk ke sekolah kita isinya anak yang bermobil semua?”

“Anak sekolahnya yang bermobil apa guru-gurunya, Ja?”

“Hahaha. Iya juga ya. Pantesan beberapa tahun belakangan sekolah kita masuk berita mulu ya… Tapi isinya bukan prestasi, malah dugaan korupsi karena mempermudah ‘jalur masuk anak-anak’ yang seharusnya nggak keterima di sekolah kita.”

“Ya begitulah… Tapi kan walaupun begitu. Kenangan-kenangan masa lalu kita nggak akan pernah ilang. Iya kan, Ja?” Mendadak Ara merangkul manja ke gue.

“Hehehe. Iya sih bener. Apalagi dulu banyak banget tuh yang suka sama aku. Terus aku minta tolong deh sama kamu buat ngehalau mereka. Hahaha.”

“Nyusahin aku terus emang kamu ini! Tapi akunya nggak pernah dikasih imbalan. Sukarelaaaa terus.” Ara cemberut sambil ngelirik gue. Bener-bener menggemaskan.

“Dih katanya sahabat. Tapi kok pamrih hayooo?”

“Biarin aja weeeeeeek….” Lagi-lagi dia menunjukkan mimik muka lolinya. Aduh ini anak bener-bener. nggak nyangka dia ini statusnya janda saat ini.

--

Jaman gue dan Ara masih duduk di bangku sekolah dulu, ekskul Paskibra dijadwalkan di hari Sabtu setelah pulang sekolah. Kami berkumpul di lapangan sekitar pukul 14.00 hingga 17.00. Berbeda dengan saat ini, ekskul Paskibra kami ini malah dijadwalkan di hari Jum’at walaupun masih di waktu yang sama. Padahal hari Sabtu adalah hari khusus ekstrakurikuler, tetapi Guru Pembina dan Pelatih memutuskan untuk mengganti harinya di hari Jum’at.

Hal ini yang membuat gue kadang nggak bisa dateng atau malah membuat gue harus sengaja meluangkan waktu kerja gue untuk ke sekolah. Dan ini juga yang kurang disukai oleh Emi. Kalau sesekali, harusnya nggak apa-apa bukan? Mungkin Emi saja yang pada dasarnya kurang suka oleh ekskul. Tipikal anak pinter mungkin. Padahal saat di SMA, dia ambil ekskul Teater dan Futsal Cewek loh. Entahlah. Dia memang sensi aja.

Kalau gue pikir kembali, penggantian ekskul kami ke hari Jum’at, mungkin untuk mengatasi kelakukan junior-junior sekarang yang sedikit rebel. Kalau masih tetep hari Sabtu, mereka akan izin ke orang tua mereka kalau mereka berangkat ke ekskul Paskibra, padahal mereka sama sekali nggak datang ke sekolah. Atau mereka benar memang berangkat ke sekolah, tetapi saat pulang sore, mereka nggak langsung pulang ke rumah. Mereka main dulu dengan teman-temannya hingga malam hari. Tetapi mereka bilang ke orang tua mereka kalau mereka latihan Paskibra hingga malam hari.

Gue sempat mendengar update dari junior di tahun sebelumnya kalau ada orang tua yang protes ke pihak sekolah kalau semenjak anaknya ikut Paskibra, anaknya jadi selalu pulang malam hari. Padahal, latihan kami nggak pernah sampai malam. Sebelum Adzan Magrib pun, kami sudah bubar jalan. Nggak ada kegiatan apapun lagi di sekolah. Efeknya? Guru Pembina dan Pelatih pun mendapat teguran dari pihak sekolah dan banyak orang tua murid yang meminta anaknya mundur dari ekskul Paskibra. Hal tersebut membuat ekskul Paskibra terus mengalami kemunduran dari tahun ke tahun.

Seperti apa yang sedang gue dan Ara lihat saat ini… Pola latihan, cara melatih, dan treatment yang diberikan oleh para senior dan Pelatih yang ada saat ini sangat membosankan dan kaku. Wajar kalau peminat ekskul ini semakin jarang. Mungkin diawal banyak yang datang, tapi semakin lama akan semakin berkurang dari latihan ke latihan berikutnya. Ditambah dengan adanya perubahan jaman, dimana anak-anak sekarang lebih memilih ekskul-ekskul yang kekinian seperti dance atau klub bahasa daripada ekskul tradisional seperti Paskibra, PMR, Pramuka atau KIR, membuat ekskul seperti ini semakin ditinggalkan.

Gue yang udah lama banget nggak datang aja bisa langsung merasa bosan dan kaku melihat mereka latihan. Apalagi mereka para junior yang ada di dalam barisan dan latihan setiap minggu? Gue sebenernya udah males banget ngeliat dan komentar tentang latihan mereka, tetapi seperti biasa, Ara malah mendorong gue untuk memberikan beberapa saran dan masukan ke para junior dan senior yang ada di lapangan.

Awalnya gue agak ragu memberikan masukan. Maklum, gue belum mengenal sama sekali karakter junior yang ada saat ini. Gue akan lebih fasih memberikan masukan ketika gue tau permasalahan yang ada dan paham tipe-tipe junior yang ada seperti apa. Tetapi kalau sekarang gue diminta untuk memberikan masukan hanya dari sekedar melihat yang terpampang di hadapan gue, gue pribadi bingung mau ngasih masukan dan arahan seperti apa lagi. Walau bagaimanapun Ara meminta, gue akan tetap no idea.
Diubah oleh yanagi92055
profile-picture
profile-picture
profile-picture
singgihwahyu dan 18 lainnya memberi reputasi
19 0
19
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
14-08-2020 20:51
weeey update juga ... lanjut bang Ijaa
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
14-08-2020 23:00
Salam buat mba ara
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
14-08-2020 23:18
Menjelang perayaan kemerdekaan
Bahasnya paskibra.

Ini di pas pasin ato kebetulan gan
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
15-08-2020 21:10

Nostalgia_Part 2

“Kamu kok kayak kurang tertarik sih ngasih pengarahannya? Kamu nggak kayak Ija yang biasanya.” tanya Ara ketika gue mohon diri untuk kembali duduk di pinggir lapangan dan meminta para junior untuk kembali latihan.

“Bukan kurang tertarik, tapi aku nggak kenal mereka. Kita baru sekali ini datang. Kamu nggak liat emang tadi? Pas aku mulai ngomong di depan mereka, junior-junior itu tuh kayak setengah-setengah nyimak omongan aku. NGGAK FOKUS! Mereka nggak bodoh. Mereka tau, ada orang yang jauh lebih tua dan berpengalaman dari mereka sedang ngomong ngasih arahan di depan mereka, eh mereka malah asyik ngomong sendiri. Entah bisik-bisik lah atau tengok sana sini. Nggak ada segannya banget untuk menghargai orang yang lagi ngomong. Jadi wajar kalau ekskul kita ini makin mundur aja. Mereka nya aja begitu kelakuannya. Jangan pernah berharap ekskul kita ini bakalan mendapatkan kejayaannya lagi! Karena mau aku ngomong di depan sampe mulut aku berbusa sekalipun, mereka nggak akan pernah paham dan ngerti!”

“…”

“Tetapi aku nggak murni nyalahin juniornya. Kenapa? Karena seniornya juga nyontohin begitu. Kamu liat nggak tadi gimana kelakuan seniornya pas aku lagi ngomong di depan junior-junior mereka? Mereka malah asyik selfie dan main handphone di belakang aku. Coba tanya mereka, aku tadi ngebahas apa aja. Potong kuping aku kalau ada di antara mereka yang bisa jelasin ulang semua yang aku jelasin tadi. Karena NGGAK AKAN ADA YANG TAU! Inget, buah itu jatuh nggak akan jauh dari pohonnya. Kalau seniornya begitu, jangan pernah berharap punya junior yang sempurna!” Gue sengaja ngomong begitu kenceng-kenceng dan keras biar bisa didenger sama senior maupun junior yang ada di lapangan.

“Iya Ja. Aku paham kok maksud kamu. Dari jaman kamu jadi senior 3 (kelas XII SMA), kamu itu pasti ‘menghabisi’ angkatan aku kalau kamu liat ada yang nggak bener dari junior kita. Seniornya yang dihabisin, bukan juniornya. Kamu nggak pernah nyentuh dan nyalahin para junior. Kadang kesel juga sih dibegituin sama kamu… Soalnya ya kita ngerasa udah ngajarin sepenuhnya buat mereka. Tetapi tetep aja setiap kali ada junior bloon, kamu pasti tetep nyalahin kita sebagai seniornya. Tapi emang bener sih, kalau menangani masalah, cari akar permasalahannya. Jangan cuma permukaannya doang. Jadi sumbernya ketauan, dan akhirnya bisa diperbaiki. Kan siapa tau kalau mungkin emang kita sebagai seniornya yang salah kasih instruksi atau ngebiarin junior salah paham dengan apa yang kita instruksiin.” Katanya sambil nyender ke pundak gue.

“Yah begitulah, Ra…” Kata gue sambil mengelus kepala Ara. Semoga Ara masih suka dielus kepalanya begini. Ara suka ketiduran biasanya kalau dielus begini sama gue. Hmm. Sebentar… Ara kan yang suka gue kayak begini, bukan Emi? Kadang gue masih suka ketuker.

Gue dan Ara udah sangat bosan melihat latihan mereka. Padahal ide awalnya kesini buat liat latihan ya biar kita berdua nostalgia terus jadinya kembali excited untuk aktif membantu di ekskul Paskibra sekarang. Tapi kalau begitu ceritanya, kami jadi males juga jadinya. Kami pun memutuskan untuk berkeliling di sekitar sekolah.

“Banyak banget perubahan ya di sekolah ini, Ja. Makin tahun, makin bagus gedung dan sarana pelengkapnya. Eh tapi, fasilitasnya semakin baik, malah makin turun prestasinya. Baik akademik maupun non akademiknya. Sayang banget nggak sih?”

“Iya lah. Sekolah ini udah silau sama uang. Banyak LSM-LSM brengsek yang bisa menjanjikan calon murid sini pasti bisa mendapatkan satu kursi di sini. Anak-anak yang seharusnya nggak masuk di sekolah kita ini, dengan segala cara, malah bisa masuk sini. Gimana nggak bikin sekolah kita turun prestasinya coba? Aku dulu sempet ngomong sama Bu Nur, Guru Matematika kita, dan Bu Henty, Guru Sejarah. Kata mereka, guru-guru di sini, terutama yang masih mengajar dari jaman kita sekolah sampai saat ini, udah pada gerah dengan pergerakan kotor manajemen sekolah ini. Padahal sekolah ini sekolah negeri loh.” Gue menanggapi Ara dengan lebih banyak fakta.

“Ya wajar sih Ja. Sekolah kita adalah yang terbaik di kota ini, saat kita sekolah. Sekolah ini begitu populer dengan prestasi akademik dan non akademik yang kayak ada lomba banyak-banyakan ngehasilin piala. Sampai display piala sekolah di koridor dekat ruang kepsek itu nggak cukup, jadi dibikinin satu ruangan khusus, inget? Kan di masa kamu pegang OSIS dulu yang ngusulin bikin ruangan itu, sama bikin ruangan-ruangan khusus per masing-masing ekskul. Terus yang jadi perubahan besar banget adalah, kita berhasil ngadain pensi besar diluar sekolah dan ngundang artis papan atas, untuk pertama kali semenjak sekolah ini berdiri. OSIS sekolah ini waktu kamu pimpin berhasil ngebawa perubahan besar untuk sekolah ini secara khusus, dan OSIS sekolah lain pada umumnya. Setelah kita berhasil ngadain di convention hall hotel itu, tahun berikutnya kamu bisa liat sendiri kan? Sekolah-sekolah lain pun terpicu untuk bikin acara pensi yang keluar dari lingkungan sekolah, dan tentunya ngusahain mengundang artis atau band-band terkenal. Itu udah cukup jadi magnet besar yang bikin semua anak dikota ini pingin sekolah disini.” Ara mengingat memori indah tapi berdarah-darah pada proses pencapaiannya tersebut.

“Hahaha. Iya sih. Tapi aku nggak kerja sendirian Ra. Ada kamu juga, ada Drian juga dan teman-teman hebat lainnya yang bikin tim jadi solid. Kalo nggak, makin berdarah-darah aja aku. Haha. Aku dulu kan bener-bener mempertaruhkan status aku sebagai murid di sekolah ini loh. Kalo gagal, aku out dari sekolah ini taruhannya. Haha.”

“Justru itu. Karena keberanian kamu yang kayak gini yang bikin teman-teman semua, baik yang seangkatan kamu, angkatan aku, dan kakak kelas sampai alumni pada rela berdiri dibelakang komando kamu.”

“Udah lah. Itu semua udah lewat dan aku cukup bangga dengan apa yang kita lakuin dulu itu, Ra. Asyik aja itu bisa bikin perubahan dari sekolah culun yang sok rohis ini, sampai jadi sekolah keren yang lebih ‘anak SMA masa kini’. Haha.”

Gue dan Ara mengenang masa-masa kami waktu di OSIS dulu sambil tertawa-tawa. Ternyata gue dan Ara berpikiran sama. Peminat ekskul ini fix sudah nggak seperti dulu lagi. Mungkin karena ada pengaruhnya dengan hilangnya nyawa PPKN di pelajaran sekolah. Kalian percaya kalau keduanya ada korelasi? Ada kok. Silakan aja coba sendiri cari.

“Sebentar ya, aku tadi ngeliat di kantin masih ada yang dagang.”

“Jangan lama-lama Ja, udah pada mau pulang loh ini.”

“Iya tenang aja, aku nggak ninggalin kamu. Hehe.”

“Yeee. Aku bisa pulang sendiri kali….”

Gue ke kantin dan ada tukang baslok (Bakso Colok). Gue pun membelikan baslok Rp.10.000,- yang mana ternyata di sekolah dengan nominal segitu bisa dapat porsi yang cukup banyak. Abang yang jualan pun kaget dengan membeli sebanyak itu. Katanya, lebih baik beli bakso beneran semangkok daripada baslok. Haha. Cukup lah untuk gue dan Ara makan sambil jalan pulang ke rumah dia.

“Ini, aku udah beliin baslok kesukaan kamu…” Gue menyerahkan plastik yang agak panas itu ke Ara.

“Oke…. Makasih ya udah beliin buat aku…” Katanya, dengan ekspresi agak linglung, tapi lucu.

“Ayo dong dimakan. Kan biasanya kamu suka langsung makan….”

“Ehh, iya Ja. aku makan. Hmm. Sambil jalan yuk? Pamitan dulu sama anak-anak itu…”

“Ayooo.”

Kami pun berpamitan dengan salaman khas anak Paskibra. Gue dari dulu membiasakan untuk salaman ke semua anak Paskibra yang ada di lapangan, maupun senior yang berada di pinggir lapangan. Memang capek sih banyak yang disalamin, tapi itu adalah cara gue dan akhirnya diikuti oleh semua anak Paskibra sekolah ini hingga kini, untuk menjaga hubungan secara personal dengan junior-junior agar mereka nggak canggung jika berhadapan dengan seniornya ketika bertemu di sekolah maupun di luar waktu latihan.

Gue dan angkatan gue membangun ekskul ini seperti rumah kedua anak-anak ini yang nggak hanya jadi tempat untuk berprestasi lewat kejuaraan lomba Baris, tapi juga merasakan kehadiran sosok kakak adik yang bisa bercerita tentang apapun diluar urusan teknik PBB (Peraturan Baris Berbaris) yang di jaman gue dulu selalu memakai pakem SKEP 85 (SKEP. Menhankam/Pangab No. 611 Tahun 1985). Kenapa begitu? karena ketika kami menjadi junior dulu, senior-senior kami menghadirkan ‘neraka’ di lapangan yang membuat kami kesal, sampai ke level sakit hati. Sehingga standar seperti itu harus diubah jika ekskul ini ingin tetap eksis.

--

Sesampainya di rumah Ara, gue menumpang mandi dulu karena gerah sekali malam itu. Gue juga jadi mengingat jaman dulu sempat numpang mandi di rumah Ara sehabis pulang melatih junior di Balai Kota (gue sempat menjadi anggota Paskibraka), eh gue malah sempat ketiduran di kamar mandi karena capek luar biasa. WC duduknya membuat gue tidur dalam posisi duduk agak membungkuk.

Saat itu pula Ara membangunkan gue dengan cara menyiram kepala gue dengan air hangat. Kaget, tapi enak dan berasa rileks banget. Akhirnya gue melanjutkan mandi air hangat yang udah disiapkan Ara. Ara seperti sudah tau kebiasaan gue saat itu.

“Kamu udah selesai mandinya? Enak nggak?” teriak Ara dari luar kamar. Gue meminjam kamar tamu yang nggak dipakai.

“Enak lah, pake air hangat gini. Bedanya aku nggak capek-capek banget kayak dulu abis pulang latihan. Hehe. Makasih ya udah nyediain air hangat buat aku mandi.” Sahut gue dari dalam kamar.

“Bagus dong. Kamu istirahat dulu aja. Tiduran aja dulu. Baru abis itu pulang, ya?”

“Hehe. Aku mau makan baslok sama kamu. Kamu belum campur kan sama sambelnya?”

“Hah? Sambel apaan? Ini aku nggak pakein sambel. Lagian sejak kapan aku suka makan pake sambel banyak-banyak?”

“Masa sih? Kamu biasanya juga makan sambel banyak gitu…”

“Hmmm. Yaudah terserah kamu aja ya, Ja. yang jelas ini nggak pedes kok, karena aku nggak campurin basloknya sama sambel. Kamu makan aja ini. aku juga nggak akan habis makan segini banyak, Ja.”

Kemudian gue keluar kamar dengan ekpresi yang sedikit keheranan, tapi berusaha memahami. Mungkin ada beberapa perubahan yang signifikan selama dia membina rumah tangga dengan almarhum suaminya dulu.

“Tumben banget kamu, Ra…”

“Hah? Tumben banget apaan? Kan aku nggak ngapa-ngapain…”

“Iyalah, kok keliatannya nggak nafsu banget sama baslok yang udah dibeliin. Aku beliin banyak biar kamu puas loh makannya. Kayak takut gemuk aja kamu. Hehehe.”

“Ehm. Aku nggak takut gemuk kok Ja. Aku cuma lagi nggak makan banyak aja….” katanya datar.

“Haha yaudah deh, kita makan barengan aja yuk Ra…”

“Yaudah sini duduk sebelah aku Ja.”

Gue duduk disebelah Ara yang belum mandi, tetapi aroma tubuhnya tetap wangi dan segar. Sama seperti Emi yang juga selalu beraroma segar walaupun habis bepergian kemanapun. Gue jadi makin bingung, kenapa gue liat semakin lama Ara ini semakin mirip aja sama Emi. apakah memang dia yang selama ini gue cari? Orang yang sangat dekat dengan gue ini yang ternyata jadi jodoh gue dan sangat mengerti gue, serta menjadi orang dengan kriteria mirip dengan Emi walaupun nggak 100%? Gue sangat bingung, tapi lama kelamaan memang Ara memberikan kenyamanan yang sama dengan yang Emi lakukan.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
singgihwahyu dan 16 lainnya memberi reputasi
17 0
17
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 8 balasan
Pencarian Belum Usai [TRUE STORY] - SEASON 3
15-08-2020 21:58
Ada satu kisah sfth
Menemukan jodoh secara tiba tiba dan tak treduga.
Kata kata yang aku ingat jodohmu ada di sekitarmu
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 116 dari 121
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
janji-manis-100-real-story
Stories from the Heart
a-road-to-be-me
Stories from the Heart
diary-wanita-lajang-perkotaan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
cerita-horor---penunggu-kampus
Stories from the Heart
cara-sederhana-untuk-bahagia
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia