Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
8159
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3bf826af7e930dd41807cf/catatan-yang-terbuka
Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilkan.
Lapor Hansip
14-01-2019 09:47

Catatan Yang Terbuka

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Catatan Yang Terbuka

Quote:
Catatan "Yang" Terbuka. Apanya sih yang terbuka? Semua yang selama ini gw tutup rapat. Apa itu? Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw, bahkan teman gw sekalipun, ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilan.


Buat gw, kegagalan adalah tanggung jawab personal, bukan untuk dibebankan kepada orang lain. Biarkan mereka tahu yang indah indah saja soal gw. Problem, atau masalah, biar gw yang merasakannya. Itulah mengapa hidup gw terlihat indah. Percayalah, hidup ga ada yang seindah itu.

Namun, ada sebuah nilai yang bisa dipetik dari kegagalan-kegagalan yang gw rasakan. Saat keputusan gagal yang gw buat saat membeli tanah dari Pak Bams, akhirnya gw punya usaha baru. Otak mesum gw menangkap peluang untuk buka bengkel modifikasi bekerja sama dengan U**** adalah jawaban, atas kerugian finansial yang gw dapat dari membeli tanah mati itu.

Apakah Papa tahu tanah itu mati? Tahu, dan beliau membiarkan gw gagal! jahat? Tidak! Justru gw bersyukur! Awalnya jengkel, tapi setelah gw tahu maksud kenapa Papa tetap membiarkan gw gagal, kejengkelan gw berubah menjadi sujud sungkem terima kasih atas ilmu yang Papa ajarkan dalam diam.

Itulah salah satu kegagalan gw. Kegagalan, yang membuat Mama melarang gw untuk terjun di dunia yang ingin gw tekuni. Tapi, gw seperti terlahir untuk hidup dengan hal-hal yang menyerempet bahaya. Setelah gw bisa bangkit, gw memulai lagi. Itulah alasan, mengapa proyek di Gunungpati, gw sebut sebagai proyek perdana. Well, inilah kisah gw. Kisah yang tidak hanya indah, tapi juga mengenaskan. Kisah ketika Tuhan mulaimenyapa dan membuka mata hati ku, bahwa aku hanyalah seorang hamba!


-------------+++++++++++++----------------


Diana dan Vina masih terkapar di kasur yang ada di kosan gw. Sesuatu yang indah, sudah terjadi semalam. Membayangkan pun, rasa nya gw ga sanggup. Tapi Tuhan terlalu baik kepada gw. Hingga sesuatu yang jauh dari jangkauan gw pun bisa gw rasakan. Apa itu? Lu bebas mengimajinasikannya.

Quote:"Mba, mba, bangun. Sudah siang. Ga capek tha tidur terus." Ujar gw sambil terus menggoyangkan badan mereka berdua.

"Oahm. Jam berapa sih ndo? Masih malam kan ini?" Tanya Diana yang mulai bergeliat dari tidurnya.

"Sudah pagi mba. Kalau pacar ku ke sini, aku yang repot."

"Hehehe. Bagus dong, kita ajakin gabung aja sekalian."

"Duh. Jangan gitu dong mba." Ujar gw, lalu memanaskan air untuk membuat sesuatu yang hangat.

Gw biarkan mereka bangun, sambil sekali-kali melirik. Ternyata mereka benar-benar bangun, meskipun gw tahu itu terpaksa. Jam di kamar, masih menunjuk angka 05.15. Masih sangat pagi memang, tapi itu sama sekali ga membuat gw tenang. Lina terlalu sering datang sangat pagi ke sini.

Dua gelas, teh jahe hangat gw sajikan untuk mereka berdua. Untuk mengurangi cemas, yang mulai melanda, sebatang rokok pun gw hisap dalam-dalam. Diana nampak bereskan "arena perang" semalam. Sedangkan Vina, dia ke kamar mandi. Baguslah, paling ga, tanda-tanda mereka akan pulang dan berkemas sudah ada di depan mata.

Quote:"Ga mandi mba?" Tanya gw ke Vina.

"Ga lah ndo, nanti aja di kosan. Sebenarnya masih ngantuk, tapi demi kamu."

"Hehehee. Ya udah sih, teh nya diminum dulu biar segeran."

Diana pun bergabung dengan kita. Setelah tadi beres-beres, dia ke kamar mandi. Yah, sekedar cuci muka untuk menyegarkan diri saja, sama seperti yang Vina lakukan tadi. Obrolan pagi itu ga berlangsung lama. Yang memotong bukan gw, tapi Diana. Dia paham posisi gw yang sedang terjepit.

Beres-beres kamar adalah hal yang pertama gw lakukan pagi ini. Mengganti sprei lengkap dengan sarung bantal dan guling gw lakukan demi keamanan bersama. Ga lupa, wangi-wangian untuk menghilangkan bau dua cewe sexeh yang semalam nebeng tidur di sini, ga lupa gw lakukan. Yah mskipun Diana sudah membereskannya tadi, tapi gw rasa itu masih belum sempurna.

Quote:"Ayanxxx..." Sapaan yang nyaris membuat gw melompat. Untung saja, gw terlatih dibentak-bentak.

"Kamu Taaa, pagi-pagi dah ngagetin aja ih..." Ujar gw...

"Hayooo lagi mikirin apa???" Dia mendekat ke gw yang sedang merapikan sprei...

"Mikirin proposal, Mama dan semua..."

Kegagalan gw dulu memaksa gw untuk lebih selektif dan hati-hati, ga keras kepala dengan ga menerima uluran tangan dari Papa. Gw mengajukan proposal, dan Papa akan menjadi investor buat gw. Hubungan kita murni profesional, karena ada hitam di atas putih yang mengikat, beserta jaminan yang akan dilelang Papa, jika gw gagal bayar.

Jangan salah, mungkin kalau gw gagal orang pikir hidup gw akan enak. Toh masih ada Papa, bisa lah nebeng ke beliau. Lu salah! Gagal adalah mati buat gw! Gw sudah ambil sikap, jika emang ini gagal lagi, gw akan ke Papua! Entah kerja apa! Yang jelas, malu jika gw gagal dan masih di rumah.

Quote:"Hm. Makanya tho yanx, mending kamu tuh jujur aja sama semua. Biar beban mu itu ga terlalu berat." Lina selalu punya alasan untuk menentramkan hati gw.

"Udah ga ada yang tersembunyi Ta. Mama juga udah tau semuanya."

"Terus?"

"Ya meski keberatan, beliau ga kuasa nahan aku."

"Ya sudah! Terus apalagi? Kamu punya Papa mu yang udah kasih lampu hijau. Kamu juga punya Papa ku, yang juga dukung kamu."

"Mungkin masih ada sisa trauma. Trauma pernah gagal, dan mangkrak ga ada gunanya."

"Semua pernah gagal. Coba kasih tau aku yanx, orang yang ga pernah gagal? Ga ada. Kalau yang gagal, lalu menyerah dan pasrah, banyak yanx. Kamu mau?"

"Hehehehe. Mainstream adalah sesuatu yang paling aku benci Ta. Jadi aku ga mau."

"Nah. Ayo dong semangat! Hari ini semangat nya kuliah dulu. Hehe."

"Nanti siang, aku ke proyek Ta."

"Ya udah gapapa yanx, yang penting kamu harus optimis, OK?"

"OK..."

"Itu baru pacar ku." Sebuah kecupan mendarat di jidat gw. Semoga Cinta ga mencium sesuatu yang aneh.

Hangat pelukan dari Cinta membuat gw jadi lebih baik. Entah bahasan tadi hanya sebagai pelarian untuk menutupi kegilaan yang tadi malam gw lakukan bersama Vina-Diana atau murni gw memang ingat dengan kegagalan yang gw derita. Entahlah, semua menjadi abu-abu sekarang. Mungkin benar kata Arief ke gw, "kurangi hal-hal yang ga perlu dan dianggap tabu..."

Kuliah sudah ga ada menarik-menariknya di mata gw. Materi yang cuma itu-itu saja, dan stop pada ranah teori membuat gw bosan... Mungkin benar kata beberapa teman, gw ini anak alam, bukan anak sosial. Anak alam, itu suka membuktikan sesuatu, menguji hipotesa dan mendapatkan jawabannya saat itu juga. Beda dengan anak sosial yang lebih "sabar" mencari jawaban dari hipotesa yang mereka munculkan.

Quote:emoticon-mail: "Selamat siang mas, saya boleh ketemu pean ga?" Sms masuk dari Pak Atmo. Tokoh yang dituakan di lokasi proyek gw.

emoticon-mail : "Bisa Pak. Ada yang penting? Ini saya mau naik Pak."

emoticon-mail : "Oh. Kebetulan kalau gitu mas, nanti kalau sudah sampai, nyuwun tulung dikabari njih."

emoticon-mail : "Siap Pak."


Gw paham apa yang ingin Pak Atmo bahas dengan gw. Pasti soal kelanjutan nasib orang orang yang kerja sama gw. proses urug yang gw lakukan sudah hampir selesai. Sedangkan gw belum memperoleh pembeli potensial, meski proposal sudah gw sebar. Ini jelas bukan kabar bagus buat meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya pada gw. Sh*t! Kerja apa ya yang duitnya gede, tapi cuma butuh waktu singkat? Balap liar? Oh, tidak!, gw sudah pensiun.

Gw menuju parkiran lanjut keluar jalan Kaki menuju kosan. Kan tadi gw nebeng Cinta, kalau mobilnya gw pakai nanti dia pulangnya gimana? Terpaksa deh ambil mobil dulu di kosan. Di depan gw ada gerombolan celana cingkrang, plus mba-mbanya yang seperti itulah busananya. Gw tidak mau ribet. Namun dalam hati gw sudah membatin. Kalau sampai mereka cari gara-gara sama gw, akan gw hajar saat itu juga. Mood gw sedang ancur kok diajakin bercanda. Untungnya mereka paham, dan memilih membiarkan gw lewat.

Quote:"Seperti dugaan gw, Pak Atmo mau bahas soal kelanjutan proyek yang sedang gw kerjakan. Ga ada jalan lain selain jujur. Gw pun menjelaskan semuanya kronologi dari awal sampai akhir. Berat memang membuat orang kecewa, tapi apa mau dikata, emang inilah kenyataannya."

Otak lagi buntu kayak gini, temuin Eka kayak nya cocok deh. Sayangnya, nasib gw kurang baik hari ini. Eka sedang ada kuliah yang ga bisa dia tinggalkan. Katanya sih, mata kuliah utama. Untuk membuang waktu, gw memutuskan untuk mencari warnet. Jangan salah, sekarang gw sudah bukan si gaptek dan cuek teknologi seperti saat SMA dulu.

Quote:emoticon-mail: "Hi ndo, gw putuskan untuk memberikan kesempatan kepada Seno untuk mendekat ke gw. How about you, dear? Awas aja kalau lu bilang gw ini kekanakan karena memilih berdasar persamanaan negara, dan agama."


Jangan Buka, Nyesel Lho


Email yang terus terang membuat gw hanya tersenyum simpul sedikit kecut. Pengirim nya itu lho yang bikin gw gimana gitu. Reni! Gw mencoba melucu untuk balas email yang baru masuk beberapa jam lalu itu. Namun, apakah feel lucunya dapat, gw sendiri kurang yakin.

Quote:emoticon-mail: "Lu dimana? Gw udah bubaran nih." Sms masuk dari Eka.

emoticon-mail : "Bentar, lu tunggu di parkiran B6 aja ya?"

emoticon-mail : "Wong edan, ditanya kok ga jawab sih."

emoticon-mail : "Pertanyaan lu basi. Udah jelas gw di hati lu lho ya."

emoticon-mail : "Kepreeettt ndooo... Londooo..."


Dasar cewe antagonis. Gw kira cuma muka nya doang yang sadis, ternyata sifatnya pun ga kalah sangar. Gw sudah matikan billing warnet, bayar, lalu bergegas menuju tempat parkir yang tadi gw maksud. Terlambat jelas bukan ide bagus. Bisa kena omelan Eka gw.

Quote:"Siang cewe." Goda gw, ketika stop persis di depannya.

"Lamaaa lu ndo." Dia pun buka pintu kiri, lalu naik.

"Lu dari mana ndo? Cek kerjaan ya?" Tanya dia kemudian.

"Yappp. Udah mau selesai sih."

"Lhah, kalau udah selesai, terus nasibnya gimana ndo?"

"Ya ga gimana-gimana. Mungkin stop dulu beberapa saat sambil nunggu peminat dan juga investor."

"Nganggur dong abis ini."

"Ga juga Ka. Gw udah punya usaha baru yang bisa gw kerjain."

"Dasar otak bisnis. Kuliah selesaikan woi."

"Aman lah. Kemana kita?"

"Kosan ndo, gw udah masak tadi pagi, hehe."

"Apa?" Gw menatap heran ke Eka, pengen ngakak tapi gw tahan. Eka masak?

"Sialan lu ndo!!! Meremehkan banget lu! Gini-gini gw bisa masak woiii!!! Hahaha..." Ngakak dia.

"Lihat muka dan kelakuan lu, emang salah ya kalau gw curiga dengan rasa masakan lu? Hehehehe." Ejek gw

"Bodo amat ndo, awas aja kalau lu ga abisin masakan gw!"

"Kenapa emang? Hehehehee."

"Jangan ke kosan gw lagi!"

"Ya elah, sadis amat lu Ka!"

"Bodo amat! Salah sendiri menghina gw!"

"Ga menghina sayang, cuma memastikan." Gw pegang rambutnya.

"Apa lu pegang-pegang."

"Jiah, kekasih gw lagi ngambek."

"Kekasih pala lu ndo."

"Ngoahahahahaaa."

Gw sudah menyiapkan mental dan lidah gw untuk menghadapi situasi terburuk. Nunggu di kamar, sementara Eka sibuk menyiapkan hasil karyanya. Ayam goreng, sup wotel, kol, dan teman-temannya. Oiya, ada juga sambal yang terlihat menggoda dengan warna merah agak sedikit gelap.

Satu suapan masuk, ini ga buruk! Emang sih ga enak-enak banget. Cenderung agak asin di lidah gw. Tapi masih masuk toleransi lah. Sambalnya itu yang gw suka. Manisnya biasa saja, pedasnya juga biasa, tapi gurihnya itu lho. Overall, not bad. Namun ga bisa dibilang istimewa juga.

Quote:"Doyan lu ndo? Hehehe." Tanya Eka, saat gw nambah sayur plus sambalnya.

"Hehehehe. Lu beli di mana?" Ejek gw.

"Sialan lu! Plakkk!" Bahu gw kena tampol.

"Mau penilaian jujur?"

"Iyalah! Gila aja lu bohong."

"Overall, enak! Cuma asinnya kagak nahan mba nyaaa. Lu pengen kimpoi ya?"

"Huahahahahahahaa. Beneran asin berarti ya ndo? Teman gw tadi juga bilang gitu. Itu sayurnya udah tak tambahi air tadi, kalau ayamnya. Pasrah deh."

"Besok lagi, kalau masak kurangi garam ya? Asin ga baik buat darah."

"OK Pak Boss!"

"Dan ini." Gw angkat sambal di depan matanya.

"Juara! Lu kalau buat lagi, pakai takaran ini. Gw bukan pecinta pedas, gw juga ga suka sambal, tapi gw suka sambal lu! Boleh ga boleh, sisanya gw bawa pulang!"

"Hahahahahaaa. Koplak lu ndo!"

"Ga boleh?"

"Boleh-boleh. Semua aja boleh."

"Ogah, asin sayang. Udah pengen yah?" Ulangi lagi pertanyaan pertama tadi.

"Kalau iya, lu mau apa?" Mampus gw. Mana mukanya serius lagi.

"Kapan? Ortu ku otw rumah mu nih?"

"Hihihihi. Salah nantang orang, sabar ndo. Lulus dulu."

Gw kok dikasih tantangan, ya gw makan lah sampai abis. Mood gw agak membaik pasca bertemu dengan Eka. Selain perut kenyang, gw juga dapat belaian kasih sayang. Gw rasa itu adalah instrumen penting untuk balikin semangat gw, setelah kegagalan-kegagalan yang gw alami. Caranya mungkin salah, tapi ya sudahlah.

Sebelum Magrib, gw sudah berada di kosan lagi. Sms-sms dari Lina baru gw balas di sini. Waktu ketemu Eka, hp dalam posisi super silent. Jadi bukan cuma ga berdering, getar pun ga. Anggap saja gw sedang memainkan protokol buaya. Tapi entah mengapa, gw agak ga nyaman akhir-akhir ini. Gw seperti sudah lelah bermain dari hati ke hati.

Quote:"Jika kepala pusing kayak gini, paling enak itu vodka. Untungnya, gw selalu sedia di kamar. Gapapa main single, yang penting happy dan sedikit meringankan beban di kepala ini. Juga sebagai bekal hari esok yang lebih baik."

Pagi yang cerah. Sebelum jam 7, Lina sudah di depan kosan. Dia sepertinya mulai suka dengan kegiatan barunya, barengin gw tiap berangkat kuliah. Memang kampus kita dekat, tapi tetap saja beda. Biasanya sih, gw drop dia, lalu mobilnya gw bawa ke parkiran kampus gw. Kecuali kalau gw ada acara kayak kemarin, dia yang drop gw di jurusan gw.

Quote:"Yanx, kamu dicariin tuh sama Mama..." Ujarnya saat gw sudah siap di balik kemudi mobilnya.

"Hah? Mama ngapain nyari aku Taaa?" Agak heran gw.

"Iya, kangen katanya. Kamu sih jarang maen ke rumah."

"Ya udah, besok malam minggu aku apelin kamu ya?"

"Wuuu. Kalau gitu aku ke gerejanya minggu pagi aja yanx."

"Siappp. Udah sampai, semangat ya Ta." Yap, jarak kosan gw ke kampus, memang dekat.

"Iya. Kamu tuh yanx yang semangat, jangan mikirin gagal terus." Pegang pipi gw.

"Gagal? Apaan tuh gagal? Hehehe."

"Ahahahaa. Bye yanx, nanti beres kuliah langsung ke sini aja ya?"

"Boleh?"

"Boleh lah. Asal kamu ga rusuh aja!"

"Hehehe. Siap cintaaa."

Gw memiliki riwayat yang kurang baik sama anak ekonomi. Biasalah, mereka jual, ya gw borong. Jangankan mereka yang muka-muka alim tapi dibuat sangar, yang beneran sangar macam anak Teknik aja gw gass kok. Kalau gw mau, bisa aja sih gw minta tolong ke anak hukum. Namun itu bukan karakter gw. Masalahnya, anak hukum suka main kotor. Kalau kata orang jawa sih, "nabok nyilih tangan." Itu bukan karakter gw.

Quote:"Tuing." Sebuah notifikasi YM masuk ke HP gw sesaat setelah gw di parkiran.

emoticon-mail : "Gw diajak makan malam sama Seno nih." Reni! Bego ya gw, ada YM di HP, kenapa kemarin gw ke warnet? Anggap aja buang waktu.

emoticon-mail : "Pamer mulu. Coba sini liat gambar nya Seno kayak apa." Balas gw, keluar mobil, pastikan terkuci, lanjut jalan ke kelas.

emoticon-mail : "Jangan ndo, minder lu ntar, soalnya gantengan dia daripada lu. Haha."

emoticon-mail : "Ganteng tapi kecil buat apa?"

emoticon-mail : "Njir. Dari mana lu simpulin dia kecil?"

emoticon-mail : "Karena yang bisa ngalahin joni cuma negro, arab dan bule."

emoticon-mail : "Wkkwkwkwkwk. Ntar gw lihat dulu, kalau lu bener, gw puji."

emoticon-mail : "Puji doang? Ga guna kaleee. Tidur bersama kek biar sangar."

emoticon-mail : "Iya, nunggu gw balik ya?"

emoticon-mail : "Deal."

emoticon-mail : "Bye mantan, jalan dulu yakkk."

emoticon-mail : "Pala lu mantan."

emoticon-mail : "Bodo amatt."


Manasin gw kok pakai pacar baru. Mana bisa boss? Tapi kenapa ada semacam ketidak suka-an ya di hati gw? Ga bisa gw bantah sih, mungkin karena gw memang masih ada hati ke Reni. Ya sudah, mari dihapus dengan ikut kuliah Hukum Acara Pidana di pagi yang panas ini. Panas bukan karena cewe-cewe dan dipamerin Reni ya, tapi emang karena panas beneran oleh matahari.

Sepertinya, gw butuh piknik. Pulang lanjut ketemu Arief bisa menjadi solusi yang baik. Tapi besok gw sudah ada janji untuk ngapelin Cinta. Di sinilah repotnya. Apa nanti sore saja ya gw baliknya. Ada banyak hal yang ingin gw bahas dengan Kampret. Sebaiknya ga gw tunda, kalau gw ingin semua tetap on the track.

Gw mulai percaya, jika Tuhan mulai menyapa dan menunjukkan kuasanya, serta memberitahu gw, bahwa gw ini buka siapa-siapa. Gw ini hanya hamba yang bisa diatur sesukanya. Pertanyaannya, apakah gw bisa memanipulasi keputusan Tuhan agar mau berada di kubu gw? Only time will tell.



Ciaooo
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kyoshihamz dan 230 lainnya memberi reputasi
223
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 362 dari 411
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 08:12
Quote:Original Posted By rheeashe
Alhamdullilah aku due patner yang asik.. anakku lanang.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Aku kadang yoo berharap kui fiksi mas.. men aku iso ketemu.. tapi.. Gusti maha asik kog..
Wewww arep dijak reunian.. reni, kw kr angel kan rung tau meet up bertiga mas.. emoticon-Ngakak (S)

Iyo, untunge anak lanang super strong ya mba... Makane iso nguati Mamake sing emang dasar e wes strong... emoticon-Nyepi Reuni bertiga malah bahaya mba, ujunge iso tekan kasur... emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By ayahesatria
eka salah,mbak e salah,kok bejo timen lakon wikwikmu mas ratau ketangkap basah emoticon-Big Grin

Nasib om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Jibran.jw
Tak eling eling wae. Soko tred awal teko Saiki. KETOKe Durung Ono adegan kena grebek warga. Serius Iki Jan nasib sampeyan oke punya mas.

Carilah lokasi yang jauh dari perkampungan saat mau gituan... emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By kimmot
enak banget lu Mas.. saat anak dan mamanya "pergi" ada hiburan dari teman-teman cewek..emoticon-Hammer2

Enak kelihatannya mba, yang ga kelihatan kan jatuhnya ga enak mba... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By polikarbon
Waduuuw..ternyata bukan Reza mas..wkwkwkwkwk
Sorry mas ndo, yang part gadai si ijo itu udah dibahas belum yaa di sini? Atau masih jauhh ceritanyaa?

Nanti,sabar... emoticon-Big Grin
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 08:23
Quote:Original Posted By londo.046
Iyo, untunge anak lanang super strong ya mba... Makane iso nguati Mamake sing emang dasar e wes strong... emoticon-Nyepi Reuni bertiga malah bahaya mba, ujunge iso tekan kasur... emoticon-Hammer2


Wkwkwk iyo.. le kuat q asline anakku.. aku hanya mencontoh.. emoticon-Big Grin
Rapopo thaa yaa anggap bonus.. emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 10:54
hayoo lohhh om ndo, apa jngan" cowo nya reni gmna tuhhhh emoticon-Big Grinemoticon-Confused
Diubah oleh cemewll
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 12:28
Quote:Original Posted By londo.046

Enak kelihatannya mba, yang ga kelihatan kan jatuhnya ga enak mba... emoticon-Big Grin


Yup enak belum tentu enak... pahit belum tentu pahit..

dalam pahit ada di pare..emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
kampret1107 dan londo.046 memberi reputasi
1 1
0
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 20:35
Quote:Original Posted By rheeashe
Wkwkwk iyo.. le kuat q asline anakku.. aku hanya mencontoh.. emoticon-Big Grin
Rapopo thaa yaa anggap bonus.. emoticon-Ngakak (S)

Yo tetep anake nyonto seko makne tho mba... Jenengan kilho senengane merendah terus... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By cemewll
hayoo lohhh om ndo, apa jngan" cowo nya reni gmna tuhhhh emoticon-Big Grinemoticon-Confused

Gapapa mba, Alhamdulillah malah kalau bisa kenalan... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
Yup enak belum tentu enak... pahit belum tentu pahit..

dalam pahit ada di pare..emoticon-Hammer2

Pare itu enak lho mba... Asal diolah dengan cara dan bumbu yang passs... emoticon-Big Grin
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 20:43
Quote:Original Posted By londo.046
Yo tetep anake nyonto seko makne tho mba... Jenengan kilho senengane merendah terus... emoticon-Big Grin


Merendahlah sampai kamu tidak bisa lagi di rendah kan... emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin ingat yaa ini kata2 siapa.. emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
cemewll dan londo.046 memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 20:44
Quote:Original Posted By rheeashe
Merendahlah sampai kamu tidak bisa lagi di rendah kan... emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin ingat yaa ini kata2 siapa.. emoticon-Ngakak (S)

Kata-kata David de Gea KW pas mabok nang Prawirotaman kae kan mba??? Tower nambah terussss... emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 20:48
Quote:Original Posted By londo.046
Kata-kata David de Gea KW pas mabok nang Prawirotaman kae kan mba??? Tower nambah terussss... emoticon-Ngakak (S)


Mabuk murahan.. emoticon-Ngakak (S) ngombe prost ae mabuk.. emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 20:50
Quote:Original Posted By rheeashe
Mabuk murahan.. emoticon-Ngakak (S) ngombe prost ae mabuk.. emoticon-Ngakak (S)

Lho... Lhooo... Prost leg bertower-tower ya tetep wae berat mba... Tapi leg dijajali PTH koyone seruuu yakkk... emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 20:52
Quote:Original Posted By londo.046
Lho... Lhooo... Prost leg bertower-tower ya tetep wae berat mba... Tapi leg dijajali PTH koyone seruuu yakkk... emoticon-Ngakak (S)


Naaa nek pth mending diombe neng angkringan syahdu.. kadang akeh bule nyasar neng kono.. emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 20:53
Quote:Original Posted By rheeashe
Naaa nek pth mending diombe neng angkringan syahdu.. kadang akeh bule nyasar neng kono.. emoticon-Ngakak (S)

Ponakan mu ojok kon ngajak kancane sing kae mba... Leg aku tertarik pie??? emoticon-Hammer2 Cocok kui mba, syahdu pas karo suasanane... emoticon-Big Grin
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 20:55
Quote:Original Posted By londo.046
Ponakan mu ojok kon ngajak kancane sing kae mba... Leg aku tertarik pie??? emoticon-Hammer2 Cocok kui mba, syahdu pas karo suasanane... emoticon-Big Grin


Dee ra seneng om2 ndaaaa... emoticon-Ngakak (S)
Tapi bocahe lagi galau mas gak ngerti harus kemana setelah lulus..
Mau seko omahe mlaku cuy tekan omah ku disiang2 nan membara.. emoticon-Cape d... (S)
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 20:58
Quote:Original Posted By rheeashe
Dee ra seneng om2 ndaaaa... emoticon-Ngakak (S)
Tapi bocahe lagi galau mas gak ngerti harus kemana setelah lulus..
Mau seko omahe mlaku cuy tekan omah ku disiang2 nan membara.. emoticon-Cape d... (S)

Witing tresno jalaran soko kulino lho mba... emoticon-Malu (S) lhah, diapake meneh ro makne mba??? Motore sih durung beres po mba??? Adoh lho mba kui... emoticon-Cape d...
profile-picture
dian bentet memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
29-11-2019 21:29
Quote:Original Posted By londo.046
Witing tresno jalaran soko kulino lho mba... emoticon-Malu (S) lhah, diapake meneh ro makne mba??? Motore sih durung beres po mba??? Adoh lho mba kui... emoticon-Cape d...


Suk tak gawe kulino mas.. tak bujuki ben melu kw yakk.. emoticon-Ngakak (S)
Biasa mas.. motor e gak di dandani.. njuk neng ndi2 mlaku nek pas ponakanku gak iso metuk.. arep di dandani ra entuk og.. tapi ajaib e anake kon mulih ontime.. emoticon-Ngakak (S) mbokne masyaallah tenannn.. emoticon-Cape d... (S)
profile-picture
profile-picture
dian bentet dan londo.046 memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
01-12-2019 20:13
Quote:Original Posted By rheeashe
Suk tak gawe kulino mas.. tak bujuki ben melu kw yakk.. emoticon-Ngakak (S)
Biasa mas.. motor e gak di dandani.. njuk neng ndi2 mlaku nek pas ponakanku gak iso metuk.. arep di dandani ra entuk og.. tapi ajaib e anake kon mulih ontime.. emoticon-Ngakak (S) mbokne masyaallah tenannn.. emoticon-Cape d... (S)

Neg gelem gapopo mba... Makne kui wong paling ga iso syukur... Duwe anak ngono jek kurang terimo... emoticon-Cape d...
profile-picture
rheeashe memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
01-12-2019 20:14

Balik Juga "Mereka..."

Mau diajak ketemu siapa ya??? Reni manusia penuh kejutan... Apa yang dia pikirkan, rada susah ditebak... Ketemu Angel??? Rada tidak masuk... Pacarnya??? Yang kangen lalu nekat susulin dia ke Indonesia??? Kayaknya juga ga deh... Ah... Bodo amat, dari pada gw mikirrr hal yang nanti akan terjawab dengan sendiri nya, mending gw mikir yang lain...

Kurang dari 20 menit, gw selesaikan mandii, dan Reni masih sibuk dengan ponsel pintarr nya... Nampaknya dia sedang bertukar BBM, dengan orang yang nanti malam akan dia temui... Sekali lagi, gw belum mendapatkan clue... Mau nanya, kesannya kok gw kepo banget... Reni kan bukan siapa-siapa gw... Dia itu hanya teman... Dari dulu ya gitu, cuma teman yang sinting dalam segala aspek... Heheheheee...

Quote:"Kalau dulu gw ga ke Amrik, dan kuliah di Undip, kira-kira kita gimana ya ndo???" Mulai menye-menye lagi nih anak...

"Lu udah punya anak kayaknya Ren... Dan ga pakai ribet, kita punya buku nikah... Hehe..." Jawaban gw pun ga kalah menye-menye...

"Ahahahahaaa... Otak lu emang isinya cuma berkembang biak aja ya ndo..."

"Sh*t..." Mau bantah, tapi ga ada yang salah dari kalimatnya Reni...

"Bentar deh ndo, lu kok bisa kelepasan sama Lina, itu gimana ceritanya??? Lu lupa bawa plastik??? Tapi kan biasanya lu disiplin ndo... Hihihiii..."

"Ga penting, yang jelas emang takdirnya jadi, ya jadi aja..."

"Mandi sana, katanya mau pergi..." Ujar gw membelokkan obrolan...

"Bentar lah ndo... Gw masih mau nostalgia sama lu... Rara masih suka hubungi lu??? Terus Via juga apa kabarnya???" Tanya dia...

"Rara paling cuma sms, dan kalau sela nelpon... Via, baru-baru ini juga mampir ke sini... Biasa, kepo kayak lu..." Jelas...

"Maksud lu??? Kepo gimana???"

"Iya, sok nanya-nanya kenapa kok sampai kebobolan..."

"Oh... Si cantik penasaran juga ternyata, ahahahaaa... Tapi kasihan Rara ndo, dia tuh cinta matinya sama lu..."

"Ah, bodo... Gw udah cukup puyeng ya dengan semua masalah gw..."

"Puyeng tapi bisnis lancar... Sialan lu ndo, gimana kalau lu ga puyeng???"

"Tuntutan tanggung jawab Ren..." Gw pun duduk di karpet, dekat kasur...

"Tahu gini, dulu mending gw tetap di sini aja deh ndo..." Sial, tangannya mulai melingkar lewat belakang leher gw...

"Udah terjadi, udah dilakukan, kenapa juga berandai-andai..."

"Ga romantis lu ndo... Ahahahaa..." Kepala gw kena towel...

"Mau kemana lu???" Tanya gw, karena dia beranjak... Gw kira dia marah...

"Mandi lah ndo..."

"Mau ketemu siapa sih nanti malam???" Akhirnya gw nanya...

"Enaknya sama siapa ndo??? Gw sih pengen ketemu sama Manda... Hahaha..." Fix, kena dikerjain gw...

"Sialll..."

"Bhuahahahahaaa..."

Menunggu Reni mandi adalah "kesalahan..." Iya, dia kalau mandi itu lamanya luar biasa... Bisa setengah, tapi seringnya sih satu jam... Entah ritual apa yang dia lakukan... Gw pilih untuk membuat kopi dan teh untuk dia... Ya, sedikit minuman hangat gw rasa cocok buat relaksasi... Sambil menunggu, gw hidupkan komputer dan mengecek beberapa kerjaan yang tertunda... Melakukan sortir mana saja pekerjaan yang akan gw lakukan besok, jadi kegiatan gw selanjutnya...

Tepat saat Reni buka pintu kamar mandi, gw pun selesai dengan kerjaan gw... Gw enggan melihat ke arah dia... Meski sudut mata gw, dapat melihat sekilas kepolosan yang ada di sana... Ini anak emang sudah ilang malunya kalau di dekat gw... Katanya, "halah lu kan udah sering liat ndo, ngapain juga gw tutupi... sinting kan??? Ditambah lagi dia hidup di belahan bumi barat, ya lu tahu lah bagaimana pola pikir dan cara hidupnya...

Quote:"Lu tuh ga punya capek dan bosan ya ndo???" Tiba-tiba Reni bertanya...

"Kenapa emang???"

"Baru pulang kerja lho, kok ya udah buka komputer lagi... Santai dulu napa..."

"Tuh ada teh kalau mau santai... Udah gw bilang Ren, tanggung jawab dan tanggungan gw itu banyak..."

"Iya tahu ndo, tapi ga gitu juga kali... Ada kalanya lu istirahat lah... Produktifitas itu erat kaitannya dengan kondisi si pelaku lho..." Mulai berteori dia...

"Gw baik-baik saja Ren... Lagian, habis ini kita mau refresh kan???"

"Kata siapa??? Ahahahaaa..."

"Sial!!! Ngerjain gw lagi lu???"

"Ehm... Gw mau ketemu sama siapa yang lu bilang kemarin ndo??? Cathrine bukan??? Yang saudaranya Lina itu..."

"Oh... Dia lagi di Singapura, jenguk Lina... Cek aja BBM gw..." Biar ga dikira kibul...

"Yahhh... Sial, padahal gw pengen ngobrol sama dia..."

"Tujuannya???"

"Mau bilang kalau semalam gw tidur sama lu... Ahahahahaaa..."

"Sinting..."

"Besok pagi anterin gw ke terminal aja ndo..."

"Mau balik lu???"

"Iya dong... Gw anterin sampai rumah aja... Tapi baliknya sore... Pulang kerja..."

"Masih kangen lu sama gw??? Hehehe..."

"Anggap aja iya..."

"Jadikan aku yang kedua ndo, eh... Wkwkwkwkkkk..."

Ngomong sama Reni itu ga akan pernah ada selesainya... Semakin diladeni, semakin gila dan ngawur... Tapi gapapa, justru itulah yang bikin dia beda... Seru, ramai dan sukses juga membuat gw relaks dan bahagia... Petang-Malam ini, ujungnya kita ga jalan kemana-mana... Di kosan aja, gw bantu "tugas" dia soal human resources, dia bantu gw dengan ide-ide liar yang banyak benernya... Sekali lagi, gw harus akui kalau hasil pendidikan di US itu ga bisa bohong... Boleh saja Reni itu gila, tapi saat diajak mikir, dia pemikir yang luar biasa...

Skip ke besok sorenya... Kurang lebih jam 5 sore, gw gass ijo menuju Kudus... Reni ada di jok belakang... Jangan ditanya seperti apa posisi duduknya ya... Sudah pasti mepet pet pettt... Gw sih cuek aja, asal dia nyaman, ya sudah... Karena jalanan ramai dengan para pekerja yang pulang dari pabrik, gw ga bisa seenaknya mainkan gass... Bisa "mengail" di 80kpj saja sudah bagus... Lebih sering main di 60-an malah...

Gw sampai di depan rumahnya Reni tepat di saat Iqomah Magrib terdengar... Reni paksa gw untuk mampir... Gw jelas ga punya 'stok' alasan untuk menolak... Terpaksa gw masuk, dan dipaksa mengingat kenangan yang dulu pernah tercipta di sini... Tidak ada yang berubah dari rumah Reni... Bahkan warna nya pun masih sama seperti yang dulu... Ya, hanya cat-nya diperbaharui saja sih...

Quote:"Untung Papa nya Reni sedang tidak di rumah... Jadi, gw tidak tertahan terlalu lama di sana... Dari rumahnya Reni, gw ke tempatnya Arief... Rumah singgah lebih pas nya... Gw sengaja ga pulang ke rumah... Gw lagi malas menjawab banyak pertanyaan dari Mama... Jahat ya gw???"

Gw memastikan Arief ada di sana... Lha gw lihat motornya nangkring di sana kok... Plan gw sih, ngobrol sampai jam 9an, baru balik ke Semarang... Jam segitu, jalanan pasti sepi dan gw bisa bebas nge-gass ijo sesuka yang gw mau...

Mereka sedang makan, saat gw masuk... Di atas meja terhampar menu sederhana tapi sehat... Ikan asin, tahu-tempe, oseng kacang panjang dan beberapa pepaya yang seperti nya hasil kebun belakang...

Quote:"Passs koe teko ndo, ayo ikutan makan sekalian..." Ajak Kampret diikuti anak anak lain yang juga mempersilahkan gw...

"Heheheheee... Tau aja lu semua, gw emang lapar nih..."

"Ya udah, sikat ndooo... Seadanya..." Ujar Arief kemudian...

Quote:"Menu sederhana, kalau diolahnya dengan benar hasilnya enak... Gw sampai nambah... Bukan untuk menyenangkan mereka, tapi karena masakannya enak, dan gw juga lapar, hahaha... Selesai makan, gw ke depan sama Arief... Biasa, udut dan kopi adalah teman sejati pada saat seperti ini..."

"Dari mana lu ndo???" Tanya Arief...

"Habis antar Reni Pret..."

"Apa???" Kaget dia...

"Iya, habis antar Reni... Dia balik dari US, terus gw anter ke rumahnya... Biasa wae nopo... Hehheheheee..."

"Setan lu ndo... Jangan main api lu... Dia itu pernah main hati kan sama lu???"

"Dulu... Kalau sekarang sih biasa aja... Lagian gw sama dia sudah ada pasangan masing-masing..."

"Pasangan kalau belum diresmikan kan sama aja belum ada ndo... Hehehe..."

"Tenang, gw ga sengawur dulu kok... Dikit mereng, tapi banyakan lurusnya..."

"Bagus lah... Manusia harusnya kan gitu, terus berlari ke arah yang lebih baik lagi..."

"Tapi kadang gw heran juga Pret... Kenapa banyak godaan kalau mau lurus..."

"Siapa yang menggoda lu???" Tanya dia...

"Harusnya sih Tuhan..."

"Gaya lu ndo-ndo... Tuhan pengen tahu kadar kekuatan iman lu ngapain pakai godaan??? Wong isi hati lu aja kebaca sama Dia... Heheheheee..."

"Jadi, lu mau bilang kalau godaan itu dari diri sendiri gitu???"

"Menurut lu gimana??? Definisi godaan itu kayak apa??? Ada cewe cantik yang selalu pengen dekat sama lu???" Tanyanya...

"Misalnya gitu..."

"Kalau dari awal lu sudah menolak, kemudian lu memberi garis tegas, emang bisa apa cewe cantik itu???"

"Hm... Kalau itu sama aja lu bilang, semua tergantung kita..."

"Dan ketetapan-Nya..."

"Tapi ketetapan-Nya, balik lagi ke sifat lu dalam menghadapi apa yang lu sebut godaan tadi ndo..."

"Puyeng gw Pret..."

"Ga usah puyeng, sepele kok ndo... Lu hindari aja berbuat salah, selesai..."

"Padahal manusia itu tempatnya salah dan dosa kan ya???"

"Siapa bilang??? Manusia kan sempurna... Kalau tahu fungsi dan posisinya... Malaikat saja kalah sama manusia..."

"Yaaa... Yaaa... Ketegasan!!! Kayaknya itu deh Pret, poin penting yang perlu gw tingkatkan lagi..."

"Iya... Lu jadi orang, jangan terlalu baik juga ndo... Kalau emang salah, ya tegas bilang salah..."

"Terlalu baik, padahal gw ini kejam lho itungannya..."

"Ke siapa??? Semua orang??? Ngarang lu ndo... Sekali-kali ke Salatiga sana... Lu dicari sama Guru tuh..."

"Ngapain juga orang kayak gw dicari Pret???" Tanya gw, heran...

"Emang lu orang kayak apa ndo???"

"Lu tahu sendiri kan??? Gw banyak masalah dan suka membuat masalah... Heehehe..."

"Merasa buruk, setidaknya membuat lu ga merasa benar ndo... Udah naik kalau ada waktu ndo..."

"Gw usahakan..."

Bahasan berikutnya ya tentang anak-anak di rumah singgah... Mau apa setelah lulus dari pendidikan menengah... Mayoritas mereka ingin langsung kerja... Padahal, gw lebih pas jika mereka sebaiknya sekolah lagi... Bukan apa-apa, persaingan ke depan jauh lebih kompleks... Mengandalkan hoki, intuisi dan pantang menyerah saja tidak cukup... Perlu sentuhan ilmu pengetahuan dan itu bisa mereka dapatkan di bangku kuliah...

Jam 9 lebih sedikit, gw gass kembali ke kota atlas... Jalanan sepi, lurus, lumayan mulus, membuat gw terpacu untuk menggeber ijo di redline... Sebelum jam 10, gw sudah ada di kosan... Mandi, bersih diri dan siap-siap istirahat... Perjalanan di atas 100km itu lumayan menguras fisik... Apalagi gw main di rpm tinggi... Butuh konsentrasi, yang artinya butuh banyak energi...

Quote:emoticon-mail: "Ayanx udah tidur???" BBM masuk dari Lina, saat tubuh ini baru saja merebah...

emoticon-mail : "Belum Taaa, baru masuk kosan nih..."

emoticon-mail : "Yanx, kamu jangan terlalu keras bekerja ah..."

emoticon-mail : "Cathrine cerita, kamu kalau kerja itu dari pagi sampai larut malam..."

emoticon-mail : "Larut apaan Taaa, paling jam 10 mentok, selesai hehehehe..."

emoticon-mail : "Kamu jangan khawatir ya... Aku gapapa..." Balas gw...

emoticon-mail : "Ga percaya aku yanx... Kamu juga perlu jaga kesehatan dong yanx... Kalau mau liburan, ya liburan gapapa yanx..."

emoticon-mail : "Mau aku liburan???"

emoticon-mail : "Iya yanx, sana liburan..."

emoticon-mail : "Sini kirim foto nya dedek, sama foto mu... Itu liburan ku Taaa..."

emoticon-mail : "Wait yanx..." Lalu beberapa foto dedek dalam berbagai pose, termasuk saat pulas malam ini pun Lina kirimkan...

emoticon-mail : "Oh God... Anak Papa..." Kayak ada yang ngiris bawang tepat di depan gw nih...

emoticon-mail : "Lha foto mu mana Taaa???" Tagih gw...

emoticon-mail : "Mau yang pose gimana yanx??? Hihihiii..."

emoticon-mail : "Terserah kamu Taaa... Jangan yang sexy, kalau aku pengen repot, hehehehe..."

emoticon-mail : "Solo karier kan ga salah ayanx, ahahahahaaa... Wait yaaa..." Oh God... Beneran dikirim yang sexeh...

emoticon-mail : "Kamu beneran mancing og Taaa..."

emoticon-mail : "Ahahahaaa... Biar ga kangen lagi ayanx..."

emoticon-mail : "Kamu tidur deh yanx, udah malem lho ini..."

emoticon-mail : "Iya, kamu juga Taaa..."

emoticon-mail : "Aku udah tadi yanx, kebangun karena ganti popok nya dedek, susah tidur lagi, ya udah BBM kamu..."

emoticon-mail : "Hm... Kalau malam, kamu sibuk terus dong Taaa???"

emoticon-mail : "Gapapa yanx, kadang dibantu sama Mama kok..."

emoticon-mail : "Kalau ada aku, pasti aku yang bantu kamu Taaa..."

emoticon-mail : "Sabar ya yanx, kalau nanti tiba waktunya, kamu pasti punya kesempatan itu kok..."

emoticon-mail : "Amin..."

emoticon-mail : "Udah, sekarang kamu tidur ya Taaa???"

emoticon-mail : "Iya ayanx... Love you..."

emoticon-mail : "Too Cintaaa..."


Sedih, getir, tapi membuat diri gw menjadi semangat... Tiap kali komunikasi sama Lina, itu yang gw rasakan... Apalagi kalau gw lihat foto dedek yang terbaru... Rasanya, ingin gw minta langsung ke Om Lee apapaun resiko nya... Tapi kembali lagi, gw mikir panjang ga asal ngawur seperti dulu... Mengalah, dan mundur beberapa langkah untuk menuju ke arah yang lebih baik...

Gw sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan pose-pose menantangnya Lina... Bukan gw ga suka, tapi gw tahu kalau gw memikirkan itu terlalu dalam, dampaknya ga bagus buat gw... Yang ada nafsu naik tanpa pelampiasan tahu kan apa akibatnya??? Lebih baik tidur dan persiapkan diri untuk hari esok...

Quote:"Pagi itu saat gw bersiap ke kantor, Aji merapat ke kosan gw... Dia nampak rapi dengan style ala mahasiswa yang beneran mau kuliah... Hehehehe..."

Karena ada tamu, gw pun menunda agenda ke kantor... Dalam agama gw, menghormati tahu itu penting, bahkan diutamakan... Lagi pula, tamu adalah sumber rezeki... Siapa tahu Aji datang ke sini membawa rezeki buat gw...

Quote:"Ganggu nih gw hehehe... Lu mau ngantor kan ndo???" Tanya dia...

"Alah, kantor-kantornya sendiri kok boss, mau datang jam berapa juga bebas..."

"Masuk lah..." Ajak gw...

"Di sini aja ndo, ga usah kopi ya... Gw baru aja ngopi nih, hehehe..." Ujarnya...

"OK lah... So, ada angin apa nih pagi-pagi ke sini???" Tanya gw...

"Tanah yang gw infokan belum bisa lu eksekusi ndo???"

"Belum boss... Yang punya kayak ga niat gitu lah... Hehehe..."

"Wah, gw ga enak sama lu nih..."

"Halah, ga enak kenapa??? Udah biasa aja boss... Namanya usaha ya gitu... Kadang deal dengan cepat, kadang lambat, kadang gagal..."

"Ga ada yang salah di sini... Lu jangan merasa bersalah... OK???"

"Iya ndo, tapi kan itu info dari gw... Berasa info ga valid deh..."

"Salah kalau mikir lu kayak gitu... Namanya juga peluang, anggap saja kayak sepakbola... Peluang yang 99% goal aja belum tentu jadi goal kok..."

"OK lah ndo... Btw, kayaknya gw berurusan lagi deh dengan musuh lu ndo..."

"Musuh gw??? Siapa???" Serius, gw bingung... Perasaan, gw udah ga punya musuh...

"Panjul ndo..." Ah elah, dia lagi, dia lagi...

"Apapun masalah lu, kalau lu mau hajar dia, hajar aja boss!!!"

"Anak itu kayak ga ada kapok-kapoknya ya ndo???"

"Gw sampai bosan berurusan sama dia... Gw udah neg kalau orang bilang sih..."

"Katanya dia mau nge-bon orang kampung lu ndo..."

"Hehehehe... Siapa??? Ga bakalan ada yang mau bantuin dia... Kalau bener ada yang datang, lu telpon gw... Gw yang bereskan..."

"Ahahahahaaa... Kalau lu udah ngomong kek gini, kayaknya gw percaya lu ndo..."

"Panjul itu enemy di kampung boss... Orang udah tahu track record dia... Jangan percaya sama gertakannya... Apalagi yang menjual naman kampung gw..."

"Siappp... OK lah, kalau gitu gw cabut dulu..."

"Buru-buru amat boss..."

"Iya ndo, gw janjian sama dosen gw di FISIP nih... Lagian, lu juga mau ngantor kan???"

"Siap... Kapan-kapan ngopi lah..."

"OK ndo..."

Panjul lagi kan??? Mungkin benar kata Polo dulu... Orang ini perlu dimatikan biar ga ada masalah dan tercipta kedamaian... Selama dia masih hidup, jangan pernah ngarep ada suasana damai... Aji berlalu, gw pun cabut ke kantor... Sampai di sana, sudah ada dua mobil mewah terparkir di sana... Hm... Ini siapa lagi yang datang... Dan ada kekagetan di dada ini saat melihat dia di sana... Tuhan mah gitu kalau lagi gojekan...




Ciaooo...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andrijuwira15 dan 38 lainnya memberi reputasi
39 0
39
Lihat 1 balasan
Catatan Yang Terbuka
01-12-2019 21:01
panjul, makhluk yang di ciptkan Tuhan untuk menguji umatNya hahaha
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
01-12-2019 21:18
pembicaraan dengan si Arief Kampret mesti bikin puyeng.. perlu tenaga ekstra untuk mencernanya...apa gw yang bego ya..emoticon-Hammer2
profile-picture
dian bentet memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
01-12-2019 21:38
Tuhan udah tahu batas kemampuan & hati manusia, ngapain pakai ngetes*



Jeruu...
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
01-12-2019 21:56
om lee hadir
0 0
0
Halaman 362 dari 411
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cerpen-pesan-di-atas-nisan
Stories from the Heart
salam-dari-surga
Stories from the Heart
jerat-iblis-cerbung
Stories from the Heart
nyawa-untuk-sebuah-cinta
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia