Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
2455
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a1f7223dac13efe158b4569/kami-dan-senyum-pucatmu-lanjutan-short-stories-2-malam-dihotel-yg-mencekam
Dengan sekejap aku mencium aroma bunga melati yang semerbak dan tak berapa lama berselang telah berdiri seorang wanita cantik bergaun putih, rambut panjang lurus sepunggung dengan untaian bungan melati yang terselip di kupingnya tersenyum manis didepanku.
Lapor Hansip
30-11-2017 09:51

Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)

Past Hot Thread
Selamat Pagi, siang, sore dan malam agan agan semua, ijinkan saya untuk kembali membagi cerita picisan berdasarkan apa yang sudah saya sekeluarga alami dengan hadirnya sosok “sederek lain” yang menjadi bagian dari keluarga kecil kami.

Cerita ini merupakan lanjutan dari carita saya sebelumnya yaitu “short stories 2 malam di hotel yg mencekam (End)” , dan disarankan membaca cerita saya sebelumnya dikarenakn cerita yang akan saya sampaikan sekarang masih ada sangkut pautnya dengan Cerita sebelumnya

Bissmillahirrohmanirrohim...cerita ini dimulai.

Pagi yang kacau
Konspirasi awal..
Sedikit flash back
Konspirasi lagee 1
Konspirasi lagee 2
Konspirasi lagee 3
Kejutan..
Kedatangan mereka
Antara jalinan pertemanan yg baru & dia yg tumbang ...
Apalagi nehh ras ??
Sebuah rasa penasaran
Sekilas sosok mahluk lain...
Dia dan masa laluku
Entah apa lagi ...
Dewi Arum
Sebuah kepanikan dan kelegaan
Dini hari yang kelam
Setitik keberanian
Tangismu
Terluka
Kenyataan yang memilukan
Bapak bapak penolong
Candamu
A Failed mission
Sebuah ide
Sebuah kebetulan dan kesengajaan
Seklumit masa lalu 1
Seklumit masa lalu 2
Dena Ayuning Tyas 2
Dena Ayuning Tyas 3
Pertemuan yang tidak diharapkan
Keberhasilan yang tertunda
Sebuah pengakuan
permintaan tolong
Cubit cubitan
Diantara teman temanmu
Gilanya aku
Dipertengahan malam
Mr or mrs Poch ?
Mereka datang
Negotiations that failed
Bluff each other
Pertempuran dengan jasadku




Lanjut Lagi Dab
dia
Tanda itu
Minggu Pagi
Taman Kota
Ronda
In Memoriam
The first step
Looking for clues
First clue
The next first clue
Next step
Uncontrolled
Escape
In your arms



Diubah oleh embillbelle
profile-picture
profile-picture
profile-picture
debays01 dan 15 lainnya memberi reputasi
12
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 116 dari 123
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
04-12-2019 11:09
Cerita beli sarapan lebih mendetail daripada kecelakaan di bawahnya emoticon-Big Grin mungkin mas Adit tidak suka kekerasan...


#Sayasuka
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
05-12-2019 08:14
Balasan post shafanya
Quote:Original Posted By shafanya
Cerita beli sarapan lebih mendetail daripada kecelakaan di bawahnya emoticon-Big Grin mungkin mas Adit tidak suka kekerasan...


#Sayasuka


Ya karena ga bisa berantem aja dab hehehehehe, emoticon-Hammer2
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
05-12-2019 20:49
Masih di Akhir September

MINGGU SIANG 11.50 am
Taman kota

“wussssssss…...” tiba tiba aku merasakan seperti ada hembusan angin yang tidak begitu
kencang dengan dibarengi aroma melati yang tercium olehku,

Dan tidak lama berselang ……..
“aaaaaaaaaaaaaa …….. aaadduuhhhhhhhhh” teriakan laki laki yang baru aja memukul
dan menendangku terdengar kencang

aku melihat dia sudah jatuh tersungkur diatas trotoar dengan memegangi kepalanya
sambil berguling guling kekiri dan kekanan seperti kesakitan

“lo kenapa jon ...kenapa ?” tanya temennya yang datang bersama dia sebelumnya sambil berjongkok dan panik dan mencoba memegang tubuh laki laki itu yang masih saja beguling guling

“ini kenapa orang koq tiba tiba kesakitan gini”
“sakit sepertinya”
beberapa orang yang berkerumun dengan pendapat masing masing terlihat bingung atas
apa yang mereka lihat, karena sebelumnya orang yang dipangil jon tersebut terlihat gagah dan sekarang tau tau sudah menggelepar di atas trotoar berjarak beberapa metr dari posisiku sekarang.

sesosok perempuan berkebaya putih, rambut tersanggul sebagian dan sebagian lagi
dibiarkan tergerai sebahu dengan kedua tangan dipinggang dan membelakangiku
berlahan lahan terlihat olehku sedang berdiri tepat di depanku

“llaaarrasssss…….” kataku dengan pelan, setelah mengetahui dengan jelas siapa sosok yang ada didepanku

kemudian dengan cepat aku lihat tangan kanan laras bergerak kesamping dan menyabetkan ujung selendang yang bagian tengah selendang itu dililitkan dipinggangnya,

“bettt….”
”Arrgghhhhhhhh…...” teriakan jon kembali terdengar saat ujung selendang laras melayang dengan cepat dan dengan telak tepat mengenai dadanya yang terlihat bidang, kembali jon berguling guling kekiri dan kekanan sambil memegangi dadanya,

“ampunnn…...ampuunnn” teriak jon sambil bangkit dan duduk dengan kedua kaki ditekuk dengan kedua lutut sebagai tumpuannya, dengan membungkukkan badan dihadapan laras, jon terus saja meminta ampun

“sepertinya dia tau keberadaan laras sepertinya, atau laras emang sengaja menampakkan dirinya didepan jon “ kataku menerka nerka dalam hati,

“bet……..” kembali selendang laras terlihat menyabet tubuh jon dengan cepat sehingga
tubuh jon terpelanting dan jatuh ke belakang.

“kamu kenapa jon…?” kata temennya semakin panik atas apa yang dia liat sambil memegangi pundak jon yang sekarang sudah tergeletak dengan mulut dan hidung segikit mengeluarkan darah, tetapi tubuh jon hanya terlihat diam.

“jon...jonn…..”
“om jonn...om jonnn” teriak temnennya dan mas mas yang nabrak mobilku sambil
menggoyang goyangkan tubuh laki laki itu dengan panik

orang orang yang masih berkerumun sepertinya enggan untuk menolong jon, mungkin karena sikap arogan jon sebelumnya atau memang ga mau ikut campur terlalu jauh dengan keadaan ini.

“ras…..???” dalam hati aku berusaha bertanya kepada laras atas apa yang terjadi pada
laki laki tersebut, sambil bangkit dan duduk di trotoar

“heiiiiii maskuuuuu…...” sapa laras tiba tiba sambil membalikkan badannya kepadaku dan
sekarang sudah menghadapkan tubuhnya di depanku dengan senyumnya yang merekah

“dia cuma pingsan massskuuu….”
“biar tau rasa….enak aja mukulin masskuuuu yang aku sayangi ……. hihihihihihihihi” kata
laras yang kemudian disusul dengan tawanya yang berderai

duh laras nih, jelas jelas habis bikin orang pingsan koq ya masih aja bisa becanda

“ealah ras kamu tuh…..” kataku dalam hati sambil sedikit mengernyitkan dahi sambil menggeleng gelengkan kepaku pelan dan menatap laras

“biarin….” jawab laras dengan mimik wajah yang terlihat senang

dan aku hanya diam karena ga berani bereaksi atas apa yang udah laras lakukan barusan, sedangkan temen dan mas mas yang nabrak mobilku masih berusaha menyadarkan jon sambil terus menggoyang goyangkan badan jon yang masih tergeletak diatas trotoar

“sudah sudah yang lain bubar dan masnya ini sekarang damai saja”
“dan untuk temennya yang pingsan ini ayo saya bantu angkat dan bawa ke warung saya sana, dia sakit sepertinya”
kata salah seorang bapak bapak berusia sekitar enam puluh tahunan yang tau tau berbicara diantara kerumunan orang orang yang mulai membubarkan diri

“mas mari ke warung saya, masnya bisa jalan khan ???” kata bapak bapak tersebut sambil memandangku dan melmbaikan tangan kepadaku

“iya pak, saya ga apa apa koq” jawabku sambil bangkit dan berdiri lalu berjalan mengikuti bapak bapak tersebut yag ikut membantu mengangkat tubuh gempal laki laki yang bernama jon yang masih saja pingsan.

“saya paham tadi bagaimana kejadiannya karena saya betulan pas berdiri disini” kata bapak bapak yang memperkenalkan diri bernama Pak Hasan

kemudian pak hasan itu menceritakan secara detail kejadian yang membuat aku tiba tiba mengerem mendadak sehingga kejadian tabrak belakang yang baru aja aku alami bisa terjadi.

akhirnya setelah sama sama mendengarkan pak hasan bercerita akhirnya kamipun berdamai tanpa aku harus membawa mas mas dan pacarnya yang ke rumah sakit untuk perawatan luka yang dialami mereka.

tetapi aku tetap beritikad baik dengan membantu membiayai luka dan kerusakan kendaraan pemuda tersebut dengan memberikan sejumlah uang sebagai biaya berobat
dan memperbaiki kendarannya nanti. aku pun juga memberikan nomer hp dan minta mas mas yang nabrak mobilku memfoto ktpku supaya mudah mencariku bila uang yang sudah aku berikan barusan ga mencukupi untuk biaya berobat dan memperbaiki kendarannya, walaupun aku rasa jumlahnya lebih dari cukup dari melihat luka ringan yang dialaminya.

“mas adit sekarang boleh melanjutkan perjalan, biar mas jon ini didini dulu sampai siuman” kata pak hasan kepadaku

setelah aku berterima kasih kepada pak hasan, aku pun kembali menuju mobil dan segera menjalankan mobil meuju arah tengah kota.

“ras …...kamu tuh kalau niat mo nolong mbok ya jangan telat, ehh aku udh dihajar kamu baru dateng...huftt” kataku sewot sambil nyetir mobilku kepada laras yang sekarang sudah terlihat duduk di sebelah ku

“biariiiiin wekkk, salahnya siapa suruh massskuuu ganjen sama cewe genit tadi pagi”
jawabnya dengan mimik muka mengejek

“ihhhh………..” umpatku, yang dibalas dengan tawa renyah laras

aku memberhentikan mobilku di salah satu sudut taman kota yang terlihat rimbun dengan
beberapa pohon besar yang menaungi area ini, disamping tumbuhan bunga bunga dan
tumbuhan kecil lainnya yang tumbuh tersebar di berbagai sudut taman kota yang ditata
dengan cantiknya, berbagai mainan anak anak seperti prosotan, jongkat jongkit, ayunan
dan mainan lainnya terlihat masih saja ramai oleh anak anak dan para orang tua yang
sedang menunggu mereka bermain.

pedagang pedagang yang menggunakan gerobak dorongpun juga ga kalah eksis dengan
memakirkan gerobaknya di salah satu sisi taman kota ini dengan aneka makanan yang mereka sediakan.

sering juga pada minggu pagi aku ajak gadis kecilku kesini untuk sekedar bermain main
sepeda lipatnya atau bermain ayunan sampai menjelang siang, karena ibu negara pasti akan cemberut bila kegiatan bersih bersih rumah yang dia pasti akan terganggu dengan adanya gadis kecilku jika dirumah.

“hloo maskkuu koq malah berhenti disini ???” tanya laras kepadaku saat aku mematikan
mobil dan sedikit membuka kaca mobilku dengan tingkat kepekatan gelapnya kaca film kaca mobilku mencapai 95 % supaya tidak pengap

“ras…… “ kataku dengan lembut sambil menolehkan wajahku dan menatap kedua mata
laras yang berbinar indah tanpa menggubris pertanyaan laras barusan kepadaku

“iyowww massssskuuuuu….” jawab laras pelan sambil membalas tatapan mataku dengan tatapan matanya yang tiba tiba terlihat sayu

“ras…….” aku kembali memanggil namanya dengan pelan sambil semakin mendekatkan wajahku dengan berlahan ke wajah laras yang sepertinya sekarang hanya berjarak beberapa centi saja

“maskuuuuuu…..” balas laras yang terdengar dengan lembutnya saat aku membelai pelan rambut yang ada di keningnya,

bibirnya yang merah merekah alami walaupun terlihat pucat sedikit terbuka membuat sensasi desiran dadaku semakin ga karu karuan rasanya, kontras dengan irama detakan jantung yang semakin kencang dan tidak beraturan,

sedikit demi sedikit mata indah yang terlihat sayu didepanku menutup dengan berlahan
saat ujung jari telunjuk kananku yang sebelumnya aku basahi menggunakan mulutku
mulai menyentuh kening dan bergerak pelan dan lembut mengusap kening, lalu turun hidung, bibir, dagu, leher dan terus bergerak dengan berlahan kebawah,

“masssssssss………...” suara lembut laras terdengar lembut dan sangat pelan saat ujung jari telunjukku mulai menyentuh sebuah tempat diantara kokohnya dua gunung sindoro
sumbing yang menjulang dengan gagahnya.


..............................................
Dalam sebuah ketiadaan
biarkan aku sejenak disini
untuk menikmati indahmu

desir wangi tubuhmu,
anggun senyummu,
kerlingan nakal matamu,
atau ramahnya manjamu

dan aku tau
ini hanya sebuah ketiadaan
iya…. hanya ketiadaan.
............................................
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dimasaryo1985 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
05-12-2019 21:51
nah bener kan Sindoro Sumbing emoticon-Ngakak
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
06-12-2019 08:58
Balasan post LagaP
Quote:Original Posted By LagaP
nah bener kan Sindoro Sumbing emoticon-Ngakak


Anda benar dab...emoticon-Ngakak
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
07-12-2019 14:02
kapan update mane dab,
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
08-12-2019 18:37
Balasan post badarkamal700
Quote:Original Posted By badarkamal700
kapan update mane dab,


Masih di rest area ungaran ini dab, besok deh ya emoticon-Shakehand2
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
08-12-2019 19:11
siapp dabb
Diubah oleh badarkamal700
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
08-12-2019 19:44
Ungaran apa bandungan dab emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By embillbelle
Masih di rest area ungaran ini dab, besok deh ya emoticon-Shakehand2


0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
08-12-2019 20:51
Quote:Original Posted By embillbelle
Masih di rest area ungaran ini dab, besok deh ya emoticon-Shakehand2


Yang penting keep update dab?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
08-12-2019 21:37
di kira ga update2 ampe ga pernah baca lagi ga tau nya ga bikin index tah
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
08-12-2019 22:39
Kalo berkenan tolong diceritakan alasan kenapa laras dulu disempurnakan dan kenapa bisa kembali lagi ( selain karena faktor laras belum ikhlas berpisah dengan sampean ).
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
09-12-2019 10:42
Alhamdulillah udah ada update. Sampean ke mana aja toh?
Gantung lama bngt lho ini ceritanya. Kgn sama laras jg sey sebenarnya emoticon-Malu (S)
Emoh klo sama TSnya emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
shafanya memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
10-12-2019 09:05
Balasan post Kagemane4869
Quote:Original Posted By Kagemane4869
Alhamdulillah udah ada update. Sampean ke mana aja toh?
Gantung lama bngt lho ini ceritanya. Kgn sama laras jg sey sebenarnya emoticon-Malu (S)
Emoh klo sama TSnya emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)


Kulo mencari sesuap nasi dab,
Hehehehe, iya maaf dab krn ada sesuatu hal,
Ntr malam update deh dab
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
10-12-2019 09:06
Balasan post waroxz76
Quote:Original Posted By waroxz76
Kalo berkenan tolong diceritakan alasan kenapa laras dulu disempurnakan dan kenapa bisa kembali lagi ( selain karena faktor laras belum ikhlas berpisah dengan sampean ).


Maaf ya dab, ga bisa kasih alasannya knpa, biarlah itu menjadi rahasia aja,
Anggep aja laras bandel, dah gitu aja biar simple hehehe,
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
10-12-2019 09:07
Balasan post raichan1
Quote:Original Posted By raichan1
di kira ga update2 ampe ga pernah baca lagi ga tau nya ga bikin index tah


emoticon-Shakehand2
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
10-12-2019 09:08
Balasan post buahsabar
Quote:Original Posted By buahsabar


Yang penting keep update dab?


Ashiapppp dab, ntr malam deh ya updatenya
profile-picture
mmuji1575 memberi reputasi
1 0
1
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
10-12-2019 14:21
Quote:Original Posted By embillbelle
Kulo mencari sesuap nasi dab,
Hehehehe, iya maaf dab krn ada sesuatu hal,
Ntr malam update deh dab



Banyak dab di warteg, tinggal milih lauknya apa
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
10-12-2019 16:19
masih menunggu updatean mu dab 😁
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
12-12-2019 20:48
Masih di Akhir September 2019

MINGGU DINI HARI
Ronda





Sedikit demi sedikit mata indah yang terlihat sayu didepanku menutup dengan berlahan
saat ujung jari telunjuk kananku yang sebelumnya aku basahi menggunakan mulutku
mulai menyentuh kening dan bergerak pelan dan lembut melewati hidung, bibir, dagu,
leher dan terus bergerak dengan berlahan kebawah,

“masssssssss………...” suara lembut laras terdengar lembut dan pelan saat ujung jari
telunjukku mulai menyentuh sebuah tempat diantara kokohnya dua gunung sindoro
sumbing yang menjulang.

“ras….ras… kamu kenapa koq merem merem gitu” kataku dengan tawa yang aku tahan

sambil menarik ujung jariku dari belahan gunung sindoro sumbing yang begitu gagah dan
menjulang dan berganti menowel pipi kiri laras yang terlihat masih memejamkan matanya

“hla koq… mas…???” jawab laras dengan wajah yang menunduk karena gugup setelah
sekilas menatapku dengan sorot mata yang kaget

“hahahahaahhaaa……. Kena dehhhh” ketawaku pun pecah karena telah berhasil ngerjain laras barusan

“cekutttt”
“waaaaaaawwwwwwwwwwww……...” teriakku tiba tiba setelah aku rasakan sakit yang
luar biasa karena sebuah remasan tepat di belalai sang gajah

“larasssss…...” teriakku sambil tanganku memegang tangan kanan laras yang masih saja
meremas belalai sang gajah

“ben rasakno …...biar rasain, sukanya ngerjain aku” jawab laras dengan senyum dan
pandangan puasnya terhadapku

“udh udh ras, lepasin ini sakitt rassss... “ kataku karena sakitnya yang aku rasain menjalar
sampai purut bawah ku.

“makanya ojo iseng “ jawab laras ketus sambil melepaskan remasannya

“mules rasss perutku ….” kataku dengan meringis sambil masih memegangin perutku

“ben…..biarin….” timpal laras dengan lirikan matanya yang menghadap ke depan mobil

======================

“udah hampir jam satu ternyata” kataku dalam hati setelah aku melirik jam tangan yang
aku pakai, jam tangan yang sama sejak usia pernikahanku dengan ibu negara, iya jam
tangan yang dibelikan ibu negara kepadaku beberapa bulan setelah aku menikah dengan
dia,

aku mempercepat langkah menuju pos ronda sambil mendekap kedua tanganku karena
hembusan angin malam yang dingin dan menusuk tulang masih dapat aku rasakan
walaupun aku sudah memakai sweater,

malam ini kebetulan adalah jadwal aku ronda di kompleks, karena aturan baru yang telah
disepekati dalam pertemua rutin bapak bapak awal bulan kemaren, demi menjaga
kebersamaan alasan dari Pak RT, walaupun sebenernya udah ada empat petugas jaga
kompleks yang bergantian menjaga kompleks siang dan malam, tetapi karena keputusan
tersebut disetujui oleh mayoritas bapak bapak dalam pertemuan, akhirmnya dibentuklah
group jaga mandiri yang posnya juga berbeda dari pos jaga ke empat petugas jaga
kompleks

“kenapa massskuuu...dingin ?” tanya laras yang berjalan dengan melayang di sebelah
kiriku

“iya nih ras….mo hujan kayaknya nih, anginnya koq agak kenceng gini” jawabku sambil
terus berjalan dan lebih mengencangkan dekapan kedua tanganku ke dada

“mau dipeluk biar anget masskuu…...hihihihihi” timpal laras smbil cekikikan kepadaku

“ihh…..” dengusku kesal karena ejekan laras karena aku masih aja teringat kejadian siang tadi, mulesnyaaaa duh ga berenti berenti.

setelah beberapa blok aku berjalan, didepanku sudah terlihat beberapa bapak bapak yang sedang duduk duduk di pos jaga semi permanen yang bangunannya merupakan gazebo joglo sehingga otomatis terbuka di setiap sisinya,

dijadikannya gazebo sebagai pos ronda hanya berdasarkan kepraktisannya aja biar ga
ribet dan ga harus bikin kata bapak bapak, kalau aku berpendapat sih karena bapak bapak disini malas aja untuk membuat bangunan pos ronda sehingga akhirnya beli jadi

gazebo ini mirip dengan gazebo yang aku tempatkan di pojok halaman depan rumahku, namun hanya ukuran nya saja yang ini lebih besar

“assalammualaikum Bapak bapak” kataku mengucap salam kepada lima bapak bapak
yang sudah ada di dalam pos jaga smbil menyalami satu persatu.

“waalaikum salam mas adit, wah sini sini mas “ jawab pak Pras kepadaku sambil mempersilahkan aku duduk

“kalau mau bikin kopi itu ada di kotak ujung mas, dibuaka aja, disitu sudah ada kopi dan gula juga” kata pak joko menawari aku

“iya pak nanti saja” jawabku

“tinggal pak husni, dan pak adi yang belum keliatan nih” timpal pak parman dengan tubuh
tegapnya dan masih saja terlihat gagah walaupun sudah berusia enampuluh lima tahun lebih, ga heran karena beliau merupakan pensiunan dari korps baret merah

“iya nih pak” jawab pak sugeng

“oh iya kemaren saya denger katanya di blok belakang lagi rame uang ilang” kata pak
mardi dengan antusias kepada kami

“mosok pak ???”
“lah apa ada pencuri ???”
“iya kalau begitu gimana kerja satpam kompleks koq samapi kecolongan gitu”
antara pak pras, pak sugeng dan pak parman saling berkomentar atas apa yang baru saja pak mardi sampaikan

“bukan orang pak pelakuknya, tapi sebangsa mahluk gaib entah itu tuyul atau babi ngepet
atau yang lain yang berhubungan dengan pesugihan” jawab pak mardi semangat

“masa to pak ??”

“memang sudah ada yang pernah liat apa pak ???” tanyaku ga kalah antusias

“banyak yang bilang gitu mas”
“tapi gak tau juga karena sampai sekarang juga belum fix juga masalahnya siapa pelakunya karena memang belum ada bukti yang kuat” jawab pak mardi

“apa coba tanya ke pak mus, beliau khan tau hal hal begituan” timpal pak sugeng sambil
tiduran dan melihat layar hp yang dipegangnya

“biarin aja, selama blok RT kita aman ya ndak usah gerak dulu” kata pak parman beranjak
dan menyeduh kopi dengan air panas dari dispenser.

“settttt….. ehh..” kataku dengan sedikit tersentak saat tiba tiba aku melihat seklebatan
bayangan hitam yang bergerak cepat dari pohon mangga milik salah satu tetanggaku
yang berjarak sekitar tigapuluh meter dari tempat pos ronda yang berdiri tepat di tepi jalan
kompleks, entah bayangan apa yang terlihat olehku dengan ga sengaja,

aku sedikit terhenyak saat melihat bayangan tersebut bergerak dari pohon mangga dan bergerak menembus pintu rumah tetangga kompleks yang letaknya dibelakang pohon mangga persis, kira kira berarak empat meteran

bayangan yang tidak terlalu besar dan tinggi bergerak dengan cepatnya masuk kerumah bercat hijau tosca dan menjadi salah satu rumah termegah di kompleks ini.

“ras…..ras,,,,,” dalam hati aku memanggil manggil laras untuk menanyakan bayangan itu sebenernya apa, tapi sosok laras ga dapat aku jumpai di sekitar pos ronda ini

“kemana juga laras ya” kataku dalam hati sambil masih melihat ke sekeliling

“opoooookuiiiiii, apa ituuuuuuuu …..” teriak pak mardi dengan tergagap dan secara tiba tiba,

“opo to pak” sanggah pak parman

“iiituuu...iiituuuuu” pak mardi masih saja menjulurkan tangannya menunjuk ke arah selatan pos ronda tepat dibawah bangunan bak penampungan air kompleks dengan mata yang melotot dan dengan tubuh yang bergetar.

dan dengan berlahan aroma bunga kamboja tercium olehku bersama dengan hembusan angin yang berlahan bergerak mengenai pos ronda ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dimasaryo1985 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Halaman 116 dari 123
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
illusi
Stories from the Heart
the-piece-of-life
Stories from the Heart
cinta-di-dinding-biru
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
secangkir-kopi
B-Log Personal
indahnya-kebersamaan
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia