Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
129
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5df9aa0b349d0f3d8e23492c/hujan-sebentar-jakarta-banjir-perlunya-tata-kota-bukan-tata-kata
Tak pernah ada penyelesaian, ketika musim panas tiba banyak teori untuk menanggulangi banjir namun hasilnya nihil, lebih banyak tata kata dibanding tata kota. Terlebih lagi kota Jakarta hujan sebentar terjadilah genangan air setinggi pinggang orang dewasa, bahkan genangan air masuk ke dalam gedung-gedung tinggi di Kota Jakarta.
Lapor Hansip
18-12-2019 11:24

Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata

Past Hot Thread
icon-verified-thread


Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata

Semua wilayah di Indonesia saat ini menghadapi musim penghujan, sudah di bulan Desember hujan datang sudah mulai intens. Bahkan puncaknya di bulan Februari akan terjadi banyak Banjir dan Longsor di sana sini. Tapi seperti biasa bencana alam hanyalah proyek tahunan.

Tak pernah ada penyelesaian, ketika musim panas tiba banyak teori untuk menanggulangi banjir namun hasilnya nihil, lebih banyak tata kata dibanding tata kota. Terlebih lagi kota Jakarta hujan sebentar terjadilah genangan air setinggi pinggang orang dewasa, bahkan genangan air masuk ke dalam gedung-gedung tinggi di Kota Jakarta.

Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata

Sudah pasti rusaknya alam akibat ulah manusia, caranya dataran rendah tak layak untuk di jadikan pemukiman di geser saja jadikan hutan kota. Kalau ada yang marah-marah lahannya di geser, ya siapkan dana ganti untung buat mereka siapa sih yang tak suka dengan lembaran uang merah wajah Pak Karno.

Air mengalir ke bawah ke dalam tanah, ingat bila ada endapan dari batuan yang kedap air maka hasilnya air akan mengembang, mungkin teori alam yang disebutkan oleh pejabat yang disenangi banyak orang tidak pernah bertemu oasis, bayangkan di tengah gurun bisa ada air disitulah bebatuan pasir yang tidak bisa bergerak akan mengendap dan tentu saja akan kedap air yang mengakibatkan banjir.

Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata

Cara menangulanginya buatlah tunel yang segede lapangan bola mirip tempatnya kura-kura ninja di negara maju sana, tunel ini langsung di arahkan ke laut bukan ke sungai. Uruk daerah dataran rendah untuk di jadikan hutan kota yang indah dan asri. Hutan kota harus banyak pohon-pohon besar layaknya habitat alam aslinya bukan pohon kurma, apalagi pohon pisang.

Kalau di pusat kota saja bisa banjir apalagi di dataran rendah yang lain wah bisa masyarakat berenang-renang kebanjiran lalu muntaber kemudian kena penyakit disentri. Bisa jadi bancakan pejabat yang katanya pro rakyat dah, hingga jadi alat propaganda politik identitas dana santunan bisa saja masuk kantong pribadi, wah rejeki tahunan para pejabat korup pastinya terlebih untuk menaikkan suara di masa pemilu ini cara yang efektif banget dah.

Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata

Dengan adanya banjir di Jakarta ada yang senang ada juga yang sibuk berkelit dengan tata kata, maklum saja dengan kata yang santun serta berdo'a lalu mengharapkan kunfayakun dari Tuhan agar banjir segera hilang dan hujan pun mereda hmmm... sepertinya hal yang bertentangan dengan syariat ikhtiar. Tanpa adanya usaha dari manusia itu sendiri untuk memperbaiki ekosistem alam maka yang terjadi kehancuran.

Lihat Belanda yang dahulu sering mengalami banjir dan sungai yang kotor kini bersih dan terawat berkat ikhtiar dan tata kota yang cerdas, inilah kehidupan jangan di politisasi dengan keyakinan, apalagi politik identitas sudah jelas bencana alam adalah proses bumi menyeimbangkan dirinya sendiri.

Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata

Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata

Begitu juga manusia hidup harus seimbang ikhtiar dan do'a, harus berjalan dan seiringan jangan sampai manusia selalu berpangku tangan pada Tuhan sepenuhnya, hal ini adalah ciri dari manusia yang hidup di zaman nabi Musa. Bahkan ikhtiar tanpa do'a mereka pun dihinakan menjadi serupa kera. Itulah sejarah masa lalu yang harus diambil hikmahnya, maka jangan terlalu banyak tata kata kalau sistem tata kotanya yang tidak beres.

Maka apa pendapatmu gan-sist, saya c4punk see u next thread




emoticon-I Love Indonesia

"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2019
referensi : klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star

Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata

GIF




Diubah oleh c4punk1950...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
apippip dan 23 lainnya memberi reputasi
22
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 7
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 11:31
justru kalau gak banjir itu aneh, gpp lah nanti juga banyak yang belain emoticon-Big Grin
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
Diubah oleh AkuSedih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
edik1986 dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 11:48
Tenang ada....



Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
profile-picture
profile-picture
profile-picture
junleon dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 2 balasan
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 12:17
ini semua karena air yang jatuh dari langit tidak terserap ke tanah ..

harusnya terserap dan "mengantri" saat proses pemasukanisasi ke tanahisasi

emoticon-Hammer

salam seiman dan santun emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Masamune_Enzen dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 12:28
Naah! Trit banjir episode pertama tlah dibuat, ini nih yang dari kemaren ane tungguin, Omemoticon-Cendol Gan

Banjir ... oh banjir, kolam renang gratis yang disediakan alam atau pemerintah?emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
h.ariel dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 12:32
Artikel ginian kalo dipost di BP pasti rame klipingan wan aibon ahli tata kata emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zopeq dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 13:33
waahh udah banjir aja yahh, masi ada beberapa bulan kedepan nih musim hujan nyaa
hehehe
profile-picture
profile-picture
h.ariel dan extreme78 memberi reputasi
2 0
2
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 13:39
Pindahkan ibukota ke bekasi !!!
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
h.ariel dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 13:42
gimana cara menanggulangi banjir sedangkan gedung tinggi menjulang. Mgkn solusi pindah ibukota utk mengurangi banjir juga hehee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
udhaerja dan 3 lainnya memberi reputasi
3 1
2
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 13:43
Quote:Original Posted By rezachenko7
Pindahkan ibukota ke bekasi !!!
emoticon-Cool


Ke tempat ane aja yg adem gan.
0 0
0
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 13:54
ts sepertinya udah siap bangkenya mandi sendiri emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yanka555 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 15:23
udah baca pernyataan anies yang baru belum yang komparasi banjir sama era sebelumnya?
0 0
0
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 16:17
Quote:Original Posted By gigarise
udah baca pernyataan anies yang baru belum yang komparasi banjir sama era sebelumnya?


Blumm... 🙄🙄
0 0
0
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 16:37
akhirnya Jakarta banjir, tumben nih warga diem2 aja ga salahin Gaberner emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
h.ariel dan RHnd memberi reputasi
2 0
2
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 17:01
Ada hal lain yang mungkin perlu diperhatikan, untuk lebih jelasnya bisa omong-omong ama anak geologi. Terkait resapan itu boleh dibilang susah-susah gampang.
Ketika tanah itu masih dalam keadaan "agak basah", air cenderung mudah untuk masuk ke celah-celah butiran tanah yang ada.
Namun ketika tanahnya itu sudah dalam keadaan kering, dan kemudian karena proses "pemadatan" secara alami (karena gempa misalnya) atau karena ulah manusia (baik itu dipadatkan untuk bangunan atau jalan atau area khusus lainnya, atau karena getaran yang diakibatkan oleh aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam kesehariannya), air menjadi lebih susah untuk meresap. Ini agak beda kasus dengan oasis yang dikemukakan itu, yah.

Bahkan ..., karena keberadaan debu atau partikel lain yang berukuran lebih kecil dari ukuran butiran tanah, celah-celah itupun dapat tertutup olehnya dan kemudian mengakibatkan air yang jatuh diatasnya, cenderung lebih suka "menggelinding" ke tempat lain.

Hal lain yang mungkin dialami seperti di Jakarta ataupun Surabaya, adalah semakin berkurangnya luasnya area resapan yang khusus diperuntukkan bagi hujan yang turun secara lokal disana. Juga perubahan yang ada, terkait kondisi suburban yang ada disekitar kota yang bersangkutan.

Kalau ... kondisi disekitar kota itu masih seperti yang direncanakan terkait "bentuk kota ideal", dimana area sekitar batas luar kota itu masih ada area penunjang, yang mana kalau di Jawa, itu bisa berupa kompleks persawahan, hutan produktif, diselingi dengan keberadaan kompleks perumahan suburban yang tidak "padat" (diartikan bahwa rumah disitu masih memiliki halaman yang cukup dan tidak disemen/dibeton, dan tidak dalam posisi yang terlampau berdempet-dempetan), airnya itu masih bisa dialirkan untuk mengairi sawah ataupun selokan di kompleks suburban itu tadi. Jangan salah ..., air mengalir di selokan itu juga berguna untuk mencegah keberadaan ibunya si nyamuk yang sedang cari indekos bagi telurnya.

Tapi kalau sudah berantakan sedemikian rupa, solusinya memang tidak mudah.
Kalau ditempat lain, tanah dibiarkan terbuka dan ada rumputnya gitu aja mungkin sudah cukup, kalau di kota-kota itu, harus membuat beberapa lubang pada jarak tertentu, dengan kedalaman tertentu, tergantung pada jenis-struktur tanah di area yang bersangkutan.

Itu bisa eksperimen sendiri, buat 1 lubang, pipa resapan (sudah ada yang jual) dimasukkan, dan kemudian diisi air sampai penuh. kemudian sambil pake stopwatch dihitung berapa lama airnya sampai habis meresap.
Lalu jangan lupa pula memperhitungkan jumlah air yang turun di area tersebut, semisal itu di rumah tangga. Pada hujan dalam kondisi lebat, untuk memenuhi 1 drum (200 lt.) butuh berapa waktu yang diperlukan.

Hal lain yang perlu dikoreksi sebetulnya adalah masalah konstruksi bangunan (khususnya di Indonesia). Kita cenderung memakai standar dari luar (terkait pondasi, dan sebagainya), yang menyebabkan bangunan itu sendiri cenderung tidak ramah lingkungan terhadap kondisi alam di Indonesia yang sering hujan ini. Karena kalau memang diniati untuk membuat lubang resapan dalam jumlah yang banyak, tentu kemudian akan ragu sendiri, apakah pondasinya tidak ambles karena tanahnya jadi lembek.

'Dah itu aja dulu unek-uneknya ...

Diubah oleh bingsunyata
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Hadadz dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 4 balasan
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 18:02
Quote:Original Posted By bingsunyata
Ada hal lain yang mungkin perlu diperhatikan, untuk lebih jelasnya bisa omong-omong ama anak geologi. Terkait resapan itu boleh dibilang susah-susah gampang.
Ketika tanah itu masih dalam keadaan "agak basah", air cenderung mudah untuk masuk ke celah-celah butiran tanah yang ada.
Namun ketika tanahnya itu sudah dalam keadaan kering, dan kemudian karena proses "pemadatan" secara alami (karena gempa misalnya) atau karena ulah manusia (baik itu dipadatkan untuk bangunan atau jalan atau area khusus lainnya, atau karena getaran yang diakibatkan oleh aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam kesehariannya), air menjadi lebih susah untuk meresap. Ini agak beda kasus dengan oasis yang dikemukakan itu, yah.

Bahkan ..., karena keberadaan debu atau partikel lain yang berukuran lebih kecil dari ukuran butiran tanah, celah-celah itupun dapat tertutup olehnya dan kemudian mengakibatkan air yang jatuh diatasnya, cenderung lebih suka "menggelinding" ke tempat lain.

Hal lain yang mungkin dialami seperti di Jakarta ataupun Surabaya, adalah semakin berkurangnya luasnya area resapan yang khusus diperuntukkan bagi hujan yang turun secara lokal disana. Juga perubahan yang ada, terkait kondisi suburban yang ada disekitar kota yang bersangkutan.

Kalau ... kondisi disekitar kota itu masih seperti yang direncanakan terkait "bentuk kota ideal", dimana area sekitar batas luar kota itu masih ada area penunjang, yang mana kalau di Jawa, itu bisa berupa kompleks persawahan, hutan produktif, diselingi dengan keberadaan kompleks perumahan suburban yang tidak "padat" (diartikan bahwa rumah disitu masih memiliki halaman yang cukup dan tidak disemen/dibeton, dan tidak dalam posisi yang terlampau berdempet-dempetan), airnya itu masih bisa dialirkan untuk mengairi sawah ataupun selokan di kompleks suburban itu tadi. Jangan salah ..., air mengalir di selokan itu juga berguna untuk mencegah keberadaan ibunya si nyamuk yang sedang cari indekos bagi telurnya.

Tapi kalau sudah berantakan sedemikian rupa, solusinya memang tidak mudah.
Kalau ditempat lain, tanah dibiarkan terbuka dan ada rumputnya gitu aja mungkin sudah cukup, kalau di kota-kota itu, harus membuat beberapa lubang pada jarak tertentu, dengan kedalaman tertentu, tergantung pada jenis-struktur tanah di area yang bersangkutan.

Itu bisa eksperimen sendiri, buat 1 lubang, pipa resapan (sudah ada yang jual) dimasukkan, dan kemudian diisi air sampai penuh. kemudian sambil pake stopwatch dihitung berapa lama airnya sampai habis meresap.
Lalu jangan lupa pula memperhitungkan jumlah air yang turun di area tersebut, semisal itu di rumah tangga. Pada hujan dalam kondisi lebat, untuk memenuhi 1 drum (200 lt.) butuh berapa waktu yang diperlukan.

Hal lain yang perlu dikoreksi sebetulnya adalah masalah konstruksi bangunan (khususnya di Indonesia). Kita cenderung memakai standar dari luar (terkait pondasi, dan sebagainya), yang menyebabkan bangunan itu sendiri cenderung tidak ramah lingkungan terhadap kondisi alam di Indonesia yang sering hujan ini. Karena kalau memang diniati untuk membuat lubang resapan dalam jumlah yang banyak, tentu kemudian akan ragu sendiri, apakah pondasinya tidak ambles karena tanahnya jadi lembek.

'Dah itu aja dulu unek-uneknya ...


Bener juga ya om lubang resapan yg banyak akan membuat kontur tanah lunak bila ad gmpa lngsung amblas kaya yg di sulawesi waktu itu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
benny1010 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 20:03
1.Banjir(run off/aliran permukaan) terjadi akibat siklus hidrologi disuatu wilayah terganggu
2.catchment area(ruang terbuka hijau) yang tidak memadai di suatu wilayah yang berakibat mengganggu infiltrasi(proses masuknya air ke dalam tanah) sehingga meningkatkan aliran permukaan/run off(banjir)
3. Faktor lainnya perencanaan tata kota buruk (drainase tidak terintegrasi antar wilayah dll)

Mencoba berpendapat sesuai dengan pengetahuan dari sisi hidrologi
profile-picture
profile-picture
tandaseru dan Smriwiing memberi reputasi
2 0
2
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 20:19
Quote:Original Posted By rezachenko7
Pindahkan ibukota ke bekasi !!!
emoticon-Cool


gak setuju, terlalu jauh gan !!!
mending pindah yg lebih deket, kalimantan misalnya
profile-picture
profile-picture
yanka555 dan RHnd memberi reputasi
2 0
2
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
Lapor Hansip
18-12-2019 21:34
Balasan post c4punk1950...
Saya sendiri kurang tahu, kondisi tanah yang di tempat terjadinya gempa itu (di Sulawesi) kayak 'gimana strukturnya. Apakah cenderung berpasir, atau jenis tanah humus, dimana kedua jenis tanah itu memang cenderung mudah ikut terbawa air. Sehingga mudah terjadi rongga-rongga di dalam tanah, yang mana rawan ambrol ketika ada getaran. ===> Tidak melulu gempa (alami), itu ada truk bermuatan berat, dan kemudian jalan melewati lubang atau jalanan yang agak berbatu, sebetulnya sudah terjadi "gempa" kecil-kecilan pada area setempat. Setahu saya, untuk jalan makadam, itu radiusnya paling tidak sekitar 6-8 m.

Kalau ingin amannya ..., kita sebetulnya tidak perlu membuat sumur/lubang resapan sedemikian rupa yang bisa memicu timbulnya aliran air bawah tanah (secara alami). Bila dikatakan bahwa ketika air tanah (bukan aliran air tanah, karena kalau itu cenderung mengada berdasar musim) menghilang, bisa menyebabkan permukaan tanah menurun, maka yang perlu diupayakan adalah agar air tanah itu tidak menghilang, dalam artian tanah itu diupayakan tidak kering kerontang.
Tapi kalau ingin lebih pastinya, yah harus melalui pengujian lab yah. emoticon-Big Grin Terutama untuk bangunan bertingkat. Karena setahu saya belum ada alat ukur yang bisa digunakan untuk mengetahui "secara akurat" lapisan tanah yang ada pada suatu lokasi. Yang ada mungkin cuma alat yang diigunakan untuk mendeteksi keberadaan batuan. Yang mana digunakan untuk konstruksi yang memakai paku bumi. ===> Dan tentunya bukan untuk kantong orang kebanyakan.
Diubah oleh bingsunyata
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 22:21
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
profile-picture
profile-picture
profile-picture
navacuy dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Hujan Sebentar, Jakarta Banjir Perlunya Tata Kota Bukan Tata Kata
18-12-2019 22:54
Quote:Original Posted By gituaja
1.Banjir(run off/aliran permukaan) terjadi akibat siklus hidrologi disuatu wilayah terganggu
2.catchment area(ruang terbuka hijau) yang tidak memadai di suatu wilayah yang berakibat mengganggu infiltrasi(proses masuknya air ke dalam tanah) sehingga meningkatkan aliran permukaan/run off(banjir)
3. Faktor lainnya perencanaan tata kota buruk (drainase tidak terintegrasi antar wilayah dll)

Mencoba berpendapat sesuai dengan pengetahuan dari sisi hidrologi


Mantap om pendapatnya 👍👍👍
0 0
0
Halaman 1 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia