Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
8160
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3bf826af7e930dd41807cf/catatan-yang-terbuka
Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilkan.
Lapor Hansip
14-01-2019 09:47

Catatan Yang Terbuka

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Catatan Yang Terbuka

Quote:
Catatan "Yang" Terbuka. Apanya sih yang terbuka? Semua yang selama ini gw tutup rapat. Apa itu? Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw, bahkan teman gw sekalipun, ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilan.


Buat gw, kegagalan adalah tanggung jawab personal, bukan untuk dibebankan kepada orang lain. Biarkan mereka tahu yang indah indah saja soal gw. Problem, atau masalah, biar gw yang merasakannya. Itulah mengapa hidup gw terlihat indah. Percayalah, hidup ga ada yang seindah itu.

Namun, ada sebuah nilai yang bisa dipetik dari kegagalan-kegagalan yang gw rasakan. Saat keputusan gagal yang gw buat saat membeli tanah dari Pak Bams, akhirnya gw punya usaha baru. Otak mesum gw menangkap peluang untuk buka bengkel modifikasi bekerja sama dengan U**** adalah jawaban, atas kerugian finansial yang gw dapat dari membeli tanah mati itu.

Apakah Papa tahu tanah itu mati? Tahu, dan beliau membiarkan gw gagal! jahat? Tidak! Justru gw bersyukur! Awalnya jengkel, tapi setelah gw tahu maksud kenapa Papa tetap membiarkan gw gagal, kejengkelan gw berubah menjadi sujud sungkem terima kasih atas ilmu yang Papa ajarkan dalam diam.

Itulah salah satu kegagalan gw. Kegagalan, yang membuat Mama melarang gw untuk terjun di dunia yang ingin gw tekuni. Tapi, gw seperti terlahir untuk hidup dengan hal-hal yang menyerempet bahaya. Setelah gw bisa bangkit, gw memulai lagi. Itulah alasan, mengapa proyek di Gunungpati, gw sebut sebagai proyek perdana. Well, inilah kisah gw. Kisah yang tidak hanya indah, tapi juga mengenaskan. Kisah ketika Tuhan mulaimenyapa dan membuka mata hati ku, bahwa aku hanyalah seorang hamba!


-------------+++++++++++++----------------


Diana dan Vina masih terkapar di kasur yang ada di kosan gw. Sesuatu yang indah, sudah terjadi semalam. Membayangkan pun, rasa nya gw ga sanggup. Tapi Tuhan terlalu baik kepada gw. Hingga sesuatu yang jauh dari jangkauan gw pun bisa gw rasakan. Apa itu? Lu bebas mengimajinasikannya.

Quote:"Mba, mba, bangun. Sudah siang. Ga capek tha tidur terus." Ujar gw sambil terus menggoyangkan badan mereka berdua.

"Oahm. Jam berapa sih ndo? Masih malam kan ini?" Tanya Diana yang mulai bergeliat dari tidurnya.

"Sudah pagi mba. Kalau pacar ku ke sini, aku yang repot."

"Hehehe. Bagus dong, kita ajakin gabung aja sekalian."

"Duh. Jangan gitu dong mba." Ujar gw, lalu memanaskan air untuk membuat sesuatu yang hangat.

Gw biarkan mereka bangun, sambil sekali-kali melirik. Ternyata mereka benar-benar bangun, meskipun gw tahu itu terpaksa. Jam di kamar, masih menunjuk angka 05.15. Masih sangat pagi memang, tapi itu sama sekali ga membuat gw tenang. Lina terlalu sering datang sangat pagi ke sini.

Dua gelas, teh jahe hangat gw sajikan untuk mereka berdua. Untuk mengurangi cemas, yang mulai melanda, sebatang rokok pun gw hisap dalam-dalam. Diana nampak bereskan "arena perang" semalam. Sedangkan Vina, dia ke kamar mandi. Baguslah, paling ga, tanda-tanda mereka akan pulang dan berkemas sudah ada di depan mata.

Quote:"Ga mandi mba?" Tanya gw ke Vina.

"Ga lah ndo, nanti aja di kosan. Sebenarnya masih ngantuk, tapi demi kamu."

"Hehehee. Ya udah sih, teh nya diminum dulu biar segeran."

Diana pun bergabung dengan kita. Setelah tadi beres-beres, dia ke kamar mandi. Yah, sekedar cuci muka untuk menyegarkan diri saja, sama seperti yang Vina lakukan tadi. Obrolan pagi itu ga berlangsung lama. Yang memotong bukan gw, tapi Diana. Dia paham posisi gw yang sedang terjepit.

Beres-beres kamar adalah hal yang pertama gw lakukan pagi ini. Mengganti sprei lengkap dengan sarung bantal dan guling gw lakukan demi keamanan bersama. Ga lupa, wangi-wangian untuk menghilangkan bau dua cewe sexeh yang semalam nebeng tidur di sini, ga lupa gw lakukan. Yah mskipun Diana sudah membereskannya tadi, tapi gw rasa itu masih belum sempurna.

Quote:"Ayanxxx..." Sapaan yang nyaris membuat gw melompat. Untung saja, gw terlatih dibentak-bentak.

"Kamu Taaa, pagi-pagi dah ngagetin aja ih..." Ujar gw...

"Hayooo lagi mikirin apa???" Dia mendekat ke gw yang sedang merapikan sprei...

"Mikirin proposal, Mama dan semua..."

Kegagalan gw dulu memaksa gw untuk lebih selektif dan hati-hati, ga keras kepala dengan ga menerima uluran tangan dari Papa. Gw mengajukan proposal, dan Papa akan menjadi investor buat gw. Hubungan kita murni profesional, karena ada hitam di atas putih yang mengikat, beserta jaminan yang akan dilelang Papa, jika gw gagal bayar.

Jangan salah, mungkin kalau gw gagal orang pikir hidup gw akan enak. Toh masih ada Papa, bisa lah nebeng ke beliau. Lu salah! Gagal adalah mati buat gw! Gw sudah ambil sikap, jika emang ini gagal lagi, gw akan ke Papua! Entah kerja apa! Yang jelas, malu jika gw gagal dan masih di rumah.

Quote:"Hm. Makanya tho yanx, mending kamu tuh jujur aja sama semua. Biar beban mu itu ga terlalu berat." Lina selalu punya alasan untuk menentramkan hati gw.

"Udah ga ada yang tersembunyi Ta. Mama juga udah tau semuanya."

"Terus?"

"Ya meski keberatan, beliau ga kuasa nahan aku."

"Ya sudah! Terus apalagi? Kamu punya Papa mu yang udah kasih lampu hijau. Kamu juga punya Papa ku, yang juga dukung kamu."

"Mungkin masih ada sisa trauma. Trauma pernah gagal, dan mangkrak ga ada gunanya."

"Semua pernah gagal. Coba kasih tau aku yanx, orang yang ga pernah gagal? Ga ada. Kalau yang gagal, lalu menyerah dan pasrah, banyak yanx. Kamu mau?"

"Hehehehe. Mainstream adalah sesuatu yang paling aku benci Ta. Jadi aku ga mau."

"Nah. Ayo dong semangat! Hari ini semangat nya kuliah dulu. Hehe."

"Nanti siang, aku ke proyek Ta."

"Ya udah gapapa yanx, yang penting kamu harus optimis, OK?"

"OK..."

"Itu baru pacar ku." Sebuah kecupan mendarat di jidat gw. Semoga Cinta ga mencium sesuatu yang aneh.

Hangat pelukan dari Cinta membuat gw jadi lebih baik. Entah bahasan tadi hanya sebagai pelarian untuk menutupi kegilaan yang tadi malam gw lakukan bersama Vina-Diana atau murni gw memang ingat dengan kegagalan yang gw derita. Entahlah, semua menjadi abu-abu sekarang. Mungkin benar kata Arief ke gw, "kurangi hal-hal yang ga perlu dan dianggap tabu..."

Kuliah sudah ga ada menarik-menariknya di mata gw. Materi yang cuma itu-itu saja, dan stop pada ranah teori membuat gw bosan... Mungkin benar kata beberapa teman, gw ini anak alam, bukan anak sosial. Anak alam, itu suka membuktikan sesuatu, menguji hipotesa dan mendapatkan jawabannya saat itu juga. Beda dengan anak sosial yang lebih "sabar" mencari jawaban dari hipotesa yang mereka munculkan.

Quote:emoticon-mail: "Selamat siang mas, saya boleh ketemu pean ga?" Sms masuk dari Pak Atmo. Tokoh yang dituakan di lokasi proyek gw.

emoticon-mail : "Bisa Pak. Ada yang penting? Ini saya mau naik Pak."

emoticon-mail : "Oh. Kebetulan kalau gitu mas, nanti kalau sudah sampai, nyuwun tulung dikabari njih."

emoticon-mail : "Siap Pak."


Gw paham apa yang ingin Pak Atmo bahas dengan gw. Pasti soal kelanjutan nasib orang orang yang kerja sama gw. proses urug yang gw lakukan sudah hampir selesai. Sedangkan gw belum memperoleh pembeli potensial, meski proposal sudah gw sebar. Ini jelas bukan kabar bagus buat meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya pada gw. Sh*t! Kerja apa ya yang duitnya gede, tapi cuma butuh waktu singkat? Balap liar? Oh, tidak!, gw sudah pensiun.

Gw menuju parkiran lanjut keluar jalan Kaki menuju kosan. Kan tadi gw nebeng Cinta, kalau mobilnya gw pakai nanti dia pulangnya gimana? Terpaksa deh ambil mobil dulu di kosan. Di depan gw ada gerombolan celana cingkrang, plus mba-mbanya yang seperti itulah busananya. Gw tidak mau ribet. Namun dalam hati gw sudah membatin. Kalau sampai mereka cari gara-gara sama gw, akan gw hajar saat itu juga. Mood gw sedang ancur kok diajakin bercanda. Untungnya mereka paham, dan memilih membiarkan gw lewat.

Quote:"Seperti dugaan gw, Pak Atmo mau bahas soal kelanjutan proyek yang sedang gw kerjakan. Ga ada jalan lain selain jujur. Gw pun menjelaskan semuanya kronologi dari awal sampai akhir. Berat memang membuat orang kecewa, tapi apa mau dikata, emang inilah kenyataannya."

Otak lagi buntu kayak gini, temuin Eka kayak nya cocok deh. Sayangnya, nasib gw kurang baik hari ini. Eka sedang ada kuliah yang ga bisa dia tinggalkan. Katanya sih, mata kuliah utama. Untuk membuang waktu, gw memutuskan untuk mencari warnet. Jangan salah, sekarang gw sudah bukan si gaptek dan cuek teknologi seperti saat SMA dulu.

Quote:emoticon-mail: "Hi ndo, gw putuskan untuk memberikan kesempatan kepada Seno untuk mendekat ke gw. How about you, dear? Awas aja kalau lu bilang gw ini kekanakan karena memilih berdasar persamanaan negara, dan agama."


Jangan Buka, Nyesel Lho


Email yang terus terang membuat gw hanya tersenyum simpul sedikit kecut. Pengirim nya itu lho yang bikin gw gimana gitu. Reni! Gw mencoba melucu untuk balas email yang baru masuk beberapa jam lalu itu. Namun, apakah feel lucunya dapat, gw sendiri kurang yakin.

Quote:emoticon-mail: "Lu dimana? Gw udah bubaran nih." Sms masuk dari Eka.

emoticon-mail : "Bentar, lu tunggu di parkiran B6 aja ya?"

emoticon-mail : "Wong edan, ditanya kok ga jawab sih."

emoticon-mail : "Pertanyaan lu basi. Udah jelas gw di hati lu lho ya."

emoticon-mail : "Kepreeettt ndooo... Londooo..."


Dasar cewe antagonis. Gw kira cuma muka nya doang yang sadis, ternyata sifatnya pun ga kalah sangar. Gw sudah matikan billing warnet, bayar, lalu bergegas menuju tempat parkir yang tadi gw maksud. Terlambat jelas bukan ide bagus. Bisa kena omelan Eka gw.

Quote:"Siang cewe." Goda gw, ketika stop persis di depannya.

"Lamaaa lu ndo." Dia pun buka pintu kiri, lalu naik.

"Lu dari mana ndo? Cek kerjaan ya?" Tanya dia kemudian.

"Yappp. Udah mau selesai sih."

"Lhah, kalau udah selesai, terus nasibnya gimana ndo?"

"Ya ga gimana-gimana. Mungkin stop dulu beberapa saat sambil nunggu peminat dan juga investor."

"Nganggur dong abis ini."

"Ga juga Ka. Gw udah punya usaha baru yang bisa gw kerjain."

"Dasar otak bisnis. Kuliah selesaikan woi."

"Aman lah. Kemana kita?"

"Kosan ndo, gw udah masak tadi pagi, hehe."

"Apa?" Gw menatap heran ke Eka, pengen ngakak tapi gw tahan. Eka masak?

"Sialan lu ndo!!! Meremehkan banget lu! Gini-gini gw bisa masak woiii!!! Hahaha..." Ngakak dia.

"Lihat muka dan kelakuan lu, emang salah ya kalau gw curiga dengan rasa masakan lu? Hehehehe." Ejek gw

"Bodo amat ndo, awas aja kalau lu ga abisin masakan gw!"

"Kenapa emang? Hehehehee."

"Jangan ke kosan gw lagi!"

"Ya elah, sadis amat lu Ka!"

"Bodo amat! Salah sendiri menghina gw!"

"Ga menghina sayang, cuma memastikan." Gw pegang rambutnya.

"Apa lu pegang-pegang."

"Jiah, kekasih gw lagi ngambek."

"Kekasih pala lu ndo."

"Ngoahahahahaaa."

Gw sudah menyiapkan mental dan lidah gw untuk menghadapi situasi terburuk. Nunggu di kamar, sementara Eka sibuk menyiapkan hasil karyanya. Ayam goreng, sup wotel, kol, dan teman-temannya. Oiya, ada juga sambal yang terlihat menggoda dengan warna merah agak sedikit gelap.

Satu suapan masuk, ini ga buruk! Emang sih ga enak-enak banget. Cenderung agak asin di lidah gw. Tapi masih masuk toleransi lah. Sambalnya itu yang gw suka. Manisnya biasa saja, pedasnya juga biasa, tapi gurihnya itu lho. Overall, not bad. Namun ga bisa dibilang istimewa juga.

Quote:"Doyan lu ndo? Hehehe." Tanya Eka, saat gw nambah sayur plus sambalnya.

"Hehehehe. Lu beli di mana?" Ejek gw.

"Sialan lu! Plakkk!" Bahu gw kena tampol.

"Mau penilaian jujur?"

"Iyalah! Gila aja lu bohong."

"Overall, enak! Cuma asinnya kagak nahan mba nyaaa. Lu pengen kimpoi ya?"

"Huahahahahahahaa. Beneran asin berarti ya ndo? Teman gw tadi juga bilang gitu. Itu sayurnya udah tak tambahi air tadi, kalau ayamnya. Pasrah deh."

"Besok lagi, kalau masak kurangi garam ya? Asin ga baik buat darah."

"OK Pak Boss!"

"Dan ini." Gw angkat sambal di depan matanya.

"Juara! Lu kalau buat lagi, pakai takaran ini. Gw bukan pecinta pedas, gw juga ga suka sambal, tapi gw suka sambal lu! Boleh ga boleh, sisanya gw bawa pulang!"

"Hahahahahaaa. Koplak lu ndo!"

"Ga boleh?"

"Boleh-boleh. Semua aja boleh."

"Ogah, asin sayang. Udah pengen yah?" Ulangi lagi pertanyaan pertama tadi.

"Kalau iya, lu mau apa?" Mampus gw. Mana mukanya serius lagi.

"Kapan? Ortu ku otw rumah mu nih?"

"Hihihihi. Salah nantang orang, sabar ndo. Lulus dulu."

Gw kok dikasih tantangan, ya gw makan lah sampai abis. Mood gw agak membaik pasca bertemu dengan Eka. Selain perut kenyang, gw juga dapat belaian kasih sayang. Gw rasa itu adalah instrumen penting untuk balikin semangat gw, setelah kegagalan-kegagalan yang gw alami. Caranya mungkin salah, tapi ya sudahlah.

Sebelum Magrib, gw sudah berada di kosan lagi. Sms-sms dari Lina baru gw balas di sini. Waktu ketemu Eka, hp dalam posisi super silent. Jadi bukan cuma ga berdering, getar pun ga. Anggap saja gw sedang memainkan protokol buaya. Tapi entah mengapa, gw agak ga nyaman akhir-akhir ini. Gw seperti sudah lelah bermain dari hati ke hati.

Quote:"Jika kepala pusing kayak gini, paling enak itu vodka. Untungnya, gw selalu sedia di kamar. Gapapa main single, yang penting happy dan sedikit meringankan beban di kepala ini. Juga sebagai bekal hari esok yang lebih baik."

Pagi yang cerah. Sebelum jam 7, Lina sudah di depan kosan. Dia sepertinya mulai suka dengan kegiatan barunya, barengin gw tiap berangkat kuliah. Memang kampus kita dekat, tapi tetap saja beda. Biasanya sih, gw drop dia, lalu mobilnya gw bawa ke parkiran kampus gw. Kecuali kalau gw ada acara kayak kemarin, dia yang drop gw di jurusan gw.

Quote:"Yanx, kamu dicariin tuh sama Mama..." Ujarnya saat gw sudah siap di balik kemudi mobilnya.

"Hah? Mama ngapain nyari aku Taaa?" Agak heran gw.

"Iya, kangen katanya. Kamu sih jarang maen ke rumah."

"Ya udah, besok malam minggu aku apelin kamu ya?"

"Wuuu. Kalau gitu aku ke gerejanya minggu pagi aja yanx."

"Siappp. Udah sampai, semangat ya Ta." Yap, jarak kosan gw ke kampus, memang dekat.

"Iya. Kamu tuh yanx yang semangat, jangan mikirin gagal terus." Pegang pipi gw.

"Gagal? Apaan tuh gagal? Hehehe."

"Ahahahaa. Bye yanx, nanti beres kuliah langsung ke sini aja ya?"

"Boleh?"

"Boleh lah. Asal kamu ga rusuh aja!"

"Hehehe. Siap cintaaa."

Gw memiliki riwayat yang kurang baik sama anak ekonomi. Biasalah, mereka jual, ya gw borong. Jangankan mereka yang muka-muka alim tapi dibuat sangar, yang beneran sangar macam anak Teknik aja gw gass kok. Kalau gw mau, bisa aja sih gw minta tolong ke anak hukum. Namun itu bukan karakter gw. Masalahnya, anak hukum suka main kotor. Kalau kata orang jawa sih, "nabok nyilih tangan." Itu bukan karakter gw.

Quote:"Tuing." Sebuah notifikasi YM masuk ke HP gw sesaat setelah gw di parkiran.

emoticon-mail : "Gw diajak makan malam sama Seno nih." Reni! Bego ya gw, ada YM di HP, kenapa kemarin gw ke warnet? Anggap aja buang waktu.

emoticon-mail : "Pamer mulu. Coba sini liat gambar nya Seno kayak apa." Balas gw, keluar mobil, pastikan terkuci, lanjut jalan ke kelas.

emoticon-mail : "Jangan ndo, minder lu ntar, soalnya gantengan dia daripada lu. Haha."

emoticon-mail : "Ganteng tapi kecil buat apa?"

emoticon-mail : "Njir. Dari mana lu simpulin dia kecil?"

emoticon-mail : "Karena yang bisa ngalahin joni cuma negro, arab dan bule."

emoticon-mail : "Wkkwkwkwkwk. Ntar gw lihat dulu, kalau lu bener, gw puji."

emoticon-mail : "Puji doang? Ga guna kaleee. Tidur bersama kek biar sangar."

emoticon-mail : "Iya, nunggu gw balik ya?"

emoticon-mail : "Deal."

emoticon-mail : "Bye mantan, jalan dulu yakkk."

emoticon-mail : "Pala lu mantan."

emoticon-mail : "Bodo amatt."


Manasin gw kok pakai pacar baru. Mana bisa boss? Tapi kenapa ada semacam ketidak suka-an ya di hati gw? Ga bisa gw bantah sih, mungkin karena gw memang masih ada hati ke Reni. Ya sudah, mari dihapus dengan ikut kuliah Hukum Acara Pidana di pagi yang panas ini. Panas bukan karena cewe-cewe dan dipamerin Reni ya, tapi emang karena panas beneran oleh matahari.

Sepertinya, gw butuh piknik. Pulang lanjut ketemu Arief bisa menjadi solusi yang baik. Tapi besok gw sudah ada janji untuk ngapelin Cinta. Di sinilah repotnya. Apa nanti sore saja ya gw baliknya. Ada banyak hal yang ingin gw bahas dengan Kampret. Sebaiknya ga gw tunda, kalau gw ingin semua tetap on the track.

Gw mulai percaya, jika Tuhan mulai menyapa dan menunjukkan kuasanya, serta memberitahu gw, bahwa gw ini buka siapa-siapa. Gw ini hanya hamba yang bisa diatur sesukanya. Pertanyaannya, apakah gw bisa memanipulasi keputusan Tuhan agar mau berada di kubu gw? Only time will tell.



Ciaooo
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kyoshihamz dan 230 lainnya memberi reputasi
223
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 384 dari 411
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 21:22
Ketinggalan part jauhh bangett baru sampe om londo di adili om lee☺ SR yg turun gunung (gabiasaakomen) hampuraa
Diubah oleh claubidzar
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan rezanoaguero memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 21:53
Tuku siji iso adol loro,bathine dobel2, kaya mendadak kono Om Ndo, tombake didol regane ping telune rego lemah .... Tambah makmur he...he...
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
27-12-2019 22:20
Wkwkk betul bre kyake
Dan kemungkinan malah jadi senjata chaterine buat ajak mas londo menggila

Quote:Original Posted By emzehd26
Kalo lina tau, pasti jawabanya "gapapa asal bukan Angel" emoticon-Big Grin


profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
28-12-2019 00:22
waduh ternyata sudah dikeluarkan strategi lawan mafianya,belajar dari mana itu om kalau boleh tau hehhe
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
28-12-2019 01:31
Gelar Sajadah dulu biar pikiran tenang.
Atur strategi untuk menghadapi Mr X.

Ciaooo Mas..
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
28-12-2019 06:55
Quote:Original Posted By izmu19
selama jalan cerita iki, azwan ndak yo ngerti kabare njenengan om ndo ?

Ora ngerti om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rheeashe
Wes ra bar2yaaa mas? emoticon-Ngakak (S)
Tuuu kan little circle itu lebih mudah ketemunya... Tapi kenopo mr x iki aku mung iso kiro2 emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Bener mas.. jangan kamu tambahin bebane lina.. urip dewe kr momong bocah q nggak enak.. punya duit banyak juga ttp ada yg kurang.. emoticon-Angkat Beer

Soale wonge ga begitu tenar di luar mba... Kasarane, deknen kui ming jago kandang... Beda jauh sama yang lain... emoticon-Big Grin Pengalaman mba ya, jadi single parent itu memang berat... emoticon-Nyepi
Quote:Original Posted By Arikempling78
Koyo wayang wae bos, metu nganggo wayah ha ha ha.

Nek pas moco critomu aku kadang kelingan anak anak Parkerin seko Salah satu SMK kudus om.
Etos kerjane manteb tenan
Semangate tak acungi jempol
Nek tandang gawe cak cek ora wigah wigih, kecerdasane di atas rata rata anak anak smk lokal.
Kadang sok mbayangke opo anak anak parkerin mbiyen ki kesehariane opo yo koyo sampean.
Sing paling tak eling eling oleh oleh jenange seko anak anak om.
Jenang kudus rasane manteb tenan.

Sak ngerti ku leg wong Kudus rata-rata leg kerjo yo ngono kui om, rag bakal mandek leg urung kelar urusane... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
wihhhh.. tanpa tendeng aling-aling langsung senggol kalo lu tau apa yang diinginkan Mr.X... tinggal menunggu reaksinya aja deh...

Iya mba, lawan orang kayak gini apa gunanya berbasa basi??? Langsung di gass aja kadang masih munthir kok... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By emzehd26
Kalo lina tau, pasti jawabanya "gapapa asal bukan Angel" emoticon-Big Grin

Wkwkwkwkk... Muosok om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By claubidzar
Ketinggalan part jauhh bangett baru sampe om londo di adili om lee☺ SR yg turun gunung (gabiasaakomen) hampuraa

Siap om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By shegate7
Tuku siji iso adol loro,bathine dobel2, kaya mendadak kono Om Ndo, tombake didol regane ping telune rego lemah .... Tambah makmur he...he...

Walah, kui leg wong percoyo mengkonok mas Git... Padahal ga kabeh doyan dolanan gaib... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By emberkupecah
waduh ternyata sudah dikeluarkan strategi lawan mafianya,belajar dari mana itu om kalau boleh tau hehhe

Rahasia om... emoticon-Big Grin Perbanyak teman saja, nanti kan bisa belajar dari mereka... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By shuwal
Gelar Sajadah dulu biar pikiran tenang.
Atur strategi untuk menghadapi Mr X.

Ciaooo Mas..

Gasss... emoticon-Big Grin
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
28-12-2019 08:29
Nah lho, iku catherine emang reti opo gur mung kiro2 yo?

Wkwkwk obat mercon, trus ngeracik'e nganggo kertas semen. Bocah kampung 90an pasti mudeng suarane koyok opo bantere. Cilikanku mbiyen sepedaan seko Lamper tekan Bitratex penggaron trimo tuku obat mercon mas Ndo emoticon-Ngakak
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
28-12-2019 09:07
Catatan Yang Terbuka
Angkringan horor mas pagi2
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan crazyidea memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Catatan Yang Terbuka
Lapor Hansip
28-12-2019 10:09
Balasan post satriya619
iki ndak samping susu muria iku ya mas emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan crazyidea memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
28-12-2019 10:49
Suuuuuuu kok bawa-bawa reni? ah reni selalu ada tempat tersendiri di hati euy kalo baca part yg ada nama reninyaemoticon-Wowcantik
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
28-12-2019 16:26
Quote:Original Posted By rudy.mom

Soale wonge ga begitu tenar di luar mba... Kasarane, deknen kui ming jago kandang... Beda jauh sama yang lain... emoticon-Big Grin Pengalaman mba ya, jadi single parent itu memang berat... emoticon-Nyepi


Owhh ijik luwih ampuh om lee yakk mas.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin pantes mok tantang... emoticon-Ngakak (S)
Abot ra dinggo abot mas.. wong yoo nggo anak.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Angkat Beer
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
28-12-2019 18:41
Catatan Yang Terbuka

Undangan Lur sing longgar mangkat wkwkkw
profile-picture
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Catatan Yang Terbuka
Lapor Hansip
28-12-2019 19:44
Balasan post ard.tic
@ard.tic samping sma G
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
29-12-2019 08:04
Quote:Original Posted By nocturnal.1912
Nah lho, iku catherine emang reti opo gur mung kiro2 yo?

Wkwkwk obat mercon, trus ngeracik'e nganggo kertas semen. Bocah kampung 90an pasti mudeng suarane koyok opo bantere. Cilikanku mbiyen sepedaan seko Lamper tekan Bitratex penggaron trimo tuku obat mercon mas Ndo emoticon-Ngakak

Ngerti tenan om... Saiki jarang sing dodolan obat mercon, mergo kakean razia... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By satriya619
Catatan Yang Terbuka
Angkringan horor mas pagi2

Sing jogo isih Pak Aris po wes ganti om??? Suwiiii banget ga tau mrono... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rheeashe
Owhh ijik luwih ampuh om lee yakk mas.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin pantes mok tantang... emoticon-Ngakak (S)
Abot ra dinggo abot mas.. wong yoo nggo anak.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Angkat Beer

Jauh mba... Pak Mer itu semacam mbahnya gali je... emoticon-Hammer2
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Catatan Yang Terbuka
Lapor Hansip
29-12-2019 08:38
Balasan post rudy.mom
Msh orang yang sama om
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
29-12-2019 10:29
Quote:Original Posted By rudy.mom

Iya mba, lawan orang kayak gini apa gunanya berbasa basi??? Langsung di gass aja kadang masih munthir kok... emoticon-Big Grin


Dan biasanya kalo usah kita pegang "kartunya" mau diapain aja nurut..
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan ucupwp memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
29-12-2019 12:39
Quote:Original Posted By rudy.mom

Jauh mba... Pak Mer itu semacam mbahnya gali je... emoticon-Hammer2


Tak andake po ngomong deweeeee... emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
29-12-2019 17:33

Mau Apa Emang???

Kemarin Reni yang nanya soal Cath, sekarang gantian Cath yang nanya soal Reni. Baguslah, ini seperti konspirasiyang ga disengaja. Atau mungkin, mereka sudah sama sama tahu? Hanya mereka yang bisa menjawabnya. Buat gw sih bukan soal, akan gw jawab apa adanya saja.

Quote:
"Oh, lu udah ketemu sama Reni? Kenapa emang?" Tanya gw membalikkan pertanyaan.

"Kayaknya dia tahu banyak soal lu deh ndo." Ujar Cathrine dengan muka menyelidik.

"Jelas tau lah, wong dulu waktu SMA pernah dekat sama gw kok, hehehehe."

"Mantan pacar lu ndo?"

"Bukan. Teman satu kelas, cuma emang dekat aja dulu."

"Hm... Jangan-jangan..." Pernyataan nya sengaja gw potong.

"Apa? Lu mikir jelek dan mesum kan? Ah elah. Kayak ga pernah muda aja lu Cath." Ngambang dan ga ada pernyataan jelas.

"Hahahahaha.. Sialan lu ndo, kayaknya hidup lu penuh banget dengan tantangan deh."

"Bodo amat. Yang penting sekarang, hidup gw cuma buat Lina dan anak gw." Sok banget kan gw?

"Percaya deh, makanya jauhi yang namanya Mr. X, ga akan membawa manfaat buat lu ndo."

"Bahkan dari seonggok sampah saja ada manfaat kok Cath. Tinggal gimana kita dalam menyikapi aja sih."

"Huh. Keras kepala lu ndo, sama kek kepala joni lu." Wah mulai lagi nih anak."

"Sial lu. Jangan mancing gw deh

"Hihihihihi cabut ah, yang penting gw udah memperingatkan ya ndo."

"Makasih Cath."

Gw keras kepala? Kayaknya sih iya. Asumsi nya orang buat gw bukanlah fakta. Makanya, meski sudah banyak yang memberi "warning" ke gw, gw tetap keukeh dengan pendirian gw. Gw akan ikuti bagaimana permainan Mr. X. Jika memang harus ribut, anggap saja gw lagi menimba pengalaman. Ingat, yang namanya pengalaman itu memang mahal harganya. Dan pengalaman itu tidak datang tiap waktu. Makanya, ketika ada ya mari gunakan dengan sebaik-baiknya. Andai gw menghindar, apakah ada jaminan besok-besok akan datang lagi yang seperti ini? Siapa berani menjamin?

Sebelum jam 5 sore, gw akhiri kegiatan gw di kantor ini. Hasil penelusuran gw, semua nya berjalan baik. Eka memang partner kerja yang sangat bisa gw andalkan. Kemana gw selepas kerja kayak gini? Pulang kosan, mau ngapain jal? Ngopi sambil tepe-tepe di mall? Udah bukan masanya lagi. Lagian, mahal kalau gw ngopi di sana. Pikiran memang rada tua sekarang. Apa-apa dipikir bener-bener. Efek punya keinginan dan target besar ya gini. Jika semua loss tanpa mengatur keuangan yang baik-baik, bisa-bisa gw akan keteteran di belakang. Apalagi kalau Lina tiba-tiba pulang.

Quote:
Pulang kos sudah disambut oleh Astrid yang baru saja mengajar senam. Ini godaan yang harus gw taklukkan. Ingat dia ada hubungan dengan Frans. Kalau gw mainkan ga enak lah sama Frans.

Tidak banyak obrolan di antara kami. Astrid lelah dan lepek kali ya. Makanya dia segeraa pamit untuk mandi. Gw pun masuk ke kamar untuk menikmati me-time gw. Siapa tahu cewe metal alias Reni datang lagi sore ini. Dia itu kan kalau mau menggila suka ga nanggung dan total. Ngopi, ngudut dan tahu isi rebung yang tadi gw beli di dekat pasar peterongan sana, menjadi teman gw sore ini. Lumayan lah, pikiran yang capek karena mikir proyek seharian ini agak bisa dikendurkan.

Quote:
"Tok.. Tok.." Baru berapa menit santai lho, udah ada yang datang saja. Tamu adalah sumber rezeki, itu alasan yang mrmbuat gw beranjak dan membukanya.

"Cari siapa?" Gw ga kenal, itulah alasan kenapa gw menanyakan maksud orang ini mengetuk kamar gw.

"Astridnya ada mas?" Waduh, salah kamar deh kayaknya.

"Astrid siapa? Gw ga kenal dengan yang namanya Astrid boss." Entah kenapa gw jawab kayak gini. Padahal, tinggal tunjuk ke kamar sebelah kan selesai urusan gw.

"Yang pelatih senam itu mas." Ujarnya.

"Bentar." Gw bilang bentar, karena ada notifikasi BBM yang banyak banget. Tahu kan kalau "PING" itu membuat BB bergetar

Quote:
emoticon-mail: "Mas, jangan kasih tau kalau kamar ku di sebelah mu."

"Nanti aku jelaskan." Ternyata BBM dari Astrid. Yap, kita memang saling add di aplikasi chating yang lagi booming ini. Mungkin tadi dia mengintip kali ya, jadi tahu orang ini.

"Gw beneran ga paham nama Astrid di sini boss. Kalau sebelah, ini kamar teman gw. Djono namanya." Bohong gapapa lah.

"Oh, tapi tadi kok kayaknya masuk kos sini ya?" Entah dia ngomong dengan siapa. Mungkin dengan dirinya sendiri.

"Mana gw tau boss. Telpon lah, kalau kenal kan pasti diangkat." Logis ya penjelasan gw?

"Iya, bentar mas."

"Sorry, gw ga ada waktu. Gw masuk dulu ya? Capek habis kerja."

"Oh iya mas, maaf."

Sial, kenapa gw harus ikut urusan orang lain sih? Mana gw bohong karena permintaan dari Astrid. Ah, bodo amat. Itu urusan sepele, jika orang tadi ga terima kalau gw bohongi, mari mau diselesaikan dengan cara apa, gw siap. Mending balik lagi menikmati tahu isi rebung dan kopi panas pahit. Tidak lupa, super yang jadi penyempurna nya. Ah, hidup itu memang indah kok. Surga itu ada di depan mata, ga perlu 72 bidadari, atau foya-foya. Yang gw butuhkan hanya udut, makanan kecil dan secangkir kopi panas.

Quote:
emoticon-mail: "Ndo, malam ini gw ga tidur kosan lu, hahahha." Reni!

emoticon-mail : "Terus? Gw harus peluk siapa malam ini?" Langsung gw balas BBM nya.

emoticon-mail : "Mba-mba sebelah ndo, hahaha. Gw laporin Lina juga lu."

emoticon-mail : "Ngaku hamil, biar lu kawin dua. Hahahaha." Sinting nih cewe."

emoticon-mail : " Gass, tenang, joni punya power lebih-lebih kok."

emoticon-mail : "Setan! Salah nantangin orang gw.

emoticon-mail : "Ngoahahahaha." Ga ads tanda "R" hanya "D" Ok, mungkin dia lanjut dengan agendanya.

emoticon-mail : "Itu tadi mantan suami ku mas."

emoticon-mail : "Dia mau ngajakin aku rujuk."

emoticon-mail : "Tapi aku males."

emoticon-mail : "Makasih ya mas." Rangkaian BBM dari Astrid yang lumayan membuat gw terhenyak. Janda?

emoticon-mail : "Iya Trid, sama-sama."

Ga perlu gw perpanjang ya percakapan sama Astrid. Masih kaget dan ga nyangka saja, jika cewe semuda itu sudah janda. Ah, sekali lagi bukan urusan gw. Mau apapaun statusnya Astrid, gw akan tetap berteman dan bantu dia semampu gw. Gw ga akan nanya ini itu ke dia. Kecuali, kalau dia membukanya sendiri. Beda lagi ceritanya. Janda, masih muda, cantik dan sehat. Hm.. Kenapa belum ada jomblo, plus cowo madesu yang main ke sini ya? Dari situ gw simpulkan, kalau Astrid ini cewe baik-baik dan bukan cewe murahan yang asal saja. OK, lah semoga ke depan aman-aman saja. Sebab kalau ada keributan di sini, gw yang akan bereskan.

Puas dengan me-time, gw mandi dan siap siap untuk santai. Entah kenapa malam ini gw agak malas mikir. Padahal, biasanya otak ini menuntut fisik gw untuk kerja keras dan mikir untuk mencapai tujuan dengan cepat. OK lah, dia lagi ingin istirahat. Ga perlu gw paksa juga dari pada konslet kan? Jalan? Mau ke mana dan temui siapa jal? Di kosan? Suwung juga. Mikir sana, mikir sini akhirnya putusan gw ambil. Gw akan keluar untuk jalan. Belum tahu mau jalan kemana, pokoknya jalan saja dulu. Semau nya otak dan jiwa gw. Hehehe. Namanya juga wong edan, kan bebas.

Gw lajukan ijo ke arah kampus Tembalang. Ini masih satu kampus dengan kampus Pleburan alias kampus gw. Bedanya hanya di letak dan aura. Kalau aura atas itu sejuk, kalau bawah itu panas. Bukan karena cuaca saja, tapi juga gaya berbusana para sista nya. Hehee. Entah kenapa penghuni Tembalang lebih sopan untuk urusan ini. OK, abaikan itu ga penting. Yang penting adalah, ketemu lagi gw dengan Panjul and the gang. Biasalah, lagi nongkrong di pinggir jalan. Namanya juga orang ga guna, andai ini dia di dekat rumahnya. Pasti sudah melakukan aksi blokir jalan.

Malam ini gw memilih nongkrong di angkringam ndeso. Angkringan tanpa ada fasilitas aneh-aneh. Yang ada ya ngobrol dengan sesama pengunjung. Inilah konsep angkringan yang benar. Kalau angkringan kok pakai wi-fi, ya bukan ngangkring namanya. Tapi nge-bego bersama. Hahahaha

Quote:
"Tumben naik ndo, ada yang lagi lu cari ya?" Tahu-tahu ada yang mendekat dan sapa gw. Ternyata, pacarnya Esti.

"Bukan tumben, kemarin gw juga naik bro. Ya, bosan aja dengan suasana bawah." Ujar gw.

"Makanya itu ndo, gw tahu lu kemarin ke sini sama dua cewe kan?"

"Hehehehe. Lu ikuti gw boss?" Ini bercanda saja sih.

"Ga lah ndo, kan tempat gw emang di sini ndo, jalan juga di sekitar sini. Wajar lah kalau tau."

"Yoi, paham kok gw. Hahahahaha."

"Lun nyari orang ndo?" Ini bocah, apa gw ini dikira semacam preman yang hobi nyari masalah ya?

"Udan dibilangin, gw ga punya masalah sama siapa-siapa di sini. Gw ga niat nyari siapapun di sini." Balas gw

"Gimana dengan Panjul?"

"Dia hanya jadi musuh gw, ketika dia senggol gw. Kalau dia kalem ke gw, ya udah gw akan kalem juga."

"Saran gw, lu jauhi dia. Ga ada gunanya." Gw memberi saran juga kan, hadeh.

"Gw malah kasian sama Esti. Panjul kabarnya mau tanggung jawab, tapi Estinya yang ga sudi." Ada hembusan nafas keras, sebagai tanda kalau dia putus asa.

"Sabar aja lah, gw tau kalau lu masih cinta sama Esti. Mau gimana lagi? Faktanya kayak gitu kan?" Serius, gw bingung mau ngomong apaan.

"Lu pasti mikir, waktu buat aja mau, kenapa sekarang ga mau kan ndo?"

"Ga. Gw ga sepolos itu. Gw paham siapa Panjul dan Esti kok."

"Mau gw bawa ke polisi, Panjul terlalu kuat banget ndo."

"Makanya gw bilang, menjauhlah dari dia. Lu ga akan dapat manfaat apa-apa saat berurusan sama dia. Apes iya!"

"Kalau lu jadi gw, apa yang akan lu lakukan ndo?"

"Panjul sudah metangpuluh dino mungkin."

"Gila! Lu habisi dia?"

"Iya. Orang yang sudah melakukan kayak gitu dengan paksaan atau tipu daya ke orang yang gw cinta, ga pantas hidup, apapun caranya."

"Hm. Lu pernah mikir ga kalau gw bisa kayak lu?

"Membunuh Panjul? Hehehehe."

"Iya. Kenapa lu senyum?"

"Karena lu sama sekali ga ada potingan buat jadi orang jahat broo."

"Gitu ya. Emang sih, gw emang bego dan penakut."

"Ga usah dipikirin. Udah lihat ke depan, masa depan masih panjang bro. Cewe juga bukan cuma Esti doang."

Ssmoga gw tidak sedang mematikan motivasi cowo yang ada di depan gw ini. Kayaknya tadi gw sedikit salah ngomong deh sama dia. Yah, semoga dia ga memasukkan nya dalam hati. Sebelum jam 10 malam, gw putuskan untuk balik ke kosan. Lagian, angkringan sini mulai ramai dengan pelanggan setianya. Gw kan bukan pelanggan, jadi berikan space untuk mereka yang mampir ke sini tiap hari. Lagian gw ga cocok dengan yang nongkrong. Anak klub motor yang mereknya sama dengan ijo. Entah kenapa, gw agak kurang sreg dengan mereka. Terlalu arogan dan sok-sokan. Ini fakta kok, wong gw pernah masuk dan sekali ikut kopdar dan jalan bareng, gw out.

Jalan nyruntul, pakai stik kang parkir, pasang kaki sok mau nendang. Hey, ini mau ngumpul, touring, atau mau nyari musuh? Dari pada gw makin bloon, gw putuskan untuk keluar saja dari klub. Toh, ga gabung dengan klub, ga akan mengurangi kegantengannya ijo. Justru ijo makin ganteng, karena yang naikin tahu aturan. Motor keren kalau yang naik bego, ya jatuhnya bego juga kan? Pun demikian, kalau motor nya biasa saja, tapi ridernya tahu aturan, jatuhnya keren dan gagah. Simpulan nya, motor ngikut yang naikin. Yang naikin bego, motornya ikut bego. Selesai!

Quote:
Pagi ini gw langsung ke kantor. Iyap, hari ini ga ads jadawal kuliah pagi gw. Jadi, bisalah ngantor pagi-pagi. Tapi lagi-lagi gw kalah pagi dengan Eka. Yang saat gw datang sudah nongkrong di depan PC. Dia nampak sibuk mencetak dokumen. Kalau ini sih kabar baik. Pasti ada kastamer yang akan melakukan transaksi.

Prediksi yang ternyata 100% benar. Kastamer lama, alias yang dulu awal dibangun ingin beli akhirnya menjatuhkan pilihan, beli. So, jangan menyerah kalau penawaran awal diabaikan, bisa jadi calon kastamer lagi mikir dan di akhir dia akan ambil. Hehehe.

Quote:
emoticon-mail: "Bisa kita ketemu?" Sms dari nomor ga dikenal. Biasanya gw abai, tapi kali ini gw ikuti apa maunya.

emoticon-mail : "Di mana?"

emoticon-mail : "Resto yang sama, saat kita ketemu dulu." Ini siapa ya? Asli gw ga tahu lho.

emoticon-mail : "Wait, ini siapa?" Kali ini gw nanyain langsung dong.

emoticon-mail : "Jadi nomor saya ga disimpan?"

emoticon-mail : "Iya."

emoticon-mail : "Saya Mr. X." Dia menyebut nama aslinya.

emoticon-mail : "Oh, gimana? Saya ga bisa kalau harus meluangkan waktu khusus."

emoticon-mail : "Kapan pun kamu bisa, tolong hubungi saya. Kita bicara soal tombak yang kamu maksud."

emoticon-mail : "Ya, nanti kalau saya sela."

Siapa dia mau ngatur waktu gw? Sekarang dia yang harus manut gw. Mau silahkan, jika tidak pun gw ga ada masalah. Siapa di sini yang posisi nya butuh? Dia kan? Bukan gw. Orang songong kayak gini, memang sekali waktu perlu mendapat pelajaran agar tidak seenaknya dalam memandang orang lain.

Quote:
"Ndo, ini berkas yang harus lu periksa dan lu kasih tanda tangan." Ujar Eka saat masuk ke ruangan gw.

"Siap, hari ini juga mau di follow up Ka?" Tanya gw untuk memastikan.

"Yess, kastamernya pengen cepet ndo. Kalau bisa hari ini, kenapa harus nunggu besok?"

"OK lah, lagian hari ini juga ga terlalu sibuk sih."

"Gimana kampus Ka?" Tanya gw, kemudian.

"Baik aja ndo. Jangan tanya gw soal kegiatan di luar kuliah, gw udah ga peduli lagi."

"Hahahahha. Kayaknya, lu lebih cocok buat pindah kampus aja deh."

"Entahlah ndo, gw sendiri heran. Kenapa sih suka banget dengan model-model penjilat kayak gitu?"

"Karena bisa melihat keindahan, meskipun sebenarnya itu semu."

"Semu itu kan maya, tidak nyata, lalu apa enaknya, senang tapi ga nyata?"

"Entah. Coba li tanya sama pelakunya. OK lah bahas yang lain aja ya? Gw tau lu ga suka jika bahas gituan, hehehe."

"Misalnya bahas liburan ndo? Hahahaha."

"Piknik? Berdua? Kan kantor kita cuma dua orang Ka."

"Refresh ndo, biar ga stress."

"Boleh deh."

Baru saja gw menyusun rencana soal mencari angin dan suasana baru, sebuah sms kembali masuk ke ponsel gw. Pengirimnya masih sama seperti yang tadi. Nampaknya, dia benar-benar marah. Ya sudah, kalau marah, ya marah aja. Emang mau ngapain? Gw siap kalau dia mau main dengan cara apa saja.





Ciaooo...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andrijuwira15 dan 38 lainnya memberi reputasi
39 0
39
Lihat 1 balasan
Catatan Yang Terbuka
29-12-2019 19:47
Quote:Original Posted By satriya619
Msh orang yang sama om

Yo wes, panjang umur berarti... emoticon-Nyepi omah mu ndi e om??? emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
Dan biasanya kalo usah kita pegang "kartunya" mau diapain aja nurut..

Belum tentu juga mba, serius deh... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rheeashe
Tak andake po ngomong deweeeee... emoticon-Ngakak (S)

Wkwkwkkwkk... Ampun Makkkk, tak ngomong dewe wae... emoticon-Big Grin
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
29-12-2019 20:51
Quote:Original Posted By londo.046

Wkwkwkkwkk... Ampun Makkkk, tak ngomong dewe wae... emoticon-Big Grin


Ra seru nek kw le ngomong mengko ra ono bumbune.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Mr x ngebet banget yoo mung mergo tombak.. hedehh emoticon-Cape d... (S)
Mending mikir preinan mas.. dolan neng ketep.. emoticon-Ngakak (S)emoticon-Angkat Beer
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 384 dari 411
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
my-neighbor-is-an-alien
Stories from the Heart
one-lunch-man
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
prasangka
Stories from the Heart
Poetry
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia