Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
166
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee4a221365c4f279d29a749/batak-vs-palembang-mengerikan-dan-menyeramkan
Perpaduan darah Batak - Palembang yang mengalir di tubuhku Sahabat kaskus tercinta. Saya ingin berbagi cerita tentang diri saya. Dan inilah kisah real diri saya sendiri. Selamat membaca dan selamat meresapi kisah ini. Batak dan Palembang. Apa yang terlintas dipikiran agan dan sista saat mendengar dan membaca kedua kata itu? Sepintas terdengar menyeramkan dan mengerikan ya? Hehehe... Ane tau gan. B
Lapor Hansip
13-06-2020 16:53

Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan

Perpaduan darah Batak - Palembang yang mengalir di tubuhku

Sahabat kaskus tercinta.
Saya ingin berbagi cerita tentang diri saya.
Dan inilah kisah real diri saya sendiri.

Selamat membaca dan selamat meresapi kisah ini.


Batak dan Palembang.

Apa yang terlintas dipikiran agan dan sista saat mendengar dan membaca kedua kata itu?

Sepintas terdengar menyeramkan dan mengerikan ya? Hehehe...

Ane tau gan. Banyak di antara agan yang langsung memiliki pemikiran negatif.

Ah ... orang batak ternyata.

Batak itu kan keras. Orang batak itu kan kalo ngomong suaranya kencang. Suka teriak-teriak. Volume suaranya besar.
Bikin telinga sakit bagi orang yang mendengarnya.

Jujur aja deh gan. Iya kan?

Padahal gak semua orang batak seperti itu. Itu tergantung personalnya gan. Bukan karena etnisnya.

Akan tetapi karena di film-film, lawakan-lawakan yang ditayangkan di televisi dan lain sebagainya itu, membuat image 'orang Batak' adalah orang batak yang berasal dari kota Medan, Provinsi Sumatera Utara itu adalah orang-orang yang berbicara dengan nada yang keras, suaranya besar.

Kalo ngomong kayak orang marah-marah.
Padahal faktanya tidaklah demikian loh gan.

Kalo agan dan sista sudah kenal baik dengan orang-orang batak, agan akan terheran-heran. Karena mereka memiliki hati yang lembut.

Kalo zaman dulu bisa dikatakan iya mayoritas orang Batak memiliki volume suara tinggi. Jika diibaratkan dengan suara musik di radio, volume suara orang Batak jika berbicara bisa mendekati angka 8. Tinggi banget ya gan.

Jadi misalkan agan tinggal di perumahan yang sederhana, bahkan sangat sederhana, waduuh... bisa-bisa satu kompleks perumahan itu dari ujung ke ujung bisa mendengar jelas suaranya ya.
Bikin jantungan ya gan. Hahahaha...

Akan tetapi semakin berkembang dunia, semakin berkembang juga ni gan pola pikir orang-orang Batak. Pikiran mereka semakin maju. Mereka mulai berbicara dengan suara yang pelan, volume yang rendah. Bahkan lembut sekali.

Seperti itulah sosok ibu kandung saya.

Ayah dan Ibu kandung saya asli berdarah Batak.
Kedua orang tua saya tidak pernah berbicara dengan nada tinggi kepada anak-anaknya, dan kepada semua orang.

Ibu kandung saya malah seperti orang Jawa. Tutur katanya sangat lembut.
Jika menghadiri acara-acara formal (resmi) pernikahan ala Batak, maka Ibu saya akan menyanggul sendiri rambutnya di kamar. Dan memasang konde ala Jawa.
Lalu mengenakan baju kebaya, dan kain panjang dengan model batik Solo dan Jogja.

Iya ibu saya pecinta kain panjang batik gan. Sayangnya semua tersimpan rapi di lemari dan dikunci. Kuncinya entah ada di mana.

Beliau sudah meninggal dunia. Tapi banyak kenangan, pengajaran yang kami dapat dari kedua orang tua saya.

Nah, dalam diri ane ya gan, ane meyakini telah mengalir perpaduan darah Batak dan Palembang.

Kenapa begitu ya? Padahal ane kan 100% asli berdarah Batak.
Berasal dari kedua orang tua yang 1000% berdarah Batak.

Entahlah ya gan. Ini semua dikarenakan ane dan semua saudara kandung ane dilahirkan di Kota Palembang.

Kota yang terkenal dengan jembatan Ampera, Sungai Musi, dan makanan Pempek itu.

Karena ane minum air yang mengalir dari Sungai Musi itu.
Dan ane merasa kekuatan air sungai Musi itu mengalir di tubuh ane.

Itulah sebabnya ane merasa sangat cinta dengan Kota Palembang ini.

Banyak kenangan dan peristiwa yang tidak bisa ane lupain sepanjang hidup ane.

Hingga ketika ane tinggal di berbagai kota lain untuk bekerja, mengikuti kegiatan dinas pekerjaan di kota ini dan itu, pada akhirnya ane kembali juga ke kota kelahiran ane ini.
Kota Palembang tercinta.

Ane sudah sangat mengenal masyarakatnya, makanannya, tradisinya, dan ane sudah prnah menginjakkan 90% kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Selatan ini.

Berbicara mengenai Kota Palembang, sudah menjadi rahasia umum bahwa penduduk Palembang sedikit 'texas' alias keras. Sama halnya seperti orang Batak pada umumnya.

Gaya bicaranya ceplas ceplos tanpa tendeng aling aling.

Jika agan tidak terbiasa bertemu dengan orang Palembang, bisa ane bayangin ni gan, agan akan mengelus-elus dada dengan sifat dan tutur kata wong Palembang yang terkesan sedikit slengek an.

Apalagi ane pernah dengar selentingan kabar kabur dari angin kalo orang-orang Pulau Jawa terkesan menghindar bila bertemu dengan wong Palembang.

Padahal tak kenal maka tak sayang. Gitu pepatah nenek moyang kita... hahaha

Agan and sista yang baik. Jangan pernah menilai sesuatu dari luarnya, dari sampulnya.

Ibaratnya banyak loh orang-orang diluaran sana berwajah bengis, menyeramkan, bahkan menakutkan. Tetapi mereka mempunyai kasih yang tulus, penyayang, punya hati yang lembut, dan tutur kata yang santun.

Ada persamaan yang saya peroleh dari perpaduan etnis Batak dan Palembang.

Orang Batak dan Wong Palembang ya gan.. keduanya memiliki sistem kekerabatan yang sangat erat.

Bagi orang Batak ya gan, begitu mendengar ada berita musibah (kabar meninggal, sakit, dll), dengan spontan tanpa dikomando oleh siapa pun mereka pasti datang ke tempat kabar duka tersebut.
Tanpa melihat itu agama apa. Karena suku Batak tidak semua beragama Kristen. Ada yang Katolik. Banyak pula yang beragama Islam. Misalnya mereka yang bermarga Nasution. Mayoritas beragama Islam.

Nah, kekerabatan yang sangat erat ini juga yang dimiliki oleh Wong Palembang.

Ketika kita berada di suatu daerah yang belum pernah kita kunjungi, dan memerlukan bantuan dari orang-orang yang tidak dikenal, maka ane akan mengaku sebagai Orang Palembang.

Terlebih ketika saya berhadapan bukan dengan orang Batak. Jujur ya gan. Ane merasa nyaman dengan sebutan wong Palembang. Karena ane lebih mengenal Palembang ketimbang Batak. Karena ane dak biso baso Batak gan.

Sangat memalukan loh gan. Kenapa sampai dak bisa baso Batak? Simple aja gan. Karena sejak saudara-saudara kandung ane sampe ane lahir, dan adik ane lahir, kedua orang tua ane tidak pernah berbicara dg bahasa Batak.

Kenapa begitu? Mana ane tau gan. Tanyalah kepada mendiang kedua orang tua ane.

Lantas.. kami menggunakan bahasa apa untuk komunikasi di rumah?

Ya...bahasa Palembang gan.

Bapak ibu ane pandai bahasa Batak gan.
Mereka cuma pakai bahasa Batak itu jika ada tamu orang-orang Batak yang datang ke rumah.

Bahasa Batak dipakai saat menghadiri acara-acara adat Batak kayak acara pernikahan, pesta Bona Taon, acara natalan Marga, dan menghadiri arisan-arisan marga Batak.

Hanya dengan anak-anaknya saja orang tuaku melepaskan semua atribut Batak. Tidak menggunakan baso Batak.

Ok...kembali ke cerita ane yang lebih merasa nyaman dengan atribut Palembang.
Secara tidak langsung itulah yang telah menolong ane.

Contohnya, di saat saya pernah tinggal dan bekerja di luar kota, ane lebih memilih mengaku sebagai orang Palembang. Walaupun KTP jelas-jelas tertulis marga (boru) Batak.

Saat itu ane mengalami sebuah kesulitan gan. Tersesat dan tak tau arah jalan. Nanya sana nanya sini. Ngobrol sana sini dan ternyata orang yang saya ajak bicara juga ternyata sama-sama berasal dari Palembang, akhirnya kami ngetes satu sama lain dengan bahaso Palembang, akhirnya orang tersebut bersedia mengantarkan ane ke tempat tujuan yang ane yang cari dengan kendaraannya.

Bahkan jadi berteman. Karena merasa sama-sama dari kota yang Palembang.

Selain itu juga ane merasa walaupun ane ini cenderung kuper di dunia nyata, tetapi ane selalu mendapat kemudahan dengan mengalirnya darah Batak dan Palembang di dalam tubuh ane.

Ane merasa nyali ane ini tinggi banget loh. Ane gak pernah tuh takut kalo harus pergi ke mana-mana sendiri.

Kalo jumpa dengan orang Batak..tinggal bilang aja, gue orang Batak. Maka seketika gue akan ditolong oleh orang-orang Batak gan.

Gitu juga sebaliknya. Dengan wong Palembang.

Jadi ane santai aja gitu.

Ane justru merasa berterima kasih kepada cara didikan kedua orang tua ane yang 'tidak biasa' itu.

Walau asli Batak.. tidak pernah menampakkan temperamen yang keras pada anak-anaknya.

Tidak pernah memukul anak.
Tidak pernah membentak anak.
Tidak berbicara dengan nada keras.
Tapi didikannya luar biasa disiplin.

Untuk urusan beli baju, beli celana jeans, beli baju, beli sepatu, seragam sekolah, ikat pinggang, tas, warna baju, aksesori rambut, dll, hingga berapa harga baju, tas dll itu harus sesuai dengab selera ibuku.

Kalo tidak sesuai dengan selera ibuku, siap-siap aja kena ceramah, and semua barang yang sudah dibeli disundut pake rokok bapakku.

Tapi cara ibuku ceramah dan menegur sangat pelan, dan tidak membentak.

Maksud dan tujuannya agar kami selalu membiasakan diri untuk hidup berhemat gan.

Untuk membeli barang sesuai dengan kebutuhan. Bukan untuk memenuhi lemari, memenuhi kamar dengan barang-barang yang tidak berguna.

Jadi buat agan dan sista, janganlah takut punya teman atau kenalan wong Palembang dan Orang Batak.

Intinya orang Batak itu hidupnya penuh kedisplinan. Karena disiplin itu juga maka orang Batak terkesan memiliki karakter yang keras.

Berbahagialah agan dan sista yang memiliki teman dan kenalan orang Batak atau pun Palembang. Karena mereka menjunjung tinggi persaudaraan dan kekerabatan tanpa memandang agama.

Ane tutup dulu cerita ini ya gan.

Ntahlah kayaknya thread ini gak berguna ya gan hehe.

Sampe jumpa lagi gan di thread ane berikutnya.

Salam hangat dan ceria @chatyto11

Foto: pribadi

Palembang, 13 Juni 2020
Diubah oleh chatyto11
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nitajung dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 4 dari 5
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 16:40
@moonlightmirana iya cewk gan. Maaf ito.. saya tdk bs buka profile diri saya di forum. Harap mengerti. Terima kasih.
Diubah oleh chatyto11
0 0
0
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 17:20
d jakarta stereotype nya orang palembang itu begal motor ato copet terminal, kalo orang batak tukang tambal ban dan sopir/kenek angkutan umum
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 18:07
Quote:Original Posted By chatyto11
@moonlightmirana iya cewk gan. Maaf ito.. saya tdk bs buka profile diri saya di forum. Harap mengerti. Terima kasih.


Lah boru apa gitu pun masih bagian dari privasi ya ito emoticon-Leh Uga
Tapi itu pilihan, salam dari Simamora dari Medan ya ito emoticon-shakehand
profile-picture
chatyto11 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 18:29
Kesan pertama ane terhadap orang Batak bukan dari suaranya, tapi dari mukanya
Tegas & keras banget kesannya
emoticon-Traveller
profile-picture
chatyto11 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 18:53
yg gw tau batak galak2 tp baek, palembang cewenya cakep2
profile-picture
chatyto11 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 19:44
Aku orang Jawa, hampir 23 bulan di Pulau Samosir 5 bulan di Medan dan sekarang 2 Minggu di Ogan Komering Ilir yang banyak orang Bali.
Baik-baik semua.
profile-picture
chatyto11 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 20:09
Quote:Original Posted By aljavari
d jakarta stereotype nya orang palembang itu begal motor ato copet terminal, kalo orang batak tukang tambal ban dan sopir/kenek angkutan umum


rusak betul ituk stereotip horang Palembang dan Batak di mata kalean emoticon-Wakaka
profile-picture
chatyto11 memberi reputasi
1 0
1
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 20:17
Gua asli 100% berdarah Palembang.
Cuman besar di lingkungan orang Banten (Jawa Serang).
Cuma ya itu.
Kadang darah Palembang nggak hilang hilang.
Walaupun udah merantau kemana-mana.
Ciri khas orang Palembang masih nempel walaupun gua nggak lahir di Palembang dan nggak besar di lingkungan orang Palembang.

Tetap aja gua nggak berhenti dapat masalah.
Gara-gara susah kontrol emosi.
Kadang bingung ama diri sendiri.
Emang berani apa nekat ?
Karena berani sama nekat beda tipis sih.
Cuman emang kalau gua ngerasa benar dan harga diri gua udah di injek.
Perduli setan.
Mau dia peribumi , mau gua kalah jumlah atau mau gua lagi merantau (numpang) di tanah orang.
Lu jual ! Gua beli !
Itu aja prinsip gua dari dulu.....


Kemungkinan karena besar di lingkungan orang Banten tadi ikut nempa mental gua sih.
Soal nya orang banten kan nggak kalah keras dengan orang Palembang.
Tau aja orang banten.
Senggol dikit bacok.
Diubah oleh reivenom
profile-picture
chatyto11 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 20:18
orang sumatra asli itu sama aj
dri Aceh ampe Lampung 11-12
melayu
sipat ama gayanya sama,
perna gw kumpul sama 10 orang isinya
tiap propinsi di sumatra pas d jogja
pake bahasa minang/melayu ngerti semua
jambi, bengkulu,lampung, bangka, riau, medan, aceh, padang

palembang tuh pake O, sama kaya jambi, bengkulu
klo bangke E
tpi sumsel ada bahasa semendo, prabumulih dll

ngerti semua tuh orang sumatra klo ngomong karena bahasa induk nya melayu

Yg gw tau klo sama2 sumatra di jawa
Mereka gk mw nyari masalah ama orang sesama sumatra dlm kelompok besar
Karena sama2 tau Aja
Di kalbar ada jga tuh 11-12 orang melayu
Bahasanya ampir sama kek riau
gayanya ya mirip2 kek orang sumatra
Diubah oleh anuku20cm
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aljavari dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 20:21
ambon gan lebih serem

biasanya jadi debt collector
profile-picture
profile-picture
aljavari dan chatyto11 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 20:24
Quote:Original Posted By anuku20cm
orang sumatra asli itu sama aj
dri Aceh ampe Lampung 11-12
melayu
sipat ama gayanya sama,
perna gw kumpul sama 10 orang isinya
tiap propinsi di sumatra pas d jogja
pake bahasa minang/melayu ngerti semua
jambi, bengkulu,lampung, bangka, riau, medan, aceh, padang

palembang tuh pake O, sama kaya jambi, bengkulu
klo bangke E
tpi sumsel ada bahasa semendo, prabumulih dll

ngerti semua tuh orang sumatra klo ngomong karena bahasa induk nya melayu


Kalau Jambi , separuh bengkulu , Bangka dan lampung.
Memang mirip Palembang bahasa nya.
Palembang kayu agung pake dialek lampung.
Tapi bukan suku Lampung.
Suku Palembang.
Sedangkan Bengkulu pun separuh nya memakai bahasa seperti minang.
Separuh seperti Palembang Lintang dan bahasa Palembang Semendo.
Sedangkan aksara yang dipakai di Bengkulu seperti aksara lampung.
Kalau jambi lebih menyerupai seperti bahasa Palembang ogan.
Wajar lah.
Pecahan provinsi Palembang kan sebelum pemekaran itu Bangka , Jambi , Bengkulu dan Lampung.
Kalau jauh lebih ke belakang lagi ya satu kerajaan itu semua.
Sriwijaya.....zaman jebot banget ini tapi....
Diubah oleh reivenom
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aljavari dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 20:43
naaah...dulur-dulur aku datang galo. payo gan ngopi dulu haha.. eh.. lupo sdh mlm dak boleh begadang yo masih covid 19. mokasih yo kakak-kakakku sudah mampiiiirr...
katek ayuknyo yg komen hihihi.. kabur ah
Diubah oleh chatyto11
profile-picture
profile-picture
reivenom dan ushirota memberi reputasi
2 0
2
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 20:59
woy samo kito wong palembang.

solidaritas wong palembang itu iyo nianemoticon-thumbsup

bapak/umak aku wong jawo, tapi lamo tinggal dipalembang. kebentuk lah kami mental palembang yang keliatan blak2an klo bagi wong jawo
profile-picture
profile-picture
reivenom dan chatyto11 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 21:22
Gue ada satu temen batak

Pas kenal gue kira sunda, alusssssss banget

Ga berapi api sama sekali kalau ngomong

Hahahaha
profile-picture
profile-picture
reivenom dan chatyto11 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
14-06-2020 23:32
Salam dari wong kito tigo ilir kemudi
profile-picture
profile-picture
reivenom dan chatyto11 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
15-06-2020 06:56
wuuuiiih .... banyaknyo dulur datang.
Diubah oleh chatyto11
0 0
0
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
15-06-2020 08:46
Sebagian besar orang yang ane kenal bilang kalo:
Batak= Preman
Palembang= Rampok.

Yang Palembang, ane belum pernah ngerasain secara pribadi, jd no komeng.
Stereotype di Indonesia sudah jadi budaya.
profile-picture
chatyto11 memberi reputasi
1 0
1
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
15-06-2020 23:41
gw punya belasan teman suku batak.
biasa aja sih.
sama aja kek suku gw.
ada yang baek.
ada yang blangsak.

salam dari gw anak janda (jawa sunda)
Diubah oleh BMAGLY
profile-picture
chatyto11 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
16-06-2020 12:34
mantap gan @BMAGLY
Diubah oleh chatyto11
0 0
0
Batak VS Palembang: Mengerikan Dan Menyeramkan
16-06-2020 12:43
horas eda emoticon-Smilie emoticon-Salam Kenal molo marhata batak iboto hamu do? alai au pe nga tubu i jakarta on, dang asli halak medan emoticon-Hai
0 0
0
Halaman 4 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
B-Log Collections
Stories from the Heart
seumur-hidup-dibalik-penjara
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia