Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
2
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efedddbc820847e906d1ecd/dilema-antara-doa-dan-doi
Duh, dari judul thread-nya saja sudah menganu. Okelah, doa dan doi. Yuk, kita bahas hingga kandas! Menurut KBBI, doa merupakan permohonan yang entah itu berisi pengharapan, pengampunan, maupun pujian terhadap Tuhan. Doi? Teman dekat. Bisa juga dikatakan sebagai pacar. Ehe. Lantas, apa hubungannya antara doa dan doi? Adakah problema untuk keduanya? Bagi sebagian besar remaja yang baru menginjak dew
Lapor Hansip
03-07-2020 14:27

Dilema Antara Doa dan Doi

Duh, dari judul thread-nya saja sudah menganu. Okelah, doa dan doi. Yuk, kita bahas hingga kandas!

Menurut KBBI, doa merupakan permohonan yang entah itu berisi pengharapan, pengampunan, maupun pujian terhadap Tuhan. Doi? Teman dekat. Bisa juga dikatakan sebagai pacar. Ehe.

Lantas, apa hubungannya antara doa dan doi? Adakah problema untuk keduanya?

Bagi sebagian besar remaja yang baru menginjak dewasa, tentu saja. Saya pribadi pun pernah mengalaminya. Rasanya, hati berbunga-bunga karena mendapat notifikasi balasan chat darinya, kita bergegas melangitkan doa agar lebih didekatkan padanya. Menginginkan ia menjadi pendamping hidup kelak selamanya. Tanpa berpikir dalam hati: apakah saya sudah pantas?

Lika liku cinta memang tak seindah fiksi romansa. Tetap saja, mudah menjerumuskan jika mengambil tindak tanduk yang tidak semestinya dilakukan. Menjadikan doa sebagai sarana 'merayu' Tuhan dengan menyebutkan namanya berulang-ulang. Jika sudah dikecewakan dan terbuang? Nangis tujuh hari tujuh malam yang dilakukan.

Oh, oke. Ini terlalu berlebihan. Hihi.

Jika hati begitu resah karena luka yang kemarin ia toreh masih basah, lebih baik bermuhasabah. Oh, iya, saya salah. Oh, iya, harusnya tidak seperti ini. Oh, iya, dan oh, iya. Itu lebih baik daripada menanam kebencian di dalam hati. Menaruh dendam maupun harapan yang tidak berujung pasti.

Kawan saya pernah menasihati melalui sambungan telepon. Kira-kira, beliau berkata seperti ini, "Dik, hati itu mesti ditegasin, bukan dikerasin. Tegas, kayak bilang 'sudah, ya, capek, jangan begini lagi'. Dengan demikian, kita jadi punya pendirian."

Saya tidak menyela kalimat beliau. Saya hanya terdiam sambil fokus mendengarkan. "Ingat, masalah itu datangnya satu paket dengan jalan keluar. Cukup percaya dan ikuti sesuai aturan Allah SWT, maka semuanya akan berakhir indah," sambungnya.

Jleb!

Kalimatnya sangat menampol alam bawah sadar saya.

Beliau juga menuturkan, bahwasanya jika mencintai seseorang, cukup doakan yang terbaik baginya. Pantaskan diri masing-masing agar kelak bisa bersanding. Toh, perihal jodoh sudah diatur. Jika ditakdirkan bersama, nanti disatukan juga pada akhirnya. Jika tidak? Akan ada pengganti yang lebih istimewa, tentu saja. Ingat, terkadang, Tuhan memberikan apa yang kita butuh, bukan apa yang kita mau.

Lalu, bagaimana jika menyebutkan nama seseorang di dalam doa agar bisa menjadi pendamping hidup ke depannya? Saya pribadi pernah mendengar tausiah seorang ustaz, di mana beliau mengatakan hal tersebut memang tidak menjadi masalah. Tetapi, alangkah lebih baiknya minta disatukan dengan yang terbaik --tanpa menyebutkan sesiapa. Mengapa? Begini, apakah jika menurutmu dia yang terbaik dan menurut Allah pun begitu? Begitulah, kiranya.

Jika sudah terlanjur punya hubungan, bagaimana? Mau putus, tapi masih sayang. Ya, mau bagaimana lagi? Kalau jalan yang kautempuh tidak sesuai dengan aturan cinta yang ditetapkan oleh-Nya, semua berakhir sia-sia. Siapa yang dirugikan? Diri kita juga.

Jangan sampai kita terlalu memikirkan doi, Tuhan jadi terlupakan. Ditinggalkan. Diabaikan. Naudzubillahiminzalik.

Percaya deh, begitu dahsyatnya makna dari Alquran surat An-Nur ayat 26, bahwa wanita yang tidak baik untuk lelaki yang tidak baik, sedangkan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula. Teguhkan pendirianmu, apalagi perempuan.

Resahnya perempuan itu ada tiga, resah karena menunggu seseorang yang entah itu siapa, resah karena belum sempurna melupakan yang lama, dan resah karena menginginkan seseorang namun enggan mengutarakan.

Pada intinya, tetap yakin pada diri sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja jika kita sabar menjalani semua sesuai aturan-Nya. Raih dulu cinta sang pencipta, sebelum menjemput cinta makhluk-Nya.

Doa dan doi? Doa dulu, deh!😁

Terima kasih, semoga bermanfaat.🌸
profile-picture
profile-picture
profile-picture
thomasshelby dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Dilema Antara Doa dan Doi
04-07-2020 09:50
Kalau nggak doa nggak ada doiemoticon-Malu
0 0
0
Dilema Antara Doa dan Doi
04-07-2020 11:27
emoticon-Mewek
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Hobby & Community
tipe-tipe-pembaca-novel
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia