News
Batal
KATEGORI
link has been copied
96
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e1db2b1337f9346b501e47f/whatsapp-tak-lagi-gratis-pilih-bayar-rp-14000-atau-iklan
Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak bisa dipungkiri WhatsApp menjadi pilihan aplikasi pesan utama yang digunakan banyak orang karena gratis dan mudah digunakan. Namun bagaimana jadinya bila WhatsApp menjadi aplikasi berbayar?  Facebook, yang mencaplok kepemilikan WhatsApp pada 2014 lalu mengabarkan akan di status WhatsApp. Rencana WhatsApp meraup pundi keuntungan dibocorkan dua analis media sosial y
Lapor Hansip
14-01-2020 19:23

WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak bisa dipungkiri WhatsApp menjadi pilihan aplikasi pesan utama yang digunakan banyak orang karena gratis dan mudah digunakan. Namun bagaimana jadinya bila WhatsApp menjadi aplikasi berbayar? 

Facebook, yang mencaplok kepemilikan WhatsApp pada 2014 lalu mengabarkan akan di status WhatsApp.


Rencana WhatsApp meraup pundi keuntungan dibocorkan dua analis media sosial yang kebetulan hadir dalam acara Facebook Marketing Summit di Berlin, Jerman pada Mei 2019.


Facebook pun sudah mengkonfirmasi rencana ini akan direalisasikan pada 2020, meskipun belum jelas kapan pastinya.

Hal ini pun diakui oleh Matt Navarra, Konsultan Sosial Media melalui akun Twitter pribadinya. Para pengguna akan melihat iklan ketika mengintip WhatsApp Status orang lain, dan disitulah WhatsApp meraih pendapatan.

Namun sebenarnya jauh sebelum Facebook  ingin memonetisasi WhatsApp. Pendiri WhatsApp telah memiliki cara untuk mendapatkan keuntungan yaitu dengan dengan mematok biaya berlangganan sebesar US$ 1 atau setara Rp 14.000 per tahun bagi pengguna.

Akhirnya, rencana monetisasi WhatsApp dengan iklan ini pun memunculkan perdebatan panas dan membuat dua pendiri perusahaan, Brian Acton dan Jun Koum meninggalkan perusahaan.

Keduanya tak sepakat dengan kehadiran iklan dalam platform chatting ini sementara Mark Zuckerberg ingin segera monetisasi ini dilakukan, seperti dikutip dari Forbes, Rabu (8/1/2020).

WhatsApp sendiri didirikan oleh Brian Acton dan Jun Koum pada 2009 silam. Plaform ini kemudian diakuisisi Facebook pada 2014 senilai US$ 19 miliar dalam bentuk sebagian uang tunai dan saham Facebook. 


Biaya Berlangganan Rp 14.000 per Tahun
Kehadiran iklan di WhatsApp sebenarnya sudah banyak diprediksi berbagai pihak. Pasalnya, Facebook Group merupakan platform periklanan terbesar di dunia di mana pendapatan lebih dari 80% pendapatan perusahaan berasal dari iklan.

Sebelum meninggalkan perusahaan, Acton mendatangi kantor Facebook untuk mencoba mengusulkan cara Whatsapp meraih keuntungan ke CEO Mark Zuckerberg.

Sesampai di sana, ia pun berselisih dengan tim hukum Facebook. Karena Facebook ingin menghasilkan uang melalui iklan, sedangkan Acton ingin membuat Whatsapp dengan biaya berlangganan.

"Pada akhirnya, saya menjual perusahaan saya," kata Acton. "Saya seorang penjual. Saya mengakui itu."

Dilansir dari Feedough, (9/1/2020), dikatakan para pendiri Whatsapp membenci iklan dan menciptakan platform bebas iklan dengan fokus hanya pada pengalaman pengguna dan antarmuka yang bagus.

Saat membuat Whatsapp, Brian Acton dan Jan Koum ingin menciptakan sebuah platform instant messaging untuk pengguna dan bukan untuk perusahaan besar beriklan.

Untuk mendapat keuntungan, mereka memiliki cara yaitu pengguna diharuskan membayar tagihan. Jadi nantinya, Whatsapp akan memiliki versi berbayar dan dikenakan biaya tahunan sebesar $ 1 dari pengguna.

Sebelum rencana monetisasi, WhatsApp menghasilkan pendapatan dari WhatsApp Business yang ditujukan sebagai tempat berikan dan berkomunikasi penjual dengan pembelinya.

Jadi, Anda lebih memilih WhatsApp beriklan atau berlangganan Rp 14.000 per tahun?

Indonesia 74 tahun merdeka, messenger nasional aja ga ada yang populer.



apa negara ini kekurangan ahli IT ?

semua pakai IMPORT

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 4 dari 5
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 06:18
Oh

Cuman 14 rebu? Ane biasa top up google jutaan gan, gak sombong nih









emoticon-Leh Uga
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 06:22
Selama bisa bayar di alfamart, indomaret aman
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 06:24
Quote:Original Posted By baybayz
belum ada gantinya,, bayar aja dah..


ada kok namanya Hi app asli buatan indonesia, lebih ringan dan tampilan lebih keren emoticon-I Love Kaskus
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 06:51
Mirc aja dah....asl plz.
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 07:07
Bayar lah. Ente buat rokok dibakar abis berapa ? Kencing abis berapa ? Makan abis berapa ?
Kalo ada alterbatif lain yg lebih oke! Digratisin juga bakal pake yg lain...
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 07:22
ya jelas pilih bayar aja lah, daripada ngadepin iklan terus
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 07:32
Quote:Original Posted By TvMerah95
uninstall aja emoticon-Traveller


Dasar manusia medit
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 07:38
[quote=rajin.meremas;5e1db2b1337f9346b501e480]Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak bisa dipungkiri WhatsApp menjadi pilihan aplikasi pesan utama yang digunakan banyak orang karena gratis dan mudah digunakan. Namun bagaimana jadinya bila WhatsApp menjadi aplikasi berbayar? 

Facebook, yang mencaplok kepemilikan WhatsApp pada 2014 lalu mengabarkan akan di status WhatsApp.


Rencana WhatsApp meraup pundi keuntungan dibocorkan dua analis media sosial yang kebetulan hadir dalam acara Facebook Marketing Summit di Berlin, Jerman pada Mei 2019.


Facebook pun sudah mengkonfirmasi rencana ini akan direalisasikan pada 2020, meskipun belum jelas kapan pastinya.

Hal ini pun diakui oleh Matt Navarra, Konsultan Sosial Media melalui akun Twitter pribadinya. Para pengguna akan melihat iklan ketika mengintip WhatsApp Status orang lain, dan disitulah WhatsApp meraih pendapatan.

Namun sebenarnya jauh sebelum Facebook  ingin memonetisasi WhatsApp. Pendiri WhatsApp telah memiliki cara untuk mendapatkan keuntungan yaitu dengan dengan mematok biaya berlangganan sebesar US$ 1 atau setara Rp 14.000 per tahun bagi pengguna.

Akhirnya, rencana monetisasi WhatsApp dengan iklan ini pun memunculkan perdebatan panas dan membuat dua pendiri perusahaan, Brian Acton dan Jun Koum meninggalkan perusahaan.

Keduanya tak sepakat dengan kehadiran iklan dalam platform chatting ini sementara Mark Zuckerberg ingin segera monetisasi ini dilakukan, seperti dikutip dari Forbes, Rabu (8/1/2020).

WhatsApp sendiri didirikan oleh Brian Acton dan Jun Koum pada 2009 silam. Plaform ini kemudian diakuisisi Facebook pada 2014 senilai US$ 19 miliar dalam bentuk sebagian uang tunai dan saham Facebook. 


Biaya Berlangganan Rp 14.000 per Tahun
Kehadiran iklan di WhatsApp sebenarnya sudah banyak diprediksi berbagai pihak. Pasalnya, Facebook Group merupakan platform periklanan terbesar di dunia di mana pendapatan lebih dari 80% pendapatan perusahaan berasal dari iklan.

Sebelum meninggalkan perusahaan, Acton mendatangi kantor Facebook untuk mencoba mengusulkan cara Whatsapp meraih keuntungan ke CEO Mark Zuckerberg.

Sesampai di sana, ia pun berselisih dengan tim hukum Facebook. Karena Facebook ingin menghasilkan uang melalui iklan, sedangkan Acton ingin membuat Whatsapp dengan biaya berlangganan.

"Pada akhirnya, saya menjual perusahaan saya," kata Acton. "Saya seorang penjual. Saya mengakui itu."

Dilansir dari Feedough, (9/1/2020), dikatakan para pendiri Whatsapp membenci iklan dan menciptakan platform bebas iklan dengan fokus hanya pada pengalaman pengguna dan antarmuka yang bagus.

Saat membuat Whatsapp, Brian Acton dan Jan Koum ingin menciptakan sebuah platform instant messaging untuk pengguna dan bukan untuk perusahaan besar beriklan.

Untuk mendapat keuntungan, mereka memiliki cara yaitu pengguna diharuskan membayar tagihan. Jadi nantinya, Whatsapp akan memiliki versi berbayar dan dikenakan biaya tahunan sebesar $ 1 dari pengguna.

Sebelum rencana monetisasi, WhatsApp menghasilkan pendapatan dari WhatsApp Business yang ditujukan sebagai tempat berikan dan berkomunikasi penjual dengan pembelinya.

Jadi, Anda lebih memilih WhatsApp beriklan atau berlangganan Rp 14.000 per tahun?

Indonesia 74 tahun merdeka, messenger nasional aja ga ada yang populer.



apa negara ini kekurangan ahli IT ?

semua pakai IMPORT

Gak kuat bayar,pakai surat keterangan tidak mampuemoticon-Ngakak
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 08:06
percuma, kalo pemerintah buat juga nanti jadi bancaan korupsi para pengusungnya. tapi kalo yang buat swasta ya sanggupkah mereka buat biayain sistemnya yang jelas mahal.
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 08:17
Bukan sombong yaelah setahun cuma 14 rebu..kembalian indo/alfa dikumpulin juga dapetemoticon-Leh Uga
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 08:29
Quote:Original Posted By redp00l
indon itu udah terbukti kikirnya
apalagi udah dibiasain gratis bertahun-tahun

liat aje suruh bayar cuman 14rebu pasti banyak yg protes/ngancam pindah ke sebelah emoticon-Leh Uga


Padahal 14rb per tahun bukan 14rb per bulan. Tapi ane setuju sih biar WA bebas dari bocah yg gampang kehasut Hoax

Soalnya kalau berbayar gt rugi bandar kalo nyebar Hoax
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 08:35
repot amat. tinggal uninstal WA dan ganti sama telegram...
platform dan kegunaannya sama kok.
profile-picture
AlphabetNumeric memberi reputasi
1 0
1
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 08:53
Quote:Original Posted By chenzahendratan
Terjangkau lah segitu mah
Cuman untuk orang yg kurang paham semisal orang2 tua atau penduduk pedesaan akan kesulitan mencari cara untuk membayar biaya berlangganannya



mungkin bisa potong pulsa brey bayarnya, skr kan bnyk bayar ama potong pulsa emoticon-Malu
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 09:43
balik pake esia hidayah emoticon-Ngacir
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 09:44
sebelum di akusisi juga WA udah berbayar setahun, banyak cara dulu mah ngakalainnya.

sampe banyak jasa buat bayar karena cuma bisa dari kartu kredit macam paypal dan visa
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 09:54
pernah ngrasain dulu awal wa kudu langganan 10rb/tahun... emoticon-Shutup emoticon-Thinking
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 09:59
sbnrnya sih psti masyarakat indo gk kbrtan toh bli kuota 50k perbulan aj bsa.. cuma kadang mrk bingung cra byrny klo lewat credit card ..
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 10:01
14ribu sebulan aja gw bayar malu atuh 14rb staon msh ribut emoticon-Cape deeehh
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 10:06
Quote:Original Posted By nicky123
14rb setahun mah murah banget, apalagi user WA udh ratusan juta... emoticon-Big Grin


bener bgt gan, usernya aja udh bejibun. Lagian klo pun berlangganan sedolar setahun mah rata2 pd gak keberatan sih. Karna emg dg user sebanyak itu udh buktiin klo emg wasap sepenting dan senyaman itu.
0 0
0
WhatsApp Tak Lagi Gratis, Pilih Bayar Rp 14.000 atau Iklan?
15-01-2020 10:11
Dipermudah aja cara bayarnya. Bisa lewat indoalfa dll
0 0
0
Halaman 4 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia