Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
71
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e47557feaab253b172a7c81/menjadi-fansubber-di-tahun-2020-masih-berani
Sumber Menurut data terakhir dari Database Fansub Indonesia. Jumlah fansub Indonesia yang masih aktif hingga tahun 2020 ini hanyalah 42 fansub. Meskipun terlihat banyak, jumlah tersebut masih kalah jauh jika dibandingkan dengan data tahun 2016 yang bisa sampai dua kali lipatnya. Lalu apa sih yang menjadi penyebabnya, simak yuk trit ane berikut. Sumber Apa itu fansub? Fansub merupakan akronim dari
Lapor Hansip
15-02-2020 09:20

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

icon-verified-thread
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
Menurut data terakhir dari Database Fansub Indonesia. Jumlah fansub Indonesia yang masih aktif hingga tahun 2020 ini hanyalah 42 fansub. Meskipun terlihat banyak, jumlah tersebut masih kalah jauh jika dibandingkan dengan data tahun 2016 yang bisa sampai dua kali lipatnya. Lalu apa sih yang menjadi penyebabnya, simak yuk trit ane berikut.

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Apa itu fansub?
Fansub merupakan akronim dari fan-subtitled atau sebuah grup penggemar yang bertujuan untuk menerjemahkan suatu film/acara TV asing (anime) dan memberi teks terjemahan di dalam videonya. Intinya sih dari fan, untuk fan, dan oleh fan. Beberapa contoh fansub anime di Indonesia antara lain Yukisubs, Melody Fansub, Tiramisu Fansub, dan lain-lain.
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Seiring suksesnya dunia perfansuban di Indonesia, lambat laun muncul istilah-istilah lain seperti fastsub dan fanshare.

Fastsub adalah sebuah fansub yang biasanya menerjemahkan suatu anime dengan cepat. Menurut pengamatan TS, mereka biasanya sudah merilis hasil terjemahannya sekitar 2 jam setelah suatu anime tayang di layar kaca Jepang. Selain kecepatannya, yang membedakan sebuah fastsub dengan fansub biasa adalah manajemen iklan di website mereka. Kebanyakan dari fastsub akan memonetasikan tautan download untuk hasil terjemahan mereka dengan shortlink yang banyak dan ribet. Dan ada desas-desus yang mengatakan bahwa penerjemah di suatu fastsub akan diberi upah, meski nggak banyak. Beberapa contoh fastsub antara lain OPloverz, Samehadaku, AWSubs, dan lain-lain.

Fastsub


Fanshare adalah suatu grup penggemar yang bertujuan untuk mengumpulkan hasil terjemahan dari berbagai fansub dan membagikannya kepada penggemar lain supaya mempermudah mereka mencari atau mendownload suatu anime. Namun pada praktiknya, kebanyakan fanshare justru tidak memberikan kredit kepada fansub yang menerjemahkan animenya. Dan lebih parahnya lagi, hasil terjemahan fansub yang mereka ambil biasanya akan dimonetisasi ulang tautan downloadnya, sehingga mereka bisa mendapat pundi-pundi rupiah dengan mudah. Beberapa contoh fanshare di Indonesia antara lain Kusonime, Moenime, Meguminime, dan lain-lain.


Latar Belakang Berkurangnya Fansub di Indonesia

1. Tergerus oleh usia

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
Sumber
Semakin berumur sorang fansubber tentu saja akan menjadi alasan yang kuat untuk meninggalkan kegiatan ngesub yang tentunya hanyalah sebuah hobi. Saat para fansubber mulai menua, mereka akan dipaksa memilih untuk fokus dengan kegiatannya di dunia nyata atau meneruskan hobi ngesubnya. Tentunya kebanyakan dari mereka akan memilih kegiatannya di dunia nyata, karena mengerjakan dua-duanya sekaligus akan berakibat buruk ke kesehatan fisik atau mental mereka.

2. Kalah pamor dengan fanshare

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Dunia perfansuban Indonesia tidak lengkap tanpa adanya drama, baik antar fansub maupun anatara fansub dengan fanshare. Yang paling sering terjadi adalah drama antara fansub dengan fanshare yang biasanya terjadi karena suatu fanshare tidak memberi kredit dari fansub di website mereka dan dengan santainya memonetisasi tautan downloadnya untuk kepentingan sendiri. Karena para fansub merasa seperti tidak dihargai, beberapa dari mereka mencoba memberi terjemahan hardsub (hasil terjemahan permanen di dalam video) untuk hasil terjemahan mereka, atau lebih parahnya lagi ada fansub yang lambat laun mulai menghilang dari dunia perfansuban Indonesia.

3. Bosan
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Menekuni sebuah hobi tentu saja tidaklah mudah, apalagi hobi ngesub. Kita dituntut konsisten untuk menerjemahkan suatu anime dari awal tayang hingga selesai tayang, hal tersebut dipersulit dengan banyak drama yang terjadi dan ditambah lagi banyak hujatan dari penggemar lain jika terjadi kesalahan di hasil terjemahan kita. Alhasil tidak sedikit fansubber yang muak dan bosan dengan semua yang terjadi dan memilih berpindah hobi atau sekedar menjadi penikmat.

4. Tidak menghasilkan
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Apa sih yang didapatkan dari ngesub suatu anime? Teman baru? Pengalaman? Hujatan? Drama? atau Adsense?

Namanya juga hobi yang bisa dikatakan ilegal, jadi jangan terlalu berharap untuk meraup banyak uang dalam prosesnya. Walaupun ada juga yang sukses menguangkan hasil terjemahannya, itupun hanya sekitar 10% dari semua fansubber yang ada. Fansubber yang merasa kegiatan yang ditekuninya tidak menghasilkan apa-apa, akhirnya berpikir ulang untuk berhenti ngesub dan menjadi pengemar biasa.

5. Tersadarkan
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Kegiatan ngesub bukanlah kegiatan yang legal di mata hukum atau bisa dikatakan bahwa kegiatan ini ilegal dan merugikan pihak studio anime yang memproduksinya. Jadi semisal suatu hari ada berita tentang seorang polisi datang dan menciduk seorang fansubber, berita tersebut bukanlah hal yang mengagetkan. Beberapa fansubber yang mengetahui fakta tersebut akhirnya memilih mundur dari hobi ngesubnya dan memilih menjadi penikmat saja atau bahkan berpindah hobi.


Kesimpulan
Apakah masih worth untuk menjadi fansubber di tahun ini?

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?


Well yes, but actually no. 


Jika tujuan utama kalian hanya sekedar mencari pengalaman dan ingin cari komunitas baru atau sekedar ingin tahu bagaimana proses ngesub dan ingin menikmati proses alih bahasa apalagi tidak ingin menguangkan hasilnya, menurut TS sah-sah saja jika kalian ingin terjun ke dunia perfansuban.

Namun jika kalian ingin ngesub demi menguangkan hasil terjemahan kalian, ane rasa lebih baik kalian pindah hobi deh. Dunia fansub Indonesia nggak semudah yang kalian lihat, kalian akan dituntut konsisten dengan terjemahan kalian, dituntut cepat, dan hasilnya pun dituntut bagus. Belum lagi drama dengan fanshare yang tidak kunjung usai. Dan jangan lupakan juga kalau hobi yang kalian tekuni saat ini itu ilegal, dan tidak menutup kemungkinan untuk diciduk oleh pihak berwajib di kemudian hari.

Sampai di sini dulu pandangan TS soal kegiatan ngesub di Indonesia. Jika terdapat kekurangan atau kesalahan janganlah menahan diri untuk menuliskannya di kolom komentar. Sampai jumpa di trit TS yang selanjutnya.

Referensi tulisan:
1. Indonesian Fansubs Database
2. News of Indonesian Fansubs

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
#Pantsubber #NoNgududNoNgesub
Diubah oleh MasUzzan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tatagraha21 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
15-02-2020 09:21
Tanggapan para penggiat fansub yang masih aktif ataupun yang sudah gantung aegisub:
Quote:Original Posted By hoshiishou
"Masih berani?"

Siapa takut!


Quote:Original Posted By jembisuper
Well, semua pros and cons udah dijelaskan sama TS soal hobi ini.
Bagi pengalaman dikit soal dunia ngesub. Awal nyoba ngesub tahun 2015, ngesub MV, belajar aegisub, nyelam ke grup fb, sampe gali gali artikel Sekolah Fansub, dan di akhir ke e-booknya mbak Chiira. Sampe bisa encode, tata rias, k-efek, timing sendiri dan akhirnya nyoba ngesub anime, dan belum bisa dibandingin sama sepuh sepuh lain hehehe.

Dan akhirnya pensi karena kesibukan di dunia nyata.

Tapi kalau misalkan suatu saat kesibukan ini berkurang, ane mau ngutip komentar bos Yuki di atas.

"Masih berani?"

Siapa takut?!


Quote:Original Posted By serenium
Yah, mau 'gimana lagi?
Wong sudah termakan zaman, pasti berbeda tujuan.


Quote:Original Posted By asdqua
Nge-sub itu biasanya hobi sampingan waktu masih pelajar, saya sendiri nge-sub cuma betah zaman SMA sampe awal kuliah (kisaran 2012-2014) karena setelah itu, ya, sudah disibukkan dengan hal lain.

Dulu saya selalu koleksi juga anime hasil sub rekan-rekan dari fansub yang bagus, tapi karena semakin lama tewas semua, akhirnya beralih ke Horriblesubs emoticon-Wink

Sekarang kurang mengikuti dunia fansub Indo lagi sih, tapi saya rasa harusnya masih tetep ada lah yang bagus, toh wibu semakin ke sini semakin banyak juga emoticon-Ngakak (S)




Ini nih salah satu yang berkualitas dan masih hidup, terjemahan bagus, kualitas video oke, minusnya cuma font-nya terlalu kotak tidak sesuai dengan selera saya emoticon-Malu (S)


Quote:Original Posted By ifanzdesu
Dibilang berani sih jelas berani, mungkin cuma enggak sekonsisten dulu yang mana masih belum terlalu tercekik sama tanggung jawab duniawi. Memang kebanyakan orang lebih nikmatin yang lebih cepat duluan/cepat saji dibandingkan fansub yang emang mengutamakan kualitasnya, tapi itu enggak bikin minder kok. Biarpun mungkin cuma ada 1-2 penikmat senggaknya para fansub udah ngasih apa yang terbaik biarpun cuma sedikit orang yang menikmati. Rasa puas akan menyelesaikan sesuatu itu yang dicari. Apresiasi dari orang yang menikmati itu sendiri jadi nilai bonus.



====================================================

Kabar gembira nih, baru-baru ini kanal YouTube Muse Asia yang menyediakan/menayangkan anime berlisensi (legal) secara gratis, siap mengembangkan sayapnya ke Vietnam setelah stabil di Asia Tenggara.

Dan tidak menutup kemungkinan kedepannya Muse Asia akan masuk secara khusus ke Indonesia. emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By Gailham
Sedikit OOT, channelMuse Asia yang berkonten tontonan anime legal kini bersiap meluncurkan cabangnya di Vietnam setelah stabil di pasar Asia Tenggara + India secara umum.

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?


Diubah oleh MasUzzan
0 0
0
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
15-02-2020 10:55
Gimana yah...
IMO, dari tujuan awal dan motivasi utama menjadi fansubber udah salah... Otomatis kl arahnya dari awal udah salah, kedepannya jg ngga akan bertahan..

Kl motivasinya duit, ya ngga bakalan berduit yg namanya fansubber.

Dan berdasarkan definisi 'fansub', fansub indo pun udah salah..
Tujuan utama fansub itu menerjemahkan bahasa asli (original) ke bahasa indonesia. Menerjemahkannya pun tidak boleh asal-asalan. Harus bisa menerjemahkan ke dalam bahasa indonesia dengan tidak mengubah makna bahasa originalnya.

Sayangnya tidak ada satupun subber indo itu menerjemahkan dari bahasa original... Semua berdasarkan dari bahasa inggris yang diterjemahkan ke bahasa indonesia. Hal ini menjadikan fansub indo kurang diakui oleh member pada umumnya. Kecuali bagi mereka yang tidak peduli dengan itu semua.

Yang kedua masalah kualitas (pahe).
Fansub indo sayangnya mengorbankan kualitas. Umumnya satu eps anime 720p dengan durasi ± 24 menit memiliki file size ± 700mb, diubah oleh fansub indo menjadi ± 100mb...

Di luar pun hampir sama dengan di indo.
Hanya fansub-fansub 'tua' saja yang masih bertahan sampai sekarang.
Saizen, damedesuyo, commie, mezashite.
profile-picture
profile-picture
steven.thereds dan grenademan24 memberi reputasi
2 0
2
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
15-02-2020 11:10
Quote:Original Posted By honinbo
Gimana yah...
IMO, dari tujuan awal dan motivasi utama menjadi fansubber udah salah... Otomatis kl arahnya dari awal udah salah, kedepannya jg ngga akan bertahan..

Kl motivasinya duit, ya ngga bakalan berduit yg namanya fansubber.

Dan berdasarkan definisi 'fansub', fansub indo pun udah salah..
Tujuan utama fansub itu menerjemahkan bahasa asli (original) ke bahasa indonesia. Menerjemahkannya pun tidak boleh asal-asalan. Harus bisa menerjemahkan ke dalam bahasa indonesia dengan tidak mengubah makna bahasa originalnya.

Sayangnya tidak ada satupun subber indo itu menerjemahkan dari bahasa original... Semua berdasarkan dari bahasa inggris yang diterjemahkan ke bahasa indonesia. Hal ini menjadikan fansub indo kurang diakui oleh member pada umumnya. Kecuali bagi mereka yang tidak peduli dengan itu semua.

Yang kedua masalah kualitas (pahe).
Fansub indo sayangnya mengorbankan kualitas. Umumnya satu eps anime 720p dengan durasi ± 24 menit memiliki file size ± 700mb, diubah oleh fansub indo menjadi ± 100mb...

Di luar pun hampir sama dengan di indo.
Hanya fansub-fansub 'tua' saja yang masih bertahan sampai sekarang.
Saizen, damedesuyo, commie, mezashite.


Di indo dulu ada Shirosubs yang ngesub langsung dari JP ke Indo, tapi ya sekarang udah modar.

Nah kalo masalah kualitas, kembali lagi ke penontonnya gan. Bisa saja sih ukuran filenya dibuat sama seperti video RAWnya dan tidak diencode lagi. Imbasnya nanti ke fansub itu sendiri, soalnya penikmat anime di Indo itu rata2 masih di jenjang sekolah yang tentunya punya keterbatasan kuota dan media penyimpanan.
profile-picture
honinbo memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
15-02-2020 11:33
Di dunia fansub ada istilah rebutan project gak ?
Trus apakah suatu fansub juga memirror project fansub lain ke websitenya sendiri ?
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
15-02-2020 11:36
Quote:Original Posted By ffsuperteam
Di dunia fansub ada istilah rebutan project gak ?
Trus apakah suatu fansub juga memirror project fansub lain ke websitenya sendiri ?


Nggak ada bray, jadi biasanya anime yang terkenal gitu bakal disub oleh banyak fansub. Contohnya musim kemarin ada Azur Lane yang digangbang sama 14 fansub indo.
Di sini
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
15-02-2020 12:00
Quote:Original Posted By ffsuperteam
Oh jadi bisa berjamaah rame2
Berarti beda sama dunia scanlation yg punya kode etik tidak tertulis. Kalo suatu manga sudah dikerjakan oleh satu scanl, manga tersebut ga boleh dikerjakan sama scanlation lain. Kecuali yg punya scan ngestop projectnya.

Selain itu, kalo diindo ada tradisi saling sharing antar project di situs mereka. Makanya tadi ane tanya apakah suatu fansub juga ngeshare hasil kerjaan mereka ke fansub lain


Baru ngeh kalo scanlation ada kode etik kek gitu.

Kalo kerja sama antar fansub banyak gan, tapi sistemnya joinan project gitu. Jadi semisal satu anime dikerjakan 2 fansub maka tagnya di depan hasil terjemahan mereka bakal ganti dari awalnya [Moesubs] dan [Tiramisubs] kalo nggak joinan, kalo mereka join project tagnya biasanya gabungan [TiraMoe]. Kalo share2an gitu nggak ada deh kayaknya, palingan cuman dimonopoli sama fanshare2.
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
15-02-2020 14:07
Quote:Original Posted By MasUzzan


Baru ngeh kalo scanlation ada kode etik kek gitu.

Kalo kerja sama antar fansub banyak gan, tapi sistemnya joinan project gitu. Jadi semisal satu anime dikerjakan 2 fansub maka tagnya di depan hasil terjemahan mereka bakal ganti dari awalnya [Moesubs] dan [Tiramisubs] kalo nggak joinan, kalo mereka join project tagnya biasanya gabungan [TiraMoe]. Kalo share2an gitu nggak ada deh kayaknya, palingan cuman dimonopoli sama fanshare2.


Quote:Original Posted By honinbo
AFAIK
Balik ke ego mereka masing-masing itu sih..
Rebutan? Pastinya iya kl FS yang mereka pegang pegen jadi yang pertama ngerilis hasilnya...

Tapi ane sih ngga pernah denger kl satu FS nge-tag anime tertentu, FS yang laen ngga boleh nge-sub anime tsb..

Kl mereka udah punya web sendiri, keknya ngga mungkin mereka share hasil rilisan FS laen...


Aturannya ga sekaku itu, bukan kyk "ini project gw yg lain ga boleh ngambil." Maksudnya kalo udh ada yg ngerjai satu anime/manga, yg lain lebih baik cari yg lain. Ibaratnya ngapain cape2 ngerjain yg udh dikerjain org.

Kecuali dalam kasus kyk rebutan rilisan pertama begitu, kalo ada bebrapa yg ngerjain trus mereka milih bertahan dan komitmen buat ngerilis terus, ga masalah.

Yg jadi masalah itu kalo ada satu scanlation ngerjain project dan masih lanjut, tiba2 dipotong scanlation lain dari ch yg rilis terakhir. Tentu yg ngerjain dari awal bakal marah.



Terkait yg saling share itu (lebih tepatnya mirroring dgn tetap menyertakan credit) cuma ada di scanlation indo sih. Makanya ane tanya apa hal begini juga terjadi di fansub. Dari sini ane bisa melihat ego mereka terhadap karya bajakan itu seperti apa. Apa lagi dari dalamnya iklan yg mereka tanam, seakan akan karya itu udh jadi milik mereka.
profile-picture
honinbo memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
15-02-2020 14:41
Quote:Original Posted By ffsuperteam
Aturannya ga sekaku itu, bukan kyk "ini project gw yg lain ga boleh ngambil." Maksudnya kalo udh ada yg ngerjai satu anime/manga, yg lain lebih baik cari yg lain. Ibaratnya ngapain cape2 ngerjain yg udh dikerjain org.

Kecuali dalam kasus kyk rebutan rilisan pertama begitu, kalo ada bebrapa yg ngerjain trus mereka milih bertahan dan komitmen buat ngerilis terus, ga masalah.

Yg jadi masalah itu kalo ada satu scanlation ngerjain project dan masih lanjut, tiba2 dipotong scanlation lain dari ch yg rilis terakhir. Tentu yg ngerjain dari awal bakal marah.



Terkait yg saling share itu (lebih tepatnya mirroring dgn tetap menyertakan credit) cuma ada di scanlation indo sih. Makanya ane tanya apa hal begini juga terjadi di fansub. Dari sini ane bisa melihat ego mereka terhadap karya bajakan itu seperti apa. Apa lagi dari dalamnya iklan yg mereka tanam, seakan akan karya itu udh jadi milik mereka.


Hmm coba fansub indo juga kek gini, rapi deh jadinya. Cuman masalahnya kualitas dan gaya bahasa terjemahan tiap fansub beda2. Ada yang lokalisasi (tanpa honorifik -kun -chan dll) ada juga yang masih mencatumkan honorofik. Dan yang lebih lucunya lagi beberapa fansub masih mempertahankan salah satu kata aslinya. Contohnya : Its all according to keikaku (keikaku doori). Dengan TL note Keikaku means plan. emoticon-Ngakak (S)

Dan yak, kalo masalah watermark2an kayaknya kebanyakan fansub juga udah pakai, dibuat gede dan dihardsub juga. Jadi udah nggak bisa diklaim lagi sama fanshare atau fansub lain. Efeknya sih ntar garapan anime versi BDnya jadi sepi, soalnya nggak ada lagi softsub yang bisa diambil, dan ujung2nya harus translate ulang. emoticon-Berduka (S)
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
15-02-2020 19:09
moga aja tidak punah dikemudian hari :tepar
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
15-02-2020 20:18
Ini agan TS dulunya mimin di Moesubs kah? Dan bikin trit setelah AWSubs mundur teratur kah emoticon-Leh Uga

Dulu sempat langganan di AWSubs walau selanjutnya mundur teratur setelah muncul database fansub. Harus diakui koleksinya lumayan lengkap dan cepat rilis walau kadang kesal banyak typo-typo.nya emoticon-Big Grin

Pengalaman dulu fansub udah lumayan rame jaman 2012. Karena SAO booming banyak yang berlomba-lomba bikin fansub walau selanjutnya yang gugur juga banyak emoticon-Big Grin

Benar-benar nih, dekade baru makin banyak yang gugur. Semoga ada yang kuat bikin usaha lisensi lokalisasi anime. Pengalaman Ponimu dan Anibee bikin nyesek euy emoticon-Frown
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
16-02-2020 07:18
Quote:Mari baca blog yg telah terkurasi KaryaKarsa ini👇
Pembuktian Matematika dan Istilah Q.E.D. (Quod Erat Demonstrandum) yang menjadi judul manga
Film Pi (π) dan Angka 216
Musisi Amerika Serikat Kareem Salama & lagunya tentang filsuf Aristoteles & Ibnu Rusyd
Selain Golden Ratio, Silver Ratio Juga Ada(yang juga disebut di Game Persona 5)


Nice thread TS emoticon-2 Jempol
Banyak info yang ane tahu, misal itu FB Drama Fansub emoticon-Big Grin
Agan-agan di sini juga, tengkyu atas tambahan info & diskusinya emoticon-2 Jempol

Penasaran, yang ngesub apa ada yg pernah nyantumin pengalaman mereka ya (misalnya kalau melamar jadi penerjemah)?
emoticon-Big Grin

emoticon-Traveller
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
16-02-2020 11:52
bedanya fansubber ama pembajak apa ya?
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
16-02-2020 12:24
Quote:Original Posted By Gailham
Ini agan TS dulunya mimin di Moesubs kah? Dan bikin trit setelah AWSubs mundur teratur kah emoticon-Leh Uga

Dulu sempat langganan di AWSubs walau selanjutnya mundur teratur setelah muncul database fansub. Harus diakui koleksinya lumayan lengkap dan cepat rilis walau kadang kesal banyak typo-typo.nya emoticon-Big Grin

Pengalaman dulu fansub udah lumayan rame jaman 2012. Karena SAO booming banyak yang berlomba-lomba bikin fansub walau selanjutnya yang gugur juga banyak emoticon-Big Grin

Benar-benar nih, dekade baru makin banyak yang gugur. Semoga ada yang kuat bikin usaha lisensi lokalisasi anime. Pengalaman Ponimu dan Anibee bikin nyesek euy emoticon-Frown

Sayang sekali ane bukan staff di Moe dan nggak pernah masuk fansub. Paling cuman tau prosesnya doang, dulu sering mampir di IRCnya mereka soalnya, sekarang mah udah pada pindah ke discord. Dan itu ane cuman pinjem jargonnya Paman doang emoticon-Ngakak (S)

AWSubs itu nggak ada editor/TL check, wajar lah banyak typo.

Kalo yang gugur fansub yang ternak dollar sih ane mah fine2 aja. Tapi semoga aja yang official2 makin banyak dan jangan sampe gugur kek Ponimu.
Quote:Original Posted By kreator.9.ES
Nice thread TS emoticon-2 Jempol
Banyak info yang ane tahu, misal itu FB Drama Fansub emoticon-Big Grin
Agan-agan di sini juga, tengkyu atas tambahan info & diskusinya emoticon-2 Jempol

Penasaran, yang ngesub apa ada yg pernah nyantumin pengalaman mereka ya (misalnya kalau melamar jadi penerjemah)?
emoticon-Big Grin

emoticon-Traveller

Dulu ada sih, salah satu staffnya Ankoku Fansub yang sempet jadi penerjemah di mana gitu, ane lupa.
Quote:Original Posted By ssdestroyer
bedanya fansubber ama pembajak apa ya?

Sama aja gan, kagak ada ijin sama produsernya. emoticon-Hammer (S)
Diubah oleh MasUzzan
profile-picture
Gailham memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
16-02-2020 13:46
Satu-satunya fansub yg gw ikuti cuma gantzid doang.

Well, karena cuma fansub ini yg garap project jojo sub indo. emoticon-Leh Uga
Diubah oleh not.allowence
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
16-02-2020 14:46
woa jadi gitu toh, kisah dibalik proses nge sub sebuah anime. ternyata dibalik 30 menit nonton, ada berapa banyak tangan bekerja dibaliknya emoticon-Tepuk Tangan
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
17-02-2020 00:10
Bukan fansubber emoticon-Hammer2 selama masih ada yg upload raw & typesetter siapapun orgnya gk masalah dah emoticon-Leh Uga
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
17-02-2020 00:35
Well yes, but actually no.

Ini jawaban paling aman emang. Well played, tsemoticon-Ngakak
Yah mau gimana lagi, banyak anime fans indo yang sayangnya cuma mau menikmati, enggak mau mengembangkan hobinya. Jatohnya balik lagi ke duit, karena motivasi utama itu yg paling mendorong orang mau berkarya. Eits kesampingkan dulu jumlahnya ya. Karena bagi kaum rebahan, recehan pun bakal ditilep, kayak kreator di kaskus ini. Ane contohnyaemoticon-Hammer2

Quote:Original Posted By ffsuperteam
Oh jadi bisa berjamaah rame2
Berarti beda sama dunia scanlation yg punya kode etik tidak tertulis. Kalo suatu manga sudah dikerjakan oleh satu scanl, manga tersebut ga boleh dikerjakan sama scanlation lain. Kecuali yg punya scan ngestop projectnya.

Selain itu, kalo diindo ada tradisi saling sharing antar project di situs mereka. Makanya tadi ane tanya apakah suatu fansub juga ngeshare hasil kerjaan mereka ke fansub lain

Beberapa sih ada ya, kayak moe waktu masih aktif, sama tirami. Mereka ngeshare takarir gitu sama font nya dan chapter segala, lengkap banget dah.
Asli kalo ada kode etik macem gitu mantep banget. Idealis juga rasanya.
Quote:Original Posted By ssdestroyer
bedanya fansubber ama pembajak apa ya?

Hmm tipis banget sih bedanya, tergantung fansubnya juga. Kalo pembajak sih jelas banget mereka mengambil keuntungan finansial dari karya orang lain. Kalo fansubnya idealis, ya bagi2 takarir doang udah cukup. Meskipun dalam prakteknya mesti menyertakan video yang di soft maupun hardsub. Jadi pembajak pasti fansub, namun fansub enggak musti pembajak. Itu dari sisi sharing nya. Kalo dari internal ya fansub sama aja pembajak.

Yang murni bukan pembajak ya translator movie di subscene yang nerjemahin dari source bahasa lain wkwkw
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
17-02-2020 00:42
Sekarang lebih sering streaming english sih ya. Contoh aja di kissanime juga ane enggak tau mereka ambil sub darimana. Mungkin ada yg bisa jawab.
Kalo buat koleksi mah ane pake sub indo, apalagi kalo ada rilisan bd. Dari artikulasi sih banyak yang keliru terjemahannya, terutama untuk frasa maupun peribahasa yang dilokalkan. Kadang enggak suka juga sih, lantaran udah akrab dengan struktur b. Jepun, tapi di sub nya kena lokalisasi. Makanya ane lebih respek kalo ada fansub yg rada wacky, sering alay namun setia mempertahankan sisi jepangnya dengan ngasih tl note.
Cuma fansub yg kayak gini gak bakal populer di kalangan mainstream.
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
17-02-2020 09:10
Quote:Original Posted By causechooser
Bukan fansubber emoticon-Hammer2 selama masih ada yg upload raw & typesetter siapapun orgnya gk masalah dah emoticon-Leh Uga

Nah ini juga, beberapa typesetter yang bener bener jago kayak iFanz dan rakaosd udah jarang ditemui. ane terakhir muter2 discord fansub, rata2 kekurangan typesetter, dan kebanyakan dari mereka akhirnya memilih pakai /an8 emoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By arai01
Well yes, but actually no.

Ini jawaban paling aman emang. Well played, tsemoticon-Ngakak
Yah mau gimana lagi, banyak anime fans indo yang sayangnya cuma mau menikmati, enggak mau mengembangkan hobinya. Jatohnya balik lagi ke duit, karena motivasi utama itu yg paling mendorong orang mau berkarya. Eits kesampingkan dulu jumlahnya ya. Karena bagi kaum rebahan, recehan pun bakal ditilep, kayak kreator di kaskus ini. Ane contohnyaemoticon-Hammer2

Beberapa sih ada ya, kayak moe waktu masih aktif, sama tirami. Mereka ngeshare takarir gitu sama font nya dan chapter segala, lengkap banget dah.
Asli kalo ada kode etik macem gitu mantep banget. Idealis juga rasanya.

Hmm tipis banget sih bedanya, tergantung fansubnya juga. Kalo pembajak sih jelas banget mereka mengambil keuntungan finansial dari karya orang lain. Kalo fansubnya idealis, ya bagi2 takarir doang udah cukup. Meskipun dalam prakteknya mesti menyertakan video yang di soft maupun hardsub. Jadi pembajak pasti fansub, namun fansub enggak musti pembajak. Itu dari sisi sharing nya. Kalo dari internal ya fansub sama aja pembajak.

Yang murni bukan pembajak ya translator movie di subscene yang nerjemahin dari source bahasa lain wkwkw

Rata2 cyclenya sih kek gini,
>eh keren juga ya kalo bisa bikin web anime sub indo kek gini
>wah ini translatenya salah, harusnya tuh gini
>install aegisub
>bikin blog/website
>bayar domain
>publish satu anime bersubtitle
>sepi
>galau mau lanjut atau nggak
>dihujat
>tambah sepi
>nggak ada duit buat bayar domain
>pensi

Nah kalo soal fansub yang cuman ngeshare takarirnya ada tuh dulu MangaNeko, cuman kita tetep mau nggak mau download videonya dari web lain. dan ujung2nya mbajak juga emoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By arai01
Sekarang lebih sering streaming english sih ya. Contoh aja di kissanime juga ane enggak tau mereka ambil sub darimana. Mungkin ada yg bisa jawab.
Kalo buat koleksi mah ane pake sub indo, apalagi kalo ada rilisan bd. Dari artikulasi sih banyak yang keliru terjemahannya, terutama untuk frasa maupun peribahasa yang dilokalkan. Kadang enggak suka juga sih, lantaran udah akrab dengan struktur b. Jepun, tapi di sub nya kena lokalisasi. Makanya ane lebih respek kalo ada fansub yg rada wacky, sering alay namun setia mempertahankan sisi jepangnya dengan ngasih tl note.
Cuma fansub yg kayak gini gak bakal populer di kalangan mainstream.


Kalo ane malah jarang atau malah nggak pernah striming, karena keterbatasan koneksi internet di sini, jadi mau nggak mau ya harus download. Kalo masalah sub indo atau inggris, ane pilih2 tergantung fansubnya. kalo dirasa yang garap sub indo fansubnya reputasi nggak bagus kayak Rikei koi yang digarap sama AW dan Quin ane pilih cari sub inggris.
0 0
0
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
17-02-2020 09:43
fansub hilang anime indo mati
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Hobby & Community
pemberitahuan-blog-baru
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia