News
Batal
KATEGORI
link has been copied
40
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7fcfaaaf7e9318c420be20/konjen-rrt-indonesia-perlu-tindakan-paling-ketat-agar-sukses-hadapi-corona
Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Gou Haodong, menyarankan pemerintah Indonesia untuk memberlakukan atau menerapkan kebijakan paling ketat untuk bisa sukses dalam mencegah penyebaran COVID-19, dengan biaya terendah. "Melihat kondisi belakangan, saya rasa trend peningkatan jumlah positif COVID-19 memang sangat mirip apa yang sudah dijalani beberapa negara," katanya dal
Lapor Hansip
29-03-2020 05:28

Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona

Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Gou Haodong, menyarankan pemerintah Indonesia untuk memberlakukan atau menerapkan kebijakan paling ketat untuk bisa sukses dalam mencegah penyebaran COVID-19, dengan biaya terendah.
"Melihat kondisi belakangan, saya rasa trend peningkatan jumlah positif COVID-19 memang sangat mirip apa yang sudah dijalani beberapa negara," katanya dalam keterangan melalui WhatsApp, Jumat (27/3).

Ia mencontohkan Italia yang sebulan lalu masih 650 kasus positif, namun hanya dalam 30 hari sudah meroket menjadi 70.000-an, sama juga dengan Amerika Serikat.
"Mohon maaf, sebagai teman, saya ingin memberikan saran agar diadakan kebijakan yang paling ketat untuk mencegah penyebaran virus itu. Ini pengalaman kami di Tiongkok dan bisa menjadi pelajaran juga," katanya, dikutip Antara.

Menurut dia, Indonesia saat ini masih belum terlambat, karena memang susah penanganannya, tapi Indonesia bisa memperoleh kesuksesan dengan biaya terendah bila memberlakukan kebijakan paling ketat.

"Tolong saling mengingatkan pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya gotong royong dalam perjuangan ini. Tindakan cepat sekarang akan menghindari bencana besar manusia esok dengan biaya terendah. Ini adalah pelajaran dan pengalaman Tiongkok," jelasnya.

Diplomat senior itu menegaskan bahwa COVID-19 menyebar bagaikan kebakaran hutan pada musim kemarau. Jumlah kasus positif virus COVID-19 tumbuh secara eksponensial.

"Ekonomi global mungkin akan menghadapi tantangan paling berat sejak Depresi Besar pada 1930-an. Masyarakat seluruh dunia khawatir. Pada saat yang sama, media sosial penuh dengan ungkapan atau pernyataan yang bernada sindiran, serangan, makian, dan bahkan kebencian. Hal itu juga menyebar di Amerika dan Tiongkok, yang merupakan raksasa ekonomi dunia. Tentu, mengkhawatirkan," katanya.

Di tengah fokus dunia pada Amerika dan Tiongkok terkait itu, ada satu suara lain yang selalu menggema, yang disebut sebagai suara diam. Suara ini datang dari dalam benak masyarakat seluruh dunia yang menyerukan kerja sama Tiongkok dan Amerika Serikat.

"Sebagai seorang diplomat, setengah dari kehidupan saya, saya telah mengabdi untuk bidang diplomasi negara Tiongkok. Selama ini, saya telah ditugaskan di luar Tiongkok selama lebih dari 20 tahun dan akan pensiun beberapa saat lagi. Saya menangkap suara itu," katanya.

Namun, ia mempunyai ratusan alasan untuk mengungkapkan keoptimisan. "Pemahaman saya terhadap misi diplomasi adalah perdamaian dan kerja sama. Ini adalah hal yang harus dipelajari dan diingat oleh para diplomat saat mereka mulai bertugas. Saya percaya kebanyakan diplomat di dunia ini juga setuju," katanya.
Bagi mereka yang memahami diplomasi Tiongkok mungkin sering mendengar kata kunci "komunitas senasib sepenanggungan untuk seluruh umat manusia".

"Masyarakat Tiongkok percaya bahwa"Hanya dunia yang baik, Tiongkok baru bisa baik," itulah tulisan Presiden Xi Jinping di Wall Street Journal, 22 September 2015.
"Meskipun 1,4 miliar warga Tiongkok baru saja bisa mengendalikan penyebaran wabah COVID-19, namun perang ini tidak akan ada kemenangan total jika negara-negara lain masih terkena wabah ini," katanya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa Jika virus bermutasi menjadi benih kebencian dan ketidakharmonisan, maka virus pada akhirnya akan mengalahkan manusia.

"Dunia menantikan kedua negara tersebut kembali menjalin kerja sama, menyatukan kepercayaan dunia dalam memerangi wabah COVID-19, mendukung negara-negara lain untuk mengatasi wabah COVID-19, dan mengendalikan semakin memburuknya perekonomian secara global," tandasnya.

https://www.sinarharapan.co/hukumdan..._hadapi_corona


kalo santuy gmn pak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 05:37
Simple aja solusinya.

Naikkan harga atau tiadakan pasokan BBM.

Maka otomatis orang tidak akan keluar rumah, tidak akan mudik, kantor otomatis bakal tutup sendiri, bakal lockdown sendiri tanpa perlu menggerakkan banyak aparat atau sumber daya.

Solusi cerdas murah meriah.

emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
w3dhaqu dan kicquck memberi reputasi
1 1
0
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 05:38
Ayo wi, banyak dokter dah kewalahan,ane jadi takut ramalan jayabaya ini skrg neh, pas corona banyak yg mati senusantara
profile-picture
profile-picture
vegasigitp dan kicquck memberi reputasi
2 0
2
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 05:59
waspada penjarahan gaes

bencana gempa bumi aja blm 24 jam mol udah dijarah

waspadalah akal bulus antek terongris
profile-picture
profile-picture
profile-picture
l.kripac98 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 06:02
sulit klo masih plonga plongo
profile-picture
profile-picture
kicquck dan Judess memberi reputasi
1 1
0
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 06:04
emoticon-Takut
0 0
0
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 06:10
Quote:Original Posted By liee
Ayo wi, banyak dokter dah kewalahan,ane jadi takut ramalan jayabaya ini skrg neh, pas corona banyak yg mati senusantara


Ramalan jayabaya apa?
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 06:31
Quote:Original Posted By magelys


kalo santuy gmn pak


umi siapa nih nyuruh santuy ?

Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona

umi ente bukan ?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 06:36
Tindakan paling tepat apa?
Lockdown? Boleh, asal tidak ada keluhan rakyat kelaparanemoticon-Cool
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 06:48
ketad ketad gigi lu ketad
ekonomi lumpuh org nyari duit buat makan hari ini jg
kudu minjem kmane lagi buat pindah ibukota n bayar bujeremoticon-Marah
0 0
0
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 06:56
saran yang baik itu
0 0
0
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 06:59
tindakan paling ketat mungkin self isolation..
Cangkem karo sikil e wong sak endonesa diisolasi kabeh ben ra kakean bacot n kluyuran.. mingkem meneng nang njero omah ae..

Mungkin seperti itu...


emoticon-Jempol
0 0
0
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 07:44
Dokter Taiwan kemudian
menyatakan wabah virus mulai lebih awal dari yang diperkirakan,
dengan mengatakan, "Kita harus melihat ke September 2019". Dia
menyatakan kasus tersebut pada bulan September 2019 di mana
beberapa orang Jepang melakukan perjalanan ke Hawaii dan
kembali ke rumah yang terinfeksi, orang-orang yang belum pernah
ke China. Ini dua bulan sebelum infeksi di China dan tepat setelah
CDC tiba-tiba dan benar-benar menutup laboratorium bio-senjata
Fort Detrick yang mengklaim fasilitas itu tidak cukup untuk
mencegah hilangnya patogen. (10) (11) Dia mengatakan dia secara
pribadi menyelidiki kasus-kasus itu dengan sangat hati-hati (seperti
yang dilakukan ahli virologi Jepang yang sampai pada kesimpulan
yang sama). penyakit lain, dan karenanya mungkin disamarkan.
Situs web berita Cina terkemuka Huanqiu mengaitkan satu kasus di
AS di mana seorang kerabat wanita diberitahu oleh dokter bahwa ia
meninggal karena flu, tetapi ketika sertifikat kematian
mencantumkan coronavirus sebagai penyebab kematian.

sumber: https://www.globalresearch.ca/china-coronavirus-shocking-update/5705196

wajar klo amerika jumlah positive lebih banyak.
infeksinya sudah sejak thn lalu
profile-picture
agusdwikarna memberi reputasi
0 1
-1
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 08:07
ngga perlu ketat2 menghadapi virus dagelan WHO ini

cukup 2 langkah sederhana saja : matikan tivi dan medsos

think out of the box emoticon-Recommended Seller




Quote:Original Posted By barak51

COVID19 PANDEMIC IS WORLD WAR III

Pertanyaannya adalah "does covid19 pandemic really exist ?"
apakah pandemi covid19 benar ada ?

lihat ini dahulu..
seorang peneliti di Eropa mensurvey tingkat kecerdasan 2 sekolah. Hasilnya sekolah A memiliki tingkat kecerdasan 50% dan sekolah B 30%. Namun sebelum hasil itu diumumkan peneliti melakukan sebuah eksperimen, dg cara merekayasa (mengedit) persentase sekolah B menjadi 80%. Setahun kemudian benar2 terjadi tingkat kecerdasan sekolah B melesat jauh di atas 50% melebihi sekolah A.

Di atas tadi adalah ttg keajaiban sebuah Angka. Cara kerja angka dalam mempengaruhi pola pikir manusia.

Seandainya wabah demam berdarah ditata sedemikian rupa jumlah penderitanya, jumlah korbannya, jumlah daerah rawannya ke dalam bentuk angka *yg dipertontokan dan di update* setiap detik, menit, waktu di televisi dan sosmed. Yakin saja, orang akan berburu bubuk abate. Harga angkak pun melonjak karena diborong. Bahkan anda akan menegur tetangga anda yg membiarkan genangan di rumahnya.

Fear, ketakutan dan panik...itu yg ditanamkan oleh media.

Hari ini kita ketakutan setiap hari hanya dengan melihat angka setiap hari di broadcast tv dan sosmed. Masuk akal ?

Kita melihat angka seolah2 seperti melihat ajal kita di depan mata. Kita ketakutan. Masuk akal ?

ITS ONLY A F*CKiN NUMBER !

mari berpikir kritis, bayangkan hari ini tidak ada media apa pun di dunia. (balik ke jaman dulu). ketika ada pandemi seperti covid19 akan seperti apa kehidupan kita. apakah akan sehoror hari ini ? besar kemungkinan tidak sedramatis sekarang dan hidup akan terus berjalan seperti hari2 biasanya. Ada orang yg mati karena covid19, akan dianggap seperti kematian biasa. Kematian sehari2. Toh kita sudah paham setiap hari ada orang yg mati baik ada isu wabah ataupun tidak.

Mulai melihat perbedaannya ?

Sekarang kita lihat bagaimana struktur isu Covid19. Selalu akan menyebutkan ini setiap hari

ada data Positif (tertular)
ada data Negatif (sembuh)
ada data Kematian

Ketika kita akan menebar FEAR, caranya adalah kita harus mengkatrol data yg berpotensi mempengaruhi psikologi publik dan sulit dikonfirmasi dan paling lemah faktanya. Data yg manakah itu ?

Yap Data POSITIF. Data orang2 yg terjangkit covid19. Maka jangan heran. data positif selalu melonjak melebihi data Kematian. Angkanya bombastis Kenapa ? karena data kematian yang diumumkan itu layaknya data kematian sehari-hari. Tetapi angka positif penderita covid19 inilah yg merupakan angka psikologis seperti contoh peneliti sekolah tadi

Angka ini tidak dapat dikonfirmasi
Angka ini rawan rekayasa
Angka ini tidak jelas faktanya
Angka inilah FEAR. Karena anda takut maka anda langsung percaya. karena angka ini dikaitkan dg keselamatan jiwa kita.

Siapa yg berani mengkonfirnasi kalau keluar rumah saja takut ?

Sebuah jalan tol akan kita anggap aman dan kita berani ngebut. Tetapi kita akan melaju pelan di jalan yg sama saat kita melihat papan dipinggir jalan yg isinya angka kematian dan kecelakaan di jalan tersebut meskipun data itu bohong.

Ini yg disebut efek PLACEBO. atau sugesti. Pikiran kita dikendalikan oleh materi yg direkayasa. Kita akan benar2 menderita covid19 dan mati karena kita percaya

Mengapa direkayasa ? WELCOME TO WORLD WAR 3

Sebuah perang dunia (lagi) dalam sebuah konteks yang cerdas, yaitu *teknologi informasi*. Bukan lagi teknologi primitif seperti senjata, alat perang. Semua dunia merasakan isu covid19. Media massa bahkan melabeli dengan PANDEMI. (wabah global)

Di mulai dari memanasnya perang dagang antara Barat-Eropa vs Tiongkok. Dominasi lapak ekonomi oleh Tiongkok menggerus pendapatan Barat dan Eropa. Amerika dan Eropa menuju defisit ? Bangkrut ?

Ketika kita sudah tersudut, maka pernyataan menyerah (menyatakan negara bangkrut) adalah pilihan paling buruk. Pilihan yg lebih baik dari itu ? Kembali ke Nol alias RESTART.

Isu pandemi covid19 - Work From Home - Stay home and safe - LOCKDOWN

Yes Lockdown ! itu adalah cara paling tepat untuk mengatakan "Negara Bangkrut" tanpa perlu pusing memikirkan tanggung jawabnya kepada rakyat. Karena rakyat sedang fokus memikirkan keselamatan jiwanya di rumah masing2 dan tercerai berai. Negara tidak perlu repot2 melakukan jam malam, karena anda sudah melakukannya sendiri.

Tidak ada protest, tidak ada demo, tidak ada pemberontakan. Good way to exit.

Dikala masyarakat dunia "dibungkam" isu covid19 para protokoler mulai bekerja merestrukturisasi sistem-sistem di dalam negara tanpa gangguan. Struktur ekonomi, struktur dagang dan segala sesuatunya dirombak mumpung MOMENTUMNYA tepat. Karena tidak akan datang dua kali.
Kapan lagi anda bisa melihat tawaf di ka'bah berhenti, vatikan kosong. orang libur jumatan dan ibadah ? efek yg luar biasa

Tidak kah anda lihat...
Harga minyak dunia diobral ?
Mekanisme pasar modal berubah ?
Konsep pariwisata hancur lebur ?
Anggaran negara meluncur menuju nol ?

SHIFTING sedang terjadi
format dan tren baru dunia akan hadir dan kita masih belum paham seperti apa wujudnya. Hanya Tuhan dan para protokoler yang tahu


Sialnya, ketika restrukturasi berjalan. Orang2 setiap hari mati karena menelan pil sugesti dan fear covid19.

Ingat selalu ini, setiap restrukturisasi akan selalu memakan korban, entah jiwa atau bukan. Perang Dunia I dan II sesungguhnya adalah sebuah RESTRUKTURISASI global. Dan korbannya selalu jiwa.


Dan Pandemi Covid19 adalah Perang Dunia III. Dengan teknologi dan mesin perang tercanggihnya yaitu Teknologi Informasi (media massa, medsos, data dan statistik)
Dengan WHO sebagai panglima perang tertingginya yg me-rudal setiap negara dengan data2. Dan setiap statementnya adalah maklumat perang.

Sasarannya adalah Tiongkok. Meskipun Tiongkok pulih dari wabah yg so-called Covid19. Tetapi di masa depan citra Tiongkok sudah hancur dan akan dikenal sebagai "negeri pusat wabah" yg memicu trauma warga dunia. Kesepakatan2 dagang dg Tiongkok akan dikaji ulang. Dan produk2 Tiongkok akan menanggung beban citra buruk yg traumatis.

Beginilah ongkosnya untuk menghancurkan sebuah negara raksasa setara Tiongkok.


Pertanyaannya sekarang adalah.
Dapatkan anda menghentikan Perang Dunia III ini ?
Jangan bermimpi, bahkan untuk keluar rumah dan bertemu orang lain saja anda takut mati kena pandemi hahaha

Jawabannya adalah ini :
Tidak banyak yg bisa kita lakukan untuk menghentikan perang ini. Setidaknya yang bisa kita lakukan adalah JANGAN MATI.
Jangan mati karena sugesti peluru2 informasi yg ditembakan secara beruntun ke diri kita. Yakinkan diri anda bahwa sebenarnya tidak ada apa2, tidak ada covid19 dibalik semua omong kosong ini.

Tidak ada yg perlu dicemaskan
Tidak ada yg perlu dikhawatirkan
Tidak ada yg perlu ditakutkan

Jangan cemas
Jangan khawatir
Jangan takut

Berpikirlah di luar cara dunia berpikir hari ini.
Tinggalkan mental ala sinetron yg melihat tv langsung nangis.
Keluarlah dari papan permainan ini.
Dengan begitu anda akan merasa hidup !

Anda merasa hidup di tengah kebanyakan orang takut kematian. Nikmat seperti apa lagi yg anda cari di tengah dunia yg sedang krisis global bergoncang hebat dan berperang ini.

Jadilah PENYINTAS !


Diubah oleh barak51
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 08:13
opung buldozer udah di kode ?. hahaa
Diubah oleh KuwuRT
0 0
0
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 08:22
Ngga perlu lockdown cukup social distancing dan jaga kesehatan (dengan menggunakan masker, konsumsi makanan sehat, menjaga badan agar tetap higienis)
Karena hal ini yang sampai sekarang masih disepele-kan...
Dari yang simpel saja, saya lihat penjual makanan masih banyak ditemukan yang tidak menggunakan masker dan tidak menyediakan wadah untuk cuci tangan...
Kemudian juga pengguna moda transportasi publik juga masih banyak yang tidak menggunakan masker, belum lagi kalo batuk mulutnya tidak ditutup emoticon-Cape d...
0 0
0
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 08:23
harus diambil kebijakan yg cepat dan tepat
indonesia pasti bisa
0 0
0
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 08:33
Lockdown bukan solusi, kecuali pemerintah otoriter kayak singapore dan china, disini orang dikarantina di RS aja tinggal kabur.

Solusinya? Belajar dari kim jong un....
Diubah oleh mewtwo68d
0 0
0
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 08:57
Quote:Original Posted By Judess
Negara demokrasi tidak bisa total lock down. Lihat yg terjadi pada italy... spanyol dan inggris malah melonjak tuh korban nya emoticon-army

Tidak total tapi perlahan-lahan kejadiannya seperti begitu, untung indonesia bukan itali, spanyol dan inggris
profile-picture
kicquck memberi reputasi
1 0
1
Konjen RRT: Indonesia Perlu Tindakan Paling Ketat Agar Sukses Hadapi Corona
29-03-2020 09:02
Quote:Original Posted By Judess
Negara demokrasi tidak bisa total lock down. Lihat yg terjadi pada italy... spanyol dan inggris malah melonjak tuh korban nya emoticon-army


Cuma negara basis komunis yang bisa melakukan lockdown secara total...dimana seluruh rakyatnya emang patuh dengan apa yang dikatakan oleh presidennya
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia