Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
674
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef08280f4d69563675a5652/1-tahun-tanpa-instagram-begini-rasanya-gan
Selamat datang di era dimana sosial media sudah menjadi bagian dari kehidupan sebagian besar orang, terutama orang Indonesia. Seperti yang kita tau, pangsa pasar sosial media di Indonesia itu gede banget, dimana menurut riset dari We Are Social.
Lapor Hansip
22-06-2020 17:05

1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....

Past Hot Thread
icon-verified-thread
emoticon-Toast Selamat Datang Di Thread Ane Gan emoticon-Toast


Quote:
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
Sumber gambar: Liputan6.com


Selamat datang di era dimana sosial media sudah menjadi bagian dari kehidupan sebagian besar orang, terutama orang Indonesia. Seperti yang kita tau, pangsa pasar sosial media di Indonesia itu gede banget, dimana menurut riset dari We Are Social, pengguna Internet di Indonesia per awal 2020 ada sekitar 175,2 juta pengguna. Ini artinya, lebih dari separuh orang Indonesia udah melek soal sosial media.

Dari Databooks, pada tahun 2020 Youtube menjadi sosial media terbanyak yang digunakan di Indonesia, dengan persentase pengguna sebesar 88%, diikuti dengan Whatsapp di angka 84%, selanjutnya ada Facebook di 82%, dan selanjutnya ada Instagram di 79%. Di bawahnya ada Twitter, Line, FB Messenger, LinkedIn, Pinterest, dan WeChat.

1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
sumber: databooks.katadata.co.id

Ini gak bisa dipungkiri karena memang pada dasarnya sosial media itu sifatnya adiktif, dimana orang-orang berlomba-lomba menunjukkan eksistensi dirinya, tak terkecuali orang Indonesia yang memang pada dasarnya suka banget bersosialisasi. Dengan adanya sosial media, orang-orang bisa memajang apapun yang ia mau, entah itu momen bahagia, sedih, menunjukkan bahwa ia butuh bantuan, dan sebagainya.

Berkaitan dengan konteksnya "menunjukkan eksistensinya", orang-orang berlomba-lomba memajang momen bahagia di sosial medianya, dan gak mau ketinggalan momen satu dengan yang lain demi mendapatkan pengakuan demi mempertegas eksistensinya. Inilah yang membuat seakan fungsi sosial media bergeser dari sarana untuk membuat manusia semakin mudah berinteraksi satu dengan yang lain menjadi sebuah ajang masing-masing individu untuk berlomba mendapatkan pengakuan atas eksistensi mereka. Disinilah mulai terjadi persaingan yang tidak berfaedah hanya demi sebuah eksistensi.

Berhubungan dengan persaingan demi eksistensi, ane menyoroti satu sosial media, yaitu Instagram, sebuah media sosial yang menyediakan panggung bagi para penggunanya untuk memajang foto, video, dan juga story agar bisa dilihat oleh para pengikutnya. Bahkan sebuah riset lain dari RSPH pada tahun 2017 menunjukkan bahwa Instagram adalah sosial media terburuk untuk kesehatan mental. Ane menyoroti Instagram paling intens karena fitur itulah yang lebih memudahkan seseorang menunjukkan eksistensi mereka dalam bentuk visual secara lebih intens, dibandingkan dengan media sosial lain seperti halnya Facebook maupun Youtube maupun Whatsapp.

(Disclaimer: ane gak benci Instagram samasekali, bahkan ane pun punya akun Instagram sendiri. Ane hanya memutuskan untuk rehat demi meng-cut-off diri ane dari persaingan eksistensi semacam itu).

Memang benar kata orang-orang kalo main sosial media itu jangan baperan, dan sayangnya itu terjadi di ane. Sayangnya, seakan sosial media itu memang menyasar kerentanan manusia yang memiliki kebutuhan primer dan naluri untuk mendapatkan eksistensi dan pengakuan, serta merasa dianggap oleh orang lain. Sebuah bisnis yang bisa dibilang bagus, tetapi juga agak "jahat" di saat yang sama.

1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
Sumber gambar: fonepaw.com

Karena inilah akhirnya ane memutuskan untuk rehat dari sosial media bernama Instagram ini selama SETAHUN PENUH (sebenernya lebih sedikit sih, 25 November 2018-6 Desember 2019). Sebuah pilihan yang sulit memang, mengingat ane hidup di zaman dan lingkungan yang mana sosial media ini memang menjadi primadona bagi banyak orang. Apalagi masa-masa itu adalah masa-masa dimana ane menjalani tahun terakhir menjadi seorang mahasiswa yang berkutat dengan skripsi, yang mana ini artinya bisa aja ane ketinggalan informasi tentang siapa saja yang akan wisuda.

Pilihan ane ini ane akui cukup beresiko karena ane akan kemungkinan ketinggalan banyak update dari temen-temen soal update hidup mereka, dan ane bakal ketinggalan banget untuk meng-upload momen-momen ane tersebut, terutama momen saat ane lulus sidang, wisuda, mendapat pekerjaan, dan juga perjalanan pertama ane ke luar negeri, karena semuanya terjadi di tahun yang sama, yaitu tahun 2019. Yang ane pikirkan saat itu, peduli setan? Toh satu-satunya sumber informasi soal kehidupan teman-teman dan update berita gak cuma dari Instagram. Ane masih mengaktifkan Facebook karena ane suka dengan meme-meme dan berita yang diposting disana, yang mana jumlahnya lebih banyak daripada postingan teman-teman dan orang-orang terdekat soal kehidupan mereka. Media sosial lain yang masih ane aktifkan adalah Whatsapp, demi keperluan pekerjaan dan wawancara, dan juga Line, karena waktu itu ane masih ada di grup jurusan demi informasi mengenai sidang dan wisuda dan lain-lain soal kampus. Ane cuma mau menghindari toxicnya persaingan eksistensi di Instagram, yang mana ini melibatkan ane.

"1 tahun, lama banget gan? Gak kudet tuh? Gak ada pikiran kepo tuh soal ngapain aja temen-temen ente di IG?"

Ane akui pilihan ane ini emang ekstrim bagi seorang pengguna smartphone tingkat akut seperti ane, apalagi bakal banyak momen bagus yang bakal terlewatkan seperti yang ane sebutkan tadi. Tapi balik lagi, toh IG bukan satu-satunya sumber berita dan update tentang dunia luar.

Balik ke topik. Semua itu dimulai pada akhir November 2018, ketika ane melihat update dari kehidupan temen-temen kampus ane, yang satu dari temen-temen sejurusan, dan yang satunya lagi temen-temen satu klub. Yang satunya ada proyek rame-rame, yang satunya lagi ada acara surprise-in temen ane yang ulang tahun dan juga kebetulan yang ulang tahun itu temen baik ane. Yang jadi masalah disini adalah ane gak dilibatkan dalam kedua acara tersebut, yang mana keduanya udah ane anggap temen. Disini ane merasa "Segitunya kah ane gak dianggap?".

Poin tersebut adalah titik balik terbesar hidup ane dalam usia 20an awal ini. Ane memang bodoh segitu mudahnya jatuh kedalam krisis eksistensial hanya karena update kehidupan mereka yang sebenernya gak begitu penting untuk hidup ane. Di titik itulah ane pun memutuskan untuk uninstall Instagram, dengan harapan ane gak akan lagi ngeliat update kehidupan mereka untuk sementara ini.

Setidaknya untuk saat itu, hanya sedikit pikiran jernih yang bisa ane gunakan: fakta bahwa ane gak bisa mengontrol apapun yang mereka mau posting di Instagram, dan jangan sampai kemarahan ane berbuah sesuatu yang merugikan orang lain. Ya sudah, quit Instagram dan lebih fokus ke real life dan mimpi ane menjadi pilihan yang baik.

Faktanya, selama setahun tanpa Instagram tidak se-"mundur" yang ane kira. Faktanya ane masih bisa dapet update soal kapan temen-temen ane sidang dan ane pun masih bisa menghadirinya, dan juga ane masih bisa dapet update tentang berita dan kehidupan di luar sana, dan yang jelas, mengingat tahun 2019 itu tahun politik mengingat adanya Pilpres 2019, ane gak perlu terganggu dengan perdebatan antara kubu 01 dan 02 yang memang udah panas dari 2014 dulu emoticon-Ngakak (S).

Gak sempet eksis pun juga gak jadi masalah buat ane, toh ane gak rugi apapun begitu gak posting ane lolos sidang, gak perlu posting kehidupan ane di tempat kerja, dan juga gak perlu posting soal wisuda ane. Itu memang milestone dalam kehidupan ane, tapi sepenting itukah ane posting itu demi eksistensi? Sepenting itukah eksistensi di dunia maya yang jelas-jelas bias dari realita? Bumi tetap berputar meski ada 1 momen yang gak sempet diposting.

1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
Sumber Gambar: thedailypretty.com


Rasanya 1 tahun tanpa sosmed itu bener-bener nyaman, jauh dari gangguan distraksi gak penting dengan julid melihat kehidupan orang lain, social comparison dengan orang lain, dan juga yang jelas, bisa fokus dengan diri sendiri untuk hidup seperti ngeskripsi, cari kerja, dan meraih mimpi ane. Plus, ane bisa punya lebih banyak waktu untuk berpikir dan merenung soal hidup, memberikan perspektif baru soal hidup yang ane jalani, mendewasakan pola pikir ane, dan juga melakukan apa yang ane sukai demi mengalihkan pikiran ane dari pikiran-pikiran gak penting soal kehidupan yang lain "mereka sekarang lagi apa ya?". Disini ane pun memilih untuk balik lagi melakukan hobi ane yang udah lama ane tinggalkan, yaitu koleksi mainan. Bahkan, ane pun juga mendapatkan minat baru dengan menonton film-film dan serial baru yang belom pernah ane tonton sebelumnya.

Saking nyamannya hidup tanpa sosmed, pernah at some point ane kepikiran gak mau balik lagi ke Instagram loh emoticon-Big Grin. Tapi tetep aja, ada sedikit rasa kepo di dalam hati ane yang bertanya "mereka lagi ngapain ya?". Akhirnya pada Desember 2019, ane pun memutuskan untuk iseng install IG lagi, dan ternyata semua gak seburuk yang ane kira. Gak ada lagi rasa iri hati atau social comparison dalam diri ane karena ane udah merasa cukup puas menjalani hidup yang ane jalani dan gak perlu dibandingkan lagi dengan kehidupan dan circle pertemanan orang lain, dan juga ane udah lebih kuat dalam menghadapi masalah serupa, masalah yang sama yang membuat ane jatuh pada setahun sebelumnya. IG pun ane perbaiki juga dengan mulai follow akun-akun yang bisa menambah pengetahuan dan wawasan ane, sehingga isi feed ane lebih positif.




Quote:
Pelajaran

Ada beberapa pelajaran yang bisa ane dapatkan selama setahun tanpa Instagram tersebut, dan ane berharap bisa berguna buat agan-agan pembaca sekalian:

1. Agan-agan sekalian bukanlah pusat dunia ini. Semua orang memiliki kepentingan dan kehidupannya masing-masing, dan jangan expect mereka untuk 100% peduli sama keinginan agan-agan sekalian, dan sebaliknya, agan-agan punya kehidupan sendiri yang harus dijalani.

2. Kita gak akan bisa mengontrol apa yang orang lain mau posting atau katakan. Yang agan-agan bisa lakukan adalah: tetap nekat melihat tapi sakit hati, atau tutup mata dan telinga agan, lalu pergi menjauh. Orang bilang kita gak bisa tutup 100 mulut, tapi kita bisa tutup 2 telinga kita.

3. Jujurlah pada diri agan sendiri. Tentang apa yang ingin agan-agan lakukan, apa yang ingin agan-agan capai, dan hidup seperti apa yang agan-agan inginkan. Waktu agan-agan terlalu berharga untuk urusin kehidupan orang lain.

4. Hidup ini bukan tentang persaingan. Kita semua terlahir unik dan memiliki waktunya masing-masing. Sekali agan-agan memiliki pola pikir bersaing yang gak sehat, itu akan menyusahkan agan-agan sendiri. Begitu agan-agan menganggap pertemanan adalah suatu persaingan, maka titik kejatuhan agan-agan sudah tinggal menghitung waktu.

5. Fokuslah pada realita. Sosial media itu gak lebih dari sekedar panggung orang-orang untuk menunjukkan eksistensi diri mereka.





Quote:
Kaskuser yang baik selalu meninggalkan rate 5, komeng, dan juga emoticon-Blue Guy Cendol (L)



Quote:Referensi:

Pengalaman ane sendiri jelas emoticon-Big Grin
Detik.com - Ada 175,2 Juta Pengguna Internet di Indonesia
Databooks.katadata.co.id - 10 Media Sosial yang Paling Sering Digunakan di Indonesia
Tirto.id - Baik Buruk Efek Instagram Bagi Kesehatan Mental
Thread by agan ipangperalta soal "Kenapa Instagram Tidak Disukai"
Thread by agan moviegangsta "Silent HP 7 Hari Rasanya Tenang Banget"


Quote:Kelanjutan thread ini bisa dibaca disini gan emoticon-Big Grin
Emosi negatif? Temenin aja gan emoticon-Big Grin
Diubah oleh Blitzboy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
k90abin dan 75 lainnya memberi reputasi
72
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 10 dari 13
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 06:32
Quote:Original Posted By fa.uz
@luzonfire DP serem gan, tapi ane juga sering mampiremoticon-Leh Uga


Nha... daripda BP mending DPemoticon-Betty (S)
profile-picture
profile-picture
Blitzboy dan fa.uz memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 06:34
Gue ngga maen sosmed ngga itam kok
emoticon-Cool

Yaelah ketimbang socmed doang

Gue mah ngga addict kek manusia lain nya
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 06:39
Dulu ane pernah ngerasa seperti yg TS rasakan. Ngelihat temen2 yg sebenarnya deket sama ane tapi ketika ada acara sering gak ngajak ane, ada rasa kesal dan merasa gak dianggap apa2 sama mereka. Tapi setelah ane pikir2, mungkin karena ane sendiri. Ane emang anak rumahan banget, jarang keluar rumah. Dulu waktu sekolah sering ane nolak ajakan temen buat maenemoticon-Nohope. Mungkin itu kali yang jadi alasan jarang ngajak ane...

Tetapi sekarang ane dah mulai pikir dewasa, lihat postingan orang di medsos gak buat ane terlalu baper, merasa tersaingi atau apapun itu, ane anggap biasa aja semuanya, toh gak ngaruh juga ama kehidupan ane. Ane juga jarang posting kehidupan pribadi ane, di pesbuk cuma postingan gaje one lineremoticon-Big Grin, di Instagram poto2 tanaman dan pemandangan, di twitter jarang tweet.emoticon-Malu
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 06:40
gk pernah punya ig gmn dong emoticon-Bingung
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 06:42
hahaha baru setaun om..
gw dari instagram terbit ampe sekarang kaga pernah buka aplikasinya..
profile-picture
rendyprasetyyo memberi reputasi
1 0
1
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 06:44
tujuan bikin IG cuma buat liat update dari passion ogut aja sih..
sebagai seorang weaboo + wota..
yg paling sering dikepoin cuma member idol sama update an anime..
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 06:44
sosmed tersampah yg pernah ada
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 06:48
lah gw malah cma 2 blan doang maen ig, itu jga pertengahan tahun 2018, skrng bru install lagi gegara temen minta di follow ig nya (dia pake ig buat jualan sepatu) ya udh install lagi cma buat follow dia doang, entah knapa gw gk tertarik liat ig, isinya cma fhoto orng doang, ada cakep ada lebay, kdang fhoto makan, trus orng jualan, udh gitu aja ig mnurut gw gk ada penting penting nya
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 07:00
Ane pke ig soalnya itu buat tempat ane nunjukin hasil foto ane gan, lebih buat portofolio, kalo mau berhubungan sama temen ato keluarga kan ada yg namanya whatsapp
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 07:04
ane mana bisa gan lepas dari sosmed khususnya IG, soalnya kerjaan ane kebanyakan di sosmed. padahal ane pingin hidup nyaman dan damai tanpa ada IG.
0 0
0
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 07:04
Quote:Original Posted By jilme
bener bnget gan.. pda jelek jelkin agama.


Hehe udah makanan sehari hari diziniemoticon-Hammer2

Quote:Original Posted By luzonfire
Ane maennya ke DP aja emoticon-Malu (S)


Di DP lebih damaiemoticon-Malu
profile-picture
luzonfire memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 07:06
IG gak pernah ane sentuh udah hampir 2 tahun ini. Kalo fesbuk masih make, twitter buat nyari video emoticon-Leh Uga
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 07:11
W mulai tahun 2019 jarang upload foto sampe sekarang, buka ig cuma buat liat motor" sama temen deket ja. Pengikut w hapus semua
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 07:31
Ane bbrp juga tak hapus misal facebook dkk... memang gak update.. tp kalau ketemu kawan biasanya juga banyak cerita perkembangan2 kawan yg lain misal.. dia dah nikah belum.. dan hal ini menyenangnkan tanpa diperbudak sosmed
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 07:36
ig emg toxic
racun mata

gw pribadi fb only emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 07:47
instagram is the best ,
0 0
0
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 07:52
Ane juga awalnya nggak punya ig Gan, emang dasar orangnya males ngepost2 dan kurang suka share kehidupan pribadi di medsos. Padahal ane aslinya ektrovert, tapi ya gitu lebih suka cerita atau ngobrol dengan ketemu langsung atau telfon/vidcall ke teman-teman. Jadi yang tau gimana kabar ane ya teman-teman terdekat aja, sebaliknya ane pun ya taunya kabar teman-teman terdekat aja yang memang ane peduli dengan kehidupannya. Keadaan ane seperti itu ane udah merasa cukup, nggak perlu share-share atau kepo kehidupan orang lain yang ane nggak terlalu kenal.

Tapi sekarang akhirnya punya IG, itupun gara-gara mau pakai clear aligner dan harus konsultasi harga via DM IG emoticon-Nohope, jadi ya kudu bikin IG. Itupun ane nggak ada aplikasinya di HP, jadi kalau mau buka kudu via web chrome. Nggak pernah ngepost foto/story karena ya ngapain, toh orang-orang deket ane tanpa lihat post/story itu juga mereka uda tau dulu haha. Ane juga malas cari-cari teman di ig terus ngefollow, tapi ya kalau ada temen yang ane kenal ngefollow ane di ig, ane follow balik. Ya gitulah gan, emang dasarnya ane males buat ngeshare atau kepo kehidupan orang lain yang ane nggak kenal-kenal banget, kalau temen deket mah mereka pasti uda cerita dengan sendirinya ke ane jadi nggak usah lihat update-an story/postnya.

Ane selama ini kalau medsos aktifnya di youtube (nonton2 video), kaskus, dan quora. Ya ane merasa nyaman2 aja hidup kayak gini.
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 08:08
Ane malah beralih ke twitter. Kyk nya rame gtu.
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 08:16
Terakhir buka akun ig pribadi pertengahan 2017, gara2 capek dulu di kelas dinyinyirin cewe2 yg kalah jumlah follower. Males dong gw cowo tp yg nyinyirin geng cewe2. Padahal follower cuma goceng emoticon-Hammer
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
1 Tahun Tanpa Instagram, Begini Rasanya Gan....
24-06-2020 08:18
Setuju sama yg dijelasin TS, hal2 itu jg yg membuat ane jarang buka IG, semua temen ane mute, paling buka sesekali buat nyari foto2 bagus dan inspirasi desain. Ane gk aktif di IG tp sekarang malah ane lebih sering buka Twitter, selain tau apa yg lagi trending di dunia jg dapat berita paling update (baik yg valid dan yg hoax), selain itu banyak jg para penulis, peneliti, aktivis, jg developer yg aktif menuangkan pemikirannya disana dan diskusinya pun lebih jalan, ya ane lebih tertarik dgn isi pemikiran seseorang dibanding penampilan/harta/jabatan orang2
Diubah oleh deadlyraptor
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 10 dari 13
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia