News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
96
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e25a2b27414f562852b6058/sepak-terjang-klan-tjokrosaputro-merampok-uang-negara-bersama-cikeas-amp-hatta-rajasa
Kejagung telah menetapkan 5 orang tersangka Jiwasraya, 3 diantaranya direksi lama yang diangkat ex Menteri BUMN Dahlan Iskan dan 2 pengusaha kaya yang sangat dekat dengan rezim SBY. Setelah ini akan diusut juga aliran dana ke eks menteri dan partai politik. Cerita lama era SBY akan dikuak kembali. Perlahan tapi pasti uang negara akan ditarik kembali. Makanya dalam artikel kemarin mas Alif menulisk
Lapor Hansip
20-01-2020 19:53

Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa

Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa

Kejagung telah menetapkan 5 orang tersangka Jiwasraya, 3 diantaranya direksi lama yang diangkat ex Menteri BUMN Dahlan Iskan dan 2 pengusaha kaya yang sangat dekat dengan rezim SBY. Setelah ini akan diusut juga aliran dana ke eks menteri dan partai politik. Cerita lama era SBY akan dikuak kembali. Perlahan tapi pasti uang negara akan ditarik kembali. Makanya dalam artikel kemarin mas Alif menuliskan informasi mencengangkan. Diam-diam petinggi parpol, yang satunya gurem dan satunya pertengahan merengek minta bertemu Jokowi. Ada hubungan spesial apa antara mereka dan tersangka Jiwasraya, Benny Tjokosaputro?

Apalagi ternyata Benny juga ikut terlibat dalam perampokan di Asabri. Jumlahnya sama-sama diangka 600 milyar lebih. Siapa Benny Tjokosaputro dan apa hubungannya dengan Cikeas dan Hatta Rajasa yang merupakan eks Ketua Umum PAN?

Dilansir dari inews.id, nama Benny Tjokro tidak asing di kalangan investor saham. Dia dikenal sangat berpengalaman di pasar modal karena telah berkecimpung sejak akhir 1980-an. Saat itu, dia masih kuliah di Universitas Trisakti Jakarta dan gemar membeli saham-saham IPO.

Benny Tjokro kerap sebut sebagai 'market maker' alias bandar besar saham. Namanya pertama kali dikenal saat diduga 'menggoreng saham' PT Bank Pikko Tbk pada 1997 bersama teman-temannya. Saat itu, BEI memberi sanksi kepada Benny dkk untuk mengembalikan hasil keuntungan penjualan saham tersebut ke kas negara sebesar Rp1,5 miliar.

Handoko Tjokrosapoetro, ayah Benny, sangat tak sreg dengan keputusan anaknya bermain di pasar saham. Handoko adalah putra Kasoem Tjokrosaputro, pemilik Batik Keris Solo yang melegenda sejak 1920.

Benny beberapa kali ditugasi ayahnya untuk mengurus bisnis keluarga, termasuk Keris Gallery. Dia juga sempat diminta untuk mengurusi soal tanah karena keluarganya berbisnis properti. Upaya mengalihkan perhatian Benny gagal, karena dia tak meninggalkan aktivitas bermain saham.

Pada 31 Oktober 1990, Hanson International yang merupakan perusahaan manufaktur tekstil IPO melantai di Bursa Efek indonesia (BEI). Sejak saat itu, perusahaan yang didirikan pada 1971 ini kerap beralih bisnis, termasuk masuk ke sektor tambang dan energi pada 2008.

Pada 2013, Hanson fokus di bidang properti dengan banyak membeli bank tanah (landbank) di Tangerang, Bogor, Lebak, dan Rangkasbitung. Saat ini, Hanson fokus mengembangkan kota di Maja dan Serpong.

Awalnya klan Tjokrosaputro dikejar jerat hutang Bank Mandiri. Seperti dilansir viva.co.id, PT Bank Mandiri Tbk terus mengejar penyelesaian utang PT Subah Indah Tbk sebesar Rp 1,28 triliun.

Suba Indah merupakan grup usaha milik keluarga Tjokrosaputro. Perusahaan lain yang berada di bawah bendera Suba Indah adalah PT Primayudha Mandirijaya dan PT Hanson International Tbk.

Pada tahun 2008 Bank Mandiri berhasil memperoleh pelunasan kredit dari PT Primayudha Mandirijaya sebesar Rp 217 miliar.

Sedangkan, tagihan kepada debitor macet PT Hanson International Tbk sebesar Rp 152,5 miliar masih belum terbayar. Ironisnya, tagihan belum dibayar, Hanson International malah akan ekspansi ke bisnis lain. Hanson akan bergerak dalam bisnis batubara dan telekomunikasi.

Dalam buku Goerge Aditjondro disebutkan kalau tiga bersaudara, Benny, Teddy dan Dicky Tjokrosaputro mencari perlindungan dari kejaran hutang PT Bank Mandiri di bawah penguasa (SBY). Entah bagaimana ceritanya di salah satu perusahaan milik Tjokosaputro (PT Power Telecom) ada nama kerabat SBY, kader Demokrat hingga keluarga Hatta Rajasa.

Sebagai komisaris utama PT Power Telecom (Powertel) adalah Hartanto Edhie Wibowo, adik bungsu almarhumah istri SBY. Roy Suryo Notodiprojo juga menduduki posisi komisari independen. Duduk sebagai Direktur adalah Ahmad Hafisz Tohir yang juga adik dari Hatta Rajasa. Selain itu, Dicky Tjokosaputro sendiri menjabat sebagai Direktur Utamanya.

Selain disebut mendanai kampanye SBY, PT Powertel ternyata kebanjiran banyak proyek dari Hatta Rajasa yang saat itu menduduki posisi menteri perhubungan. Proyeknya menjadi satu dengan PT KAI yakni pembangunan double track jurusan Tanah Abang Serpong senilai 333 milyar. Pengadaan (kereta api listrik) KRL bekas dari Jepang senilai 44,5 milyar. Serta pengadaan jaringan serat optik di Jakarta, Surabaya dan Bandung dengan memanfaatkan jaringan rel PT KAI.

Ironisnya berbagai proyek itu dibiayai hutang negara yakni dari Bank Dunia senilai 85 juta US dollar. Selain itu 41 milyar yen dari pemerintah Jepang lewat JBIC. Terakhir 194,88 juta US dollar dari pemerintah RRT. Lebih mengecewakan lagi ternyata proyek yang dibiayai lewat hutang harus berakhir dikorupsi.

Seperti dilansir beritasatu.com, Eks Direktur Jenderal Perkeretaapian periode 2005-2007, Soemino Eko Saputro divonis 3 tahun pidana penjara dan denda Rp 100 subsider 3 bulan kurungan.


Putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ini lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa KPK yang menuntut Soemino dengan pidana penjara 5 tahun.

Soemino dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi proyek pengadaan 60 unit Kereta Rel Listrik (KRL) hibah bekas Jepang tahun anggaran 2006-2007 di era Menteri Perhubungan Hatta Rajasa.

Selain menjerat eks anah buah Hatta Rajasa, KPK juga diminta mengusut keterlibatan Hatta Rajasa dan adiknya. Seperti diberitakan okezone.com, permintaan tersebut disampaikan bekas Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Soemino Eko Saputro, melalui kuasa hukumnya Tumpal H Hutabarat. Soemino merupakan tersangka dalam kasus tersebut dan telah dijebloskan ke penjara oleh KPK kemarin.

"Mestinya (Hatta) diperiksa, karena penunjukan langsung perusahaan Sumitomo Corporation atas persetujuan Pak Hatta," kata Tumpal saat dihubungi okezone, Jumat (1/4/2011).

Selain itu, kata Tumpal, proyek pengangkutan KRL dari Jepang dilakukan atas perintah Hatta. Sebelumnya Soemino terlebih dahulu melakukan survei dan melaporkan kepada Hatta perkiraan biaya pengiriman satu unit kereta mencai Rp720 juta.

Tumpal menambahkan, saat survei ke Jepang, tanpa diketahui sebelumnya oleh Soemino telah ada empat orang di luar Kemenhub yang ikut dalam proyek ini. Keempat orang tersebut salah satunya adalah adik kandung Hatta, Hafiz Tohir.

Terkait dengan hal itu, Tumpal meminta penyidik KPK untuk menelusuri kaitan Hafiz dalam proyek pengangkutan kereta api yang diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp30 miliar itu.

Sepertinya lewat kasus Jiwasraya dan Asabri, pemerintah Jokowi hendak membuka kembali lembaran hitam era SBY. Makanya mereka ketakutan, berkeringat dingin, tak enak makan hingga mengemis minta ketemuan. Klan Cikeas ternyata tidak jauh beda dengan Cendana yang hanya memperkaya diri dan kelompoknya. Mereka menggarong uang negara, menyalurkan lewat yayasan-yayasan untuk kemudian digunakan sebagai alat kampanye dan sumber uang.

Sangat memprihatinkan kejatuhan orde baru ternyata hanya semu karena ulah presiden dari Cikeas. Kini harapan bangsa berada di pundak pengusaha kayu yang banyak disepelehkan oleh rakyatnya sendiri. Tapi sebagai pendukungnya, kita yakin ini adalah takdir Tuhan untuk mengembalikan kekayaan negara yang telah dirampok lewat tangan Jokowi dan menterinya. Hingga Mahfud MD berujar kalau uang negara tak dirampok maka setiap orangnya bisa mendapat 50 juta dari negara per bulan. Tapi itulah kenyataannya, negeri ini terus menerus disakiti. Semoga tak hanya kekayaannya yang disita, tapi pelaku koruptor sudah selayaknya dihukum mati.

Begitulah kura-kura.

Referensi:

https://www.google.com/amp/s/m.merde...n-menteri.html

https://www.inews.id/finance/bisnis/...is-batik-keris

Goerge J Aditjondro, Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century, 2009

https://www.google.com/amp/s/m.viva....n-ke-batu-bara

https://www.google.com/amp/s/amp.ber...is-3-tahun-bui

https://www.google.com/amp/s/news.ok...rajasa-adiknya

https://www.google.com/amp/s/m.solop...nia-956525/amp

Ajalmu tiba wahai kebo korup!!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
starcrazy dan 26 lainnya memberi reputasi
21
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 3 dari 4
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 08:03
Kisahnya partai suci rank 1.sedang membersihkan kotorannya emoticon-Big Grin
profile-picture
daimond25 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 08:12
Quote:Original Posted By nataliuspigai
Saya siap keluarkan uang 230 juta untuk tangkap TS provokator, saya mau liat seperti apa tampang mukanya. Yuk laporin ke polisi gan, postingan sudah saya amanken emoticon-Big Grin



Laporin Hansip dulu aja kak. Kalo emang kontenny berbau kriminal, ya bakal dihapus otomatis.

Namanya juga opini. Bebas merdeka dong

Jangan samain dengan Orde Baru. Informasi ditutup-tutupi. Apalagi brother2 yg di timur. Gak dapet apa2.

Jadi gak berkembang kita.

Kalo ente pinter, ya di counter opininya.

Biarkan Masyarakat beropini dan masyarakat juga yang menilai.
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan nowbitool memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 08:21
Emang kejahatan kerah biru jarang sekali diketahui publik ya gan
emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
wen12691 dan nowbitool memberi reputasi
2 0
2
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 08:30
gali teruuusss... bongkar semua bongkar
0 0
0
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 08:33
Kebo korup, banteng juga sama korupnya
profile-picture
profile-picture
binyomin dan manbrotheking memberi reputasi
1 1
0
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 08:40
Quote:Original Posted By anus.buswedan
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa

Kejagung telah menetapkan 5 orang tersangka Jiwasraya, 3 diantaranya direksi lama yang diangkat ex Menteri BUMN Dahlan Iskan dan 2 pengusaha kaya yang sangat dekat dengan rezim SBY. Setelah ini akan diusut juga aliran dana ke eks menteri dan partai politik. Cerita lama era SBY akan dikuak kembali. Perlahan tapi pasti uang negara akan ditarik kembali. Makanya dalam artikel kemarin mas Alif menuliskan informasi mencengangkan. Diam-diam petinggi parpol, yang satunya gurem dan satunya pertengahan merengek minta bertemu Jokowi. Ada hubungan spesial apa antara mereka dan tersangka Jiwasraya, Benny Tjokosaputro?

Apalagi ternyata Benny juga ikut terlibat dalam perampokan di Asabri. Jumlahnya sama-sama diangka 600 milyar lebih. Siapa Benny Tjokosaputro dan apa hubungannya dengan Cikeas dan Hatta Rajasa yang merupakan eks Ketua Umum PAN?

Dilansir dari inews.id, nama Benny Tjokro tidak asing di kalangan investor saham. Dia dikenal sangat berpengalaman di pasar modal karena telah berkecimpung sejak akhir 1980-an. Saat itu, dia masih kuliah di Universitas Trisakti Jakarta dan gemar membeli saham-saham IPO.

Benny Tjokro kerap sebut sebagai 'market maker' alias bandar besar saham. Namanya pertama kali dikenal saat diduga 'menggoreng saham' PT Bank Pikko Tbk pada 1997 bersama teman-temannya. Saat itu, BEI memberi sanksi kepada Benny dkk untuk mengembalikan hasil keuntungan penjualan saham tersebut ke kas negara sebesar Rp1,5 miliar.

Handoko Tjokrosapoetro, ayah Benny, sangat tak sreg dengan keputusan anaknya bermain di pasar saham. Handoko adalah putra Kasoem Tjokrosaputro, pemilik Batik Keris Solo yang melegenda sejak 1920.

Benny beberapa kali ditugasi ayahnya untuk mengurus bisnis keluarga, termasuk Keris Gallery. Dia juga sempat diminta untuk mengurusi soal tanah karena keluarganya berbisnis properti. Upaya mengalihkan perhatian Benny gagal, karena dia tak meninggalkan aktivitas bermain saham.

Pada 31 Oktober 1990, Hanson International yang merupakan perusahaan manufaktur tekstil IPO melantai di Bursa Efek indonesia (BEI). Sejak saat itu, perusahaan yang didirikan pada 1971 ini kerap beralih bisnis, termasuk masuk ke sektor tambang dan energi pada 2008.

Pada 2013, Hanson fokus di bidang properti dengan banyak membeli bank tanah (landbank) di Tangerang, Bogor, Lebak, dan Rangkasbitung. Saat ini, Hanson fokus mengembangkan kota di Maja dan Serpong.

Awalnya klan Tjokrosaputro dikejar jerat hutang Bank Mandiri. Seperti dilansir viva.co.id, PT Bank Mandiri Tbk terus mengejar penyelesaian utang PT Subah Indah Tbk sebesar Rp 1,28 triliun.

Suba Indah merupakan grup usaha milik keluarga Tjokrosaputro. Perusahaan lain yang berada di bawah bendera Suba Indah adalah PT Primayudha Mandirijaya dan PT Hanson International Tbk.

Pada tahun 2008 Bank Mandiri berhasil memperoleh pelunasan kredit dari PT Primayudha Mandirijaya sebesar Rp 217 miliar.

Sedangkan, tagihan kepada debitor macet PT Hanson International Tbk sebesar Rp 152,5 miliar masih belum terbayar. Ironisnya, tagihan belum dibayar, Hanson International malah akan ekspansi ke bisnis lain. Hanson akan bergerak dalam bisnis batubara dan telekomunikasi.

Dalam buku Goerge Aditjondro disebutkan kalau tiga bersaudara, Benny, Teddy dan Dicky Tjokrosaputro mencari perlindungan dari kejaran hutang PT Bank Mandiri di bawah penguasa (SBY). Entah bagaimana ceritanya di salah satu perusahaan milik Tjokosaputro (PT Power Telecom) ada nama kerabat SBY, kader Demokrat hingga keluarga Hatta Rajasa.

Sebagai komisaris utama PT Power Telecom (Powertel) adalah Hartanto Edhie Wibowo, adik bungsu almarhumah istri SBY. Roy Suryo Notodiprojo juga menduduki posisi komisari independen. Duduk sebagai Direktur adalah Ahmad Hafisz Tohir yang juga adik dari Hatta Rajasa. Selain itu, Dicky Tjokosaputro sendiri menjabat sebagai Direktur Utamanya.

Selain disebut mendanai kampanye SBY, PT Powertel ternyata kebanjiran banyak proyek dari Hatta Rajasa yang saat itu menduduki posisi menteri perhubungan. Proyeknya menjadi satu dengan PT KAI yakni pembangunan double track jurusan Tanah Abang Serpong senilai 333 milyar. Pengadaan (kereta api listrik) KRL bekas dari Jepang senilai 44,5 milyar. Serta pengadaan jaringan serat optik di Jakarta, Surabaya dan Bandung dengan memanfaatkan jaringan rel PT KAI.

Ironisnya berbagai proyek itu dibiayai hutang negara yakni dari Bank Dunia senilai 85 juta US dollar. Selain itu 41 milyar yen dari pemerintah Jepang lewat JBIC. Terakhir 194,88 juta US dollar dari pemerintah RRT. Lebih mengecewakan lagi ternyata proyek yang dibiayai lewat hutang harus berakhir dikorupsi.

Seperti dilansir beritasatu.com, Eks Direktur Jenderal Perkeretaapian periode 2005-2007, Soemino Eko Saputro divonis 3 tahun pidana penjara dan denda Rp 100 subsider 3 bulan kurungan.


Putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ini lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa KPK yang menuntut Soemino dengan pidana penjara 5 tahun.

Soemino dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi proyek pengadaan 60 unit Kereta Rel Listrik (KRL) hibah bekas Jepang tahun anggaran 2006-2007 di era Menteri Perhubungan Hatta Rajasa.

Selain menjerat eks anah buah Hatta Rajasa, KPK juga diminta mengusut keterlibatan Hatta Rajasa dan adiknya. Seperti diberitakan okezone.com, permintaan tersebut disampaikan bekas Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Soemino Eko Saputro, melalui kuasa hukumnya Tumpal H Hutabarat. Soemino merupakan tersangka dalam kasus tersebut dan telah dijebloskan ke penjara oleh KPK kemarin.

"Mestinya (Hatta) diperiksa, karena penunjukan langsung perusahaan Sumitomo Corporation atas persetujuan Pak Hatta," kata Tumpal saat dihubungi okezone, Jumat (1/4/2011).

Selain itu, kata Tumpal, proyek pengangkutan KRL dari Jepang dilakukan atas perintah Hatta. Sebelumnya Soemino terlebih dahulu melakukan survei dan melaporkan kepada Hatta perkiraan biaya pengiriman satu unit kereta mencai Rp720 juta.

Tumpal menambahkan, saat survei ke Jepang, tanpa diketahui sebelumnya oleh Soemino telah ada empat orang di luar Kemenhub yang ikut dalam proyek ini. Keempat orang tersebut salah satunya adalah adik kandung Hatta, Hafiz Tohir.

Terkait dengan hal itu, Tumpal meminta penyidik KPK untuk menelusuri kaitan Hafiz dalam proyek pengangkutan kereta api yang diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp30 miliar itu.

Sepertinya lewat kasus Jiwasraya dan Asabri, pemerintah Jokowi hendak membuka kembali lembaran hitam era SBY. Makanya mereka ketakutan, berkeringat dingin, tak enak makan hingga mengemis minta ketemuan. Klan Cikeas ternyata tidak jauh beda dengan Cendana yang hanya memperkaya diri dan kelompoknya. Mereka menggarong uang negara, menyalurkan lewat yayasan-yayasan untuk kemudian digunakan sebagai alat kampanye dan sumber uang.

Sangat memprihatinkan kejatuhan orde baru ternyata hanya semu karena ulah presiden dari Cikeas. Kini harapan bangsa berada di pundak pengusaha kayu yang banyak disepelehkan oleh rakyatnya sendiri. Tapi sebagai pendukungnya, kita yakin ini adalah takdir Tuhan untuk mengembalikan kekayaan negara yang telah dirampok lewat tangan Jokowi dan menterinya. Hingga Mahfud MD berujar kalau uang negara tak dirampok maka setiap orangnya bisa mendapat 50 juta dari negara per bulan. Tapi itulah kenyataannya, negeri ini terus menerus disakiti. Semoga tak hanya kekayaannya yang disita, tapi pelaku koruptor sudah selayaknya dihukum mati.

Begitulah kura-kura.

Referensi:

https://www.google.com/amp/s/m.merde...n-menteri.html

https://www.inews.id/finance/bisnis/...is-batik-keris

Goerge J Aditjondro, Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century, 2009

https://www.google.com/amp/s/m.viva....n-ke-batu-bara

https://www.google.com/amp/s/amp.ber...is-3-tahun-bui

https://www.google.com/amp/s/news.ok...rajasa-adiknya

https://www.google.com/amp/s/m.solop...nia-956525/amp

Ajalmu tiba wahai kebo korup!!


weh, auditor kantor aye pernah cerita kalau Bank Mandiri mau kolaps

banyak duitnya nyangkut buat kampanye SBY, sekarang gw baru paham

ternyata dia gk asal bicara dan baru nyambung maksudnya gimana (secara gk mungkin SBY gasak duit mandiri langsung via transfer kan)

ternyata begini toh kisahnya

gw sebagai salah satu yg pernah menggunakan hak pilihnya untuk SBY setelah masa dia menjabat bkin gw kecewa total dan udah skeptis dan antipati sama yang namanya pemilu, so golput 4ever sampai sistem politik bener2 jujur dan adil, fak pemilu langsung dan legislatif

itu gerombolan SBY kan emang banyak yg kena KPK, malah ada yang viral pas mau dikubur udah ala2 sinetron Azab, si Soetan Batoegana ngeri2 sedap

blom lagi korupsi wisma atlet yg isunya melibatkan anak bungsunya si SBY

trus AHY "dipaksa" keluar dari karir militer buat nerusin gurita politik korupnya dia, untung gk kepilih, melihat model pemilu yg sampah andai si AHY lebih berkarisma kayak bapaknya dulu bisa2 dia kepilih gara2 rakyat terpesona

gw dulu ikut milih SBY ya karena umur baru pertama x untuk ikut pemilu, wajar g ngerti apa2, cuma nganggep SBY keren berkarisma aja

bener kata orang2 Jokowik di periode 2 mulai mau menegakkan hukum, kita lihat saja nanti prakteknya gmn

semoga di stengah masa periode bisa bener2 100% kluar dr jerat mamak banteng, depak smua menteri2 titipan, dan berangus smua tikus2 keparat yg secara gk langsung menyengsarakan idup rakyat di berbagai sektor

dan sedihnya rakyat gk sadar udah didzolimi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 08:46
Maling ketemu maling, kerjasama untuk mengeruk uang rakyat, baik emoticon-fuck2
0 0
0
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 08:52
serem abis ternyata.. klan SBY parah amat yak ternyata.....
0 0
0
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 09:02
Quote:Original Posted By nowbitool
Klo gak salah dlu pas ikut seminar saham di IDX, brokernya cerita semenjak krisis 90an itu dan ada kejadian goreng saham oleh pt bakrie, dan baru orang di BEI netapin kebijakan, dan klo harga saham diatas ambang batas bakalan di hold...


Ya, tp kan suspensinya cmn sehari, besok jalan lagi emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
0 0
0
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 09:04
Quote:Original Posted By gw.kenshin1601
Knp jadi bahas agama?
Trit ini lg bahas ttg "Para maling uang negara" yg sedang saling menyalahkan, itulah kejahatan apapun itu, sesolid apapun pasti akan pecah krn mereka semua sudah gelap mata dan rakus.



Soalnya jadi alat kak. Kesian santri2 lagi enak2 ngaji malah suruh ke monas.

Pamer?

Bernegara ya bernegara. Beragama ya beragama

Gimana sodara2 kita yang non arap?
Gak berani keluar rumah pak!
profile-picture
profile-picture
adityar21 dan wen12691 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 09:09
Quote:Original Posted By anus.buswedan
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa

Kejagung telah menetapkan 5 orang tersangka Jiwasraya, 3 diantaranya direksi lama yang diangkat ex Menteri BUMN Dahlan Iskan dan 2 pengusaha kaya yang sangat dekat dengan rezim SBY. Setelah ini akan diusut juga aliran dana ke eks menteri dan partai politik. Cerita lama era SBY akan dikuak kembali. Perlahan tapi pasti uang negara akan ditarik kembali. Makanya dalam artikel kemarin mas Alif menuliskan informasi mencengangkan. Diam-diam petinggi parpol, yang satunya gurem dan satunya pertengahan merengek minta bertemu Jokowi. Ada hubungan spesial apa antara mereka dan tersangka Jiwasraya, Benny Tjokosaputro?

Apalagi ternyata Benny juga ikut terlibat dalam perampokan di Asabri. Jumlahnya sama-sama diangka 600 milyar lebih. Siapa Benny Tjokosaputro dan apa hubungannya dengan Cikeas dan Hatta Rajasa yang merupakan eks Ketua Umum PAN?

Dilansir dari inews.id, nama Benny Tjokro tidak asing di kalangan investor saham. Dia dikenal sangat berpengalaman di pasar modal karena telah berkecimpung sejak akhir 1980-an. Saat itu, dia masih kuliah di Universitas Trisakti Jakarta dan gemar membeli saham-saham IPO.

Benny Tjokro kerap sebut sebagai 'market maker' alias bandar besar saham. Namanya pertama kali dikenal saat diduga 'menggoreng saham' PT Bank Pikko Tbk pada 1997 bersama teman-temannya. Saat itu, BEI memberi sanksi kepada Benny dkk untuk mengembalikan hasil keuntungan penjualan saham tersebut ke kas negara sebesar Rp1,5 miliar.

Handoko Tjokrosapoetro, ayah Benny, sangat tak sreg dengan keputusan anaknya bermain di pasar saham. Handoko adalah putra Kasoem Tjokrosaputro, pemilik Batik Keris Solo yang melegenda sejak 1920.

Benny beberapa kali ditugasi ayahnya untuk mengurus bisnis keluarga, termasuk Keris Gallery. Dia juga sempat diminta untuk mengurusi soal tanah karena keluarganya berbisnis properti. Upaya mengalihkan perhatian Benny gagal, karena dia tak meninggalkan aktivitas bermain saham.

Pada 31 Oktober 1990, Hanson International yang merupakan perusahaan manufaktur tekstil IPO melantai di Bursa Efek indonesia (BEI). Sejak saat itu, perusahaan yang didirikan pada 1971 ini kerap beralih bisnis, termasuk masuk ke sektor tambang dan energi pada 2008.

Pada 2013, Hanson fokus di bidang properti dengan banyak membeli bank tanah (landbank) di Tangerang, Bogor, Lebak, dan Rangkasbitung. Saat ini, Hanson fokus mengembangkan kota di Maja dan Serpong.

Awalnya klan Tjokrosaputro dikejar jerat hutang Bank Mandiri. Seperti dilansir viva.co.id, PT Bank Mandiri Tbk terus mengejar penyelesaian utang PT Subah Indah Tbk sebesar Rp 1,28 triliun.

Suba Indah merupakan grup usaha milik keluarga Tjokrosaputro. Perusahaan lain yang berada di bawah bendera Suba Indah adalah PT Primayudha Mandirijaya dan PT Hanson International Tbk.

Pada tahun 2008 Bank Mandiri berhasil memperoleh pelunasan kredit dari PT Primayudha Mandirijaya sebesar Rp 217 miliar.

Sedangkan, tagihan kepada debitor macet PT Hanson International Tbk sebesar Rp 152,5 miliar masih belum terbayar. Ironisnya, tagihan belum dibayar, Hanson International malah akan ekspansi ke bisnis lain. Hanson akan bergerak dalam bisnis batubara dan telekomunikasi.

Dalam buku Goerge Aditjondro disebutkan kalau tiga bersaudara, Benny, Teddy dan Dicky Tjokrosaputro mencari perlindungan dari kejaran hutang PT Bank Mandiri di bawah penguasa (SBY). Entah bagaimana ceritanya di salah satu perusahaan milik Tjokosaputro (PT Power Telecom) ada nama kerabat SBY, kader Demokrat hingga keluarga Hatta Rajasa.

Sebagai komisaris utama PT Power Telecom (Powertel) adalah Hartanto Edhie Wibowo, adik bungsu almarhumah istri SBY. Roy Suryo Notodiprojo juga menduduki posisi komisari independen. Duduk sebagai Direktur adalah Ahmad Hafisz Tohir yang juga adik dari Hatta Rajasa. Selain itu, Dicky Tjokosaputro sendiri menjabat sebagai Direktur Utamanya.

Selain disebut mendanai kampanye SBY, PT Powertel ternyata kebanjiran banyak proyek dari Hatta Rajasa yang saat itu menduduki posisi menteri perhubungan. Proyeknya menjadi satu dengan PT KAI yakni pembangunan double track jurusan Tanah Abang Serpong senilai 333 milyar. Pengadaan (kereta api listrik) KRL bekas dari Jepang senilai 44,5 milyar. Serta pengadaan jaringan serat optik di Jakarta, Surabaya dan Bandung dengan memanfaatkan jaringan rel PT KAI.

Ironisnya berbagai proyek itu dibiayai hutang negara yakni dari Bank Dunia senilai 85 juta US dollar. Selain itu 41 milyar yen dari pemerintah Jepang lewat JBIC. Terakhir 194,88 juta US dollar dari pemerintah RRT. Lebih mengecewakan lagi ternyata proyek yang dibiayai lewat hutang harus berakhir dikorupsi.

Seperti dilansir beritasatu.com, Eks Direktur Jenderal Perkeretaapian periode 2005-2007, Soemino Eko Saputro divonis 3 tahun pidana penjara dan denda Rp 100 subsider 3 bulan kurungan.


Putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ini lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa KPK yang menuntut Soemino dengan pidana penjara 5 tahun.

Soemino dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi proyek pengadaan 60 unit Kereta Rel Listrik (KRL) hibah bekas Jepang tahun anggaran 2006-2007 di era Menteri Perhubungan Hatta Rajasa.

Selain menjerat eks anah buah Hatta Rajasa, KPK juga diminta mengusut keterlibatan Hatta Rajasa dan adiknya. Seperti diberitakan okezone.com, permintaan tersebut disampaikan bekas Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Soemino Eko Saputro, melalui kuasa hukumnya Tumpal H Hutabarat. Soemino merupakan tersangka dalam kasus tersebut dan telah dijebloskan ke penjara oleh KPK kemarin.

"Mestinya (Hatta) diperiksa, karena penunjukan langsung perusahaan Sumitomo Corporation atas persetujuan Pak Hatta," kata Tumpal saat dihubungi okezone, Jumat (1/4/2011).

Selain itu, kata Tumpal, proyek pengangkutan KRL dari Jepang dilakukan atas perintah Hatta. Sebelumnya Soemino terlebih dahulu melakukan survei dan melaporkan kepada Hatta perkiraan biaya pengiriman satu unit kereta mencai Rp720 juta.

Tumpal menambahkan, saat survei ke Jepang, tanpa diketahui sebelumnya oleh Soemino telah ada empat orang di luar Kemenhub yang ikut dalam proyek ini. Keempat orang tersebut salah satunya adalah adik kandung Hatta, Hafiz Tohir.

Terkait dengan hal itu, Tumpal meminta penyidik KPK untuk menelusuri kaitan Hafiz dalam proyek pengangkutan kereta api yang diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp30 miliar itu.

Sepertinya lewat kasus Jiwasraya dan Asabri, pemerintah Jokowi hendak membuka kembali lembaran hitam era SBY. Makanya mereka ketakutan, berkeringat dingin, tak enak makan hingga mengemis minta ketemuan. Klan Cikeas ternyata tidak jauh beda dengan Cendana yang hanya memperkaya diri dan kelompoknya. Mereka menggarong uang negara, menyalurkan lewat yayasan-yayasan untuk kemudian digunakan sebagai alat kampanye dan sumber uang.

Sangat memprihatinkan kejatuhan orde baru ternyata hanya semu karena ulah presiden dari Cikeas. Kini harapan bangsa berada di pundak pengusaha kayu yang banyak disepelehkan oleh rakyatnya sendiri. Tapi sebagai pendukungnya, kita yakin ini adalah takdir Tuhan untuk mengembalikan kekayaan negara yang telah dirampok lewat tangan Jokowi dan menterinya. Hingga Mahfud MD berujar kalau uang negara tak dirampok maka setiap orangnya bisa mendapat 50 juta dari negara per bulan. Tapi itulah kenyataannya, negeri ini terus menerus disakiti. Semoga tak hanya kekayaannya yang disita, tapi pelaku koruptor sudah selayaknya dihukum mati.

Begitulah kura-kura.

Referensi:

https://www.google.com/amp/s/m.merde...n-menteri.html

https://www.inews.id/finance/bisnis/...is-batik-keris

Goerge J Aditjondro, Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century, 2009

https://www.google.com/amp/s/m.viva....n-ke-batu-bara

https://www.google.com/amp/s/amp.ber...is-3-tahun-bui

https://www.google.com/amp/s/news.ok...rajasa-adiknya

https://www.google.com/amp/s/m.solop...nia-956525/amp

Ajalmu tiba wahai kebo korup!!



Semoga saja bisa tertangani dgn baik kasus2 spt ini. Amin
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 09:24
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
1 0
1
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 09:49
halah mau model penangkapan pengusutan dll model apa pun percuma...pasti juga banyak uang...langsung memble kalo UUD
0 0
0
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 09:55
klo terlibat sih iya tp adakah bukti fisik keterlibatannya nah ini yg perlu ditelusuri emoticon-Cool
0 0
0
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 09:58
makin seru nih emoticon-Big Grin
0 0
0
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 10:08
klo lagu bang iwan tuh
maling treak maling
sembunyi balik dinding
pengecut lari terkencing kencing emoticon-Wakaka

profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
1 0
1
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 10:16
seru nih kasusnya dan ribet karena melibatkan keluarga pepo, bisa kyk film 24, mantan presiden ditangkap emoticon-Traveller emoticon-Traveller
profile-picture
wen12691 memberi reputasi
1 0
1
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 10:19
huh shame on u
0 0
0
Sepak Terjang Klan Tjokrosaputro Merampok Uang Negara Bersama Cikeas & Hatta Rajasa
21-01-2020 10:19
Mantau dlo..siapa yg brani cyduk keluarga Pepo emoticon-Cool Centruy dan Hambalang aja nguap tanpa kejelasan emoticon-Hammer2
profile-picture
wen12691 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Halaman 3 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia