Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
318
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb3f503018e0d4ca42a0600/manusia-manusia-senja
Panggil dia Lenin. Aku mengenalnya lebih dari 10 tahun lalu. Saat aku dipidana, dan dia rajin mengunjungi temannya yang juga sedang menjalani masa hukuman di dalam penjara. Usianya 9 tahun lebih tua dari ku. Dia adalah singa podium pada masanya. Dia bukan anak ibukota, tapi saat ibukota sedang bergolak karena gelombang demonstrasi mahasiswa, dia ada di sana.
Lapor Hansip
15-04-2019 10:05

Manusia-Manusia Senja

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Manusia-Manusia Senja

Quote:"Kamu serius mau menjadi anggota dewan bos? Sudah kamu pikir bener-bener nih?" Tanya ku kepada teman, sobat, atau aku lebih suka menyebutnya sebagai partner diskusi dan partner satu idiologi.

"Sudah ndo. Keadaan yang memaksa ku untuk turun."

"Butuh kerjaan ya? Kamu bilang aja pengen kerja di mana, sebisanya tak bantu."

"Hehehe. Ini bukan soal pekerjaan, tapi ini soal aktivitas gerakan." Katanya, sambil menghembuskan asap kretek yang dihisapnya.


Panggil dia Lenin. Aku mengenalnya lebih dari 10 tahun lalu. Saat aku dipidana, dan dia rajin mengunjungi temannya yang juga sedang menjalani masa hukuman di dalam penjara. Usianya 9 tahun lebih tua dari ku. Dia adalah singa podium pada masanya. Dia bukan anak ibukota, tapi saat ibukota sedang bergolak karena gelombang demonstrasi mahasiswa, dia ada di sana.

Apa alasan dia rutin mengunjungi penjara kala itu? Temannya adalah korban dari ganasnya dunia. Melaksanakan perintah atasan, hanya untuk menjadi bamper dan tumbal. Kejam, tapi itulah kehidupan. Aku tahu orang macam apa Lenin. Dia bergerak dan merangkul orang-orang pinggiran. Tak terhitung berapa anak yang dia angkat dari jalanan menjadi pemuda penuh masa depan.

Ternak bebek, ternak lele, sablon, sampai menjadi politisi adalah hasil didikan tangan dinginnya. Hari ini dia merasakan kegelisahan yang tak kunjung ketemu ujung pangkalnya. Kegelisahan yang membuat dia memutuskan untuk turun gelanggang dan bertarung memperebutkan kursi yang dulu kita sebut, kursi kotor. Lenin merasa, tidak akan membuat perubahan jika hanya berteriak dari luar. Itulah alasan yang dia kemukanan di malam dingin, di warung kopi mbah Jenggot.

Dia ingin masuk, dan dia ingin dukungan ku. Bukan dukungan finansial yang dia inginkan. Tapi dukungan moral, semangat, dan juga tulisan ku yang katanya tajam menusuk ke jantung orang-orang pragmatis. Apakah dia sudah kaya raya? Tidak! Dia biasa saja, khas keluarga menengah di kota kecil. Dia hanya punya rumah warisan dari orang tua, sebuah mobil hibah dari seorang yang pernah ditolongnya, dan pekerjaan di sebuah pabrik besar di kota ini.

Quote:"Mengapa harus Beringin? Bukankah kita sepakat bahwa di sana adalah sarang demit?" Tanya ku ketika tahu, lewat partai apa dia akan berkontestasi.

"Satu, mereka punya basis suara di dapil yang aku ikuti. Dua, caleg mereka yang di tahun 2014 jadi anggota dewan, tahun ini tidak maju lagi. Tiga, mereka tidak meminta uang yang berlebihan. Empat, mereka bukan partai baru." Urainya.

"Jadi, alasan mu tidak masuk partainya 'anak gaul' karena itu ya?" Tanya ku.

"Iya. Sosialisasi dari awal, itu berat. Sedangkan kondisi sudah sedemikian genting."

"Masuk akal. Tapi aku masih belum yakin. Coba kamu yakinkan ku, kenapa kamu harus jadi anggota dewan!"

"Ndo, kamu ingat kebijakan penggratisan seluruh biaya RS bagi orang miskin?"

"Ingat."

"Dan kamu ingat, ada yang coba mengutak-atik itu beberapa bulan lalu?"

"Yah, dan dengan suara jalanan, kebijakan itu batal. Bahkan bertambah dengan kebijakan pemberian uang saku pada keluarga pasien."

"Kamu pikir itu bagus?"

"Hm.." Aku hanya bisa bergumam.

"Honorer 1 juta per bulan ndo, belum marbot, belum pengurus ini itu. Kamu pikir itu bukan bom waktu yang akan membunuh anggaran kita?" Tegasnya.

"Masyarakat kita butuh kail, bukan ikan! Kita sepakat, bahwa penerimaan honorer secara terus menerus adalah salah! Dan kamu tahu bahwa sistem yang salah, akan hancur pada saatnya. Apa kamu mau menunggu ini hancur?"

"Satu suara mu di Getas, tidak akan merubah apapun.." Getas adalah tempat anggota dewan berkantor.

"Tapi satu suara ku di dalam, ditambah gerakan di luar akan membuat semuanya menjadi distorsi yang indah."

"Kamu yakin tidak akan jadi pecandu wanita, pemabuk elite, dan tukang kimpoi elegan jika nanti masuk ke sana?" Tanya ku.

"Kamu tahu aku, kamu tahu rumah ku, kamu tahu istriku, bahkan kamu tahu keluarga besar ku. Mereka taruhan ku ndo." Jawabnya mantab.

"Hanya itu?"

"Komunitas akan tetap jalan, jika aku ada di dalam. Komunitas akan membesar, jika aku ikut menentukan arah kebijakan. Bukan seperti sekarang, nggembel kesana-kesini, padahal adal milyaran yang dibuat bancaan."

"Hari ini sekretariat pun tak punya, tiap mau mewujudkan wacana, halangannya selalu sama, dana. Aku sedang tidak menafikan bantuan dari boss-boss di atas sana, tapi aku merasa, ini bukan jalan yang tepat."

Aku ingin negara, dalam hal ini anggota dewan dan juga pemerintah yang kelak aku legislasi tahu problem riil masyarakat dan memikirkan jalan keluarnya."


Diam-diam aku membenarkan semua alasan yang dia kemukakan. Diam-diam, aku malu pada diri ku sendiri. Memang benar, jika ingin membuat perubahan, maka mulai lah dari dalam. Aku selalu berfikir, sistem di negara ini sudah terlalu busuk. Ibarat kanker, ini bukan lagi stadium empat, tapi stadium lima. Jika semua diam, lalu siapa yang akan berkuasa dan menggunakan kuasa? Tentu para bandit-bandit tak tahu kenyang.

Kami terdiam dalam pikiran masing-masing. Aku ingat masa muda ku dan semua teman-teman pergerakan ku. Mereka sebagian besar terpental dan menyerah dengan keadaan. Yang kuat iman, tidak akan mendekat kepada kekuasaan dan pemerintahan. Mereka memilih berusaha di jalur yang lain. Entah jadi petani, pengusaha, pedagang, bahkan menjadi buruh serabutan sambil sesekali menelurkan tulisan.

Yang imannya tipis, akan memilih jalur pragmatis. Masuk ke pemerintahan, ke legislatif sebagai anggota dewan. Mereka inilah oportunis sejati pengejar kuasa. Tak peduli jalan yang mereka tempuh adalah jalan penuh darah dan air mata bangsa mereka. Aku takut Lenin menjadi seperti ini, aku takut dia menjadi manusia tamak yang menempatkan uang di atas segalanya. Itulah alasan mengapa aku tidak langsung meng-iyakan permintaan dukungannya.

Namun semua argumennya, sorot matanya dan track recordnya membuat aku akhirnya luluh. Aku masih ingat ketika dia menjual satu-satunya motor kepunyaannya untuk membayar hutang seorang janda tua yang terancam kehilangan rumah karena berurusan dengan rentenir. Padahal dari motif apapun, tidak ada keuntungan yang dia dapat. Apa yang bisa diharapkan dari janda 60-an tahun yang hidup sebatang kara?

Mendapatkan cintanya? Mungkin alasan paling logis adalah, mengharapkan doa darinya. Berminggu-minggu dia berjalan kaki untuk mencapai tempat kerjanya, karena motor itulah yang dia punya. Dia juga tetap rajin mengorganisasi dan bergerak menggalang kekuatan masyarakat untuk sadar akan posisi. Ketika ada yang menawarinya pinjaman motor, dia tolak mentah-mentah tawaran itu. Sampai akhirnya kita menemukan cara membantunya. Menjual motor STNK only  yang terjangkau kantong tipisnya.

 Atas dasar itulah,keyakinan ku pun menebal. Dia bisa aku pegang omongannya, dia bisa aku pegang janjinya. Baiklah, jika aku memang tidak bisa untuk berkontestasi, rasanya memberikan dukungan kepada mereka yang benar-benar siap adalah opsi paling masuk akal dan baik. Paling tidak, aku sudah melakukan sesuatu untuk perpolitikan negeri ini.

Quote:"Berapa suara yang kamu butuhkan untuk bisa duduk di kursi kotor itu boss?" Tanya ku setelah kita lama saling diam

"Untuk amannya, aku butuh sekitar 5000 suara ndo." Jawabnya mantab.

"5000 suara, kali 50.000 sama dengan 250.000.000" Gumam ku.

"Heeh!! Dari awal aku sudah bilang, aku tidak mau main politik uang!" Sergahnya keras!

"Tanpa politik uang, kamu berharap untuk menang? Jangan mimpi boss! Masyarakat kita maindsetnya jelas, no money no party." Aku sedang ingin bercanda dengannya.

"Kalau kamu masih bertahan dengan pendapat mu, lebih baik kamu tidak usah mendukung ku ndo, dan kita tetap jadi teman. Politik ku dari dulu sama, awali semua kebaikan dengan kebaikan. Sisanya, serahkan pada Tuhan."

"Hahahaha. Aku tak sekolot itu kawan. Ayolah, kadang seorang teman perlu menjerumuskan temannya agar dia tahu, betapa sayangnya dia pada temannya."

"Gojekan mu sama sekali tidak lucu ndo! Aku butuh dukungan mu, bukan dalam bentuk materi. tapi butuh provokasi mu!"

"5000 suara. Hm.." Aku masih bingung, mau mencari kemana suara sebanyak itu.

"Jangan bilang kamu tidak ada ide ndo! Kamu orang dengan berjuta ide. Bahkan jika harus nyerempet bahaya pun siap. Garisnya jelas, jangan main politik uang."

"itu sama dengan Persebaya yang tidak boleh memainkan Irfan Jaya dan Dutra meskipun mereka segar bugar dan siap tanding boss."

"Aku tidak butuh analogi ndo, aku butuh strategy."

:"Dan aku menemukan strategy itu!"

"Apa?"

"Kita rampok suara kompetior, kita nggandul  tokoh-tokoh besar di sini, terakhir, kita main tandem dengan caleg di level yang lebih tinggi."

"Soal agitasi, kita lakukan bertahap, di media sosial, di grup WA, dan pada saat pencoblosan mulai dekat, kita turun langsung untuk menjemput suara." Saran ku.

"Kamu yang akan menyusun semuanya?" Tegasnya

"Hahahaha. Tentu saja tidak, aku bola liar boss, tidak bisa kamu ajak terlalu kentara dengan kamu."

"Seperti dulu? Saat kamu berada di barisan yang memukuli kami, padahal kamu adalah teman kami."

"Itu poinnya."

"Jancokkk koe ki ndo."


Kawan ku akhirnya bisa tersenyum setelah sedari tadi pamer muka cemberut dan bingung. Padahal, dalam hati aku sendiri masih bingung mau ngapain dan mau kemana. Mendompleng tokoh, mungkin bisa aku lakukan. Tapi melakukan agitasi di media sosial? Aku kurang pandai dalam hal itu. Mungkin gerakan masif di lapangan lah yang akan banyak membantu ku.

Sembilan bulan setelah percakapan di warung kopi mbah Jenggot, Lenin tiba di hari yang sangat menentukan. Sebenarnya buat dia tidak berarti apa-apa. Ketika dia kalah, dia akan tetap bisa bekerja seperti biasa dan tidak kehilangan apa-apa. Yang rugi ketika dia kalah adalah masyarakat itu sendiri. Dia menawarkan banyak hal yang menurut ku sangat masuk akal.

Quote:"H-7 boss, sudah siap untuk kalah?" Tanya ku ketika kita bertemu di tepi sebuah pemakaman Tionghoa di kota ini. Yah, itulah kami, tak peduli tempat dan waktu untuk ketemu.

"Hahahahahaa. Sebaiknya kamu tanyakan itu kepada orang-orang terdekat mu ndo. Apa yang hilang dari diri ku saat aku kalah? Tidak ada. Tapi, coba kamu pikir apa yang mereka dapat, jika tukang suap itu duduk di kursi berdebu itu?"

"Dana Bagi Hasil Cukai itu enak sekali boss. Triliunan uang yang ditransfer dan siap untuk disikat dengan dalih kesejahteraan rakyat." Satire ku.

"Kita lihat saja ndo, aku, kamu dan kita sudah mengusahakan. Sekarang, biarkan tangan Tuhan yang bekerja. Aku hanya manusia senja, yang pulang ke rumah untuk pelukan istri dan anak ku."

"Aku hanya ingin semua orang di kota ini merasakan apa yang aku rasakan ndo. Jika akhirnya mereka menolak, aku bisa apa?"

"Tetap bergerak dan berteriak dari luar. Senja tidak akan menghianati malam. Sama dengan aku dan kamu, yang selamanya akan berteriak untuk kepentingan yang kadang orang butuhkan, tapi tidak mereka pedulikan." Tukas gw

"Jadi, kapan kita bisa ngopi? Hehehehe.."

"Sekarang, warung mbah nggot."

"Hahahahhaaa.. Gas!!"


Di atas Vixion yang belakangan jadi tunggangan operasional ku, aku melihat kegetiran dari bangsa ini. Minimal yang ada di kota ku. Di mana masa depan hanya ditukar dengan lembaran uang. BSP, seorang caleg di dapil kota ku adalah bukti betapa masifnya permainan politik uang. Duhai Sang Pemilik Hidup, tolong bimbing jiwa-jiwa kami untuk tidak memilih manusia yang punya niat jahat pada negara kami.


Sumber Gambar : sini
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tikusil dan 30 lainnya memberi reputasi
29
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 15 dari 16
Manusia-Manusia Senja
22-12-2019 15:44

Melihat Dengan Mata Tuhan...

Quote:
Banyak yang heran, mengapa orang seperti Gus Dur, Cak Nun, atau yang paling dekat Pak Arief guru kudi Salatiga sana, selalu menerima semua orang dengan tangan terbuka. Mau orang itu benar, salah, pendosa besar, bahkan penjahat sekalipun kalau datang kepada beliau-beliau pasti diterima, bahkan dimuliakan. Bagi awam, tentu ini aneh dan tidak masuk akal. Lho wong jelas penjahat kok diterima. Lho wong pendosa kok malah dikasih perlindungan. Ketika saya tanya ke Pak Arief jawaban beliau adalah, "saya melihat dengan mata Allah. Allah itu tidak akan menolak siapapun yang datang pada-Nya apapun latar belakangnya."

Jawaban yang sama saya dapat dari kisah Gus Dur yang dikisahkan oleh orang dekat beliau. Masih ingat ketika Dhani digegeri sama FPI karena cover albumnya? Kemana Dhani waktu itu? Ke PBNU dan diterima serta dilindungi Gus Dur. Kalau sekarang Dhani itu bergandengan tangan dengan FPI dan memaki Banser pimpainannya Gus Yaqut, itu soal lain. Yang tidak boleh dilupakan adalah bagaimana cara Gus Dur menerima mereka atas dasar kemanusiaan. Bukan membela kesalahannya. Ini pelajaran yang sulit untuk kita. Menerima orang salah atas dasar kemanusiaan, dan menepikan dulu kesalahan yang mungkin sudah dibuatnya.

Kembali soal melihat dengan mata Tuhan. Kita bisa ga sih meniru sikap beliau-beliau ini? Rasanya kok sulit. Yang ada sekarang adalah, siapa yang beda akan dikafirkan. Siapa yang ga sama ritual agamanya meskipun Syahadat nya sama, akan dikatakan bid'ah. Kalau sudah dalam posisi seperti itu, jangankan kok minta perlindungan, datang ke tempatnya saja kita dimaki-maki dan dikatakan kafir. Haram surga bagi kita. Apakah mereka lupa, kalau Rasulullah SAW itu sangat mencintai umatnya? Apakah beliau rela umatnya banyak yang masuk neraka? Kalau iya, mengapa di kahir hayatnya Yang Mulia Rasulullah SAW sampai menyebut umatnya karena kekhawatiran yang begitu dalam? Ini lho yang kadang tidak dipahami oleh sebagian saudara kita.

Dakwah itu merangkul yang ada di luar untuk masuk ke dalam. Bukan malah mengusir yang sudah di dalam untuk keluar atas nama pembenaran menurut tafsirnya sendiri. Kalau dirasa salah, gunakan akal untuk menjelaskan. Bukan malah mengusir dengan kekerasan. Apa yang dialami oleh Hadad Alwi adalah contoh nyata, bagaimana dakwah itu sudah kehilangan ruhnya. Seolah surga hanya kaplingan dan haknya golongan mereka saja. Lalu di mana spirit sebagai pengikut Rasulullah SAW? Tidak ada. Yang ada nafsu dan kesombongan, merasa dirinya paling benar dari yang lain.

Aku hanya bisa tersenyum kecut manakala ada fenomena pelarangan ibadah natal bagi saudara-saudara saya di salah satu wilayah di NKRI ini. Saya tidak bisa membayangkan, apabila ini terjadi pada umat muslim. Kita dilarang merayakan Idul Fitri! Kira-kira bagaimana perasaan kita? Ini nyata lho persolannya. Ada di depan mata kita. Ga usah jauh-jauh membahas Uighur yang untuk beli tiketnya ke sana saja sebagian besar dari kita ga mampu. Ibarat ada permasalahan di rumah kita, tapi kita sibuk ngurusi masalah di rumah orang lain.

Dulu, waktu aku masih kecil, waktu Soeharto masih berkuasa, yang seperti ini tidak ada. Kenapa? Karena mereka para kadal gurun belum mendapatkan akses yang memadai untuk mengambil kebijakan. Hari ini, mereka punya posisi, diakui atau tidak. Sialnya, negara tidak tegas menindak mereka! Aku kecewa dengan menteri agama, atau aku kecewa dengan Presiden Jokowi yang tidak berani ambil posisi tegas untuk mencegah pelarangan beribadah seperti ini. Lalu untuk apa ada pasal di UUD yang menjelaskan kebebasan pemeluk agama untuk memeluk agamanya? Jika kebebasan itu bisa dihabisi oleh pemerintah daerah?

Kemana warga punya tempat untuk mengadu tentang permasalahan kebebasan beribadah jika pemerintah tidak berani tegas? Dalam momen seperti ini, jujur aku rindu dengan sosok Gus Dur. Andai beliau masih hidup, aku yakin beliau akan dengan keras membela saudara-saudara ku yang kesulitan menjalankan ibadah agamanya. Seperti biasa, segala kutuk dan makian akan terarah ke beliau dan beliau hanya akan tersenyum sambil bilang, "hehehehe gitu aja kok repot."

Ya repot Gus, jenengan enak punya kemampuan untuk melihat dengan mata Tuhan. Lha kami-kami ini? Ah. Sudahlah, aku hanya bisa termangu di salah satu sudut Tebuireng saat Gus Baha dengan sangat sederhana menjelaskan buah pemikiran dari seorang Abdurrahman Wahid. Semoga kita bisa meniru apa yang Gus Dur tinggalkan untuk kita.




Jombang, 21122019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bandono261194 dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
Manusia-Manusia Senja
22-12-2019 20:51
salah satu quot Gus Dur.. "semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin besar rasa toleransinya"

maka ketika ada yg ngelarang saudaranya yang "beda" untuk beribadah kita dapat menyimpulkan kalo orang itu.....emoticon-Ngakak
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Manusia-Manusia Senja
22-12-2019 22:43
Quote:Original Posted By londo.046
Wkwkwkwkkk... Bahaya godaan women e om... Cewe Temanggung manis e kebangeten jeee... emoticon-Ngakak (S)


Opo neh sing lereng gunung ya mas, lor sing sindoro kidul sumbing
Byuhhhhh, garai kemecer pas aku dulin golek mbako emoticon-Ngakak
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Manusia-Manusia Senja
23-12-2019 06:57
Akhire aktif lagi di sini mas..wkwkwkwk

Ndelok apdetane jenengan yang pertama, kok aku ngirone mas Londo ini termasuk wong terpilih. Terpilih digodani karo wedokan terus sing iso didelok lan didemok, karo wedokan sing ora ketok mripat..wkwkwkwk

Terus sing update kedua, nek aku sing nglakoni, jelas wes remuk awakku mas. Sedino duwe 2 agenda ning dalam kota wae wes sambaatt.. Lhaa iki mas Londo nganti pindah-pindah kota, terus jadwale padat merayap ditambah ijeh karo mama e kak Justi sama mama Ayu.. Wesss jiaannn aku kudu sinau meneh iki sing babagan manajemen waktu 😅😅
profile-picture
profile-picture
khoirian dan londo.046 memberi reputasi
2 0
2
Manusia-Manusia Senja
23-12-2019 16:29
Quote:Original Posted By kimmot
salah satu quot Gus Dur.. "semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin besar rasa toleransinya"

maka ketika ada yg ngelarang saudaranya yang "beda" untuk beribadah kita dapat menyimpulkan kalo orang itu.....emoticon-Ngakak

Tidak punya ilmu lah mba... Punyanya kedangkalan berfikir, tapi merasa sok yang paling dalam... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By riot.riot.riot
Opo neh sing lereng gunung ya mas, lor sing sindoro kidul sumbing
Byuhhhhh, garai kemecer pas aku dulin golek mbako emoticon-Ngakak

Kandani kok, terlalu berbahaya om... Buat jombs sih enak-enak saja... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By polikarbon
Akhire aktif lagi di sini mas..wkwkwkwk

Ndelok apdetane jenengan yang pertama, kok aku ngirone mas Londo ini termasuk wong terpilih. Terpilih digodani karo wedokan terus sing iso didelok lan didemok, karo wedokan sing ora ketok mripat..wkwkwkwk

Terus sing update kedua, nek aku sing nglakoni, jelas wes remuk awakku mas. Sedino duwe 2 agenda ning dalam kota wae wes sambaatt.. Lhaa iki mas Londo nganti pindah-pindah kota, terus jadwale padat merayap ditambah ijeh karo mama e kak Justi sama mama Ayu.. Wesss jiaannn aku kudu sinau meneh iki sing babagan manajemen waktu 😅😅

Manajemen waktu itu mudah om, asal saat kita sudah menyusunnya, kita punya niat sungguh-sungguh untuk menjalankannya... emoticon-Big Grin
profile-picture
riot.riot.riot memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Manusia-Manusia Senja
23-12-2019 17:06
Matur suwun om cendole. . .
emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
riot.riot.riot dan londo.046 memberi reputasi
2 0
2
Manusia-Manusia Senja
23-12-2019 18:36
Quote:Original Posted By londo.046
Tidak punya ilmu lah mba... Punyanya kedangkalan berfikir, tapi merasa sok yang paling dalam... emoticon-Big Grin


Ya sukanya bego-begoin yang ngga sepemikiran dengan mereka...

#Eh tapi gw juga suka sih bego-begoin orang di bangjo posisi kiri beloknya kanan..emoticon-Hammer2
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Manusia-Manusia Senja
Lapor Hansip
23-12-2019 19:46
Balasan post londo.046
Balik lagi ke niat yaa om. Karena itu awal dari semuanyaa..wkwkwkw
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Manusia-Manusia Senja
24-12-2019 06:47
Quote:Original Posted By daw07
Matur suwun om cendole. . .
emoticon-Angkat Beer

Sama-sama mas... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
Ya sukanya bego-begoin yang ngga sepemikiran dengan mereka...

#Eh tapi gw juga suka sih bego-begoin orang di bangjo posisi kiri beloknya kanan..emoticon-Hammer2

Wkwkwkwkkk... Kalau soal kelakuan di bangjo sih sepele mba... Yang jadi Tuhan Wannabe tuh yang bahaya... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By polikarbon
Balik lagi ke niat yaa om. Karena itu awal dari semuanyaa..wkwkwkw

Betul, kalau niat kita kenceng pasti akan dimudahkan kok om... emoticon-Big Grin
0 0
0
Manusia-Manusia Senja
24-12-2019 19:04
Quote:
Selamat Natal untuk semua saudara ku di mana pun jenengan semua berada. Semoga Natal membawa kebahagian dan kedamaian untuk kita semua... Salam Damai...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Manusia-Manusia Senja
Lapor Hansip
25-12-2019 22:22
Balasan post londo.046
Oh ini waktu di bali pake matic ya om? 😂
0 0
0
Manusia-Manusia Senja
26-12-2019 07:36
Quote:Original Posted By anwar242
Oh ini waktu di bali pake matic ya om? 😂

Iya mas... Biasalah, mereka pengen ketemu... emoticon-Big Grin
0 0
0
Manusia-Manusia Senja
28-12-2019 12:06

Cewe Cantik...

Quote:
Seram, mistis, hantu, demit atau apalah sebutan lainnya selalu ikuti gw saat akan membangun sesuatu. Apalagi saat gw datang ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi istimewa karena keberadaan Kraton dan kerajaan Mataramnya. Sudah pasti, hal-hal gaib ada dan bertebaran di sana.


Seperti biasa, sebelum membangun sesuatu, gw pasti menggelar selametan.Tujuan gw hanya bersyukur pada Allah SWT karena masih mengizinkan gw kerja di bidang ini. Selain itu, juga doa agar semua pekerjaan di tempat baru berjalan dengan lancar, aman dan selalu mendapat keberkahan-Nya. Gw sih cuek, mana kala ada yang bilang itu bid'ah, itu amalan sesat, bahkan yang bilang itu amalan pemuja setan pun ada. Respon gw? Senyumin aja. Toh, urusan surga dan neraka gw bukan sama mereka kok, tapi sama Allah SWT.

Lagian, apa iya kita pasti ke surga? Apa iyaaa, suega adalah puncak cinta-Nya kepada kita? Gimana kalau Allah SWT ingin kita ada di neraka agar kita mendapat cinta-Nya? Allah kan gitu, kalau kita meminta dan dikabulkan, maka Dia ingin menunjukkan Dia lah Sang Maha Pemberi. Jika kita meminta, tapi ditolak atau tidak dikabulkan, Dia akan menunjukkan Dia lah Yang Maha Kuasa. Tiada peristiwa di dunia ini bisa terjadi tanpa izin dari-Nya. Sayangnya, tidak banyak yang sadar dengan sifat-sikap-Nya. Hingga banyak yang menyaru, seolah dirinya adalah Allah SWT.

Back to story. Pengerjaan proyek di DIY ini awalnya berjalan sangat lambat. Gw yang ga bisa bekerja dengan ritme pelan, mulai ga sabar. Maka, sebuah langkah progresif pun gw lakukan. Apa itu? Tongkrongi mereka tiap hari. Hasilnya, tidak ada yang salah dengan kinerja para tukang andalan gw. Yang salah adalah, adanya gangguan dari luar. Entah alat hilang, material yang mendadak kurang padahal jelas di nota pas. Sampai dengan kembalinya alat dan material setelah beberapa hari menghilang misterius.

Buat gw, ini jelas tidak masuk akal. Karena gw sering melihat yang seperti ini, gw percaya sih kalau ini nyata dan benar adanya. Gw masih sedikit berkompromi dengan meminta tukang di sana untuk meningkatkan kedekatan pada Allah SWT. Selain itu, gw juga melarang siapa pun untuk mabuk-mabukan di lokasi proyek. Pengalaman gw, makhluk gituan suka bsnget dengan para pemabuk. Ternyata langkah ini bukan solusi yang tepat. Bahkan mereka makin menggila. Bagaimana tidak, ponsel pintar salah satu tukang, hilang!

Bayangkan kemungkinan yang terjadi. Saat sesama pekerja saling curiga. Lingkungan di sana jelas ga sehat. Perang dingin, dan jika ini meledak, maka akan timbul gesekan fisik. Jika sampai ini terjadi, siapa yang dirugikan? Ya semua. Termasuk gw, bahkan kastamer yang sudah pesan unit di sana. Lha prosess pengerjaan rumahnya terancam molor kok. Gw pun segera mengambil langkah taktis. Pertama, kumpulkan semua tukang dan beri penjelasan langkah apa yang akan gw lakukan. Dua, mengambil langkah untuk hajar iblis sialan yang mengganggu di kerjaan gw.

Quote:
"Pas weton mu, koe poso ndo. Niate, ngibadah maring Pengeran. Bar poso, bengine ojok turu. Sholat Hajat, ngomongo karo Pengeran jaluk mu pie."Begitulah saran yang diberikan oleh teman gw Arief saat gw berkonsultasi dengan nya soal masalah ini. Seperti biasa, kalau ga penting banget, dia ga akan mau datang urus beginian. Kata dia sih, gw mampu kok atasi ini. Ya sudah, mari kita lakukan.

Tepat saat weton alias hari pasaran lahir gw, gw puasa. Tapi jangan dikira dengan puasa gw akan lemes dan ga ngapa-ngapain ya. Hari itu agenda gw padat. Dari Jogja-Solo-Boyolali dan malamnya balik lagi ke Jogja untuk Sholat Hajat. Gw memilih Sholat di tengah-tengah calon perumahan yang akan gw bangun. Di sana, ada sebuah pohon nangka. Nantinya, pohon itu akan ditebang. Karena tepat dimana berdirinya, itu jalan utama perumahan ini.

Gw mulai Sholat dari jam 1 dan selesai, plus dzikir dan doa jam 2. Tidak ada yang aneh. Gw juga tidak merasa merinding atau gimana. Selesai meminta pada Tuhan, selanjutnya ya pasrah. Gw ambil Super dan Sampoerna plus kopi yang sudah gw siapkan, lalu ngudut di bawah pohon nangka. Kebayang ga, tengah malam, duduk di bawah pohon nangka, ngopi plus ngudut. Kalau bagi orang auranya horor, tapi bagi gw biasa saja. Nikmat iya, karena cuaca dini hari kayak gini segernya keterlaluan. Beda kalau siang, panasnya luar biasa.

Quote:
Kejutan pertama datang saat gw masih menikmati super. Entah dari mana datangnya, diasudah ada di sana. Iya, dia. Wanita dengan pakaian adat jawa, luar biasa cantik, wangi dan duduk di sebelah gw. Dari yang awalnya tidak horor dan tidak merinding, langsung berubah total. Gw akui, gw deg-degan dan merinding. Tapi sekali lagi, akal sehat gw masih jalan, hingga.

Quote:
"Koe sopo e?" Sapa gw, dengan bahasa jawa ngoko.

"Aku yo sing duwe lemah iki." Jeder! Dia menjawab.

"Wah, yo ga iso ngono. Jenenge bumi, kui duwek e menungso. Koe lag dudu menungso tho?" Tanya gw lagi.

"Uduk. Tapi, aku pengen manggon nang kene." Gw masih berani lho melihat mukanya.

"Yo ga iso. Koe manggon mesti gawe kisruh. Koe tho sing ngumpetke barange konco ku?"

"Hihihihi ngko lag ketemu dewe." Ujarnya.

"Wes saiki ngene wae, koe gelem lungo seko kene ora." Nada bicara gw sedikit agak meninggi kali ini.

"Kok ngusir tho?"

"Mergo kene ora omah mu. Ora nggo urip koe."

"Neg aku emoh?"

"Yo ayo gelut wae. Koe po aku sing modar!" Tanpa basa-basi nih.

"Ngene, aku gelem lungo yen suk kemis legi mbok tahlilke. Jeneng ku. XXX binti XXX. Tulung sediani, suwekan kian mori, dom, kopi pahit karo ingkung ayam."

"Tak pikiri sek! Koe ki sopo perintah wae.

"Karep mu."

Baru saja akan gw tengok, cewe itu sudah tidak ada. Gw masih ingat kok nama nya siapa dan binti nya alias bapaknya juga ada. Tapi ga perlu lah dibuka. Mungkin dia adalah pahlawan pada zamannya, dan sekarang agak dilupakan.

Keesokan harinya, HP tukang gw ketemu! Di mana? Di dalam tas peibadinya. Padahal jelas tas itu sudah berkali-kali dibongkar. Demi menghindari perselisihan, dan rasa saling curiga, gw pun menceritakan apa yang gw alami tadi malam. Gw sempat konsultasi ke Arief soal permintaan si demit. Anehnya, dia meminta gw untuk menyediakan! Dengan catatan, ayam dan kopi harus gw makan agar tidak mubazir.

Ini aneh! Sangat aneh! Biasanya dia menolak apapun yang demit minta, tapi kenapa kali ini tidak? Nanti akan terjawab saat gw bisa bicara langsung dengan dia. Singkat cerita di hari Kamis Legi, gw mengadapan tahlilan kecil-kecilan. Pak Modin yang gw minta pimpin doa pun kaget, kok gw bisa tahu nama ini? Gw hanya bilang, dikasih tau. Bener kan? Soal siapa yang ngasih tau, ga gw buka. Jadi gw ga bohong.

Setelah Tahlil dan bacaan Yasin, ajaibnya jarum dan sobekan kain mori hilang. Ayam gw makan, meski rasanya super hambar. Partner kerja gw ga ada yang mau makan. Pun dengan kopi hitam yang rasanya kayak air putih. Serius, gw aja heran kenapa bisa kayak gitu. Tapi, gapapa lah. Karena setelah itu, pekerjaan menjadi sangat lancar. Tidak ada lagi gangguan berupa hilangnya apapun di sana. Karena siapa? Ya karena Allah SWT yang masih sayang sama gw.

Next : Kisah akuisisi rumah di Mantrijeron yang super rumit...
Diubah oleh rudy.mom
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jembloengjava dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 1 balasan
Manusia-Manusia Senja
28-12-2019 12:16
Ternyata ki, babagan sing kasat mata lika liku ne uakeh tenan yo mas ndo, sampe babarblass ngga iso nemu nalar👍🏻
0 0
0
Manusia-Manusia Senja
28-12-2019 16:51
Wah tumben mbah Arief mengabulkan permintaan demit emoticon-Ngakak
Biasane dijak gelut emoticon-Ngamuk
Siapakah dia??
Only time will tell.... (Melu copas kebiasane njenengan om) emoticon-Betty
0 0
0
Manusia-Manusia Senja
28-12-2019 18:50
Yang di Mantrijeron bangun rumah hunian kosan mas?
Kalo kos-kosan siapa tau nanti ada temen yang siap gas ke situ..hehehe
0 0
0
Manusia-Manusia Senja
28-12-2019 21:55
seing ke makam gus dur apa om? @londo46
0 0
0
Manusia-Manusia Senja
29-12-2019 00:06
sek2 kug aq malah bingung yo? nopo kug nyembah gusti kuwi kudu di ganjar hadiah, embuh kuwi mlebu suargo opo neroko. bukane malah dadike awake dhewe kuwi dadi ketok pamrihe?
0 0
0
Manusia-Manusia Senja
Lapor Hansip
29-12-2019 00:54
Balasan post rudy.mom
Wes mulai sakti yo ndo🤭
0 0
0
Manusia-Manusia Senja
29-12-2019 08:02
Quote:Original Posted By jhonydaksa
Ternyata ki, babagan sing kasat mata lika liku ne uakeh tenan yo mas ndo, sampe babarblass ngga iso nemu nalar👍🏻

Iya om betul... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By aldeenakal
Wah tumben mbah Arief mengabulkan permintaan demit emoticon-Ngakak
Biasane dijak gelut emoticon-Ngamuk
Siapakah dia??
Only time will tell.... (Melu copas kebiasane njenengan om) emoticon-Betty

Dhuarrr... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By polikarbon
Yang di Mantrijeron bangun rumah hunian kosan mas?
Kalo kos-kosan siapa tau nanti ada temen yang siap gas ke situ..hehehe

Rumah mas, buat masa depan anak yang nampaknya akan ber-SMA dan kuliah di sini... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By gechank
seing ke makam gus dur apa om? @londo46

Ga terlalu lah mas, leg pas lewat dan selo... Tapi leg pas haul, biasane diniati... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By dedy.utomo
sek2 kug aq malah bingung yo? nopo kug nyembah gusti kuwi kudu di ganjar hadiah, embuh kuwi mlebu suargo opo neroko. bukane malah dadike awake dhewe kuwi dadi ketok pamrihe?

Makane kui om, aku dewe kadang bingung kok ono sing pengen hadiah, padahal iso urip kui lag wes anugerah... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By sahier0101
Wes mulai sakti yo ndo🤭

Ora, biasa wae... emoticon-Big Grin
0 0
0
Halaman 15 dari 16
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
tigapart-2
Stories from the Heart
before-morning-comes
Stories from the Heart
keterpurukan-ku
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
tentang-perjalanan
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia