Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
4206
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5348debba3cb17d12e8b46f0/di-antara-bintang-bintang
Ini hanya masa laluku yang sayang untuk dilupakan, ini hanya sebuah Rintihan dari dasar hati yang terdalam. Andai diberi sebuah pilihan, tentu pilihan itu lebih baik mati. Tapi, hidup ini terlalu Indah bagiku, jadi aku ingin terus hidup dan berusaha menjadi lebih baik. Yang tersisa hanyalah penyesalan dibeberapa titik hidup, dan semua itu hanya kenangan yang hanya bisa dikenang. Aku harap jangan
Lapor Hansip
12-04-2014 13:35

Di Antara Bintang-bintang

Past Hot Thread
Di Antara Bintang-bintang
Kisahku dengan Perempuan-perempuan Itu

18 +++ (Adult Only)
intro



Di Antara Bintang-bintang #2


Polling
2819 hari lagi-365 Suara
Apakah RISTA akan kembali bersama NAUFAL (Oval)? 
Diubah oleh astri.beloved
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Diditdong dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 214 dari 215
Di Antara Bintang-Bintang
26-04-2019 00:16
Wkkw lanjut lagi bang ane kira dah tamat.
Gw juga baru buka kaskus udah lebih 1 tahun ga buka wkwkw
0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
26-04-2019 02:03
d lanjut ni pak ustad ceritanya?
0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
28-04-2019 12:13
wah bang opal kok ngilang
profile-picture
fitrah240897 memberi reputasi
1 0
1
Di Antara Bintang-Bintang
28-04-2019 12:19
naik lagi ni cerita
0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
20-08-2019 13:11
Quote:Original Posted By agungmp4
Klo partnya ada tokoh2 lama, serasa balik ke jaman2 raenak emoticon-Big Grin


Hahaha, sekarang sebenernya masih ENAK aja gan,, tapi yang enak kadang menghancurkan ..

Quote:Original Posted By shinrixsa
nunggu update bosQ


Siap juragan

Quote:Original Posted By maling
Kirain dah tamat bro


Lanjut ndan, sebisanya

Quote:Original Posted By shinrixsa
kapan updte bro


Siap ndan

Quote:Original Posted By dmanatepilangit


3 tahun berlalu gan, kepikiran buat liat komentar lama.
Dan ternyata masih hidup trit nya.


Gue sekarang, udah lanjut hidup dijogja val.

Asli ini kota kuat godaan nya,gue jadi tau kaliurang sampe hotel melati ST di paris.
Mulai dr barki** sampe liqui*
Gue udah pisah sama pacar gue dan ketemu orang baru anak kalimantan.

Doain ane belajar terus lebih baik dalam hidup val.


5TAHUN LAGI SEMOGA PAS GUE BACA, GUE UDAH GAPAI MIMPI2 GUE, DOAIN PANJANG UMUR


AMIN gan, masih hidup Orangnya juga nih..

ALHAMDULILLAH GAN, Sebisa mungkin nge-REM gan. asli bisa njungkel kalau nggak ada REM,,
Njungkel kayak Aku ini gan..

Quote:Original Posted By vladh
meguru gone bang oval wae lah,,😂😂😂,,


Merguru apa kiye bos? haha

Quote:Original Posted By sicadelllll
lanjutannya mana om....



Siap Juragan

Quote:Original Posted By Arikempling78
tak kiro tamat pas nikah
masih lanjut kayaknya


Masih gan, biar curhat aja, biarin, haha

Quote:Original Posted By sting001
Wkkw lanjut lagi bang ane kira dah tamat.
Gw juga baru buka kaskus udah lebih 1 tahun ga buka wkwkw


Buka aja gan,, lumayan buat Hiburan,, Jangan TWITT** mulu yang dibuka, ntar AVAIL Open BO terus maunya, kwkwkwkw

Quote:Original Posted By yudidoank
d lanjut ni pak ustad ceritanya?


Lanjut gan,,,

Quote:Original Posted By odoth21
wah bang opal kok ngilang


Ini, ada kok :-D

Quote:Original Posted By lawanl95
naik lagi ni cerita


Naik ke Puncak Gunung ndan, tinggi Miring kayak mabok.. wkwkwk

0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
20-08-2019 13:13
TAK BIASA #1

Beberapa bulan berlalu, sepulangku dari Bandung bersama Melody gue kembali beraktifitas seperti biasa, hubungan dengan melody perlahan gue tinggalin, nggak tau persisnya kenapa sih, hanya saja sejak dari Bandung itu gue rada enggan godain dia lagi, pun dia mungkin sibuk dengan cowoknya dan atau kehidupannya sendiri. Hasilnya, selang beberapa minggu dari pulang itu, kita saling jauh dengan sendirinya, hmm jadi hanya sedikit kisah pemanis hidupku..

Awal April 2017

Sore cerah dirumah sendiri, Rista belum juga pulih seperti biasa, dia masih sedikit ngambek, tapi udah mendingan sih. Jadi, gue itu habis ribut sama dia, gara-gara anak, biasa lah lagi sensitif. Okelah, nggak terlalu penting juga soal ribut sama dia sih, karena gue udah percaya Penuh dengan Allah atas dia untukku, ntar kalau udah mood juga godain gue lagi, atau sebaliknya.

Telpon berdering, panggil saja dia Melinda, gue kenal dia di Group WhatsApp sebuah Produk (Online Shop) yang dibuat teman, entah maksud teman gue apa kok nambahkan gue ke Group itu. Berawal ledekan eh dia nanggapi aja, okay gue balas kok dan kita ngobrol seperti chat pada umumnya, dia berasal dari kabupaten Banjarnegara, dan ternyata dia pengusaha minuman khas daerahnya tapi usaha itu dia jalankan diluar kota, " Dawet Ayu " dan punya 7 lapak lumayan, usianya sudah 29 Tahun (2017) dan belum menikah, ditambah lagi Jomblo. hahaha. Hmm, lambat laun kita tersambung di WhatsApp dan dia suka cerita2 soal hobinya sejak kuliah di Semarang dulu yaitu " Mendaki Gunung ".

Sebuah hobi yang sebenarnya dari dulu gue nggak minat sama sekali, tertarik juga enggak, kalau soal pegiat dan pecinta alam lingkungan sih kadang masih suka gabung. Alesannya cuma satu, males buat capek. Yahhh, meski dulu pernah sih naik dataran tinggi kek Dieng, Sikunir, dan Prau, ujungnya disana cuma mau Mabok sama cewek dan tak berkesan, jadi nggak pernah aku ceritakan.. Jadinya gue dan Melinda itu udah akrab dan dia ada rencana main ke rumah sini, karena jarak nggak terlalu jauh sih, jadinya gue silahin aja tapi ke tempat Sitaa aja, karena dia yang paling Welcome kalau ada temenku cewek baik yang udah kenal maupun baru.

Mel : " Mas Val, jadi boleh nih ke rumah? udah bilang istri? "
Aku : ".. silahkan, udah kok dan boleh.. "
Mel : " oke deh lusa sore aku sampai, "
Aku : " iya nanti nginep sama istriku. "


Sebenernya, Melinda itu ngajak gue naik gunung bareng, yah sejak akrab aja dan baru kali ini kita mau ketemu saling sapa, sebelumnya hanya video call dan Sitaa tau kok plus udah gue kenalin sama dia. Melinda pengen ke Puncak sama gue dan Sitaa.

Lusa berlalu, Sore ini gue sama Sitaa jemput dia karena katanya males nyari, sesampai rumah ngobrol aja dan akrab, begitu juga Sitaa yang nggak gimana2 dan dia juga asyik ngobrol aja sama Melinda. Sampai larut malam, akhirnya simpul obrolan menjadi Naik ke Puncak, hahaha dalam hati gue ketawa aja sebenernya bukan soal kuat atau enggak tapi kok nganeh nganehi seorang gue jadi tukang muncak, suka muncak gunung sih tapi gunung yang " itu " bukan yang ini, wkwkwk..

Sitaa : " kek apa sih rasanya naik gunung Mel, ?
Aku : " lo sih kerjaannya diskotek doank sama Cafe, ", sahutku ngakak..
Sitaa : " .. haha ", asik dengan rokoknya.
Mel : " gitu deh mba Asyik, puncaknya sih Bonus, tapi perjalanannya yang susah senang banyak ceritanya "
Aku : " hahha, ya udah deh cuss kapan Mel, lo aja yang koordinir, nanti aku sama Sitaa, kamu udah ada temen yang lain belum?"


Ditanya begitu, Melinda mendadak diem, dia lanjut cerita soal kehidupan dia yang jelas dia itu Jomblo dan entah tanpa cerita alesan dia males melibatkan oranglain selain kita berdua untuk ke puncak. Jadinya gue ada ide, sebut saja Hans dia teman Sitaa di Jogja, sama juga bujang tua yang belum menikah kali aja Melinda dan Hans saling cocok, hasilnya langsung deh Sitaa menelponnya dan jawaban Hans meng-Iya-kan ajakan kita.

Melinda menyambut baik, dan diapun lanjut mem-briefing kita, mulai dari perlengkapan sampai selesai, karena semua udah dijelasin sama dia jadinya gue sama Sitaa hanya modal kemauan dan sedikit uang buat sewa peralatan yang nantinya bakal diurus sama Melinda.

Hari berlalu, pagi ini kita berdua udah siap dirumah Bapak Ibu, mau nitip anak-anak karena kita mau jalan jauh, pun Rista udah tau dan dia ngijinin kok, aman. Oke deh lanjut ke tempat Melinda yang udah dikasih tau dia sebelumnya, sampai disana gue dan sitaa disambut baik Melinda dan keluarganya, hingga sore berlalu Hans dateng naik motor sendiri dari Jogja dan udah kita jemput.

Malam berlalu, 2 botol anggur merah dan 1 bir menemani malam ini, jujur gue kedinginan.. tapi keknya tak mungkin buat gue enak2an sama Sitaa.. malam itu Hans udah berkenalan pula dengan Melinda yang ahhhh sepertinya mereka berdua saling cocok dikesan pertama,. Malam semakin larut, mereka berdua udah tidur, gue masih asik minum sendiri di temani Hans yang nggak mau minum karena dia emang jarang minum, dinginnya ampun, ...

Pagi yang dinanti kita langsung meluncur tepatnya di Kledung, Temanggung paling barat. Kata Melinda, kita mau naik Gunung Sindoro. Oke deh jam 9 siang kita udah di basecamp, tanpa Gue bahas gimana teknisnya karena udah banyak soal Pendakian Sindoro yang dibahas di dunia nyata maupun maya. 8 Jam berlalu, sampai di Sun Camp Sindoro suasana sepi dan bukan peak session mendaki sih, waktu kita habis di jalan yaa maklum lah aku dan sitaa itu Tua tapi Pemula, apalagi pemabuk, hahaha. Hmm, sampai dirikan tenda selesai dan kita menikmati waktu..

Jujur ya, gue rada ampun.. capek pegel, males, haduuhhh.. sama juga dengan Sitaa, Hans beda dia semangat aja. Yahh sebenernya gue sama Sitaa sih semangat dan jarang ngeluh kok, nek Melinda wis nggak usah ditanya. Hingga Malam, Melinda lagi asik ngobrol sama Hans, wah jangan2 mereka saling naksir nih, tak apa. Gue sama Sitaa lagi pijetan, ampun deh.. Sita sempat kena cidera, lecet2 sih karena ini pendakian pertamanya, alhamdulillah udah lumayan enakan. tapi kata Melinda kita berdua udah lumayan maksudnya mampu jalan walau pelan dan 15 menit berhenti istirahat 5 menit, wkkk. Sitaa tidur duluan dan gue nyusul, entah mereka berdua.

Melewati Dini hari, jam 2an lah, dengan paksa Melinda membangunkan kita semua yang jelas paling hanya beberapa jam tidur, ngajak buat muncak sekarang juga.

Aku : " pagi amat Bossss.. "
Mel : " namanya bukan Summit mas kalau naiknya jam 7 nanti, "
Aku : " hmmm.. Sitaa, sanggup? "
Sitaa : " Oke deh Mas.. ", rada terpaksa sih sebenernya..
Mel : " Udah tenang aja semua buat Ngopi ada disini, siap semua Bosku . hahaa. "


Setengah 3an kitapun naik pelan-pelan dan 3 jam sudah lebih melewati Batu Tatah..

Sitaa : " Mas Val, berhenti... "
Aku : " kenapa sayang.. "
Sitaa : " aku capek, dan lihat itu, ada siratan kuning dan sedikit jingga.. aku ingin disini sama kamu, lihat itu,,, "
Aku : ".. hehehe.. "
Sitaa : " Sayang, peluk aku. dingin .. "


Melinda hanya tersenyum melihat kami berdua saling peluk dan bersandar di semak2.. Mereka berdua membuatkan segelas Kopi..

Kalau pagi gini sih biasanya Rista atau Sitaa nih yang membuatkanku segelas Kopi panas, tapi sekarang Sitaa emang lagi nggak bisa ngapa2in di gunung, kita semua udah diberesi Melinda. Slow, menikmati dingin dan fajar, dalam hatiku " ohhh, mahakarya yang luar biasa, sunrise membelah langit Jawa Tengah terlihat indah dari lereng Sindoro ".. kita lanjut ke puncak yang ternyata hanya 1 jam lah kira-kira dari kami ngeslow sunrise..

Haha, tapi nyatanya lebih dari itu, gue amati ternyata Gunung ini seperti Tas, cembung kelihatan kayak ada dataran eh ternyata dataran yang nampak itu masih ada cembungan lagi.. Sampailah di Jolotundo, Puncak Sindoro yang begitu gersang. Bau belerang sulfatara yang cukup menyengat, dan tak lama dari itu turun, 30 menitan kita turun cukup lama sih.. Dan sekitar 2 jam kita santai turun di Camp.. Menjelang siang berlalu sekitar setengah 3 kita turun , sebenernya gue masih penasaran sama Gunung. ehh ternyata Sitaa punya pikiran yang sama.. Dan maghrib sampai lagi di basecamp Kledung,

Sitaa : " eh mas jebul naik gunung enak ya. ya walau capek wah kakiku merah2 iki.."
Mel : " hooh ncen, ya lumayan lah hiburan yang nggak biasa buat kita "
Sitaa : " Mel, katamu mau lanjut Sumbing.. semalem cerita?? "
Mel : " haha ketagihan ya mba? ya ayo tapi kita Rest dulu 10harian ya. pulang dulu. gimana?? "
Sitaa : " aku terserah mas Oval aja sih.. "


Oke deh kalau gue, kondisikan saja tubuh kita dan yang lebih penting kondisi dirumah. aman aja sih dan anak2 emang udah gue bilangin dan mereka semua udah terbiasa ditinggaltinggal sama orangtuanya sejak lahir. Malam yang masih dingin, Hans langsung ke Jogja, kita bertiga pulang dan Melinda ke rumahnya. Gue sama Sitaa menyisir jalanan melewati Hutan dari Banjarnegara ke Kebumen..

Ada sedikit insiden karena gue rada lupa jalan, sedikit tersesat tapi alhamdulillah bisa kembali lagi, padahal daerah itu terkenal dengan Begal dan Jambret, sebuah kawasan Perbatasan Banjarnegara Kebumen, Kejantanan gue lambat laun berkurang, gue sadar usia dan kadang mulai merasa takut tak senekad dulu. Tapi, gue selalu meyakinkan diri, kalau kita yakin berhasil semua itu bakalan berhasil, pun tidak... Itu sudah kehendak-Nya.

Sitaa : " Mas, untung aja nggak nyasar lagi, hahaha "
Gue : " Sialan, aku rada takut eww.. "
SItaa : " Oiyaa mas, ada Hikmah ya yang gue amati diperjalanan kita ke gunung kemaren..? "
Gue : " Apaa.... ? "
Sitaa : " SEGALA SESUATU ITU BERHARGA, Mas "


Itu bisikan Sitaa disela jalan pulang.. Benar sih, di gunung apapun berharga, dan mengajari kita untuk menghargai segala sesuatu yang ada. Tidak butuh hari ini, mungkin suatu ketika kita akan sangat membutuhkan dengan hal itu, APAPUN.

Next time kita ke gunung lagi..
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Di Antara Bintang-Bintang
20-08-2019 13:25
Eh mas Oval ada update, lagi mas hehe emoticon-Big Grin
0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
07-10-2019 13:02
Quote:Original Posted By DanyMartadinata
Eh mas Oval ada update, lagi mas hehe emoticon-Big Grin


hehe sedikit sedikit gan,, kepala pusingan nih :-D

Quote:Original Posted By dzakwansw
MANTAP.... Semoga selalu istiqomah. hehehe.
istiqomah updatenya. wkwkwkw


haha, iyes gan,, kalau lagi enggak Gila ntar update kok, soalnya sering kambuh gilanya.. jadi jarang apdet..

profile-picture
DanyMartadinata memberi reputasi
1 0
1
Di Antara Bintang-Bintang
07-10-2019 13:04
TAK BIASA #2

Waktu berlalu, keseharian gue masih seperti biasa. Tapi, kali ini ada yang semakin beda.. Kehidupan gue tambah hari tambah dihadapkan dengan yang namanya (bisa saja) " Ujian " atau malah " Azab " kecil maupun diatasnya. Gue jadi sering bermasalah sama RISTA, mungkin hanya hal sepele saja jadi dibesar-besarkan. Tapi, sudahlah, kalau kita selalu melihat Keburukannya, melihat Bedanya, jelas nggak akan selesai. Maka, lihatlah baiknya, lihatlah persamaannya, walaupun sakit. Soal anak-anak sih aman saja, karena kesibukan kita semua, Yudhist ikut mbah Putrinya (ibu Rista), Bintang ikut orangtua gue. Sita dan Rista masing-masingnya yang urus anak gue. Yudist dan Bintang sudah besar, mereka sudah belajar mandiri dan mulai punya Fokus dengan kehidupan sendiri. Yang jelas masalah utama (sebab) kenapa ribut terus sama Rista, gue belum tau sebeneernya apa.

Lain sisi, Cara gue mendidik anak sederhana, biarkan mereka mau apa saja, kita orangtua hanya memberi contoh, dan mengarahkan. Sesekali menegur kalau memang salah entah sesuai adab atau moral. Karena bagi gue, Anak adalah Produk orangtua, output yang dihasilkan dominan dari kita para orangtua. Prinsip sederhana saja, Anak dengan kita adalah BEDA, kita dengan orangtua juga BEDA. Jangan samakan mau kita dengan mau anak, ANAK bakal stress, karena kita dan anak jelas Beda Masa, Beda Zaman. biarkan mereka tumbuh dengan karakter mereka, dan jadi orang tua silahkan BUANG JAUH apa itu " HARUS ", misalnya " Kamu itu HARUS pintar sekolahnya, kamu HARUS rajin mengajinya. Biarkan saja.. Tips sederhana, kalau anak mulai nakal, nasehatnya " Mas, bicara yang baik yaa " itu lebih baik daripada " Jangan ngomong kasar, Mas ".. Buang jauh kata JANGAN..

Hmm, gini nih... Gue ada sedikit permasalahan dengan Rista yang kian hari kian ngganggu, bukan Soal SITAA sih, kalau SItaa sama Rista udah nggak dimasalahin, mereka akur-akur aja. Hanya saja soal oranglain, Rista lagi sering (intens) hubungan sama orang di HPnya, dan entah siapa. yang jelas lelaki, dan sinyalnya gue curiga sama Mas Bagus. Gue juga sama aja, gue sering tapi bedanya ini sama Ceci. Pernah 2 x gue mergoki Rista Video Call dengan mesra sama Lelaki itu, gue juga pernah ketauan Rista jelas lagi telponan dan ngobrol " RANJANG " sama Ceci..

Kedua, Pas gue ke Bandung, dengan diam-diam Rista ikut ke Bandung juga (mungkin dia curiga gue ada sesuatu lagi sama Ceci), hanya beda kendaraannya saja. karena gue juga jujur kalau dihubungi (kecuali memang nggak bisa gue sampaikan) ya gue jujur, misal Rista nanya lagi dimana? ya gue jawab apa adanya. memang sih pas Rista ngikuti gue ke Bandung itu ketahuannya gue itu ke tempat Ceci dan disana memang berdua. Gue bilangnya nggak nginep tapi nginep. Malamnya Rista datang dan gue kaget, karena Ceci hanya pakai pakaian minim dan gue hanya celana panjang.

JUJUR, gue nggak ngapa2in sama dia, pas itu. Hasilnya kita semua bentrok, akhirnya malam itu gue mutusin cabut dari tempat Ceci ke tempat lain bersama Rista, sampai 2 hari gue ngga ngobrol apapun sama dia padahal 1 ruangan, sampai pulang ke Kampung. Dari hal itu, kita ribut, hasilnya kalau Ribut setelah nangis sambil ngomel tuh ujungnya Rista selalu minta izin untuk Pergi (pulang ke rumah ibunya), ini semua bukan hanya soal kecemburuan. Selalu gue turuti saja, dan antar dia Pulang.. ntar sambil gue SSI ( Sepik-sepik IBLIS ) sampai dia mau pulang lagi, begitu terus.

Kalau boleh jujur, sebenernya gue lagi kegoda sama CECI, iya jujur, gue mulai kambuh lagi soal suka lebih jauh sama dia, selaion memang masih menarik, juga hanya karena dia SINGLE. Dan, Ceci sebenernya menyambut baik, semua kendali di gue, permainan ini gue yang atur, hasilnya...... Entah, ini salah atau benar atau gimana?? Gue udah Setubuh lagi sama Ceci, dan,, yang mengejutkan Rista pun sama dengan Lelaki yang belum gue tau siapa itu. Lain sisi, dengan RIsta.. dia juga ngaku kalau udah ketemuan dan jalan sama Lelaki itu, hanya saja gue masih enggan nanya detail ke dia. Sitaa udah tau juga cuma gue suruh diam, pun gue jujur juga sama DIa kalau gue sama Ceci deket lebih jauh, soal ini Sitaa juga marah tapi marahnya dia cukup sebentar.

Malam ini, gue ajak Rista keluar sekedar berdua menikmati waktu disituasi yang Ribut tiap hari. Setelah maghrib ajak dia ngangkring aja di sekitaran Kota, tapi disini pikiran gue di uji lagi, gue pengen Dugem sama RIsta, ajak ke Purwokerto,

" Ikut gue malam ini, "
" .... "
" Ke Purwokerto, seneng-seneng "
" Males sama kamu,, "
" Apa? mau sama lelaki itu, maaf ya Ris, sekarang gue lagi gak butuh lo jujur soal siapa orang itu, gue cuma pengen KAMU malam ini.. !!"
" .... "
" ENgga mau?? .. sana pulang sendiri, tinggal gue disini, kalau gitu gue ke Purwokerto sendiri"
" ... "

RIsta diem, gue masuk mobil dan dia ikuti aja, dia mau sebenernya. Kitapun cabut, di jalan dia nelpon Sitaa, kalau jalan sama aku dan entah sampai kapan.. Hah..! kita ini orangtua apa ya? Sampai berlalu di sekitaran Baturraden, ada beberapa temen gue yang nyamper, disini keributan terjadi lagi..

" Anjing lo.. ngajaki gue kesini cuma buat lihat lo ketawa-ketiwi sama temen lo.. ?"
" Diem engga?, gue cuma nyapa.. "


Di dalam sekedar Minum, awalnya Rista nggak mau sama sekali, tapi teguk demi teguk mungkin dia nggak enak atau emang pengen.. Sampai kita berdua Mabuk, musik terus berdegub, tanpa ngobrol tanpa apapun dan situasu Pesta berakhir subuh.. Rista kelelahan dan merebah di pelukan, di luar gue putusin pulan sore nanti..

" Ke Losmen, bawa uang nggak ? "
" ada.. mau ngapain ?"
" Uang gue habis, itu aja punya Sitaa.. "
" lo apaan sih, uang dia ya uang dia kenapa lo pake buat ginian sama gue?"
" Buruan ayo, "
" Engga mau, pulang aja.. "
" sana pulang sendiri.. !!"
" ........ "


Lagi-lagi dia diem ngikuti permainan ini, sampai Losmen sekedar beberes tapi Gue mulai Nafsu sama Ristaa yang cuek abisss dari semalem..

" Sayang... "
" Gue lagi nggak mau... "
" Kenapa?.. M ?? bohong..! alesan perempuan kalau nolak hubungan dengan alasan M itu NORAK..! . bilang aja ngga mau.. "


Gue udah usaha merayu dia, tapi tetep cuek ya udah gue biarin.. Tapi, selalu gagal, pasti gue bakal kepancing emosi.. Bentrok deh jadinya..

" ENgga mau ya engga, jangan MAKSA.. "
" Matamu lihat nggak sih? kapan gue maksa Lo?
" ....... ?"
" ENgga mau ya udah, tapi gue mau pesen kamar sebelah, tidur sendiri-sendiri, kalau masih disini sakit di gue, pengen nggak kesampaian.. "


Gue tinggal RIsta, ke resepsionis, dan gue di kamar sebelahnya, biarin..

Entah berapa jam tidur, Rista bangunin gue..

" Apa?? .."
" UDah siang e jam 11.. "
" Masih males gue... "


Dia meluk gue, cium-cium, apaan..

" Apa, tadi malem ngga mau.. "
" Hmm, udah di beresin sebelah, gue disini yaa.. "
" Udah sana aja kalau nggak mau sama gue.. "
" HEhehe, mau.. sekarang udah mau, semalem Mabok aku males "
" Alesan nggak MUTU,, huuu.. "
" Hmm. "


Ajak bercanda saja mesra-mesra kalau udah baikan di dia. Kalau udah gini RIsta bakal luluh dengan sendirinya,

" Gue tau lo gak bakalan lari dari gue.. "
" Hmmm,,, "

Pasrah aja dia, sok iyes pura-pura nggak mau.. Hahaha.. Ya udah deh kita menikmati " Waktu " ini.. Dan kita checkout lanjut makan, dan Pulang.. Entah kenapa, dijalan masih aja saling diem, jaim.. Disela ini gue sisip pertanyaan..

" SIapa lelaki itu.. ? "
" Udah ngapain sama Ceci, udah seks sama dia ? "
" Ehh. lo ditanya malah nanya?? "
" Biarin.. "
" Gue udah SEKS sama dia ..! kesel deh sama lo.. " ( padahal gue belum berhubungan sama Ceci lagi )


Gue jawab begitu, dia malah nangis dan mukul-mukul gue, jadinya minggir aja berhenti..

" VAL, please jangan sama dia.. AKU CEMBURU.. aku nggak terima.. "
" makanya lo jawab siapa lelaki itu ?? "
" ....... "
" JAwab SU ASU.. !"


RIsta masih nangis dan sibuk Buka HAPE.. gue kaget dia nunjukin itu Foto Lelaki yang di maksud.. Gue nggak kenal sama sekali siapa dia, Maaf Ris, karena gue berprasangka buruk udah nuduh Bagus walau belum gue tanyakan..

" Hmm, ganteng kok, keren.. Gue sih apaan !!.."
" ... Val, jangan marah.. "
" MArah lah, gue juga punya rasa Cemburu.. "
" . dia cuma temen gue, "
" Siapa? kok nggak kenal "


Rista menjelaskan, soal ini lagi. Oke deh gue dengarkan aja.. terserah dia mau sambil nangis atau marah.. Yang jelas KITA BERDUA ORANGTUA BEJAD.!. Yang bikin gue kaget tuh, Rista tertarik sama dia.

" Iyaa, aku akui aku mulai suka sama DIA. "
" Ohhhh, anjing lo.. gue cemburu Mutlak kalau ini.. ini orang baru,, "
" Iya gue minta maaf "
" Lo udah ngapain sama dia? "
" ......... "
" JAwab .. ! "


Model gue kalau ada masalah dengan orang lain, yang pertama di tanya Rista dulu.. kalau nggak kental ya gue temui sama Rista..

" Oke, nggak jawab.. sekarang juga dimana tuh laki-laki, temui "
" Val, jangan... "
" Kenapa? .. Bisanya cuma nangis !! . udah ngapain sama dia? "
"..... "


Hah, diam aja, yaudah lanjut jalan.. Disela itu dia jelasin lagi..

" AKu udah pelukaan dan ciuman sama dia, dan aku mulai ngrasa nyaman .. Maaf Val.. aku nggak sengaja "
" Itu namanya sengaja. kalau nggak sengaja, lo nggak bakalan nerusin dan nggak sampai tau kalau itu nyaman .!"
".. "
" Sekarang, gue pengen lo terusin sama dia, kalau perlu Lo SEKS sama dia.. !"
" Val, apaan? emang gue apaan.. "
" LONTE.. udahh ?? "
", Val... aaaaaa ", nangis kenceng...


Biarin dia nangis, gue terus melaju.. Hmm.. entahlah.
profile-picture
hisalman memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Di Antara Bintang-Bintang
07-10-2019 17:46
Quote:Original Posted By astri.beloved
hehe sedikit sedikit gan,, kepala pusingan nih :-D


Kepala yg mana mas yg pusing ?atas atau bawah ?wkwkwk
0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
07-10-2019 20:03
lanjut om
0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
10-10-2019 23:03
Mantap om lanjut
0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
19-12-2019 23:26
suwun update nya mas
meski dikit
yang kemungkin bisa saya jadikan bahan pembelajaran
sehat terus ya mase
0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
29-01-2020 22:34
mata it*lan lu bro hahaha
0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
04-03-2020 02:18
plisss mama aaaaa uuuuu eeeee
0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
04-03-2020 11:24
updateee lagi donggg ommm oval, butuh penyegaran
0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
28-03-2020 03:37
sori, baca dari 2015 tpi baru kasih reputasi sekarang, hahaha
but ini salah satu cerita terbaik yng pernah gw baca di sfth, detail ceritanya gila, line ceritanya juga rapih banget,
semoga diberikan ending terbaik,
terus semangat berkarya 🍻
Diubah oleh dimitri.shaver
0 0
0
Di Antara Bintang-Bintang
25-04-2020 09:43
Sukses terus lah boss

emoticon-Angkat Beer
Diubah oleh kadalbuntingzzz
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Rianzzz75 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Di Antara Bintang-Bintang
06-07-2020 01:52
( masih ) Tak Biasa

Quote:
Apa kabar teman-teman semua..
Mohon maaf, gue Post Thread pakai akun Baru..
Gue lupa Password, dan entahlah..
Semua data gue hilang kena Ransomeware,
beberapa bulan yang lalu..


Sepulang dari Purwokerto, situasi gue dan Rista semakin mencekam, setelah di jalan Pulang kita bertengkar karena Pengakuan soal dugaan Selingkuh. Sesampai di rumah, gue tinggalin Rista tanpa penyelesaian, gue lebih memilih bersama Sitaa. Bukan gue membandingkan ya, tapi kadang masih ada sisi lain soal Plus Plus Sitaa kalau sama Rista, soal santainya menghadapi Masalah. Sesampai rumah sambutan hangat Sitaa, tanpa menanyakan apapun sama gue, maksudnya nanya yang engga biasa, perhatian dia ya seperti umumnya seorang istri yang menyambut suami pulang, apalagi setelah beberapa hari tak ketemu dan berkabar.

Lusa berlalu, datang Kakak dan beberapa keluarga Sitaa, mereka mau ada Acara Syukuran tapi engga tau soal apa, jelasnya kami berdua di butuhkan oleh mereka. Istilahnya mereka datang menjemput kita, oke deh berangkat, karena acara ini berlangsung di Jogja. Tak ada hal yang menarik atau apapun di sepanjang acara ini, layaknya acara keluarga dan menurut kami berdua, tak ada moment atau kejadian khusus yang mengena, yahhhh you know lah gimana acara keluarga. Pun, ada misalnya soal membandingkan atau ketidak enakan kecil, bagi kami hanya angin lalu dan tak pernah masuk ke Hati. Maklum saja, gimana kondisiku dan Sitaa.

***

Sebulan lebih berlalu sejak acara di Jogja itu, sepanjang itu pula gue bener-bener engga akur sama RISTA, gue seperti sengaja membiarkan dia dan memang JUJUR yaa, kira-kira sebulan lebih ini gue engga pernah Kontak dengan Rista, apalagi menemuinya, diapun sama, tanpa kabar Apapun. Bahkan, Sitaa sampai ikut marah karena gue engga memperdulikan Rista. Memang sejak kejadian Date gue sama Rista ke Purwokerto rasanya kok kayak engga enak banget ke dia, engga enak maksudnya gue lagi engga minat, gue jijik sama dia,.. Ah entahlah kenapa juga,. Hmm, gue melamun sore ini di teras rumah..

Sitaa : Mase, kenapa masih belum mau Puasa?
Gue : Hehehe, engga punya alasan. kenapa sayang?
Sitaa : Ohh, engga apa-apa mas, temenin gue Buka Puasa di Luar ya, hayukkkk.. berdua saja!
Gue : anak-anak?..
Sitaa : Titip Bapak Ibu ya? Aku pengen berdua sama Kamu..


Puasa sudah hari ke 26 ( hari ini Rabu, 21 Juni 2017 / 1438 H ), Jujur pula gue belum pernah Puasa sekalipun.!!!. Sekedar nongkrong aja di Tempat makan sekitaran Jl. HM. Sarbini ( orang Kebumen pasti tau tempat ini ), memang sih zaman semakin berganti saja, sudah hampir tak ada yang aku kenal disini, tanda bahwa akupun sudah TUA usianya, tapi TUA MUDA perilaku tetap memilih Muda, hahaha. Sambil berbuka puasa, hangat dengan obrolan kami berdua. Salah satu kunci keberhasilan hubungan (Rumah Tangga) adalah saling aktif Komunikasi, apapun suasananya!, intinya NGOMONG!. Walaupun, masalah bakalan tetap dan terus ada, rebut bakalan ada, apapun sebabnya, setidaknya ada usaha.

Disela itu gue ngajak Sitaa ngobrol rada serius lagi soal Rista.

Gue : Rista itu anjing!.
Sitaa : Lo yang anjing kali mas!, bukannya lo samperin dia eh malah di cueki, di biarin gitu..
Gue : sama Lo gimana?
Sitaa : Mas, aku engga pernah berani nanya apapun sama dia, sumpah!, gue masih seperti biasanya nanya soal anak-anak aja sama kerjaan, udah. Soal kamu dan masalah sih gue masih tetap engga berani.
Gue : Hmm, ya udah sih.. jelasnya sampai kapanpun kamu istriku, Taa.
Sitaa : Hahaha, aku suka!, tapi kasihan mba Ristanya mas!..


Gue mendadak diam, entah apa yang gue pikir, jelasnya gue mikirin Rista di sela ini, disela menemani Sitaa menikmati Makanan Buka Puasanya..

Gue : Nih, rokok.. Hmm, Sitaa, kasih aku saran donk gimana soal Rista..
Sitaa : Sarannya sederhana aja mas, samperin dia. Kalau udah, terserah aja lu mau ngapain..maksudnya mau lo tanyain apa kek bebas, atau mau di anggep engga ada apa-apa ya terserah.!
Gue : Gue bakal nerusin masalah bulan lalu sama Rista, bakal gue telusuri soal dugaan Selingkuhnya dia..
Sitaa : Mas, lo aja masih DOYAN banget sama Perempuan Lain!, dikira gue engga ngerasa apa jadi istri Lo selama ini? Hah? …!
Gue : apaan kok malah ngajak Ribut?
Sitaa : Lo kali yang Rese, gini Mas…. KECILKAN SEDIKIT EGOMU. Faham lah ya sama maksudku? Huh!..
Gue : Hmm..
Sitaa : Dimanapun Perempuan Mas??? SEMUA PASTI BENCI SUAMINYA SELINGKUH!!!
Gue : Heh!! Gue engga selingkuh, gue cuma seneng-seneng aja di Luar, istri gue cuma kamu dan Rista..
Sitaa: dasar TAI..


Hehehe, iya sih bener juga saran Sitaa, kecilin EGO.. Hmm, kalah deh gue dan yaa berusaha lebih instropeksi diri aja. Dan, gue hanya berusaha membela diri dari sudut Pandang Lelaki. Jujur, gue punya definisi SELINGKUH menurut pandanganku sendiri. Permainanku ini, aku anggap bukan selingkuh. Oke deh lain waktu gue bahas soal Selingkuh yang gue maksud. Berlanjut menjelang malam kami pulang,

***

Hari berganti, hari ini gue ucapkan “ Minal ‘Aidzin wal Faidzin “ Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 2017. Yap, jam 8an pagi ini, Sitaa membangunkanku..

Sitaa : “ Mas, bangun.. hah kamu ini engga Shalat ‘Id “
Gue : “ Males, “
Sitaa : “ Buruan mandi! “


Selesai beberes, Zahra (anakku) menghampiri ke kamar..

Zahra : “ kata Mama suruh bersalaman dan minta ma’af, “
Gue : “ Hehehe, Zahra ini pinter dan Cantik ya, iyaa. Maafkan juga ya, mana Mama, sayang? “


Zahra memanggilnya yang sepertinya masih Asik berdandan, Sita masuk dan duduk disampingku, istilahnya dia Sungkem,

Sitaa : “ Mas, maaf lahir batin, yang terbaik buat kita ya.! “
Gue : “ sama-sama, Taa.. Peluk sini.. “


Ahhh, nyaman sekali memeluknya, mengecuk kening dan mencium Pipinya..

Sitaa : “ Ke tempat Bapak Ibu yuk Mas, Pagi ini aja biar sampai Sore nanti, atau Nginep deh.. ngumpul disana.. Gimana? “
Gue : “ Nanti yaa, engga enak sama teangga paling engga kita Say Hello an dulu.. “
Sitaa : “ Eh iya Lupa.. hehee “
Gue : “ .. “
Sitaa : “ Mas, gimana mba Rista?? Belum kamu kontak juga? “
Gue : “ Hmmmm… “


Entahlah apa maksud Sitaa, tiba-tiba dia menelpon Rista, dan diangkat. Biarlah gue males nyegah, ngobrol-lah mereka di loudspeaker.

Sitaa : “ Mba, maaf lahir batin “
Rista : “ Sitaa, sama-sama ya, maafkan aku juga, hehehe, “
Sitaa : “ Mba, apa engga kangen sama mas Oval ? “


Gue rebut tuh telpon, dan gue matiin aja..

Gue : “ Baru aja maaf maafan eh Lo ngajak rebut.. !”
Sitaa : “ Mas, please.. ini ‘Idul Fitri, hari Spesial, sangat tepat buat memaafkan dan sebaliknya. “


Sitaa lanjut menelpon kembali,

Sitaa: “ Maaf mba, mati.. hehehe, “
Rista: “ Iya iya, kamu nanya apa tadi? Kangen sama Oval ?.. eh Sitaa, kamu kesini entar Sore ya, sendiri aja, “
Sitaa:“ Ada apa mba?, “
Rista: “ Kesini aja temui aku ya, sendiri tapi, janji! “
Sitaa: “ Mba aku kabarkan nanti ya.. “


Telpon selesai.. Kan, rese sih Sitaa ini, ngapain juga nanya soal Aku sama dia, rempong sendiri disuruh kesana. Mungkin Rista kangen atau apa gue engga tau, pun ntar dia kesana sendiri gue juga ngebolehin kok.

Sitaa: “ Mas, dengar kan mba Rista bilang apa, “
Gue: “ Sitaa, kalau lo mau kesana, ingat baik-baik ya, nggak usah lo bela-belain gue kalau dia ngasih Argumen, tugas lo jadi diri lo sendiri aja, jadi Versi terbaikmu.. “
Sitaa: “ Mas, tenang aja. “


Kita lanjut menyapa tetangga sebelah, Lingkungan tempat tinggalku dengan Sitaa adalah Perumahan kelas Menengah. Sampai menjelang dzuhur kami bergegas ke tempat Bapak dan Ibu. Sampai disana, rumah ramai, banyak tamu hadir entah tetangga atau teman-teman Bapak Ibu, murid, atau siapapun. Aku lebih dulu menemui adek-adekku, IPUL, AIS, HAJAR, mereka semakin dewasa dengan Profesi dan kesibukan mereka masing-masing.

Ada jeda tamu pergi, gue bertemu Bapak dan Ibu, yang kian hari kian menua ( sehat selalu Bapak dan Ibu ).. Kamipun Sungkem, semakin hari semakin beda suasana ‘Idul Fitri di keluarga besarku, bapak semakin Cerah memandangku, Ibu juga iya, beliau menatap penuh senyum kepadaku dan Sitaa..

Ibu: “ Mas, mana Rista? “, tanya Ibu padaku.
Gue: “…. “
Sitaa: “ Mas, .. ? “
Gue: “ … “
Ibu: “ Sedang ada masalah? “


Akupun diam tanpa jawaban, dan hanya di jawab oleh Sitaa dengan alasan yang biasa aja maksudnya iya ngasih tau kabar, intinya juga alasan Rista masih sibuk.. Tapi, jelas ibu engga akan percaya begitu saja. Kamipun menghabiskan waktu disini, Yaa. Rumah kenanganku, rumah masa kecilku, masa remajaku. Sampai sore berlalu, Ibu masih sesekali menanyakan soal Rista tapi aku jawab jujur “ Aku sedang Ribut sama Rista, Bu! “, Beliau enggan berkomentar, hanya memintaku untuk Jujur saja.

Sitaa: “ Mas, nitip Zahra, aku mau ke tempat Mba Rista “
Gue: “ Taa, engga usah belain gue ya, apapun! “
Sitaa: “ Iya mas, “


Jelasnya gue tidur, sampai ba’da Isya, engga ada yang membangunkan, bahkan anakku.. ini saja di bangunkan Sitaa yang baru datang dari bertemu Rista..

Gue: “ Bilang apa dia? “
Sitaa: “ Ntar ya.. Mas, mandi sana, Oiya, nginep sini aja mas.. Ntar kalau anak-anak tidur kita keluar berdua, “
Gue: “ Kemana dan ngapain? Mau nemuin gue sama Rista? Janjian sama dia?”
Sitaa: “ Hmm, engga tau juga mas, hehe jelasnya gue pengen jalan sama Lo aja, berdua “
Gue: “ ……. “, bingung nih anak nutupin sesuatu,


Jam 8 an, kita pergi dan engga tau tujuannya mau kemana! Disela jalan aja gue masih mikir ini mau kemana ya tapi gue arahkan ke Kota.

Gue: “ Taa, aku mau minum, pengen nih “
Sitaa: “ Terserah mas, silahkan “


Biasa lah sekedar Anggur Merah 2 botol saja, hmm sekarang ini sudah cukup menemani disaat Haus, hahha, nongkrong di Kap seperti biasa dipinggiran pesawahan Kota ini.. Mulailah gue tuang Anggur Merah satu teguk, hehee entah ini Sitaa kok tiba-tiba senyum manis dan melirik Nakal sambil menikmati Rokoknya.. Tuang lagi 1 sloki, tapi Sitaa buru-buru merebut gelas kecil itu lalu dia menenggak minumannya dan belum sempat aku raih..

Gue : " Heh, kenapa kamu?!",
Sitaa : " Mas, gue juga pengen, boleh kan ya.. "

Hmm, mau gue larang juga buat apa, dia tetap bakalan minta, lain sisi gue udah percaya sama Dia, dan soal salah atau Dosa, hanya Tuhan yang berhak menghakimi aku, dan juga dia.

Gue : " Boleh sayang, terusin deh kamu yang nuang yaa. Ehh, ada apa kamu di suruh ke tempat CUNIL? "
Sitaa : " Hehe, kepo? hmm ... "


Minuman berlanjut, tapi Sitaa hanya beberapa karena dia bakalan nge-backup sampai pulang kalau gue Mabok, sambil dia melanjutkan apa yang dia dapat dari ketemu Rista tadi. 1 botol habis, tapi gue belum nangkep apa yang di bahas oleh Sitaa. Gue malah jadi males membahas Rista deh. Entah beberapa waktu, sejam dari kami nongkrong kira-kira hampir jam 10an lah tiba-tiba ada mobil parkir di sebelah mobil gue, Bajingan... dia Rista, datang sendiri sih.. Sitaa senyum dan sedikit mendorong kepala gue, tapi sudahlah aku malas mempermasalahkan hal kecil.

Dia hanya mandang gue dengan senyum, dan ngasih Sebotol minuman lagi, lalu ngambil gelas dan meminum anggur merahnya. Biarin aja deh suka-suka dia, jujur gue emang kangen tapi masih sebel aja. sampai beberapa menit kita saling dieman, kanan kiri gue perempuan istimewa.. Dia nyalami gue, ngajak salaman dan cium tangan sih, jujur gue rada Baper, maksudnya ini anak kok hmmm, hahaha.. Tapi gue sok JAIM.. males.!

Rista: " Val, salim donk.. lebaran kan.. "
Gue: " Oh iya, maaf lahir batin ya, kemana aja kamu?, intens sama tuh cowok.. ".
Sitaa : " Mas Oval.. sstt ", sahut Sitaa menyubit lenganku..
Rista: " ... ", raut wajahnya sedikit berubah..


Entah kenapa gue jadi kepancing Emosi sama Rista, tapi Rista tampak baik-baik saja, kalem aja, Sitaa yang jadi penengah.. Minuman terus berlanjut, sampai gue dan keknya Rista juga udah enakan (mulai mabok), kecuali Sitaa yang memang sengaja dia kontrol karena dia bakalan Nyetir pulang. Tapi gue semakin ngejar, gue tanya kelanjutan sepulang kita dari Purwokerto bulan lalu..

Gue: " Jujur, buruan. atau gue sudahi aja nih.. gue mau pulang aja. "
Rista: " Val, apaan sih, lo mau jawaban?.. "
Gue: " Iya lah.. "
Rista: " To the point aja deh, gue buka nih.. iya gue udah selingkuh sama dia, namanya IJAZ,.. cukup?! ", rautnya serius nih marah..
Sitaa: “ Mbak.. ? “,


Mendadak Sitaa kaget, sepertinya tadi waktu ketemuan mereka engga bahas masalah sebenarnya, mungkin hanya ketemu dan yah janjian soal disini.

Tangan gue menggenggam, tapi gue berusaha ngontrol, engga mungkin gue mukul Rista.. Gue berusaha diam saja merasakan cemburu yang luar biasa, tapi lain sisi gue mikir dan merasa aja, gue juga begitu, engga munafik engga bohong, mereka berdua tau banget siapa gue.. Sitaa berusaha memecah suasana dengan sedikit ekspresi kaget, lalu pelan-pelan menanyakan hal serius ini sama Rista.

Sitaa: “ Mbak.. ? “
Rista: “ Iya, Taa, gue emang Selingkuh.., maaf gue baru bilang kali ini, jujur gue nungguin dia hubungi tapi kenapa malah diam, gue buka aja disini, taka pa ada kamu yang jadi tau. “


Sitaa nampak keheranan, dan dia sedikit nanya ke aku, tapi gue cuma diem dan pandangan kosong aja sih sambil menikmati putaran Air Kedamaian.. Dan waktu semakin malam, tetapi semua terasa hambar, obrolan ini dan pertanyaan yang Sitaa ajukan seolah sia-sia. Mungkin Sitaa engga enak dengan Rista, atau mungkin juga lelah, jadi dia abaikan semuanya, masuk ke dalam Mobil sekedar memutar Lagu, gue masih berdua saling diam dengan Rista.

Rista: “ Val, kenapa diem? Biasanya lo sadis banget kalau kita lagi marahan ? “
Gue: “………… “
Rista: “ Ohh, jadi gue JUJUR pun masih salah di matamu ? “
Gue: “ …………. “


Sekali lagi, gue diem bukan soal engga bisa njawab, Ris. Tapi, gue lagi berusaha nahan marah, gue berasa pengen nyekek leher lo, sumpah DEMI ALLOH.. Nggak lama dari itu, dia keluarin HPnya,

Rista: “ Ini, Lihat.. heh, !!! Pegang ini hape gue.. biar Lo tau! “
Gue: “ ………… “
Rista: “ Lo Bisu!!, anjing!, lihat mat ague..! “
Gue: “ ……….”


Gue masih diam menunduk, gue udah enakan nih kepala sama badan, dalam hati gue sebenernya cemburu, gue juga penasaran apa bener si Rista selingkuh ( selingkuh disini maksudnya udah bermain seks sama tuh cowok ).. Pelan-pelan gue usaha buat lihat wajah dia, gue takut bakalan marah dan ngamuk ke dia.. Itu saja..

Gue: “ Apa.. ? “
Rista: “ Buta lo ya? Budheg atau Bisu?.. ini HAPE pegang, bego! “
Sitaa: “ Mbak Rista, please gue mohon jangan teriak-teriak, malu ah. Lagian gue ngantuk, mau tidur sebentar, silahkan enakin aja, selesaiin masalah kalian.. Please mbak “


Sahut Sitaa pelan, Rista seperti engga enak sama Sitaa, diapun perlahan Slow.

Gue: “ Anjing Lo mabok BERISIK banget.. ! “
Rista: “ Makanya lo dengerin gue, “, mukanya seperti mau nangis..

Gue raih tuh HP, dan langsung tampil WhatsApp dia. Wow, memang benar, namanya “ IJAZ “ nama ini memang belum pernah sekalipun gue dengar dan apalagi lihat orangnya, ini orang baru. Satu persatu gue baca.. sampai Habis, dan ternyata pesan itu berakhir 1 minggu yang lalu (kurang lebih).. Gue berusaha menyimpulkan, semenjak Pulang dari Purwokerto, Rista bilang kalau Nyaman sama dia. Sambil gue baca semua ini, sambil gue nahan Emosi, dia juga menjelaskan, memang Nyaman itu dia lanjutkan,

Rista: “ Lo sering ngecewain gue, lo bikin gue nangis, dan sampai rumah gue harap lo hubungin gue, tapi ternyata lo hilang begitu saja. Ahhh, entah.“
Gue: “ …….. “
Rista: “ Saat itu juga gue usaha hubungi lo, tapi lo nolak terus, nggak pernah respon.. Oke deh gue lanjutin nyaman sama tuh cowok “


Akhirnya gue nanya ke dia, setelah selesai gue cerna satu demi satu chat mereka.

Gue: “ Lo udah pernah ML sama dia? “
Rista: “ Udah….! “, jawabnya tegas, meyakinkan.. dan aku yakin memang IYA.


Gue berusaha bener-bener nahan emosi, gue coba raih tangan dia dan memeluknya. Rista nangis, dan nyandar di pundak gue..

Gue: “ Nil, kalau masalah ini mau selesai, panggil Ijaz kesini sekarang juga.. “, gue sentuh lehernya di sela memeluk, sedikit gue ancam..
Rista: “ Val, jangan…. Jangan, please..! “
Gue: “ tapi dia orang sini kan? Masih Kabupaten ini kan?.. apa gue yang bakalan pencet ini tombol CALL ? “


Rista merebut hape, gue engga berusaha ngrebut lagi, udah biarin suka-suka dia yang penting sekarang gue lagi usaha buat datengin si Ijaz kesini, bagaimanapun caranya.

Rista: “ Val, please gue mohon, udahan.. Gue udah engga hubungan sama dia lagi, lo baca kan last reply nya kapan? “
Gue: “ Tapi lo udah ML sama dia, berapa kali? .. “
Rista: “ …… “
Gue: “ Jawab, anjing!! Lonte!!!, “,
Rista: “ …… ampun, Val. 2 x “, nangis..
Gue: “ 2 x? , bohong gue apain?,”
Rista: “ Val, ampun gue mohon, jangan sakitin gue.. “


Oke deh, begini kalau udah panas, awalnya nge-Gas, mau gimanapun bakalan nangis dan takut. Tetap pada pendirian, gue minta Ijaz kesini, apalagi ini sudah semakin malam lewat jam 12.

Gue: “ Panggil Ijaz kesini, sekarang..! “
Rista: “………”
Gue: “ Sekarang!, Rista… “
Rista: “……….. “


Beberapa saat dia Call si Ijaz, intinya Ijaz setuju datang kesini, dan dia engga tau kalau Rista lagi sama gue, gue atur cara aja sedikit ngumpet pas dia mau datang biar dia duduk dulu deket Rista yang udah ngasih tau ternyata lokasi dia sekarang sekitar 12 KM utara dari Kota. Minuman gue lanjutin, dan setengah jam kemudian Ijaz ini hubungi Rista bahwa sudah di Kota dan nanya ketemu dimana, jawab kan ya. Gue ngumpet aja dan 5 menit kemudian Ijaz sampai, dan entah dia curiga apa engga yang jelas dia udah duduk di sebelah Rista. Jujur, gue kebakar Emosi, tapi Sita meluk gue kenceng sambil berbisik..

Sitaa: “ Mas, gue mohon selesaikan semua dengan baik, apapun dan bagaimanapun caramu!. Lo seorang BAPAK! Pleasee, jangan mempermalukan diri sendiri.. “
Gue : “ …. “
Sitaa : “ MEskipun ini masalah Serius, menurutku juga serius.. Maaf gue juga engga tau, jadi gue no Komen..!, walau sebenarnya gue ikut Sakit sama kelakuan Lo, Mas! ”


Sejenak gue diem dan merebah beberapa saat sambil ditenangin sama Sitaa, jujur karena gue berusaha lebih baik aja, menahan emosi, malu sama Usia, dan lainnya.

-- to be --
profile-picture
profile-picture
g.gowang dan jerikosumando memberi reputasi
2 0
2
Di Antara Bintang-Bintang
06-07-2020 08:03
Quote:Original Posted By dusktodawn

Quote:
Apa kabar teman-teman semua..
Mohon maaf, gue Post Thread pakai akun Baru..
Gue lupa Password, dan entahlah..
Semua data gue hilang kena Ransomeware,
beberapa bulan yang lalu..




Selama email yg digunakan untuk membuat Id masih ingat, masih bisa direcovery kok mas Id'nya. Cmiiw.
Diubah oleh g.gowang
0 0
0
Halaman 214 dari 215
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
mau-gak-jadi-istriku
Stories from the Heart
olivia
Stories from the Heart
kamu-hujan-yang-kunantikan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
horor-story-daun-singkong
Stories from the Heart
true-story-yellow-raincoat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia