Automotive
Batal
KATEGORI
link has been copied
9874
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55eebf7294786846588b456a/penggunaan-oli-mobil-pcmo-hdeo-untuk-motor---part-1
Selamat datang di Thread admapower64 Join Facebook Page untuk PCMO dan HDEO user di sini Unduh Daftar Pelumas PCMO / HDEO / MCO di sini Composed and Edited by Dee santi Pada kesempatan kali ini, mari kita diskusi salah satu topik yang paling sering kita pertanyakan selama ini, yaitu, bisakah menggunakan pelumas mobil untuk mesin motor kita? Sebelum ada jawaban ya atau tidak, mari kita definisikan
Lapor Hansip
08-09-2015 17:58

Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor

Selamat datang di Thread admapower64


Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1



Composed and Edited by Dee santi


Quote:
Pada kesempatan kali ini, mari kita diskusi salah satu topik yang paling sering kita pertanyakan selama ini, yaitu, bisakah menggunakan pelumas mobil untuk mesin motor kita?

Sebelum ada jawaban ya atau tidak, mari kita definisikan arti pelumas terlebih dahulu. Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya adalah cairan, yang diberikan diantara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Pelumas pada umumnya dibagi ke dalam dua jenis, yaitu mineral dan sintetis. Pelumas mineral berasal dari hasil distilasi minyak bumi, sementara pelumas sintetis berasal dari proses Fischer-Tropsch Process yang menggabungkan Hydrogen dan Carbon. Pelumas Mineral dan Sintetis menurut API atau American Petroleum Institute dibagi ke dalam lima kelompok, diantaranya adalah:
  • API Group I, Base Stock Mineral dengan teknologi proses distilasi fraksi mineral parafin, dengan teknologi tersebut, minyak bumi akan bertambah ketahanan oksidasinya dan juga menyingkirkan zat-zat yang merusak Base Stock tersebut. Proses Distillation dan Solvent Refined tersebut akan meningkatkan VI atau Viscosity Index menjadi 80 – 119, Sulphur > 0.03%, Saturates < 90%.

  • API Group II, Base Stock Mineral dengan teknologi proses sama seperti Group I tetapi ditambahkan dengan Hydrokracked Technology. Dalam hal ini, Base Stock menjadi lebih murni dan lebih mudah untuk ditambahkan additives. Salah satu merek pelumas yang menggunakan Group II Base Stock adalah Shell™ Rotella® dan Pennzoil® PureBase® Perlu diketahui, Royal Dutch Shell adalah pemilik dari Pennzoil dan Quaker State. Dengan teknologi Distillation, Solvent Refined, dan Hydrocraked, maka nilai VI atau Viscosity Index menjadi 80 – 119, Sulphur < 0.03%, Saturates > 90%.

  • API Group III, Base Stock ini digadang-gadangkan menjadi salah satu pelopor pelumas dengan Synthetic Technology yang berasal dari Mineral Oil. Teknologi ini dipakai luas oleh banyak Pabrikan pelumas SuperMajor (British Petroleum, Chevron, ConocoPhillips, ExxonMobil, Royal Dutch Shell, Total), salah satu yang paling terkenal dan fenomenal adalah Base Stock milik Suncor PetroCanada yang menyatakan bahwa pelumas mereka memiliki Base Stock yang murni. Group III sendiri sudah digantikan dengan Group III+ atau VHVI yang merupakan singkatan Very High Enhanced Viscosity Index. Teknologi proses yang digunakan adalah sama dengan Group II tetapi ditambahkan teknologi Hydroisomer, sehingga menjadikan Base Stock dengan 99% Saturasi dan 1% Aromatik. Dengan teknologi Distillation, Solvent Refined, Hyrdokracked, dan Hydroisomer, maka nilai VI atau Viscosity Index menjadi ≥120. Di pasaran dunia, Group III+ dipasarkan dengan nama Fully-Synthetic Lubricant, yang common usernya adalah SuperMajor. Ada perbedaan antara pasaran dunia dan Eropa, pasaran dunia Oli Group III+ dapat disebut sebagai Fully-Synthetic, sementara di Eropa Oli Group III+ hanya boleh disebut Synthetic Technology. Untuk membedakannya, bisa dibuka http://www.total.fr/ dimana oli yang dijual sebagian besar di luar Eropa disebut sebagai Fully-Synthetic, maka di Perancis hanya disebut Lubrifiant technologie de synthèse atau Synthetic Technology Lubricant. Di Eropa hanya Group IV dan Group V yang boleh di label dengan Fully-Synthetic Lubricant.

  • API Group IV, Base Stock ini adalah hasil katalisasi antara Hydrogen dan juga Carbon baik dengan Fischer-Tropsch Process atau proses pembentukan olefin lainnya. Base Stock ini dinamakan PAO atau PolyAlphaOlefin, disebut PAO karena bahan dasarnya adalah Olefin. Pengguna Base Stock ini sangatlah jarang, mereka yang menggunakan Base Stock ini biasanya adalah pelumas dengan kategori Top Tier atau Premium. Salah satu pengguna PAO adalah Amsoil Signature Series, Mobil 1, dan Yacco dengan jajaran pelumas Top Tier Mereka. PAO sangat sulit ditambahkan soluble additives, sehingga additives yang bisa ditambah biasanya adalah logam alkali, alkali tanah, atau logam transisi seperti Molybdenum dan Titanium. Logam alkali ditambahkan adalah supaya menambah retensi pelumas untuk menahan asam yang terbentuk saat pembakaran terjadi. PAO memiliki karakteristik yang paling unik, karena memiliki Titik Beku yang rendah hingga -53 C dan Titik Bakar yang tinggi, hingga 270 C. pelumas ini tidak mengandung sulphur karena dibuat murni dari Hidrogen dan Carbon, dan memiliki Viscosity Index di atas 140.

    PAO ini dikenal sebagai Base Stock ngambekan, alasannya adalah selain pembuatannya sulit, yaitu apabila oli dengan PAO Based akan dibuat maka bahan-bahan seperti additives pack harus dicampur sebelum menjadi oli. Seperti kita membuat cake, apabila kurang atau kelebihan bahan, maka cake tersebut tidak enak dan tidak bisa dimodifikasi. PAO juga sangat rewel apabila bertemu dengan racun sejenis Sulfur dan TEL atau Tetra-Ethyl-Lead, dan dia tidak bisa ditambah dengan post-mixed additives. PAO juga sangat licin apabila ditambahkan additive Boron Nitride sehingga sangat baik untuk mesin-mesin berbahan dasar Aluminum Silicon. Pada BMW disebut Alusil, pada Mercedes Benz disebut SILITEC, atau pada Yamaha disebut DiAsil. PAO dan Boron Nitride akan membentuk lapisan film sangat kuat dan licin, sehingga akan sangat baik untuk menambah performa mesin. Boron Nitride dan PAO tidak akan menyebabkan selip kopling, karena hanya bereaksi dengan logam Aluminum Silicon saja, tidak dengan komposit Kampas Kopling.


  • API Group V, Base Stock ini biasanya diisi oleh Ester, prosesnya sendiri adalah dengan cara katalisasi asam yang dinamakan dibasic Ester, dengan Alkohol atau CH3OH sehingga dibentuklah Ester dari hasil katalisasi tersebut. Ester biasanya digunakan untuk kompetisi karena kemampuannya untuk mempercepat pembakaran dan juga meningkatkan performa mesin, sehingga mesin balap biasanya menggunakan Ester dan atau campuran PAO dan Ester. Ester memiliki ikatan film yang paling kuat, tetapi kelemahannya adalah umur pakainya cukup singkat, sehingga hanya cocok digunakan bagi Anda yang membutuhkan oli kompetisi. Ester juga berguna untuk ditambahkan ke PAO based supaya mudah untuk di campur dengan additives. cara mengetahui adanya Ester dalam pelumas adalah dengan melihat nilai oksidasi dan TAN dari pelumas tersebut. Sifat alami Ester adalah oksidan dan asam, sehingga nilai TAN pasti ada dalam pelumas tersebut. Salah satu yang terkenal antara lain adalah Redline, Motul, dan Maxima



Quote:
Apa perbedaan pelumas untuk mesin mobil dan mesin motor?


Secara fungsi, pelumas memiliki peran yang sama, mesin motor manual memiliki gearbox dan kopling yang menyatu dengan blok mesin, sehingga pelumas untuk mesin motor konvensional harus bisa melumasi mesin tanpa merusak komponen gearbox, terlebih kopling, karena kalau terlalu licin, kopling dapat selip dan mengakibatkan terbakar. Pelumas mobil secara umum tidak dapat melumasi kopling, sehingga sangat tidak cocok digunakan kepada mesin motor konvensional.

Mesin motor matic memiliki gearbox dan kopling terpisah dari blok mesin, sehingga pelumas hanya melumasi mesin saja, tanpa melumasi gearbox dan juga kopling. Hal ini sama dengan karakteristik mesin mobil yang memiliki kopling dan gearbox terpisah.

Perbedaan selanjutnya adalah antar mesin mobil dan mesin motor adalah suhu operasional, putaran mesin operasional, volume mesin dan kapasitas pelumas, serta daya kerja operasional. Secara teoritis, suhu operasional mesin motor lebih tinggi daripada suhu operasional mesin mobil karena absennya pendinginan stabil, atau radiator pada mesin motor, meski beberapa jenis motor sudah mengadopsi radiator, tetapi terkadang hal ini sering dilupakan para pemilik, sehingga fungsinya tidak optimal.

Selanjutnya adalah putaran mesin operasional motor lebih tinggi daripada mobil, tentu saja, mesin mobil memiliki lebih dari 1 silinder dengan kapasitas minimal 250cc per silinder, sehingga untuk menjalankan mobil tidak diperlukan tenaga putaran tinggi. Semakin banyak dan semakin tinggi kapasitas mesin, maka putaran operasionalnya makin rendah. Mobil bisa berjalan 100 Kmh dengan RPM hanya 2,500 RPM, sementara motor membutuhkan lebih dari 5,000 RPM untuk berjalan pada 100 Kmh. Tetapi perlu diperhitungkan, mobil berjalan 2,500 RPM dengan kondisi Long Stroke sementara motor berjalan 5,000 RPM dengan kondisi Short Stroke ingat pelumas bekerja untuk melumasi dinding silinder, piston, crankshaft, dan valve train, meski secara teoritis beban mobil terkesan ringan, tetapi secara volumetrik pelumasan lebih besar mobil berkali-kali lipat. Dan oleh sebab itu bisa dipastikan bahwa oli untuk mobil harus lebih baik daripada oli motor.


Ilustrasi: sebuah mobil dengan kapasitas mesin 3,500cc dan berat 2,200 Kg (1997 BMW E38 735iL) berjalan dengan kecepatan 160 Kmh hanya dengan 4,100 RPM di Tachometer.
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1


Selanjutnya adalah volume mesin dan juga kapasitas pelumas. Dalam mobil berukuran mesin 1,000cc sampai 2,000 cc biasanya menggunakan 4 – 5 liter pelumas, itu berarti untuk dibutuhkan 2.5 mL pelumas untuk setiap cc mesinnya, sementara motor dengan kapasitas 100 cc – 125 cc membutuhkan pelumas 0.8 L, sehingga mesin motor membutuhkan 6.4 mL pelumas untuk setiap cc mesinnya. Hal tersebut tentu saja berpengaruh kepada tingkat retensi terhadap asam yang akan membuat pelumas cepat rusak. Secara rasio, seharusnya oli motor memiliki volumetrik lebih besar, dan itu berarti kerjanya lebih ringan dibandingkan mobil, apabila kita mengabaikan proses pelepasan panas.

Beban kerja sebenarnya tidak relevan apabila kita membandingkan motor dengan mobil, tetapi bisa kita jadikan acuan, bahwa kerja motor tidak seberat yang kita bayangkan.
  • Motor, Beban: 150 Kg | Kapasitas Silinder: 110 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.733 (Paling ringan)
  • Mobil, Beban: 2,000 Kg | Kapasitas Silinder: 1,300 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.65 (Moderate)
  • Truk, Beban: 20,000 Kg | Kapasitas Silinder: 8,000 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.4 (Paling berat)

Asumsi semua kendaraan di atas di hitung termasuk pengemudi dan penumpang penuh, dari hitungan tidak relevan di atas, kita bisa simpulkan truk memiliki ratio paling berat dan motor paling ringan, sementara mobil tidak seberapa berat dibandingkan dengan truk. Ini acuan sederhana saja, sementara hitungan aslinya lebih rumit, tetapi bisa disimpulkan bahwa oli mereka bisa saling digunakan bergantian, ya bisa saling pakai tetapi memiliki limit masing-masing.


Quote:
Bisakah Pelumas Mobil Digunakan untuk Motor?


Secara umum, pelumas mesin mobil akan dapat digunakan untuk mesin motor matic, kalau untuk motor konvensional, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, karena ada karakteristik pelumas mobil yang sangat dilarang digunakan dalam mesin motor konvensional, hal yang perlu diperhatikan adalah:


Ilustrasi: Total Quartz 9000 Future GF-5 5W-30 pelumas Long Drain pertama yang diuji oleh TS hingga 10,000 Km di Honda Vario 110cc, memiliki sertifikasi yang dilarang untuk digunakan pada Motor Kopling Basah.
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1


  • Mitos Jumlah Molybdenum, banyak yang mengatakan pelumas motor konvensional tidak boleh mengandung friction modifier semisal Molybdenum atau Titanium yang bersifat melincinkan dan meningkatkan nilai fuel efficiency yang salah-salah bisa membakar kopling motor kesayangan Anda. Padahal pada kenyataannya bukan Friction Modifier yang membuat kopling motor Anda selip, tetapi Organic Additives semacam Graphite yang membuat kopling Anda selip. Jika tidak percaya, coba lihat Jumlah Molybdenum pada Motul 300V 4T bahkan jauh lebih tinggi daripada Molybdenum pada PCMO sekalipun, tetapi dari user tidak pernah ada yang mengeluh kopling-nya selip. Perlu diketahui, Molybdenum, Boron, atau Titanium hanya bereaksi dengan Logam saja, tidak dengan komposit organic yang mungkin ada di Kopling.

  • API Resources Conserving atau API Energy Conserving, pelumas dengan API Starburst pasti mengacu kepada fuel efficiency, sehingga pasti pelumas akan sangat licin dan tidak dapat melumasi dan melindungi kopling secara bersamaan. API RC/EC biasanya menuntut oli bisa digunakan dalam jangka waktu yg lama dengan state stay-in-grade, sehingga perlu banyak Organic Additives dan tidak cocok dengan komposit kopling.

  • ILSAC GF-5, tidak disarankan digunakan dalam motor konvensional, karena sifatnya sama seperti API RC/EC menjamin oli dapat digunakan dalam waktu yang lama, dan bisa menghemat bahan bakar.

  • German Approval Oil, ya seperti namanya German Approval, mengacu kepada Manufacturer Jerman, seperti BMW, VW, dan Mercedes Benz. pelumas dengan sertifikasi baru mereka tidak cocok dengan motor kopling basah, karena ditakutkan mengakibatkan selip kopling. Terlebih pelumas dari pabrikan mereka menuntut Sustain Release untuk beberapa additives dan itu bisa berdampak kepada motor dengan kopling basah.


Apabila dahulu PCMO hanya bisa digunakan untuk motor matic saja, sementara pelumas HDEO bisa digunakan di motor matic atau motor manual, kini banyak yang menggunakan pelumas PCMO untuk motor dengan kopling basah, salah satu contohnya adalah ADNOC Voyager Silver 10W-40, Pertamina Fastron Techno 10W-40, dan Pertamina Fastron Fully Synthetic 0W-50. Penggunaan pelumas mobil pada motor akan menyebabkan beberapa dampak yang mungkin positif atau negatif tergantung kepada bagaimana Anda menanganinya. Tetapi, sepengalaman saya, penggunaan pelumas mobil lebih banyak efek positif ketimbang negatif-nya. Dan kita kembali ke rumusan awal, baik PCMO, HDEO, dan MCO adalah sama-sama Hydrocarbon Based, sehingga tidak masalah apabila Anda juga mau menggunakan MCO di mobil Anda, hanya saja limitasinya tambah banyak.


Quote:
Mengapa Harus Pelumas Mobil/Diesel (PCMO/HDEO)?


Apa alasan lebih memilih Pelumas Mobil/Diesel dibandingkan Pelumas Motor (MCO)?
  • Longer Drain Interval.
  • Better Performance.
  • Better Protection.
  • Better Fuel Efficiency.
  • Low Evaporation.


Tetapi tidak menutup kemungkinan Pelumas Motor (MCO) juga melakukan tujuan utama dibuatnya thread ini yaitu Resources Saving by Longer Drain Interval Lubricant. Beberapa contoh oli yang bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama adalah, Liqui Moly 4T, Royal Purple 4T, dan Elf Campione.


Quote:
Saya sebagai TS tidak berafiliasi dengan Lubricant Manufacturer manapun, posting saya di sini netral dan tidak mendikreditkan suatu merek dan atau jenis pelumas. Pendapat dan teori saya belum tentu benar, sehingga perlu didiskusikan di sini. Saya mengundang para expert disini untuk berdiskusi bersama mengenai penggunaan PCMO dan HDEO untuk mesin motor, berikut ini rules untuk thread ini:
  • Setiap sanggahan terhadap hal teknis dan juga yang berhubungan dengan kondisi dan atau kualitas suatu pelumas dan umur pakai pelumas, harap disertakan dengan bukti empiris yang kongkret, bukan sekedar katanya atau rasanya. Hal tersebut sudah diluar dari teorema dengan tanpa bukti empiris, sehingga sanggahan tidak akan dilanjutkan.
  • Dilarang Junk, SARA, flaming, ataupun nitip lapak disini, karena disini hanya untuk berdiskusi, mohon hargai Kaskuser lainnya.
  • Do at your own risk, penggunaan pelumas PCMO/HDEO pada mesin motor agan mungkin akan berdampak buruk, sehingga sehingga resiko pemakaian pelumas PCMO/HDEO selanjutnya adalah tanggung jawab user, saya hanya menyarankan yang terbaik dari datasheet dan pengalaman.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Ravecioly dan 12 lainnya memberi reputasi
11
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 473 dari 474
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
29-03-2020 12:55
unill opall full syntetic kok murah amat ya. buat address matic enak ga kira kira - secara ini 10-50

Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1


ts nya pake ini jg kayaknya. malah borong ampe 5X
Diubah oleh Mencekam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BajajGila dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
01-04-2020 07:59
Quote:Original Posted By KhaR1sma
Tergantung rekomendasi pabrikan gan, ente ngga bisa sembarangan menurunkan kekentalan oli. Memang tarikan mesin lebih responsif, cuma bisa membuat mesin rusak. Apalagi ente beli oli harga dibawah 100 rb, basis oli bisa rusak kena panas mesin yg berlebih. Kalau mau enak, cari aja yg 5w40. Butir 40 itu dipake ketika suhu mesin sudah panas, daya tahan oli mesin lebih baik drpd butut 30 dg Base oil yg sama ya


Oke oke berarti ikutin rekomendasi pabrikan ya gan, karena yamaha rekomendasi nya xxW-40. Oke nanti coba main di 5W-40.
Terima kasih saran nya gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BajajGila dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
06-04-2020 23:01
Permisi agan2 sekalian...

Berhubung request join grup facebook belom di accept2 emoticon-Berduka (S)

Jadi setelah research kesana kemari dan baca beberapa di page one..ane rencana mau mutusin pake Fastron Techno (warna ijo) 10-40w. Untuk harian ane yg rata2 nempuh jarak 50-60km per hari (pulang pergi). Dan ane rasa kalo pake oli motor biasa yang normalnya 2k-2,5k udah kudu ganti oli tekor juga rasanya.

Tapi yang ane mau tanyain di sini adalah,

Kira2 kalo penggunaan oli ane itu ane campurin pake semacam concentrate anti frixion kyak ceratec punyanya liqu*i mol*

Menurut agan2 bgmna...?

Apakah ngasih efek bagus atau malah jadi kurang bagus ?
Apakah sebelum migrasi ke oli fastron techno musti flush dlu ?kalo ia metode flush yg sperti gmn sarannya suhu2 sekalian ?

Mohon pencerahannya.

Oia FYI Spek Kendaraan ane

- Vario 150 thn 2020
- BBM Pertamax octane 92
- kondisi oddo 2.460km (harusnya 2.500 kuras & ganti)


Thank you
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BajajGila dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
10-04-2020 15:14
Oli buat absolute revo apa ya, selama ibi pake enduro racing pemakaian dalam kota yang jarang macet

Trims
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BajajGila dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
16-04-2020 12:34
Rekomend beli online oli asli di mana yah?, banyak yg palsu euy serem...
profile-picture
profile-picture
BajajGila dan debuki memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
17-04-2020 09:42
Quote:Original Posted By suckitdjiwa.
Oli buat absolute revo apa ya, selama ibi pake enduro racing pemakaian dalam kota yang jarang macet

Trims

budget brp gan?

Quote:Original Posted By think 2is
Rekomend beli online oli asli di mana yah?, banyak yg palsu euy serem...

cari oli merk apa gan?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BajajGila dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
18-04-2020 08:15
Agan suhu" perlicinan mesin nubie mau tanya dong HDEO terbaik dengan kekentalan xW40 apa ya? Anggep budget unlimited wkwkw
Kalo MD 1 ESP katanya kurang oriented buat performa ya? Karena embel" ESPnya?
Rencana habis HDEO mau ke Flagship PCMO fastron platinum, karena sebelumnya pake itu overral puas tapiii...

Terima kasih sebelumnya atas jawabannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BajajGila dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
07-05-2020 16:41
to the point aja..

Oli disel
Ada yg pke di matic injeksi 2017 ketas. Sarannya bro..buat adresss.. Range 3Ok-100 aja
profile-picture
BajajGila memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
18-06-2020 10:46
salam kenal om, ijin ikutan nimbrung ya.. untuk motor nmax 2020 oddo 5000km pake PFT apakah udah cocok? selama ini blm pake oli lain, masih pake oli pabrikan yg enak nya kadang2 doang emoticon-Wink
Pemakaian tiap hari kurleb sekitar 30-40 km

Terima kasih
profile-picture
BajajGila memberi reputasi
1 0
1
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
15-07-2020 22:08
ninggalin jejak, walaupun bentar lagi keknya mo digembok ni trit.

gabung di Fb, banyak post yg gak bisa dibuka.
nyobain baca2 disini baru nyampe page7.
a long way to go.

newbie mo nyari referensi buat lexi, baru 4000km, buat dipake harian, 50km++, stop&go macet - kadang pake parah.

oli yg bs ngelindungi & mengurangi berisik mesin (karakter mesin lexi kasar, baru brasa).
lebih bagus kl ternyata bs awet, jdnya minim perawatan.
profile-picture
BajajGila memberi reputasi
1 0
1
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
20-07-2020 08:23
halo gan.. mau mencoba oli HDEO di motor batangan yg sudah pasti kompling basah nih, spek pabrik sih buntut atas minta 30 jadi pilihan HDEO nya terbatas nih
ada beberapa kandidat yaitu
- PTT Dynamic Commonrail 10W30 API CI-4/SL
- Bardahl Super Dizel-DI 5W-30
- Castrol Magnatec Diesel 10W-30
- United Oil Eco-Max 10w30 Oli

sejauh ini pilihan HDEO buntut 30 cuma itu yg terlihat dipasaran.
mohon sugesti nya ya gan, diantara 4 itu yg mana yg paling pas dan bagus.

btw kalo mau selingkuh ke buntut 40 banyak pilihan sih, tapi aman gak ya pake buntut 40 karena kondisi pemakaian motor juga ga begitu lama dipakaia tiap hari buat pp kantor aja 55 km dan perjalanan cuma 1 jam kurang sekali jalan.

mohon petunjuknya ya gan..
thanks
profile-picture
BajajGila memberi reputasi
1 0
1
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
21-07-2020 16:25
duh kaksus jadi begini ya.. susah banyak quote reply kalo yg reply nya pake mention begitu.. jadi kagok euy.. hahahaha

emoticon-Cape d...
profile-picture
BajajGila memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
31-07-2020 20:42

Tolong rekomendasi oli HDEO nya suhu

Honda Megapro injeksi 2014
Demen ngebut tapi ngurut gas gak langsung spontan 😄
Km 52000 ongoing
Tiap hari pp 40km doang
Bujet oli 50 - 100rb

Mohon masukannya untuk oli dieselnya?
profile-picture
BajajGila memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
09-08-2020 18:22
Maaf disini udah ada yg pake fastron ecogreen 5w-30??? Bagus gak ya.??
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
09-08-2020 20:13
Abis beli PTT 0-30 full syn.
Sisa 1 liter karena di mobil lcgc cuma perlu 3 liter kurang .
Di cekokin ke Aerox Km 12700an apakah cocok?
profile-picture
BajajGila memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
16-08-2020 16:21
Quote:Original Posted By KT610-lover
Buat kopbas jgn pakai yang signature series ya gan, bisa selip kopling

Sama-sama... emoticon-Shakehand2


Aman seandainya oktan hasil campurannya sesuai dengan timing pengapian motor ente.

Kalo ga pas, akan fuel dilution.

Ron makin tinggi kemudian panasnya makin tinggi itu wajar. Karena umumnya makin tinggi ron, entalphy nya jg makin tinggi. Makanya power nya jg berasa makin kuat kan.

Ini makanya motor2 high CR pasti pakai radiator. Buat redam gejolak panas berlebih.

Nah sekarang ente pakai spark tujuannya apa? Apakah bbm yg ente pakai ron nya masih kurang? Atau butuh bbm yg bersih? Motornya apa? Ubahannya udah ada apa aja?


Kalo begitu, bongkar, bersihkan, lumasi, pasang lagi. Bisa jg masalahnya di jalur kabel gas. Cek jg karbunya, jgn2 skep karbunya udah ga ada pelumasan nya.


gan mau tanya, kalau amsoil SS yg buat diesel 5-40 apakah OK untuk vario 125, sebelumnya pakai amsoil SS yg 0-30, apakah ada perubahan untuk kilometernya, selama ini amsoil SS 0-30 saya ganti di 10rb KM.
Diubah oleh manson212003
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
25-08-2020 18:51
Salam agan agan semua. Mau tanya nih ane punya vario 125 tahun 2017 odometer 38rb. Kira kira oli pcmo apa yang bagus buat motor ane? Mau coba ke oli pcmo katanya lebih enak di performa

Budget around 100k
Biasa buat kerja dengan jarak tempuh 40km PP
Btw ane tinggal di daerah gan bukan dikota hehehe
Mohon bantuannya gan
0 0
0
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
31-08-2020 07:28
mau tanya gan

buat vario 125 thn 2020 pake total quartz 7000 udh cocok gak gan ?
oli sebelumnya spx1 racing

mohon pencerahannya
0 0
0
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
02-09-2020 00:24
salam kenal para suhu.
bertanya untuk satria FU dgn spek mesin standart,
pengapian busi,CDI,coil upgrade racing dan kampas kopling racing(jadi keras banget koplingnya).
kira2 baiknya pake apa ya?
jarak tempuh sehari kurleb 35km di surabaya.
maen di kamar sebelah soal perbusian. katanya bakal ngefek ke umur oli kalo ganti pengapian racing. jadi bngung nentuin oli yg bisa longdrain budget 150-200k.

beruhubung tdk ada jwbn suhu2,ane coba pake ini. so far masih berat tarikannya. (seminggu pemakaian)Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
Diubah oleh ayickJOHN
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
12-09-2020 22:19
Tak terasa sudah 7 tahun motor matic saya pakai PCMO 😀
0 0
0
Halaman 473 dari 474
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia