Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
3023
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5baa4f90dcd7702c588b4567/a-road-to-be-me
a Road to be Me Manado, di pertengahan tahun 2004, "Yan minggu depan kamu nyusul kesini" kata bokap di telepon Baru seminggu setelah pengumuman kelulusan Sekolah Menengah Pertama, gw mendapat kabar bahwa jenjang pendidikan gw akan dilanjutkan ke kota J******* menyusul kedua orang tua dan kedua adik gw, sebelumnya gw tinggal dengan kakek dan nenek gw di manado. bokap gw bekerja di BUMN ya
Lapor Hansip
25-09-2018 22:09

a Road to be Me

Past Hot Thread
a Road to be Me


a Road to be Me





Manado, di pertengahan tahun 2004,


Quote:
"Yan minggu depan kamu nyusul kesini" kata bokap di telepon


Baru seminggu setelah pengumuman kelulusan Sekolah Menengah Pertama, gw mendapat kabar bahwa jenjang pendidikan gw akan dilanjutkan ke kota J******* menyusul kedua orang tua dan kedua adik gw, sebelumnya gw tinggal dengan kakek dan nenek gw di manado.

bokap gw bekerja di BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi, sejak masih TK gw sudah terbiasa hidup berpindah-pindah, entah itu ikut orang tua gw atau di asingkan sendiri di rumah kakek dan nenek gw di manado, lembar keterangan pindah di raport gw waktu SD dan SMP penuh terisi dengan cap stempel sekolah yang berbeda-beda. hal ini juga yang membuat gw kurang begitu dekat dengan keluarga gw, sejak kecil gw sudah merasa sebatangkara.

Quote:
"Tembak gak ya" kata gw bertanya kepada batinku

"tembak aja, minggu depan lu udah pindah loh" kata batin gw

"tapi kalo di tolak gimana?" gw membatin

"selow aja, toh minggu depan lu udah pindah" kata batin gw

"iya ya," gw berguman sambil bangkit dari tempat tidur


namanya Livia, cewek agak tomboy tapi begitu cantik yang sudah gw taksir sejak gw masih sd kelas 3, dari SD? iya, gw pernah 1 SD dengan dia waktu kelas 3, lalu kami kembali 1 sekolah waktu gw pindah ke manado lagi saat gw kelas 3 SMP,
cinta monyet? Begitulah...

skip ke 1 hari sebelum gw berangkat >>

Quote:
"Livia mau gak jadi pacar ku?" tanyaku ke livia lewat telepon

"hah, lu serius yan?" tanya livia

"iyalah masak maen-maen, jawab dong deg-degkan nih"

"ehhh... maaf ya yan aku gak bisa,,,,,,"

"eh halo-halo sorry liv pulsa ku habis" gw matikan telepon dengan cepat setelah mendengar kata "aku gak bisa" tuuut tuuuuttt tuuuuttttt


hati gw hampa, pertama kalinya gw nembak cewek dan langsung ditolak! gw lemparkan hp nokia 3315 gw ke lantai kamar gw yang tertutupi karpet tanpa takut rusak,

tit tit tidi tit tit

gw lihat hp gw yang tadi terkapar di lantai bergetar pertanda ada sms masuk, hp pun gw ambil

Quote:
"Maksud ju, maaf gak bisa nolak permintaan mu yan, aku mau jadi pacar kamu" livia


YEEEEEEESSSSSSSSS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

gw teriak kegirangan lebih keras daripada pertama kali gw dikasih hp sama nyokap
gw langsung kembali menelpon livia

Quote:
"loh yan, katanya pulsa mu habis" tanya livia heran

"eh gak kok, tadi ada telepon masuk aku kira bunyi pulsa habis" jawabku mencari alasan

"Ahh bilang aja kamu mikirnya tadi aku nolak hahahaha"

"Ehh enggak kokkkk" jawab gw mempertahankan harga diri gw tapi risak dengan pipi gw yang merona otomatis begitu juga kembang senyum di pipi gw


kamipun melanjutkan obrolan dari hati ke hati kami, tapi gw belum ngasih tau Livia kalau gw besok akan berangkat pindah ke kota J******* karena terlalu senang.

Dan keesokan harinya tepat sebelum ke bandara gw nelpon livia untuk ngasih tau semuanya,

Quote:
"APA? kenapa baru kasih tau ryan? Apa maksud mu?" tanya livia

"maaf liv, takut kamu tolk" kataku terbata

"ah gak tau deh" kata livia marah dan langsung menutup telepon"

"tuuut tuuuut tuuuutttt"


mampus dah, kata gw dalam hati,
di perjalanan ke bandara gw murung memikirkan livia dan sekali-kali mengutuk kenapa gw harus pindah.

Tiba-tiba hp yw bergetar, ada sms yang masuk kedalam inbox,

Quote:
"have a nice flight ya yan, take care disana, i'll be missing you" livia

"thx liv, maaf ya" gw


Tidak ada balasan lagi dari livia dan begitulah ketidakjelasan hubungan pacaran gw yang pertama, entah itu bisa dibilang putus atau gak, karena 1 hari setelah gw berangkat gw mendengar info kalau livia jadian dengan reno, tetangga gw, WTF, harus banget gitu tetangga gw? -_-


*


Oh iya, sampai lupa, kalian bisa panggil gw ryan. Dan ini adalah cerita kehidupan gw.
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
benjahred dan 61 lainnya memberi reputasi
60
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 139 dari 141
a Road to be Me
10-06-2020 16:14
mood lagi gak enak buat nulis, ane share lagu aja yeee 🤣🤣



Ini lagu favorit luna,
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Herisyahrian dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
a Road to be Me
10-06-2020 18:50
meleleh mas bro....he...he..
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
a Road to be Me
10-06-2020 19:53
Next part lagu favorite mas sapto wae gan 😁😁
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
a Road to be Me
11-06-2020 05:36
nitik
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
12-06-2020 18:16
Bab 3 part 47,



Matahari sudah mengintip di ujung timur, meski gw baru tidur menjelang pagi, gw tetap bisa bangun pagi, mungkin sudah jadi kebiasaan sejak jadi OB dulu.

Mata gw terbuka dan disuguhkan wajah beby yang masih tidur dengan posisi yang sama sedang menghadap gw.

Kamar kost gw menghadap ke barat, jadi panas sinar matahari pagi gak mengganggu beby yang masih tidur meski gw yakin pasti gak senyenyak jika dia tidur di kasur empuk yang lengkap dengan ac di kamarnya.

Perlahan gw bangun dari tempat tidur mencoba agar tidak mengganggu beby, kipas angin semakin gw dekatkan mengarah ke beby agar panas kamar gw gak membangunkan beby.

Gw ambil handuk gw dan pergi mandi, ini memang hari minggu hari libur gw, tapi gw punya satu tugas yang harus gw lakukan.

Beby menggeliat di tempat tidur, merenggangkan tubuhnya sambil membuat suara erotis yang menggelitik telinga gw saat sedang sedikit merapikan kamar gw yang agak berantakan tanpa persiapan kalau beby akan menginap disini.

Quote:
"Selamat pagi tuan putri" ledek gw melihat beby yang belum sepenuhnya sadar mencoba duduk.

"..." Beby belum menjawab apa-apa, dari tatapan mengawangnya jelas beby masih mendownload kesadarannya

"Kenapa? panas?" Gw kembali meledek beby yang kini menggaruk-garuk leher dan kepalanya karena berkeringat

"..." Beby mengangguk jujur,

"Kak haus" ujar beby dengan suaranya masih serak-serak basah

"Itu aku udah beliin roti sama air" gw menunjuk ke arah meja kecil yang berjarak sekitar 3 langkah dari kasur gw

"Ambilin...." Rengek beby manja,

"Ambil sendiri" kata gw

"Jauhhhh" kesadaran beby sepertinya sudah pulih, beby jadi manja seperti biasanya, "gendong" rengek beby sambil tersenyum dan membuka lebar tangannya

"..." Gw berjalan ke meja kecil, mengambil kantong plastik berisi roti dan air mineral lalu melemparkannya ke kasur.


Gw ingin beby menangkap maksud gw yang masih marah atas sikap beby kabur dari rumah, kan tadi malam gw belum sempat marah-marah

Quote:
"Jahatnya lohhhh" rengek beby marah tapi tetap saja mengambil kantong plastik yang sudah ada di dekatnya, meminum air mineralnya tak lupa memakan roti,

"Rasain" ledek gw

"..." Sepertinya beby kelaparan, roti yang gw beli dengan cepat dia habiskan,

"Udah kenyang?" Tanya gw

"..." Beby tersenyum sambil tertawa kecil mengangguk, "peluk belum" beby mendekat dan berancang-ancang akan memeluk gw

"eitttt, enak aja, aku udah mandi, kamu belum bi" gw menangkap tangan beby menolak dipeluk olehnya

"Ihh nyebelin lohhhh" ketus beby

"Ya mandi sana" ujar gw

"Aku gak bawa pakaian ganti sama peralatan mandi" jawab beby tanpa beban

"Loh kenapa gak bawa?" Tanya gw karena benar kata beby, semalam gw gak melihat dia bawa tas

"Kak aku kabur dari rumah, bukan liburan" jawab beby

"..." Gw agak tertegun, "benar juga kata beby" gw membatin

"Siapa suruh kabur?" Jawab gw menjaga harga diri gw yang jarang-jarang salah ini

"..." Beby gak menjawab hanya memanyunkan bibirnya sambil bermain dengan tutup botol air mineral tadi,


Gw bangkit berdiri lalu mengambil salah satu kaos gw di lemari,

Quote:
"Kamu cuci muka dulu sama ganti baju terus pake ini dulu bi, habis itu aku antar kamu kerumah" ujar gw

"HAH?" wajah beby terlihat terkejut mendengar ucapan gw barusan,

"GAK MAU!!! AKU GAK MAU PULANG!!!" Sebuah kalimat dengan banyak tanda seru dibelakangnya mempertegas keinginan beby

"Aku antar kamu pulang, kamu mandi, ganti baju baru kita pergi lagi" gw ucap perlahan agar beby mengerti

"Kak, aku kabur loh dari rumah, kalau aku balik kerumah gak akan diijinin pergi lagi" raut wajah beby terlihat sedih bahkan matanya mulai berkaca-kaca


Gw belain rambut beby lalu menatap matanya dalam, beby terlihat takut.

Quote:
"Percaya sama aku ya bi" gw mencium kening beby, "kita kerumah kamu, kamu mandi, ganti baju lalu kita pergi jalan-jalan" gw coba meyakinkan beby

"..." Beby mulai bergeming, "tapi...." Ada keraguan hingga beby melepaskan pandangan matanya dari gw

"Percaya sama aku ya bi" gw tersenyum lalu mencium kening beby lagi

"..." Meski terlihat ragu akhirnya beby mengangguk dan mengikuti perintah gw


Gw pinjam motor tommy lalu mengantar beby yang mengenakan kaos oblong gw yang kebesaran, tapi malah membuat beby terlihat menggemaskan.

Semakin jauh gw memacu motor pelukan beby semakin kencang, apalagi saat gw memasuki area perumahn beby, peluknya mengeras dan kepalanya bersandar di pundak gw seakan gak mau melepas gw.

Kami sampai di depan rumah beby, tapi beby masih gak bergerak gak mu turun dan tangannya masih setia melingkar di perut gw.

Quote:
"Ayo turun bi" bujuk gw sambil mencoba melepas pelukan beby

"..." Beby menggelengkan kepalanya cepat tanpa mau melepas pelukannya

"Aku juga ikut turun kok bi, yuk" bujuk gw lagi


Beby melunak, meski wajahnya cemberut, kami berduapun turun dari motor

Quote:
"Habis aku mandi kita pergi ya!!!" Ujar beby memastikan

"Ya pake baju dulu dong masak telanjang" gw melucu agar beby bisa lebih tenang

"..." Beby hampir tertawa tapi dia tahan

"Mbok nahhhhhh" teriak beby sambil masuk membuka pagar

"Siniiiiii" beby menarik tangan gw memastikan kalau gw gak akan kabur

"Bebyyyyyyyy" seru mbok nah yang keluar dari pintu dan langsung buru-buru menghampiri beby

"Kamu pergi kenapa gak bilang-bilang mbok, mbok khawatir" ujar mbok nah

"Aku mau mandi mbok" ujar beby

"Sana cepet" gw menyuruh beby agar lebih cepat

"Kunci???" Beby menatap gw sambil menjulurkan tangannya menghadap keatas meminta kunci motor,

"Astaga aku gak bakal ninggalin kamu kok bi" gw hampir tertawa sendiri melihat sikap ke kanak-kanakan beby

"..." Tangan beby masih menggantung, matanya menatap gw gak bergeming,

"Nihhhh, sana cepetan mandi" gw berikan kunci motor tommy sebagai sandra

"..." Beby tersenyum dan langsung masuk kedalam kamar

"Mbok, kak randy udah nelpon?" Tanya gw memastikan,

"Udah kak ryan" jawab mbok nah paham sebagai alasan gw gak diusir dari rumah ini sekarang,

"Maaf ngerepotin ya mbok" ujar gw

"Malah beby yang ngerepotin kak ryan" balas mbok nah.

"Kak ryan mau minum apa?" Tanya mbok nah

"Kopi boleh mbok" jawab gw,


Mbok nah pergi ke dapur membuatkan gw kopi, sedangkan gw duduk di ruang tamu sambil memperhatikan lagi foto-foto yang ada di ruang tamu ini.

Selesai mandi beby keluar dari kamarnya,

Quote:
"Ayo kak" ujar beby nampak buru-buru sambil celingak celinguk kayak maling dirumahnya sendiri

"Kamu kenapa bi?" Gw merasa lucu sendiri melihat tingkah beby ini

"Ayo kakkkkk" beby berbisik sambil menarik tangan gw

"Iya iya iya" gw bangun dari sofa sambil masih tertawa kecil,

"Mbok nahhhh" seru gw

"Ihh kak kok malah dipanggil" beby protes sambil memperkuat tarikannya di tangan gw

"Mbok aku mau ajak beby keluar ya" ujar gw sambil memperhatikan wajah kaget beby

"Iya kak ryan" jawab mbok nah yang keluar dari dapur

"..." Beby menatap bingung gw dan mbok nah berkali-kali

"Pamit sana ke mbok nah" gw mendorong sedikit beby yang masih kebingungan

"Mbok aku pergi dulu ya" ujar beby yang sebenarnya masih gak percaya apa yang baru sedang terjadi


Sepanjang jalan beby menanyakan hal yang sama "mbok nah kamu apain kak?", "Kita udah diijinin pacaran?" Pertanyaan yang hanya gw balas dengan senyum.

Gw mengajak beby jalan-jalan ke MBG, ke tempat pertama kali kami nge-date. Gw ajak beby nonton film di bioskop, jalan-jalan di area mall dan kami berhenti di sebuah foodcourt yang cukup sepi,

Quote:
"Seneng?" Tanya gw memperhatikan beby yang senyum-senyum sambil menikmati jus alpukatnya

"Iya dong" ujar beby cengar-cengir

"Tapi aku masih mau marah loh soal kamu kabur dari rumah kayak tadi malam" gw mulai serius, apa yang dilakukan beby tadi malam gak bisa gw tolerir

"Ihh udah nah ka, jangan marah-marah" jawab beby masih gak mengerti seberapa bahayanya apa yang dia lakukan tadi malam

"Ya aku marahlah, gimana kalau kamu kenapa-kenapa? Gimana kalau sopirnya orang jahat?"

"Kan aku gitu juga demi kamu kak" jawab beby masih belum mengerti seberapa seriusnya masalah ini, anak cewek keluar rumah subuh-subuh naik taksi sendiri?

"Bi, kalau karena aku terus kamu menempatkan dirimu dalam bahaya, lebih baik aku gak ada bi?"

Mendengar ini beby terkejut sampai meletakan gelasnya dimeja,

"Maksudnya?" Tanya beby

"Kamu tau maksud ku apa" jawab gw

"Lebih baik kamu lupain aja aku bi, daripada aku malah ngasih pengaruh buruk ke kamu"

"Mungkin benar keputusan keluarga kamu gak setuju sama aku, mungkin aku membawa pengaruh buruk ke kamu" gw menyelesaikan kalimat gw

"ENGGAK!!! ENGGAK KAK!!!" Burai airmata beby mulai terlihat membasahi pipinya,

"Ini bukan karena kamu, tapi ini karena mereka(keluarganya), mereka yang gak pernah ngertiin aku, mereka pikir kamu gak cocok untuk aku, karena...." Belum selesai beby menyelesaikan kalimatnya sudah lebih dulu gw potong,

"Aku bukan siapa-siapa, aku cuma orang biasa, gak pantes buat kamu bi" ujar gw,

"..." Beby sampai tersentak mendengar apa yang barusan gw bilang, dia tau itu benar,

"Aku tau bi" jawab gw lalu mencoba tersenyum sedikit

"Kamu tau?" Tanya beby,

"Sudah sejak awal bi, sejak kamu ajak aku kerumah bertemu keluargamu" ujar gw


Waktu itu kesan kedua orang tua beby memang biasa saja, tapi sudah cukup membuat gw merasa bukan bagian dari mereka,

Quote:
"Ya tapi aku maunya kamu" ujar beby

"Ya itu hak kamu, begitu juga dengan keluarga kamu yang berhak untuk memilih yang terbaik buat kamu menurut mereka"

"Ya aku akan kabur terus dari rumah buat kamu" jawaban naif keluar dari mulut beby, menggampangkan segala hal, benar-benar ciri khas anak muda yang berapi-api,

"Aku mau kamu janji sama aku, jangan pernah kabur lagi dari rumah, kalau enggak..." Obrolan gw belum selesai tapi beby membalas memotong omongan gw

"Kalau enggak kenapa? Kamu mau kita putus? Iya? Apa bedanya kalau aku gak ngelakuin apa-apa? Kita gak bisa sama-sama juga kan?" Jawab beby sambil menangis


Baru kali ini jawaban beby bisa meng-cut omongan gw, otak gw blank gak bisa membalas kata-kata beby ini. Beby benar.

Quote:
"Setidaknya aku berusaha kak" ujar beby masih sambil mengalirkan airmatanya di pipinya


Anak kecil ini berhasil membuat gw speechless dan baper, Bukan hanya dari kata-katanya, tapi ketulusan airmatanya yang membuat gw mempertanyakan lagi deal gw dengan randy kakaknya semalam.

Quote:
"Bi, janji ya kamu gak akan melakukan hal-hal bodoh seperti tadi malam"

"..." Beby mengelap airmatanya dengan tisu

"Kalau kamu gak mau lakukan itu demi mereka, kamu lakukan itu demi aku bi, aku gak mau kamu sampai kenapa-kenapa" gw bantu sedikit merapikan rambut beby yang menempel basah karena airmatanya.

"Terus kita gimana kak?" Tanya beby, bisa gw rasakan nada pasrah ada di ucapan beby

"..." Gw diam,

"..." Diamnya gw kembali memberi alasan untuk beby meneteskan airmata,


Gw gak tahan lagi, gw berdiri dari kursi gw, dan duduk disamping beby, gw dekap beby dari samping dan meletakan kepalanya di pundak gw. Airmata beby semakin deras mengucur sampai terisak karena menahan jangan ada suara yang keluar dari mulutnya.

Lama kami seperti itu, ditemani kursi-kursi kosong dan langit yang mulai memerah haru di langit.

Quote:
"Aku akan selalu jadi Ryan kamu bi" ujar gw sambil membelai rambut beby yang sudah berhenti menangis tapi masih betah berada di pelukan gw.

"..." Beby membalas dengan pelukannya yang semakin erat.

"Bi, hari ini aku ada sesi di cafe, kamu mau ikut?" Tanya gw mengganti topik, beby sepertinya sudah mengerti apa maksud pembicaraan kami tdi

"..." Beby hanya mengangguk,

"Jangan cemberut gitu nah, senyum" gw angkat sedikit wajah beby sambil mengelap airmata beby yang masih ada di pipinya.

"Senyummmmm" gw bujuk beby sambil memaksa senyum di bibir gw, padahal hati gw juga terluka.

"..." Beby masih menatap gw tanpa bergeming sedikitpun

"Kalau gak senyum aku cium nih" gw coba melucu agar beby gak cemberut terus

"..." Diluar dugaan malah beby mengangkat kepalanya dan mempertontonkan bibir berwarna merah muda tanpa bantuan lipgloss, seakan memberi ijin untuk gw kecup,

"..." Agak kaget dengan reaksi beby, gw lihat kiri kanan mengamankan situasi sekiranya aman lalu gw mengecup bibir beby sekali.

"Senyum dong" pinta gw

"..." Meski sedikit dan dipaksa setidaknya kini ada sedikit senyum di wajah muram itu.


Kamipun pergi ke cafe. Gw dipanggung dan beby duduk di sofa sambil memperhatikan gw. Sesekali gw melirik nakal beby untuk melucu dan menggoda beby, terkadang itu bisa membuat beby tersenyum terkadang beby malah melamun saja. Bagaimanapun perpisahan itu berat.

Quote:
"Mau tambah kentang gorengnya bi?" Tanya gw saat sedang turun break

"Enggak kak" jawab beby

"Minumnya?"

"..." Beby menggeleng

"Terus mau apa?" Tanya gw sambil coba melucu

"Kamu" jawab beby singkat, padat dan jelas,

"..." Gw tersenyum kehabisan kata-kata lagi.


Di jalan pulang dari cafe gw sengaja mengambil rute jauh dan berputar-putar saat mengantar beby, gw pribadi enggan ini semua akan berakhir dan sepertinya beby juga sepakat, beby memeluk gw dari belakang erat tanpa protes sedikitpun meski akhirnya disinilah kami sampai di depan rumah beby.

Akhirnya jam pasir kesempatan yang gw minta ke randy kini sudah berada di ujungnya.

Quote:
"Udah nyampe bi, yuk turun" kata gw

"..." Tanpa gw sangka beby mematuhi gw tanpa drama-drama lagi, meski wajah beby masih terlihat murung


Gw genggam tangan beby erat mulai dari pagar masuk sampai kedepan pintu beby,

Quote:
"Aku akan berusaha kak" ujar beby tiba-tiba

"Aku janji ke kak ryan aku gak akan aneh-aneh lagi"


Hancur pertahanan gw yang sedari tadi gw buat. Tumpah ruah semua rasa di hati gw yang dari semalam gw tahan. Dari tadi gw mencoba tegar agar beby bisa mencontoh ketegaran gw, Tapi gw gak tahan lagi.

Gw peluk beby se erat yang gw bisa tapi tangis gw gw tahan sampai perih hidung ini. Beberapa menit gw peluk beby seakan gak akan membiarkannya pergi, hingga akhirnya gw harus kembali mengontrol diri gw.

Quote:
"Tapi kita gak akan berubah jadi orang asing kan kak?" Tanya beby

"Iya" jawab gw tersenyum membelai kepala beby


Suara pintu rumah beby terbuka dan mbok nah keluar dari pintu seakan mempertegas cerita cinderella yang harus berakhir di tengah malam.

Quote:
"Aku pulang ya" gw berpamitan

"..." Beby mengangguk,


Gw berjalan mundur. Langkah gw berat meski gw paksakan, hingga gw mencapai pagar, menutupnya dan langsung naik keatas motor. Tanpa berpikir gw langsung tancap gas sebelum gw berubah pikiran.

*



Beberapa hari berlalu tanpa ada kabar dari beby, mungkin hp beby masih ditahan atau mungkin dia sengaja gak menghubungi gw. Ya gw juga aneh sih masih berharap beby menghubungi gw setelah semuanya.

Gw kepoin facebook beby sembari online dari komputer kantor, gak ada update terbaru di berandanya.

Quote:
"Yan kamu dipanggil bu diah" ujar elis yng baru kembali ke ruangan kami

"Hah bu diah?" Gw kaget ada angin apa gw dipanggil bu diah

"Iya bu diah HRD" ujar elis

"Kenapa lis?" Tanya gw, seingat gw beberapa minggu ini absen gw bagus deh gak telat, dan gw gak ada bolos

"Ye mana kutahu yan" jawab elis sambil tertawa kecil, untuk usah berbaikan kalau gk udah kena semprot lagi gw

"..."


Gak membalas lebih lanjut gw lalu menuju ke ruangan manager HRD,

Quote:
"Selamat siang mbak diah" sapa gw sembari membuka pintu,

"Duduk yan" ujar mbak dia sambil merapikn beberapa berkas di mejanya

"Ada apa ya bu?" Tanya gw


Gw agak harap-harap cemas, entah apalagi kesalahan gw yang akan di eksploitasi mbak diah. Tau sendiri biasanya karyawan kalau dipanggil HRD itu biasanya bakal kena teguran atau SP(surat peringatan).

Quote:
"Kontrak probation 3 bulan kamu kan expire bulan ini, ini kontrak baru kamu, kontrak satu tahun" ujar mbak diah sambil memberikan beberapa lembar kertas disebuah map bening,

"Poin-poin baru di dalam situ, silahkan kamu bawa dan baca dulu, nanti sebelum akhir bulan kamu tanda tangani dan serahkan ke saya lagi" tambah mbak diah

"Baik mbak" jawab gw lalu keluar ruangan setelahembawa lembar kontrak gw tadi


Di kamar kost gw baca-baca lagi isi kontrak ini sambil rebahan dikamar.

Ada beberapa tambahan di poin kontrak ini, seperti jaminan asuransi, poin tentang pengambilan cuti dan hal-hal lain yang gak ada di kontrak gw sebelumnya.

Gw sedang membolak-balik lembar kontrak gw sampai hp gw berdering pertanda ada telpon masuk,

Quote:
"BEBY???!!!???!!!??"


Hampir berteriak gw saat membaca nama beby ada di layar hp gw. Gw senang tapi sekaligus bimbang, ada di hati gw yang bilang agar mengangkat telpon ada juga yang melarang. Tapi akhirnya gw angkat juga, gagal move on aja deh sekalian.

Quote:
"Kak aku minggu depan pindah ke ausie"




...
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
noth84 dan 18 lainnya memberi reputasi
19 0
19
Lihat 6 balasan
Memuat data ..
a Road to be Me
12-06-2020 18:41
Lupa terakhir Kali baca part mana emoticon-Bingung
Inget2 dulu emoticon-Hammer (S)
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
12-06-2020 19:01
Lagu versi ane
profile-picture
profile-picture
daniadi123 dan zpy memberi reputasi
2 0
2
a Road to be Me
12-06-2020 20:40
Quote:Original Posted By kkaze22
Lupa terakhir Kali baca part mana emoticon-Bingung
Inget2 dulu emoticon-Hammer (S)


Udah lama baru kelihatan, kayaknya udah lumayan jauh hahaha, masih bab 2 mungkin?

Quote:Original Posted By ariid
Lagu versi ane


Hmmm nuansanya lumayan dapat, cuma belum bisa mengutarakan seberapa gregetnya perasaan ini.
profile-picture
profile-picture
Herisyahrian dan kkaze22 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
a Road to be Me
12-06-2020 21:36
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
12-06-2020 21:51
coba lagunya stinky - mungkinkah bang wkwk
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
12-06-2020 22:59
Quote:Original Posted By rizall19




Ane bantu munculin gan hehe

Quote:Original Posted By daniadi123
coba lagunya stinky - mungkinkah bang wkwk


Thx gan, karena lagu ente akhirnya inget lagu yang pas, tapi bukan lagu itu, udah ane update di part atas 🤣🤣🤣
profile-picture
profile-picture
Herisyahrian dan daniadi123 memberi reputasi
2 0
2
a Road to be Me
12-06-2020 23:35
Semakin menarik kisah ente yan emoticon-Big Grin

yaah ditinggal Beby ke ausie emoticon-Berduka (S)
profile-picture
profile-picture
zpy dan Herisyahrian memberi reputasi
2 0
2
a Road to be Me
12-06-2020 23:39
soundtrack nya menyayat ganemoticon-Turut Berduka

Isabela
Diubah oleh Arikempling78
profile-picture
profile-picture
zpy dan Herisyahrian memberi reputasi
2 0
2
a Road to be Me
13-06-2020 11:55
Quote:Original Posted By jancoksss12
Semakin menarik kisah ente yan emoticon-Big Grin

yaah ditinggal Beby ke ausie emoticon-Berduka (S)


Jadi ke ausie gak ya? :P

Quote:Original Posted By Arikempling78
soundtrack nya menyayat ganemoticon-Turut Berduka

Isabela


Iya gan, lagunya perih ya emoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berduka
0 0
0
a Road to be Me
14-06-2020 23:11
Update agak telat ya gan, lagi ngurusin bansos covid, proposal yang masuk berkarung2 tim ngimput gak sampe selusin. Semoga pandemi segera usai.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Herisyahrian dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
a Road to be Me
16-06-2020 08:03
yahh beby pindah, bakalan gak ada beby lagi dong di part" selanjutnya emoticon-Mewek
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
a Road to be Me
20-06-2020 19:07
Bab 3 part 48,


Quote:
"Ausie?, Minggu depan?" Gw sudah mencoba merelakan beby, tapi menerima kenyataan kalau sebentar lagi kami akan terpisah rasanya menyesakan dada juga,

"Iya, papa bilang biar aku bisa lebih gampang menyesuaikan diri untuk kuliah disana nanti" jawab beby,

"..." Gw gak bereaksi, gw tau untuk apa ini semua sebenarnya

"Tapi aku tau kok itu bukan alasannya" tambah beby

"Setidaknya kan disana ada kak randy, kamu juga bisa belajar mandiri disana, tapi jngan kabur-kabur lagi ya" ujar gw mencoba bijak meski batin gw perih juga menerima semua ini, segitu gak pantesnya gw,

"..." Beby diam, meski pelan-pelan mulai terdengar isak tangis beby dibalik telepon,

"Jangan nangis dong bi" bujuk gw

"Kalau aku kangen nanti gimana?" Tanya beby

"Kan bisa telepon" jawab gw, meski gw tau itu bakal berat, roaming boss, bukan cuma penelpon yang harus nyiapin pulsa, tapi yang ditelpon juga.

"Kak kamu larang aku kek, bujuk aku kek biar aku gak pergi" pinta beby masih terdengar menangis

"Ini kan buat kebaikan sama masa depan kamu bi, aku kalau punya kesempatan bisa sekolah atau kuliah ke luar negri aku juga mau" jawab gw

"Tapi kannnn....." Sesengukan beby malah susah menyelesaikan kalimatnya

"Aku sayang kamu bi, dan aku mau yang terbaik buat kamu dan masa depanmu"

"..." Gw biarkan beby menangis, terkadang obat terbaik untuk hal yang gk bisa kita ubah adalah dengan menangis.


Deal gw dan randy waktu itu adalah gw akan coba buat beby untuk gak tergantung sama gw lagi, tapi gw sama sekali gak tau kalau beby akan dipindah sejauh ini, tapi setidaknya gw bisa lebih tenang karena ada randy yang akan menjaga beby.


*



Quote:
"Gimana sama si beby? Aman?" Tanya tommy sambilemandng gw dengn penuh dosa, tommy masih berpikir beby hamil

"Gak seperti yang kamu pikirin tom" jawab gw sambil menenggak sebotol bir di kosan kami

"Terus?"

"..." Gw lalu menceritakan semuanya ke tommy soal beby

"Ohh gitu, ya urusan sama orang berada gitu yan" ujar tommy

"Eh tau gitu hamilin aja yan" ujar tommy menggebu-gebu

"Bacot" gw melempar kulit kacang ke tommy yang tertawa girang

"Mau gimana lagi yan, namanya juga kita perantau gini, masa depan kita sebatas makan apa besok" ujar tommy

"Kamu gak kepikiran soal nyari pekerjaan tetap ton?" Gw penasaran juga kenapa tommy bisa sesantai ini menatap hidup padahal di umurnya yang sudah seperempat abad biasanya para pria sudah berlomba-lomba mencari kemapanan.

"Terus menjalani hidup yang setiap hari penuh beban dan bikin muka mu suntuk seperti itu? Hahaha, enggak makasih" ujar tommy meledek gw sambil kembali menyalakan sebatang rokok

"Mungkin ada orang yang bisa tahan dengan tekanan seperti itu, tapi aku enggak yan, aku suka hidup dengan hal yang aku suka dan gak bikin stress dijalaninya" tambah tommy memberikan wejangan hidup

"Mikirn besok makan apa emang gak bikin stres? Gw coba menyanggah argumen tommy

"Nah ini....." tommy menyesap rokoknya dalam-dalam, mengambil gitar yang sedari tadi menganggur lalu mulai memainkan sebuah lagu...





Gw akhirnya sadar sudah ngasih tommy pertanyaan yang salah.


*



Quote:
"Oi mentang-mentang akhir bulan melamun aja kamu yan" adit mengagetkan gw yang sedang melamun di kantor

"..." Gw benahi duduk gw tanpa merespon ledekan adit

"Mikirin apa sih? Mau kasbon?" Adit malah semakin meledek

"Enggak lah mas, cuma lagi banyak pikiran aja

"Ahh banyak pikiran" adit nampaknya gak percaya dengan omongan gw,

"Eh iya tadi kamu ditanyain sama diah manager HRD" kata adit

"..." Gw gak merespon, mata gw tertuju ke tumpukan tertas yng ada di sebuah map diatas meja kerja gw, tumpukan kertas berisi kontrak baru gw.


Quote:
"Tok tok tok...."

Gw mengetuk pintu ruangan bu diah sbil membawa kontrak gw,

Quote:
"Masuk" samar-samar terdengar suara bu diah dari dalam ruangan mengijinkan gw masuk

"Permisi bu diah" sapa gw setelah masuk dan menutup pintu

"Oh kamu yan, gimana sih, masak soal kontrak kamu harus saya yang nyari-nyari kamu" ujar bu diah seperti biasa mencari-cari kesalahan gw

"Maaf bu" jawab gw laku duduk di kursi di depan meja bu diah dan meletakan map tadi diatas meja

"..." Bu diah mengambil map berisi kontrak gw lalu membukanya

"Lohhh kok belum kamu isi dan tanda tangan?" Bu diam membolak-balik lembar kontrak gw

"Poin yang mana yang kamu gak mengerti?" Tanya bu diah,

"Maaf bu, saya gak tanda tangan kontraknya karena saya mau resign" jawab gw


Bu diah terlihat kaget seakan gak percaya, beberapa kali dia bertanya apa alasannya dan gw jawab kalau gw kurang cocok dengan pekerjaannya.

Wajah kebingungan bu diah entah kenapa malah membuat hati gw senang, gw merasa lega seperti ada beban yang selama ini di pundak gw lepas begitu saja.

Pilihan yang gw cukup berani memang, tapi gw ingin merasakan ketenangan dan kebahagiaan menjalani hidup seperti yang tommy jalani. Mungkin gw gak akan cocok, tapi gimana bisa kita katakan laut itu dalam jika kita belum pernah berenang didalamnya.


*



Tibalah gw di akhir bulan. Hari ini adalah hari terakhir gw bekerja. Sebelum pulang gw mulai bersih-bersih meja kerja gw setelah tadi berpamitan sedikit dengan orang-orang kantor.

Quote:
"Tiiiit titttt tit tit tittttttt"


Handphone gw berdering mengelinjang di dalam kantong celana gw, gw keluarkan hp gw dari kantong dan ada nama perempuan yang muncul di layar hp gw.

Quote:
" **** memanggil"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
noth84 dan 19 lainnya memberi reputasi
19 1
18
a Road to be Me
20-06-2020 19:15
a Road to be Me

Dikit lagi tahap pertama selesai di input, kalau udah bisa marathon update lagi sebelum tahap 2 nyusul.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
.g.gowang dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 4 balasan
Memuat data ..
a Road to be Me
22-06-2020 20:04
Bab 3 part 49,


Gw yang sedang bersiap-siap pulang dari kantor harus tertegun sejenak mengangkat telepon beby yang namanya tertera di layar hp gw.

Quote:
"KAK KAMU KERUMAH SEKARANG!" Tanpa sapa, suara keras beby langsung terdengar dibalik hp, lama-lama beby jadi mirip luna,

"Kerumah?" Ya jelas gw bingung beby tiba-tiba menelpon nyuruh kerumahnya dengan nada marah

"IYA SEKARANG" ujar beby singkat padat dan jelas

"tuut tuut tuut..." Tanpa menunggu persetujuan gw telpon langsung beby matikan


Belum hilang kebingungan gw tentang beby yang tiba-tiba menelpon karena secara logika kami sudah enggak berpacaran, kini gw jadi semakin bingung karena beby tiba-tiba marah di telepon dan menyuruh gw datang kerumahnya.

Dari kantor gw langsung menuju kerumah beby, dari telpon tadi gw tau beby lagi marah, makanya gw turuti saja sebelum beby mulai nekat.

Gw pencet bell rumah beby sekali, tak perlu dua kali karena beby langsung membuka pintu dengan wajah bete menatap gw, tanpa mengajak gw masuk dengan manja seperti biasanya beby meninggalkan pintu tetap terbuka mengisyaratkan gw untuk masuk tapi menyampaikan juga kalau dia lagi marah.

Dengan perasaan bingung gw masuk kedalam rumah beby, perlahan-lahan karena gw pikir gw gak akan pernah menginjakan kaki gw kerumah ini lagi waktu itu.

Beby duduk di sofa merah maroon, dari wajahnya gw tau beby marah lengkap dengan tangannya yang menyilang di dadanya juga tatapannya menolak menatap gw yang sedang berjalan pelan

Baru saja gw mau menanyakan oertanyaan "mbok nah dimana bi?" Untuk berbasa basi, tapi seperti iklan rokok beby gak mau berbasa-basi.

Quote:
"Kamu sama kak randy ada perjanjian apa?"


Tanpa kalimat pembuka beby langsung menghujam gw dengan pertanyaan yang sulit gw jawab, buktinya gw diam lalu perlahan duduk di sofa yang sama dengan beby

Quote:
"Aku pikir kamu dan kak randy beda, ternyata kalian sama aja dengan mama papa yang menganggap aku masih anak kecil" ujar beby

"Bi bukan gi...." Pembelaan gw ditolak sebelum sempat terucap, karena beby langsung memotong omongan gw

"Kalau kamu udah gak sayang sama aku, kamu tinggal bilang aja kak, gak perlu harus bikin deal dengan kak randy seperti itu" marah beby kini berubah menjadi kesedihan

"Aku benci sama kak randy, aku cerita semua ke dia karena aku percaya sama dia, aku percaya dia bisa ngertiin aku, ngertiin apa yang gak di ngertiin mama papa kalau aku sudah cukup dewasa untuk memilih"

"Kamu juga" ujar beby menatap gw tajam, sudah ada bulir airmata terlihat penuh di kantung mata beby yang sebentar lagi akan pecah

"SAMA SAJA!" ujar beby dengan tatapannya memberikan gw beban dan perasaan sedih sudah membuat beby kecewa

"Aku suka kamu manjain, aku juga suka sikap tegas kamu ke aku, tapi bukan berarti kamu berhak menganggap aku anak kecil" ujar beby menyampaikan kekecewaannya


Malam itu waktu randy menelpon gw, randy begitu khawatir soal beby, mbok nah yang tau kalau beby kabur dari rumah hanya melapor ke randy karena takut untuk melapor ke orang tua beby.

Dan malam itu randy ada dipersimpangan untuk melapor ke orang tuanya atau enggak, karena kalau sampai terjadi apa-apa ke adiknya, dia yang bertanggung jawab karena gak ngasih tau ke orang tuanya.

Tapi kalau orang tua beby sampai tau beby kabur dari rumah dan mendatangi gw, urusannya bakal panjang dan ribet. Makanya gw minta ke randy untuk gak ngasih tau ke orang tuanya, tapi timbal baliknya gw akan meyakinkan beby untuk pisah dengan gw, memastikan kalau beby gak akan lagi nekat untuk kabur.

Awalnya terbersit untuk membuat beby marah ke gw, bahkan mungkin gw akan jujur soal keberadaan luna. Tapi gw gak tega memberikan trauma itu ke beby, makanya gw pilih dengan cara tersulit dengan coba meyakinkan dia.

Sepertinya lumayan berhasil, karena waktu itu beby cukup mengerti posisi kami. Tapi sekarang sepertinya beby tau soal kesepakatan gw dan randy, dan dia marah karena merasa ada hal yang disembunyikan dari dia.

Quote:
"Itu karena aku sayang kamu bi" jawab gw

"Sayang tapi kamunya kayak gitu?" Jawab beby diikuti airmatanya yang mengalir

"Aku percaya loh sama kalian berdua, tapi kalian berdua malah menganggap aku kayak anak kecil, sembunyi-sembunyi dibelakang aku"


Kata-kata beby sedikit memberi pencerahan ke gw kenapa dia begitu marah, dia marah ke orang tuanya karena meganggap dia anak kecil yang harus diatur-atur, dan kini dua orang yang dia sayang dan dia kira bisa ngertiin dia malah menganggap dia anak kecil yang gak perlu di dengar pendapatnya.

Quote:
"Maaf ya bi" ucap gw sambil membelai kepala beby


Gw merasa bersalah ke beby, gw mengerti apa yang beby rasakan, gw juga paham bagaimana rasanya dianggap hnya sebagai anak kecil dan disepelekan, karena gw juga mengalaminya, gak heran jika beby marah seperti ini, karena gw juga sampai berdebat dan marahan dengan orang tua gw.

Quote:
"Aku sayang kamu kak" ujar beby lirih masih dengan bergelinang airmata


Sudah jelas airmata adalah kryptonite gw, melihat beby menangis tangan gw langsung memeluk beby yang sedang menguras habis airmatanya agar membawa pergi kesedihan didalam hatinya, bebypun gak menolak dan bersandar sambil masih meluapkan perasaan sedihnya.

Beby mengarahkan wajahnya menatap gw, wajah sendu beby menatap setiap detail wajah gw dibantu dengan telapak tangannya yang menempel lekat di pipi gw. Tak berhenti disitu, beby menarik wajah gw mendekat perlahan,

Quote:
"Mbok nah?" Gw yang terbawa suasana mencoba menganalisa situasi keberadaan agen ganda yang mungkin saja sedang ada di rumah ini entah dimana dan menunggu waktu yang tepat untuk muncul

"Mbok nah aku suruh pulang" jawab beby


Jadi beby tau soal kesepakatan antara gw dan randy dari mbok nah, mbok nah ini orangnya polos dan suka keceplosan apalagi kalau ditekan. Jadi beby beby bilang ke mbok nah kalau dia mau nginap dirumah angel dan nyuruh mbok nah pulang. Awalnya mbok nah gak mau karena beby jadi tanggung jawab dia, tapi beby mengangancam akan ngasih tau ke orang tuanya kalau waktu itu dia kabur dri rumah, dan mbok nah gak ngasih tau orang tuanya, mbok nah pun mengiyakan, padahal beby juga gak mungkin berani ngadu sebenarnya.

Bibir kamipun kini berpagut mesra, sebuah oeraaaan yng gw kira sudah gak akan gw dapatkan sejak gw memutuskan untuk merelakan beby.

Pagutan bibir kami terasa semakin mesra dan intim seperti waktu itu yang kami lakukan di ruang tamu angel, bedanya sekarang kami hanya berdua dirumah kosong beby, bedanya sekarang gak ada alasan lagi untuk kami menahan diri.

Quote:
"Bi"


Gw jeda aktifitas kami sambil menatap beby, gw punya satu keraguan di hati gw, keraguan yang waktu itu juga muncul. Tapi tatapan beby berbeda dengan tatapan pasrah beby waktu itu. Ada sebuah keinginan di balik tatapan beby.

Quote:
"Aku mau kamu kak, Aku mau kamu jadi yang pertama buat aku" ujar beby menjawab keraguan gw

"Tapi bi..." Gw coba bernegoisasi dengan malaikat yang sedang berbisik di telinga gw

"Ini pilihan aku kak, aku pilih kamu" ujar beby menendang jauh-jauh malaikat yang tadi hampir memperdaya gw


Bibir kami kembali saling bergulat mesra sebentar, sebelum akhirnya beby menuntun gw untuk pindah masuk ke kamarnya. Kamar yang biasanya hanya gw lihat dari layar komputer saat video call lewat yahoo messenger.

Dan disinilah gw terbaring di tempat tidur beby, sembari menatap beby yang sedang mematikan lampu kamarnya.

Keraguan gw sirna setelah gw merasa ini bukan sesuatu yang spontan, gw yakin beby sudah merencanakan ini.

Entah mulai darimana kini kami berdua sudah terbungkus selimut tanpa lagi mengenakan sehelai pakaianpun.

Di tengah gelapnya kamar beby gw masih dengan sangat jelas bisa melihat wajah beby dari jarak sedekat ini. Meski terbalut gelap, gw sama sekali gak melihat raut ragu atau takut di wajah beby yang membuat gw yakin dengan apa yang akan gw lakukan selanjutnya.

Bercak merah di seprei, peluh di sekujur tubuh dan nafas yang sama-sama memburu kelelahan menjelaskan apa yang baru saja terjadi.

Gw peluk beby dari belakang dan beby memeluk tangan gw yang melingkar di tubuh polosnya.

Quote:
"Are you oke bi?" Bisik gw ditelinga beby khawatir jika beby menyesali pilihannya

"..." Diluar dugaan, beby berbalik menatap gw sambil tersenyum meski wajahnya masih terlihat kelelahan dan menahan sakit

"Im ok" ujar beby yang menyempatkan mengecup lagi bibir gw hampir saja kembali membangunkan franky.


Kami berdua sudah kembali berpakaian, dan bahu membahu mdmbersihkan "Tempat Kejadian Perkara". Sekarang beby menggenakan daster karena satu dan lain hal, if you know what i mean lah 🤐

Kmi duduk di ruang tamu sambil memakan makanan delivery guna mengembalikan energi yang tadi terbuang.

Mungkin hanya perasaan gw, tapi gw merasa beby sedikit berbeda setelah apa yang kami lakukan tadi. Beby masih manja, buktinya beby masih bersandar manja di pundak gw ambil melahap slice pizza, tapi entah mengapa gw lebih memandang beby lebih dewasa sekarang.

Quote:
"Bi tolong ambilin mayo dong" gw gak bisa bergerak banyak karena beby menempel gak memberikan gw ruang gerak

"..." Beby nurut sambil mencoba menggapai mika plastik berisi mayo yang ada diatas meja

"Aw aw aw aw" ujar beby saat merubah posisinya waktu mengambil mayo diatas meja

"Kenapa bi?" Tanya gw khawatir meski gw tau gwlah penyebabnya

"Pake nanya lagi" beby menatap gw ketus sambil masih menahan perih di suatu tempat

"Hmmmppp" gw hampir tertawa melihat wajah beby tapi gw tahan

"Ihh, malah ketawa" ujar beby kesal tapi sedikit tertawa

"Kamu sih" ujar beby sambil memberikan mika berisi mayo tadi dengan kasarnya

"Hmmmm?" Gw mengangkat alis pura-pura gak mengerti apa yang beby omongkan, sambil sibuk mengunyah gigitan pizza terakhir

Kami kembali sibuk dengan pizza kami masing-masing,

"Kak malam ini kamu tidur disini ya" ujar beby sambil menatap gw,

"..." Gw mengangguk setuju, gw gak mungkin tega meninggalkan beby sendirian mlm ini setelah apa yang baru saja terjadi

"Kamu nyesel gak bi?" Tanya gw

"..." Beby menatap gw lalu tersenyum

"Enggak kak, enggak sama sekali" jawab beby sambil tersenyum tanpa terlihat ada keraguan atapun penyesalan.

"..." Gw tersenyum tenang, awalnya gw merasa ada beban di benak gw,

"Eh iya bi, kan kamu janji waktu itu mau mainin satu lagu buat aku di piano" gw membuka obrolan baru

"Males kak, capek" rengek beby,

"Ya terus kapan lagi bi?, Keburu kamu berangkat" perasaan gw berubah mellow menyadari ada fakta yang gak akan berubah

"..." Dari wajahnya beby nampaknya merasakan hal yang sama, tersenyum kecil lalu beby berdiri dan duduk di sebuah piano berwarna hitam,

"Lagu apa kak?" Tanya beby setelah duduk sempurna

"Hmmm, romance de amor" jawab gw


Tanpa aba-aba jemarinya beby menari diatas hitam putih tuts piano.

Tapi belum selesai bait pertama permainan beby terhenti.

Quote:
"Kak tau gak lagu favorit aku?" Tanya beby

"..." Gw menggeleng, karena setahu gw beby gak terlalu suka dengan lagu-lagu semacamnya, dia belajar piano semata-mata untuk pengetahuan semata. Tapi satu hal yang gw tau, beby suka film.

"..." Beby tersenyum


Beby lalu kembali memainkan sebuah lagu, dan tidak hanya itu, beby juga menyanyikan sebuah lagu, sebuah lagu yang setelah bertahun-tahun baru gw tau adalah ost sebuah film.

Suara beby gak bisa dibandingkan dengan suara luna tentu saja, tapi dari suara beby bisa gw dengarkan sebuah kepolosan anak abg yang sedang jatuh cinta.

Baperlah gw sampai berdiri dari kursi dan memeluk beby dari belakang yang masih bernyanyi sambil bermain piano.

Handphone gw matikan, gw gak mau ada satu orangpun yang mengganggu kebersamaan gw dan beby.

Kami bercanda, tertawa, berciuman, saling peluk, berciuman lagi mengisi waktu kami semalam suntuk.

Sesekali beby tiba-tiba menangis dipelukan gw, bagaimanapun kenyataan bahwa kami akan terpisah jauh adalah sebuah fakta yang ada di depan kami.

Tapi gw entah kenapa kebersamaan kami malam ini membuat gw percaya beby akan menjalani semuanya dengan kedewasaan.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
noth84 dan 22 lainnya memberi reputasi
23 0
23
Lihat 8 balasan
Memuat data ..
a Road to be Me
23-06-2020 14:31
3 bulan ga buka kaskus ane ketinggalan jauh sama ceritanya emoticon-Big Grin
franky udah menang banyak aja ane liat2 hahaha
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
Halaman 139 dari 141
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
mau-gak-jadi-istriku
Stories from the Heart
olivia
Stories from the Heart
kamu-hujan-yang-kunantikan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
true-story-yellow-raincoat
Stories from the Heart
tipe---tipe-kaskuser
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia