News
Batal
KATEGORI
link has been copied
33
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e8055d6c9518b793f52d0d2/jika-kena-corona-seberapa-besar-peluang-bertahan-hidup
Penasihat ilmiah pemerintah Inggris yakin bahwa kemungkinan untuk meninggal dunia akibat infeksi virus corona adalah antara 0.5% hingga 1%. Angka ini lebih rendah daripada tingkat kematian dari kasus yang terkonfirmasi (confirmed case), yaitu 4% secara global, menurut data yang dikumpulkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Di Inggris Raya, hingga tanggal 23 Maret, tingkat kematian akibat virus cor
Lapor Hansip
29-03-2020 15:01

Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?

Penasihat ilmiah pemerintah Inggris yakin bahwa kemungkinan untuk meninggal dunia akibat infeksi virus corona adalah antara 0.5% hingga 1%.

Angka ini lebih rendah daripada tingkat kematian dari kasus yang terkonfirmasi (confirmed case), yaitu 4% secara global, menurut data yang dikumpulkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di Inggris Raya, hingga tanggal 23 Maret, tingkat kematian akibat virus corona adalah sekitar 5%.

Ini karena tidak seluruh infeksi dikonfirmasikan melalui tes.

Hampir setiap negara punya kebijakan berbeda dalam menentukan siapa yang dites, maka membandingkan jumlah kasus dan tingkat kematian antar negara bisa menghasilkan kesimpulan yang keliru, kata Robert Cuffe, kepala Badan Statistik Inggris.

Tingkat kematian juga tergantung pada sejumlah faktor seperti umur, kondisi kesehatan secara umum, dan akses ke layanan kesehatan.

Risiko tergantung usia?

Orang tua dan orang yang punya penyakit lebih besar kemungkinan untuk meninggal dunia akibat virus corona.

Perkiraan terakhir dari Imperial College London, tingkat kematian hampir 10 kali lipat bagi orang berusia 80 tahun ke atas dan lebih rendah bagi yang berumur di bawah 40.

Penasihat medis pemerintahan Inggris, Profesor Chris Whitty, mengatakan meskipun tingkat kematian lebih tinggi bagi orang-orang tua, kebanyakan orang tua hanya akan punya gejala ringan sampai sedang.

Ia juga mengingatkan bahwa infeksi ini tak bisa dianggap remeh bagi orang muda, sembari menyebutkan bahwa banyak orang muda yang terinfeksi dan harus dirawat di unit perawatan intensif.

Jadi, bukan hanya usia yang mempengaruhi risiko infeksi.

Dalam analisis massal untuk lebih dari 44.000 kasus di China, kematian ditemukan lima kali lebih banyak pada orang-orang yang mengidap diabetes, tekanan darah tinggi atau masalah pernapasan.

Seluruh faktor ini berinteraksi satu sama lain dan kita belum tahu gambaran utuh risiko bagi tiap jenis orang di lokasi-lokasi berbeda.

Dan bahkan ketika pola-pola yang membentuk tingkat kematian di berbagai kasus bisa mengungkap siapa yang paling berisiko, tetap saja kita tak bisa tahu risiko pastinya untuk kelompok-kelompok tertentu.

Tak mudah memastikan tingkat kematian

Kebanyakan kasus infeksi corona tidak terhitung karena orang cenderung tak mengunjungi dokter ketika mengalami gejala ringan.

Pada tanggal 17 Maret, kepala penasehat ilmiah pemerintah Inggris, Sir Patrick Vallance, memperkirakan ada sekitar 55.000 kasus di Inggris, saat kasus yang sudah dipastikan (confirmed case) di bawah angka 2.000.

Membagi tingkat kematian dengan angka 2.000, akan memberi hasil yang lebih besar daripada membaginya dengan angka 55.000.

Ini merupakan salah satu alasan utama mengapa tingkat kematian pada kasus yang sudah dipastikan menjadi perkiraan yang buruk untuk tingkat kematian sesungguhnya. Yaitu dengan membuat taksiran lebih tinggi padahal banyak kasus tak tercatat.

Namun ini juga bisa keliru untuk soal lain: memperkirakan tingkat kematian lebih rendah akibat tidak memasukkan orang-orang yang kini terinfeksi, tapi tidak dikonfirmasi, dan kemudian meninggal dunia.

Kenapa tingkat kematian berbeda antar negara?

Menurut riset yang dilakukan oleh Imperial College, kemampuan tiap negara berbeda untuk mendeteksi kasus dengan gejala ringan, sehingga sulit untuk mengkonfirmasi jumlah kasus.

Pengetesan virus juga berbeda antarnegara, dengan kemampuan melakukan pengetesan yang berbeda, serta aturan berbeda mengenai siapa yang dites. Faktor-faktor ini terus berubah seiring waktu.

Pemerintah Inggris berencana untuk meningkatkan kapasitas pengetesan hingga 10.000 per hari, dengan sasaran bisa mencapai 25.000 per hari dalam waktu empat minggu.

Saat ini mereka membatasi pengetesan hanya kepada mereka yang dirawat di rumah sakit.

Jerman punya kemampuan untuk mengetes lebih dari 20.000 kasus per hari dan telah melakukan pengetesan terhadap orang dengan gejala ringan.

Maka penghitungan mereka terhadap infeksi yang sudah dipastikan mampu menangkap seksi yang berbeda dalam piramida kasus yang diperlihatkan di atas.

Tingkat kematian di antara kasus yang sudah dipastikan di Jerman (kurang dari setengah persen) adalah yang terendah di Eropa.


Namun kini sedang diperkirakan akan meningkat karena komposisi pasien yang dites juga berubah.

Prognosis untuk masing-masing orang berbeda, tergantung pada perawatan dan layanan kesehatan yang tersedia.

Pada gilirannya, ini tergantung pada tahapan wabah yang sedang terjadi.

Jika layanan kesehatan kewalahan dan unit perawatan intensif tak bisa mengobati mereka yang butuh ventilator, maka tingkat kematian akan naik.

Bagaimana ilmuwan menghitung angka kematian?

Ilmuwan menggabungkan antara bukti-bukti individual untuk membuat perkiraan angka kematian.

Misalnya, mereka memperkirakan proporsi kasus dengan gejala ringan dari kelompok kecil yang diawasi dengan ketat, misalnya orang-orang yang baru kembali dari perjalanan luar negeri.

Temuan yang sedikit berbeda dari kelompok sasaran ini akan menambahkan angka ke data besar dalam gambaran yang lebih utuh.

Dan bukti-bukti ini akan berubah juga seiring dengan berjalannya waktu.

Paul Hunter, guru besar ilmu kedokteran di University of East Anglia, Inggris, menekankan bahwa tingkat kematian bisa naik dan turun.

"Misalnya Ebola, penyakitnya turun seiring waktu karena orang sudah mendapat pengobatan. Tapi bisa juga naik seandainya layanan kesehatan kewalahan, maka kita akan lihat kenaikan tingkat kematian," katanya.

Maka para ilmuwan memberi angka atas dan angka bawah, selain perkiraan yang paling mendekati.

https://www.vivanews.com/berita/duni...edium=autonext


simpulkan sendiri yak...

yakin saya di indonesia cm fenomena gunung es..yg positif bisa puluhan kali lbh byk tp ga sadar/ga bergejala/ga parah > sembuh sendiriemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:04
Nah itu disini seolah "bangga" cuma 1000 case padahal yang di test klo gk salah 5000 doang, dibandingkan di sana sudah 100000 an yg di test

Sekali ada yang mengingatkan dari luar bilangnya

"uRUs nEGarA lo sENdiRi"
Diubah oleh rickreckt
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Abc..Z dan 3 lainnya memberi reputasi
3 1
2
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:04
yg jlas org miskin kgk akan kena...

emoticon-Cool

kata pk jubir...
profile-picture
profile-picture
Betjanda dan red.bezos memberi reputasi
3 0
3
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:08
Dak apalah Bre, sekalian seleksi alam
0 0
0
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:08
sembuh juga percuma paru parunya nge flek gitu dah ga perawan lagi
matipun enggan hidup pun segan

dah kaya telapak kaki kena kutu air

emoticon-Entahlah
Diubah oleh ThinSkunk
0 0
0
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:10
Quote:Original Posted By tim.hore.hore
yg jlas org miskin kgk akan kena...

emoticon-Cool

kata pk jubir...


Justru menurut pak jubir orang miskin yang banyak kena emoticon-Blue Guy Smile (S)

Makanya dihimbau untuk gak nularin penyakitnya ke orang kaya emoticon-Blue Guy Smile (S)





































emoticon-raining
profile-picture
profile-picture
buncitbubar dan Betjanda memberi reputasi
2 0
2
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:10
berdoa aja supaya ga kena, tapi jangan cuma berdoa, pake masker, social distancing, jaga kebersihan juga

BATA!
profile-picture
profile-picture
mang.tap dan leonard21 memberi reputasi
0 2
-2
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:15
wah ini soal statistik peaknya berubah2, awal China, lalu Italia lanjut skrg ke USA.

0 0
0
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:17
Quote:Tingkat kematian juga tergantung pada sejumlah faktor seperti umur, kondisi kesehatan secara umum, dan akses ke layanan kesehatan.


Disini akses kesehatan bermasalah mati jg biar kondisi kesehatan bagus jg kalau istilahnya RS kamar penuh.

Berdoa aja menurut keyakinan masing2
profile-picture
chisaa memberi reputasi
1 0
1
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:21
Quote:Original Posted By tim.hore.hore
yg jlas org miskin kgk akan kena...

emoticon-Cool

kata pk jubir...


Quote:Original Posted By rp.1000000
Justru menurut pak jubir orang miskin yang banyak kena emoticon-Blue Guy Smile (S)

Makanya dihimbau untuk gak nularin penyakitnya ke orang kaya emoticon-Blue Guy Smile (S)





































emoticon-raining


Tito Minta Warga Tak Panik: Fatalitas Corona Tak Berbahaya, Jangan Jadi Momok

emoticon-Swedia
0 0
0
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:22
40% chance survive...







kalau disini
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:24
tergantung, punya riwayat penyakit dalam apa nggak? pernah baca di the stratis kalo gak salah, kebanyakan pasien korona meninggal karena komplikasi penyakit yang diderita apalagi kalo pasiennya lansia, perokok, punya riwayat penyakit pernafasan, jantung dkk mortality rate bakal tinggi
emoticon-Cool

Quote:Original Posted By rickreckt
Nah itu disini seolah "bangga" cuma 1000 case padahal yang di test klo gk salah 5000 doang, dibandingkan di sana sudah 100000 an yg di test

Sekali ada yang mengingatkan dari luar bilangnya

"uRUs nEGarA lo sENdiRi"


sumber bre? test korona kan on going alias berjalan terus, berhenti di 5K dari 200jt itu gak masuk akal alias sinting
emoticon-Bingung
Diubah oleh joesatriyono
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:26
50-50..

selama blm ada vaksinnya...
mau orang sehatpun emang ada yang jamin dia gak bakal meninggal??
0 0
0
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:30
Katanya hidup dan mati itu takdir.
Kalau dirawat di RS terus meninggal silahkan salahin RSnya atau pemerintah.
Sebaliknya, kalau sembuh harus beryukur kepada Tuhan.
profile-picture
profile-picture
unicorn.destroy dan dispenserr memberi reputasi
1 1
0
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:30
yang penting ada semangat buat sembuh
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
1 0
1
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:31
Semakin menyeluruh tes yg dilakukan
Semakin kecil pula fatality rate nya
Logika saja lah
Paling tidak mengurangi kepanikan hehe
0 0
0
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 15:41
Quote:Original Posted By rickreckt
Memang belum berhenti, tapi gk bisa kita banggakan positif sedikit kalau tes yg dilakukan jg sedikit

Sumber apaan? Kalau jumlah test ada dimana2


yang bangga siapa coba. ini nih susahnya kalo berita jadi hobi click bait, mending cari infonya langsung dari portal resmi informasi COVID19 nya pemerintah, berita sekarang ketularam youtube jadi clickbait.

sumber yang menyebutkan "kita" bangga kalau jumlah pasien yang terpapar korona itu "cuma" 5K.
Di provinsi ane test buat memetakan paparan korona masih on going kok, dan kami nggak bangga dengan hasil pasien positif korona yang jumlahnya masih "sedikit" dibanding jumlah penduduk, tapi kami bersyukur
emoticon-Cool
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 16:02
[QUOTE:]
simpulkan sendiri yak...
yakin saya di indonesia cm fenomena gunung es..yg positif bisa
puluhan kali lbh byk tp ga sadar/ga bergejala/ga parah > sembuh
sendiri
[/QUOTE]

dan menyebar tanpa disadari
0 0
0
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 16:40
sembuh pun ada efeknya ke badan ya. ke paru-paru

mati atau hidup dengan luka seumur hidup huhu emoticon-Om Telolet Om!
0 0
0
Jika Kena Corona, Seberapa Besar Peluang Bertahan Hidup?
29-03-2020 16:43
Quote:Original Posted By dispenserr
Penasihat ilmiah pemerintah Inggris yakin bahwa kemungkinan untuk meninggal dunia akibat infeksi virus corona adalah antara 0.5% hingga 1%.

Angka ini lebih rendah daripada tingkat kematian dari kasus yang terkonfirmasi (confirmed case), yaitu 4% secara global, menurut data yang dikumpulkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di Inggris Raya, hingga tanggal 23 Maret, tingkat kematian akibat virus corona adalah sekitar 5%.

Ini karena tidak seluruh infeksi dikonfirmasikan melalui tes.

Hampir setiap negara punya kebijakan berbeda dalam menentukan siapa yang dites, maka membandingkan jumlah kasus dan tingkat kematian antar negara bisa menghasilkan kesimpulan yang keliru, kata Robert Cuffe, kepala Badan Statistik Inggris.

Tingkat kematian juga tergantung pada sejumlah faktor seperti umur, kondisi kesehatan secara umum, dan akses ke layanan kesehatan.

Risiko tergantung usia?

Orang tua dan orang yang punya penyakit lebih besar kemungkinan untuk meninggal dunia akibat virus corona.

Perkiraan terakhir dari Imperial College London, tingkat kematian hampir 10 kali lipat bagi orang berusia 80 tahun ke atas dan lebih rendah bagi yang berumur di bawah 40.

Penasihat medis pemerintahan Inggris, Profesor Chris Whitty, mengatakan meskipun tingkat kematian lebih tinggi bagi orang-orang tua, kebanyakan orang tua hanya akan punya gejala ringan sampai sedang.

Ia juga mengingatkan bahwa infeksi ini tak bisa dianggap remeh bagi orang muda, sembari menyebutkan bahwa banyak orang muda yang terinfeksi dan harus dirawat di unit perawatan intensif.

Jadi, bukan hanya usia yang mempengaruhi risiko infeksi.

Dalam analisis massal untuk lebih dari 44.000 kasus di China, kematian ditemukan lima kali lebih banyak pada orang-orang yang mengidap diabetes, tekanan darah tinggi atau masalah pernapasan.

Seluruh faktor ini berinteraksi satu sama lain dan kita belum tahu gambaran utuh risiko bagi tiap jenis orang di lokasi-lokasi berbeda.

Dan bahkan ketika pola-pola yang membentuk tingkat kematian di berbagai kasus bisa mengungkap siapa yang paling berisiko, tetap saja kita tak bisa tahu risiko pastinya untuk kelompok-kelompok tertentu.

Tak mudah memastikan tingkat kematian

Kebanyakan kasus infeksi corona tidak terhitung karena orang cenderung tak mengunjungi dokter ketika mengalami gejala ringan.

Pada tanggal 17 Maret, kepala penasehat ilmiah pemerintah Inggris, Sir Patrick Vallance, memperkirakan ada sekitar 55.000 kasus di Inggris, saat kasus yang sudah dipastikan (confirmed case) di bawah angka 2.000.

Membagi tingkat kematian dengan angka 2.000, akan memberi hasil yang lebih besar daripada membaginya dengan angka 55.000.

Ini merupakan salah satu alasan utama mengapa tingkat kematian pada kasus yang sudah dipastikan menjadi perkiraan yang buruk untuk tingkat kematian sesungguhnya. Yaitu dengan membuat taksiran lebih tinggi padahal banyak kasus tak tercatat.

Namun ini juga bisa keliru untuk soal lain: memperkirakan tingkat kematian lebih rendah akibat tidak memasukkan orang-orang yang kini terinfeksi, tapi tidak dikonfirmasi, dan kemudian meninggal dunia.

Kenapa tingkat kematian berbeda antar negara?

Menurut riset yang dilakukan oleh Imperial College, kemampuan tiap negara berbeda untuk mendeteksi kasus dengan gejala ringan, sehingga sulit untuk mengkonfirmasi jumlah kasus.

Pengetesan virus juga berbeda antarnegara, dengan kemampuan melakukan pengetesan yang berbeda, serta aturan berbeda mengenai siapa yang dites. Faktor-faktor ini terus berubah seiring waktu.

Pemerintah Inggris berencana untuk meningkatkan kapasitas pengetesan hingga 10.000 per hari, dengan sasaran bisa mencapai 25.000 per hari dalam waktu empat minggu.

Saat ini mereka membatasi pengetesan hanya kepada mereka yang dirawat di rumah sakit.

Jerman punya kemampuan untuk mengetes lebih dari 20.000 kasus per hari dan telah melakukan pengetesan terhadap orang dengan gejala ringan.

Maka penghitungan mereka terhadap infeksi yang sudah dipastikan mampu menangkap seksi yang berbeda dalam piramida kasus yang diperlihatkan di atas.

Tingkat kematian di antara kasus yang sudah dipastikan di Jerman (kurang dari setengah persen) adalah yang terendah di Eropa.


Namun kini sedang diperkirakan akan meningkat karena komposisi pasien yang dites juga berubah.

Prognosis untuk masing-masing orang berbeda, tergantung pada perawatan dan layanan kesehatan yang tersedia.

Pada gilirannya, ini tergantung pada tahapan wabah yang sedang terjadi.

Jika layanan kesehatan kewalahan dan unit perawatan intensif tak bisa mengobati mereka yang butuh ventilator, maka tingkat kematian akan naik.

Bagaimana ilmuwan menghitung angka kematian?

Ilmuwan menggabungkan antara bukti-bukti individual untuk membuat perkiraan angka kematian.

Misalnya, mereka memperkirakan proporsi kasus dengan gejala ringan dari kelompok kecil yang diawasi dengan ketat, misalnya orang-orang yang baru kembali dari perjalanan luar negeri.

Temuan yang sedikit berbeda dari kelompok sasaran ini akan menambahkan angka ke data besar dalam gambaran yang lebih utuh.

Dan bukti-bukti ini akan berubah juga seiring dengan berjalannya waktu.

Paul Hunter, guru besar ilmu kedokteran di University of East Anglia, Inggris, menekankan bahwa tingkat kematian bisa naik dan turun.

"Misalnya Ebola, penyakitnya turun seiring waktu karena orang sudah mendapat pengobatan. Tapi bisa juga naik seandainya layanan kesehatan kewalahan, maka kita akan lihat kenaikan tingkat kematian," katanya.

Maka para ilmuwan memberi angka atas dan angka bawah, selain perkiraan yang paling mendekati.

https://www.vivanews.com/berita/duni...edium=autonext


simpulkan sendiri yak...

yakin saya di indonesia cm fenomena gunung es..yg positif bisa puluhan kali lbh byk tp ga sadar/ga bergejala/ga parah > sembuh sendiriemoticon-Big Grin


Kalau di Indonesia peluang hidup cukup tinggi tuh..mencapai 90 persen lho peluang hidupnya...emoticon-Traveller
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia