News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
349
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ed71af168cc9571dc74845f/menjadi-ateis-di-negeri-religius-indonesia
Sejak tahun 2019, tanggal 23 Maret diperingati sebagai Hari Ateis Sedunia. Apakah menjadi ateis tampaknya bisa menjadi pilihan hidup yang dinyatakan secara terbuka di Indonesia? Di Indonesia menjadi ateis tampaknya belum bisa menjadi pilihan hidup yang dinyatakan secara terbuka karena masyarakat yang sangat agamis. Apalagi jika RUU KUHP yang mempidanakan agnostik dan ateisme diberlakukan. Padahal
Lapor Hansip
03-06-2020 10:37

Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia

Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia

Sejak tahun 2019, tanggal 23 Maret diperingati sebagai Hari Ateis Sedunia. Apakah menjadi ateis tampaknya bisa menjadi pilihan hidup yang dinyatakan secara terbuka di Indonesia?

Di Indonesia menjadi ateis tampaknya belum bisa menjadi pilihan hidup yang dinyatakan secara terbuka karena masyarakat yang sangat agamis. Apalagi jika RUU KUHP yang mempidanakan agnostik dan ateisme diberlakukan. Padahal memilih untuk tidak beragama sejatinya adalah hak asasi manusia.

Beragama karena warisan keluarga adalah tipikal orang Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang sangat religius. Seluruh kehidupan sebagai seorang warga negara di Indonesia tak jauh dari urusan agama. Ritual agama melingkupi kehidupan masyarakat di Indonesia mulai dari melek bangun tidur hingga merem mau tidur lagi. Bahkan novel jadul Atheis karya Achdiat Karta Mihardja yang dinilai sebagai salah satu karya sastra penting dan penulisnya mendapat Hadiah Tahunan Pemerintah Republik Indonesia tahun 1969 di ujung kisah mengangkat penyesalan seorang ateis yang meninggalkan agama.

Seiring dengan makin luasnya wawasan seseorang, memeluk agama bukan berarti menerima apa adanya atau percaya begitu saja. Peristiwa tertentu, pengalaman hidup atau pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban bisa menjadi pemicu bangkitnya kesadaran yang mempertanyakan eksistensi Tuhan. Paling tidak, itulah yang terjadi pada Stefen Jhon.


"Tahun 1999 ketika Ambon dilanda konflik horizontal yang berkepanjangan, saya mulai mempertanyakan tentang Tuhan. Ketika itu saya begitu khusyuk berdoa Novena agar kampung dan rumah saya dijauhi perusuh sampai akhirnya diserang oleh pihak lawan. Kami terpukul mundur, di situlah saya berpikir, apa Tuhan punya maksud lain? Apa gunanya kami berperang membela agama? Selemah inikah Tuhan yang saya sembah? Saya jadi skeptis, sangat skeptis. Saya mulai mencari literatur dan saya tahu semua tentang Tuhan dan gereja namun saya membunuh satu persatu keimanan saya terhadap Tuhan.” Setelah pergumulan batin selama enam tahun, tahun 2005 Stefen Jhon memilih menjadi ateis. Keributan tak dapat dihindari di rumah karena ia menolak ke gereja. Namun ia tidak mengajarkan anak-anak untuk menjadi ateis seperti dirinya. Justru ia senang melihat keluarganya kelihatan bahagia menjalankan ritual agama.



Ada Wadah Komunitas Ateis

Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia

Di Indonesia, Stefen Jhon tidak sendiri. Mereka yang menggugat keimanan bergabung dalam komunitas-komunitas free-thinker, agnostik (tidak mempercayai agama) dan ateis (tidak mempercayai Tuhan) yang berada di media sosial atau grup-grup WhatsApp. Di dunia maya ada saja orang yang mulai mempertanyakan kebenaran agama dan kepercayaan yang mereka anut. Makin banyak yang kritis pada konsep tentang Tuhan dan merasa agama tidak memberikan informasi yang memadai untuk diterima secara intelektual. Karl Karnadi, pendiri dan moderator komunitas ateis di Indonesia dengan nama Indonesian Atheists sejak tahun 2008 ketika ditanya data ateis terakhir mengaku ada 1500-an anggota. "Tujuan utama bukan untuk mengumpulkan ateis di Indonesia tetapi memberikan tempat yang aman dan nyaman bagi ateis dan kaum minoritas di Indonesia yang didiskriminasi dan jarang bisa terbuka di lingkungan nyata. Karena itu yang diterima menjadi anggota Indonesian Atheists adalah mereka yang bertujuan sama. Selain komunitas Indonesian Atheists, ada pula grup Facebook dengan nama "Anda Bertanya Ateis Menjawab” dengan jumlah anggota 60 ribu orang yang menampung beragam pertanyaan seputar ateis dan menjadi wadah untuk mengenal para ateis yang sama seperti manusia biasa seperti warga negara Indonesia lainnya.

Menjadi Ateis Tidak Bisa Dihukum

Tetapi bisa dibilang mereka yang benar-benar ateis dan keluar dari agama sepenuhnya serta berani mengakui di dunia nyata, terbuka di depan keluarga, rekan kerja dan pergaulan sosial belum banyak. Sejumlah ateis yang saya kontak untuk mencari tahu testimoni merekaterkait agama dan Tuhan enggan memberikan foto dan menolak publikasi. Alasan yang diberikan bermacam-macam, "Orangtua saya dan anak-anak saya bisa dikecam”, "Saya punya pekerjaan” atau alasan diplomatis seperti "Saya belum tepat sebagai narasumber” dan "Ini ranah pribadi”. Beberapa orang mengaku masih melakukan ritual agama sebagai kegiatan sosial bukan spiritual karena memang tidak lagi percaya adanya Tuhan.

Keengganan para ateis di Indonesia mengungkap identitas diri mereka, sangat saya maklumi karena dipengaruhi kondisi di Indonesia yang kerap emosional atau bahasa gaul masa kini baper (bawa perasaan) dalam urusan agama dan memandang tidak beragama sebagai bentuk penodaan agama sehingga meminggirkan kebebasan berbicara dan berpendapat yang sejatinya merupakan hak setiap orang.

Pengalaman buruk pernah dialami Alexander Aan seorang pegawai negeri sipil di Sumatera Barat pada tahun 2012 yang dipenjara 2,5 tahun karena menulis status "Tuhan itu tidak ada” di Facebook pribadinya. Ateis-nya tidak dihukum tetapi karena menyebarkan pendapat di media elektronik maka Alexander Aan dijerat pasal penodaan agama dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ateis dianggap menodai agama alih-alih menjadi sebuah pilihan bebas semua orang, hak asasi manusia yang universal dan berlaku termasuk untuk warga negara Indonesia. 

Padahal Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD pada tahun 2012 menyatakan tidak ada yang bisa menghukum individu ateis atau komunis jika mereka mengakui apa yang dianutnya secara pribadi.

Melindungi Pilihan Hidup Individu


Dalam aturan hukum di Indonesia tidak ada yang spesifik melarang seseorang menjadi ateis tetapi karena dalam Pancasila sebagai dasar negara dimuat "Ketuhanan yang Maha Esa” sebagai sila pertama maka diasumsikan semua warga negara Indonesia akan memilih salah satu agama yang diakui di Indonesia. Jika sila pertama menjadi rujukan seseorang beragama, idealnya rujukan sila kedua "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” menjadi dasar memperlakukan manusia lain termasuk para ateis yakni secara adil dan beradab

Selain menerapkan sila pertama Pancasila sebagai standar beragama di Indonesia, berbagai aturan administrasi kependudukan tidak jauh-jauh dari identitas agama.
Kewajiban mencatatkan pernikahan yang dilakukan berdasarkan hukum suatu agama mengacu pada Undang-undang Pernikahan No.1 Tahun 1974 sehingga seorang ateis harus memilih salah satu agama untuk menikah dengan orang Indonesia atau meresmikan pernikahannya di Indonesia. Aturan administrasi kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) dan Kartu Keluarga masih memberlakukan pengisian kolom agama. 

Sejak tahun 2016 untuk penganut kepercayaan di luar enam agama yang diakui pemerintah pada kolom agama dapat ditulis "Penghayat Kepercayaan” atau dikosongkan. Pilihan bagi pemeluk kepercayaan lokal ini logikanya bisa menjadi pilihan bagi para ateis di Indonesia guna menyiasati kewajiban memilih salah satu agama yakni dengan cara mengosongkan kolom agama. Namun opsi ini tidak banyak dipilih para ateis guna menghindari keruwetan prosedur administrasi kependudukan yang dampaknya menyasar urusan pendidikan dan pekerjaan walau secara hukum Mahkamah Konstitusi menyakini kata "agama” dalam Pasal 61 dan 64 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan tidak memiliki ketentuan hukum mengikat secara bersyarat.
Meski tidak dilarang menjadi ateis di Indonesia namun seorang ateis dilarang menyebarkan ajaran ateis di Indonesia. Sejauh ini tidak ada yang menyebarkan ateisme dan agnostik melalui organisasi secara resmi. Kecemasan terbesar saya adalah hilangnya kebebasan bersuara para ateis dan agnostik jika Rancangan Undang-Undang KUHP yang memuat pasal tindak pidana terhadap agama ditetapkan sebagai undang-undang sebab orang yang mengajak tidak menganut agama (agnostik) bisa dipidana dengan pidana penjara.

Idealnya KUHP melindungi pengakuan secara terbuka seorang ateis dan agnostik dan tidak membuat seseorang dipenjara karena tidak mengakui adanya Tuhan dan/atau tidak beragama karena itulah pilihan hidup seseorang yang merupakan hak asasi manusia yang dimiliki setiap orang. Bahkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pasal 18 menyatakan setiap orang berhak berganti agama atau kepercayaan. Saya mengasumsikan pasal itu mencakup melindungi mereka yang berganti agama menjadi tidak beragama.


https://www.dw.com/id/menjadi-ateis-...a/a-52757730 

emoticon-Matabelo 



profile-picture
profile-picture
profile-picture
orgbekasi67 dan 22 lainnya memberi reputasi
17
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 7
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 10:38
Kalo mati nguburnya gmn
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 31 balasan
Memuat data ..
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 10:45
iman ane kurang kuat buat menjadi atheist
karena 99.99% yg lahir di muka bumi ini pernah menipu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 10:48
Percuma jadi ateis, kalo hidup malah makin sombong (terutama dalam hal keilmuan), malas bergaul, dan tidak suka membantu sesama (apalagi karena dasarnya benci orang beragama)

Kalau alasan menjadi ateis cuma untuk mengindari tata peribadatan dan menyembunyikannya di balik kata "free" thinker, itu adalah kesalahan besar, karena ibadah agama bertujuan mendidik kedisiplinan kita juga secara fisik dan mental.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lubizers dan 20 lainnya memberi reputasi
14 7
7
Lihat 42 balasan
Memuat data ..
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 10:49
Rawan dulu di trid nongkrong.. emoticon-linux2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 10:49
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia

Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia

Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia

Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia

Diubah oleh donal.duck.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
davidsson dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 10:51
Ga inget ama TUHAN soalnya msh sehat, coba kalo sdh sakit2an/tua renta & kematian sdh ada di dpn mata

Itulah kenapa org yg mau dieksekusi mati biasanya suka dikasih pendamping rohaniawan bukan psikiater atw psikolog
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lubizers dan 14 lainnya memberi reputasi
14 1
13
Lihat 7 balasan
Memuat data ..
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 10:51
ngateis onleng lebih banyak emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mudokons dan 7 lainnya memberi reputasi
7 1
6
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 10:54
Selama asalnya bukan dari yang hobbynya endorse DAMAI sepertinya ga ada masalah emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 10:57
Orang lebih suka dongeng indah sebelum tidur, pun sebelum mati.
Diubah oleh Jangan.maling
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mudokons dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 11:04
Itu foto paling atas wajahnya mirip Iwan Bopeng. emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
entop dan decodeca memberi reputasi
2 0
2
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 11:06
Kalau Tuhan aja gak mereka anggap ada setelah sebelumnya menganggap ada, konon kepada manusia? Lalu jika seorang manusia pernah mengecewakannya, apa juga suatu saat mereka juga bakal melupakannya? Padahal tidak ada manusia yg sepanjang hidupnya tdk pernah mengecewakan orang lain. Jadi gmn sih pandangan atheis terhadap manusia? Apa ada makna setia pada diri seorang atheis?
Diubah oleh stomap
profile-picture
profile-picture
mudokons dan entop memberi reputasi
1 1
0
Lihat 7 balasan
Memuat data ..
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 11:07
Jadi atheis gpp, ga usah diumbar
Beragama juga baik, namun nggak usah diumbar

Namun bagaimanapun kolom agama masih harus di isi ya bapak/ibu, biar nggak di cap kuminis emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ud2358 dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 11:16
mau buruk atau tidak
atheis itu lebih tahu damai daripada org radikal beragama

terlalu overdosis kecanduan beragama cenderung jadi radikal paok
sampai ada orgradikal yg perang mengatas namakan agama
saling klaim ajarannya paling benar & sempurna dari ajaran lainnya

profile-picture
profile-picture
profile-picture
mudokons dan 8 lainnya memberi reputasi
8 1
7
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 11:29
kepercayaan =/= moral

terserah lue mau percaya apa yang penting punya moral yang paling tidak relatif baik......
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 11:40
orang yang menganut suatu agama dan mempercayai tuhannya itu adalah hak asasi manusia atau diharuskan / diwajibkan ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mudokons dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 11:42
kalau saya sih.
mau anda theis or atheis ga penting..
yg penting jangan memaksakan apa yg anda sukai kepada orang lain.
hiduplah damai berdampingan, hargai pendapat orang lain dsb.
mau jdi atheis silahkan, nikmati hidup..
mau ttp jdi theis oke jg selama paham yg kamu anut tdk menyuruh utk membunuh orang yg tdk sepaham dengan kamu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mudokons dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 11:43
Knp hrs di umumkan kalau ateis.... ??? Saya beragama jg tdk saya umumkan.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
mudokons dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
Lihat 24 balasan
Memuat data ..
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 11:46
Ga percaya Tuhan tapi percaya kalau Tuhan itu gak ada, kan goblok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mudokons dan 4 lainnya memberi reputasi
4 1
3
Lihat 10 balasan
Memuat data ..
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 11:50
Ninggalin jejak dulu kayakny bakal rame nie emoticon-Big Grin
profile-picture
entop memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Ateis di Negeri Religius Indonesia
03-06-2020 11:53
menentang Pancasila sila pertama.

Atheis kecele waktu meninggal ternyata ada akhirat dll
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mudokons dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
Lihat 10 balasan
Memuat data ..
Halaman 1 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia