News
Batal
KATEGORI
link has been copied
212
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7172638d94d01afd70e961/menjaga-wudhu-terhindar-dari-virus-corona
JAKARTA – Sejumlah pihak seperti dokter, ulama, hingga pejabat menganjurkan umat untuk menjaga wudhunya. Ini ditujukan sebagai salah satu upaya mencegah penularan virus corona. Hari ini misalnya, Senin (16/3/2020), Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menilai, untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 atau virus corona, ikhtiar batin perlu dilakukan selain ikhtiar dhohir atau duniawi mela
Lapor Hansip
18-03-2020 07:59

Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona

Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona


JAKARTA – Sejumlah pihak seperti dokter, ulama, hingga pejabat menganjurkan umat untuk menjaga wudhunya. Ini ditujukan sebagai salah satu upaya mencegah penularan virus corona.

Hari ini misalnya, Senin (16/3/2020), Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menilai, untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 atau virus corona, ikhtiar batin perlu dilakukan selain ikhtiar dhohir atau duniawi melalui arahan pemerintah. Uu pun mengajak umat di Jabar senantiasa menjaga kebersihan lewat wudhu. “Kita (Islam) ada daimul wudhu atau selalu dalam keadaan suci. Itu kemuliaannya luar biasa,” ujar Uu, Senin (16/3/2020).

Sebelum Uu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Wakil Wali Kota Depok Pradi, MUI, hingga dokter di RS Islam Banjarmasin, menganjurkan wudhu sebagai salah satu upaya mencegah corona. Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah wudhu itu?

Setiap umat Islam yang sudah baligh (dewasa) tentu sudah mengenal istilah wudhu. Yaitu, suatu cara membersihkan diri dengan tujuan menghilangkan hadas dan najis yang ada di badan. Wudhu adalah suatu ibadah yang disyariatkan dalam Islam.

“Hai, orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. Sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Jika kamu junub, mandilah. Jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih). Sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur.” (QS Al-Ma’idah [5]: 6).

Kapankah waktu diperintahkan wudhu tersebut?

Para ulama berselisih paham mengenai hal ini. Ada yang mengatakan, wudhu diperintahkan bersamaan dengan kewajiban shalat lima waktu dan itu terjadi saat di Makkah.

Yang lain berpendapat, wudhu telah diperintahkan sebelum adanya shalat. Namun, sebagian lagi menyatakan, wudhu baru diwajibkan setelah Nabi Muhamamd SAW hijrah ke Madinah. Alasannya, ayat di atas menunjukkan ciri-ciri ayat Madaniyah. Inilah pendapat Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitabnya Asbabun Nuzul.

Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa Aisyah kehilangan kalungnya, lalu Rasul SAW turut mencarinya. Namun, karena waktunya malam hari, agak sulit menemukan kalung tersebut hingga akhirnya tiba waktu Subuh.

Saat terbangun, Rasul SAW bergegas untuk mendirikan shalat dan mencari air wudhu. Namun, Rasulullah tidak menemukannya. Maka, turunlah ayat ini yang membolehkan tayamum sebagai pengganti wudhu bila tidak menemukan air.

Berkaitan dengan hilangnya kalung Aisyah ini, ayahnya, yakni Abu Bakar As-Shiddiq, sempat memarahinya dan mengatakan bahwa gara-gara kalung itu hingga akhirnya menimbulkan kesusahan (musibah) karena kaum Muslim tidak mendapatkan air. Namun, saat ayat tersebut diturunkan, Abu Bakar memuji Aisyah dan menganggapnya sebagai pembawa berkah.

Menurut As-Suyuthi, inilah pendapat yang paling kuat. Demikian diriwayatkan Imam Bukhari dari Amr bin al-Harits dari Abdurrahman bin al-Qasim. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani dari Ubbad bin Abdillah bin Zubair yang bersumber dari Aisyah.

Wudhu menjadi salah satu syarat utama diterimanya shalat seorang Muslim. Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.” (HR Muslim 224). Tidak diterima shalat salah seorang dari kalian jika berhadas hingga dia berwudhu.” (HR Bukhari No 135 dan Muslim 225).

Tujuan disyariatkannya wudhu ini adalah untuk membersihkan segala kotoran najis dan hadas. Menurut Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim dalam kitabnya Fiqh at-Thaharah, najis dan hadas itu adalah kotoran manusia (tinja), air kencing, madzi, wadzi, darah haid, kotoran hewan yang tidak dimakan dagingnya, air liur anjing, daging babi, bangkai, sisa air yang diminum binatang buas, dan hewan yang tidak boleh dimakan dagingnya.

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti’ ‘ala zadi al-mustaqni’ bab Thaharah (bersuci) menjelaskan, bersuci (thaharah) itu adalah membersihkan atau menghilangkan hadas yang menempel di tubuh, seperti kencing atau kotoran manusia.

Di samping itu, thaharah juga bermakna menghilangkan khabats (najis), seperti terkena suatu benda yang diharamkan karena kondisinya yang kotor atau menjijikkan. Dalam hal ini, kata Syekh Utsaimin, tidak termasuk racun.

Selain bertujuan menghilangkan hadas dan najis, thaharah (wudhu, tayamum, mandi, bersiwak, dan lainnya) bermanfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani. Dalam hal berwudhu, berbagai penelitian membuktikan bahwa wudhu mengandung manfaat yang besar bagi kesehatan karena mampu merangsang dan menstimulus energi dalam tubuh serta melancarkan peredaran darah.

hoax abad ke 7


astaghfirullah al adzim,
disaat seperti ini saja, masih ada orang2 yg terus memancing di air keruh dgn menyebar kebohongan dan hoax serta kebodohan demi jualan agama,

agar terkesan agamanya hebat dan kebodohan yg dilakukan agamanya seakan2 bermanfaat.

padahal karena kebodohan2 dan kebohongan2 agama inilah, yg membuat penyakit ini menyebar massiv seperti yg terjadi malaysia sana emoticon-Takut


Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona


Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona


insya allah, orang2 yg terus menyebar kebohongan dan kebodohan ini akan diberikan azab yg perih oleh allah swt

Diubah oleh terong.besar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 30 lainnya memberi reputasi
23
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 3 dari 7
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona
18-03-2020 10:27
menjaga wudlu ? berdoa ?

lha pangeran ngarab koq kena ? gimana tuh penjelasannya ?
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona
18-03-2020 10:41
Quote:Original Posted By zeledi
yang dibahas hoax implikasi/dampak wudunya menangkal corona itu loh goblok. Masalah agama tolol lu mau cuci titid 5 kali sehari, bukan urusan gw tolol.
Kalau ada pastur/pendeta bilang minyak urapan/ air suci menangkal corona, tanpa pembuktian secara ilmiah, gw paling depan bilang hoax blog.

Beda kaya umat agama lu, yang coli pake hoax emoticon-Najis


Ngakak ane gan yang di bahas masalah hoax malah nyerang agama orang , keknya terguncang hebat emoticon-Ngakak
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona
18-03-2020 10:44
THREAD ISI TAIK
emoticon-Najis emoticon-Najis emoticon-Najis emoticon-Najis emoticon-Najis emoticon-Najis emoticon-Najis emoticon-Najis emoticon-Najis
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona
18-03-2020 10:49
Quote:Original Posted By landcroft
hoaxnya adalah ajaran agama gan emoticon-Takut


No comment dah takut sara ane emoticon-Nyepi
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona
18-03-2020 10:49
wudhlu itu membersihkan diri. kalo sekarang disebut bersih kalo pake sabun. jangan buat ribet bray. kebersihan sebagian dari iman
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona
18-03-2020 11:06
Quote:Original Posted By kakekane.cell
maaf,, yg tertular korona di indonesia sebagian besar malah orang muslim.. emoticon-Bingung


kalo menurut ts, berarti tuh Muslim yg gak wudhu
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona
18-03-2020 11:06
Quote:Original Posted By ..noisscat..
Kalo hoax gak usah di ikutin simple...

Kenapa yg terguncang selalu umat sempak tiang jemuran sih??

Toh yg melakukan wudhu juga umat muslim semua bukan umat kafir bukan umat sempak tiang jemuran...

Kafir merasa di rugikan apaan gw tanya????????


Gw yg harusnya ngakak bukan elu DONGO...


Serah elu bre ane kan cuman numpang ngakak di mari emoticon-Ngakak dan hentikan asumshit lu ane ga ada dalem list agama yang udah kesebut di atas emoticon-Malu
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 21 balasan
Memuat data ..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona
18-03-2020 11:14
Kalau thread beginian rame yah rata rata yang komen para pemakan daging emoticon-babi
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan ..noisscat.. memberi reputasi
2 0
2
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona
18-03-2020 11:14
Quote:Original Posted By terong.besar
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona


JAKARTA – Sejumlah pihak seperti dokter, ulama, hingga pejabat menganjurkan umat untuk menjaga wudhunya. Ini ditujukan sebagai salah satu upaya mencegah penularan virus corona.

Hari ini misalnya, Senin (16/3/2020), Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menilai, untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 atau virus corona, ikhtiar batin perlu dilakukan selain ikhtiar dhohir atau duniawi melalui arahan pemerintah. Uu pun mengajak umat di Jabar senantiasa menjaga kebersihan lewat wudhu. “Kita (Islam) ada daimul wudhu atau selalu dalam keadaan suci. Itu kemuliaannya luar biasa,” ujar Uu, Senin (16/3/2020).

Sebelum Uu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Wakil Wali Kota Depok Pradi, MUI, hingga dokter di RS Islam Banjarmasin, menganjurkan wudhu sebagai salah satu upaya mencegah corona. Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah wudhu itu?

Setiap umat Islam yang sudah baligh (dewasa) tentu sudah mengenal istilah wudhu. Yaitu, suatu cara membersihkan diri dengan tujuan menghilangkan hadas dan najis yang ada di badan. Wudhu adalah suatu ibadah yang disyariatkan dalam Islam.

“Hai, orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. Sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Jika kamu junub, mandilah. Jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih). Sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur.” (QS Al-Ma’idah [5]: 6).

Kapankah waktu diperintahkan wudhu tersebut?

Para ulama berselisih paham mengenai hal ini. Ada yang mengatakan, wudhu diperintahkan bersamaan dengan kewajiban shalat lima waktu dan itu terjadi saat di Makkah.

Yang lain berpendapat, wudhu telah diperintahkan sebelum adanya shalat. Namun, sebagian lagi menyatakan, wudhu baru diwajibkan setelah Nabi Muhamamd SAW hijrah ke Madinah. Alasannya, ayat di atas menunjukkan ciri-ciri ayat Madaniyah. Inilah pendapat Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitabnya Asbabun Nuzul.

Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa Aisyah kehilangan kalungnya, lalu Rasul SAW turut mencarinya. Namun, karena waktunya malam hari, agak sulit menemukan kalung tersebut hingga akhirnya tiba waktu Subuh.

Saat terbangun, Rasul SAW bergegas untuk mendirikan shalat dan mencari air wudhu. Namun, Rasulullah tidak menemukannya. Maka, turunlah ayat ini yang membolehkan tayamum sebagai pengganti wudhu bila tidak menemukan air.

Berkaitan dengan hilangnya kalung Aisyah ini, ayahnya, yakni Abu Bakar As-Shiddiq, sempat memarahinya dan mengatakan bahwa gara-gara kalung itu hingga akhirnya menimbulkan kesusahan (musibah) karena kaum Muslim tidak mendapatkan air. Namun, saat ayat tersebut diturunkan, Abu Bakar memuji Aisyah dan menganggapnya sebagai pembawa berkah.

Menurut As-Suyuthi, inilah pendapat yang paling kuat. Demikian diriwayatkan Imam Bukhari dari Amr bin al-Harits dari Abdurrahman bin al-Qasim. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani dari Ubbad bin Abdillah bin Zubair yang bersumber dari Aisyah.

Wudhu menjadi salah satu syarat utama diterimanya shalat seorang Muslim. Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.” (HR Muslim 224). Tidak diterima shalat salah seorang dari kalian jika berhadas hingga dia berwudhu.” (HR Bukhari No 135 dan Muslim 225).

Tujuan disyariatkannya wudhu ini adalah untuk membersihkan segala kotoran najis dan hadas. Menurut Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim dalam kitabnya Fiqh at-Thaharah, najis dan hadas itu adalah kotoran manusia (tinja), air kencing, madzi, wadzi, darah haid, kotoran hewan yang tidak dimakan dagingnya, air liur anjing, daging babi, bangkai, sisa air yang diminum binatang buas, dan hewan yang tidak boleh dimakan dagingnya.

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti’ ‘ala zadi al-mustaqni’ bab Thaharah (bersuci) menjelaskan, bersuci (thaharah) itu adalah membersihkan atau menghilangkan hadas yang menempel di tubuh, seperti kencing atau kotoran manusia.

Di samping itu, thaharah juga bermakna menghilangkan khabats (najis), seperti terkena suatu benda yang diharamkan karena kondisinya yang kotor atau menjijikkan. Dalam hal ini, kata Syekh Utsaimin, tidak termasuk racun.

Selain bertujuan menghilangkan hadas dan najis, thaharah (wudhu, tayamum, mandi, bersiwak, dan lainnya) bermanfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani. Dalam hal berwudhu, berbagai penelitian membuktikan bahwa wudhu mengandung manfaat yang besar bagi kesehatan karena mampu merangsang dan menstimulus energi dalam tubuh serta melancarkan peredaran darah.

hoax abad ke 7


astaghfirullah al adzim,
disaat seperti ini saja, masih ada orang2 yg terus memancing di air keruh dgn menyebar kebohongan dan hoax serta kebodohan demi jualan agama,

agar terkesan agamanya hebat dan kebodohan yg dilakukan agamanya seakan2 bermanfaat.

padahal karena kebodohan2 dan kebohongan2 agama inilah, yg membuat penyakit ini menyebar massiv seperti yg terjadi malaysia sana emoticon-Takut


Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona


Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona


insya allah, orang2 yg terus menyebar kebohongan dan kebodohan ini akan diberikan azab yg perih oleh allah swt



Cebong GOBLOK hadist palsu di share emoticon-Leh Uga
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjaga Wudhu Terhindar dari Virus Corona
18-03-2020 11:25
wudhu boleh pake sabun?

Misalnya sdh pake sabun, tangan muka bersih.

Pas sholat di masjid, berdekatan dg orang, selesai sholat tangannya menyapu muka......
Hmm.....

Paling aman tetap ibadah dirumah.
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Halaman 3 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia