Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
430
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb932354601cf590024a84c/misteri-rumah-peninggalan-bapak
Sudah dua tahun rumah peninggalan orang tua tidak pernah aku kunjungi, selain karena kesibukan kuliah yang tidak dapat ditinggalkan, cerita dibalik rumah itu kosong juga menjadi alasanku belum berani datang lagi.   Rumah itu menjadi saksi bisu pembantaian bapak, ibu dan mbak Lestari. Dan sampai saat ini pelaku belum tertangkap oleh pihak yang berwajib, aku mendengar cerita bahwa rumah
Lapor Hansip
19-04-2019 09:28

Misteri Rumah Peninggalan Bapak

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Misteri Rumah Peninggalan Bapak

Prolog

  Sudah dua tahun rumah peninggalan orang tua tidak pernah aku kunjungi, selain karena kesibukan kuliah yang tidak dapat ditinggalkan, cerita dibalik rumah itu kosong juga menjadi alasanku belum berani datang lagi.

  Rumah itu menjadi saksi bisu pembantaian bapak, ibu dan mbak Lestari. Dan sampai saat ini pelaku belum tertangkap oleh pihak yang berwajib, aku mendengar cerita bahwa rumah peninggalan bapak selalu mengeluarkan aura mistis.

  Namun mau tidak mau aku harus kembali, setelah mendapatkan sebuah pekerjaan yang ternyata lokasinya di Kota Solo, aku memiliki dua pilihan yang berat antara harus berhutang untuk menyewa rumah atau menempati rumah peninggalan dari bapak.

  Pilihan yang sama beratnya, namun Kirana memintaku untuk menempati kembali rumah yang sudah kosong selama dua tahun tersebut, selain menghemat biaya hidup juga membuat aku mungkin bisa mengetahui jawaban siapa pembunuh dari keluargaku.

  Semua tidak semudah yang aku bayangkan sebelumnya, segala aura mistis mulai mengintaiku selama kembali menempati rumah masa kecil tersebut. Mulai dari nyanyian, penampakan, atau beberapa tangisan yang sering menemani hari-hariku selama disana.

Sebelum Hari Pertama

  Keraguan masih menghinggapi hatiku mau maju tapi takut dengan segala cerita masyarakat sekitar namun kalau tidak maju, aku berart melupakan segala kenangan bersama Bapak, Ibu dan Mbak Lestari.

  “Gimana Han, jadi menempati rumah keluargamu besok ?” tanya Kirana yang memang menjadi kekasih hatiku sudah dua tahun belakangan.

  “Aku masih bimbang Ran, meskipun kangen dengan rumah itu tapi semua kejadian yang menimpa keluargaku dan segala cerita masyarakat sekitar masih terus menghambat” jawabku dengan rasa yang masih bimbang.

  Kirana tidak langsung menjawab diskusi kami, dia memilih untuk memesan makanan favorit kami yakni bakso di salah satu warung langganan.

  “Kamu harus buang rasa bimbangmu itu Han, bukannya kamu sendiri yang memutuskan untuk bekerja di kota kelahiranmu ?”.

  “Iya aku paham, Cuma kalau untuk kembali kerumah tersebut aku masih ragu dan ada sedikit rasa takut”.

  “Kamu itu lucu, itu rumah kamu kan ? tidak mungkin keluargamu akan membunuh kamu disana, mungkin saja malah kamu bakal mengungkap siapa pelaku pembunuhan berantai keluargamu”.

  “Masa iya sih Ran ? mereka akan bersahabat denganku begitu maksudmu ?”.

  “Bersahabat ? aneh-aneh saja kamu, mereka dan kamu sudah tidak satu alam, tapi kemungkinan mereka akan mencoba menyampaikan pesan kepadamu disana. Kamu adalah anggota keluarga yang masih tersisa”.

  “Kalau begitu, baiklah aku bakal mencoba menghidupkan kembali rumah yang sudah dua tahun tidak berpenghuni itu”.

  Setelah menghantarkan Kirana pulang kerumahnya, aku mencoba kembali mengingat kenangan bersama Bapak, Ibu dan Mbak Lestari. Semua seakan masih tidak bisa aku percaya, mereka pergi secara tragis dan secara bersamaan.

  Kejadian dua tahun lalu, mungkin kalau aku tidak melanjutkan study di Jakarta aku bisa mengetahui siapa pembunuhnya atau setidaknya aku bisa berkumpul bersama mereka dialam yang berbeda.

  Dering telpon sebelum ditemukannya jasad keluargaku, aku masih sempat menghubungi Ibu untuk menanyakan kabar mereka disana. Ada sebuah firasat yang mungkin baru aku bisa tangkap setelah kepergian mereka.

  “Dek, ibu kangen banget sama adek. Kalau bisa, besok datang ya” sebuah kata yang mengisyaratkan akan terjadi sebuah kejadian yang tidak pernah terbayangkan olehku.

  Semua masih seperti mimpi bagiku, semua seperti hanya cerita dongeng saja. Aku masih menilai mereka bertiga masih hidup, terutama ibu, aku rindu sekali padamu bu, nyanyian langgam jawamu selalu menemani tidurku.


Prolog
Sebelum Hari Pertama
Hari Pertama
Hari Kedua
Hari Ketiga
Hari Keempat – Part 1
Hari Keempat – Part 2
Hari Kelima – Part 1
Hari Kelima – Part 2
Hari Keenam
Hari Ketujuh – Part 1
Hari Ketujuh – Part 2
Hari Kedelapan
Hari Kesembilan
Hari Kesepuluh - Part 1
Hari Kesepuluh – PART II
HARI KESEBELAS PART I
HARI KESEBELAS PART II
Hari Kedua Belas-Part I
Hari Kedua Belas - Part II
Hari Kedua Belas - Part III
HARI KETIGA BELAS - PART I
Hari Ketiga Belas Part II
Hari Ketiga Belas Part III
Diubah oleh bej0corner
profile-picture
profile-picture
profile-picture
herry8900 dan 54 lainnya memberi reputasi
55
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 18 dari 21
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
06-03-2020 14:21
Quote:Original Posted By Shitapuput27
Hoalah di php in trus sama ts hahah


Php apa nih
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
07-03-2020 05:51
Hari Kesepuluh

Untuk hari ini, aku sengaja meminta izin berangkat siang ke kantor. Aku ingin memastikan, apakah ucapan dari Pak Agus kemarin benar. Aku masih diam didepan daun pintu rumah, rasa rindu kepada ketiganya begitu terasa lagi.

Aku yang nakal dimasa kecil, sering menjaili Mbak Lestari yang begitu sabar menghadapi kelakuan bar-bar dari adiknya ini. Lalu ada ibu, perempuan yang selalu mengikutti langkah kecilku berlari sana-sini dengan membawa piring dan sendok untuk menyuappi makanan sehat kepadaku.

Dan juga bapak, laki-laki yang selalu menjadi tameng besarku saat orang lain menyakiti tubuh kecil ini. Tidak lupa, bapak adalah seorang yang selalu menurutti apapun yang aku inginkan.

Lamunanku pecah setelah dering telpon dalam kantong celana bergetar, segera ku lihat siapa yang pagi-pagi menelpon. Tertera Kirana, ah rindu sekali dengannya.

“Assalamualaikum” baru saja ingin mengangkat sambungan telpon dari Kirana, dari luar pagar terlihat Pak Agus yang sudah berdiri.

“Walaikum sallam, masuk dulu pak. Sebentar saya angkat telpon dulu ya”.

“Iya mas, saya tunggu disini saja”.

Dengan segera jariku menekan tombol hijau di ponsel, tersambung dari jaringan lain suara perempuan yang sangat aku rindukan.

“Kamu tuh sudah tidak sayang lagi sama aku ya Han ? tidak pernah ada kabar, kemarin juga pergi sama perempuan” ujar Kirana yang seperti biasa langsung tancap gas dan susah untuk dipotong.

“Hari ini, aku belum bisa bicara banyak Ran. Kalau kamu masih percaya denganku, dan masih sayang sama aku. Nanti malam, akan ku telpon dan ku jelaskan apa yang terjadi kemarin”.

“Kamu janji ya ?” ujar Kirana yang kali ini seperti terdengar suara samar-samar tangisan.

“Aku janji, dan percayalah kalau disini tidak ada yang bisa memecahkan rasa sayang ini kepadamu. Aku harus pergi dulu, nanti malam kita sambung, I Love You”.

“I Love You too”.

Sambungan telpon pun mati, segera ku hampiri Pak Agus yang mulai mencari kesibukan karena menungguku.

“Maaf ya pak, lama menunggu” ujarku dengan penuh rasa bersalah.

“No Probleme” ujar Pak Agus yang justru membuatku ingin tertawa karena logat Jawa yang masih kental.

Tanpa komando lagi, aku dan Pak Agus langsung pergi menuju ke TPU Lelayu, jarak yang hanya 500 meter membuat kami berdua memilih untuk berjalan kaki saja. Hitung-hitung mencari keringat di pagi hari.

“Kula kemarin kaget lho pak, sewaktu jenengan bilang bahwa Pak Joni sudah meninggal” kataku untuk mengurangi rasa suntuk di perjalanan.

“Jangankan jenengan mas, saya juga waktu itu kaget mendengar kalau Mas Joni masih hidup dan bertemu dengan Mas Burhan”. Ujar Pak Agus sambil terus menatap jalan depan, ada wajah sedih yang aku tangkap darinya.

“Lho, jenengan ini apakah adik dari Pak Joni ?” tanyaku curiga.

“Iya mas, kula adik kandung dari Mas Joni. Sampai saat ini, kula masih teringat dengan kematian misterius yang menimpa kakaknya saya itu dan keluarganya” ujar Pak Agus yang membuatku tambah bertanya-tanya, apa yang terjadi sebenarnya.

“Misterius gimana maksudnya pak ?” tanyaku penuh dengan rasa ingin tahu.

“Setelah kejadian yang menimpa keluarga Mas Burhan, seluruh anggota keluarga Mas Joni tiba-tiba ditemukan tewas dan waktu itu penyidikan mengarah kepada bunuh diri, namun kula tidak percaya begitu saja mas” ujar Pak Agus yang kemudian meneteskan air matanya.

“Karena keluarga Mas Joni itu terkenal dengan keluarga yang taat agama..” kata Pak Agus meneruskan setelah terpotong dengan tangisnya tadi.

Aku hanya terdiam, tidak tahu mau merespon seperti apa. Rasanya bersalah menanyakan pertanyaan tadi. Langkah kami pun terhenti saat gerbang TPU Lelayu menyambut kedatangan kami berdua.

Ingattan dua tahun yang lalu kembali muncul, memakamkan tiga orang tersayang sekaligus bukanlah hal yang mudah. Melihat satu per satu tubuh itu dimasukan ke liang lahat, dan sampai saat ini kematiannya pun belum juga terungkap.

Pernah suatu kali, aku berpikir untuk meminta tolong kepada seorang dukun agar kasus ini segera terungkap. Namun, imanku ternyata masih kuat.

Air mata yang sebelumnya masih ku tahan kini sudah tidak bisa lagi, ternyata disampingku, Pak Agus juga kembali menangis. Mungkin dia membayangkan lagi saudara, ipar, dan ponakannya yang tewas dengan keadaan tidak wajar.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
18-03-2020 04:54
Sampe hampir lupa ada trit ini, untung ada HT
emoticon-Ngakak

Lanjut gan....
0 0
0
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
18-03-2020 06:00
Misteri Rumah Peninggalan Bapak Hari Pertama!
https://kask.us/iFhcL
#ForumKaskus via @KASKUS
profile-picture
itkgid memberi reputasi
1 0
1
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
18-03-2020 06:01
Quote:Original Posted By bej0corner
Misteri Rumah Peninggalan Bapak Hari Pertama!
https://kask.us/iFhcL
#ForumKaskus via @KASKUS


Ini edisi podcas😁
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1 0
1
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
19-03-2020 22:26
Mana nih hari ke - 11 nya huhu
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1 0
1
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
22-03-2020 20:50
Hari Kesepuluh – PART II

Pak Agus mulai menuntunku memasuki makam, rasanya benar-benar tidak kuat harus menyapa lagi mereka yang sudah tenang disana. Namun, rasa bersalah karena tidak ada disamping mereka saat musibah itu terjadi membuatku kembali kuat.

Langkah kami semakin dalam menyusuri makam, perjanjian awal adalah menengok dan mendoakan makam dari Keluarga Pak Joni yang kemudian dilanjutkan dengan ke makam Bapak, Ibu serta Mbak Lestari.

Tiba-tiba langkah Pak Agus terhenti, dan memberitahukan bahwa didepan itulah makam keluarga dari Pak Joni. Tanpa perintah, aku mendekat ke makam yang sampai saat ini masih belum percaya kalau Pak Joni sudah tiada.

Dan benar saja, tubuhku menjadi sangat lemas setelah batu nisan dihadapanku tertulis nama Joni bin Abdi, Pak Agus yang mengetahui tubuh ini bakal ambruk pun segera mencegahnya dengan menahan dari belakang dan kemudian diajak untuk duduk.

Aku melihat kesedihan yang luar biasa dari wajah Pak Agus, tidak tega rasanya untuk mengajak dia ke makam keluargaku. Secara diam-diam aku meninggalkannya.

Ya Tuhan, rasanya masih belum percaya kalau ketiga tubuh orang yang ku sayang kini sudah terbaring kaku dibawah batu nisan ini. Dan meskipun sudah dua tahun berlalu, motif serta pelaku pembunuh pun belum bisa terungkap.

“Aku berjanji pak, pasti pelakunya akan segera ku ungkap” ujarku dalam batin didepan makam bapak. Air mata rasanya sudah tidak bisa lagi terbendung.

Setelah mendoakan kehidupan abadi, aku kembali ke tempat pemakaman Keluarga Pak Joni yang letaknya tidak terlalu jauh dari makam bapak, ibu dan Mbak Lestari.

Pak Agus nampak masih tetap kusyuk mendoakan saudaranya tersebut. Mau tidak mau, aku kembali duduk disampingnya, tiba-tiba angin bersayup-sayuppan di dekat kami. Tubuh Pak Agus yang sebelumnya diam mulai menunjukan reaksi.

Dan....tiba-tiba dia lari begitu saja, meninggalkanku dengan wajah kebingungan dan karena angin semakin membuat bulu kuduk berdiri. Aku juga mengikutti langkah seribu Pak Agus.

“Dasar Pak Tua, orang lagi kusyuk doa. Kena angin langsung lari gitu aja” ujarku dalam batin sambil terus mengejar Pak Agus yang sudah seperti Babi Hutan aja larinya.

Sampai diluar makam, aku melihat sosok Pak Agus yang sedang bersandar di salah satu tembok warga yang rumahnya berhimpittan dengan makam. Ternyata masih ingat kalau ada aku disini juga toh dia.

“Maaf mas, tadi kula wedi banget soalnya” ujarnya sambil terus mengatur nafas.

“Takut sih takut pak, Cuma kok ya pas kusyuk masih bisa takut” balasku dengan wajah sebal kepadanya.

Respon Pak Agus hanya tertawa tanpa dosa, kami pun memutuskan untuk berpisah di tepi jalan. Aku harus segera pergi ke kantor, sementara Pak Agus juga harus segera merawat kebunnya.

Karena hanya setengah hari saja, jadi kerja seakan cepat selesai saja. Namun, sosok cerewet tetapi begitu sayang denganku sudah aku bayangkan akan mencecarku dengan berbagai pertanyaan.

Dan benar saja, baru saja tubuh ini menginjakan kaki di halaman rumah setelah bekerja. Ponsel berdering dengan nama dilayar tertera Kirana. Mau tidak mau aku harus mengangkatnya.

“Halo Han, ini sudah malam ya. Jadi janjimu aku tunggu” ujar Kirana langsung to the point.
“Iya sebentar, ini saja aku baru sampai rumah. Nanti mau beres-beres badan dulu, mandi juga. Kalau sudah semua, nanti aku telpon balik” balasku menenangkan dia.
“Yaudah, aku tunggu”.

Sepertinya tidak perlu aku mendetail apa yang aku dan dan Kirana bicarakan semalaman, sudah seperti tersangka pembunuhan yang diintrogasi oleh penyidik saja. Banyak sekali pertanyaan, dan gilanya detail.
Karena badan yang benar-benar lelah, aku sampai ketiduran padahal Kirana saat itu sedang bercerita tentang rencananya untuk menyusulku di Solo. Maafkan aku Ran, bukan maksud meninggalkanmu, tapi memang rasa mengantuk berat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
30-03-2020 11:34
blm apdet lagii gan? emoticon-Matabelo
0 0
0
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
11-04-2020 11:27
waduh mas burhan Missing in action lagi emoticon-Blue Guy Bata (L)
Goreng kentang mulu dah
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan basapurba memberi reputasi
1 1
0
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
01-05-2020 09:06

HARI KESEBELAS PART I

Tidak pernah terpikirkan sejak datang ke Solo, namun tiba-tiba mimpi semalam itu hadir dan melihat sosok yang sangat aku kenal. Pak Abdul, salah satu sahabat bapak yang seingatku rumahnya juga ada di Solo.

Aku sering diajak kerumahnya oleh bapak, Pak Abdul ini sosok orang yang mungkin tahu tentang masalah yang dialami bapak selama ini. Sebagai seorang sahabat, tentu bapak sering menceritakan segala masalah yang ada di hidupnya.

Aku mencoba untuk kembali menghapal alamat rumah Pak Abdul, karena seringnya dulu diajak kesana. Jadi tidak begitu susah untuk kembali menghapal alamat rumahnya. Ya aku bakal menemuinya setelah pulang kerja.

Dering telpon di meja membuyarkan lamunanku, terlihat dilayar nama Kirana.

"Kamu itu jahat Han, aku kecewa denganmu..." tiba-tiba Kirana langsung berkata seperti itu tanpa menyapa atau apapun.

"Kemarin itu aku...." belum sempat menyelesaikan pembicaraan tiba-tiba sambungan telpon dimatikan olehnya.

Mungkin karena kemarin malam aku tidak sengaja ketiduran, membuatnya kecewa dan akhirnya sekarang masih dalam mode marah besar. Aku sudah mencoba menghubunginya kembali, tapi selalu gagal.

Kirana pasti butuh waktu, dan aku percaya bahwa kami masih akan saling mencintai. Ini hanyalah cobaan sesaat.

Segera aku bersiap-siap untuk pergi ke kantor agar tidak terlambat, setiap guyuran air dari gayung aku hanya menambah rasa bersalah kepada Kirana. Melukai perempuan yang selalu ada bukanlah perilaku yang baik.

Pagi ini seperti biasa, aku ditemani oleh abang-abang ojol untuk pergi ke kantor. Ada obrolan yang cukup menarik didalam perjalanan tersebut.

"Lho jenengan tinggal di rumah itu mas ?" tanya Abang-abang ojol kepadaku yang masih memikirkan Kirana.

"Iya mas, memang ada apa ya ?" balasku dengan rasa penasaran, memangnya rumah peninggalan bapak terkenal ?.

"Kalau tidak salah, itu rumah yang kabarnya ditemukan mayat satu keluarga. Jenengan keluarganya ya mas ?" ujar Abang-abang Ojol yang sepertinya cukup tahu berita tentang kejadian dua tahun yang lalu.

"Iya mas, saya anak kedua dari pemilik rumah tersebut. Dan kebetulan saya waktu itu sedang kuliah di luar kota" balasku sambil melihat kondisi Kota Solo dipagi hari.

"Saya turut berduka mas, namun bukannya ingin lancang. Sebenarnya, ada yang ganjil dengan kejadian tersebut" ujar abang-abang Ojol yang membuatku tertarik dan mulai fokus kembali kepadanya.

"Iya mas tidak papa, aneh bagaimana mas ?" tanyaku dengan rasa penuh penasaran.

"Setelah kejadian tersebut, saya mencoba masuk ke rumah itu. Mohon maaf kalau saya lancang mas, Cuma ada yang ganjil disana. Kematian itu seperti sebuah kematian yang terjadi karena kerja sama dengan jin" ujar abang-abang ojol yang tidak langsung aku balas.

Aku hanya masih mencerna perkataan abang-abang ojol ini dengan beberapa hal yang ditemukan selama tinggal disana. Namun siapa sebenarnya yang melakukan hal musyrik seperti itu ? lalu untuk apa juga, itulah yang masih coba untuk aku pecahkan.

"Kenapa mas bisa tahu, kalau kematiannya karena kerja sama dengan jin ?" tanyaku yang masih terus mencari pintu kebenaran dari kematian keluargaku yang ganjil.

"Saya menemukan beberapa alat yang biasanya mengarah kesana mas, dan itu banyak sekali. Namun saya tidak tahu, siapa yang melakukan persekutuan dengan makhluk halus".

Obrolan kami akhirnya terputus karena tujuanku sudah terlihat, aku tidak menyalahkan abang-abang Ojol. Menurutku, dia hanya ingin membantu dengan caranya.

Sesampainya di kantor, aku mencoba fokus untuk bekerja. Mengerjakan beberapa kerjaan yang kemarin belum sempat untuk diselesaikan. Menjadi karyawan perusahaan startup itu memang ada suka, namun juga adapula duka.

Tangan, mata dan pikiran aku pacu untuk mengejar pekerjaan yang memang belum selesai. Lagi hikmatnya bekerja, tiba-tiba...

"Dek Burhan..." suara yang sangat aku kenal terdengar dari belakang tempat duduk ku saat ini, bukan sesuatu yang aneh jika dibelakang seseorang bisa lewat. Sementara ini, di belakangku tidak memungkinkan siapapun bisa lewat.

Bulu kuduk langsung berdiri tanpa komando, pandanganku seakan kosong. Tidak tahu mau berbuat apa, suara itu...

"Mas, kenapa bengong saja daritadi ?" ujar salah satu teman kantor yang ternyata memperhatikan tingkahku.

"Oh...tidak kenapa-kenapa mas, sebentar aku mau ke pantry dulu" balasku yang sedikit kaget dengan sapaannya.

Inilah salah satu kenikmatan kerja di startup, apalagi kalau bukan bebas makan dan minum di pantry pada jam kapanpun. Yang terpenting, pekerjaan harus selalu selesai sesuai dengan deadline perusahaan.

Segelas kopi sudah siap ku nikmati untuk menenangkan pikiran yang sempat tidak karuan hari ini, baru saja satu tegukan kopi hitam panas. Sosok bayangan hitam terlihat dari sela-sela korden didepanku.

"Tolong...jangan ganggu aku di sini" ujarku spontan, tidak mau berpikir panjang. Segera aku bawa segelas kopi kembali ke meja kerja.

"Wih..enak juga nih, pagi-pagi minum kopi panas, ikut buat ah" ujar teman yang kebetulan hari ini duduk di sampingku.

"Iya mas, apalagi kalau pikiran sedang penuh kayak gini". Balasku, dengan menggodanya menggunakan segelas kopi yang masih tampak asap panasnya. Dia hanya mengerutkan wajahnya dan berlalu dari hadapanku, sudah pasti ke dapur ?.

*****


profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
03-05-2020 04:14
akhirnyaa mas burhan update jugaa
profile-picture
profile-picture
gale81 dan darmawati040 memberi reputasi
2 0
2
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
03-05-2020 12:54
Quote:Original Posted By kokisyantik
akhirnyaa mas burhan update jugaa


Updatenya memang agak lama, masih banyak kerjaan soalnya😅
profile-picture
profile-picture
gale81 dan darmawati040 memberi reputasi
2 0
2
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
03-05-2020 21:58
lanjut bossssq..ngejossssss
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
1 0
1
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
07-05-2020 08:46

HARI KESEBELAS PART II

Tanganku dengan cepat bergegas membersihkan meja kerja, seluruh barang pribadi tidak lupa aku masukan kedalam tas. Sementara barang-barang yang sepertinya penting, tersimpan rapih dalam laci kecil dibawah meja.

Satu aplikasi wajib telah terbuka di ponsel, apalagi kalau bukan untuk memanggil abang-abang ojol yang setia menghantarkan langkahku kemanapun dan kapanpun. Seperti rencana awal hari, aku tidak menaruh titik penghantaran di Rumah, namun ke salah satu jalan yang aku ingat adalah lokasi Rumah Pak Abdul.

"Atas nama Mas Burhan" seorang laki-laki berjaket hijau dengan santun menanyakan namaku.

"Iya mas" jawabku sambil mengangguk dan mendekat ke posisi abang-abang ojol, tangan si abang pun mulai sibuk melepaskan tali helm dari sebuah tuas untuk menaruh barang. Respon tidak kalah cepat pun juga aku lakukan, segera helm bercorak khas tersebut aku pakai.

"Mas, ini lokasi sudah sesuai dengan maps ya ?" tanya si abang sambil melihat-lihat isi maps, dibelakang aku masih membenarkan posisi duduk.

"Benar mas, Cuma nanti saya minta untuk mencari rumah didaerah sana. Tenang mas, saya kasih bonus sendiri kok" ujarku yang disambut anggukan dari si abang.

****

Tiga puluh menit perjalanan, aku sudah sampai di jalan yang ditunjuk maps. Mataku terus melirik kanan dan kiri. Tidak jarang, aku meminta kepada abang ojol untuk berhenti dan bertanya kepada warga setempat.

Karena Pak Abdul ini merupakan orang lama sekaligus juga orang yang memiliki nilai di kampung tersebut. Aku tidak begitu susah menemukan lokasi rumahnya, sekitar lima menit kemudian. Rumah klasik berwarna putih menyambut aku dan abang ojol.

"Mas tunggu sebentar ya, saya panggil orang didalam dulu. Nanti kalau benar, bisa ditinggal" ujarku kepada abang ojol yang dibalas dengan senyuman serta kata "oke mas, siap delapan enam".

"Assalamualaikum" mata ini melirik ke beberapa arah rumah, siapa tahu orangnya ternyata ada diluar. Namun masih belum ada respon dari dalam rumah, aku ulangi kembali ucapan salam.

Dan di salam kedua inilah, pintu rumah kemudian terbuka. Sosok perempuan berhijab keluar dan menuju ke pintu pagar yang tepat didepannya adalah aku.

"Siapa ya mas ? dan cari siapa ?" tanya perempuan tersebut dari balik pagar, aku pun segera menjawab "Pak Abdul, mbak. Ini fotonya bersama bapak saya". Segera ku berikan sebuah foto yang diambil dari album kenangan keluarga.

Si mbak pun segera menerimanya, "Tunggu sebentar mas" pagar pun segera dibukakan oleh si mbak yang masih belum ku ketahui namanya. "Kamu Mas Burhan to ternyata ? silahkan masuk mas" ujar perempuan yang ternyata mengenalku.

"Iya mbak sebentar" aku tidak langsung masuk, karena ada nasib abang ojol yang daritadi gantung. Dengan segera ku cek tagihan yang tertera diaplikasi dan ku ambil uang didalam dompet dengan melebihkan.

"Kok banyak banget mas ?" tanya abang ojol, "Tidak papa mas, bonus buat jenengan, terima kasih ya mas" balasku dengan menepuk pundaknya. Aku berlalu dari abang ojol, dan segera masuk ke rumah karena sosok bapak-bapak sudah terlihat duduk di kursi halaman rumah.

"Assalamualaikum pak" kata ku sembari menghampiri seorang bapak, sudah pasti dia lah Pak Abdulah. Wajahnya terangkat dari koran yang dibacanya, setelah melihat beberapa detik. Mulutnya mulai bergerak. "Walaikum sallam".

Aku segera menundukan tubuh, dan mencium tangan Pak Abdullah. Kebiasaan ini, seringkali diajarkan oleh bapak dan ibu dulu. Terbawa hingga aku menjadi laki-laki yang sudah bisa dinilai sebagai seorang dewasa.

"Kamu, putranya Pak Kusman ?" tanya Pak Abdul mencoba memastikan, siapa sosok laki-laki didepannya ini. Tanpa komando, kepalaku merespon dengan bergerak naik dan turun. "Iya pak, kula Burhan putra Pak Kusman".

"Sudah besar ternyata, ada apa urusan apa ini. Kok tumben, main ke rumah" ujar Pak Abdul dengan wajah senyum menggodanya, jujur saja, rasanya malu karena datang hanya ketika ada masalah.

Belum sempat membalas, perempuan yang pertama kali mengenaliku muncul dari balik pintu. Membawa dua gelas kopi hangat, dan menyajikannya di meja. Tentu saja, ini untuk aku dan Pak Abdul, sesaat aku mengingat nama perempuan ini, Suswati muncul dalam ingattanku.

"Terima kasih mbak" ujarku untuk mengapresiasi perbuatan Suswati, jarang juga kan anak perempuan sekarang yang mau membuatkan dan menyiapkan secangkir kopi untuk tamu bapaknya.

Suswati langsung masuk kedalam setelah menganggukan kepalanya, aku dan Pak Abdul pun kembali berdua saja. Meskipun sudah sepuh, namun jiwa muda Pak Abdul benar-benar luar biasa. Tanpa ragu, secangkir kopi panas ia mulai teguk perlahan, yang dipadukan dengan sebuah rokok yang saat ini berada di asbak sejenak.

"Jadi begini pak, kula kesini karena menilai bahwa jenengan memiliki hubungan yang berat dengan bapak" ujarku memulai pembicaraan yang serius, Pak Abdul pun masih terus menghisap rokok ditangannya.

"Aku mengerti mas, jujur saja ada rahasia yang harus kamu ketahui" ujar Pak Abdul sambil memejamkan matanya, rokoknya yang sebelumnya diapitnya dengan dua jarinya kini telah diletakan kembali ke asbak.

"Bapak kamu itu merintis usahanya dari nol, dan aku mengikutti setiap usaha yang dia lakukan" kali ini wajah Pak Abdul menunjukan mimik kecewa, entah dengan siapa. Mungkin saja dengan bapak, tapi kenapa ?.

"Ketika kesuksesan itu datang, bapak kamu banyak yang mendekati. Namun perlu diingat, bahwa semua itu hanyalah palsu. Mereka hanya ingin menyesatkan Kusman" cerita Pak Abdul kali ini benar-benar membuatku ingin bertanya panjang lebar kepadanya, penasaran sebenarnya apa yang dilakukan oleh bapak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
07-05-2020 10:12
jd semangat baca update trs gan y
0 0
0
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
07-05-2020 11:09
ayo gan bejo, di update lagi, udah lama nunggu nih
0 0
0
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
07-05-2020 13:40
asik nih ceritanya gak terlalu panjang...
ditunggu update hari ke-12 nya gan emoticon-Toast
0 0
0
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
07-05-2020 14:18
keren ceritanya gan.. lanjut lagi lah..
emoticon-Cendol Gan
0 0
0
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
07-05-2020 18:29
kapan update manink bossss
profile-picture
Lazyfisherman memberi reputasi
1 0
1
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
07-05-2020 19:05
Ayo update lagi gan..
emoticon-Keep Posting Gan
0 0
0
Halaman 18 dari 21
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
bab-24--kalah
Stories from the Heart
nameless
Stories from the Heart
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia