Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
72
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e40c0feaf7e932287469d2a/sisa-cinta-rani--sma-impian--part-1
Cerita ini merupakan cerita pengalaman sendiri, kisah nyata dari perjalanan semasa SMA hingga pada akhirnya harus berhadapan dengan dunia kerja yang banyak orang bilang, adalah dunia yang sedikit kejam karena banyak sikut-sikutan antara pekerja satu dengan pekerja lainnya. Rasanya, syukur alhamduliah hal itu belumlah aku temukan, semoga jangan pernah aku alami ketika menyelami status sebagai budak
Lapor Hansip
10-02-2020 09:33

Sisa Cinta Rani

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1     

Cerita ini merupakan cerita pengalaman sendiri, kisah nyata dari perjalanan semasa SMA hingga pada akhirnya harus berhadapan dengan dunia kerja yang banyak orang bilang, adalah dunia yang sedikit kejam karena banyak sikut-sikutan antara pekerja satu dengan pekerja lainnya. Rasanya, syukur alhamduliah hal itu belumlah aku temukan, semoga jangan pernah aku alami ketika menyelami status sebagai budak corporate. Cerita ini dimulai dari ketika aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), masa dimana juga banyak orang bilang, adalah salah satu masa terindah dalam kehidupan. Masa remaja dengan penuh pencarian jati diri, dikenal pula sebagai masa paling susah untuk dilupakan. Mungkin benar adanya bahwa masa putih abu-abu adalah masa yang susah untuk dilupakan, pasalnya hingga sekarang masih tersimpan betul berbagai momen masa tersebut.

Masa SMA aku habiskan di dua sekolah yang berbeda, yaitu SMA 1 .., dan SMA 3 .. Nama sekolah sengaja aku tidak sebutkan, rasanya aku malu apabila ada teman satu sekolahku yang membaca tulisan ini. Bahkan mungkin mereka akan bisa menebak siapa aku sebenarnya. Dari kedua sekolah tersebut, semua memiliki kesan yang dalam pada tiap momen yang aku alami. Salah satunya adalah SMA 1 ... yang merupakan SMA pertamaku, sekolah yang pada masa itu aku benar-benar impikan. Di sekolah tersebut aku menemukan berbagai hal yang aku suka, mulai dari teman-teman bermain, ekstra kurikuler yang memang sesuai minat, guru-guru yang baik hati, hingga dukungan yang begitu hebatnya dari sekolah tersebut terhadap siswa-siswi yang memiliki prestasi.

Bisa dibilang, untuk masuk ke SMA 1 ... tidaklah gampang, setiap siswa lulusan SMP harus memiliki nilai yang rata-rat harus 7 atau delapan. Belum lagi, kemampuan sekolah tersebut dalam menerima jumlah siswa-siswi (kuota) pun juga akan berpengaruh, sehingga nilai rata-rata yang tinggi akan membuat kita berada di titik aman untuk masuk ke sekolah yang jadi favorit di salah satu Kabupaten di Jawa Tengah. Banyak hal yang aku tempuh untuk bisa masuk ke sekolah impianku, diantaranya adalah belajar dengan giat dan juga masih ditunjang dengan mengikuti berbagai les mata pelajaran tambahan atas saran dari beberapa senior yang sudah duluan masuk ke sekolah itu.

Bimbel (Bimbingan belajar) aku lalui dengan mengikuti tiap kelasnya, masih teringah jelas setiap Rabu sore sepulang sekolah dengan mengayuh sepeda mini ku. “Pokoknya aku harus bisa masuk SMA 1,” itulah ucapan dalam hati masa itu sembari menikmati proses bimbel dan berbagai persiapan menghadapi ujian akhir SMP. Hingga pada akhirnya, pengumuman kelulusan pun telah keluar dalam kertas yang terpampang di Mading. Aku sendiri memperoleh NEM dengan total 41.08, dengan rata-rata 8,216 untuk 5 mata pelajaran.  Nilai yang sangat memuaskan atas kerja keras dan doa yang sudah dilakukan, tak heran kalau nilai tersebut jadi tiket mulus hingga akhirnya diterima di SMA 1, sekolah impian yang diimpikan oleh aku dan banyak siswa lain.

Sungguh bahagia tatkala itu, bisa merasakan pencapaian dari goal yang sudah tercapai, berasa puas bukan main dan sudah barang tentu membanggakan orangtua ku. Tak heran kalau Ibu ku kerap menggembar-gemborkan keberhasilanku masuk SMA 1 di rombongan ibu-ibu mengaji dan arisan. Memasuki sekolah baru, masa baru, teman baru, dan sudah pasti bakal meraskaan perjalanan baru. Tak disangka, di sekolah ini juga akhirnya aku mulai mengenal cinta, meskipun beberapa orang bilang anak ingusan baru beranjak gede pacaran adalah cinta monyet. Kalau memang itu cinta monyet, tapi mengapa hingga tulisan ini dibuat pun rasa itu masih tersisa??? Namanya juga Mantan.., (Masih akan terus ada dalam ingatan)...



Diubah oleh JulidHati
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alva610 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
10-02-2020 09:33
Reserved
0 0
0
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
10-02-2020 09:44

Sisa Cinta Rani | Satu Mimpi Berprestasi dalam Musik | Part 2

 SMA 1 ... yang masuk dalam provinsi Jawa Tengah ini dikenal tak hanya karena siswa-siswinya yang berprestasi dalam hal mata pelajaran, namun ketika di jamanku juga dikenal melalui berbagai kegiatan seperti ekstrakurikuler sehingga kerap diperhitungkan oleh sekolah-sekolah lain di tingkat Kabupaten tersebut. Dari sekian kegiatan dan ekstrakurikuler yang ada di SMA 1 ... , aku lebih memilih bermain musik, meskipun setiap hari jumat mengikuti kegiatan Pramuka karena memang diwajibkan bagi siswa kelas 1. Aku memilih kegiatan bermusik, karena sedari masih berada di bangku Sekolah Dasar pun seni menjadi salah satu bidang atau bakat yang digeluti, salah satunya aku kerap mengikuti lomba Macapat (Bernyanyi lagu Jawa). Tanpa mengurangi rasa hormat dan tak bermaksud sombong, aku pernah berhasil menjuarai ‘Lomba Macapat’ tingkat Kecamatan dan kemudian dikirim untuk bertarung kembali di tingkat Kabupaten.

Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1

Credit   shutterstock.com 

Bermusik di SMA 1 aku awali dengan kerap menonton senior-senior (kakak kelas) yang kerap berlatih band sepulang sekolah. Sesekali mencoba nimbrung dengan berusaha ngobrol dan membuka topik pembicaraan dengan senior yang meskipun awalnya aku merasa segan untuk. Hampir selama tiga bulan aku hanya sebagai penonton di ekstrakurikuler tersebut, sembari mencari teman satu tingkatan (kelas 1) untuk diajak membuat band. Oh ya.. , sebelumnya di SMP pun aku sudah tergabung dalam band sekolah bernama Spidol, bersama Rendra, Satria, dan Iwan yang memang band SMP, terdiri personil yang bukan satu kelas dan beda tingkat. Sampai pada akhirnya, di SMA 1 pun aku tergabung dalam sebuah band, kami biasanya meng-cover lagu-lagu rock seperti lagu milik Niki Astria, Mel Sandy, dan beberapa penyanyi rocker cewek tanah air. Hal ini menyesuaikan dengan vokalis kami yang memang cewek, yaitu Fitri. Band tersebut bisa dibilang stagnan, karena hanya jadi band studio sekolah, dan sesekali tampil di acara sekolah tanpa pernah mencicipi panggung festival di luar sekolah.

Memasuki kelas 2, Satria yang notabennya pernah tergabung satu band di SMP (spidol) juga masuk ke SMA 1 sebagai adik kelas. Di sinilah ambisi menggebu-gebu untuk bikin band baru pun mulai terbangun. Secara ... Satria memang sudah klop sebagai drummer, dan aku sendiri memegang instrumen Bass. Kami berdua disibukan dengan pencarian teman satu sekolah untuk mengisi personil band yang tersisa. Niat hati ingin membuat band yang berbeda dengan sebelumnya, bertujuan agar band tersebut bisa mengikuti berbagai festival musik yang ada di luar sekolah. Sudah barang tentu, secara teknik dan skil pun juga jadi salah satu modal untuk membuat band festival yang bagus. Sampai pada akhirnya, pencarian personil dengan bantuan guru seni musik kami, maka band tersebut pun terbentuk dan mulai mendapat jadwal studio sekolah setiap minggunya.

Terdiri dari Rani (Vokal), Erik (Gitar), Aku (Bass), Satria (Drum), dan Hendri (Keyboard), kami berlima bukan lah satu kelas ataupun satu angkatan semua, namun beberapa juga terdiri dari adik kelas dan Hendri yang merupakan siswa kelas 3. Biasanya kami melakukan latihan secara rutin baik di sekolah ataupun di luar sekolah dengan sewa studio. Untuk di sekolah sendiri kami latihan setiap hari Jumat Sore sepulang sekolah, dan untuk sewa studio di luar sekolah kami lakukan sesekali ketika jadwal studio sekolah penuh, dan kami ada kebutuhan untuk berlatih lebih karena akan menghadapi sebuah event atau festival musik.

 Kebersamaan kami lewati, tak hanya dalam hal bermain musik namun dalam pergaulan di luar itu pun kami, satu group musik kerap lakukan aktivitas bareng-bareng. Mulai dari nongkrong di pantai tiap hari Minggu pagi, terkadang ngumpul di rumah salah satu personil group band kami. Aku dekat dengan tiap personil, namun rasanya aku memang lebih dekat dengan Rani (Vocal), hal itu pun rasanya juga tercium oleh personil lainnya. Kedekatanku dengan Rani tak Cuma dalam urusan musik, namun aku dan Rani kerap jalan bareng. Kami sangat mendukung satu sama lain, terbukti dari kami yang saling memberi masukan dalam hal bermusik, ataupun hal lainnya. Rupanya kedekatan kami pun juga terendus oleh teman-teman satu tingkatan di sekolah, hingga akhirnya di suatu momen Rani mencoba ngobrolin tentang hal ini.

“Kamu tau nggak.” Ungkap Rani membuka obrolan di parkiran sekolah saat akan pulang sekolah.
Apa..?.” balasku dengan nada penasaran
“Kayakanya anak-anak pada ngomongin kita gitu. Ari sama Rani pacaran...!,” jelasnya sambil mengambil helm yang tersangkut di spion motor.

Obrolin di tempat parkir itu pun seakan membuka kesempatan untuk diomongin lebih lanjut, sehingga kami berdua pun bergegas menggunakan satu motor menuju rumah Rani yang jaraknya sekitar 5 Km dari sekolah. Keadaan rumah Rani yang sepi karena kedua orang tuanya yang merupakan seorang PNS, seakan mendukung untuk kami lebih leluasa ngobrolin kedekatan kami yang jadi gunjingan di sekolah. Kami mencoba mengobrol dari hati ke hati, hingga pada akhirnya kita sepakat untuk jadian dengan satu syarat, yaitut pacaran sehat tanpa mengganggu hal lainnya.

“Aku dan Rani pacaran, tapi aku jamin ga bakal ganggu urusan band kita,” jelasku tegas mencoba menjelaskan hubunganku dengan Rani kepada teman satu group band. Teman satu band ku pun menyambut dengan gembira, mereka mengucapkan selamat dan mencoba mengolok-olok Aku dan Rani dengan minta traktiran makan... emoticon-Selamat. Hubunganku dan Rani pun seakan mulus dan berjalan indah, kami kerap pulang sama-sama, bermain bersama, dan mencoba berprestasi bareng-bareng. 

Temptation (nama group band ku) kerap mengikuti berbagai acara musik dan juga perlombaan, kami kerap tampil dengan cukup memuaskan para penonton dan juri. Terlebih lagi, Rani yang memiliki paras cantik dan suara melengking bak rocker pun juga nilai tambah untuk menjadi daya tarik Temptation.

Ketika band kami mengisi sebuah pertunjukan musik biasanya kami membawakan beberapa nomor lagu yang memang sedang hits di kala itu, mulai dari Rossa, Raja, Maroon 5, dan sesekali kami membawakan lagu yang memang sesuai jati diri band kami, yaitu lagu yang sarat akan distorsi seperti Dream Theater, Genesis, ataupun Rush. Untuk urusan prestasi dalam bermusik, terbilang lumayan untuk band sekolah waktu itu. Kami berhasil beberapa kali menjuarai festival musik antar sekolah (Tingkat Kabupaten), dan diantaranya aku pernah mendapatkan bonus berupa Bassist Terbaik. Begitu pula dengan Rani, ia sebanyak dua kali menyabet gelar Vocalis Terbaik.

Status berpacara kami bisa dibilang sangat indah dan berwarna dengan sedikit kerikil tajam harus aku hadapi, Pacaran yang nggak neko-neko dan tetap berada di jalurnya. Sampai di penghujung tahun ke dua (Kelas 2) aku harus pindah ke SMA 3.. karena satu hal (maklum agak bandel nih dulu ane Gan.. emoticon-Big Grin). Perbedaan sekolah pun tak menjadi penghalang cinta kami, bahkan Temptation ( group band di SMA 1) tetap mengijinkan Aku sebagai pemain Bass atas persetujuan kedua belah pihak sekolah.  Rani tak hanya sebatas teman satu band dan seorang pacar, tetapi ia juga sebagai teman yang membuat aku bisa move on dari satu kesalahan yang sudah pernah aku lakukan.  Setelah sekian tahun ngeband bareng dan menyandang status pacara, tibalah dimasa untuk stop dengan urusan permusikan. Tepatnya menjelang ujian akhir SMA, selama 6 bulan kami putuskan untuk stop bermain musik karena aku dan Rani, serta beberapa member Temptation harus fokus memikirkan Ujian Nasional agar lulus dan bisa masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan.

“Setelah lulus kamu mau ngelanjutin ke mana, Ran?,” tanyaku kepada Rani di suatu pagi di pinggir pantai.
“Aku pingin masuk UGM jurusan hukum, soalnya Bapak maunya gitu,” ungkap Rani sembari mengusap rambutnya yang tertiup angin pantai.
“ Kalau kamu?,” tanya Rani.
“Aku pengin kuliah komputer, tapai Kakak ku kasih saran ke UDINUS buat masuk desain interior,” jelasku.

Itulah obrolan Minggu pagi di suatu tepi pantai, di aktivitas setelah lari pagi untuk menikmati udara segar. Pagi hari itu pun seakang jadi salah satu momen terindah kami di pinggir pantai bak bintang sinetron di TV. Kami berbicara ngalor ngidul, seakang mencoba membicarakan tentang masa depan kami berdua ketika nanti berstatus Mahasiswa. 







Diubah oleh JulidHati
0 0
0
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
10-02-2020 09:44
Diubah oleh JulidHati
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
1 0
1
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
10-02-2020 09:57

Sisa Cinta Rani – Antara UGM dan Gunadarma – Part 3

Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1

Aku dan Rani disibukkan oleh aktivitas masing-masing, meskipun lebih banyak kami lalui bersama, yaitu merencanakan dan mempersiapkan untuk masuk ke perguruan tinggi impian kami berdua. Berbeda dengan acara kelulusan seperti di film atau drama, kelulusan kami ditandai dengan pemberitahuan oleh wali kelas kami yang menginformasikan akan hasil dari Ujian Nasional yang sudah kami lewati. Hasilnya, aku pun lulus dengan sangat memuaskan, NEM sebesar 24,88 sudah aku kantongi dari 3 mata pelajaran yang diujikan untuk SMA pada saat itu. Rasa bahagia seakan tak tertahankan, Aku mencoba memberitahu orang tuaku melalui telepon umum akan hasil ujian tersebut, dan mereka pun begitu senang mendengarnya. Tanpa berlama-lama, aku pun bergegas menuju SMA 1 ..  (mantan sekolahku) untuk berbagi kabar bahagia tersebut. Rani pun juga lulus, meskipun satu temannya ada yang tidak lulus dan harus mengikuti ujian ulang.

Berbeda dengan teman lain yang mereka lulus dengan pawai lengkap mengenakan baju yang sudah di-warnai, kami memilih untuk pulann ke rumah untuk menemui orang tua kami masing-masing. Aku dan Rani bukanlah murid yang berprestasi dalam hal mata pelajaran, sehingga ketika momen lulus itu pun terjadi kami masih disibukkan dengan mencari kampus impian. Berbeda dengan beberapa teman kami yang memang pintar, mereka sudah duluan mendapat kampus melalui jalur PMDK ataupun jalur lain yang mereka sudah mengikuti ujian terlebih dulu.
Rani memutuskan untuk menuruti apa yang dikehendaki oleh orang tuanya, mengambil jurusan hukum di Universitas Gajah Mada yang berada di Jogjakarta. Berbagai persiapan pun ia lakoni, mondar mandir ke Kota Gudeg ia harus lalui demi masa depan.  Selama masa itu, kami pun jarang bertemu karena kami sibuk dengan urusan masing-masing. Sesekali kami mencoba berkomunikasi lewat telpon rumah, namun sepertinya Rani sedang tak berada di tempat sehingga rasa kangen secara otomatis makin menggunung.

Lalu aku ke mana? Mirip dengan Rani, aku pun mencoba keberuntungan dengan mencoba mengikuti beberapa ujian untuk bisa masuk perguruan tinggi. Diantaranya adalah UNSOED dan UNDIP, dua kampus yang aku pernah ikut test ketika itu. Untuk UNDIP sendiri waktu itu aku mencoba masuk ke Ekonomi Pembangunan, namun aku gagal untuk masuk ke perguruan negeri tersebut. Sementara untuk UNSOED sendiri, aku juga mencoba lagi mengambil kesempatan ujian dengan mengambil jurusan Ekonomi Pembangunan. Sayangnya, nasib baik belum juga berpihak padaku. Stres dan bingung serasa campur aduk saat itu, terlebih lagi Rani sudah menghubungiku dan memberitahu bahwa ia sudah dipastikan diterima di UGM -  jurusan Hukum. emoticon-Selamat.

Putus Asa??? Kurang lebih seperti itu lah perasaanku saat itu, dalam kepala hanya penuh dengan banyak pikiran yang sementara orang tuaku terus mendesak untuk mencari kampus yang mau menerima ku. Sampai pada akhirnya, aku putuskan untuk tak kuliah dulu, dengan pemikiran mungkin tahun depan baru akan mencoba mengikuti ujian lagi. Terlebih lagi, faktor biaya menjadi fokus utama karena memang kondisinya orang tuaku single parent (hanya Ibu), karena ayahku meninggal dunia di saat aku masih duduk di kelas 1 SMA.

Aku mencoba untuk pergi dari kampung halaman menuju ibu kota, mencari pekerjaan sembari mengadu keberuntungan. Harapannya, ketika aku bekerja maka akan terkumpul dana yang bisa jadi bekal untuk lanjut masuk kuliah tanpa harus membebani orang tua. Rani pun mendukung keputusanku, karena ia sadar bahwa mungkin ini sudah menjadi takdir yang harus aku jalani, meskipun agak berat hati ini menerima karena tak bisa masuk kampus negeri.

Mencari kerja di Jakarta sulit sulit gampang, minim pengalaman kerja dan sempitnya koneksi jadi salah satu kendala menjadi job di Ibu Kota. Hingga sesampainya di Jakarta, alhamdulillah aku dapatkan kerjaan yang lumayan, yaitu sebagai kuli bangunan dengan membantu Mas Kardi (tetangga satu kampung) sebagai asisten memasang Wall Paper di rumah-rumah keren dan sudah tentu ini milik orang-orang yang berduit. Aku ingat sekali, bayaranku sehari Rp 80ribu, yang apabila dikalikan 30 hari maka sekitar 2.4 juta. Tak berselang lama aku bekerja, salah satu tetangga kos di Jakarta menyarankan aku untuk lanjut kuliah, mengingat usiaku yang masih muda, dan dirasa aku harus memperhatikan pendidikan untuk mendapat pekerjaan yang lebih layak (tanpa bermasuk mendeskritkan tukang wall paper). Meskipun aku sibuk kerja dan Rani diselimuti kebahagiaan semester pertamanya di kampus baru, kami terus berkomunikasi, minimal dua hari sekali aku telpon ke nomornya ketika malam hari.

Singkat cerita, uang sudah terkumpul dan mental sudah makin terbentuk, aku putuskan untuk kuliah sambil kerja. Kampus swasta yang berada di daerah Depok, Jawa Barat, menjadi pilihan utamaku. Seraya mewujudkan mimpi semasa SMA, yaitu ‘Jadi anak IT’, aku putuskan untuk masuk ke kampus tersebut mengambil jurusan sistem informasi dengan biaya per sementer sekian juta. Respon baik pun diperlihatkan oleh Rani, ia memberi dukungan dan mengucapkan selamat.

“Pokoknya kuliah apa aja, dan di mana aja, yang penting kuliah!,” tegas Rani melalui sambungan telepon.

Kami berdua sadar jarak telah memisahkan kami, namun kami mencoba berpikir positif dengan terus memupuk rasa cinta kami tanpa harus ada rasa khawatir. Pada satu titik kami pun sepakat, kami sedang berada di satu jalur yang sama dengan satu satu tujuan, meskpun keberadaan kami berbeda gerbong. Betul, Aku dan Rani berada di satu jalur yaitu cinta yang menuju tujuan yang sama, namun kami terpisah karena berbeda almamater, yaitu UGM dan Gunadarma.



Diubah oleh JulidHati
0 0
0
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
10-02-2020 10:20
Gelar tiker dulu ahhh
kayaknya kisah sma pasti banyak nih sama dengan cerita ane gan... emoticon-Malu (S)
0 0
0
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
10-02-2020 11:01
Cieeee
Anak band cinlok
Pasti ujungnya doi selingkuh sama pemain band lain
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
1 0
1
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
10-02-2020 19:43
wahhh rani itu mantanku. apa mungkin mantan agan adalah mantanku juga? emoticon-Ngakak
0 0
0
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
11-02-2020 14:58

Sisa Cinta Rani – Yahoo Messenger – Part 4

  Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1

Semasa kuliah kami sangatlah beruntung, menempuh kuliah di era millenium bertepatan dengan hadirnya majunya teknologi sehingga memudahkan kami dalam hal, termasuk dalam urusan berkomunikasi. Awalnya kami hanya berkomunikasi lewat telpon jadul yang hanya bisa mendengarkan suaranya. Namun masa kuliah membuat kami kenal dengan banyak produk teknologi, yang hampir setiap hari kami menggunakannya.
Quote:
 Kuliah sambil kerja itu berat, tapi lebih berat menahan rindu ingin ketemu Rani

Rutinitasku lumayan padat, dari pagi hingga sore aku masih setia menjadi knek Mas Kardi ngiderin Ibu Kota dengan memasang Wall Paper di rumah milik orang-orang kaya. Setelahnya aku langsung menuju ke kampus yang berada di Depok, jalanan yang macet dan kondisi cuaca yang susah ditebak sehingga banyak kesempatan yang membuat aku bersahabat dengan ‘terlambat’.

Pekerjaan sebagai pemasang Wall Paper yang berpindah-pindah rumah, jarak tempuh jauh yang susah diprediksi arus lalu lintasnya, membuat aku harus rela meninggalkan Mas Kardi untuk bekerja sendirian. Bukan karena tak sayang atau jadi kacang lupa kulitnya, namun ini demi kuliahku yang kerap datang terlambat. Aku putuskan untuk berhenti membantu Mas Kardi dan mencoba mencari pekerjaan lain, dengan lokasi dekat kampus dan tentunya digaji bukan gratis! emoticon-Big Grin. Rani pun sangat setuju dengan keputusan yang aku ambil, ia juga berpendapat agar aku tetap mementingkan kuliah ketimbang kerja, meskipun dari kerjaan tersebut aku bisa membayar uang semester.

Tibalah satu kesempatan untuk bekerja di sebuah Rental Komputer yang berada di Cibubur, Jakarta Timur. Pemilik rental ketik tersebut merupakan orang Jawa Timur yang sepertinya begitu melas (kasihan) melihat aku yang kuliah sambil kerja, sampai akhirnya Pak Edo (pemilik rental) mau memperkerjakan aku dengan aku tetap bisa kuliah di sore harinya. Banyak susah dan senangnya bekerja sebagai juru ketik di sebuah rental komputer, mulai dari ketemu banyak orang berujung banyak kenalan, sering mendapat tips dari para pengguna rental yang gaptek karena merasa tertolong, hingga komunikasi dengan Rani yang makin intens berkat rental tempat bekerjaku sudah terkoneksi dengan internet.

Aku dan Rani mulai kecanduan dengan internet, bahkan hari-hari kami berdua lebih banyak kami curahkan melalui aplikasi messenger yang fenomenal. Rupanya yahoo messenger begitu mengerti akan kebutuhan para penggunanya, Aku dan Rani mengobrol lebih dari 3 jam setiap harinya. Tak hanya berkirim pesan, tapi kami juga kerap mengobati rindu kami dengan memanfaatkan web cam yang ada pada PC. Banyak hal yang kami saling bagikan lewat percakapan kami di ym, mulai dari hari ini ngapain, besok akan ada apa, juga berbagi cerita akan kendala mata kuliah yang kami berdua hadapi.

Sesekali Rani pun bercerita kepada aku tentang hari liburnya yang kerap ia isi dengan mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada di yogyakarta. Meskipun banyak berbagi cerita sehari-hari via aplikasi chatt, namun tak luput Rani pun juga kerap menunjukan sisi kerinduannya lewat pesan (SMS) yang ia kirim.  Bagi para Kaskuser yang old school, pasti mengenal dengan yahoo messenger dong? Aplikasi chatting besutan Microsoft yang begitu fenomenal bagi pengguna internet di berbagai belahan dunia. Sayangnya Microsoft terpaksa harus menghentikan layanan tersebut. Meskipun sekarang aplikasi tersebut sudah usang, namun ym menjadi saksi perjalanan cintaku dan Rani, karena ada berjuta cerita yang aku dan Rani kerap obrolin melalui aplikasi tersebut.

Meskipun sudah ada yahoo messenger, kami berdua juga sering menggunakan aplikasi chatt lain, yaitu MiRC. Salah satu messenger yang juga fenomenal berbarengan dengan ym, Aku dan Rani sering menyempatkan untuk berbagi kisah sehari-hari kami via MiRC. Ketika obrolan sudah habis, kami berdua pun beranjak untuk memainkan salah satu game yang ada di MiRC, yaitu Scrumble. Itulah bukti produk teknologi tak hanya membantu urusan makan, tapi juga urusan percintaan emoticon-Big Kiss.



Diubah oleh JulidHati
0 0
0
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
11-02-2020 15:08

Sisa Cinta Rani – Asal Bisa Makan – Part 5

    Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1

Perjalanan memang susah untuk ditebak, hari ini kita sehat besok bisa jadi kita sakit. Hari ini kita bahagia, siapa tau esok akan berduka. Semua itu sudah menjadi takdir dan kita sebagai manusia hanya bisa bersabar, bertawakal, dan berdoa. Bekerja sebagai penjaga rental komputer memang saat itu membuat aku sangat nyaman dan bahagia, selain mendapat gaji bulanan tentunya karena akses komputer yang mudah membuatku begitu gampang berkomunikasi dengan Rani. Sayangnya Rental komputer itu pun hanya bertahan selama 1.5 tahun dari aku pertama bekerja. Dengan sangat terpaksa, Pak Edo harus menutup usahanya karena satu dan lain hal. Tak hanya soal pendapatan yang terkadang sepi, tapi harga sewa ruko yang menjulang tinggi jadi pemicu utama bagi gulung tikarnya rental milik Pak Edo tersebut. Akhirnya, Pak Edo menutup usahanya dan memberi (Dua orang pekerja) santunan untuk pesangon. Meskipun pesangon itu tak banyak, tapi cukuplah untuk bertahan sembari mencari lapangan pekerjaan baru.

Rentetan kejadian ini tak hanya jadi pengalaman yang pahit, melainkan kejadian ini pun juga memberi pelajaran berharga buat Aku. Rani mungkin orang yang nggak salah kalau aku menaruh hati kepadanya, ia tetap berada disisiku (meskipun dalam bentuk fisik) dengan tetap memberi semangat lewat ucapan dan kalimat-kalimatnya di SMS. Bahkan beberapa kali ia sempat dengan teman dari temannya yang memang memiliki usaha di Jakarta. Sayangnaya, mungkin ini belum berjodoh sehingga pekerjaan tersebut pun tak bisa aku dapatkan.

Sebagai mahasiswa IT membuatku harus belajar beberapa hal, mulai dari mempelajari sistem informasi, ilmu akuntansi, hardware komputer, bahasa pemrograman, database, hingga mempelajari urusan statistik. Namun sepertinya lebih condong untuk urusan sistem informasi dan pemrograman, karena tugas akhir aku pun dituntut untuk membuat sebuah sistem informasi. Atas dasar ini lah akhirnya aku mencoba untuk melanjutkan hidup dengan menjadi seorang freelancer di bidang IT, Aku memberikan service dalam hal instalasi jaringan komputer, maintenance server, hingga menjadi joki tugas anak IT pun sempat aku lakoni emoticon-Malu (S) emoticon-Cape d....

Berbeda dengan pekerjaan sebelumnya yang mendapat gaji tetap per bulan, untuk menjadi freelancer memang agak berat apabila koneksi minim. Belum lagi terkadang jam kerja yang tak pasti, sehingga meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan Rani pun sedikit terkendala. Ketika Rani sedang asik tidur, aku sedang sibuk berkutat dengan tang grimping dan kabel RJ45. Tetapi ketika siang hari aku sedang istirahat, Rani kerap susah menghubungiku. Sedikit atau banyak kami merasa jarang berkomunikasi semasa itu, tapi bukan berarti kami lupa bahwa kami masih dalam satu jalur dengan tujuan yang sama, yaitu semua itu untuk masa depan.

‘The Power of Kepepet’, ini kejadian yang menggelitik dan sekaligus jadi cambuk buat aku sendiri. Suatu ketika, aku diminta oleh beberapa mahasiswa (tetangga kos) untuk membantu mereka mengerjakan tugas kuliahnya. Membuat sebuah halaman website dengan satu bahasa pemgrograman, lengkap dengan flow chart dari sistem web tersebut. Tak pikir panjang, karena sedang butuh uang akhirnya aku terima pekerjaan tersebut. Terpaksa aku harus buka lagi mata kuliah semester awal untuk bisa mengerjakan kerjaan tersebut. Sampai akhirnya, membuat tugas website untuk 7 mahasiswa lengkap dengan flow chart pun bisa Aku selesaikan. Alhasil, aku terima upah 700 ribu dari mengerjakan tugas 7 mahasiswa tersebut. 


Momen ini menjadi salah satu cambuk, bahwa aku harus terus belajar dan harus mau melakukan job apa saja selagi mampu. Mengingat pekerjaan freelancer yan tak pasti, dan ada kesempatan untuk bisa menghasilkan uang, tentu harus aku sikat asalkan halal dan Aku bisa makan. emoticon-Cool



Diubah oleh JulidHati
0 0
0
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
12-02-2020 17:56
numpang nenda dulu ahh
sapa tau seru...
0 0
0
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
12-02-2020 21:26
R oti I kan N anas D uren U dang
0 0
0
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
12-02-2020 22:45
numpang tidur ah
0 0
0
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
13-02-2020 00:51
SMA nihh minn 😊
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
13-02-2020 14:10
Quote:Original Posted By adijaya89
Gelar tiker dulu ahhh
kayaknya kisah sma pasti banyak nih sama dengan cerita ane gan... emoticon-Malu (S)


Quote:Original Posted By whitehats
wahhh rani itu mantanku. apa mungkin mantan agan adalah mantanku juga? emoticon-Ngakak


Quote:Original Posted By bang.dot
numpang nenda dulu ahh
sapa tau seru...


Quote:Original Posted By .abi
R oti I kan N anas D uren U dang


Quote:Original Posted By mbahmundasmu
numpang tidur ah


Quote:Original Posted By afifaaa123
SMA nihh minn 😊


apa ini cinta sejati?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
13-02-2020 14:12
Quote:Original Posted By JulidHati
apa ini cinta sejati?


Apakah iya? 😁
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh KS06
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
13-02-2020 21:16
mejeng di tred cinta 😎
0 0
0
Sisa Cinta Rani – SMA Impian – Part 1
13-02-2020 21:18
Mantab share infonya, teruskan bakatmu nak emoticon-Hammer2
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
corona-akan-berlalu
Stories from the Heart
hantu-pramuka
Stories from the Heart
setengah-hijrah-bab-1
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
kumpulan-cerpen
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia