Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
59
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e2845ed65b24d2cf42866d4/melipat-rindu
Bola mata ini seolah akan melompat, saat melihat wajah perempuan yang pernah memikat hati ini di masa silam. Sudah terjeda belasan tahun tidak jumpa. Rupa itu masih sama, senyumnya pun tetap menawan. Ah, sungguh membuat jantung ini berdegup tidak karuan. Ku geser kursor di layar monitor, memindai foto-fotonya yang terposting di sosial media. Sungguh tidak ada yang berubah, hanya kecantikannya saj
Lapor Hansip
22-01-2020 19:54

Melipat Rindu

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Melipat Rindu

Pict: By Google


Melipat Rindu
Oleh: Novi Yanti


Bola mata ini seolah akan melompat, saat melihat wajah perempuan yang pernah memikat hati ini di masa silam. Sudah terjeda belasan tahun tidak jumpa. Rupa itu masih sama, senyumnya pun tetap menawan. Ah, sungguh membuat jantung ini berdegup tidak karuan.

Ku geser kursor di layar monitor, memindai foto-fotonya yang terposting di sosial media. Sungguh tidak ada yang berubah, hanya kecantikannya saja yang semakin parah. Kulit kelam itu kini berubah langsat, pipinya pun terlihat lebih merona. Pandai sekali merawat diri, terlihat semakin dewasa dan menawan.

Melipat Rindu

Pict: By Google


Lagi, aku menggeser kursor mematut-matut foto dirinya kembali. Memusnahkan rasa penasaran. Benar, ya ... itu dirinya, sepenggal kisah yang sudah kubuat musnah, meski belum benar-benar punah. Kenapa kini harus melihatnya kembali? Setelah penantian yang tidak pasti.

Takdir! Ingin rasanya marah atas nama takdir. Tapi entah mengapa aku malah tersenyum, tidak tahu untuk apa? Mungkin mentertawan kebodohanku yang teramat parah. Rasa bahagia, begitu saja melesat dalam dada. Tolol! Tapi, ketololan ini sangat indah. Rasa rinduku kembali menderu. Desir aneh pun begitu saja merajai, sialan! Aku benci rasa ini! Mengapa tiba-tiba hati ini kembali tertawan?

Secercah harapan hadir, akan sebuah kesempatan untuk menjalin ikatan. Atau sekadar ungkapkan rasa yang tidak pernah terucap. Buatku tidak mengapa, asalkan dirinya tahu betapa hati ini pernah begitu berharap atas hati yang tidak pernah tahu. Bodoh memang, aku mencintainya dalam diam. Bukan tidak ada keberanian, tapi karena aku adalah sahabat kekasihnya.

Rasa rindu ini menyeret tanganku semakin lincah mengeser-geser kursor dilayar monitor. Melihat-lihat foto dirinya, melepas rindu yang sempat pupus. Namun, kini ada perih mengiris. Tangan ini berhenti bergerak. Foto keluarga kecil yang memamerkan kebahagiaan, bagai mata anak panah menusuk-nusuk kalbu ini semakin parah. Pupus semua asa yang tadi sempat ada. Sial! Sial! Ingin sekali aku meludahi wajah dirinya yang semakin rupawan.

Melipat Rindu

Pict: By Google


Perempuan itu telah bahagia, untuk apa hati ini kembali berbunga? Demi harapan semu yang semuanya hanyalah serupa abu. Dosa diri ini jika tetap menyimpan rasa, pada hati yang salah. Salah jika hati ini tetap berharap, pada cinta yang hampa. Cukup sekali saja menjadi manusia bodoh, membuang waktu percuma demi sesuatu yang belum tentu.

Bibir ini melengkung mengukir senyum menatap layar monitor, menikmati lembar-lembar kebahagian dirinya. Merayakan kedunguan diri yang teramat sangat dan mengusap wajah ini agar segera tobat.

Aku matikan layar monitor. Menarik napas panjang membuang penat. Ya ... aku rasa cukup seperti ini saja sudah membuat hati ini bahagia. Bertemu dan berteman dalam maya, tanpa perlu saling menyapa.

Bandung, 22 01 2020
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Melipat Rindu
23-01-2020 20:51

Melipat Rindu

Melipat Rindu


Melipat Rindu
Oleh: Novi Yanti
================================


Bab. 1 Ruang Rindu

Sial! Meski layar monitor sudah kumatikan. Otak nakal ini semakin liar untuk mencari tahu tentang dirinya. Malam semakin larut, bukan kantuk yang datang, tetapi bayangan-bayangan manis masa lalu. Oci, Itu nama panggilan dirinya saat SMA. Gadis bengal, yang membuatku mabuk kepayang. Entahlah, saat itu kami tidak pernah akur jika bertemu. Apa pun akan menjadi bahan kami untuk bertengkar. Oci yang keras kepala dan aku yang tidak pernah mau kalah. Dan sahabatku Rio yang akan menjadi penengah.


Oh ya, namaku Damar. Usiaku kini sudah masuk angka tiga. Tepatnya 32 tahun, masih melajang. Memiliki usaha sendiri, sebuah toko handphone dan barbershop di tengah kota Bandung. Lumayan usaha ini sudah berdiri kokoh. Meski diawali jatuh bangun, tutup lubang gali lubang. Kini tinggal memetik hasil, dan berusaha bertahan agar usaha tetap stabil. Tetap harus kreatif dan memperluas link, itu salah satu modal pengusaha, menurutku.


Omong-omong soal melajang, ini sudah menjadi pe-erku sejak masuk usia dua puluh lima tahun. Emak sudah menangih perihal jodoh. Hehehe... hadeuh, sudah kayak ketemu depcollector jika bertemu beliau. Bahasannya jodoh melulu!

“Muka anak Emak tuh, rasanya enggak jelek-jelek amat. Masa iya enggak laku?” itu omelan emak setiap kami bicara. Yap! Jo-doh! Itu yang beliau bahas. Males banget, kan? Ya.., anyway wajar beliau demikian, aku anak tunggal, artinya dari siapa lagi emak akan dapat penerus keturunan kalau bukan dari aku. Kasihan sih sebenarnya, tapi apa daya masih belum ada yang cocok. Hallah, kayak baju saja. Tapi, benarkan? Jodoh itu harus sesuai kata hati, enggak bisa kita maksain kimpoi hanya karena kesusuh usia.

Sejak lulus kuliah satu tujuan yang aku mau, yaitu membahagiakan emak. Begitu pun dalam urusan jodoh harus perempuan yang sayang sama emak, seperti ke mamanya sendiri. Jujur yang aku takut, kelak istriku tidak sayang emak, malah menjadikan beliau saingan. Enggak kebayang, masa tua emakku bakal kayak apa kalo mantunya jahat. Ini menjadi salah satu penyebab juga, mengapa aku teliti dan hati-hati perihal jodoh.

*

Malam semakin larut, mata ini masih belum juga terserang kantuk. “Tung! Tung!” suara pentungan bapak satpam komplek yang sedang patroli, itu menandakan waktu sudah menunjukkan pukul 12malam. Tapi, entah mengapa otak ini masih melanglang buana membuka lembaran album masa silam. Lagi-lagi bibir ini tersenyum. Hadeeuh! Aku benar-benar dibuat gila sama si gadis bengal itu. Sialnya lagi kenapa sekarang dirinya semakin cantik! Dasar Oci. Aku mengusap-ngusap wajah tidak karuan, mencoba menghapus bayangan yang sialan.

Oia, omong-omong soal Oci. Gadis itu yang Emak selalu puji setiap dirinya bertandang ke rumah. Meski sudah kujelaskan bahwa gadis itu adalah kekasih Rio. Tapi, emak enggak pernah percaya. Malah beliau bilang, “jodoh Allah yang atur. Bisa jadi sekarang pacaran sama Rio, mungkin nanti bakal berjodoh sama kamu.” Kalau emak sudah seperti itu, aku hanya bisa tersenyum. Meski diam-diam hati ini ikut meng-amin-kan. Karena jujur saja, sejak masuk SMA hanya Oci yang paling aneh dan sudah mencuri hati ini. Namun sayang, aku terlalu pengecut untuk mulai nyatakan cinta. Bukan-bukan pengecut, tepatnya belum ada keberanian. Karena fokusku adalah sekolah, dan itu tidak boleh terganggu apalagi dengan urusan pacaran. Kasian emak, sudah berjuang mati-matian. Masa iya dibuat kecewa oleh anak semata wayangnya ini.

Perlu kalian tahu, aku ini yatim sejak es-em-pe. Emak ditinggalkan bapak, saat masih berusia muda, namun beliau tidak menikah lagi. Katanya, “mau fokus ngurusin si anak bujang.” Bisa kalian bayangkan, perjuangan beliau seperti apa, kan? Jadi, wajar juga kan kalau aku lebih tahu diri?

Karena aku yang hanya bisa menyimpan rasa, pada akhirnya kesempatan ini diambil Rio. Secara... dia tipe-tipe cowok idaman para remaja saat itu. Selalu up to date dan eazy going, kemana pun para cewek mau pergi dia turuti. Nah, berbalik ke aku. Mana mungkin aku hamburin duit hanya untuk pamor di kalangan para gadis. Bisa kere ini dompet, parahnya lagi kalau ketahuan emak. Bisa diceramahin dua hari dua malam itu.

Karena itulah akhirnya Oci jatuh dipelukan sahabatku Rio. Sedih? Iyalah sedih, namanya juga gebetan direbut sahabat sendiri. Tapi itu dia, sampai kami kelas dua SMA, tidak pernah ada yang tahu soal perasaan ini. Sekali pun Oci.

Hingga suatu ketika, si gadis bengal itu datang ke kelasku dalam keadaan menangis. Dirinya sedih dan sakit hati, karena melihat Rio sedang berciuman di kosannya dengan Levi teman satu kelas Oci. Katanya, tadi pagi sebelum pergi sekolah Oci hendak mengantar sarapan juga agar bisa berangkat bersamaan. Namun apa yang dilihat, membuat si gadis merasa dikhianati. Mendengar penuturan dirinya, aku marah. Lelaki mana sih yang enggak murka saat gadis idamannnya disakiti orang.

“Ci, kamu kan tahu sendiri siapa Rio.” Oci hanya tertunduk dan tangisnya semakin menjadi, aku mengenggam tangan dan menatap wajah polosnya. “Jadi sekarang mau kamu gimana? bentar lagi juga dia datang.” Gadis di hadapanku masih tetap bungkam. Hah... dasar perempuan bisanya cuma nangis, tanpa mau ambil keputusan. Jujur, saat itu hati ini berharap agar Oci putus saja dengan Rio dan aku akan mengambil kesempatan untuk menyatakan rasa ini pada dirinya. Jahat sih, tapi Rio lebih jahat, bukan?

Benar apa kataku, tidak lama kemudian Rio muncul. Dengan gayanya yang drama itu memburu Oci dengan segala kata maaf dan alasan bullshit-nya. Aku gemas! benar-benar gemas. Tangan ini tiba-tiba terasa panas, dada ini diliputi amarah. Spontan kutarik tubuh Rio yang sedang berlutut di hadapan Oci. Lalu menghadiahi dia dengan bogem mentah. Ah sialan memang, setan menguasai hati, menyeret diri ini pada lautan emosi.

Oci berteriak, pertengkaran dua sahabat sudah tidak bisa dihindarkan. Teman-teman satu kelas merangsek masuk ke kelas, disusul teriakan yang melerai atau malah makin memanasi untuk terus menghajar muka sialan yang sok tampan itu.

“Ajir! Lu, Mar!” Rio tersungkur, emosiku masih memburu. “Urusan lu, apa?” umpat Rio, lagi.

“Jangan pernah sakitin Oci!”

“Lu siapanya Oci? Pacarnya? Lu suka dia?”

Sesat aku diam, menelan ludah. Lalu, aku mengiyakan jika diri ini menyayangi kekasihnya, dan merasa tidak terima atas pengkhianatan Rio pada Oci. Amarah sahabatku itu tersulut, dia berdiri hendak menghajarku. Oci melerai, memeluk tubuh Rio. Bukan aku, dirinya menangis di dada Rio, bukan Aku. Sejak hari itu aku paham, bahwa rasa ini bertepuk sebelah tangan. Oci mencintai Rio, meski kesetiaannya sudah ternodai.

*

Aku menggeser layar ponsel, membuka laman instragram. Penasaran, siapa gerangan suami Oci sekarang? Dada ini terasa bergemuruh, saat aku melihat jelas sepasang suami istri ber-selfi dengan mesranya. Oci menikah dengan Rio. Kembali aku mengusap wajah. Sungguh benci dengan perasaan yang sulit hilang ini. Meski terus mencoba menghapusnya, namun rindu ini semakin dalam.

Kembali otak ini mengajak ke lembaran kisah saat perpisahan SMA, untuk terakhir kalinya aku memiliki kesempatan bicara dengan Oci. Karena setelah pertengkaran hari itu dirinya selalu menjaga jarak. Meski kami masih tetap bersahabat, namun Rio selalu menjadi bodyguard kekasihnya. Karena tahu aku akan menjadi kuman dalam kisah cinta mereka. Saat itu kami punya kesempatan bicara berdua, meski ditengah keramaian pesta perpisahan.

Aku memberanikan diri memulai kata, untuk membuka jalan agar bisa menyampaikan segala isi hati yang selama ini ingin kuucapkan. Belum sempat kusampaikan apa isi hati ini. Rio datang menghampiri dengan wajah tidak suka. Dia memanggil Oci dan menarik lengannya agar mengikuti langkah kemana Rio pergi. Aku hanya bisa terdiam, membeku dalam suasana panasnya pesta. Mata itu, sebelum Oci melangkah mengikuti langkah Rio yang cepat. Oci sempat menatapku, dan binarnya... sulit kuterka, namun cukup membuat hati ini patah teramat parah. Hingga hari ini.

Jari ini berulangkali mengetik dan kembali menghapus pesan yang hendak kukirim. Ingin menyapa, namun takut membuat seseorang terluka. Tetapi, rindu ini terlalu kuat dan tersimpan di ruang rindu terdalam.

*
Ketukan pintu kamar membuyarkan lamunanku. “Damar! Mar! Subuh!” itu teriakan Emak, perempuan yang tidak pernah membuat hati ini patah. Okeh, sepertinya aku harus pergi ke mesjid untuk solat. Dengan cara ini mungkin bisa sedikit melupakan rindu dan cinta yang pahit.

“Ya!” aku bergegas turun dari ranjang. Mengucek mata ini yang sejak tadi belum sempat kupejamkan.

***

Bandung, 23 Januari 2020
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiyanq dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Melipat Rindu
23-01-2020 21:04
BAB I:

https://www.kaskus.co.id/show_post/5...2768545d054503

Cerita kamu yang bagian satu dipindahin ke sini aja sis, jangan dipisah-pisah.

Cukup COPY-PASTE saja, dan jadikan thread ini sebagai lapak utama kamu.

Sehingga untuk sekarang dan kedepannya kamu nggak usah buat thread baru lagi.


Terima kasih. emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Khadafi05 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Melipat Rindu
23-01-2020 22:17
siap Kak, saya newbe belum paham benar.

terima kasih.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Khadafi05 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Melipat Rindu
23-01-2020 22:49
Quote:Original Posted By Novianti686
siap Kak, saya newbe belum paham benar.

terima kasih.


Iya disini aja updatenya seperti balas komen biasa tidak perlu buat thread baru
Semua sama2 belajar
Semangat update ceritanyaemoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Khadafi05 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Melipat Rindu
24-01-2020 04:45
siap Kak, Laksanakan. thank uu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Khadafi05 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Melipat Rindu
24-01-2020 18:03
hayuuu lanjutkan..

kalo masih ada
profile-picture
profile-picture
Khadafi05 dan Novianti686 memberi reputasi
2 0
2
Melipat Rindu
24-01-2020 18:26
jejak
profile-picture
Novianti686 memberi reputasi
1 0
1
Melipat Rindu
24-01-2020 18:47
Quote:Original Posted By feliia
hayuuu lanjutkan..

kalo masih ada

Siap, tunggu yaaa
0 0
0
Melipat Rindu
24-01-2020 18:48
Quote:Original Posted By sitinur200
jejak


Thank youemoticon-Big Kiss
0 0
0
Melipat Rindu
24-01-2020 18:48
Quote:Original Posted By Novianti686
Thank youemoticon-Big Kiss


Sami2
profile-picture
Novianti686 memberi reputasi
1 0
1
Melipat Rindu
24-01-2020 20:54
semngat ka ngetiknya
profile-picture
Novianti686 memberi reputasi
1 0
1
Melipat Rindu
25-01-2020 06:18
Quote:Original Posted By sitirianah
semngat ka ngetiknya


Semangat
0 0
0
Melipat Rindu
25-01-2020 08:26
Sesuatu yang tidak direncanakan, sesuatu yang datang secara tiba-tiba, sesuatu yang pulang tanpa permisi, sesuatu yang hilang tanpa pamit itulah rindu.
profile-picture
Novianti686 memberi reputasi
1 0
1
Melipat Rindu
25-01-2020 17:37
wahhhj keren bikin penasaran. jangan jangan novi adalah oci.
*ehhhh kaburrrrrrr 🤣
profile-picture
Novianti686 memberi reputasi
1 0
1
Melipat Rindu
26-01-2020 12:17
ditunggu ya gan cerita selanjutnya...
👍👍
profile-picture
Novianti686 memberi reputasi
1 0
1
Melipat Rindu
26-01-2020 12:25
Baru tau ane rindu bisa dilipat.
emoticon-Leh Uga
Kirain cuma bisa melipat baju habis dicuci dijemur disetrika.
emoticon-Leh Uga
Atau seni melipat kertas alias origami.
emoticon-Leh Uga
Diubah oleh ora.w4r45
profile-picture
Novianti686 memberi reputasi
1 0
1
Melipat Rindu
26-01-2020 12:27
mantap mbak thread nya
profile-picture
Novianti686 memberi reputasi
1 0
1
Melipat Rindu
26-01-2020 12:57
Penasaran jadi.. ditunggu updatenya
profile-picture
Novianti686 memberi reputasi
1 0
1
Melipat Rindu
26-01-2020 13:10
wah udah HT aja emoticon-Smilie)
nemu lagi penulis berbakat di SFTH
profile-picture
Novianti686 memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh radheka
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
dua-menit-memelukku
Stories from the Heart
cinta-di-balik-layar
Stories from the Heart
true-story-yellow-raincoat
Stories from the Heart
mau-gak-jadi-istriku
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
quothancur-karena-ribaquot
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia