Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
105
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e43e6b4f4d695722c167896/nilai-asetmu-di-mata-pajak-bank-dan-fintech
Bulan Nopember 2019 lalu, Ane ke Kantor Pelayanan Pajak untuk mengurus NPWP, sebagai salah satu pendukung persyaratan pinjaman di sebuah Bank. Ane ngurus NPWP Perorangan/Pribadi, sebagai Pekerja Bebas.
Lapor Hansip
12-02-2020 18:51

Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech

Past Hot Thread
icon-verified-thread

Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
#480

Yang dimaksud ASET di sini adalah PENGHASILAN PER BULAN.


Bulan Nopember 2019 lalu, Ane ke Kantor Pelayanan Pajak untuk mengurus NPWP, sebagai salah satu pendukung persyaratan pinjaman di sebuah Bank. Ane ngurus NPWP Perorangan/Pribadi, sebagai Pekerja Bebas.

Ane mengisi data penghasilan/aset kotor perbulan berkisar antara 2 - 3 juta rupiah. Selanjutnya Ane dikasih info bahwa pajak UMKM seperti Ane ini adalah 0,5% dari jumlah aset perbulan. Dengan ketentuan tersebut, Ane membayangkan maksimal setiap bulan bayar pajak sebesar Rp.15.000,-

Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech

Setelah mengantongi NPWP, Ane mengajukan pinjaman di Bank. Permohonan Ane diterima, namun jumlah yang disetujui hanya 50% dari yang Ane ajukan. Alasannya, aset penghasilan Ane 'tidak begitu menjamin' bahwa Ane mampu membayar cicilannya setiap bulan.

Daripada tak dapat pinjaman, ya Ane terima aja jumlah pinjaman yang disetujui itu. Maka pada bulan Januari kemarin, Ane mulai bayar pajak dan cicilan pinjaman Bank.

Yang bikin Ane kaget adalah tagihan pajak yang di luar ekspektasi. Ternyata Ane dikenakan pajak sekitar 1% atau Rp.25.000,- per bulan. Atau mungkin tetap dikenakan pajak 0,5%, tapi aset Ane ditaksir 5 juta rupiah per bulan.

Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech

Awalnya Ane 'protes', namun setelah dijelaskan oleh petugas pajak, akhirnya Ane nerima saja, meski masih belum 'puas' dengan alasan yang dikemukakan petugas tersebut.

****

Dari peristiwa ini Ane bisa mengambil pelajaran, bahwa aset yang kita miliki, dinilai oleh orang lain sesuai dengan kepentingannya.

Pihak Pajak, mungkin akan menilai aset kita sangat banyak dan bernilai tinggi, sehingga pajak yang dikenakan juga tinggi, meski kita sudah mengemukakan bukti-bukti penghasilan kita yang sebenarnya.

Pihak Bank, akan menghitung aset kita berdasarkan harga terendah, sehingga nilainya juga rendah, dan nilai jaminannya pun rendah. Karena itu, mereka hanya memberikan pinjaman sesuai 'analisis kemampuan membayar' dari nasabah.

Dari peristiwa terlihat bahwa Pihak Pajak begitu 'yakin' menganggap kita mampu membayar pajak. Sebaliknya Pihak Bank 'sangat skeptis' terhadap kemampuan kita membayar cicilan.

Perbedaan pola pandang ini, karena perbedaan kepentingan dari kedua lembaga tersebut. Pihak Pajak tentu menginginkan income yang besar dari Wajib Pajak. Sedangkan Bank, sangat mengantisipasi kredit macet yang dapat menghambat usaha mereka. Karena itu, pajak ditetapkan berdasarkan penghasilan kotor terbesar WP. Sedangkan Bank menilai aset bersih terkecil dari nasabah. Dengan kata lain, pengelolaan manajemen risiko dari pihak Bank menekan nilai aset nasabah, sementara Pihak Pajak mengangkat nilai aset WP.

Beda lagi dengan Fintech. Mereka tidak menilai aset kita, tapi cukup dengan data yang membuat mereka yakin bahwa kita mampu membayar pinjaman. Surat menyurat hanyalah persyaratan formal, yang tidak menambah atau mengurangi nilai aset kita di mata mereka. Selama kita mampu bayar pinjaman tepat waktu, kita akan dinilai sebagai orang yang tepercaya, sehingga quota jumlah pinjaman akan bertambah untuk pinjaman berikutnya.

Begitulah, nilai aset kita dilihat dari kepentingan setiap orang yang menilainya. Silakan nilai dan anggap dirimu hebat, kaya dsb, tapi penilaian akhir tetap tergantung pengakuan orang lain.

Karena itu, ungkapan bijak mengatakan: "Tak perlu kau tunjukkan kelebihanmu, sebab orang yang membencimu tak percaya itu, dan orang yang menyukaimu tak perlu itu.(*)
****
Opini pribadi.
Diubah oleh Aboeyy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 41 lainnya memberi reputasi
42
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 3 dari 5
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 21:42
Cuman buat data aja
0 0
0
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 21:51
Quote:Original Posted By Aboeyy

Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
#480

Yang dimaksud ASET di sini adalah PENGHASILAN PER BULAN.


Bulan Nopember 2019 lalu, Ane ke Kantor Pelayanan Pajak untuk mengurus NPWP, sebagai salah satu pendukung persyaratan pinjaman di sebuah Bank. Ane ngurus NPWP Perorangan/Pribadi, sebagai Pekerja Bebas.

Ane mengisi data penghasilan/aset kotor perbulan berkisar antara 2 - 3 juta rupiah. Selanjutnya Ane dikasih info bahwa pajak UMKM seperti Ane ini adalah 0,5% dari jumlah aset perbulan. Dengan ketentuan tersebut, Ane membayangkan maksimal setiap bulan bayar pajak sebesar Rp.15.000,-

Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech

Setelah mengantongi NPWP, Ane mengajukan pinjaman di Bank. Permohonan Ane diterima, namun jumlah yang disetujui hanya 50% dari yang Ane ajukan. Alasannya, aset penghasilan Ane 'tidak begitu menjamin' bahwa Ane mampu membayar cicilannya setiap bulan.

Daripada tak dapat pinjaman, ya Ane terima aja jumlah pinjaman yang disetujui itu. Maka pada bulan Januari kemarin, Ane mulai bayar pajak dan cicilan pinjaman Bank.

Yang bikin Ane kaget adalah tagihan pajak yang di luar ekspektasi. Ternyata Ane dikenakan pajak sekitar 1% atau Rp.25.000,- per bulan. Atau mungkin tetap dikenakan pajak 0,5%, tapi aset Ane ditaksir 5 juta rupiah per bulan.

Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech

Awalnya Ane 'protes', namun setelah dijelaskan oleh petugas pajak, akhirnya Ane nerima saja, meski masih belum 'puas' dengan alasan yang dikemukakan petugas tersebut.

****

Dari peristiwa ini Ane bisa mengambil pelajaran, bahwa aset yang kita miliki, dinilai oleh orang lain sesuai dengan kepentingannya.

Pihak Pajak, mungkin akan menilai aset kita sangat banyak dan bernilai tinggi, sehingga pajak yang dikenakan juga tinggi, meski kita sudah mengemukakan bukti-bukti penghasilan kita yang sebenarnya.

Pihak Bank, akan menghitung aset kita berdasarkan harga terendah, sehingga nilainya juga rendah, dan nilai jaminannya pun rendah. Karena itu, mereka hanya memberikan pinjaman sesuai 'analisis kemampuan membayar' dari nasabah.

Dari peristiwa terlihat bahwa Pihak Pajak begitu 'yakin' menganggap kita mampu membayar pajak. Sebaliknya Pihak Bank 'sangat skeptis' terhadap kemampuan kita membayar cicilan.

Perbedaan pola pandang ini, karena perbedaan kepentingan dari kedua lembaga tersebut. Pihak Pajak tentu menginginkan income yang besar dari Wajib Pajak. Sedangkan Bank, sangat mengantisipasi kredit macet yang dapat menghambat usaha mereka. Karena itu, pajak ditetapkan berdasarkan penghasilan kotor terbesar WP. Sedangkan Bank menilai aset bersih terkecil dari nasabah. Dengan kata lain, pengelolaan manajemen risiko dari pihak Bank menekan nilai aset nasabah, sementara Pihak Pajak mengangkat nilai aset WP.

Beda lagi dengan Fintech. Mereka tidak menilai aset kita, tapi cukup dengan data yang membuat mereka yakin bahwa kita mampu membayar pinjaman. Surat menyurat hanyalah persyaratan formal, yang tidak menambah atau mengurangi nilai aset kita di mata mereka. Selama kita mampu bayar pinjaman tepat waktu, kita akan dinilai sebagai orang yang tepercaya, sehingga quota jumlah pinjaman akan bertambah untuk pinjaman berikutnya.

Begitulah, nilai aset kita dilihat dari kepentingan setiap orang yang menilainya. Silakan nilai dan anggap dirimu hebat, kaya dsb, tapi penilaian akhir tetap tergantung pengakuan orang lain.

Karena itu, ungkapan bijak mengatakan: "Tak perlu kau tunjukkan kelebihanmu, sebab orang yang membencimu tak percaya itu, dan orang yang menyukaimu tak perlu itu.(*)
****
Opini pribadi.


Kok malah bayar pajak? Penghasilan 2-3 juta per bulan ambil tarif yang PTKP saja pak. Jangan omset. Bapak ga perlu bayar pajak sama sekali jadinya.
profile-picture
profile-picture
lonelyboy13 dan ciptawan memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 22:00
Baru tahu ane, good info
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
1 0
1
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 22:29
Sumpah sebagai orang yang paham pajak gw gapaham apa maksut ente, aset = omset lah, tarip 0,5% tiba tiba jadi 1% lah
profile-picture
profile-picture
lonelyboy13 dan ciptawan memberi reputasi
2 0
2
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 22:31
Quote:Original Posted By prestige
kayaknya pemahaman lw perlu gw luruskan, scr gw kan sk jadi konsultan pajak ya

pertama kita bedain aset sama penghasilan

aset itu harta yg lw dapet dari dulu dulu misal motor yg lw beli di tahun 2014 seharga 20 jt, maka di spt tahun 2019 lw masukin motor dgn harga 20 jt peroleham taun 2019

selama 2019 lw dapet duit per bulan 20 jt asumsi gw lw bkn karyawan ya berarti lw bayar 0,5% dari omzet 20 jt, inget ya omzet berarti lw bayar 100rb, nah dr 20jt x 12 = 240jt setahun let say margin keuntungan lw 40jt, lw masukin sebagai tabungan

berarti total aset lw di spt 20 jt + 40 jt

aset lw menurut bank dikoreksi harga mtr dinilai misal 10 jt + 40 jt, kalo bank ngeliat lw dalam setahun terakhir penghasilan gmn arus kasnya, nah dRi situ dasar pencairan kredit lw

kl fintech, liat dr data SID, kl track record bagus ya dicairin

sederhananya SPT berdasarkan nilai historik, kalo bank berdasarkan prediksi ke depannya


Berarti umkm itu harys bikn npwp walau omset sebulan 5 juta rupiah?

Yang diatas cerita TS itu sebagai Reseller atau emang produsen sendiri?

Nyes juga kalau Reseller misal tangan ke 3/4 berarti udah melewati 4x penambahan pajak.


Yang termasuk asset itu apa aja? Berdasarkan Nama ( NIK ) atay berdasarkan Keluarga ( KK ).

Belum pernah nih bayar pajak dan emang ga ngerti tentang perpajakan.



Pajak everywhere

Nambah :
Kalau pedagang :
Kalau omsetnya 30jt dengan keuntungn 20% dari harga jual alias 25% dari modal.

Sebulan dapet netto 6juta.

Pajak : 150rb
Listrik : 200rb
Air :100rb
Sewa tempat : 800-1000rb
Keamanan dan kebersihan : 30rb
Bayat cicilan bank : 3juta

Ewww sedih amat ya 😂
Diubah oleh gentongb
profile-picture
profile-picture
lonelyboy13 dan ciptawan memberi reputasi
2 0
2
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 22:41
kalau saya waktu aktifin npwp sebagia wirausaha elektronik
jdi pke pp23
kalau 1jt pajaknya 5rb
jdi hitung saja
kalau 3jt ya 15rb
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
1 0
1
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 22:42
hahahah meme-nya relatable buangeett... ada lagi meme yang gambarin orang orang yang terlihat kaya di mata orang bank... dan terlihat miskin di mata orang pajak...

itu semua dilakuin supaya mudah dapat pinjaman dari bank dan ga dikenain pajak yang tinggi sama orang bank...
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
1 0
1
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 22:43
btw nice thread sih ini gan... menyampaikan ilmu yang harusnya kita kuasai dengan bacaan yang enak.... sayangnya masih ada yang ane belom paham siihh haha
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
1 0
1
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 22:59
Kadang2 perusahaan swasta melindungi karyawannya dr pajak dgn memberikan gaji yg kecil tp dgn bonus tambahan yg besar
profile-picture
profile-picture
lonelyboy13 dan ciptawan memberi reputasi
2 0
2
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 23:08
pajak penghasilan tuh, emang digabung sama aset ya?
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
1 0
1
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 23:16
urusan ma pajak rempong

mereka juga kejar target, ga perduli kondisi lu

emoticon-Cape deeehh

alasan buat pembangunan, alias bayar pns dan utang negara.

fasilitas tetep aja lu bayar tol, aspal jalan umum masih acak kadut bahkan swadaya.

emoticon-Cape deeehh
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
1 0
1
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 23:22
udh buat hidup aja susah
dipajakin pula..hadeeh
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
1 0
1
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
15-02-2020 23:33
Masalahnya di Indonesia, pajak dikorupsi, bunga bank kecil tp pelit ngasiih pinjaman.
Sedangkan Fintech, bunganya tinggi tp royal ngasih pinjaman.
Lama kelamaan yg rugi bank sendiri sih, krn beralih ke fintech.
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
1 0
1
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
16-02-2020 00:06
Quote:Original Posted By silvanyfatwa
umkm hidup segan mati tak mau, di pajakin. kampret lah


Dalam pajak ada teori handuk basah... sebelum diperas kering, basahi dulu handuknya

Teori ayam... ambil telornya jangan ambil ayamnya. Apalagi kandangnya dan tai2nya emoticon-Big Grin
profile-picture
rugged memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
16-02-2020 00:06
pinjaman ke bank tanpa npwp apakah bisa ? males banget rasanya bikin npwp
0 0
0
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
16-02-2020 00:26
pajak yg dikenakan itu penghasilan kotor?
0 0
0
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
16-02-2020 01:53
Quote:Original Posted By gentongb
Berarti umkm itu harys bikn npwp walau omset sebulan 5 juta rupiah?

Yang diatas cerita TS itu sebagai Reseller atau emang produsen sendiri?

Nyes juga kalau Reseller misal tangan ke 3/4 berarti udah melewati 4x penambahan pajak.


Yang termasuk asset itu apa aja? Berdasarkan Nama ( NIK ) atay berdasarkan Keluarga ( KK ).

Belum pernah nih bayar pajak dan emang ga ngerti tentang perpajakan.



Pajak everywhere

Nambah :
Kalau pedagang :
Kalau omsetnya 30jt dengan keuntungn 20% dari harga jual alias 25% dari modal.

Sebulan dapet netto 6juta.

Pajak : 150rb
Listrik : 200rb
Air :100rb
Sewa tempat : 800-1000rb
Keamanan dan kebersihan : 30rb
Bayat cicilan bank : 3juta

Ewww sedih amat ya 😂


gw jawab per part ya
1. scr aturan wajib berapapun penghasilannya berdasarkan PP23, karna dari nilai penjualan bukan dr keuntungan, praktiknya KPP gk bakal ada waktu urus pelaporan wp umkm, saran gw lapor aja nihil, biar npwp gk di non efektif kan

2. aset berdasarkan npwp gan, kalo lw dah dewasa dan kepisah dr ortu ya harta yg kepunyaan lw aja

3. kalo lw gk punya usaha atau pegawai di bawah ptkp kan gk perlu byar pajak, malah gk wajib lapor spt

4. omset 30 jt berarti bayar pajaknya 150rb kan, ya udah bayar aja serelanya toh mnrt gw kpp juga gk bs tau lw lapor sesuai atau nggak.


nah kalo usaha lw agak gede dan lw jd pengusaha kena pajak trs butuh seseorang untuk susun laporan keuangan, lw bs kontak gw dah emoticon-Angkat Beer
0 0
0
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
16-02-2020 01:56
Quote:Original Posted By gentongb
Berarti umkm itu harys bikn npwp walau omset sebulan 5 juta rupiah?

Yang diatas cerita TS itu sebagai Reseller atau emang produsen sendiri?

Nyes juga kalau Reseller misal tangan ke 3/4 berarti udah melewati 4x penambahan pajak.


Yang termasuk asset itu apa aja? Berdasarkan Nama ( NIK ) atay berdasarkan Keluarga ( KK ).

Belum pernah nih bayar pajak dan emang ga ngerti tentang perpajakan.



Pajak everywhere

Nambah :
Kalau pedagang :
Kalau omsetnya 30jt dengan keuntungn 20% dari harga jual alias 25% dari modal.

Sebulan dapet netto 6juta.

Pajak : 150rb
Listrik : 200rb
Air :100rb
Sewa tempat : 800-1000rb
Keamanan dan kebersihan : 30rb
Bayat cicilan bank : 3juta

Ewww sedih amat ya 😂

Selagi lu mau punya penghasilan ya lu harus bikin npwp entah penghasilan lu setahun bisa diatas ptkp atau tidak

Untuk aset itu lebih buat menilai kewajaran atas penghasilan yg lu dapet dan ga ngaruh ke penghitungan

Buat yg dibold, coba belajar soal ppn

Terakhir, jangan males belajar bikin pembukuan usaha. 1 buku buat pajak 1 buat kita sendiri
Diubah oleh sapisudamenyala
0 0
0
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
16-02-2020 01:57
Quote:Original Posted By benzzzzzzzzz
pinjaman ke bank tanpa npwp apakah bisa ? males banget rasanya bikin npwp


gk bisa

Quote:Original Posted By mykuroo
pajak yg dikenakan itu penghasilan kotor?


bukan penghasilan kotor tapi omzet ya kl bukan karyawan, kecuali lw ajukan permohonan ke kpp utk bayar sesuai pasal 17 UU Pph, artinya lw bayar PPh berdasarkan penghasilan bersih.
0 0
0
Halaman 3 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia