News
Batal
KATEGORI
link has been copied
75
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f29f52bf4ae2f04f51d944e/media-asing-sorot-buruknya-penanganan-covid-19-di-indonesia-kalung-sampai-influencer
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak dua media asing mengkritik buruknya penanganan Covid-19 di Indonesia, yakni New York Times (Amerika Serikat) dan The Guardian (Inggris). New York Times menyoroti banyaknya misinformasi yang tersebar di Indonesia, sedangkan The Guardian memberitakan minimnya tes dan buruknya komunikasi dari pemerintah. Pemberitaan The Guardian tertanggal 12 Juli 2020 berjudul "In
Lapor Hansip
05-08-2020 06:54

Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer

Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak dua media asing mengkritik buruknya penanganan Covid-19 di Indonesia, yakni New York Times (Amerika Serikat) dan The Guardian (Inggris).

New York Times menyoroti banyaknya misinformasi yang tersebar di Indonesia, sedangkan The Guardian memberitakan minimnya tes dan buruknya komunikasi dari pemerintah.

Pemberitaan The Guardian tertanggal 12 Juli 2020 berjudul "Indonesia is failing to control coronavirus outbreak, say experts", yang berarti "Indonesia gagal menangani wabah virus corona, kata para pakar."


"Negara dengan dampak terparah di Asia Tenggara terhambat oleh kurangnya pengujian, buruknya komunikasi dari pemerintah, dan promosi obat palsu," demikian bunyi paragraf pembuka di The Guardian.

Media yang didirikan pada 1821 dan versi online-nya diluncurkan pada 1999 itu mengutip ucapan Profesor Pandu Riono, pakar penyakit menular di Universitas Indonesia, yang mengatakan bahwa penularan akan terus berlanjut jika warga tidak menerapkan social distancing.

Kalung anti corona yang dikeluarkan Kementerian Pertanian (Kementan) juga menjadi sorotan, lantaran menimbulkan kontroversi di Indonesia.

Kondisi itu diperparah dengan beberapa pasien yang berbohong tidak ada kontak dengan pasien positif Covid-19.

"Itu semakin menyulitkan petugas untuk menentukan risiko penularan," tulis The Guardian.


Selain itu, stigma negatif yang dihadapi pasien corona Indonesia turut jadi persoalan tersendiri.

Diberitakan The Guardian, beberapa warga takut kehilangan pekerjaan, sehingga ratusan pedagang di pasar tradisional Bali, Sumatra, dan Jakarta tidak mau dites.

Pun dengan tata cara pemakaman dalam Islam di mana jenazah harus dimandikan, menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan virus corona.

Arief Bakhtiar dokter spesialis pulmonologi di Surabaya menyampaikan ke The Guardian, dia pernah mendapat satu kasus yang anggota keluarga korban menolak diagnosis kerabatnya meninggal karena Covid-19.

Mereka kemudian memakamkan jenazah sesuai prosedur dalam Islam, dan dua minggu kemudian Arief mendengar dua anggota keluarga lainnya meninggal diduga karena Covid-19.


Misinformasi dari influencer dan pakar gadungan
Beralih ke New York Times, media asal AS itu memasang judul "In Indonesia, False Virus Cures Pushed by Those Who Should Know Better" di artikelnya.

Judul tersebut kurang lebih berarti, "Di Indonesia, obat palsu virus ini disarankan oleh orang-orang yang seharusnya lebih tahu."

Artikel tertanggal 31 Juli 2020 itu juga menyoroti kalung anti corona dari Kementan, dan Gubernur Bali I Wayan Koster yang mengklaim telah menemukan obat corona berbahan dasar arak.

"Yang disebut influencer dan pakar gadungan juga mendorong penyembuhan cara mereka sendiri dan misinformasi di media sosial Indonesia, termasuk rumor yang beredar luas thermo gun dapat menyebabkan kerusakan otak," tulis New York Times.

"Seiring Indonesia yang kekurangan lahan karena pandemi, pemerintah mengalami kesulitan untuk menyampaikan pesan berbasis ilmiah yang konsisten tentang virus corona dan penyakit yang ditimbulkannya, Covid-19," lanjut artikel yang ditulis Richard C Paddock tersebut.

Kepercayaan warga terhadap agamanya masing-masing juga tak lepas dari fenomena yang disorot New York Times.

"Di Pulau Lombok, seorang pejabat tinggi menyarankan niqab, kerudung longgar dalam Islam yang dikenakan perempuan, sama efektifnya dalam mencegah penyebaran virus seperti masker wajah yang ketat," tulis New York Times.

Borok lain yang diumbar media berusia 168 tahun itu adalah keengganan orang Indonesia memakai masker.

Mengutip data pemerintah, New York Times melaporkan sekitar 70 persen orang bepergian tidak memakai masker dan mengabaikan social distancing, juga sering berkerumun di toko-toko dan pasar-pasar, lalu nongkrong di kafe dan restoran.

WHO menyebut maraknya misinformasi ini sebagai "infodemic", dan New York Times menyebut situasi yang terjadi di Indonesia ini serupa dengan di Kenya bahkan Amerika Serikat.

Di Kenya, Gubernur Nairobi menyerukan pemakaian cognac, sebuah jenis minuman beralkohol, untuk jadi obat ajaib.

Kemudian di AS Presiden Donald Trump mendorong pemakaian obat malaria hidroksiklorokuin, meski hasil penelitian menunjukkan obat itu tidak manjur.


Kritik untuk Jokowi
New York Times melanjutkan pemberitaannya dengan menyebut Presiden Indonesia Joko Widodo awalnya memandang remeh wabah ini, lalu terlambat menutup bisnis, sekolah, dan membatasi perjalanan, tapi sangat cepat mencabut larangannya.

Perkataannya yang berubah-ubah juga menjadi sorotan.

"Pada Mei dia berkata Indonesia harus belajar hidup berdampingan dengan virus. Sebulan kemudian, dia mengancam memecat beberapa menteri yang tidak bekerja maksimal untuk menangani wabah."

"Bulan ini, dia menyerukan para rakyatnya untuk lebih disiplin melakukan social distancing, memakai masker, dan mencuci tangan."

Akibat tidak adanya pesan terpadu dari pemerintah itulah, pejabat lokal dan beberapa orang lainnya mengisi kekosongan informasi, tapi dengan cara yang tidak tepat.

Sama seperti The Guardian, dua kontroversi yang disorot New York Times lagi-lagi adalah kalung anti corona obat dari arak versi Gubernur Bali I Wayan Koster.

https://www.kompas.com/global/read/2...alung?page=all

No comment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
necromongers dan 4 lainnya memberi reputasi
3
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 3 dari 3
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
05-08-2020 10:56
emoticon-Ngakak lah emg kenyataannya begono emoticon-Ngakak
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
05-08-2020 11:14
Wajar kalau media asing menilai seperti itu, tapi tidak adil juga kalau langsung menghakimi seperti itu.

Masalah di Indonesia ini sangat kompleks...mulai dari level pendidikan warga yang rendah, fanatisme beberapa golongan terhadap agama, ekonomi negara yang belum kuat untuk menopang seluruh warga.

Jadi ditengah-tengah masalah yang pelik itu sepertinya keadaan saat inilah yang terbaik dari yang terburuk.

Kenapa warga tidak mau menggunakan masker atau masih sering kumpul kumpul? alasannnya level pendidikan rendah, fanatisme agama (hanya takut kepada Tuhan), atau ada yang menganggap ini konspirasi.

Sayangnya total warga yang termasuk golongan tersebut diatas (pendidikan rendah, fanatisme) itu jumlahnya cukup signifikan, jadi jangan heran kalau Indonesia seperti ini sekarang.

Kepedulian terhadap orang lain dimulai dari kepedulian terhadap diri sendiri. Jadi kalau ada orang yang gak pakai masker...jangan harap dia mau perduli ama orang lain..buat dirinya sendiri aja dia gak perduli.

Miris....tapi ini faktanya.
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
1 0
1
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
05-08-2020 11:36
Jadi bahan nyinyiran media internasional

Salah urus sih
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
05-08-2020 11:37
ga salah sih diberitain kyk gt, biar jadi pembelajaran buat pemerintah sama warganya, tapi usaha2 kementan atau siapapun itu yg bilang nemu obat corona lebih baik daripada yang teriak2 konspirasi ato sama yg bilang "ga perlu takut corona, takutlah sama Alloh".
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
1 0
1
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
05-08-2020 11:56
Negara lain juga begitu.
rakyatnya promosi obat dan ramuan herbal, tips2 pencegahan.
pakar palsu bermunculan.
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
1 0
1
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
05-08-2020 11:59
sebuah kritik yang harus diterima dengan lapang dada sih, karena memang begitu kacaunya kondisi Indonesia selama masa pandemi bukan? emoticon-Sorry

bukan cuma pemerintah (pusat/daerah) yang blunder, mereka yang disebut influencer sampai masyarakat biasa juga ada andil kesalahan yang bikin penyebaran corona di Indonesia makin parah emoticon-Turut Berduka

soal jurnalis NY Times suruh ngaca dulu sama kondisi AS yang lebih parah.. apa iya harus nunggu kondisi Indonesia jadi lebih parah (amit") baru kita mau dengerin kritik mereka?? emoticon-Bingung
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
05-08-2020 13:26
Gak ada yang salah kok dgn kritiknya, toh juga membangun bukan nyinyir. Eh tapi malah dibully ama pasukan kolam kalo yg disono gak lebih parah, lha coba jumlah testnya disamain? bisa nomer 1 se galaxy emoticon-Leh Uga
Media yg kritik jg bukan media nasional, media swasta itu boss.
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
05-08-2020 13:57
Dinegaranya sendiri babak belur dihajar Corona ngapain ngurusin negara lain
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
05-08-2020 17:32
Sebagai orang asia seenggaknya kita boleh bangga mendali emas covidiot sama mendali emas asean covid the most have it.. .... mantaapppMedia Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
05-08-2020 19:00
Bisa begitu ya
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
05-08-2020 23:00
moga jadi meme dah di luar negri, biar pada kelojotan
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
06-08-2020 14:01
Masa kek baru tau media asingnya.. kasian
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
06-08-2020 18:41
bule emang gitu, hobi nuding negara dunia ketiga. emoticon-Big Grin

lupa liat isi rumah sendiri emoticon-Big Grin
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
29-08-2020 22:51
No comment
Ya sementara itu yang bisa dilakukan Indonesia.
Hehe
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
29-08-2020 22:52
Media asing sudah menyoroti buruknya penanganan covid 19 di Indonesia.
Semoga itu bisa menjadi bahan evaluasi...
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
29-08-2020 22:52
Sedih bacanya
😭😭
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
29-08-2020 22:53
Sampai sekarang belum paham saya dengan konsep kalung anti corona obat dari arak.
😂😂
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
29-08-2020 22:54
Hanya bisa mendoakan, semoga dengan informasi ini Indonesia bisa lebih baik lagi.
emoticon-Cendol Gan
0 0
0
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer
29-08-2020 22:54
Quote:Original Posted By the.commandos
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kalung sampai Influencer

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak dua media asing mengkritik buruknya penanganan Covid-19 di Indonesia, yakni New York Times (Amerika Serikat) dan The Guardian (Inggris).

New York Times menyoroti banyaknya misinformasi yang tersebar di Indonesia, sedangkan The Guardian memberitakan minimnya tes dan buruknya komunikasi dari pemerintah.

Pemberitaan The Guardian tertanggal 12 Juli 2020 berjudul "Indonesia is failing to control coronavirus outbreak, say experts", yang berarti "Indonesia gagal menangani wabah virus corona, kata para pakar."


"Negara dengan dampak terparah di Asia Tenggara terhambat oleh kurangnya pengujian, buruknya komunikasi dari pemerintah, dan promosi obat palsu," demikian bunyi paragraf pembuka di The Guardian.

Media yang didirikan pada 1821 dan versi online-nya diluncurkan pada 1999 itu mengutip ucapan Profesor Pandu Riono, pakar penyakit menular di Universitas Indonesia, yang mengatakan bahwa penularan akan terus berlanjut jika warga tidak menerapkan social distancing.

Kalung anti corona yang dikeluarkan Kementerian Pertanian (Kementan) juga menjadi sorotan, lantaran menimbulkan kontroversi di Indonesia.

Kondisi itu diperparah dengan beberapa pasien yang berbohong tidak ada kontak dengan pasien positif Covid-19.

"Itu semakin menyulitkan petugas untuk menentukan risiko penularan," tulis The Guardian.


Selain itu, stigma negatif yang dihadapi pasien corona Indonesia turut jadi persoalan tersendiri.

Diberitakan The Guardian, beberapa warga takut kehilangan pekerjaan, sehingga ratusan pedagang di pasar tradisional Bali, Sumatra, dan Jakarta tidak mau dites.

Pun dengan tata cara pemakaman dalam Islam di mana jenazah harus dimandikan, menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan virus corona.

Arief Bakhtiar dokter spesialis pulmonologi di Surabaya menyampaikan ke The Guardian, dia pernah mendapat satu kasus yang anggota keluarga korban menolak diagnosis kerabatnya meninggal karena Covid-19.

Mereka kemudian memakamkan jenazah sesuai prosedur dalam Islam, dan dua minggu kemudian Arief mendengar dua anggota keluarga lainnya meninggal diduga karena Covid-19.


Misinformasi dari influencer dan pakar gadungan
Beralih ke New York Times, media asal AS itu memasang judul "In Indonesia, False Virus Cures Pushed by Those Who Should Know Better" di artikelnya.

Judul tersebut kurang lebih berarti, "Di Indonesia, obat palsu virus ini disarankan oleh orang-orang yang seharusnya lebih tahu."

Artikel tertanggal 31 Juli 2020 itu juga menyoroti kalung anti corona dari Kementan, dan Gubernur Bali I Wayan Koster yang mengklaim telah menemukan obat corona berbahan dasar arak.

"Yang disebut influencer dan pakar gadungan juga mendorong penyembuhan cara mereka sendiri dan misinformasi di media sosial Indonesia, termasuk rumor yang beredar luas thermo gun dapat menyebabkan kerusakan otak," tulis New York Times.

"Seiring Indonesia yang kekurangan lahan karena pandemi, pemerintah mengalami kesulitan untuk menyampaikan pesan berbasis ilmiah yang konsisten tentang virus corona dan penyakit yang ditimbulkannya, Covid-19," lanjut artikel yang ditulis Richard C Paddock tersebut.

Kepercayaan warga terhadap agamanya masing-masing juga tak lepas dari fenomena yang disorot New York Times.

"Di Pulau Lombok, seorang pejabat tinggi menyarankan niqab, kerudung longgar dalam Islam yang dikenakan perempuan, sama efektifnya dalam mencegah penyebaran virus seperti masker wajah yang ketat," tulis New York Times.

Borok lain yang diumbar media berusia 168 tahun itu adalah keengganan orang Indonesia memakai masker.

Mengutip data pemerintah, New York Times melaporkan sekitar 70 persen orang bepergian tidak memakai masker dan mengabaikan social distancing, juga sering berkerumun di toko-toko dan pasar-pasar, lalu nongkrong di kafe dan restoran.

WHO menyebut maraknya misinformasi ini sebagai "infodemic", dan New York Times menyebut situasi yang terjadi di Indonesia ini serupa dengan di Kenya bahkan Amerika Serikat.

Di Kenya, Gubernur Nairobi menyerukan pemakaian cognac, sebuah jenis minuman beralkohol, untuk jadi obat ajaib.

Kemudian di AS Presiden Donald Trump mendorong pemakaian obat malaria hidroksiklorokuin, meski hasil penelitian menunjukkan obat itu tidak manjur.


Kritik untuk Jokowi
New York Times melanjutkan pemberitaannya dengan menyebut Presiden Indonesia Joko Widodo awalnya memandang remeh wabah ini, lalu terlambat menutup bisnis, sekolah, dan membatasi perjalanan, tapi sangat cepat mencabut larangannya.

Perkataannya yang berubah-ubah juga menjadi sorotan.

"Pada Mei dia berkata Indonesia harus belajar hidup berdampingan dengan virus. Sebulan kemudian, dia mengancam memecat beberapa menteri yang tidak bekerja maksimal untuk menangani wabah."

"Bulan ini, dia menyerukan para rakyatnya untuk lebih disiplin melakukan social distancing, memakai masker, dan mencuci tangan."

Akibat tidak adanya pesan terpadu dari pemerintah itulah, pejabat lokal dan beberapa orang lainnya mengisi kekosongan informasi, tapi dengan cara yang tidak tepat.

Sama seperti The Guardian, dua kontroversi yang disorot New York Times lagi-lagi adalah kalung anti corona obat dari arak versi Gubernur Bali I Wayan Koster.

https://www.kompas.com/global/read/2...alung?page=all

No comment


emoticon-Sundul emoticon-Sundul
0 0
0
Halaman 3 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia