Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
404
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57ecd3fca09a393f6c8b4569/anak-desa-biasa
Ini hanya serpihan serpihan kisah anak desa, masih kencur, generasi biru (ingusnya), masa sekitar pra sekolah sampai lulus SD, ceritanya cenderung tidak penting, Quote: - Tidak berisi kisah cinta haru biru diakhiri kematian yang keren, karena tokohnya jauh dari keren. - Tidak berisi perkelahian ala pendekar super sakti yang akhirnya harus mengasingkan diri di istana pulau es, karena tokohnya keba
Lapor Hansip
29-09-2016 15:42

Anak Desa Biasa

Past Hot Thread
Ini hanya serpihan serpihan kisah anak desa, masih kencur, generasi biru (ingusnya), masa sekitar pra sekolah sampai lulus SD, ceritanya cenderung tidak penting,
Quote:
- Tidak berisi kisah cinta haru biru diakhiri kematian yang keren, karena tokohnya jauh dari keren.
- Tidak berisi perkelahian ala pendekar super sakti yang akhirnya harus mengasingkan diri di istana pulau es, karena tokohnya kebanyakan mikir gak jelas
-Tidak berisi kisah bekicot yang meninggalkan lendir dimana mana. karena tokohnya gak laku.
- Tidak berisi hal yang harus melambaikan tangan ke kamera. karena tokohnya buta dalam melihat gituan .
- Kisah ini tidak akan mengubah sejarah nasional. Karena tokohnya bukan orang penting.
- Nama tokoh disamarkan semua, menjaga privasi saja.
- Ini cerita bukan true story, juga bukan mengarang bebas, tapi cerita asal saja hihihi


lalu kenapa diceritakan, mmm daripada menuh menuhin otak, tak coba tumpahkan disini, kali bikin otak gak lemmot lagi. mumpung posting di kaskus gak kena bayar.

sedang untuk yang baca?
gak tau manfaatnya apa
Kayaknya gak ada
ya mungkin pembaca disini pada khilaf, dah bosen baca trit yang bagus

Diubah oleh curahtangis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indahmami dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 20 dari 20
Anak Desa Biasa
04-11-2017 12:56
Tsnya kemana?
emoticon-Sundul Up
0 0
0
Anak Desa Biasa
05-11-2017 16:02
gpp gan di lanjut aja nanti klo udh nemu pom bensin nya..
0 0
0
Anak Desa Biasa
05-11-2017 16:02
gpp gan di lanjut aja nanti klo udh nemu pom bensin nya..
0 0
0
Anak Desa Biasa
30-11-2017 10:25
Quote:Original Posted By makyahh
gak juga sih...
masa sih culun berarti om tangis keren dunk emoticon-Ngakak


culun saya maksud hal yang positif. Daniel masih muda, dibanding karyanya yang keren.
kalo masalah ganteng sih bebas yang liat hehe

emoticon-Shakehand2 daniel
jangan marah ya
emoticon-Wkwkwk

Quote:Original Posted By d5h
Tsnya kemana?
emoticon-Sundul Up


tsnya sembunyi

Quote:Original Posted By beruang.lutchu
gpp gan di lanjut aja nanti klo udh nemu pom bensin nya..


sip.
cuman yang ada di otak sekarang kok cuma sisi gelap anak desa
Diubah oleh curahtangis
1 0
1
Anak Desa Biasa
24-01-2018 19:41
Nyang ini masi ad lanjutnya gk gan ? Pinisirin ane tamatny ,
0 0
0
Anak Desa Biasa
14-03-2018 09:18
hai gan... lama ga update nih
0 0
0
Anak Desa Biasa
09-12-2018 02:44
Quote:Original Posted By curahtangis
eh menghina ya kwkwkwk
dibilang kena ilmu sirep kok
hehehe
jadi kessirep deh

Kayaknya kita sebaya pamanda. Main layang pake gelasan.
Masa kecil masa paling bahagia. Sayangnya ingatan ku tak sebagus pamanda emoticon-Kaskus Banget
profile-picture
itkgid memberi reputasi
2 0
2
Anak Desa Biasa
09-12-2018 02:46
Quote:Original Posted By greynimation
Kalo sekarang udah gak mungkin bisa naikin pedemeter gan.

Kemaren aja pas ane iseng2 main ke lapangan terakhir dikampung ane emoticon-Berduka (S) buat lihat anak2 main layangan pas libur sekolah ada yang pake reel nya joran pancing. Keren gak tuh emoticon-Belo

Walaupun kalo ane lihat makin ribet sih dia main layangannya. emoticon-Hammer
Tapi dari situ aja kita bisa lihat kalo standart nya udah naik jauh emoticon-Big Grin


Dulu mah kaleng baygon tanda ketampanan
Sekarang mah gadget 😂
0 0
0
Anak Desa Biasa
09-12-2018 02:52
Kalo hobi sugus mah benar ni kita sebayaan. Keluar era 80an
Makan sugus mah keren dulu
Diubah oleh kontraktor.ping
0 0
0
Anak Desa Biasa
09-12-2018 07:16
Quote:Original Posted By kontraktor.ping
Kalo hobi sugus mah benar ni kita sebayaan. Keluar era 80an
Makan sugus mah keren dulu


jiah trit jadul digali dari kubur emoticon-Wakaka
0 0
0
Anak Desa Biasa
10-12-2018 00:23
maraton mbaca trit ini aku mas, jooossss.. kelingan jaman cilikku, masio aku generasi 90 an, tp tetep mirip ceritane. lanjut yo mas.. di tunggu
0 0
0
Anak Desa Biasa
31-10-2019 07:54
lanjutkan ki curah lanjutkan!!!
0 0
0
Anak Desa Biasa
19-11-2019 18:38
UJIAN DODO


*) ini kisah sambungan Kisah tentang Dodo. Nama bukan sebenarnya, juga dialognya bukan dialog sebenarnya, karena sudah lupa detailnya.


Aku bersama Anak Istriku mampir shalat di Masjid tempat aku dulu saat kecil sering bermain. Rumahku berada di seberang jalan. Sudah tidak ada yang menempati. Bapak dan Emak sudah tiada. Jadi rumah itu kosong. Memandangnya membuat berkelebat di mataku seperti film lama yang diputar kembali. Aku membayangkan Emak duduk didepan toko menanti pembeli sambil memotong sayur yang akan dimasak. Segera kupalingkan agar kenangan itu tidak semakin mengikatku.

Rencananya kami hendak ngelayat ke Kakak Misanku. Ia anak Wak Abdul. Ia sama seperti emak yang merantau ke Saudi menjadi TKI. Ia yang merawat Emak di rumah sakit disaat anak anak Emak tidak bisa penuh menjaganya oleh tanggung jawab masing masing. Dan Kini Ia yang meninggal dengan penyebab sakit yang sama dengan Emak.

Beberapa orang yang masih mengenalku saling bertegur sapa dan berbagi cerita singkat lalu pergi melanjutkan aktivitas masing masing.
Tanpa disangka, muncul sahabat lamaku, sahabat istimewa. Ialah DODO. Sahabat yang selalu optimis dan bersemangat.
"Do! Apa kabar?" Sapaku menyalaminya. Terasa genggamannya yang kuat dan kasar seperti dahulu.
"Hei To, Baik. Kamu dimana sekarang?"
"Aku sekarang di Panji."
Aku lantas mengenalkan keluargaku ke Dodo. Setelah berbalas salam, Anak dan istriku gantian shalat. Aku duduk disamping Dodo di tangga naik masjid. Kami lantas bercerita kisah kisah lalu yang berkesan. Ia menceritakan kisah kisah yang diingatnya, sedang aku sudah lupa sama sekali. Terus terang hal itu membuatku jadi malu. Seakan pertemuan ini hanya basa basi belaka. Pura pura ingat, padahal sudah lupa sama sekali. Maka aku imbangi dengan kisah kisah dengannya yang masih aku ingat.
Dodo yang sangat terampil memanjat, selalu menjadi juara panjat pinang. Sampai akhirnya Ia diambil menjadi anak angkat Kepala Desa. Sejak itu kehidupannya semakin meningkat. Dia mulai jarang bermain bersama. Ditambah dengan sejak lulus SD aku sekolah ke kota ikut Kakakku yang kerja disana.
Otomatis pertemuan hanya terjadi saat aku pulang liburan. Itupun hanya saling sapa saja. Dunia kita sudah berbeda tanpa terasa.
Semakin lama semakin jarang bertemu, hanya mendengar kabar dirinya punya bengkel motor. Punya istri dan anak satu.

"Rumahmu kok tidak ditempati?" Tanyanya.
"Ya bagaimana lagi, semua punya kehidupan dan rejeki yang jauh dari sini," jawabku.
"Ada acara apa mampir kesini?"
"Mau ngelayat, Kakak Misanku meninggal."
"Innalillahi wa inna Ilaihi roojiuun, Sakit apa?"
"Gula, terus stroke."
"Istriku juga sudah meninggal," kata Dodo. Aku langsung menoleh, wajahnya terlihat berat menanggung kesedihan.
"Kapan? Sakit Apa?"
"Sudah agak lama. Sakitnya kanker, sakitnya juga lama. Sudah berbagai cara kami lakukan untuk kesembuhannya. Saya sampai jual bengkel sampai habis semuanya demi kesembuhannya. Namun takdir Allah berkata lain, Allah lebih berhak menjaganya," jelasnya. Tak ada gurat penyesalan atas pengorbanannya menghabiskan seluruh harta yang Ia kumpulkan sejak masih remaja. Hanya sikap cinta dan tanggungjawab kepada pasangan hidupnya yang menderita.
"Tak ada yang sia sia bila diikhlaskan untuk kebaikan dan Lillahi Ta'ala. Itu akan menjadi hartamu di akhirat kelak," kataku menghibur, meski Aku yakin Ia tahu akan hal itu.
"Aamiin."
"Lalu anakmu sekarang dimana?" Aku menanyakan anaknya, meski belum pernah sekalipun bertemu.
"Anakku cuma satu, laki laki, sudah dewasa. Sekarang merantau ke Bali. Tinggal aku sendiri disini." Kali ini wajahnya memelas sejenak, jelas sekali Ia sangat kesepian.
"Memang sebagai laki laki harus merantau mempersiapkan diri,"
"Jadi kepikiran ingin punya anak perempuan," katanya sambil terkekeh.
"Kenapa?"
"Kalau punya anak perempuan, aku kan bisa ada yang merawat. Gak pergi pergi jauh."
"Kalau begitu, kenapa tidak nikah lagi?" Pancingku sambil tersenyum.
"Hahaha mana laku,"
"Masih bisa, Aku yakin kamu bisa,"
Kami lantas tertawa bersama, entah disisi mananya yang lucu. Aku tidak tahu.
"Sekarang kamu usaha apa?"
"Yah serabutan, ini jual beli sepeda motor. Yang penting dapat rejeki halal," wajahnya kembali ceria. Seperti Dodo yang Aku kenal dulu.
Ia menunjukkan sebuah motor cat putih di tempat parkir masjid.
"Itu daganganku."
Ia seperti tersadar kalau Ia sudah ada janji dengan pembeli.
"Aku pergi dulu, lupa aku ada janji,"
Kami lantas bersalaman. Dengan setengah meloncat, Dodo berlari ke sepeda motor putih. Seperti memanjat, Ia naik keatas motor dan menstaternya, melaju pergi.
Aku menatap kepergiannya sambil tersenyum. Dodo sahabatku yang istimewa. Mendapat ujian yang begitu berat. Membuat Ia semakin istimewa.
Bukankah Allah memberi ujian sesuai kemampuan umatnya masing masing?
Semoga Dodo diberi kebahagiaan di Dunia dan di Akhirat. Aamiin.

0 0
0
Anak Desa Biasa
19-11-2019 22:04
Asem cerita begini yang selalu bikin dada rasanya kosong setiap selesai habis dibaca. Pandangan tiba-tiba menerawang jauh dan air mata datang tanpa diundang.


Terima kasih udah mau nulis lagi om.
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
Anak Desa Biasa
25-12-2019 11:14
halloooo ki curah apakabar...
rindu cerita sejarah dari ki curah
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Anak Desa Biasa
08-01-2020 14:18
ki curah.. sepertinya seumuran sy.. sy ngikutin cerita ini br tadi.. tp klo sinar jingga dr tanah blambangan ngikutin terus.
salken nggeeh ki curah..
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Halaman 20 dari 20
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
the-story-of-roy
Stories from the Heart
rahasia-hati-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
typo-bikin-malu
Stories from the Heart
live-laugh--love
Stories from the Heart
sesuatu-tentang-mimpi
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia