Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
7950
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3bf826af7e930dd41807cf/catatan-yang-terbuka
Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilkan.
Lapor Hansip
14-01-2019 09:47

Catatan Yang Terbuka

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Catatan Yang Terbuka

Quote:
Catatan "Yang" Terbuka. Apanya sih yang terbuka? Semua yang selama ini gw tutup rapat. Apa itu? Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw, bahkan teman gw sekalipun, ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilan.


Buat gw, kegagalan adalah tanggung jawab personal, bukan untuk dibebankan kepada orang lain. Biarkan mereka tahu yang indah indah saja soal gw. Problem, atau masalah, biar gw yang merasakannya. Itulah mengapa hidup gw terlihat indah. Percayalah, hidup ga ada yang seindah itu.

Namun, ada sebuah nilai yang bisa dipetik dari kegagalan-kegagalan yang gw rasakan. Saat keputusan gagal yang gw buat saat membeli tanah dari Pak Bams, akhirnya gw punya usaha baru. Otak mesum gw menangkap peluang untuk buka bengkel modifikasi bekerja sama dengan U**** adalah jawaban, atas kerugian finansial yang gw dapat dari membeli tanah mati itu.

Apakah Papa tahu tanah itu mati? Tahu, dan beliau membiarkan gw gagal! jahat? Tidak! Justru gw bersyukur! Awalnya jengkel, tapi setelah gw tahu maksud kenapa Papa tetap membiarkan gw gagal, kejengkelan gw berubah menjadi sujud sungkem terima kasih atas ilmu yang Papa ajarkan dalam diam.

Itulah salah satu kegagalan gw. Kegagalan, yang membuat Mama melarang gw untuk terjun di dunia yang ingin gw tekuni. Tapi, gw seperti terlahir untuk hidup dengan hal-hal yang menyerempet bahaya. Setelah gw bisa bangkit, gw memulai lagi. Itulah alasan, mengapa proyek di Gunungpati, gw sebut sebagai proyek perdana. Well, inilah kisah gw. Kisah yang tidak hanya indah, tapi juga mengenaskan. Kisah ketika Tuhan mulaimenyapa dan membuka mata hati ku, bahwa aku hanyalah seorang hamba!


-------------+++++++++++++----------------


Diana dan Vina masih terkapar di kasur yang ada di kosan gw. Sesuatu yang indah, sudah terjadi semalam. Membayangkan pun, rasa nya gw ga sanggup. Tapi Tuhan terlalu baik kepada gw. Hingga sesuatu yang jauh dari jangkauan gw pun bisa gw rasakan. Apa itu? Lu bebas mengimajinasikannya.

Quote:"Mba, mba, bangun. Sudah siang. Ga capek tha tidur terus." Ujar gw sambil terus menggoyangkan badan mereka berdua.

"Oahm. Jam berapa sih ndo? Masih malam kan ini?" Tanya Diana yang mulai bergeliat dari tidurnya.

"Sudah pagi mba. Kalau pacar ku ke sini, aku yang repot."

"Hehehe. Bagus dong, kita ajakin gabung aja sekalian."

"Duh. Jangan gitu dong mba." Ujar gw, lalu memanaskan air untuk membuat sesuatu yang hangat.

Gw biarkan mereka bangun, sambil sekali-kali melirik. Ternyata mereka benar-benar bangun, meskipun gw tahu itu terpaksa. Jam di kamar, masih menunjuk angka 05.15. Masih sangat pagi memang, tapi itu sama sekali ga membuat gw tenang. Lina terlalu sering datang sangat pagi ke sini.

Dua gelas, teh jahe hangat gw sajikan untuk mereka berdua. Untuk mengurangi cemas, yang mulai melanda, sebatang rokok pun gw hisap dalam-dalam. Diana nampak bereskan "arena perang" semalam. Sedangkan Vina, dia ke kamar mandi. Baguslah, paling ga, tanda-tanda mereka akan pulang dan berkemas sudah ada di depan mata.

Quote:"Ga mandi mba?" Tanya gw ke Vina.

"Ga lah ndo, nanti aja di kosan. Sebenarnya masih ngantuk, tapi demi kamu."

"Hehehee. Ya udah sih, teh nya diminum dulu biar segeran."

Diana pun bergabung dengan kita. Setelah tadi beres-beres, dia ke kamar mandi. Yah, sekedar cuci muka untuk menyegarkan diri saja, sama seperti yang Vina lakukan tadi. Obrolan pagi itu ga berlangsung lama. Yang memotong bukan gw, tapi Diana. Dia paham posisi gw yang sedang terjepit.

Beres-beres kamar adalah hal yang pertama gw lakukan pagi ini. Mengganti sprei lengkap dengan sarung bantal dan guling gw lakukan demi keamanan bersama. Ga lupa, wangi-wangian untuk menghilangkan bau dua cewe sexeh yang semalam nebeng tidur di sini, ga lupa gw lakukan. Yah mskipun Diana sudah membereskannya tadi, tapi gw rasa itu masih belum sempurna.

Quote:"Ayanxxx..." Sapaan yang nyaris membuat gw melompat. Untung saja, gw terlatih dibentak-bentak.

"Kamu Taaa, pagi-pagi dah ngagetin aja ih..." Ujar gw...

"Hayooo lagi mikirin apa???" Dia mendekat ke gw yang sedang merapikan sprei...

"Mikirin proposal, Mama dan semua..."

Kegagalan gw dulu memaksa gw untuk lebih selektif dan hati-hati, ga keras kepala dengan ga menerima uluran tangan dari Papa. Gw mengajukan proposal, dan Papa akan menjadi investor buat gw. Hubungan kita murni profesional, karena ada hitam di atas putih yang mengikat, beserta jaminan yang akan dilelang Papa, jika gw gagal bayar.

Jangan salah, mungkin kalau gw gagal orang pikir hidup gw akan enak. Toh masih ada Papa, bisa lah nebeng ke beliau. Lu salah! Gagal adalah mati buat gw! Gw sudah ambil sikap, jika emang ini gagal lagi, gw akan ke Papua! Entah kerja apa! Yang jelas, malu jika gw gagal dan masih di rumah.

Quote:"Hm. Makanya tho yanx, mending kamu tuh jujur aja sama semua. Biar beban mu itu ga terlalu berat." Lina selalu punya alasan untuk menentramkan hati gw.

"Udah ga ada yang tersembunyi Ta. Mama juga udah tau semuanya."

"Terus?"

"Ya meski keberatan, beliau ga kuasa nahan aku."

"Ya sudah! Terus apalagi? Kamu punya Papa mu yang udah kasih lampu hijau. Kamu juga punya Papa ku, yang juga dukung kamu."

"Mungkin masih ada sisa trauma. Trauma pernah gagal, dan mangkrak ga ada gunanya."

"Semua pernah gagal. Coba kasih tau aku yanx, orang yang ga pernah gagal? Ga ada. Kalau yang gagal, lalu menyerah dan pasrah, banyak yanx. Kamu mau?"

"Hehehehe. Mainstream adalah sesuatu yang paling aku benci Ta. Jadi aku ga mau."

"Nah. Ayo dong semangat! Hari ini semangat nya kuliah dulu. Hehe."

"Nanti siang, aku ke proyek Ta."

"Ya udah gapapa yanx, yang penting kamu harus optimis, OK?"

"OK..."

"Itu baru pacar ku." Sebuah kecupan mendarat di jidat gw. Semoga Cinta ga mencium sesuatu yang aneh.

Hangat pelukan dari Cinta membuat gw jadi lebih baik. Entah bahasan tadi hanya sebagai pelarian untuk menutupi kegilaan yang tadi malam gw lakukan bersama Vina-Diana atau murni gw memang ingat dengan kegagalan yang gw derita. Entahlah, semua menjadi abu-abu sekarang. Mungkin benar kata Arief ke gw, "kurangi hal-hal yang ga perlu dan dianggap tabu..."

Kuliah sudah ga ada menarik-menariknya di mata gw. Materi yang cuma itu-itu saja, dan stop pada ranah teori membuat gw bosan... Mungkin benar kata beberapa teman, gw ini anak alam, bukan anak sosial. Anak alam, itu suka membuktikan sesuatu, menguji hipotesa dan mendapatkan jawabannya saat itu juga. Beda dengan anak sosial yang lebih "sabar" mencari jawaban dari hipotesa yang mereka munculkan.

Quote:emoticon-mail: "Selamat siang mas, saya boleh ketemu pean ga?" Sms masuk dari Pak Atmo. Tokoh yang dituakan di lokasi proyek gw.

emoticon-mail : "Bisa Pak. Ada yang penting? Ini saya mau naik Pak."

emoticon-mail : "Oh. Kebetulan kalau gitu mas, nanti kalau sudah sampai, nyuwun tulung dikabari njih."

emoticon-mail : "Siap Pak."


Gw paham apa yang ingin Pak Atmo bahas dengan gw. Pasti soal kelanjutan nasib orang orang yang kerja sama gw. proses urug yang gw lakukan sudah hampir selesai. Sedangkan gw belum memperoleh pembeli potensial, meski proposal sudah gw sebar. Ini jelas bukan kabar bagus buat meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya pada gw. Sh*t! Kerja apa ya yang duitnya gede, tapi cuma butuh waktu singkat? Balap liar? Oh, tidak!, gw sudah pensiun.

Gw menuju parkiran lanjut keluar jalan Kaki menuju kosan. Kan tadi gw nebeng Cinta, kalau mobilnya gw pakai nanti dia pulangnya gimana? Terpaksa deh ambil mobil dulu di kosan. Di depan gw ada gerombolan celana cingkrang, plus mba-mbanya yang seperti itulah busananya. Gw tidak mau ribet. Namun dalam hati gw sudah membatin. Kalau sampai mereka cari gara-gara sama gw, akan gw hajar saat itu juga. Mood gw sedang ancur kok diajakin bercanda. Untungnya mereka paham, dan memilih membiarkan gw lewat.

Quote:"Seperti dugaan gw, Pak Atmo mau bahas soal kelanjutan proyek yang sedang gw kerjakan. Ga ada jalan lain selain jujur. Gw pun menjelaskan semuanya kronologi dari awal sampai akhir. Berat memang membuat orang kecewa, tapi apa mau dikata, emang inilah kenyataannya."

Otak lagi buntu kayak gini, temuin Eka kayak nya cocok deh. Sayangnya, nasib gw kurang baik hari ini. Eka sedang ada kuliah yang ga bisa dia tinggalkan. Katanya sih, mata kuliah utama. Untuk membuang waktu, gw memutuskan untuk mencari warnet. Jangan salah, sekarang gw sudah bukan si gaptek dan cuek teknologi seperti saat SMA dulu.

Quote:emoticon-mail: "Hi ndo, gw putuskan untuk memberikan kesempatan kepada Seno untuk mendekat ke gw. How about you, dear? Awas aja kalau lu bilang gw ini kekanakan karena memilih berdasar persamanaan negara, dan agama."


Jangan Buka, Nyesel Lho


Email yang terus terang membuat gw hanya tersenyum simpul sedikit kecut. Pengirim nya itu lho yang bikin gw gimana gitu. Reni! Gw mencoba melucu untuk balas email yang baru masuk beberapa jam lalu itu. Namun, apakah feel lucunya dapat, gw sendiri kurang yakin.

Quote:emoticon-mail: "Lu dimana? Gw udah bubaran nih." Sms masuk dari Eka.

emoticon-mail : "Bentar, lu tunggu di parkiran B6 aja ya?"

emoticon-mail : "Wong edan, ditanya kok ga jawab sih."

emoticon-mail : "Pertanyaan lu basi. Udah jelas gw di hati lu lho ya."

emoticon-mail : "Kepreeettt ndooo... Londooo..."


Dasar cewe antagonis. Gw kira cuma muka nya doang yang sadis, ternyata sifatnya pun ga kalah sangar. Gw sudah matikan billing warnet, bayar, lalu bergegas menuju tempat parkir yang tadi gw maksud. Terlambat jelas bukan ide bagus. Bisa kena omelan Eka gw.

Quote:"Siang cewe." Goda gw, ketika stop persis di depannya.

"Lamaaa lu ndo." Dia pun buka pintu kiri, lalu naik.

"Lu dari mana ndo? Cek kerjaan ya?" Tanya dia kemudian.

"Yappp. Udah mau selesai sih."

"Lhah, kalau udah selesai, terus nasibnya gimana ndo?"

"Ya ga gimana-gimana. Mungkin stop dulu beberapa saat sambil nunggu peminat dan juga investor."

"Nganggur dong abis ini."

"Ga juga Ka. Gw udah punya usaha baru yang bisa gw kerjain."

"Dasar otak bisnis. Kuliah selesaikan woi."

"Aman lah. Kemana kita?"

"Kosan ndo, gw udah masak tadi pagi, hehe."

"Apa?" Gw menatap heran ke Eka, pengen ngakak tapi gw tahan. Eka masak?

"Sialan lu ndo!!! Meremehkan banget lu! Gini-gini gw bisa masak woiii!!! Hahaha..." Ngakak dia.

"Lihat muka dan kelakuan lu, emang salah ya kalau gw curiga dengan rasa masakan lu? Hehehehe." Ejek gw

"Bodo amat ndo, awas aja kalau lu ga abisin masakan gw!"

"Kenapa emang? Hehehehee."

"Jangan ke kosan gw lagi!"

"Ya elah, sadis amat lu Ka!"

"Bodo amat! Salah sendiri menghina gw!"

"Ga menghina sayang, cuma memastikan." Gw pegang rambutnya.

"Apa lu pegang-pegang."

"Jiah, kekasih gw lagi ngambek."

"Kekasih pala lu ndo."

"Ngoahahahahaaa."

Gw sudah menyiapkan mental dan lidah gw untuk menghadapi situasi terburuk. Nunggu di kamar, sementara Eka sibuk menyiapkan hasil karyanya. Ayam goreng, sup wotel, kol, dan teman-temannya. Oiya, ada juga sambal yang terlihat menggoda dengan warna merah agak sedikit gelap.

Satu suapan masuk, ini ga buruk! Emang sih ga enak-enak banget. Cenderung agak asin di lidah gw. Tapi masih masuk toleransi lah. Sambalnya itu yang gw suka. Manisnya biasa saja, pedasnya juga biasa, tapi gurihnya itu lho. Overall, not bad. Namun ga bisa dibilang istimewa juga.

Quote:"Doyan lu ndo? Hehehe." Tanya Eka, saat gw nambah sayur plus sambalnya.

"Hehehehe. Lu beli di mana?" Ejek gw.

"Sialan lu! Plakkk!" Bahu gw kena tampol.

"Mau penilaian jujur?"

"Iyalah! Gila aja lu bohong."

"Overall, enak! Cuma asinnya kagak nahan mba nyaaa. Lu pengen kimpoi ya?"

"Huahahahahahahaa. Beneran asin berarti ya ndo? Teman gw tadi juga bilang gitu. Itu sayurnya udah tak tambahi air tadi, kalau ayamnya. Pasrah deh."

"Besok lagi, kalau masak kurangi garam ya? Asin ga baik buat darah."

"OK Pak Boss!"

"Dan ini." Gw angkat sambal di depan matanya.

"Juara! Lu kalau buat lagi, pakai takaran ini. Gw bukan pecinta pedas, gw juga ga suka sambal, tapi gw suka sambal lu! Boleh ga boleh, sisanya gw bawa pulang!"

"Hahahahahaaa. Koplak lu ndo!"

"Ga boleh?"

"Boleh-boleh. Semua aja boleh."

"Ogah, asin sayang. Udah pengen yah?" Ulangi lagi pertanyaan pertama tadi.

"Kalau iya, lu mau apa?" Mampus gw. Mana mukanya serius lagi.

"Kapan? Ortu ku otw rumah mu nih?"

"Hihihihi. Salah nantang orang, sabar ndo. Lulus dulu."

Gw kok dikasih tantangan, ya gw makan lah sampai abis. Mood gw agak membaik pasca bertemu dengan Eka. Selain perut kenyang, gw juga dapat belaian kasih sayang. Gw rasa itu adalah instrumen penting untuk balikin semangat gw, setelah kegagalan-kegagalan yang gw alami. Caranya mungkin salah, tapi ya sudahlah.

Sebelum Magrib, gw sudah berada di kosan lagi. Sms-sms dari Lina baru gw balas di sini. Waktu ketemu Eka, hp dalam posisi super silent. Jadi bukan cuma ga berdering, getar pun ga. Anggap saja gw sedang memainkan protokol buaya. Tapi entah mengapa, gw agak ga nyaman akhir-akhir ini. Gw seperti sudah lelah bermain dari hati ke hati.

Quote:"Jika kepala pusing kayak gini, paling enak itu vodka. Untungnya, gw selalu sedia di kamar. Gapapa main single, yang penting happy dan sedikit meringankan beban di kepala ini. Juga sebagai bekal hari esok yang lebih baik."

Pagi yang cerah. Sebelum jam 7, Lina sudah di depan kosan. Dia sepertinya mulai suka dengan kegiatan barunya, barengin gw tiap berangkat kuliah. Memang kampus kita dekat, tapi tetap saja beda. Biasanya sih, gw drop dia, lalu mobilnya gw bawa ke parkiran kampus gw. Kecuali kalau gw ada acara kayak kemarin, dia yang drop gw di jurusan gw.

Quote:"Yanx, kamu dicariin tuh sama Mama..." Ujarnya saat gw sudah siap di balik kemudi mobilnya.

"Hah? Mama ngapain nyari aku Taaa?" Agak heran gw.

"Iya, kangen katanya. Kamu sih jarang maen ke rumah."

"Ya udah, besok malam minggu aku apelin kamu ya?"

"Wuuu. Kalau gitu aku ke gerejanya minggu pagi aja yanx."

"Siappp. Udah sampai, semangat ya Ta." Yap, jarak kosan gw ke kampus, memang dekat.

"Iya. Kamu tuh yanx yang semangat, jangan mikirin gagal terus." Pegang pipi gw.

"Gagal? Apaan tuh gagal? Hehehe."

"Ahahahaa. Bye yanx, nanti beres kuliah langsung ke sini aja ya?"

"Boleh?"

"Boleh lah. Asal kamu ga rusuh aja!"

"Hehehe. Siap cintaaa."

Gw memiliki riwayat yang kurang baik sama anak ekonomi. Biasalah, mereka jual, ya gw borong. Jangankan mereka yang muka-muka alim tapi dibuat sangar, yang beneran sangar macam anak Teknik aja gw gass kok. Kalau gw mau, bisa aja sih gw minta tolong ke anak hukum. Namun itu bukan karakter gw. Masalahnya, anak hukum suka main kotor. Kalau kata orang jawa sih, "nabok nyilih tangan." Itu bukan karakter gw.

Quote:"Tuing." Sebuah notifikasi YM masuk ke HP gw sesaat setelah gw di parkiran.

emoticon-mail : "Gw diajak makan malam sama Seno nih." Reni! Bego ya gw, ada YM di HP, kenapa kemarin gw ke warnet? Anggap aja buang waktu.

emoticon-mail : "Pamer mulu. Coba sini liat gambar nya Seno kayak apa." Balas gw, keluar mobil, pastikan terkuci, lanjut jalan ke kelas.

emoticon-mail : "Jangan ndo, minder lu ntar, soalnya gantengan dia daripada lu. Haha."

emoticon-mail : "Ganteng tapi kecil buat apa?"

emoticon-mail : "Njir. Dari mana lu simpulin dia kecil?"

emoticon-mail : "Karena yang bisa ngalahin joni cuma negro, arab dan bule."

emoticon-mail : "Wkkwkwkwkwk. Ntar gw lihat dulu, kalau lu bener, gw puji."

emoticon-mail : "Puji doang? Ga guna kaleee. Tidur bersama kek biar sangar."

emoticon-mail : "Iya, nunggu gw balik ya?"

emoticon-mail : "Deal."

emoticon-mail : "Bye mantan, jalan dulu yakkk."

emoticon-mail : "Pala lu mantan."

emoticon-mail : "Bodo amatt."


Manasin gw kok pakai pacar baru. Mana bisa boss? Tapi kenapa ada semacam ketidak suka-an ya di hati gw? Ga bisa gw bantah sih, mungkin karena gw memang masih ada hati ke Reni. Ya sudah, mari dihapus dengan ikut kuliah Hukum Acara Pidana di pagi yang panas ini. Panas bukan karena cewe-cewe dan dipamerin Reni ya, tapi emang karena panas beneran oleh matahari.

Sepertinya, gw butuh piknik. Pulang lanjut ketemu Arief bisa menjadi solusi yang baik. Tapi besok gw sudah ada janji untuk ngapelin Cinta. Di sinilah repotnya. Apa nanti sore saja ya gw baliknya. Ada banyak hal yang ingin gw bahas dengan Kampret. Sebaiknya ga gw tunda, kalau gw ingin semua tetap on the track.

Gw mulai percaya, jika Tuhan mulai menyapa dan menunjukkan kuasanya, serta memberitahu gw, bahwa gw ini buka siapa-siapa. Gw ini hanya hamba yang bisa diatur sesukanya. Pertanyaannya, apakah gw bisa memanipulasi keputusan Tuhan agar mau berada di kubu gw? Only time will tell.



Ciaooo
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
impola dan 219 lainnya memberi reputasi
212
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 369 dari 400
Catatan Yang Terbuka
11-12-2019 19:51
bagian yg gw tunggu2 akan tiba emoticon-Takutemoticon-Takutemoticon-Takut
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
11-12-2019 20:55
yeah emoticon-Belgia
memang harus turunan, tanjakan, tikungan
mulai bosan terlalu datar,
kami butuh asupan adrenalin emoticon-Ngacir2
eh salah ya emoticon-Hammer (S)
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
11-12-2019 22:02
"Orang yang jago beretorika dan memberikan angin surga tapi ternyata isinya kosongan belaka".Seko kalimat iku aku dadi kelingan karo "seseorang pejabat"pas kampanye kata-katane puitis tapi pas pelaksanaan di lapangan memble.Untung iseh duwe sedulur ning KPK coba gak duwe mesti wes ono demo berjilidemoticon-Leh Uga
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
11-12-2019 23:25
medunan gombel lama wae om. lmayan nak gak yo medunan gp kae yo adem jg. Sing pnting dudu medunan bdg hehehehe
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
Lapor Hansip
12-12-2019 00:25
Balasan post londo.046
Pasti star hotel ya mas ndo
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
12-12-2019 06:34
Hadahhh penasaran bgt ada apa yaaaa...
Semoga lagi baik hati jadi cepet ada update an emoticon-Wink
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
12-12-2019 06:39
Quote:Original Posted By dian bentet
Jaman semono neg ng bali nggowo sangu kanggo nginep thok...mangane golek dewe ng kuta...melu2 beach boy nyewakno papan surfing... emoticon-Ngakak (S)

Mantab, seni bertahan hidup om ya... Sapa tau ketemu mba bule terus disewa jadi guide... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By dnangelz
Pameran e dimana om..gass jogja ah, penasaran dengan lukisan2 e Eka..(pameran lukisan kan oni, bukan teater)..

Belum tahu lokasinya om... Nanti ditanyain lebih jelas... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By oldman13
Ada mas,
Makanya waspada dinaikkan kalo sudah ada anjing kumpul2
Yang tidak termonitor itu yg mabuk, saya ada pengalaman dari jarak 100 mtr udah liat indikasi ini anjing ga bener, pelan2 sampe deket 5-6 meter, normal, pas 3-2 meter mau tancap gas, eh nyebrang, sampe tengah balik lagi emoticon-Hammer (S)

Iya mas, yg penting masih wajar aja emoticon-Hammer (S)

Kalo nyari alamnya, payangan naik, atau tabanan tengah-barat mengarah ke utara, beh jarang banget terekplore itu,

spesial dibagiin disini

Makasih rekomendasinya Bli... Emang lagi nyari tempat indah dan belum terjamah banyak wisatawan... Lebih nyesss lagi kalau bisa membaur dengan warga sekitar... Mendaki ga masalah Bli, yang penting boleh sambil merokok... emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By rizkisurya.87
Cocok nggo nambah momongan wkwkwk emoticon-Big Grin
Memang Bali sulit untuk dilupakan.. arek wedoke bahh sinam puoll.. duwe pepinginan rabi karo arek bali ng mbuh iso mbuh ora emoticon-Big Grin

Iso om, pindaho kene terus mergawe neng kene, kenalan karo arek kene... Sing penting niate apikkk... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
Yang penting silaturahmi dan tambah jaringan ya Mas...emoticon-Big Grin

Kayaknya lu menemukan sisi lain dr Bali nih..

Iya mba, sisi lain yang lama terlewatkan... Dulu tahunya Bali cuma Kuta, Poppies Lane, Seminyak, Sanur, Renon dsk... emoticon-Big Grin ternyata yang di tengah jauh lebih wow... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By maulana1918
Catatan Yang Terbukangopi sek lurr

Cocok om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By oge.qi
Lho om kok didelete 🙄

Salah pencet... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By tom122
yah telat 10 menit sudah hilang

Salah pencet om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By reddiie
kok delete om baru mau baca 🙄

Biar greget... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By jhonydaksa
wah, mau dpt bonus tambahan malah ngga jadi 🤪 terlanjur d delete🤣

Ra ono isine kok om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By wahyoedhi69
berasa jd sultan mase, dikelilingi 3 cewek cantik, smart, "gila"... susah nemu cewek cantik yg model begitu skrg, kebanyakan sih nyari cowok yg wibawa ( wi bawa mobil, wi bawa uang banyak, wi bawa hangpon mahal ).. buat kaum jomblo yg tabah yak
emoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwk

Gampang om, asal kitanya bergaul dengan orang yang tepat pasti dapat... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rheeashe
Stressss q emoticon-Ngakak (S)

Wkwkwkwkkkk... Salah pencet mba... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rheeashe
Waaaaa nyebaiii spoilerrr e... emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)
Aku q sedih nek berhubungan kr kakak pas isih cilik.. haduhhh... Ngeri mbayangkene..
Aldo keren yaa.. dia pendekatannya alami.. gak muka topeng.. baik di depan.. merencanakan hal busuk di belakang.. keren mas aldo.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

Nah kui sing jarang ditemui pada anak sekarang mba... PDKT ya alami saja, kalau sama keluarga si target jangan terlalu over... Kalau tisunya untuk bisnis yang gagal pie??? emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
apaan nih.. pake sop-iler.. turunan tajam...tikungan tajamnya ada ngga..emoticon-Cape d...

Kasihan jomblo mba, kalau denger tikungan suka salah paham... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By zerozt
Lina pulang?

Lama...
Quote:Original Posted By aldeenakal
bagian yg gw tunggu2 akan tiba emoticon-Takutemoticon-Takutemoticon-Takut

Jauhhh... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By oldman13
yeah emoticon-Belgia
memang harus turunan, tanjakan, tikungan
mulai bosan terlalu datar,
kami butuh asupan adrenalin emoticon-Ngacir2
eh salah ya emoticon-Hammer (S)

Wkwkwkwkkk... Seperti rute di daerah atas sana lah Bli... Nanti rewardnya pemandangan indah di Kintamani... Kalau ga hujan... emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By brainymale
"Orang yang jago beretorika dan memberikan angin surga tapi ternyata isinya kosongan belaka".Seko kalimat iku aku dadi kelingan karo "seseorang pejabat"pas kampanye kata-katane puitis tapi pas pelaksanaan di lapangan memble.Untung iseh duwe sedulur ning KPK coba gak duwe mesti wes ono demo berjilidemoticon-Leh Uga

Wan aibon mah bebas mas... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By dedy.utomo
medunan gombel lama wae om. lmayan nak gak yo medunan gp kae yo adem jg. Sing pnting dudu medunan bdg hehehehe

Paling penak medunan tanah putih om... emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By baron.zeppelin
Pasti star hotel ya mas ndo

Kasih tau ga ya??? emoticon-Big Grin
profile-picture
spw167 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
12-12-2019 07:48
waduuhhh....kyknya bakalan ketemu om Lee neh ya om ndo..
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
12-12-2019 08:24
Quote:Original Posted By londo.046
Mantab, seni bertahan hidup om ya... Sapa tau ketemu mba bule terus disewa jadi guide... emoticon-Big Grin

Belum tahu lokasinya om... Nanti ditanyain lebih jelas... emoticon-Big Grin

Makasih rekomendasinya Bli... Emang lagi nyari tempat indah dan belum terjamah banyak wisatawan... Lebih nyesss lagi kalau bisa membaur dengan warga sekitar... Mendaki ga masalah Bli, yang penting boleh sambil merokok... emoticon-Hammer2

Iso om, pindaho kene terus mergawe neng kene, kenalan karo arek kene... Sing penting niate apikkk... emoticon-Big Grin

Iya mba, sisi lain yang lama terlewatkan... Dulu tahunya Bali cuma Kuta, Poppies Lane, Seminyak, Sanur, Renon dsk... emoticon-Big Grin ternyata yang di tengah jauh lebih wow... emoticon-Big Grin

Cocok om... emoticon-Big Grin

Salah pencet... emoticon-Big Grin

Salah pencet om... emoticon-Big Grin

Biar greget... emoticon-Big Grin

Ra ono isine kok om... emoticon-Big Grin

Gampang om, asal kitanya bergaul dengan orang yang tepat pasti dapat... emoticon-Big Grin

Wkwkwkwkkkk... Salah pencet mba... emoticon-Big Grin

Nah kui sing jarang ditemui pada anak sekarang mba... PDKT ya alami saja, kalau sama keluarga si target jangan terlalu over... Kalau tisunya untuk bisnis yang gagal pie??? emoticon-Big Grin

Kasihan jomblo mba, kalau denger tikungan suka salah paham... emoticon-Big Grin

Lama...

Jauhhh... emoticon-Big Grin

Wkwkwkwkkk... Seperti rute di daerah atas sana lah Bli... Nanti rewardnya pemandangan indah di Kintamani... Kalau ga hujan... emoticon-Hammer2

Wan aibon mah bebas mas... emoticon-Big Grin

Paling penak medunan tanah putih om... emoticon-Hammer2

Kasih tau ga ya??? emoticon-Big Grin


Wihhhh segala jomlo dibawa bawa..ntar didemo berjilid jilid kho sama jomlo..emoticon-Hammer2
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
12-12-2019 12:52
Quote:Original Posted By erti.halu
Hadahhh penasaran bgt ada apa yaaaa...
Semoga lagi baik hati jadi cepet ada update an emoticon-Wink

Sabar mba... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By blurbing
waduuhhh....kyknya bakalan ketemu om Lee neh ya om ndo..

Jauh om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
Wihhhh segala jomlo dibawa bawa..ntar didemo berjilid jilid kho sama jomlo..emoticon-Hammer2

Gapapa kalau yang demo jomblo mba... Lebih bahaya kalau yang demo umat cepirit 212...emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
yellowhelmet dan yowessben memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
12-12-2019 13:05
mas londo mau tanya, knp karakter eka tidak dimunculin di cerita awal?
profile-picture
yunie617 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
12-12-2019 16:55
Quote:Original Posted By londo.046


Makasih rekomendasinya Bli... Emang lagi nyari tempat indah dan belum terjamah banyak wisatawan... Lebih nyesss lagi kalau bisa membaur dengan warga sekitar... Mendaki ga masalah Bli, yang penting boleh sambil merokok... emoticon-Hammer2



Kalo yg sama sekali ga terjamah hampir ga ada mas,
Kalau ga terjamah wisatawan lokal, banyak
Soalnya kadang wisatawan mancanegara lebih tau dari orang Bali emoticon-Hammer (S)

Ada waktu lebih explore aja itu mas, aku jamin ga bakal nyesel, aku tiap pulang aja keliling2 nya ya daerah sana aja, pake motor, menikmati jalanan, ah sedap sekali

Mendaki yg mantap pemandanganya dan ga terlalu lama
gn Batur
gn Catur/pucak mangu

Quote:Original Posted By londo.046

Iya mba, sisi lain yang lama terlewatkan... Dulu tahunya Bali cuma Kuta, Poppies Lane, Seminyak, Sanur, Renon dsk... emoticon-Big Grin ternyata yang di tengah jauh lebih wow... emoticon-Big Grin


Menyesalah kalian wahai wisatawan yg tau hanya Kuta, Seminyak, dan Denpasar emoticon-Hammer (S)
Itu hanya bagian hingar bingar nya Bali

Quote:Original Posted By londo.046

Wkwkwkwkkk... Seperti rute di daerah atas sana lah Bli... Nanti rewardnya pemandangan indah di Kintamani... Kalau ga hujan... emoticon-Hammer2



Nah itu mas, mantap habis nikung2 pemandanganya juooos
Mau nyoba nyepi disana ga mas ? emoticon-Ngakak
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
12-12-2019 20:14

Ada Apa Dengan Lahan???

Gw memilih berjalan di belakang Aldo... Power motornya yang membuat gw memilih jadi co-pilot... Kalau gw di depan, gw takut dia ga bisa mengikuti gw... Tahu sendiri kan power ninja korekan itu kayak apa... Mau CC motornya Aji lebih gede, kalau ga dua kali lipatnya, pasti akan jadi pecundang di depan ijo... Lagian, kita juga ga diburu waktu... Agenda setelah ini, makan-makan saja... Meskipun gw terancam jadi obat nyamuk setan bagi mereka... Lha gw kan sama aja jalan dengan orang yang lagi pacaran... Gapapa, sekali-kali gw perlu merasakan menjadi jomblo... Biar kepekaan ini terlatih... Hehehe...

Sampai di kontrakan mba Fara, Aldo pamit ke belakang... Katanya sih mau beol... Perasaan gw mengatakan, dia memberikan kesempatan pada gw untuk berinteraksi dengan Mba Fara... Ini contoh cowo yang baik, dia pacaran tapi tetap paham sikon... Ga cuma mau enak nya saja... Makanya, pas kan kalau tadi gw senggol dia soal proyek nya Papa kelak... Dia emang laki-laki yang pas buat mba Fara... Se-ingat gw, dia satu-satunya cowo yang pacaran sama Mba Fara, tanpa gw senggol... Yang udah-udah, minimal gw troll kerena gw tahu cowo itu ga bener... Kalau level ga bener nya keterlaluan, gw ga segan untuk menghajarnya... Bodo amat mereka lebih tua...

Pernah kan waktu gw SMP menghajar anak SMA yang dari segi umur dan postur jauh di atas gw... Sekali lagi, nyali ga ada korelasi nya dengan usia... Mau setua apapun, kalau dasar nya banci, ya akan tetap jadi banci... Aldo ini, jangankan melihat langsung, dapat bisikan dari SP soal kelakuan ga benernya pun tidak... Jadi, gw nilai dia emang clear... Apa yang ditampilkan, ya itu apa adanya dia...

Quote:"Kamu beli tanah di Tembalang mas??? Terus mau kamu bikin kos-kosan gitu???" Tanya mba Fara...

"Kalau beli di Tembalang iya mba, soal mau dibuat kosan, ga..." Jawab gw pendek...

"Lha kenapa e??? Bukannya di sana kalau bsngun kosan pasti laku ya???" Wajar dia heran...

"Kelamaan BEP nya mba... Sementara aku harus terus berlari mengejar apa yang ingin aku raih..."

"Ga paham deh mas dengan pola pikir mu..."

"Tanya Papa saja mba, biar jelas... Intinya, aku ga boleh stuck di satu proyek... Harus terus mengerjakan dan membangun..."

"Untuk nyari uang??? Biar kamu tajir, biar papanya Lina percaya..."

"Salah satunya itu... Maksud lainnya adalah, agar curriculum vitae ku banyak... Itu akan jadi modal ke depan ku meraih proyek yang lebih prestisius..."

"Pikiran mu kejauhan kayaknya mas..."

"Kejauhan gimana??? Namanya sudah memutuskan untuk terjun, ya harus sampai menyelam sekalian mba..."

"Iya, tapi ingat usia dong... Kecerdasan emosi itu penting lho mas... Dan kecerdasan itu terkait dengan usia..."

"Mari kita dobrak pintu itu mba... Bahwa di usia muda pun, aku bisa memiliki kecerdasan emosi yang matang seperti mereka para senior..."

"Ya ga harus menyamai juga sih, paling tidak bisa mendekati saja sudah bagus..." Gw koreksi omongan gw di awal, karena terkesan sombong...

"Hm... Pokoknya kamu harus hati-hati lho mas... Ingat wejangan leluhur dan orang-orang tua kita..." Ini nasshat yang bagus...

"Pasti itu mba... Tapi kalau terlalu hati-hati, ga bagus juga mba... Intinya, sslalu siap dan memposisikan diri akan terjadi hal buruk di depan sana..." Ujar gw...

"Kayaknya kamu sudah paham, ya udah mau nraktir di mana sekarang??? Hahahahahaa..."

"Tadi, Aldo nawarin aku buat makan di mana, dia yang bayarin lho... Hehehehe..."

"Wooo... Enak-enakan..."

"Tanya orangnya kalau ga percaya, lagian tumben kamu di Semarang mba, bukannya masih coas di Tegal ya???"

"Ada liburnya kaleee... Ya udah, kalau gitu kalian berdua bayari aku makan..." Nih tante ngomong gini karena pacarnya udah balik...

"Hehehehe... Join mas yo..." Ujar Aldo...

"Siappp boss... Hehehehe... Sok mba, mau makan apa???"

"Guaya yaaa... Yang udah pada punya duit sendiri..." Manyun dia...

Pada akhirnya kita makan di sebuah resto Jepang yang ada di ssbuah mall di Semarang... Makan sambil ngobrol ngalor ngidul gitu lah... Mereka nampak seperti bukan sedang pacaran... Lebih terlihat kayak kakak-adek yang makan bareng untuk menghabiskan malam minggu... Anggaplah ini relaksasi setelah seminggu full otak dan badan ini dihajar dengan pikiran dan kerjaan yang datang silih berganti... Selama makan, obrolan kita sama sekali ga nyenggol soal kdrjaan... Kalau mba Fara kayak gitu, gw sih paham... Itu ajarannya Papa... Kalau lagi santai, ya santai... Jangan bahas hal ga santai terutama soal kerjaan yang akan membuat suasana jadi ga enak...

Tapi gimana dengan Aldo??? Apa di keluarga nya diajarkan seperti itu juga??? Kalau iya, itu keren... Kalau ga, berarti dia orang yang cepat tanggap terhadap situasi dan bahan obrolan yang ada di depannya... Orang seperti ini biasa nya punya kelas, dan pemikir yang tidak hanya jago berteori... Sekali lagi, gw akui kekaguman gw ke Aldo... Sampai selesai makan sekitar jam 7 malam, belum gw temukan cacat sikap yang dia tampilkan...

Quote:"Ketika gw pulang ke kosan, sepi itu pun datang... Tadi, gw gembira dan senang dengan saudara gw... Sekarang, gw seolah kembali ke realitas... Gw baru sadar kalau gw itu ga punya teman dekat di kosan ini... Frans, satu-satunya teman dekat gw, sekarang udah menghilang entah kemana... Dia masih kos di sini, tapi jarang kamarnya berpenghuni..."

Gw sudah lupa kalau tadi pagi sempat main api sama Reni... Jadi, agenda rutin saat balik kos pun gw lakukan... Mandi, bersih diri dan bersiap untuk menonton Liga Inggris... Satu-satunya hiburan jomblo di malam minggu kan ini... Mau ngapain lagi jal??? Goda pacar orang??? Kalau gw ga punya hal yang penting dan harus gw pertanggung jawabkan, mungkin opsi ini akan gw pilih... Tapi posisi gw tidak memungkinkan untuk itu... Dugem??? Ada sih ajakan dari Sari anak FISIP, tapi gw rasa dunia dugem sudah tidak relevan lagi gw lakukan hari ini... Dunia gw hari ini adalah kerja, kerja dan kerja...

Kopi, camilan, rokok semua dalam keadaan full tank alias penuh... Malam ini, gw tekad ga akan menyentuh kerjaan dulu... Gw mau nonton TV sambil BBM-an dengan Lina dan beberapa teman yang lain... Baru sejenak gw menikmati "me time" malam ini, pintu kosan gw digedor dari luar... Andai ga gw kunci, mungkin si penggedor sudah masuk ke dalam tanpa permisi... Dari suaranya gw tahu kok siapa orang gila di balik pintu itu, Reni!!! Sontak gw ingat blunder yang gw lakukan pagi tadi!!! Mau menghindar??? Gimana caranya???

Quote:"Sabar woiii... Kayak Pol PP aja lu Ren..." Gerutu gw saat pintu terbuka...

"Hahahahahaaa... Pernah kena grebek Pol PP lu ndo???" Tanpa dosa dia masuk dan tidur di kasur gw...

"Lihat di TV... Mau ngapain lu ke sini??? Kirain udah balik ke rumah..."

"Nagih janji lu lah ndo, siapa yang tadi pagi menawarkan sssuatu ke gw???"

"Asemmm..."

"Heheheh... Mandi ah, capek dan lepek nih badan..." Ujarnya, lalu bsngkit dari posisi berbaring...

"Dari mana aja sih lu???"

"Padat merayap ndo... Rapat-Rapat-Rapat, shoping deh sama Angel... Hahahahaaa..."

"Dasar cewe..."

"Ehm... Angel tau lho ndo kalau gw ke sini..."

"Terus masalahnya apa???"

"Kalau ntar malam dia nyusul, siap kan lu??? Huahahahahaaa..."

Belum sempat gw jawab pernyataan nya, Reni sudah menghilang ke kamar mandi... Tanpa handuk, pasti dia akan pakai handuk gw... Ya sudahlah, paling ga dia ga polosan keluar dari balik pintu kamar mandi... Gw kembali asik degan segala cemilan dan Liga Inggris... Ga lupa sesekali balas BBM dari Lina... Dia mulai terkantuk kantuk di sana... Jadi balasnya ya gitu deh, kadang lama banget... Tenang, gw ga akan marah... Gw tahu kok posisi dia kayak gimana...

30 menit Reni menghabiskan waktu di kamar mandi... Dia keluar sudah memakai kaos gw... Jadi agak kedodoran... Yang jadi problem adalah, bagian bawahnya itu ga jelas celana model apa yang dia pakai... Gimana kalau dia ga pakai celana luar, dan hanya memakai celana dalam??? Membayangkan itu, joni sudah mulai menggeliat... Emang sial nih joni, ga boleh liat yang bening-bening...

Gw kira Reni akan agresif, ternyata dugaan gw salah...Dia justru membuat kopi dan ikut bergabung menonton tv dengan gw... Inilah yang gw suka dari didikan ala Amerika... Ga manja!!! Coba kalau cewe sok imut, pasti akan merengek minta dibuatkan ini dan itu...

Quote:"Ada pengaruhnya ga ndo lu nonton bola, dengan cara lu mengelola usaha..." Pernyataan macam apa ini...

"Ga ada... Buat gw bola adalah hiburan... Kok tumben pertanyaan lu aneh tapi berkelas Ren..."

"Membangun usaha kayak lu itu sulit ndo, kali aja salah satu cara lu membangun, terinspirasi dari sepakbola..." Makin ngelantur aja dia...

"Perlu gw panggilin Arief Kampret???"

"Buat apa ndo???"

"Lu kayaknya kesambet deh, ngoahahaha..."

"Sialan lu... Gw lagi puyeng dengan project pribadi gw ndo..."

"Well, apapun itu nikmatilah Ren... Lu cari benang merahnya, dan ikuti arah benang itu mau kemana..."

"Konkritnya, apa yang lu anggap masalah, anggap saja bagian dari tubuh lu... Otomatis lu akan menyukainya kan... Atau kalau lu ga suka, lu akan memperbaikinya sampai lu suka..." Agak filosofis omongan gw...

"Itu cara lu ndo???"

"Salah satunya sih..."

"Alasan lainnya???" Kejar Reni...

"Terpaksa dan kepepet Ren... Lu tau kan posisi gw??? Mau ga mau, gw harus maju..."

"Masak iya gw harus kepepet dulu ndo agar kemamluan gw keluar???"

"Kenapa ga??? Kepepet kan bisa lu kondisikan... Tapi, beda sih dengan kepepet beneran kayak gw..."

"Gw prsktekkan deh..."

Quote:Gw bukan tipe orang super ingin tahu ya... Jadi, selama Reni ga ngomong mau bikin apa, gw ga akan nanya... Lagian, gw yakin Reni ga akan membuka blak-blakan soal apa yang sedang dilakukannya... Gw tahu kualitas dia kayak apa... So, biarkan saja dia dengan segala pikirannya... Kalau dia ngomong, baru deh gw tanggapi...

"Lu ga telponan sama Lina ndo??? Kalau mau telponan, sana lah... Janji ga akan gw ganggu, hehehehee..."

"Udah tadi... Lagian jam segini kalau ga repot ngurus dedek ya, tidur..."

"Njirrr, lu di sini enak-enakan ya ndo, hahahahaaa... peace ndo, becanda..."

"Makanya, lu jangan goda gw dengan hal yang aneh-aneh... Gw ini sudah punya anak... Yang perjaka masih banyak, hehehehe..."

"Alah, just for fun aja kok ndo... Ga pakai hati... Hahahahaa..."

"Sama aja Ren..."

"Hm... Waktu cepet banget ya ndo, perasaan kita baru lulus SMA kemarin deh..."

"Ga usah melankolis... Hidup ya seperti ini, lu mKan atau lu akan dimakan sama kehidupan Ren..."

"Setuju gw... Sekarang gw paham manfaat dari kebiasaan lu mengambil keputusan dengan cepat..."

"Itu aja kadang gw masih merasa keteteran Ren... Ada aja salahnya... Dari situ gw belajar sih..."

"Apa kabar yang ga pernah ambil sikap kayak lu ya ndo??? Hahahahaa..."

"Baik saja, asal mereka masih nggandul sama orang... Kalau mereka pengusaha, ya say good bye pada peluang..."

"Bener kata lu ndo... btw, lu molor jam berapa???"

"Sepengen nya aja sih Ren... Kalau lu udah ngantuk sana tidur dulu..."

"Tapi lu janji dulu..."

"Hadeh, apa???"

"Lu tidur atas... Kalau besok gw bangun lu di bawah, gw kerjain lu..."

"Iya, janji... Tapi lu jangan macam-macam ya???"

"Seppp..."

Ga lama Reni langsung ambil posisi dan tidur dengan pulas... Gw tahu karena dengkuran lembut yang dia keluarkan... Nampaknya dia beneran capek... Kegiatan dia padat nampak nya... Gw matikan tv, sejenak memandangnya dan muncul lah kenangan dulu... Untung akal sshat gw masih jalan... Jadi gw tetap santai, tidak melakukan hal-hal di luar nalar dan akal sehat... Gw ambil posisi di sebelahnya untuk kemudian mencoba tidur... Kenapa gw ga tidur di bawah??? Karena gw paham Reni itu cewe seperti apa... Jika gw melanggar apa yang disepakati, maka dia akan melakukan apa yang sudah menjadi konsekuensi...

Pagi itu gw terbangun dalam posisi "enak..." Gimana ga??? Wong ada cewe cantik dalam pelukan gw kok... Jangan tanya proses terjadi nya pelukan ini ya... Karena gw sendiri ga tahu, bangun tahu-tahu posisinya sudah seperti ini... Gw berusaha melepaskan diri dari pelukan Reni... Berhasil dan dia masih lelap dalam mimpinya... Sial, ternyata benar dugaan gw, dia ga pakai apa-apa di bawah sana, kecuali segitiga pengaman... Segera gw ambil selimut dan menyelimutinya... Namanya pagi, yang namanya "keinginan" itu besar... Kalau gw tetap di kamar, bisa kacau...

Gw pilih keluar kosan dan lari-lari keluar... Yah, semacam mengalihkan perhatian dan energi berlebih ke hal-hal yang positif... Kalau lari, badan capek, otomatis hasrat akan turun dengan sendirinya... Apalagi udara pagi ini cukup segar dengan jalanan becek di sana-sini... Nampaknya semalam, hujan turun dengan lebat... Soal waktu tepatnya, ini yang tidak gw ketahui... Mungkin turun setelah gw lelap dalam mimpi indah...

Syahdunya pagi ini agak rusak saat gw ketemu dengan dia... Musuh, ah bukan... Gw ga punya musuh secemen dan serendah dia, Panjul... Dia nampak berjalan dan ngakak-ngakak dengan temannya... Sspertinya persiapan mau ke Simpang Lima... Gw berusaha cuek, tapiii...

Quote:"Pagi ndo, olahraga nih??? Hehehee..." OK, dia nanya baik-baik... Gw pun harus menjawab dengan baik juga...

"Iya..."

"Ga pernah kelihatan di kampus, kemana aja ndo???"

"Kampus lu di mana emang???"

"Iya, tapi kan gw sering turun ke bawah ndo... Lagian gw juga lagi sibuk persiapan mau kimpoi... Hehehehe..."

"Bagus lah, itu artinya lu laki sejati... Berani tanggung jawab..."

"Yesss, lu datang kan pas kimpoian gw nanti???"

"Iya... Gw usahakan datang..." Asli, gw sabar bsnget pagi itu... Efek pelukan Reni???

"Gitu dong, meski pengantin perempuannya mantan lu, hahahahaaa..." Tertawa mengejek dia...

"Gw cabut dulu ya..."

Entah dewa apa yang menaungi gw hari ini... Gw bisa sesabar dan sewoles ini menghadapi Panjul... Dalam keadaan normal, sudah pasti akan ada baku hantam di sini... Tapi sudahlah berurusan dengan Panjul itu isinya cuma rugi... Menang ga terkenal, kalah malu... Lebih baik gw lanjut lari pagi lalu berburu jajanan pasar untuk Reni... Semoga dia belum bangun saat gw balik nanti...

Ujian buat gw ternyata belum berakhir... Entah dari mana datangnya, tahu-tahu gw sudah dijejerin sama Reza...!!! Ingat??? Karyawannya Koh Robert yang ganas dan panas itu... Dia nampak melempar senyum dan banyak nanya soal gw... Tapi, ada pembicaraan yang membuat gw menghentikan lari pagi ini...

Quote:"Kamu sudah beli tanah yang di Tembalang itu mas???" Tanya dia...

"Yap, kenapa mba???"

"Mau kamu bsngun kosan???"

"Ga sih, rencananya mau aku buat perumahan saja..."

"Hm... Kamu tahu ga mas kalau tanah itu banyak yang mengincar???"

"Maksudnya???"

"Kamu sebaiknya nanya ke Koh Robert deh mas... Dia yang lebih paham dan bisa menjelaskan..."

"Bukan gitu, pasti kamu paham sesuatu kan mba???"

"Takut salah meyampaikan mas..."

"Intinya???"

"Musuh mu banyak kalau kamu bangun perumahan di situ mas..."

"Kok bisa??? Apa alasannya???"

"Aku ga paham soal itu... Makanya kamu tanya Koh Robert saja mas..."

"Aneh deh..."

"Tempat ku dulu mau beli mas, tapi batal... Sskali lagi, mending kamu temui Koh Robert mas... Bye..."

Entah sudah berapa kali gw dikacangin seperti ini dalam 24 jam... Itu ga penting, jauh lebih penting, ada apa dengan lahan yang gw beli??? Mengapa Robert batal membeli padahal lahan itu sangat bagus??? Pagi-pagi udah diajak mainan Sumber Kencono... Hadeh... Plastik mana plastik...





Ciaooo...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arifbws208e dan 28 lainnya memberi reputasi
29 0
29
Catatan Yang Terbuka
12-12-2019 21:38
kayaknya kebanyakan typo..efek BB pensiun nih..emoticon-Hammer

Lahan bermasalah.. apa tanah sengketa keluarga nih.. gimana caranya kita tau kalo tanah yg pengen dibeli ngga dalam sengketa Mas.
profile-picture
rizkyl.e memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
12-12-2019 21:55
lanjut gan,critanya interaktif n pengen turus baca blajar hidup dari pengalaman agan hehe #salam
profile-picture
profile-picture
fanda232086 dan kipasmesin memberi reputasi
1 1
0
Catatan Yang Terbuka
12-12-2019 21:58
Selain di property pernah usaha apa aja om?
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
13-12-2019 01:51
awakmu golek plastik alphamaret opo ondimaret? nang umahe akeh tilas kanjeng mami blonjo nang warung pojok gang om
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
13-12-2019 01:52
Quote:Original Posted By hublaa69
Selain di property pernah usaha apa aja om?


Usaha jadi suami buat istrinya om hehehehe bener gak om @londo.046
profile-picture
Unisiuni memberi reputasi
0 1
-1
Catatan Yang Terbuka
13-12-2019 06:40
sumber kencono jare wkwkwk. gas poll terus lek ben dadi legenda jet darat
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
13-12-2019 07:12
Quote:Original Posted By dedy.utomo
Usaha jadi suami buat istrinya om hehehehe bener gak om @londo.046


Usaha nyari istri yg ke-3 termasuk ga om?emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
fanda232086 dan dedy.utomo memberi reputasi
1 1
0
Halaman 369 dari 400
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
illusi
Stories from the Heart
the-piece-of-life
Stories from the Heart
cinta-di-dinding-biru
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
secangkir-kopi
B-Log Personal
indahnya-kebersamaan
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia