Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
2476
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a1f7223dac13efe158b4569/kami-dan-senyum-pucatmu-lanjutan-short-stories-2-malam-dihotel-yg-mencekam
Dengan sekejap aku mencium aroma bunga melati yang semerbak dan tak berapa lama berselang telah berdiri seorang wanita cantik bergaun putih, rambut panjang lurus sepunggung dengan untaian bungan melati yang terselip di kupingnya tersenyum manis didepanku.
Lapor Hansip
30-11-2017 09:51

Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)

Past Hot Thread
Selamat Pagi, siang, sore dan malam agan agan semua, ijinkan saya untuk kembali membagi cerita picisan berdasarkan apa yang sudah saya sekeluarga alami dengan hadirnya sosok “sederek lain” yang menjadi bagian dari keluarga kecil kami.

Cerita ini merupakan lanjutan dari carita saya sebelumnya yaitu “short stories 2 malam di hotel yg mencekam (End)” , dan disarankan membaca cerita saya sebelumnya dikarenakn cerita yang akan saya sampaikan sekarang masih ada sangkut pautnya dengan Cerita sebelumnya

Bissmillahirrohmanirrohim...cerita ini dimulai.

Pagi yang kacau
Konspirasi awal..
Sedikit flash back
Konspirasi lagee 1
Konspirasi lagee 2
Konspirasi lagee 3
Kejutan..
Kedatangan mereka
Antara jalinan pertemanan yg baru & dia yg tumbang ...
Apalagi nehh ras ??
Sebuah rasa penasaran
Sekilas sosok mahluk lain...
Dia dan masa laluku
Entah apa lagi ...
Dewi Arum
Sebuah kepanikan dan kelegaan
Dini hari yang kelam
Setitik keberanian
Tangismu
Terluka
Kenyataan yang memilukan
Bapak bapak penolong
Candamu
A Failed mission
Sebuah ide
Sebuah kebetulan dan kesengajaan
Seklumit masa lalu 1
Seklumit masa lalu 2
Dena Ayuning Tyas 2
Dena Ayuning Tyas 3
Pertemuan yang tidak diharapkan
Keberhasilan yang tertunda
Sebuah pengakuan
permintaan tolong
Cubit cubitan
Diantara teman temanmu
Gilanya aku
Dipertengahan malam
Mr or mrs Poch ?
Mereka datang
Negotiations that failed
Bluff each other
Pertempuran dengan jasadku




Lanjut Lagi Dab
dia
Tanda itu
Minggu Pagi
Taman Kota
Ronda
In Memoriam
The first step
Looking for clues
First clue
The next first clue
Next step
Uncontrolled
Escape
In your arms
End of the story of this chapter I
End of the story of this chapter II

Diubah oleh embillbelle
profile-picture
profile-picture
profile-picture
maxstroke dan 15 lainnya memberi reputasi
14
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 114 dari 124
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
27-11-2019 17:11
Balasan post 4lfor
@4lfor

Aamiin suwun doane dab,
ngoahahahaha blendingen dab sebaskom..
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
27-11-2019 17:15
Sore di akhir Bulan September 2019
Menjelang Malam...

dan yang membuat aku semakin tertegun adalah sesosok putih dengan rambut ter riap dan gaunnya yang berkibar kesamping karena tiupan angin yang kencang berdiri menatap kearahku diatas patahan bagian atas batang pohon yang baru saja tumbang

senyumnya…..
tatapan matanya…….
Sosoknya……..

benarkah apa yang aku lihat sekarang ?
Bukankah dia sudah …….

dengan debar dadaku yang bergetar hebat, dengan lirih aku mengucap sebuah nama
“apakah kamu lll..arr...aaass ?” ucapku berlahan dengan tubuh yang gemetar

tetapi setelah aku mengucap nama itu, sosok itu tiba tiba hilang dari pandanganku, entah dia masih disitu tapi menyamarkan sosoknya kepadaku atau memang benar benar pergi, entah aku ga tau.

Hujan sudah mulai reda, tetapi rintik gerimis masih saja turun, aku berjalan menuju ke pinggir jalan depan rumahku sambil membawa bendo (bendo = semacam pedang tapi pendek, ini merupakan salah satu alat untuk menebas) untuk membersihan dahan dan kayu kayu yang patah dan menutupi pintu masuk menuju halaman rumah,

“Ehh, Pak Rt… Bapak bapak selamat sore” sapaku saat melihat Pak Rt dan beberapa warga tetanggaku yang rumahnya persis di pinggir jalan di sekitar depan rumahku sudah berkumpul ternyata

“sore mas adit..” jawab Pak RT dan bapak bapak yang lain sambil tersenyum kepadaku,

“ini nih gegara angin tadi banyak dahan yang patah”
“itu malah pas jatuhnya didepan pintu masuk rumah mas adit” kata salah satu tetanggaku yang berdiri di belakang pak rt yang bernama pak adi

“iya nih pak”
“dan Alhamdulilah ga jatuh ke halaman” jawabku sambil menggaruk garuk kepalaku yang sebenernya ga gatal.

“iya mas, beruntung itu, tuh milik pak Ridwan malah nimpa terasnya” timpal pak RT sambil menunjuk ke salah satu rumah yang berselang empat rumah dari rumahku, dan terlihat sudah ada beberapa bapak bapak tetanggaku yang lainnya ikut membantu pak ridwan membersihkan dahan dahan yang lumayan besar menimpa teras rumahnya sehingga terlihat sebelah kanan teras itu terlihat patah

“owalah, iya pak” jawabku

“Pengumuman-pengumuman, diberitahukan kepada Bapak bapak dan remaja putra warga RT.07/RW.III xxxxxxxxxxx pada malam hari ini dimohon untuk bersama sama bekerja bakti membersihkan dahan dahan pinggir jalan yang tumbang akibat angin sore ini”

terdengar sebuah pengumuman di musholla komplek tentang kegiatan kerja bakti membersihkan dahan dahan pinggir jalan yang tumbang ditempat ini

“Itu saya minta Pak Panggih untuk nyiarin di Musholla supaya malam ini kerja bakti bareng bareng bersihin semua dahan yang pada jatoh, kalo nanti ga selesai besok kita bayar orang aja untuk bersihin sisanya pake uang kas Rt, setuju to mas adit” kata pak RT kepadaku

“wah setuju banget pak hehehehe” jawabku dengan sedikit terkekeh

selepas isya sudah banyak warga khusunya bapak bapak dan sebagian dari remaja putra yang bekerja bakti untuk bersama sama membersihkan patahan dahan dan memotong motong dahan yang besar supaya mudah untuk menyingkirkannya.

“udh malam ini bapak bapak, kita sudahi aja dulu, ini sudah lumayan, biar besok kita bayar orang saja untuk lanjutin lagi, sama kita subsisi saja untuk biaya pembenahan teras pak ridwan yang terkena dahan tadi sore” teriak Pak rt agak keras, karena waktu sudah menunjukkan hampir jam sebelas malam

“siap pak, setuju” kompak para warga, yang kemudian menyudahi kegiatan kerja bakti ini dengan membubarkan diri.

aku berjalan menuju rumah dengan rasa letih dan keringat yang membuat basah t shirt yang aku pake malam ini

sesampainya di dedepan pintu rumah, dengan sedikit lunglai tanganku membuka pintu rumah dengan membuka kuncinya terlebih dahulu

“ceklek...ceklek” suara daun pintu aku putar kuncinya

“deg”...dadaku tiba tiba berdetak dengan cepat saat aku mencium aroma melati yang begitu kuat, iya begitu kuat yang seakan akan aroma tersebut berasal dari sekitar aku berdiri saat ini

“apakah dia ada disini sekarang ?” tanyaku dalam hati sembari memejamkan mataku
“tapi….bukankah dia sudah disempurnakan ?”
“apakah dia kembali ?” berbagai pertanyaan dikepalaku seakan terus berputar

“Tapi, apakah itu dia ?”
“atau malah yang lain ?” kataku dalam hati

“baiklah kalau begitu, aku akan membalikkan badan untuk melihat siapa dia sebenernya ?”
“tapi...benarkah itu dia” kembali pertanyaan pertanyaan itu terus saja berputar di kepalaku

“untuk yang sekarang ada di sekitarku”
“setelah aku membalikkan badan aku minta kamu menunjukkan siapa kamu” kataku dengan lirih

dengan berlahan aku membalikkan badanku kebelakang sambil dalam hati aku membaca surah Al Fateha supaya aku bisa sedikit kuat jika apa yang nampak dan bisa aku lihat nantinya adalah sosok yang tidak sewajarnya

angin seakan bertambah agak kencang saat aku sudah menghadap belakang sekarang, dengan mata masih terpejam aku kembali memantapkan diri untuk pasrah dengan apa yang akan aku hadapai saat ini

berlahan aku membuka mataku, dan terlihat didepanku sekitar satu meter sesosok dengan mata yang memerah dengan bola mata melotot dan hampir perlepas dr kelopaknya...bahkan sudah terlepas pada bola mata sebelah kanan yang hanya terekat pada uratnya saja, terlihat juga deretan gigi giginya yg tidak beraturan dan menghitam tampak menyeringai, rambutnya yang kusut sebahu nampak menggimbal dan terkesan kotor teriap pelan karena hembusan angin yang agak kencang

“Argghhh……..” dengan tidak sadar aku berteriak tetapi suaraku serasa tercekat karena refleks dari apa yang aku lihat dengan jelas didepanku.

Tetapi dengan berlahan sosok itu berubah menjadi sosok seorang gadis cantik, bermata bundar berbinar, hidungnya yang mancung dengan bibir yang merekah berwarna merah muda, berkebaya putih ketat dan terlihat jelas belahan dada sebelah atas yang menyembul pada kerah kebayanya dengan bawahan kain batik berwarna coklat tua bermotif bunga tanpa rambut tersanggul tetapi rambut lurusnya dibiarkan lurus tergerai sebahu, sebuah bunga melati putih yang merekah terselip pada kuping kanannya menambah pesona wajahnya yang terlihat sangat cantik walaupun terlihat pucat.

“massssssssskuuuuuuuuuuu…..”
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anwaranwar93 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
27-11-2019 17:27
🤣 massskuuuu, mumpung sepi lhoo....
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
27-11-2019 17:36
massskuuuuuuuwwwww emoticon-Mewek
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
27-11-2019 23:31
dan kata2 "masku.." yg sangat dirindukan oleh reader pun terdengar kembali emoticon-Mewek
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
28-11-2019 07:37
Balasan post tongtongbeong
Quote:Original Posted By tongtongbeong
🤣 massskuuuu, mumpung sepi lhoo....


lah..lah...koq trus ngunuu dink
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
28-11-2019 07:39
Balasan post LagaP
Quote:Original Posted By LagaP
massskuuuuuuuwwwww emoticon-Mewek


mas antam aja dab...ngoahahahaha
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
28-11-2019 07:42
Balasan post gitoks567
hehehehehe..
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
28-11-2019 08:02
Quote:Original Posted By embillbelle
mas antam aja dab...ngoahahahaha


Apik itu dab...investasi hehehe
emoticon-Shakehand2
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
29-11-2019 08:58
Balasan post LagaP
Quote:Original Posted By LagaP


Apik itu dab...investasi hehehe
emoticon-Shakehand2


inves janga panjanggggggg dab...emoticon-Matahari
profile-picture
LagaP memberi reputasi
1 0
1
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
29-11-2019 10:14
Quote:Original Posted By embillbelle
inves janga panjanggggggg dab...emoticon-Matahari


Pastinyaaaa maskuuuw emoticon-Ngakak
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
29-11-2019 12:59
Tanda itu...




Tetapi dengan berlahan sosok itu berubah menjadi sosok seorang gadis cantik, bermata bundar berbinar, hidungnya yang mancung dengan bibir yang merekah berwarna merah muda, berkebaya putih ketat dan terlihat jelas belahan dada sebelah atas yang menyembul pada kerah kebayanya dengan bawahan kain batik berwarna coklat tua bermotif bunga tanpa rambut tersanggul tetapi rambut lurusnya dibiarkan lurus tergerai sebahu, sebuah bunga melati putih yang merekah terselip pada kuping kanannya menambah pesona wajahnya yang terlihat sangat cantik walaupun terlihat pucat.

“Llaraass….”
“kamu bener laras ?”
tanyaku dengan suara pelan dan dengan mata yang melotot karena keterkejutanku dan ketidak percayaanku

“iyowww massskuuuuu..hiihiihiihii”
“ini aku laras” jawab sosok didepanku disertai ketawanya yg khas, iya ketawanya yang manja

“Lha...kkoooq bisa ?”
“paappaaadahal..”
“khan..”
sepenggal penggal pertanyaan yang ga bisa aku teruskan begitu saja keluar dari mulutku karena rasa yang ga karu karuan didalam dada atas apa yang terjadi saat ini

“ya bisaaaa towww massskuuuuu”
“aku khn memang belum ikhlas untuk meninggalkan maskuuuu...hihihihi”
Jawabnya dengan logat jawanya yang kental sembari tertawa lepas dan dengan genitnya tangannya menyentuh pipi kiriku

Dingin…
Iya tangan itu terasa dingin, saat bersentuhan dengan kulit pipiku,
Dan itu sama seperti dulu, saat kulitku bersentuhan secara langsung dengan kulit laras

“heh….kamu tuh bercanda tow ah...” kataku

“oraaa masskuuu aku tidak bercanda ini, ini beneran koq”
“aku ini memang laras”

“dan sekarang sudah berdiri didepan masskuu”
jawabnya dengan kata kata yang tegas untuk berusaha meyakinkanku, karena dalam benakku bisa saja sosok yang didepanku ini hanya mengaku ngaku menjadi laras

“ttaaaapii...iii khhann”
sanggahku dengan sedikit mengernyitkan dahiku

“heleh..ga ada tapi tapian maskuuu”
“ini aku laras, apa perlu aku buktiin kalau ini bener bener akuuu”
“haiyoooooo”
jawabnya dengan senyum genitnya dan dengan mata yang dikedip kedipkan kepadaku

“aku buka ya...hihihihihihi”
“biar massku percayaaaaaaaa toww … hihihihihi”
Jawab laras sambil tertawa genit dan memberikan kode dari matanya yang melihat ke arah dadanya yang terlihat kencang dan menyembul pada bagian atasnya,

ya memang begitulah awal awal aku bertemu dengan laras, laras dengan menggunakan baju kejawa jawaannya dengan potongan baju pada bagian dada rendah sehingga secara otomatis akan memperlihatkan belahan dadanya dan sebegian dadanya yang kencang di bagian atas,

cuma setelah ibu negara kenal dan tau adanya laras di kehidupanku bahkan kehidupan keluarga kecilku, ibu negara protes kalo laras dalam setiap kenampakannya menggunakan baju dengan style begitu, sehingga harus ganti dengan baju yang ga memperlihatkan sebagian dari auratnya.

Padahal inginku ……….”ngoahahahahaha...ehhhh stttttttt…….!!!”

“eehhh..ehhh ga ga….iya iyaaa aku percaya”
dengan sedikit gugup aku menjawab tawarannya

“beneran ini ...yakin percaya….hayooo”

kata laras dengan wajah yang digenit genitin, yach beginilah laras dulu saat dia mulai menggodaku disaat ibu negara atau gadis kecilku sedang tidak bersamaku, dan setelah apa yang aku lihat sikapnya tidak berubah, dengan perlahan rasa kepercayaannku kepadanya mulai tumbuh kalau yang ada didepanku ini memang bener laras

“iyaaa ..iyaaaa aku percaya”
kataku dengan cepat, sebelum laras melakukan hal yang memancing hal hal yang enak...ehh..hal hal yang tidak seharusnya aku lakukan kepadanya dink.

Memang ada salah satu tanda yang ada di salah satu tubuh laras yang tidak dapat ditiru atau diserupai oleh mahluk sebagsa laras, dan tanda itu memang sudah menjadi ciri khas laras,
dan asiknya...eh dengan ironisnya aku pernah melihat, menyentuh bahkan menciumnya dulu.

Secara kebetulan tanda itu terletak di bawah sekitar satu centimeter dari puncak gunung sebelah kanan dari gunung kembar milik laras...(jangan dibayangin dan jangan tanya tanda yang seperti apa, dan gimana bentuknya ya dab…!!!...ngoahahahahahaha)

“ya sudah..kalau masku tidak mau”

“padahal aslinya...pengen lihat khan...hihihihihihi”
kembali goda laras dengan kerjap matanya yang terus aja menggodaku

“ihhh..kaga” jawabku cepat

“helehh tenaneeeeee tidak mau melihat”

“tenan ini…...hihihihihihihi”
jawab laras yang terus aja menggodaku dan dengan tiba tiba dan cepat kedua tangan laras menarik baju depan sebelah kanan kebawah sehingga terlihat dengan sempurnya suatu bentuk gunung semeru yang berdiri gagah dengan puncaknya mahameru yang terlihat dengan indahnya.

“glek...” aku menelan ludah dan membelalakkan kedua mataku saat aku melihat apa yang terpampang didepan mataku,

tanda itu...iya tanda itu terlihat jelas berada di bagian yang pernah aku lihat dulu.

“ras…..”
“masuk aja yuk, udah malam ini”
“dingin tau ga…...”
ajakku kepada laras, dan sebuah senyuman sudah terbentuk dengan sempurna pada bibirku.




………………………..

Malam, semakin beranjak menuju pagi
saat sebuah senyuman lampau hadir kembali
membawa berjuta cerita lalu

cerita antara dua yang beda
dan...
mungkinkah sebuah titik berubah menjadi koma ?

…………………………..

pada sebuah kota kecil, akhir September 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
29-11-2019 13:29
duuuh gunung semeru beneran dab ? emoticon-Mewek
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
29-11-2019 17:09
jadi pengen naik gunung... 2019
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
30-11-2019 09:47
Balasan post LagaP
Quote:Original Posted By LagaP
duuuh gunung semeru beneran dab ? emoticon-Mewek


0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
30-11-2019 09:48
Balasan post shafanya
Hahaha jangan dulu, lg musim ujan tuh
0 0
0
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
30-11-2019 13:47
semeru dab? bukannya merapi-merbabu?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
30-11-2019 14:59
Quote:Original Posted By buahsabar
semeru dab? bukannya merapi-merbabu?


Sindoro sumbing mungkin dab emoticon-Ngakak
0 0
0
Lihat 1 balasan
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
30-11-2019 17:34
Balasan post buahsabar
Yang deket itu sindoro sumbing dab...ngoahahahaha, ehh merapi merbabu juga deket dink ya
profile-picture
LagaP memberi reputasi
1 0
1
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Lapor Hansip
30-11-2019 17:34
Balasan post LagaP
Nahh ini juga sependapat...hahahaha
profile-picture
LagaP memberi reputasi
1 0
1
Halaman 114 dari 124
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cerita-di-kobessahkopi
Stories from the Heart
inilah-jalan-spiritualku
Stories from the Heart
penghuni-villa-putih
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia