Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1176
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5831b8a4582b2e642a8b4567/kemana-pun-angin-berhembus
Ke mana pun angin berhembus menuntun langkahku Memahat takdir hidupku di sini Masih tertinggal wangi yang sempat engkau titipkan Mengharumi kisah hidupku kini Meski kuterbang jauh, melintasi sang waktu Ke mana pun angin berhembus, ku pasti akan kembali Kulukiskan indah wajahmu di hamparan awan Biar tak jemu kupandangi selalu Kubiarkan semua cintamu membius jiwaku Yang memaksaku merindu
Lapor Hansip
20-11-2016 21:52

KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS

Past Hot Thread


Ke mana pun angin berhembus menuntun
langkahku
Memahat takdir hidupku di sini

Masih tertinggal wangi yang sempat engkau
titipkan
Mengharumi kisah hidupku kini


Meski kuterbang jauh, melintasi sang waktu
Ke mana pun angin berhembus, ku pasti akan
kembali


Kulukiskan indah wajahmu di hamparan awan
Biar tak jemu kupandangi selalu
Kubiarkan semua cintamu membius jiwaku
Yang memaksaku merindukan dirimu

Meski langit memikatku dengan sejuta senyum
Aku takkan tergoyahkan, aku pasti akan kembali


Meski kuterbang jauh melintasi sang waktu
Ke mana pun angin berhembus, ku pasti akan
kembali

Meski langit memikatku dengan sejuta senyum
Ke mana pun angin berhembus, ku pasti akan
kembali



-------------------------¤¤¤-------------------------



Seberapa lama cinta mampu membuatmu menunggu setelah semua ini usai?

Diubah oleh greynimation
profile-picture
profile-picture
tuffinks dan Rapunzel.icious memberi reputasi
2
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 60 dari 60
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
20-11-2019 15:29
Quote:Original Posted By greynimation
Tiba-tiba jadi pengen lanjut lagi ini cerita, padahal udah hampir 3 tahun hiatus emoticon-Ngakak (S)

Dulu sempat berhenti karena banyaknya nama tokoh yang sama dicerita orang lain dan susahnya untuk berkomunikasi dengan tokoh utama juga jadi kendala tersendiri. Karena susah untuk berimprovisasi pada cerita yang tidak saya alami dan kurangnya informasi membuat sulit untuk mendapat feeling yang pas pada situasi tertentu.

Entah masih ada yang berminat baca atau enggak, tapi minat untuk menulis kembali ada setelah membaca salah satu thread didunia percurhatan.

Mohon maaf yang telah merasa dikentangi terlalu lama. Entar sore kalian akan saya ajak kembali menjalani kisah ini bersama Alfiansyah Rindra. Buat yang sudah lupa cerita ini seperti apa dan sudah sampai mana jangan sungkan-sungkan untuk membaca sekali lagi dari awal sambil menunggu update-an baru hadir.


Ane dukung bang lanjut ceritanya..wlwpn lupa lagi ceritanya...emoticon-Ngakak (S)

Gk nyangka nih kl beneran dilanjutin...
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
20-11-2019 16:48
Semangat nulis lagi bang grey
Anggap saja hiburan murah pengusir penat hehehe
Mumpung nulis bukan karena tuntutan perut.
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
20-11-2019 17:25
Ditunggu bang.... emoticon-Cendol Gan
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
20-11-2019 17:48

Keluarga

Musik instrumen mengalun pelan dari sudut-sudut ruangan restoran. Lukisan-lukisan dengan tema alam taergantung rapi didinding sebelah kiri dekat dengan jejeran lampu antik yang entah bagaimana membangkitkan nuansa nostalgia. Pajangan berupa satu set wayang dan gamelan yang tak bisa kusebutkan satu persatu nama tokohnya itu tersusun rapi disalah satu sudut ruangan berwarna coklat yang kental sekali dengan nuansa jawa-nya ini. Tapi yang paling menarik perhatianku adalah foto hitam putih yang dicetak cukup besar didekat meja resepsionis. Salah satunya adalah potret sekelompok anak kecil yang sedang bermain engklek, raut riang tergambar jelas diwajah mereka membuat siapapun tertular bahagianya.

Tak banyak meja yang terisi kali ini padahal menutrut Wulan, restoran ini adalah salah satu restoran keluarga yang paling populer dikota kecil kami. Letaknya yang sedikit mengarah kepinggiran dan bersisian dengan hutan jati disebelah kanan dan hamparan sawah yang lumayan luas dibagian belakang adalah tempat terbaik bagi siapapun yang ingin melarikan dari penatnya aktivitas tanpa harus jauh-jauh keluar kota.

Sejak aku datang lima belas menit yang lalu meja kami memang sudah ramai, bahkan sekarang hanya urusan pilih-pilih makanan dimenu pun mereka bisa sedemikian semangat. Aku tak terbiasa makan bersama keluarga, apalagi seramai ini. Dirumah kami tidak ada aturan yang mengharuskan siapapun untuk menunggu yang lain untuk menikmati apapun yang ada dibalik tudung saji, siapa lapar duluan ya silahkan makan duluan. Walaupun entah bagaimana aku dan emak bisa makan beesama, kami tak akan mengeluarkan kata-kata barang sedikitpun. “Habiskan dulu nasimu Ndra, pantang berbicara kalau sedang makan”, begitu yang selalu dikatakan emak ketika aku mulai mengajaknya ngobrol atau bahkan hanya mengomentari tayangan di televisi. Acara makan kami selalu sunyi.

Ada delapan orang termasuk seorang balita yang membuat suasana sejak tadi riuh rendah. Aku yang sejak awal memposisikan diri sebagai pengamat luar hanya bisa tersenyum melihat bagaimana pria yang biasanya selalu tampil cool dan bersuara bariton itu nampak kewalahan menghadapi cucu satu-satunya yang ingin menarik-narik kumis yang lumayan lebat dibawah hidungnya, aku tak tahu apa yang menarik dari benda yang seperti sikat kamar mandi itu. Dan yang lebih aku tak tahu lagi, ternyata pria penuh wibawa itu bisa bertingkah konyol seperti sekarang ini.

“Lan, kamu aja yang milih.”
Aku menyerahkan buku menu yang sejak tadi kubolak-balik .

“Yakin?”

“Iya.”

“Yang ini enak loh bang, dulu pertama-tama kali kesini aku selalu pesan ini. Mau?” Sambil mendekatkan buku menu kearahku. Aku hanya mengangguk.

Sungguh aku bukannya tak tahu apa yang kumau dari sekian banyak deretan menu itu, walaupun tanpa gambar apapun aku bisa membayangkan bagaimana menggodanya tampilan makanan yang sekarang hanya berupa urutan kata-kata itu bila dihidangkan dihadapanku, bahkan aku sudah bisa mencium aromanya hanya dengan membacanya saja! Sungguh menggoda sekali. Tapi semua fantasiku langsung luruh ketika aku melihat deretan angka disebelahnya, semua imajinasiku langsung hambar melihat bagaimana harga sebuah hidangan sama dengan seminggu mengepel lantai kantin setiap pagi. Seandainya saja harganya tak lebih mahal dari mie aceh paket spesial, pasti akan lebih menyenangkan.

“Cieee, mesra banget?.”
Mbak Novi nyeletuk dari seberang meja.

“Apaan sih?.”
Wulan manyun dan aku memasang senyum template yang sejak tadi sudah kusetting default.

“Jadi rindu suami kalau begini.”
“Seandainya aja Andre gak lagi tugas.”
Mbak Ika ikutan menggoda kami berdua. Semua orang tertawa kecuali aku yang tak lagi cukup dengan senyum template dan berganti dengan cengiran kuda.

“Sudah lama kenal Wulan, Fi?”
Mas Hanif yang sudah empat tahun terakhir menjadi abang ipar untuk Wulan, pria mandailing dengan perawakan kurus dan garis wajah seperti orang arab walaupun sama sekali tidak punya darah timur tengah mengalir dinadinya.

“Belum bang, baru kenal pas SMA.”

“Kalo pacarannya mulai kapan? PDKT-nya susah gak?.”
Puk, sehelai serbet mendarat mulus diwajah Mas Hanif.

“Mulai rese deh, mas-mas arab KW. Dibilangin gak ada pacaran juga.” Wulan memasang wajah manyun sambil menimang-nimang sendok garpu. “Awas kalo rese lagi, aku lempar pake ini.” Kali ini dia mengangkat sendok garpunya lebih tinggi. Sadis.

“Hahaha, malah tuan putri nya yang marah. Aku ngobrolnya sama Alfi kok, ya gak Fi?.”
Lagi-lagi aku hanya bisa nyengir kuda.

“Udah-udah jangan digangguin terus , kasian Alfi nya loh.”
Kali ini giliran Bundanya yang berbicara.
“Wulannya juga udah gede, mau pacaran juga gak masalah. Ya kan Yah?.”

Semua orang seperti terkomando untuk mengalihkan pandangan kepada sang kepala suku yang sejak tadi asik bermain dengan balita dipangkuannya.

“Pacaran? Jangan dulu lah, nanti aja itu kalo udah besar sikit si Wulan ini.”

“Ish, aku udah besar ayah. Udah S M A.”
Wulan sedikit tak terima disebut masih kecil.

“Apa pulak udah besar, tidur sendirian kalo mati lampu aja masih takut. Gitu katanya udah besar?.”
Semua tertawa, termasuk aku yang sejak percakapan ini dimulai hanya cengengesan.

“Ish, ayah ini loh merusak pasaran anak gadisnya. “
Datang bantuan dari sang ibunda.
"Udah-udah jangan cemberut gitu dong, jelek dilihat sama Alfinya.”

“Bener tuh, mana ada laki-laki yang mau sama cewek manja tukang pundung.”
Mbak Ika kembali tetap tak memberi ampun.

“Ika udah dong, nanti kalo Wulan nangis disini repot kita semua.”

“Ihhhh bundaaaa… malah ikutan.”


Dua jam berikutnya adalah merupakan waktu-waktu yang paling awkward sekaligus menyenangkan buatku. Ternyata berkumpul dengan banyak orang tidak semenakutkan itu dan berbincang dengan orang yang tidak kita kenal bisa semenyenangkan ini.


Suasana hangatnya keluarga membuat aku merasa diterima.





profile-picture
profile-picture
samo.be dan iamzero memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
20-11-2019 17:52
Quote:Original Posted By Dyzack


Ane dukung bang lanjut ceritanya..wlwpn lupa lagi ceritanya...emoticon-Ngakak (S)

Gk nyangka nih kl beneran dilanjutin...


Baca lagi dong emoticon-Leh Uga

Quote:Original Posted By curahtangis
Semangat nulis lagi bang grey
Anggap saja hiburan murah pengusir penat hehehe
Mumpung nulis bukan karena tuntutan perut.


Kemaren memang sempat terserang malas om.
Kali ini mudah-mudahan lancar lagi.
Hehehe...

Quote:Original Posted By arston977
Ditunggu bang.... emoticon-Cendol Gan


Sudah update gan emoticon-Blue Guy Cendol (L)
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
20-11-2019 18:04
Quote:Original Posted By greynimation
Baca lagi dong emoticon-Leh Uga


Mau gk mau... emoticon-Ngakak (S)

Mantul lsg update...emoticon-Cendol (S)
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
21-11-2019 16:43
harus baca ulang lagi nih, udah lupa jalan ceritanyaemoticon-Cape d...
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
21-11-2019 20:25
Bang grey is bek
emoticon-Ultah emoticon-Selamat

Sini deketan bang biar bisa ane peluk si wulan
emoticon-Malu
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
22-11-2019 11:14
Quote:Original Posted By Dyzack


Mau gk mau... emoticon-Ngakak (S)

Mantul lsg update...emoticon-Cendol (S)


Anggap aja ini cerita yang masih kinyis-kinyis gan, biar gak berat kali pas baca ulang emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By r32toeb03mi
Lah hidup lg nie treatnya...kirain dah karam di tinggal nahkodanya

Monggo om di lanjut lg,ane baca ulang lg deh


Belum om, TS nya masih disini-sini aja kok emoticon-Malu

Quote:Original Posted By initialtakumi86
harus baca ulang lagi nih, udah lupa jalan ceritanyaemoticon-Cape d...


Silahkan gan, sekalian nunggu upadate-an banyak emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Quote:Original Posted By elbe94
Bang grey is bek
emoticon-Ultah emoticon-Selamat

Sini deketan bang biar bisa ane peluk si wulan
emoticon-Malu


Woi, berani-beranian ente mau meluk Wulan!
Rasain nih emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L)
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
22-11-2019 16:00
Entah kenapa gua pengen komen emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
22-11-2019 18:03
Quote:Original Posted By greynimation
Tiba-tiba jadi pengen lanjut lagi ini cerita, padahal udah hampir 3 tahun hiatus emoticon-Ngakak (S)

Dulu sempat berhenti karena banyaknya nama tokoh yang sama dicerita orang lain dan susahnya untuk berkomunikasi dengan tokoh utama juga jadi kendala tersendiri. Karena susah untuk berimprovisasi pada cerita yang tidak saya alami dan kurangnya informasi membuat sulit untuk mendapat feeling yang pas pada situasi tertentu.

Entah masih ada yang berminat baca atau enggak, tapi minat untuk menulis kembali ada setelah membaca salah satu thread didunia percurhatan.

Mohon maaf yang telah merasa dikentangi terlalu lama. Entar sore kalian akan saya ajak kembali menjalani kisah ini bersama Alfiansyah Rindra. Buat yang sudah lupa cerita ini seperti apa dan sudah sampai mana jangan sungkan-sungkan untuk membaca sekali lagi dari awal sambil menunggu update-an baru hadir.


Lanjooot laeeee
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
23-11-2019 02:03
lanjuuut terus bang
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
26-11-2019 07:48
bener ,lanjut aja gan
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
15-07-2020 14:45
up...up...up...biar kesundul
TS nya mana nih....emoticon-Cape d...
0 0
0
KEMANA PUN ANGIN BERHEMBUS
22-07-2020 06:06
Quote:Original Posted By greynimation
Tiba-tiba jadi pengen lanjut lagi ini cerita, padahal udah hampir 3 tahun hiatus emoticon-Ngakak (S)

Dulu sempat berhenti karena banyaknya nama tokoh yang sama dicerita orang lain dan susahnya untuk berkomunikasi dengan tokoh utama juga jadi kendala tersendiri. Karena susah untuk berimprovisasi pada cerita yang tidak saya alami dan kurangnya informasi membuat sulit untuk mendapat feeling yang pas pada situasi tertentu.

Entah masih ada yang berminat baca atau enggak, tapi minat untuk menulis kembali ada setelah membaca salah satu thread didunia percurhatan.

Mohon maaf yang telah merasa dikentangi terlalu lama. Entar sore kalian akan saya ajak kembali menjalani kisah ini bersama Alfiansyah Rindra. Buat yang sudah lupa cerita ini seperti apa dan sudah sampai mana jangan sungkan-sungkan untuk membaca sekali lagi dari awal sambil menunggu update-an baru hadir.


Udah nunggu 3 taun akhirnya apdet thread yang gw suka dulu
0 0
0
Halaman 60 dari 60
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cinta-mati-sang-kuyang
Stories from the Heart
balada-kisah-remaja-genit
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia