Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
20
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57b850e65a516323468b456b/restricted-area
Barangkali kau bertanya, mengapa Aku tak pernah menyapamu, atau membalas pesan-pesan yang kau kirim setiap hari dengan rutin, hingga akhirnya kau mungkin mulai lelah dan memilih untuk menyerah. Bukan, bukan karena aku membencimu, atau tak suka padamu, atau bahkan lebih tragisnya lagi kau berfikir Aku ini angkuh. Akan tetapi ketahuilah, bukan semua itu alasanku. Kau tahu kan, salah satu iman dalam
Lapor Hansip
20-08-2016 19:45

= Restricted Area =

Quote:

Barangkali kau bertanya, mengapa Aku tak pernah menyapamu,
atau membalas pesan-pesan yang kau kirim setiap hari dengan rutin,
hingga akhirnya kau mungkin mulai lelah
dan memilih untuk menyerah.

Bukan, bukan karena aku membencimu, atau tak suka padamu,
atau bahkan lebih tragisnya lagi kau berfikir Aku ini angkuh.
Akan tetapi ketahuilah, bukan semua itu alasanku.
Kau tahu kan, salah satu iman dalam diri seorang wanita adalah menjaga rasa malunya.

Iya aku malu, malu jika diri ini masuk dalam pusaran angan semu,
terjebak dalam perbuatan yang dimurkai Rabbku.
Jika semua perasaan-perasaan spesial yang kumiliki telah habis terkupas,
lalu apa lagi yang masih tersisa??





Aku tak ingin menjadi budak-budak rasa.


Aku ingin belajar menjadi jiwa merdeka yang siap menerima segala takdirNya.
Yang pahit atau yang manis, jadi maaf,
jika caraku memperlakukanmu berbeda dengan gadis-gadis lain yang kau temui di luar sana.

Jika kau ingin pergi karena aku tak sesuai yang kau harapkan, silahkan!
Aku sudah diajarkan bahwa saat Allah menjadi tumpuan segala harap,
semua akan baik-baik saja. Pasti.



Jika dengan cara seperti itu, mungkin akan membuatmu membenciku, aku terima!
Jika dengan mengikhlaskanmu, Aku menjadi pribadi yang lebih baik, Aku terima!
Jika menjauhimu mendekatkanku pada kasih sang Khaliq, Aku terima!

Tahukah kau, Aku sedang menata hati, juga rasa,
agar tujuanku hanya pada Robbku.
Agar tempat berharapku hanya padaNya.

Aku tidak ingin berharap kepada hambaNya
yang tak bisa memberikan harapan apa-apa,
sebab aku tak mampu kecewa untuk kesekian kalinya.....
Aku hanya menghajatkan cinta kepadaNya. Hanya kepadaNya.

Bukankah cinta sejati tidak pernah bergantung pada kepemilikan?
Apalagi pada ikatan atas nama pacaran, iya kan?

Aku tahu tak ada perpisahan yang manis,
karena setiap perpisahan pasti akan menanamkan luka pada para pecinta.

Cara satu-satunya untuk mengobati hanyalah berkeyakinan sepenuh hati pada Qadar Illahi
bahwa Ia telah mempersiapkan orang baik untuk mereka yang tak pernah berhenti memperbaiki diri.

Namun ketahuilah saat kita memutuskan berpisah karena Allah,
jika memang engkau pemilik tulang rusukku,
selama apa pun kita berpisah,
sejauh apapun jaraknya,
tetap akan bersatu jua.

Dan jika disini aku menanti,
semoga Engkau disana menjaga....

Namun andaikata dunia tak juga mempertemukan
semoga surga mempersatukan.
Karena sejatinya jodoh itu tak pernah rumit,
ia selalu sederhana, datang dengan cinta.






Diubah oleh sella91
profile-picture
someshitness memberi reputasi
2
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 2 dari 2
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
= Restricted Area =
17-12-2016 18:15
Quote:
Aku pernah terbangun dalam keadaan gamang, sebab harapan yang terlalu tinggi.
Pernah juga terbangun dalam keadaan mati, sebab dibunuh oleh mimpi.
Tapi sekali, aku terbangun dalam keadaan hidup, namun segalanya telah berhenti.
Aku tidak mati, hanya cerita yang kuakhiri.
Lalu terjerat ingatanku, pada durma yang menyebar kebencian.
Terperosok tubuhku dalam nafsu yang tak mengenal majikan.

Aku terlalu mengabaikan logika, hingga perasaan merajai seluruh indera.
Aku buta, pada kenyataan. Aku tuli, pada bisik-bisik kebenaran.
Aku kebas, pada sentuhan. Aku bisu, pada kejujuran.
Dan hanya getir, yang kukenal di ujung bibir.

Kau pernah membawaku pada sebuah titik, dan mengikatku hingga tak berkutik.
Lalu kau biarkan segerombolan burung-burung pemakan bangkai,
menghabisi harapanku yang abai.



Kala itu, aku mentitikan kisahku.
Aku mengakhiri cerita yang bermain di kepala–yang di dalamnya,
kau lah pemeran utama yang kusanjung di hadapan Tuhan.
Kemudian lahir sebuah pertanyaan, kau pergi dengan tawa atau airmata?


Namun yang kutahu, ketika kutitikan kisahku,

Tuhan mengenalkanku pada koma;

Dimana kisah hanya dipisah unsurnya, bukan dihentikan ceritanya.


Dan kini, aku terbangun dalam keadaan mengerti,
bahwa bagi Tuhan, kata "selamanya", adalah kata yang memiliki makna terlalu lama.
Lalu koma, layaknya sosok senja yang bertugas membagi masa.
Dan kau; pagi yang kurelakan, teruntuk pagi yang lain–yang juga akan digantikan.
Hingga malam, akan kembali menjadi teman setia, dalam perjalanan.




sumber
Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
17-12-2016 18:29
Quote:





Aku pernah begitu percaya dengan masa depan,
hingga akhirnya kecewa, dan memilih untuk tenggelam di masa lalu….


Kau begitu lihai memanjakan hati yang memang selalu haus akan manjaan.
Aku menikmatinya, sungguh menikmati hari-hari yang dulu kita lalui bersama.
Bersamamu aku rasa bahwa masa depanku akan indah.

Namun aku luput bahwa apa yang dirasa oleh hati adalah skenario Sang Pemilik Hati.
Jika di tengah jalan Dia merasa ada yang salah dan sebagian skenario harus diubah,
maka berubahlah hati itu.
Dari yang dulu kau begitu mencinta,
hingga kini seakan aku bunga tak sedap yang harus dihindari oleh pandangan matamu.

Hatimu telah dibolak dan dibalik, untuk kemudian diambil dan dijatuhkan kepada yang lain.
Aku bisa apa. Aku cukup mengadu kepadaNya untuk memohon hatimu kembali.
Tak juga Dia kembalikan hatimu untukku.
Sehingga kini aku tak lagi percaya masa depan.

Ah hati… kau terlalu lemah.
Tak bisakah kau memilih orang yang tepat untuk kau tangisi?
Kututup Hati Lalu Mengutuk Diri

Memang rasa ini belum hilang sepenuhnya.
Hanya kesadaranku yang penuh. Bahwa aku tak cukup baik. Jadi, sudahi saja…

Di beranda sebuah rumah. Bumi tergenang hujan beberapa menit yang lalu.
Sunyi. Kelabu. Namun tatkala aku menatap langit biru, sejumlah spektrum warna membentuk lengkungan indah setengah lingkaran.
Pelangi.
Dia selalu muncul sesaat setelah langit menangis.
Dirinya membawa keceriaan bagi mereka yang berduka.

Namun hadirnya hanya sesaat. Begitu sesaat.
Sehingga belum sampai sepenuhnya aku menikmati setiap warnanya, dia telah pergi.
Ya, semenjak itu, aku menutup hati ini dan mulai mengutuki diri.
Tak lagi aku percaya laki-laki. Begitu pun cinta.
Memandang sinis akan sebuah pernikahan.
Aku sudah tak memiliki hasrat untuk mencintai ataupun dicintai.
Ternyata Dia hadir dengan membawa takdir sebagai pelangi yang tak akan abadi.




Skenario Sang Pemilik Hati selalu luar biasa.
Memang benar, apa pun itu tidak akan dibiarkan pergi dan hilang kecuali digantikan dengan yang lebih baik.
Saat kita kehilangan orang yang kita pikir terbaik,
Dia gantikan dengan orang lain yang tak hanya lebih baik,
tapi akan menjadi partner sekaligus guru untuk kita memperbaiki diri.

Aku dipertemukan dengannya.
Ia yang pada akhirnya berhasil memperbaharui kepesimisan pikiranku akan cinta dan pernikahan.
Ia hadir dengan begitu mempesona dan semua rencana membangun rumah tangga.
Jelas. Tak mudah untukku percaya.
Karena menurutku, aku tidak pantas merasakan pernikahan.
Apalagi disandingkan dengannya yang hampir sempurna.
Aku tak pantas. Tidak benar-benar pantas.

Hal ini tak lantas membuatnya berlalu. Lambat laun aku bisa merasakan, bahwa skenario hidup terus berlanjut.
Sang Pemilik Hati menginginkanku untuk kembali jatuh cinta dan memberi kesempatan pernikahan.
Bukan kodratku untuk mendahului takdir. Kupantaskan diriku.
Aku ingin menjadi tepat untuk dipilih. Fokus pada banyak kelebihanku dan berdamai dengan kekuranganku.
Menunjukkan bahwa kekuranganku bukan hal yang bisa menghalangi kebahagiaanku.

Sampai akhirnya, terbentuk “Rumah Pelangi.”
Sebagaimana pelangi yang indah karena tersusun dari berbagai spektrum warna.
Ya, Rumah Pelangi ini indah karena dibangun dari perbedaan warna dalam hidup.


Rumah Pelangi ini kami bangun semenjak ijab kabul terucap dan janji suci diikat.


Bersamanya yang mengembalikan keoptimisan dan kepercayaan diriku mengenai sebuah hubungan.

Walaupun tidak begitu jelas, namun tanpa kamu, pelangi bukanlah pelangi.

Kata-kata itu yang membuatku selalu mengagumi pelangi.
Membuat aku sadar, bahwa aku ada, berarti, dan bahkan memberi warna baginya.
Aku mendapatkan apa yang aku usahakan.
Ia yang tepat aku dapatkan dari pemantasan diri.
Karena menjadikan diri kita sosok yang terpilih, butuh perjuangan.
Pantaskan diri. Ia yang tepat akan datang dengan sendirinya.

Kini, Rumah Pelangi akan selalu Aku ceritakan kepada mereka yang sedang mencari-cari kebahagiaan.
Bahagia bukan dicari, tetapi diciptakan sendiri melalui pemantasan diri.
Dan kebahagiaan itu akan terasa dengan sendirinya ketika perbedaan menjadi warna-warna indah pelangi.



sumber
Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
19-12-2016 13:20
Quote:




Kali ini aku ingin bicara pada-Mu dengan sejujur-jujurnya Tuhan,
bahwa saat ini aku benar-benar sangat-sangat bahagia.
Sebab Engkau telah memberikan kesempatan kepadaku untuk bertemu, mengenal sekaligus menjalin hubungan dengan seseorang yang bisa melengkapi dan menyempurnakan hidupku.
Aku benar-benar bersyukur ternyata Engkau masih sayang kepadaku.



Karena setelah apa yang aku lalui selama ini
Ketika jatuh bangun mencintai dan harus patah hati berulang kali,



Kini Engkau telah memberikanku seseorang yang bukan hanya mengobati
Tetapi juga bisa menyembuhkan semua luka yang pernah aku terima selama ini hingga tak tersisa lagi.



Tuhan, Engkau pasti sudah tahu bahwa kehadirannya telah mengubah pandangan dan jalan hidupku.

Setelah sekian lama aku berputar-putar
kini akhirnya telah aku temukan tempat untuk bersandar.


Kini aku sudah berserah diri pada-Mu dan mempercayakan semuanya kepada-Mu Tuhan.
Apapun yang menjadi takdirku dan apapun nanti yang akan terjadi di masa depan,
aku akan menjalani semuanya dengan penuh keikhlasan.
Karena sekarang aku percaya, apapun yang akan Engkau rencanakan
dan takdirkan kepadaku, semuanya pasti akan berakhir dengan bahagia.

Tuhan kini izinkanlah aku memilikinya, meski aku tahu dia milik-Mu seutuhnya



sumber
Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
19-12-2016 19:54
Quote:

Serupa kau, akupun tidak tahu mengapa akhirnya aku ingin menyudahi semua yang selama ini kita perjuangkan.
Aku membuat semua sia-sia, menghancurkan harapanku sendiri mengenai kita yang kukira akan terus bertahan tanpa pernah ingin pergi.
Aku takut semua ini malah menghancurkan semua mimpi, sebab aku merasa, kita hanya dua orang yang saling menyakiti.

Aku berharap kau mau melupakan semua pulang-pulang kita yang pernah terjadi,
kau mau melupakan semua jalan-jalan yang pernah kita lalui.
Mungkin benar, akan terasa berat memulai semua hal baru dengan mengesampingkan masa lalu.
Namun aku ingin kau menyadari, untuk apa mempertahankan sesuatu yang hanya melukai dirimu sendiri?



Kau harus ingat, bahwa orang yang begitu kita cinta adalah orang yang paling mungkin membuat kita terluka.
Dan juga, orang yang begitu kita pedulikan justru adalah orang yang paling rentan meninggalkan.
Dan bukankah aku membuktikan hal itu padamu?

Atas nama langit dan bumi, kau memang harus merelakanku. Aku tidak memaksamu melupakanku.
Melupakan berarti berusaha menghapus kenangan, sedangkan merelakan berarti belajar melepaskan.
Dan kenangan tidak mungkin bisa dihapus, sayang.
Yang perlu kamu lakukan adalah merelakannya, menutup rapat pintu itu.
Belajarlah berhenti menoleh ke belakang dan tataplah apa yang ada di depanmu.

Aku ingin menjadi kenangan yang kau kenang, tapi tidak sebagai sedih dan pedih.
Aku pernah begitu mencintaimu, sebelum menyadari bahwa kau memang diciptakan hanya sebagai masa lalu untukku.


Bukan inginku untuk menjadikan semua yang pernah kita jaga menjadi sia-sia.


Seandainya pergiku tak membuat aku kembali,
Aku titipkan banyak mimpi yang sudah kutata rapi.


Aku tahu, semua yang pernah terjadi di antara kita memang tak akan mudah dilupakan,
namun kita hanya harus menerima kenyataan.

Aku pernah menjadikanmu rumah untuk semua pulangku.
Namun, kau harus menghadapi kenyataan bahwa aku bukanlah yang terbaik untukmu meski aku sudah berusaha sekuat-kuatnya, aku dan dengan susah payah usahaku.

Jangan biarkan aku membunuhmu seutuhnya.
Hidup kita berdua harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Maafkan aku yang mungkin membuatmu mengira, aku sengaja membuat hatimu tak baik dan melukaimu dengan kesungguhanku.
Padahal, akupun tak pernah menduga, mampu membuat semuanya semenyedihkan ini.

Akupun ragu untuk kuat berdiri sendiri.
Mungkin saja kau akan tetap di hatiku, sampai nanti.
Memiliki tempat istimewa di sana.
Tidak mungkin aku lupakan kau, seseorang yang terus memperjuangkan kita. Bagaimanapun caranya.

Doakan aku semoga selalu baik-baik saja.
Kelak, kepergian dan luka yang aku bekaskan mampu mengajarimu beberapa hal.
Apa yang selalu kau perjuangkan,
jika memang tidak ditakdirkan untukmu, semua akan menguap menjadi abu dan begitu saja berlalu.



Terima kasihku untukmu, lelaki yang selalu memperjuangkan aku,
memperjuangkan mimpi-mimpi yang telah kita sepakati.
Ingat aku sebagai perempuan yang pernah bersedia dengan suka rela menjadi rumah untuk segala pulang lelah dan resahmu.

Aku pernah meyakinkanmu, bahwa aku pernah bertahan sekuat-kuatnya.
Saat aku pun yang memilih pergi, aku merasa warasku juga ikut terbawa lari. .

Kita sama-sama mempunyai hidup yang tak mungkin dihabiskan hanya dengan kesedihan dan meratapi luka.
Aku dengan lapang hati, menginginkan kau suatu saat menyadari bahwa aku memang bukan orang yang layak kau pertahankan.
Bahwa aku tidak akan lagi menjadi sesuatu yang menarik untuk ditunggu atau menyenangkan untuk kau rindu.


Aku hanya ingin kau memastikan dan menjadikan aku hanya sebatas kenangan yang telah mati.


Semoga sedih yang kuberi tidak mematahkan apapun selain hatimu.
Kau begitu hebat ketika aku cintai, juga aku berharap kau jauh lebih hebat tanpa ada aku.
Aku yakin, kau bisa mencintai dirimu sedalam kau mencintai aku.
Kau bisa perjuangkan hidupmu sekeras kau memperjuangkan aku.
Yakinlah bahwa dirimu jauh lebih penting dan berharga daripada kesakitan dan segala luka yang saat ini aku tinggalkan.

Kelak, tak ada lagi hal yang menjadi alasan kau untuk tetap menunggu dan mempertahankanku.
Sebab kau akan mengerti,
Kepergianku adalah bentuk ketidakinginanku membiarkan dirimu terus saja dibuat luka.

Relakanlah semuanya berakhir, ikhlaskanlah aku pergi.
Aku tak memiliki daya apa-apa lagi untuk tetap berjuang dan mempertahankan kita.

Aku tak mampu lagi berusaha menjadi yang kau inginkan.
Meski akupun tak tahu, kemana aku harus pergi.
Namun sebaiknya aku memang tak memaksakan semuanya disini.

Meski kau mengira aku menemukan pelukan lain selain pelukanmu,
meski kau mengira aku jatuh cinta pada seseorang lain yang berhasil merebutku darimu,
meski kau terus menyalahkan hal yang sebenarnya tidak terjadi.
Kau dan egomu juga kubiarkan mengerti,

Bahwa mungkin aku yang datang sebagai penyembuh
akhirnya pergi sebagai pembunuh.







sumber
Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
21-12-2016 18:27
Quote:



Sebelumnya, aku percaya bahwa cinta membutuhkan pertemuan yang nyata.
Aku percaya bahwa cinta yang benar, membutuhkan tatap mata,
genggaman tangan dan mungkin juga pelukan.
Namun, setelah aku mengenalmu, kepercayaanku berubah.
Aku telah terbiasa dengan sapaan mesramu melalui pesan singkat atau sapaan hangatmu di ujung telepon yang menemaniku dari malam hingga menjelang pagi.

Aku merasa salah karena jatuh cintanya aku kepadamu, kurasa terlalu cepat.

Dari awal, kita berjanji untuk sebisa mungkin tidak ada yang jatuh cinta.
Sebab kita tahu, jika kita terjebak situasi, semua hanya ilusi.
Lalu, mengapa mimpiku kau beri harap?




Apakah kamu ingin bertemu denganku atau sekedar merindukanku menemanimu menghabiskan malam?
Ingin aku bertanya, namun apa daya,
sebelum aku berkata kau memilih untuk menyudahi kita.
Ketika sedang menulis paragraf ini, aku sedang merindukanmu..

Aku berharap kau akan datang, karena aku selalu menanti.
Datanglah, aku menantimu dikala senja
dengan gerimis menetes, di sudut kedai kopi di bagian Selatan, Jakarta.

Jika kau datang menemuiku di sana,

Aku akan memesan 2 cangkir kopi hitam untuk kita berdua.

Agar kamu mengerti,
sepahit-pahitnya kopi hitam, ia tak sepahit takdir kita.





Ketika mengingatmu tiba-tiba, entah mengapa aku hanya merasa menjadi perempuan paling tolol yang pernah ada.
Perempuan yang jatuh cinta pada seseorang yang selama ini hanya bisa ia nikmati sebatas tulisan dan suara.
Perempuan yang mencintai seseorang yang selalu mengingatkan untuk jangan pernah jatuh cinta kepadanya.

Kamu datang dan menawarkan banyak sekali mimpi padaku,
kau sediakan pelangi yang menjanjikanku keindahan yang sempurna.
Kau melukis pelangi kita, yang baru kusadari ternyata semu.
Yang aku tahu, aku hanya merindukanmu.
Segala tentangmu, aku rindu.

Perihal mimpi yang kau tawarkan,
mungkin seperti kebahagiaan sesaat lalu pergi tanpa jejak.
Semakin kau jauh meninggalkanku, aku malah tidak pernah ingin memejamkan mata.
Karena kau lebih nyata di sana, di dalam gelap mataku.


Kamu pernah memberi tahu aku bahwa nyatanya apapun yang jatuh pasti menyakitkan.

Dan jatuh cinta padamu, telah berhasil membuktikan

Dan membuat aku percaya pada apa yang pernah kamu katakan.





Aku seperti tengah di persimpangan jalan.
Mengejarmu yang telah menjauh atau diam menantimu luluh.
Lihat betapa tololnya aku!
Keduanya jelas menyakitkan hatiku,
Namun tetap menjadi pilihan karena itu tentang kamu.

Saat ini yang bisa aku lakukan hanya menunggu.
Menunggu kau mengingatku, lalu menghubungiku. Aku menunggu.
Dan aku akan terus menunggu hingga mungkin kamu kembali sudi menyapaku.
Sungguh sulit bagiku untuk menyadari tak ada lagi percakapan di antara kita.
Kau benar-benar menganggapku asing dan meyakinkan dunia
Bahwa tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita berdua.


Kepadamu yang membuat aku jatuh cinta tanpa perjumpaan nyata,
Ajarkan aku seberani dirimu, yang meninggalkanku tanpa aba-aba.
Membiarkan aku memungut sisa-sisa kenangan kita yang sebenarnya sudah tak bersisa.








sumber

Diubah oleh sella91
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh sella91
= Restricted Area =
22-12-2016 00:27
Quote:


Apa yang spesial dari kenangan,
selain luka dan kamu?

Apa yang indah dari hujan,
selain membasuh luka yang selalu datang dari masa lalu?



Hujan selalu berhasil menguar aroma dari sudut kenangan.
Entah karena aku yang selalu bodoh karena tidak bisa dengan mudah melupakan
Atau kenangan yang memang terlalu kuat bertahan di ingatan.

Selain hujan, ada jingga yang selalu kutemui di setiap senja.
Jingga yang mengingatkanku bahwa dulu kita pernah mengukir kisah manja
dari sisi pantai dan menulis impian-impian kita di sana.



Aku tidak mengira, "kita" akhirnya harus berakhir "luka".
Semula, tidak dapat kubayangkan apa jadinya aku tanpamu.
Semula, tidak pernah ada dalam anganku ingin membuatmu menjadi masa lalu.

Sekadar membuatmu tahu, aku masih rapuh,
masih tidak beranjak dari impian masa lalu.
Tapi waktu terus saja merayuku,
membuatku melakukan ini dan itu - banyak hal.

Hingga angan tentangmu yang selalu saja datang dari arah hulu,
tertumpuk oleh tugas-tugas yang meminta diselesaikan dengan laju.
Asal kamu tahu, aku tidak serta merta melupakanmu.
Di sela sibukku, saat hujan dan jingga bertemu saat senja,
tidak ada hal lain di ingatan selain kamu.

Mengingat apa yang telah kamu lakukan padaku,
mengingat luka yang kau toreh. Membuatku membenci ingatanku sendiri.

Aku berusaha untuk lupa,
tapi seharusnya aku membuat diriku mengerti;
Semakin rasa ingin melupakan itu hadir, semakin ingatlah dia.

Setiap hari aku membuat diriku mengerti,
hingga tibalah saat aku mempertanyakan;
Apa hubungannya hujan, jingga dan masa lalu yang selalu menjelma kamu itu?

Jawaban dari seseorang yang ada di dalam tubuh adalah tidak ada.
Rasa ingin lupa hanyalah kiasan dari drama ingin luka.
Kisah pedih yang didramatisir seolah akulah yang paling sedih.
Sebanarnya, aku tetaplah aku, sebelum bersamamu aku bahagia,
sudah seharusnya tanpamu akupun harus bahagia.

Iya,
Itulah yang seharusnya kukatakan pada diriku jauh sebelum kamu datang dan akhirnya memilih pulang.
Sudah seharusnya aku menyadari,
kalau untuk bersamaku saja kamu tidak lagi bersedia,
aku juga harus memilih jalan lain untuk menemukan yang lebih setia





sumber
Diubah oleh sella91
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
= Restricted Area =
05-07-2020 21:22
Dulu pernah ku pendam rasa
Ku simpan lama hingga kita terpisah masa

Waktu berlalu
Dan mengketemukan kita dalam kondisi yg sudah berbeda

Lalu terlintas banyak seandainya
Tercipta sesal yg melanda

Mungkin sudah garisan takdir kita
Pertemuan kembali yg menciptakan luka

Seandainya
Dulu
Kita
Bersama
Mungkin
Tak akan
Sesakit
Kini
Yang kita rasa

Semoga kau kuat melewatinya
Begitu pula aku juga

~~~~~


No more hanging out 'cause we're on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now 'cause you don't have another day
Cause we're moving on and we can't slow down
These memories are playing like a film without sound

And there was me and you
And then we got real cool
Stay at home talking on the telephone with me
We'd get so excited, we'd get so scared
Laughing at ourselves thinking life's not fair
And this is how it feels

As we go on
We remember
All the times we
Had together

And as our lives change
Come whatever
We will still be
Friends forever
Diubah oleh sella91
0 0
0
Halaman 2 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
journey-called-love
Stories from the Heart
cinta-agama--mama
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
pelaminan-part-ii
Stories from the Heart
tuan-muda-arka--part-8
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia