News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
18
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7eff448d9b177891207f44/rapid-test-covid-19-drive-thru-di-stadion-wibawa-mukti-cikarang-77-orang-negatif
https://wartakota.tribunnews.com/2020/03/28/rapid-test-covid-19-drive-thru-di-stadion-wibawa-mukti-cikarang-timur-semua-77-orang-negatif-corona "Didapatkan hasilnya 77 orang atau semua warga yang mengikuti rapid test kemarin secara drive thru hasilnya negatif." Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang Timur, Semua 77 Orang Negatif Corona WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -
Lapor Hansip
28-03-2020 14:39

Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 77 Orang Negatif

https://wartakota.tribunnews.com/202...negatif-corona

Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 77 Orang Negatif
"Didapatkan hasilnya 77 orang atau semua warga yang mengikuti rapid test kemarin secara drive thru hasilnya negatif."

Quote:Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang Timur, Semua 77 Orang Negatif Corona

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi (Pikokabsi) dr Alamsyah mengatakan, sebanyak 77 orang dinyatakan negatif dalam rapid test atau tes cepat Corona.
77 orang itu mengikuti rapid test secara drive thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jumat (27/3/2020).

"Didapatkan hasilnya 77 orang atau semua warga yang mengikuti rapid test kemarin secara drive thru hasilnya negatif," kata Juru Bicara PIkokabsi dr Alamsyah, Sabtu (28/3/2020).

Alamsyah menerangkan rapid test secara drive thru difokuskan untuk kategori B, yakni bagi mereka yang berprofesi dengan interaksi sosial tinggi.

Misalnya saja Babinsa (TNI), Babinkamtibnas (Polri), dan Petugas Kesehatan. Termasuk pejabat publik yang langsung berhadapan dengan warga seperti camat, lurah atau kepala desa.

“Alhamdulillah, proses kemarin berjalan lancar. Rapid test dengan sistem drive thru menggunakan kendaraan baik itu roda dua atau roda empat berjalan lancar tidak terjadi kerumuman atau berdesakan," papar Alamsyah.

Petugas Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi sedang bertugas untuk Tes Cepat Virus Corona atau Rapid Test Covid-19 yang dilakukan secara drive thru untuk Kategori B di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jumat (27/3/2020). (Humas Pemkab Bekasi) 

Bila postitif, lanjut pemeriksaan swab
Proses rapid test atau tes cepat ini dengan cara mengambil sampel darah dan langsung diuji menggunakan alat berupa testpack khusus. Hasilnya pun akan terlihat langsung setelah 10 sampai 15 menit kemudian.

"Bagi yang negatif kita umumkan, untuk positif kita lakukan langkah selanjutnya dengan pemeriksaan menggunakan metode PCR/Swab," kata dia.
Sebelumnya juga Pemerintah Kabupaten Bekasi telah melakukan rapid test secara door to door ke rumah warga di beberapa titik di Kabupaten Bekasi.

Rapid test juga dilakukan ke tenaga medis di 43 Puskesmas dan 15 Rumah Sakit yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi yang dinilai beresiko memiliki tingkat penyebaran Covid-19.

"Kita berharap peta sebarannya dapat terlihat dan dapat memutus mata rantai penyebarannya. Dan kita dapat menentukan tindakan medis lanjutan,” tandasnya. 

Samakah rapid test dengan pemeriksaan swab tenggorokan?
Selain di Kabupaten Bekasi, pemeriksaan virus corona menggunakan rapid test juga sudah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat di seluruh Indonesia.

Banyak orang mengira, tes ini sama dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang selama ini dilakukan untuk mendeteksi virus, hanya saja lebih cepat dan praktis.
Samakah rapid test dan pemeriksaan swab tenggorokan?

Rapid test dan pemeriksaan swab adalah pemeriksaan yang berbeda.
Rapid test corona hanya bisa digunakan sebagai skrining atau penyaringan awal.
Sementara itu untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19, hasil pemeriksaan swab lah yang digunakan.

Alat ini, nantinya akan digunakan sebagai sarana deteksi awal infeksi virus corona yang semakin meluas.

Tes ini berbeda dari pemeriksaan swab tenggorokan dan hidung yang selama ini digunakan untuk menentukan diagnosis Covid-19.

Apa beda rapid test dan swab tenggorokan ?

1. Pemeriksaan sampel
Rapid test: Jenis sampel yang diambil pemeriksaan rapid test yang ada di Indonesia, dilakukan menggunakan sampel darah.
Swab: pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan.

2. Cara kerja
Rapid test: memeriksa virus menggunakan IgG dan IgM yang ada di dalam darah.
IgG dan IgM adalah sejenis antibodi yang terbentuk di tubuh saat kita mengalami infeksi virus.

Jadi, jika di tubuh terjadi infeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM di tubuh akan bertambah.

Hasil rapid test dengan sampel darah tersebut, dapat memperlihatkan adanya IgG atau IgM yang terbentuk di tubuh. Jika ada, maka hasil rapid test dinyatakan positif ada infeksi.

Namun, hasil tersebut bukanlah diagnosis yang menggambarkan infeksi Covid-19.

Swab: orang dengan hasil rapid testnya positif perlu menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorok atau hidung.

Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Sebab, virus corona akan menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam, saat ia masuk ke tubuh.
Sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).

Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan apabila ada virus SARS-COV2 (penyebab Covid-19) di tubuh seseorang.

3. Waktu
Rapid test: Untuk mendapatkan hasil rapid test hanya membutuhkan waktu 10-15 menit hingga hasil keluar.

Swab: pemeriksaan menggunakan metode PCR membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasil.

Hasil pemeriksaan rapid test maupun PCR juga bisa keluar lebih lama dari itu, apabila kapasitas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel, sudah penuh. Sehingga, sampel yang masuk harus antre lama untuk bisa diperiksa.

4. Kelebihan dan kekurangan
Rapid test: Salah satu kelebihan pemeriksaan rapid test adalah tes ini cepat dan mudah untuk dilakukan.

Cara ini juga bisa menjadi alternatif skrining cepat untuk mendata orang-orang yang butuh pemeriksaan lanjutan.

Kekurangannya, hasil dari tes ini tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis Covid-19.

Pasien yang positif rapid test harus melalui pemeriksaan lanjutan yaitu swab. Sementara itu pasien yang negatif, idealnya mengulang rapid test 7-10 hari kemudian.

Jika tidak memungkinkan untuk mengulang, maka harus tetap isolasi di rumah selama 14 hari.

Mengapa begitu? Karena IgG dan IgM, yaitu antibodi yang diperiksa melalui rapid test, tidak langsung terbentuk begitu Anda terinfeksi.

Dibutuhkan waktu kurang lebih 7 hari hingga antibodi tersebut terbentuk.

Jadi, kalau Anda menjalani pemeriksaan rapid test hari ini padahal baru terpapar virus corona kemarin, maka kemungkinan besar, hasilnya akan negatif. Inilah yang dinamakan dengan false negative atau negatif palsu.

Begitupun saat hasil rapid testnya positif, bisa saja ternyata false positive atau positif palsu.

Sebab, IgG dan IgM akan terbentuk setiap infeksi terjadi dan bukan hanya akibat infeksi Covid-19.

Jadi, jika rapid test menunjukkan hasil positif, kemungkinannya ada dua, yaitu Anda benar terinfeksi Covid-19 atau terinfeksi virus lain, seperti demam berdarah, misalnya.

Swab dan PCR:  Pengambilan spesimen lendir menggunakan swab dan pemeriksaan menggunakan PCR adalah metode yang paling akurat dalam mendeteksi virus SARS-COV2.

Namun sayangnya, pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang lebih lama dan lebih rumit.

Pemeriksaan sampel pun hanya bisa dilakukan di laboratorium dengan kelengkapan khusus. Sehingga, kapasitas pemeriksaan tidak terlalu besar.
Oleh karena itu, butuh waktu beberapa hari hingga hasil tes bisa keluar.
Lebih lengkap tentang PCR test untuk pemeriksaan virus corona PCR adalah sebuah metode pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus corona.

Sementara itu, pemeriksaan swab adalah cara untuk mendapatkan sampel yang akan digunakan dalam metode PCR.

Jadi dalam pemeriksaan corona, pemeriksaan swab dan PCR merupakan satu kesatuan.

Bagaimana pemeriksaan swab dilakukan?
Berikut ini tahapannya:
Pasien akan diminta untuk duduk di kursi. Lalu, tenaga kesehatan akan sedikit mendorong kepala pasien ke arah atas dan memasukkan alat yang berbentuk seperti cotton bud, tapi dengan ukuran yang jauh lebih panjang, ke dalam lubang hidung.

Alat itu akan dimasukkan hingga mentok ke bagian belakang hidung. Lalu, teknik swab dilakukanlah untuk menyapukan alat tersebut ke area belakang hidung.
Alat tersebut memiliki bagian ujung yang dapat menyerap cairan atau lendir yang terdapat di area tersebut.

Alat akan berada di dalam area tersebut selama beberapa detik agar cairan bisa terserap sempurna.

Setelah selesai, alat swab langsung akan dimasukkan ke tabung khusus dan ditutup.

Lalu, tabung tersebut akan dimasukkan ke dalam wadah khusus dan selanjutnya dikirim ke laboratorium untuk diperiksa menggunakan teknik PCR.

Jika swab di hidung tidak memungkinkan, maka swab juga bisa dilakukan melalui tenggorokan.

Setelah proses pengambilan sampel dengan teknik swab selesai, maka saatnya sampel tersebut diperiksa dengan teknik PCR.

Jadi, PCR intinya adalah pemeriksaan untuk mencocokkan DNA atau RNA yang dipunyai virus. Ibaratnya seperti tes DNA, tapi untuk virus.

Dengan teknik PCR, DNA atau RNA yang ada pada sampel dari swab tadi akan direplikasi atau digandakan sebanyak mungkin.

Lalu setelah digandakan, DNA atau RNA dari sampel tersebut akan dicocokkan dengan susunan DNA SARS-COV2 yang sebelumnya sudah ada.

Jika ternyata cocok, maka DNA yang ada di sampel tersebut adalah benar DNA SARS COV-2. Artinya, orang tersebut positif terinfeksi Covid-19.

Sebaliknya, jika ternyata tidak cocok, tandanya orang tersebut negatif terinfeksi Covid-19.

Jadi, sudah terlihat cukup jelas bukan perbedaan antara rapid test dengan pemeriksaan swab? Sehingga, jangan sampai Anda kemudian salah mengira dan ingin melakukan rapid test secara mandiri.

Sebaiknya, ikuti pemeriksaan menggunakan rapid test yang disediakan oleh pemerintah maupun fasilitas kesehatan tepercaya, agar alur pemeriksaannya bisa jelas dan terdata dengan baik.

Sehingga, Anda tidak akan kesulitan masuk antrean pemeriksaan, jika memang perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan swab.
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Fred Mahatma TIS


Judul asli dipotong karena kepanjangan.

* Salut untuk Pemkab Bekasi yang sudah mulai aktif melakukan rapid test, semoga bisa diikuti pemerintah kabupaten dan kota lain.

* Memang agak beda dengan tes drive-thru di Korea Selatan yang pakai metode PCR. Tapi yang di KorSel hasilnya tidak instan seperti yang dibayangkan banyak orang di sini ya, tetap nunggu 24 jam dulu baru hasilnya ada.

* Salut juga buat Tribunnews, biasanya payah, tapi kali ini artikelnya sangat bagus dan rinci, terutama di bagian penjelasan antara kedua jenis tes. Begini seharusnya media memberitakan wabah ini

* Setiap upaya aktif lebih membantu. Kalau tidak bisa membantu, diam dulu, jangan merecoki.


Foto-foto lain:
rapid test

profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 77 Orang Negatif
28-03-2020 14:47
rapid test korban virus dagelan WHO dan CNN emoticon-Ngakak





Quote:Original Posted By barak51

COVID19 PANDEMIC IS WORLD WAR III

Pertanyaannya adalah "does covid19 pandemic really exist ?"
apakah pandemi covid19 benar ada ?

lihat ini dahulu..
seorang peneliti di Eropa mensurvey tingkat kecerdasan 2 sekolah. Hasilnya sekolah A memiliki tingkat kecerdasan 50% dan sekolah B 30%. Namun sebelum hasil itu diumumkan peneliti melakukan sebuah eksperimen, dg cara merekayasa (mengedit) persentase sekolah B menjadi 80%. Setahun kemudian benar2 terjadi tingkat kecerdasan sekolah B melesat jauh di atas 50% melebihi sekolah A.

Di atas tadi adalah ttg keajaiban sebuah Angka. Cara kerja angka dalam mempengaruhi pola pikir manusia.

Seandainya wabah demam berdarah ditata sedemikian rupa jumlah penderitanya, jumlah korbannya, jumlah daerah rawannya ke dalam bentuk angka *yg dipertontokan dan di update* setiap detik, menit, waktu di televisi dan sosmed. Yakin saja, orang akan berburu bubuk abate. Harga angkak pun melonjak karena diborong. Bahkan anda akan menegur tetangga anda yg membiarkan genangan di rumahnya.

Fear, ketakutan dan panik...itu yg ditanamkan oleh media.

Hari ini kita ketakutan setiap hari hanya dengan melihat angka setiap hari di broadcast tv dan sosmed. Masuk akal ?

Kita melihat angka seolah2 seperti melihat ajal kita di depan mata. Kita ketakutan. Masuk akal ?

ITS ONLY A F*CKiN NUMBER !

mari berpikir kritis, bayangkan hari ini tidak ada media apa pun di dunia. (balik ke jaman dulu). ketika ada pandemi seperti covid19 akan seperti apa kehidupan kita. apakah akan sehoror hari ini ? besar kemungkinan tidak sedramatis sekarang dan hidup akan terus berjalan seperti hari2 biasanya. Ada orang yg mati karena covid19, akan dianggap seperti kematian biasa. Kematian sehari2. Toh kita sudah paham setiap hari ada orang yg mati baik ada isu wabah ataupun tidak.

Mulai melihat perbedaannya ?

Sekarang kita lihat bagaimana struktur isu Covid19. Selalu akan menyebutkan ini setiap hari

ada data Positif (tertular)
ada data Negatif (sembuh)
ada data Kematian

Ketika kita akan menebar FEAR, caranya adalah kita harus mengkatrol data yg berpotensi mempengaruhi psikologi publik dan sulit dikonfirmasi dan paling lemah faktanya. Data yg manakah itu ?

Yap Data POSITIF. Data orang2 yg terjangkit covid19. Maka jangan heran. data positif selalu melonjak melebihi data Kematian. Angkanya bombastis Kenapa ? karena data kematian yang diumumkan itu layaknya data kematian sehari-hari. Tetapi angka positif penderita covid19 inilah yg merupakan angka psikologis seperti contoh peneliti sekolah tadi

Angka ini tidak dapat dikonfirmasi
Angka ini rawan rekayasa
Angka ini tidak jelas faktanya
Angka inilah FEAR. Karena anda takut maka anda langsung percaya. karena angka ini dikaitkan dg keselamatan jiwa kita.

Siapa yg berani mengkonfirnasi kalau keluar rumah saja takut ?

Sebuah jalan tol akan kita anggap aman dan kita berani ngebut. Tetapi kita akan melaju pelan di jalan yg sama saat kita melihat papan dipinggir jalan yg isinya angka kematian dan kecelakaan di jalan tersebut meskipun data itu bohong.

Ini yg disebut efek PLACEBO. atau sugesti. Pikiran kita dikendalikan oleh materi yg direkayasa. Kita akan benar2 menderita covid19 dan mati karena kita percaya

Mengapa direkayasa ? WELCOME TO WORLD WAR 3

Sebuah perang dunia (lagi) dalam sebuah konteks yang cerdas, yaitu *teknologi informasi*. Bukan lagi teknologi primitif seperti senjata, alat perang. Semua dunia merasakan isu covid19. Media massa bahkan melabeli dengan PANDEMI. (wabah global)

Di mulai dari memanasnya perang dagang antara Barat-Eropa vs Tiongkok. Dominasi lapak ekonomi oleh Tiongkok menggerus pendapatan Barat dan Eropa. Amerika dan Eropa menuju defisit ? Bangkrut ?

Ketika kita sudah tersudut, maka pernyataan menyerah (menyatakan negara bangkrut) adalah pilihan paling buruk. Pilihan yg lebih baik dari itu ? Kembali ke Nol alias RESTART.

Isu pandemi covid19 - Work From Home - Stay home and safe - LOCKDOWN

Yes Lockdown ! itu adalah cara paling tepat untuk mengatakan "Negara Bangkrut" tanpa perlu pusing memikirkan tanggung jawabnya kepada rakyat. Karena rakyat sedang fokus memikirkan keselamatan jiwanya di rumah masing2 dan tercerai berai. Negara tidak perlu repot2 melakukan jam malam, karena anda sudah melakukannya sendiri.

Tidak ada protest, tidak ada demo, tidak ada pemberontakan. Good way to exit.

Dikala masyarakat dunia "dibungkam" isu covid19 para protokoler mulai bekerja merestrukturisasi sistem-sistem di dalam negara tanpa gangguan. Struktur ekonomi, struktur dagang dan segala sesuatunya dirombak mumpung MOMENTUMNYA tepat. Karena tidak akan datang dua kali.
Kapan lagi anda bisa melihat tawaf di ka'bah berhenti, vatikan kosong. orang libur jumatan dan ibadah ? efek yg luar biasa

Tidak kah anda lihat...
Harga minyak dunia diobral ?
Mekanisme pasar modal berubah ?
Konsep pariwisata hancur lebur ?
Anggaran negara meluncur menuju nol ?

SHIFTING sedang terjadi
format dan tren baru dunia akan hadir dan kita masih belum paham seperti apa wujudnya. Hanya Tuhan dan para protokoler yang tahu


Sialnya, ketika restrukturasi berjalan. Orang2 setiap hari mati karena menelan pil sugesti dan fear covid19.

Ingat selalu ini, setiap restrukturisasi akan selalu memakan korban, entah jiwa atau bukan. Perang Dunia I dan II sesungguhnya adalah sebuah RESTRUKTURISASI global. Dan korbannya selalu jiwa.


Dan Pandemi Covid19 adalah Perang Dunia III. Dengan teknologi dan mesin perang tercanggihnya yaitu Teknologi Informasi (media massa, medsos, data dan statistik)
Dengan WHO sebagai panglima perang tertingginya yg me-rudal setiap negara dengan data2. Dan setiap statementnya adalah maklumat perang.

Sasarannya adalah Tiongkok. Meskipun Tiongkok pulih dari wabah yg so-called Covid19. Tetapi di masa depan citra Tiongkok sudah hancur dan akan dikenal sebagai "negeri pusat wabah" yg memicu trauma warga dunia. Kesepakatan2 dagang dg Tiongkok akan dikaji ulang. Dan produk2 Tiongkok akan menanggung beban citra buruk yg traumatis.

Beginilah ongkosnya untuk menghancurkan sebuah negara raksasa setara Tiongkok.


Pertanyaannya sekarang adalah.
Dapatkan anda menghentikan Perang Dunia III ini ?
Jangan bermimpi, bahkan untuk keluar rumah dan bertemu orang lain saja anda takut mati kena pandemi hahaha

Jawabannya adalah ini :
Tidak banyak yg bisa kita lakukan untuk menghentikan perang ini. Setidaknya yang bisa kita lakukan adalah JANGAN MATI.
Jangan mati karena sugesti peluru2 informasi yg ditembakan secara beruntun ke diri kita. Yakinkan diri anda bahwa sebenarnya tidak ada apa2, tidak ada covid19 dibalik semua omong kosong ini.

Tidak ada yg perlu dicemaskan
Tidak ada yg perlu dikhawatirkan
Tidak ada yg perlu ditakutkan

Jangan cemas
Jangan khawatir
Jangan takut

Berpikirlah di luar cara dunia berpikir hari ini.
Tinggalkan mental ala sinetron yg melihat tv langsung nangis.
Keluarlah dari papan permainan ini.
Dengan begitu anda akan merasa hidup !

Anda merasa hidup di tengah kebanyakan orang takut kematian. Nikmat seperti apa lagi yg anda cari di tengah dunia yg sedang krisis global bergoncang hebat dan berperang ini.

Jadilah PENYINTAS !


0 0
0
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 77 Orang Negatif
28-03-2020 14:50
Hasil Rapid test untuk kategori B, ya syukurlah
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 77 Orang Negatif
28-03-2020 15:04
Quote:Original Posted By InRealLife
Cukup penting, soalnya ini orang-orang yang harus ketemu banyak orang kan. Babinsa, petugas kesehatan, perangkat desa. Harus dipastikan mereka bukan sumber penularan.


Jangan baperan dong..., sabar.

Gue cuman bilang seperti itu, gue juga ngerti semua kategori sama pentingnya, dan ngak ada kata² ngak penting juga.
0 0
0
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 77 Orang Negatif
28-03-2020 15:08
Metode RT PCR standart WHO waktu normalnya kisaran 4-6 jam.
Yang jadi masalah waktu pengiriman sampel, bisa berhari2, sampai lab sampel udah numpuk dan antri.
0 0
0
Lihat 4 balasan
Memuat data ..
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 77 Orang Negatif
28-03-2020 15:13

rapid test ini hanya untuk test antibodi terhadap virus corona atau virus umum...??? diatas hanya dijelaskan untuk infeksi virus.. jd jika terkena katakanlah virus katrok.. brarti dlm tubuh ada antibodi dan itu akan positif dong hasilnya..?? dan kemudian dinyatakan ODP atau bahkan PDP padahal kenanya virus lain...??
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 77 Orang Negatif
28-03-2020 16:16
Quote:Original Posted By entecavir
@InRealLife resiko negara pas2an. emoticon-Big Grin
Kalau kejadian ini gak jadi evaluasi dan berbenah, kelewatan dah.

Semoga semua lini berbenah ke arah yg lebih baik emoticon-Smilie


Pastinya pemerintah bakal mikit bre, liat contoh tsunami. Meskipun juga gak beresnya
0 0
0
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 77 Orang Negatif
28-03-2020 17:50
Quote:Original Posted By InRealLife
Dan satu lagi: kebutuhannya banyak. Alat (minimal dua mesin), reagen, primer, kondisi lab, dan teknisi. Kebetulan dulu waktu kuliah pernah diajari praktiknya, jadi tahu tesnya seperti apa.

Makanya saya ketawa aja kalau ada yang teriak minta tes PCR diperbanyak. Nggak bisa secepat itu. Itu bukan masalah tinggal beli alat. Ngebangun lab? Melatih teknisi? Perkiraan saya, minimal butuh seminggu untuk mengajari orang jadi teknisi tes DNA, dan itu pun orangnya yang sudah punya latar belakang (mahasiswa biologi atau semacamnya).


Saya juga berpikir begitu gan, pengadaan alat mungkin bisa cepat, tapi SDM dan prasarana yg Belum bisa cepat, ya mungkin jalan yg pas ya, Lab yg sdh ada PCR dan sdh standar itu yg harus dimaksimalkan. Mungkin banyak perguruan tinggi yg sdh punya dan sdh standard, yg biasa dipakai utk pembelajaran, sekarang tinggal dimaksimalkan utk pemeriksaan, biar lebih cepat
0 0
0
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 77 Orang Negatif
28-03-2020 21:32
negatif ya? yg penting jgn jumawa terus keliaran apalagi menganggap kebal
0 0
0
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 77 Orang Negatif
29-03-2020 00:13
Wah keren nih, daerah lain semoga bisa segera menirubya
0 0
0
Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, 77 Orang Negatif
08-04-2020 13:32
dengan rapit tes,itu kn tes yg paling cepat.kurang sesuai atau rapid tes hasilnya kurang valid yg paling valid dan akurat hasilnya ya haris menggunakan tes PCR
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia