Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
8145
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3bf826af7e930dd41807cf/catatan-yang-terbuka
Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilkan.
Lapor Hansip
14-01-2019 09:47

Catatan Yang Terbuka

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Catatan Yang Terbuka

Quote:
Catatan "Yang" Terbuka. Apanya sih yang terbuka? Semua yang selama ini gw tutup rapat. Apa itu? Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw, bahkan teman gw sekalipun, ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilan.


Buat gw, kegagalan adalah tanggung jawab personal, bukan untuk dibebankan kepada orang lain. Biarkan mereka tahu yang indah indah saja soal gw. Problem, atau masalah, biar gw yang merasakannya. Itulah mengapa hidup gw terlihat indah. Percayalah, hidup ga ada yang seindah itu.

Namun, ada sebuah nilai yang bisa dipetik dari kegagalan-kegagalan yang gw rasakan. Saat keputusan gagal yang gw buat saat membeli tanah dari Pak Bams, akhirnya gw punya usaha baru. Otak mesum gw menangkap peluang untuk buka bengkel modifikasi bekerja sama dengan U**** adalah jawaban, atas kerugian finansial yang gw dapat dari membeli tanah mati itu.

Apakah Papa tahu tanah itu mati? Tahu, dan beliau membiarkan gw gagal! jahat? Tidak! Justru gw bersyukur! Awalnya jengkel, tapi setelah gw tahu maksud kenapa Papa tetap membiarkan gw gagal, kejengkelan gw berubah menjadi sujud sungkem terima kasih atas ilmu yang Papa ajarkan dalam diam.

Itulah salah satu kegagalan gw. Kegagalan, yang membuat Mama melarang gw untuk terjun di dunia yang ingin gw tekuni. Tapi, gw seperti terlahir untuk hidup dengan hal-hal yang menyerempet bahaya. Setelah gw bisa bangkit, gw memulai lagi. Itulah alasan, mengapa proyek di Gunungpati, gw sebut sebagai proyek perdana. Well, inilah kisah gw. Kisah yang tidak hanya indah, tapi juga mengenaskan. Kisah ketika Tuhan mulaimenyapa dan membuka mata hati ku, bahwa aku hanyalah seorang hamba!


-------------+++++++++++++----------------


Diana dan Vina masih terkapar di kasur yang ada di kosan gw. Sesuatu yang indah, sudah terjadi semalam. Membayangkan pun, rasa nya gw ga sanggup. Tapi Tuhan terlalu baik kepada gw. Hingga sesuatu yang jauh dari jangkauan gw pun bisa gw rasakan. Apa itu? Lu bebas mengimajinasikannya.

Quote:"Mba, mba, bangun. Sudah siang. Ga capek tha tidur terus." Ujar gw sambil terus menggoyangkan badan mereka berdua.

"Oahm. Jam berapa sih ndo? Masih malam kan ini?" Tanya Diana yang mulai bergeliat dari tidurnya.

"Sudah pagi mba. Kalau pacar ku ke sini, aku yang repot."

"Hehehe. Bagus dong, kita ajakin gabung aja sekalian."

"Duh. Jangan gitu dong mba." Ujar gw, lalu memanaskan air untuk membuat sesuatu yang hangat.

Gw biarkan mereka bangun, sambil sekali-kali melirik. Ternyata mereka benar-benar bangun, meskipun gw tahu itu terpaksa. Jam di kamar, masih menunjuk angka 05.15. Masih sangat pagi memang, tapi itu sama sekali ga membuat gw tenang. Lina terlalu sering datang sangat pagi ke sini.

Dua gelas, teh jahe hangat gw sajikan untuk mereka berdua. Untuk mengurangi cemas, yang mulai melanda, sebatang rokok pun gw hisap dalam-dalam. Diana nampak bereskan "arena perang" semalam. Sedangkan Vina, dia ke kamar mandi. Baguslah, paling ga, tanda-tanda mereka akan pulang dan berkemas sudah ada di depan mata.

Quote:"Ga mandi mba?" Tanya gw ke Vina.

"Ga lah ndo, nanti aja di kosan. Sebenarnya masih ngantuk, tapi demi kamu."

"Hehehee. Ya udah sih, teh nya diminum dulu biar segeran."

Diana pun bergabung dengan kita. Setelah tadi beres-beres, dia ke kamar mandi. Yah, sekedar cuci muka untuk menyegarkan diri saja, sama seperti yang Vina lakukan tadi. Obrolan pagi itu ga berlangsung lama. Yang memotong bukan gw, tapi Diana. Dia paham posisi gw yang sedang terjepit.

Beres-beres kamar adalah hal yang pertama gw lakukan pagi ini. Mengganti sprei lengkap dengan sarung bantal dan guling gw lakukan demi keamanan bersama. Ga lupa, wangi-wangian untuk menghilangkan bau dua cewe sexeh yang semalam nebeng tidur di sini, ga lupa gw lakukan. Yah mskipun Diana sudah membereskannya tadi, tapi gw rasa itu masih belum sempurna.

Quote:"Ayanxxx..." Sapaan yang nyaris membuat gw melompat. Untung saja, gw terlatih dibentak-bentak.

"Kamu Taaa, pagi-pagi dah ngagetin aja ih..." Ujar gw...

"Hayooo lagi mikirin apa???" Dia mendekat ke gw yang sedang merapikan sprei...

"Mikirin proposal, Mama dan semua..."

Kegagalan gw dulu memaksa gw untuk lebih selektif dan hati-hati, ga keras kepala dengan ga menerima uluran tangan dari Papa. Gw mengajukan proposal, dan Papa akan menjadi investor buat gw. Hubungan kita murni profesional, karena ada hitam di atas putih yang mengikat, beserta jaminan yang akan dilelang Papa, jika gw gagal bayar.

Jangan salah, mungkin kalau gw gagal orang pikir hidup gw akan enak. Toh masih ada Papa, bisa lah nebeng ke beliau. Lu salah! Gagal adalah mati buat gw! Gw sudah ambil sikap, jika emang ini gagal lagi, gw akan ke Papua! Entah kerja apa! Yang jelas, malu jika gw gagal dan masih di rumah.

Quote:"Hm. Makanya tho yanx, mending kamu tuh jujur aja sama semua. Biar beban mu itu ga terlalu berat." Lina selalu punya alasan untuk menentramkan hati gw.

"Udah ga ada yang tersembunyi Ta. Mama juga udah tau semuanya."

"Terus?"

"Ya meski keberatan, beliau ga kuasa nahan aku."

"Ya sudah! Terus apalagi? Kamu punya Papa mu yang udah kasih lampu hijau. Kamu juga punya Papa ku, yang juga dukung kamu."

"Mungkin masih ada sisa trauma. Trauma pernah gagal, dan mangkrak ga ada gunanya."

"Semua pernah gagal. Coba kasih tau aku yanx, orang yang ga pernah gagal? Ga ada. Kalau yang gagal, lalu menyerah dan pasrah, banyak yanx. Kamu mau?"

"Hehehehe. Mainstream adalah sesuatu yang paling aku benci Ta. Jadi aku ga mau."

"Nah. Ayo dong semangat! Hari ini semangat nya kuliah dulu. Hehe."

"Nanti siang, aku ke proyek Ta."

"Ya udah gapapa yanx, yang penting kamu harus optimis, OK?"

"OK..."

"Itu baru pacar ku." Sebuah kecupan mendarat di jidat gw. Semoga Cinta ga mencium sesuatu yang aneh.

Hangat pelukan dari Cinta membuat gw jadi lebih baik. Entah bahasan tadi hanya sebagai pelarian untuk menutupi kegilaan yang tadi malam gw lakukan bersama Vina-Diana atau murni gw memang ingat dengan kegagalan yang gw derita. Entahlah, semua menjadi abu-abu sekarang. Mungkin benar kata Arief ke gw, "kurangi hal-hal yang ga perlu dan dianggap tabu..."

Kuliah sudah ga ada menarik-menariknya di mata gw. Materi yang cuma itu-itu saja, dan stop pada ranah teori membuat gw bosan... Mungkin benar kata beberapa teman, gw ini anak alam, bukan anak sosial. Anak alam, itu suka membuktikan sesuatu, menguji hipotesa dan mendapatkan jawabannya saat itu juga. Beda dengan anak sosial yang lebih "sabar" mencari jawaban dari hipotesa yang mereka munculkan.

Quote:emoticon-mail: "Selamat siang mas, saya boleh ketemu pean ga?" Sms masuk dari Pak Atmo. Tokoh yang dituakan di lokasi proyek gw.

emoticon-mail : "Bisa Pak. Ada yang penting? Ini saya mau naik Pak."

emoticon-mail : "Oh. Kebetulan kalau gitu mas, nanti kalau sudah sampai, nyuwun tulung dikabari njih."

emoticon-mail : "Siap Pak."


Gw paham apa yang ingin Pak Atmo bahas dengan gw. Pasti soal kelanjutan nasib orang orang yang kerja sama gw. proses urug yang gw lakukan sudah hampir selesai. Sedangkan gw belum memperoleh pembeli potensial, meski proposal sudah gw sebar. Ini jelas bukan kabar bagus buat meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya pada gw. Sh*t! Kerja apa ya yang duitnya gede, tapi cuma butuh waktu singkat? Balap liar? Oh, tidak!, gw sudah pensiun.

Gw menuju parkiran lanjut keluar jalan Kaki menuju kosan. Kan tadi gw nebeng Cinta, kalau mobilnya gw pakai nanti dia pulangnya gimana? Terpaksa deh ambil mobil dulu di kosan. Di depan gw ada gerombolan celana cingkrang, plus mba-mbanya yang seperti itulah busananya. Gw tidak mau ribet. Namun dalam hati gw sudah membatin. Kalau sampai mereka cari gara-gara sama gw, akan gw hajar saat itu juga. Mood gw sedang ancur kok diajakin bercanda. Untungnya mereka paham, dan memilih membiarkan gw lewat.

Quote:"Seperti dugaan gw, Pak Atmo mau bahas soal kelanjutan proyek yang sedang gw kerjakan. Ga ada jalan lain selain jujur. Gw pun menjelaskan semuanya kronologi dari awal sampai akhir. Berat memang membuat orang kecewa, tapi apa mau dikata, emang inilah kenyataannya."

Otak lagi buntu kayak gini, temuin Eka kayak nya cocok deh. Sayangnya, nasib gw kurang baik hari ini. Eka sedang ada kuliah yang ga bisa dia tinggalkan. Katanya sih, mata kuliah utama. Untuk membuang waktu, gw memutuskan untuk mencari warnet. Jangan salah, sekarang gw sudah bukan si gaptek dan cuek teknologi seperti saat SMA dulu.

Quote:emoticon-mail: "Hi ndo, gw putuskan untuk memberikan kesempatan kepada Seno untuk mendekat ke gw. How about you, dear? Awas aja kalau lu bilang gw ini kekanakan karena memilih berdasar persamanaan negara, dan agama."


Jangan Buka, Nyesel Lho


Email yang terus terang membuat gw hanya tersenyum simpul sedikit kecut. Pengirim nya itu lho yang bikin gw gimana gitu. Reni! Gw mencoba melucu untuk balas email yang baru masuk beberapa jam lalu itu. Namun, apakah feel lucunya dapat, gw sendiri kurang yakin.

Quote:emoticon-mail: "Lu dimana? Gw udah bubaran nih." Sms masuk dari Eka.

emoticon-mail : "Bentar, lu tunggu di parkiran B6 aja ya?"

emoticon-mail : "Wong edan, ditanya kok ga jawab sih."

emoticon-mail : "Pertanyaan lu basi. Udah jelas gw di hati lu lho ya."

emoticon-mail : "Kepreeettt ndooo... Londooo..."


Dasar cewe antagonis. Gw kira cuma muka nya doang yang sadis, ternyata sifatnya pun ga kalah sangar. Gw sudah matikan billing warnet, bayar, lalu bergegas menuju tempat parkir yang tadi gw maksud. Terlambat jelas bukan ide bagus. Bisa kena omelan Eka gw.

Quote:"Siang cewe." Goda gw, ketika stop persis di depannya.

"Lamaaa lu ndo." Dia pun buka pintu kiri, lalu naik.

"Lu dari mana ndo? Cek kerjaan ya?" Tanya dia kemudian.

"Yappp. Udah mau selesai sih."

"Lhah, kalau udah selesai, terus nasibnya gimana ndo?"

"Ya ga gimana-gimana. Mungkin stop dulu beberapa saat sambil nunggu peminat dan juga investor."

"Nganggur dong abis ini."

"Ga juga Ka. Gw udah punya usaha baru yang bisa gw kerjain."

"Dasar otak bisnis. Kuliah selesaikan woi."

"Aman lah. Kemana kita?"

"Kosan ndo, gw udah masak tadi pagi, hehe."

"Apa?" Gw menatap heran ke Eka, pengen ngakak tapi gw tahan. Eka masak?

"Sialan lu ndo!!! Meremehkan banget lu! Gini-gini gw bisa masak woiii!!! Hahaha..." Ngakak dia.

"Lihat muka dan kelakuan lu, emang salah ya kalau gw curiga dengan rasa masakan lu? Hehehehe." Ejek gw

"Bodo amat ndo, awas aja kalau lu ga abisin masakan gw!"

"Kenapa emang? Hehehehee."

"Jangan ke kosan gw lagi!"

"Ya elah, sadis amat lu Ka!"

"Bodo amat! Salah sendiri menghina gw!"

"Ga menghina sayang, cuma memastikan." Gw pegang rambutnya.

"Apa lu pegang-pegang."

"Jiah, kekasih gw lagi ngambek."

"Kekasih pala lu ndo."

"Ngoahahahahaaa."

Gw sudah menyiapkan mental dan lidah gw untuk menghadapi situasi terburuk. Nunggu di kamar, sementara Eka sibuk menyiapkan hasil karyanya. Ayam goreng, sup wotel, kol, dan teman-temannya. Oiya, ada juga sambal yang terlihat menggoda dengan warna merah agak sedikit gelap.

Satu suapan masuk, ini ga buruk! Emang sih ga enak-enak banget. Cenderung agak asin di lidah gw. Tapi masih masuk toleransi lah. Sambalnya itu yang gw suka. Manisnya biasa saja, pedasnya juga biasa, tapi gurihnya itu lho. Overall, not bad. Namun ga bisa dibilang istimewa juga.

Quote:"Doyan lu ndo? Hehehe." Tanya Eka, saat gw nambah sayur plus sambalnya.

"Hehehehe. Lu beli di mana?" Ejek gw.

"Sialan lu! Plakkk!" Bahu gw kena tampol.

"Mau penilaian jujur?"

"Iyalah! Gila aja lu bohong."

"Overall, enak! Cuma asinnya kagak nahan mba nyaaa. Lu pengen kimpoi ya?"

"Huahahahahahahaa. Beneran asin berarti ya ndo? Teman gw tadi juga bilang gitu. Itu sayurnya udah tak tambahi air tadi, kalau ayamnya. Pasrah deh."

"Besok lagi, kalau masak kurangi garam ya? Asin ga baik buat darah."

"OK Pak Boss!"

"Dan ini." Gw angkat sambal di depan matanya.

"Juara! Lu kalau buat lagi, pakai takaran ini. Gw bukan pecinta pedas, gw juga ga suka sambal, tapi gw suka sambal lu! Boleh ga boleh, sisanya gw bawa pulang!"

"Hahahahahaaa. Koplak lu ndo!"

"Ga boleh?"

"Boleh-boleh. Semua aja boleh."

"Ogah, asin sayang. Udah pengen yah?" Ulangi lagi pertanyaan pertama tadi.

"Kalau iya, lu mau apa?" Mampus gw. Mana mukanya serius lagi.

"Kapan? Ortu ku otw rumah mu nih?"

"Hihihihi. Salah nantang orang, sabar ndo. Lulus dulu."

Gw kok dikasih tantangan, ya gw makan lah sampai abis. Mood gw agak membaik pasca bertemu dengan Eka. Selain perut kenyang, gw juga dapat belaian kasih sayang. Gw rasa itu adalah instrumen penting untuk balikin semangat gw, setelah kegagalan-kegagalan yang gw alami. Caranya mungkin salah, tapi ya sudahlah.

Sebelum Magrib, gw sudah berada di kosan lagi. Sms-sms dari Lina baru gw balas di sini. Waktu ketemu Eka, hp dalam posisi super silent. Jadi bukan cuma ga berdering, getar pun ga. Anggap saja gw sedang memainkan protokol buaya. Tapi entah mengapa, gw agak ga nyaman akhir-akhir ini. Gw seperti sudah lelah bermain dari hati ke hati.

Quote:"Jika kepala pusing kayak gini, paling enak itu vodka. Untungnya, gw selalu sedia di kamar. Gapapa main single, yang penting happy dan sedikit meringankan beban di kepala ini. Juga sebagai bekal hari esok yang lebih baik."

Pagi yang cerah. Sebelum jam 7, Lina sudah di depan kosan. Dia sepertinya mulai suka dengan kegiatan barunya, barengin gw tiap berangkat kuliah. Memang kampus kita dekat, tapi tetap saja beda. Biasanya sih, gw drop dia, lalu mobilnya gw bawa ke parkiran kampus gw. Kecuali kalau gw ada acara kayak kemarin, dia yang drop gw di jurusan gw.

Quote:"Yanx, kamu dicariin tuh sama Mama..." Ujarnya saat gw sudah siap di balik kemudi mobilnya.

"Hah? Mama ngapain nyari aku Taaa?" Agak heran gw.

"Iya, kangen katanya. Kamu sih jarang maen ke rumah."

"Ya udah, besok malam minggu aku apelin kamu ya?"

"Wuuu. Kalau gitu aku ke gerejanya minggu pagi aja yanx."

"Siappp. Udah sampai, semangat ya Ta." Yap, jarak kosan gw ke kampus, memang dekat.

"Iya. Kamu tuh yanx yang semangat, jangan mikirin gagal terus." Pegang pipi gw.

"Gagal? Apaan tuh gagal? Hehehe."

"Ahahahaa. Bye yanx, nanti beres kuliah langsung ke sini aja ya?"

"Boleh?"

"Boleh lah. Asal kamu ga rusuh aja!"

"Hehehe. Siap cintaaa."

Gw memiliki riwayat yang kurang baik sama anak ekonomi. Biasalah, mereka jual, ya gw borong. Jangankan mereka yang muka-muka alim tapi dibuat sangar, yang beneran sangar macam anak Teknik aja gw gass kok. Kalau gw mau, bisa aja sih gw minta tolong ke anak hukum. Namun itu bukan karakter gw. Masalahnya, anak hukum suka main kotor. Kalau kata orang jawa sih, "nabok nyilih tangan." Itu bukan karakter gw.

Quote:"Tuing." Sebuah notifikasi YM masuk ke HP gw sesaat setelah gw di parkiran.

emoticon-mail : "Gw diajak makan malam sama Seno nih." Reni! Bego ya gw, ada YM di HP, kenapa kemarin gw ke warnet? Anggap aja buang waktu.

emoticon-mail : "Pamer mulu. Coba sini liat gambar nya Seno kayak apa." Balas gw, keluar mobil, pastikan terkuci, lanjut jalan ke kelas.

emoticon-mail : "Jangan ndo, minder lu ntar, soalnya gantengan dia daripada lu. Haha."

emoticon-mail : "Ganteng tapi kecil buat apa?"

emoticon-mail : "Njir. Dari mana lu simpulin dia kecil?"

emoticon-mail : "Karena yang bisa ngalahin joni cuma negro, arab dan bule."

emoticon-mail : "Wkkwkwkwkwk. Ntar gw lihat dulu, kalau lu bener, gw puji."

emoticon-mail : "Puji doang? Ga guna kaleee. Tidur bersama kek biar sangar."

emoticon-mail : "Iya, nunggu gw balik ya?"

emoticon-mail : "Deal."

emoticon-mail : "Bye mantan, jalan dulu yakkk."

emoticon-mail : "Pala lu mantan."

emoticon-mail : "Bodo amatt."


Manasin gw kok pakai pacar baru. Mana bisa boss? Tapi kenapa ada semacam ketidak suka-an ya di hati gw? Ga bisa gw bantah sih, mungkin karena gw memang masih ada hati ke Reni. Ya sudah, mari dihapus dengan ikut kuliah Hukum Acara Pidana di pagi yang panas ini. Panas bukan karena cewe-cewe dan dipamerin Reni ya, tapi emang karena panas beneran oleh matahari.

Sepertinya, gw butuh piknik. Pulang lanjut ketemu Arief bisa menjadi solusi yang baik. Tapi besok gw sudah ada janji untuk ngapelin Cinta. Di sinilah repotnya. Apa nanti sore saja ya gw baliknya. Ada banyak hal yang ingin gw bahas dengan Kampret. Sebaiknya ga gw tunda, kalau gw ingin semua tetap on the track.

Gw mulai percaya, jika Tuhan mulai menyapa dan menunjukkan kuasanya, serta memberitahu gw, bahwa gw ini buka siapa-siapa. Gw ini hanya hamba yang bisa diatur sesukanya. Pertanyaannya, apakah gw bisa memanipulasi keputusan Tuhan agar mau berada di kubu gw? Only time will tell.



Ciaooo
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kyoshihamz dan 230 lainnya memberi reputasi
223
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 361 dari 410
Catatan Yang Terbuka
26-11-2019 06:06

Geolan Itu...

Gw bertemu dengan beberapa klien... Kalau dihitung, ada tiga kantor notaris gw masukin hari ini... Menjelang sore, gw baru bisa balik ke kantor... Di sana, dua cewe rada gila itu nampak sedang bercakap-cakap... Baguss lah, paling ga mereka ga cakar-cakaran... Gw serahkan draft laporan, agar Eka proses jadi laporan yang matang dan siap baca... Sambil ngadem, karena cuaca di luar panas nya luar biasa...

Reni tetap bersama Eka... Entah pakai alasan apa, yang jelas dia akur... Biar saja lah... Gw kan bisa urus yang lain... Melobi si pemilik lahan agar segera pulang misalnya... Bukan apa-apa, kalau terlalu lama gw sendiri yang akan keteteran... Di sini, waktu mahal harga nya... Kalau cuma habis untuk menunggu, ya buat apa??? Mending gw alihkan pada lahan yang lain jika memang ga bisa... Batas waktu sudah gw tentukan... Sampai batas itu, tidak ada kabar, ya mari cari yang lain... Gw tidak mau yang namanya bergantung pada satu hal... Terlalu berbahaya...

Quote:"Hey ndo... Langsung cetak atau lu cek dulu neh???" Tanya Eka... Ini pasti soal laporan tadi...

"Besok aja Ka nyetaknya... Udah selesai ya???" Tanya gw...

"Udah dong... Btw, teman lu asik juga ndo... Beneran dia baru mendarat dari US ya???" Tanyanya kemudian...

"Iya... Rada sinting orangnya..."

"Sinting pala lu ndo, cerdas gitu..."

"Cocok lu ya??? Hahahahaaa..."

"Banget ndo... Jadi pengen main ke hotel nya dia... Pengen ngobrol banyak euy..." Sial, hotel apaan, kosan gw tuh...

"Ya tinggal maen aja... Lu anterin dia sekalian..." Rada gambling ini... Untungnya...

"Jangan ah ndo, masih jetlag kayaknya... Toh, dia besok masih ke sini kan???"

"Katanya sih gitu... Ga tahu deh, dia balik kan dalam rangka mencari bahan soal human resources... Apa itu, gw ga paham..."

"Ya elah ajak aja kale ndo, mayan bantu gw tuh..."

"Gampang deh... Eh, kalian udah makan siang kan???" Tanya gw...

"Udah ndo, sama dia tadi... Lu???"

"Udah juga... Ya udah, kalau lu mau balik, balik aja... Gw tinggal beres-beres juga..."

"Sippp... Jangan lupa, besok ajak dia lagi ya ndo... Hihihihiii..."

"Bahaya lu Ka, jangan-jangan udah berubah orientasi lu yeee???"

"Enak aja... Gw masih doyan joni lah..." Mukanya agak memerah...

"Ngoahahahaaaa..."

Eka keluar ruangan, dan gw pun mematikan komputer... Sudah hampir jam 5, waktu nya buat balik dan istirahat... Untuk hari ini, gw rasa sudah cukup lah... Terdengar motor nya Eka yang di-start... Nampaknya dia pulang duluan... Baru gw ambil tas dan bersiap buat balik, Reni masuk ke ruangan gw...

Quote:"Pak Boss mau kemana??? Haha..." Ledeknya...

"Balik lah, udah sore... Kerja juga ada batas nya kale Ren... Ntar lanjut lagi di kosan..."

"Ehm... Udah lu tidurin ndo si Eka??? Hee..." Pertanyaan macam apa ini...

"Heleh... Pertanyaan lu, kayak ga ada yang lain aja Ren..."

"Ahahahahaaa... Asli, lu pinter milih anak buah ndo... Cuma satu, tapi multi talent..."

"Duit gw ga cukup kalau harus bayar lebih dari orang... Pendapatan juga masih di level recehan kok..." Ujar gw...

"Iya, kan baru berkembang ndo... Jujur, cara lu menjalankan sumber daya manusia yang lu punya, menarik juga ndo..."

"Apa??? Lu mau jadiin gw objek penelitian lu???"

"Kenapa ga???"

"Berani bayar berapa lu??? Hehehe..." Asli nya sih, gw cuma bercanda...

"Gampang, bayar di atas kasur aja yah... Hihihiii..." Dasar kampas rem soak...

"Enak aja lu... Dollar lu kan banyak..."

"Alah, gw kerja part time dapat berapa sih ndo... Udah, di kasur aja ya???"

"Gila... Ogah..."

"Alah, di sini ogah... Tapi nanti??? Hahaha..."

"Balik ga lu??? Gw mau balik..."

"Balik lah, kan bareng lu..."

"Jiah, katanya nginep di hotel lu..."

"Ahahahhaaa... Hotel nya kosan lu ndo... Sial, lu nanya Eka ya???"

"Dia yang bilang..." Sambil gw kunci ruangan gw...

"Ah... Sama aja ndo-ndo... Ahahahahaaa..."

Di atas ijo, gw bawa Reni ke kosan gw... Mau gimana lagi, ga mungkin juga gw mengusir dia... Ga tega, itu alasan gw... Jadi, ya begitu lah gw seperti bermain dengan api sekarang ini... Semoga ga sampai membakar gw... Ya, berat memang... Tapi, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini... Yang penting, usaha saja dulu... Soal gagal, ya itu resiko... Bukan kah, gw senang mengambil resiko??? Meski ini pertaruhannya ngeri-ngeri sedap sih...

Sampai di kosan, Reni menggila... Mungkin dia pikir sekarang lagi ada di US kali... Jadi, yang namanya buka baju adalah hal biasa... Hm... Anggap rezeki saja lah, mata ini bisa melihat "pemandangan indah" yang sengaja dia pamerkan... Lihat saja gapapa kan, asal ga nyolek... Sekali lagi, kalau bisa... Kalau ga bisa, anggap saja resiko... Emang susah kalau punya teman yang rada-rada kayak Reni... Ga tahu juga sih, maksud dia apa menggila kayak gini...

Ga taunya dia langsung mandi, karena gerah dan kepanasan kali ya... Cuaca tropis kurang bersahabat dengan dia yang lama tinggal di iklim sub-tropis... Sambil menunggu Reni selesaikan mandinya, gw siapkan minuman dan kudapan sore... Tenang, stok snack di kosan gw banyak... Baru saja duduk, setelah selesai siapkan semuanya, ada panggilan masuk... Dari Lina...

Quote:emoticon-phone: "Heyyy... Cinta..." Tanpa basa-basi, gw sapa dia...

emoticon-phone : "Yanx, kamu nitip apa ke Cathrine???" Tanpa basa-basi nih, langsung di-gass sama dia...

emoticon-phone : "Oh... Itu buat kebutuhan dedek dan kamu Ta... Udah bilang dia???"

emoticon-phone : "Udah masuk yanx... Kamu bukannya butuh modal ya buat kembangin usaha kamu???"

emoticon-phone : "Modal ada bagiannya sendiri lah Taaa... Itu emang bagian kamu sama dedek... Udah, dipakai aja ya..."

emoticon-phone : "Harusnya sih yang buat aku nanti-nanti aja yanx, toh aku masih bisa hidup kan di sini???"

emoticon-phone : "Ya ga bisa gitu dong Taaa, kamu butuhnya sekarang kok ngasihnya nanti-nanti... Heheheheee..."

emoticon-phone : "Lha kamu ini lagi apa yanx???"

emoticon-phone : "Biasa Ta, baru balik kerja... Papa mu belum sampai ya???"

emoticon-phone : "Belum yanx... Kalau udah sampai, ya sulit buat telponan..."

emoticon-phone : "Iya ya... Jadi, kapan kamu balik ke sini Ta???"

emoticon-phone : "Hm... Secepatnya yanx... Secepatanya..."


Entah mengapa, kalau "menyentuh" soal dia balik kapan, berasa kayak ada perih-perih nya... Untungnya gw bisa meng-kondisi-kan agar dia tetap strong... Gw lagi asik ngobrol sama Lina, (dan dedek) si "gila" Reni sudah selesai dengan mandinya... Untung bisa gw suruh diam... Kalau dia buka mulut, gw bisa dalam bahaya... Masak ada cewe di kosan, padahal gw tadi ga bilang... Emang kalau kita melakukan hal salah, bawaannya gelisah terus...

Obrolan tetap lanjut... Biasanya, kita selesai-kan obrolan saat pulsa habis... Dan sore ini, tetap seperti ini... Kita selesaikan obrolan setelah pulsanya Lina habis... Gw tahu sebab dia BBM setelah sambungan terputus... Ya, sudahlah... Namanya LDR memang seperti ini... Berat, tapi mau ga mau harus kuat...

Quote:"Ehm... Itu suara anak lu ndo???" Tanya Reni...

"Iya... Kenapa???" Jawab gw ngasal...

"Lagi lucu-lucunya ya... Sabar ndo, semua ada jalannya kok... Kalau buntu, lu bikin aja jalan sendiri... Hahahahaaa..."

"Sembarangan kalau ngomong..."

"Lhah, bener kan??? Lu kan kontraktor ndo... Urusan bikin jalan, sepele lah buat lu..."

"Apa kata lu lah Ren... Lu mandi cepet-cepet mau kemana???" Tanya gw...

"Panas woiii... Gila, panasnya beda banget sama di sana..."

"Gaya lu Ren-Ren... Kayak dulu lu hidup di mana aja..."

"Heheheheee... So, habis ini mau ngapain lu ndo???" Tanyanya...

"Biasanya sih kerja... Membereskan apa yang hari ini belum beres... Kenapa???"

"Kirain mau jalan-jalan lu ndo??? Hahaha..."

"Katanya pengen tau kegiatan harian gw... Ya seperti ini... Ga ada yang lain selain, kerja dan kerja..."

"Iyaaa tau, lu kan punya tanggung jawab... Jadi ingat omongan lu pas SMA ndo, hehe..."

"Apaan???" Ya kalau lu punya anak, lu akan tanggung jawab dengan kerja... Terkabul juga sekarang..."

"Iya, bedanya ga sama lu... Dulu kan gw ngarepnya sama lu..."

"Ahahahahaaa... Mau buat sama gw???" Nih anak emang udah geser otaknya...

"Ogah... Satu aja belum beres, masak mau gw tambah masalah baru..."

"Ahahahahaaa... Sah ndo, sampai empat kalau cowo sih..."

Gw abaikan omongan Reni dan mulai buka-buka file kerjaan... Reni menemani gw... Ga cuma 'menggoda' dengan pakaiannya yang rada sembarangan, tapi dia juga memberi beberapa masukan... Terutama dalam soal sumber daya manusia... Kayaknya, kuliah dia itu berfokus di manajemen SDM deh... Kuat banget teori dia di sana... Banyak masukan yang dia berikan soal bagaimana memeberi tritmen yang baik untuk pekerja... Apa saja faktor yang membuat pekerja bahagia, apa kewajiban dan hak yang harus mereka dapat...

Dia mengingatkan gw untuk tidak lupa baca UU ketenaga kerjaan... Gw orang hukum sial nya gw malah luput soal itu!!! Kelemahan gw terbuka dengan cara tak biasa... Yah, meski pekerja gw masih "amatir" karena tidak ada ikatan kontrak kerja, tetap saja mereka ada dalam lindungan UU ketenagakerjaan... Gw harus berterima kasih kepada Reni soal ini... Kualitas pendidikan di luar sana memang ga bohong sih... Output yang dihasilkan bukan cuma jago teori... Tapi sangat matang dalam dunia kerja...

Sampai jam 8 malam gw berdiskusi dengan dia... Sampai lupa mandi dan makan... Ya itu tadi, banyak wacana yang dia berikan dan itu terlewat... Bahkan tidak gw pikirkan sama sekali... Sekali lagi, Tuhan selalu punya cara jika ingin membantu hambanya... Tuhan juga paham, bagaimana cara menunjukkan kelemahan orang... Kalau sadar, harusnya ga usah kemaki lagi...

Quote:"Pinter juga lu Ren... Sampai ga berasa euy udah jam 8-an..." Ujar gw...

"Hahahahaaa... Pala lu pinter ndo, gw paling lemot kaleee kalau soal project..."

"Gile, paling lemot aja kek gini... Lha gimana yang pinter???"

"Kek Angel ndo, hahahaahaaa..."

"Sh*t..."

"Cieeee yang udah damai..."

"Damai pala lu... Makan ga lu???" Alihkan aja pembicaraannya...

"Lu belum mandi dari sore ndo, lu mau ngajak gw keluar tanpa mandi???"

"Alah, udah laku ini... Ga minat dilirik siapa-siapa lagi gw..."

"Sinting lu ndo, mandi itu buat kebersihan bukan buat dilirik orang..."

"Siap boss, gw mandi deh... Hahahaaa..."

Untungnya ga ada pancingan-pancingan yang menjurus... Jadi, gw bisa mandi dan bersih diri dengan tenang... Sementara Reni masih asik dengan komputer gw... Sepertinya, dia masih penasaran dengan cara gw melakukan managerial di usaha gw... Kalau mau jujur si, ga ada yang istimewa sebenarnya... Sampai gw selesai mandi, dia masih sibuk membaca gimana usaha ini gw jalankan... Terserah dia lah, toh dia ga punya tendensi apa-apa...

Banyak opsi gw tawarkan buat menu makan malam... Tapi dia memilih makan di lesehan yang ada di sekitar kampus... Kirain dia udah kangen dengan makanan ala-ala Amerika... Ya sudah, ayam bakar menjadi menu makan malam kita... Selesai makan, ya balik lagi ke kosan... Mau kemana lagi emang??? Dugem, juga ga mungkin... Wong gw menjauhi yang satu ini kok... Nongkrong, juga bukan masa nya lagi... Kecuali, kalau nongkrong dan gw dapat menghasilkan sebuah deal... Itu lain soal...

Balik ke kos, Reni meminta gw keluarkan "amunisi" yang gw punya... Itu tuh minuman yang rada keras... Bukan es batu lho ya, tapi minuman yang ada alkoholnya... Karena dia seleranya "western" ga mungkin doang ciu, alias PTH yang gw keluarkan... Terpaksa deh, vodka harus menjalankan tugasnya malam ini... Doa gw masih sama, semoga tidak kebablasan...

Quote:"Jadi benar, tujuan lu ke sini buat mencari bahan Ren???" Tanya gw...

"Bener lah ndo... Gw ga akan naik tingkat kalau ga bikin project pribadi yang real..."

"Keren emang kampus di sana... Lulus, udah pasti bisa kerja sendiri, karena udah punya proyek..."

"Kan dulu gw udah bilang, ayolah kuliah di sana aja... Lu sih bandel..."

"Hehehehehheee... Semua ada jalan masing masing Ren, ga perlu dibahas lah..."

"Iyeee... Jalan lu sesuai dengan mimpi lu kan ndo??? Kawin muda... Hahaha..."

"Kalau kejadian, lha ini kan belum kejadian Ren... Banyak halangannya..."

"Kalau menurut gw sih, tinggal menunggu waktu aja ndo... Tenang..."

"Lu sendiri, kenapa ga bawa pacar lu ke sini??? Lumayan kan lu kenalin sama budaya Indonesia..."

"Ah... Baru pacar ndo, belum serius juga..."

"Gila lu!!! Jangan samain waktu SMA lah, yang cuma buat having fun... Kuliah kan waktunya nyari yang serius Ren..."

"Heleh, santai aja napa ndo... Kalau emang ada jodohnya juga bersatu... Hahaha..." Mukanya mulai memerah efek alkohol...

"Kayaknya lu ga yakin deh punya cowo dari bangsa sana... Hehehe..."

"Bisa jadi ndo, lebih menarik pria Indonesia dalam segala aspek..."

"Masak??? Bukannya mereka itu strong ya kalau gituan, hehehehe..."

"Sialan lu ndo, baru minum vodka aja udah pengen lu... Hihihihiii..."

"Nanya woii..." Sebenarnya ada mancingnya juga sih..."

"Perlu dibuktikan kalau gitu ndo... Udah lama gw ga bercinta sama produk asli Indonesia..." Mampus lu cuk!!!

"Lu mau buktikan sama siapa???" Mancing lagi, harusnya kan dialihkan...

"Ya sama lu lah... Kan lu yang ada di sini... Hihihihii..." Lagi, satu sloky vodka meluncur lewat mulutnya...

"Enak aja lu Ren..." Mencoba menutupi kegugupan yang tercipta...

"Hahahaha... Bener nih ga kangen menggeol bersama???" Tatapannya mulai menggoda...

"Jangan gila lu Ren, gw udah punya anak lho sekarang..."

"Terus masalahnya dimana??? Kan lu belum punya istri sah..." Tangannya... Tangannya...

"Kalau..." Sampai sini, omongan gw sudah ga didengar sama dia...

"Banyak omong lu ndo..."

Sekuat apapun pertahanan yang gw buat, ya pada akhirnya runtuh juga... Situasi, kondisi dan suasana yang begitu mendukung... Pada akhirnya sesuatu yang sering kita lakukan saat SMA, terulang lagi... Saat liukan indah itu dapat gw lihat, rasa dan nikmati... Hadeh malam-malam nambah rekening... Sayang, itu bukan rekening uang yang bisa membuat gw kaya... Tapi rekening dosa yang mungkin bisa menjadi jalan susahnya hidup gw di masa yang akan datang...

Seperti biasa, gw selalu bangun lebih cepat dari "partner in crime" gw... Reni terlihat masih mendengkur pelan dalam tidurnya... Entah mimpi indah, atau mimpi yang biasa-biasa saja... Yang pasti, gw ga bangunkan dia sekarang... Pemandangannya menggoda sih, karena ada 'kepolosan' di sana... Tapi sudah lah, yang semalam cukup... Gw harus siap menghadapi hari ini... Olahraga ringan, dan menyiapkan sarapan... Bukan buat sendiri memang, tapi beli...

Ga lupa, gw siapkan kopi dan teh panas buat Reni... Mungkin efek aroma kopi yang agak menyengat, membuat dia terbangun... Bisa gw lihat geliat dan suaranya... Hadeh, kalau masih hidup di masa lalu, mungkin momen seperti ini tanpa pikir beberapa kali sudah gw sikat...

Quote:"Jam berapa ndo???" Tanyanya...

"Enam lebih dikit... Mandi sana, katanya lu mau ngantor lagi..."

"Ah... Gila lu, masak ngantor jam 6???" Dia balik lagi, meringkuk di bawah selimut...

"Mau ngantor jam berapa??? 10??? Ini bukan Amerika boss... Hehehe..." Ujar gw, sambil mengaduk kopi...

"Nanti lah ndo, jam-jam 8... Masak pagi buta gini??? Kayak anak SMA aja... Sini lah..." Panggilnya dengan nada yang menggoda...

"Sini-sini, ga ada waktu woiii..."

"Ahahahaaa... Lu butuh jawaban pertanyaan yang tadi malam kan???" Gw aja udah lupa, semalam bahas apaan...

"Jawaban apa??? Udah, simpan aja buat lu Ren..." Jawab gw sekenanya...

"Hahahaha... Ga asik ah ndo..." Gw kira, dia akan diam... Taunya malah beranjak, lalu berjalan ke arah gw dengan 'polosan...'

"Dingin ndo..." Dan pelukan itu terasa erat di belakang sana...

"Ya udah sana balik lagi ke bawah selimut..."

"Ogah, maunya dipanasin sama lu... Hihi..."

"Hm..."

"Tau ga, pria Indonesia lebih menarik dari pria sana..."

"Heh... Bohong, 'size' nya aja beda..." Jawab gw ngawur...

"Dasar cowo, size mulu yang diurusin..." Kepala gw kena tampol...

"Lha bener kan???"

"Yang merasakan siapa woiii???"

"Hahahahaaa... Kerja... Jangan bercinta mulu Ren... Nanti ada waktunya..." Blunder...

"OK, berarti nanti malam tanpa gw minta, lu harus sadar ya..."

"Kayak suami lu aja, harus sadar memberi hak lu..."

"Iya dong, istri kedua nih ndo... Lu tahu kan kalau gw lagi cemburu???"

"Lu cemburu sama siapa??? Lina???"

"Iya lah... Dia bisa dapat anak dari lu..."

"Terus??? Lu minta anak juga dari gw???"

"No... Minta ini aja..."

Tahu lah bagian mana yang dia mainkan... Ya meskipun gw menanggapi semuanya dengan ogah-ogahah, tapi organ gw normal... Jadi ya gitu deh, terjadi perubahan volume, ukuran dan tingkat kekerasan... Joni emang sialan, ga mau membantu pemiliknya jadi manusia baik... Baru digoda gini aja, respon cepatnya kayak gitu... Gimana kalau Reni beraksi rada gila???

"Sarapan pagi" dengan menu lain berjalan mulus... Tenang, hanya sentuhan saja kok, tanpa permainan yang sebenarnya... Sayang nya, (atau untung nya) ada yang datang pagi ini... Iya, datang dengan mengetuk pintu kamar gw...

Quote:"Siapa ya pagi-pagi udah datang???" Tanya gw ke Reni...

"Tau ndo... Teman lu kali..." Jawab nya cuek...

Sesi tebak-tebakan itu berakhir saat si empu nya tangan yang mengetuk mengeluarkan suaranya... Mampus gw!!! Yang jelas itu suara cewe!!!




Ciaooo...
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andrijuwira15 dan 34 lainnya memberi reputasi
35 0
35
Catatan Yang Terbuka
26-11-2019 06:35
akhire joni tenan bertempur emoticon-Sundul Up
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
26-11-2019 07:36
Quote:Original Posted By londo.046

"Ehm... Itu suara anak lu ndo???" Tanya Cathrine...

"Iya... Kenapa???" Jawab gw ngasal...

"Lagi lucu-lucunya ya... Sabar ndo, semua ada jalannya kok... Kalau buntu, lu bikin aja jalan sendiri... Hahahahaaa..."

"Sembarangan kalau ngomong..."

"Lhah, bener kan??? Lu kan kontraktor ndo... Urusan bikin jalan, sepele lah buat lu..."

"Apa kata lu lah Ren... Lu mandi cepet-cepet mau kemana???" Tanya gw...



Suwun om apdet dipagi harinya. Lumayan teman untuk sarapan.

btw ada yg typo kayak nya om yg ane bold
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan madnesscrew memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
26-11-2019 08:19
Doa agar ga kebablasen ga terkabul wkwkwk....lha sik ndogo sambil lalu ra khusyuk ha...ha, kono takon konco rois mu jal piye carane ndongo sik bener....( Bener menurut dirinya sendiri tapi he...he).
profile-picture
profile-picture
dian bentet dan londo.046 memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
26-11-2019 09:40
oalaaahh jon jon. lobang US dingin gk jon? emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
dian bentet dan londo.046 memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
26-11-2019 10:10
godaan ya.. ngga ingat apa sebelumnya sempat dengar celotehan anak..emoticon-Cape d...
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
26-11-2019 11:13
Kapokkkk... Le teko sari.. emoticon-Ngakak (S) kacau dunia perlendiran.. emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
26-11-2019 20:28
Tebakan gw yg dateng pelayan warteg, nagih bon utang makan londo sebulan.

................... emoticon-Ngacir .........................










profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
26-11-2019 21:41
tetep nekra eka yo mbak e mas londo
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
26-11-2019 22:19
haahhhhh gillaaaa giillaaa gillaaaaa, apa jangan"eka nihhh om ndooo
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
27-11-2019 21:48
Biasa klo pagi sih mbak Fara
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
28-11-2019 00:08
Coba sing teko Reza mas.. Langsung gass tanpo rewel ikiii 🤣🤣🤣🤣
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
28-11-2019 06:02
om Londo....tanya downg...
Papa, Mama, mb Fara, Wira...pada baca trit2mu jg gk?
profile-picture
profile-picture
londo.046 dan si.ijoe memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
28-11-2019 20:07

Kejutan Apa Lagi???

Kabar bagusnya, gw ga kenal dengan suaraaa itu... Yah, minimal yang datang bukan orang yang gw kenal... Gw mengkode Reni masukk ke kamar mandi... Untungnya, dia cepat dan tanggap... Ketika gw buka pintu, beneran sih ada seorang cewe berdiri di depan sana...

Quote:"Iya! Ada yang bisa dibantu mba???" Tanya gw ramah...

"Ini bener kosnya mas londo ya???" Kok diaa tau nama asli gw??? Yah, dia sebut nama asli gw tadi...

"Iya betul, ada apa mba ya???" Tanya gw lagi...

"Gini mas, saya kan mahasiswa arsitektur... Ehm, misal saya belajar di tempat mas londo bisa ga???"

"Belajar di tempat saya??? Maksudnya mau belajar apa ya mba???"

"Em... Jadi, bukan magang khusus sih mas... Cuma, saya tertarik aja sama desain-desain rumah yang mas buat..."

"Gini aja mba, nanti saya tunggu di kantor ya??? Soalnya lagi ribet nih..."

"Oh, iya mas gapapa... Maaf udah mengganggu..."

"Sippp, gapapa kok..."

"Ya udah, saya permisi dulu ya mas..."

"Iya mba..."

Puluhan pertanyaan berjejal di kepala gw... Dia itu siapa??? Maksudnya apa??? Dia bisa tahu kos gw dari mana??? Pokoknya, kepala ini isinya pertanyaan semua... Untungnya gw lagi ribet... Jadi, gw ga mau menambah keribetan pagi ini... Segera gw minta untuk ke kantor saja... Kalau kos gw saja tahu, jelas bukan hal sulit untuk menemukan di mana kantor gw... Tebakan gw sih, anak ini adalah teman dari teman dekat gw... Entah siapa, gw ga mau memikirkan itu sekarang...

Fokus gw balik ke Reni... Gimana keadaan di sini, bisa terkendali... Nampaknya dia mandi sekalian... Bersyukur bukan Eka atau malah mba Fara yang datang... Kesempatan mandi nya Reni gw pakai untuk membereskan sisa-sisa dan bekas medan perang malam tadi... Selain membuat bersih kamar, juga mencegah terjadinya hal-hal yang diingkan... Kalau udah rapi kan ga mungkin dikotori lagi, jadi sayang gitu... Hehehe... Pikiran gw sih, tapi ga tahu deh... Reni itu kan ajaib...

Quote:"Siapa tadi ndo???" Tanya Reni, kali ini dia berpakaian lengkap dari kamar mandi... Syukurlah...

"Tau tuh... Ga kenal gw..." Emang gw ga kenal kan??? Wong tadi ga sempat kenalan...

"Ga kenal??? Sial!!! Ganggu orang aja..." Sungutnya...

"Lha terus kalau ga kenal ngapain ke kosan lu??? Sales??? Jam segini udah kerja???" Bertanya-tanya dia...

"Bukan... Mahasiswi arsitektur ngakunya... Dia mau belajar di tempat gw... Lhah, gw kan bingung dari mana dia tahu kosan gw??? Jarang lho yang tahu..."

"Temannya teman lu kali... Lu ga nanya lebih detail gitu???"

"Detail pala lu... Yang penting dia pergi dulu lah... Kalau dia mata-mata, dan tahu ada lu di kamar gw??? Selesai gw..."

"Hahahahahaaa... Hidup lu kayak intel jaman perang ndo, penuh misteri dan tantangan..."

"Bodo amat... Udah mandi kan lu??? Siap buat ngantor lagi dong..."

"Iya... Tadinya pengen nambah, tapi keburu nge-drop gara-gara cewe sialan tadi..."

"Nambah, nambah... Kerja woiii..."

"Heleh..."

"Eh, terus-terus nasib cewe tadi gimana ndo???" Reni masih semangat nanya soal cewe misterius tadi...

"Gw suruh datang ke kantor..."

"Dia tau kantor lu???"

"Kalau kosan gw aja dia tau, kantor gw harus nya lebih tau lah..."

"Hm... Bagus!!! Jadi nanti gw bisa ketemu dia di sana..."

"Mau lu apain???"

"Kerjain lah... Gangguin orang pagi-pagi, lu tau ga enak kali pakai tangan sendiri, hahahahaaa..." Tanpa basa-basi mblo!!!

"Setan lu Ren... Ngoahahahaaa..."

"Apa lu ketawa, mau gw paksa???"

"Angkat tangan deh... Heheheheee..."

Tadi bilangnya drop, sekarang pakai tangan, jadi simpulannya gimana??? Karena drop ga terjadi sesuatu yang diinginkan, terus dinaik kan lagi pakai tangan gitu??? Ah sudahlah, ini anak gilanya emang ga nanggung... Salutnya, dia berani jujur meski ada bikin ngakak dan kasihan juga sih... Kasihan??? Jangan deh ya, mending gw alihkan ke hal lain untuk urus kerjaan hari ini... Agenda padat menanti, tapi gw juga penasaran dengan siapa cewe yang tadi pagi datang ke kosan...

Hari ini gw ada kuliah, agak siangan... Ga ada alasan untuk bolos, dan gw juga sudah punya tekad untuk masuk... Tapi sebelum itu, gw harus tahu dulu siapa cewe itu... Jadi gw kan yang penasaran... Orangnya ga terlalu cakep sih, cuma kenapa dia bisa tahu kosan gw itu lho yang jadi soal... Semoga dia bukan orang nya Cath yang ditugaskan untuk memantau gw... Kalau orangnya Cath, bahaya... Jangan-jangan dia lihat hal aneh dari kamar gw... HB yang berserak misalnya...

Pagi ini gw datang lebih cepat dari Eka... Dia baru datang saat komputer gw sudah ada di posisi menyala... Itu artinya, gw (dan Reni) udah bersih-bersih dan beres-beres... Gw di ruangan gw, melihat beberapa item yang perlu dikoreksi... Eka dan Reni di luar, entah mereka membahas apaan... Ketika gw lagi berasik-masyuk dengan si kompie, Eka masuk setelah mengetuk pintu ruangan gw...

Quote:"Kenapa Ka???" Tanya gw...

"Noh ada yang nyariin lu ndo, mba-mba... Hayooo, lu habis buang oli sembarangan ya??? Hahahahaaa..." Gw digoda...

"Enak aja lu..." Gw keluar dan benar, itu mba-mba yang tadi!!!

Gw kira Reni akan beneran nge-troll si mba habis-habisan... Bisa bahaya dong, bisa saja ketahuan kalau Reni nginep di kosan gw... Untungnya Reni tipe pemikir panjang... Jadi, dia biasa aja... Tidak mencolok gitu lah inti nya...

Quote:"Oh... Mba nya yang tadi pagi datang ke kosan ya???" Tanya gw...

"Hehehe... Iya mas, maaf ya mas kalau tadi ganggu..." Reni senyum, Eka kaget...

"Bentar, kamu tahu kos ku dari mana e mba???" Tanya gw...

"Dari mba Sita mas..."

"Astaganaga Sh*t..."

"Bhuahahahahaaa... Kamu teman nya Sita mba???" Reni ikutan nimbrung..."

"Em, bukan sih mba... Aku teman kos aja... Aku masih maba mba itungannya, di bawah dia lah hehehe..." Eka makin bingung...

"Bilang ke Sita, dicari Reni gitu... Atau gini aja, nanti Reni mau main ke kosan mu... Heheheheee..."

"Eh, iya mba..."

"So, apa tujuan kamu dek??? Belajar??? Mau belajar apa??? Wong aku bukan anak arsi lho..." Tanya gw...

"Gini mas, aku kan dapat tugas suruh buat gambar sebuah bangunan yang sedang dalam proses... Nah, aku tertarik tuh sama proyek mu yang di atas..."

"Waktu aku gambar, aku ditegur sama yang mengerjakan... Katanya suruh izin tertulis dulu sama yang punya..."

"OK, terus???" Gw sela, lalu gw tanya...

"Ya aku dikasih tau kan sama pelaksananya siapa nama yang punya, PT nya, dan alamat kantornya..."

"Pas aku mau jalan, mba Sita nanya-nanya... Eh ternyata dia kenal sama mas nya, suruh nemui kamu di kos aja... Ya gitu deh, aku dikasih tau kos mu di mana mas..." Penjelasan yang panjang x lebar x tinggi... Alias jelas banget...

"Oalah gitu thaaa... Jadi, intinya kamu mau minta izin buat gambar gitu kan???" Tanya gw ke pokok masalah...

"Iya mas... Hehehe..."

"Ka, buatin deh buat dia..." Ujar gw ke Eka...

"Siap boss..."

Ternyata dalang semua ini adalah Sita... Oh, sialan... Tapi gapapa lah, gw jadi lega, karena yang datang bukan intel yang ditugasin Cath untuk memata-matai gw... Eka jadi tahu lebih jelas siapa Sita... Dulu, pernah gw ajak ketemu kayaknya, tapi seklias lalu... Hari ini, Reni meminta nomornya Sita... Udah tahu kan gimana gaya bicara antar bitc* di IPA-6 dulu??? Eka dan mba-mba nya saja bengong dan ternganga... Lha nanya nya aja "lagi mangkal di mana bitc*???"

Gw ga tahu kesepakatan yang Reni dan Sitaa bikin... Sebab, begitu urusan ijin mba-mba nya kelar, gw kembali ke ruangan gw... Hari ini, gw mencoba mencari kejelasan tentang tanah yang akan gw beli... Lebih tepatnya sih kapan si pemilik bisa ketemu dan negosiasi langsung sama gw... Sialnya, si pemilik ada di posisi tidak terlalu butuh uang... Makanya dia sangat santai... Menghadapi yang kayak gini, ga ada cara lain selain sabar... Kalau gw ga sabar, bisa dipastikan dia akan jengkel... Kalau sudah jengkel, ujungnya bisa saja dia lepas ke orang lain...

Kampus siang ini... Gw tinggalkan Reni, Sita dan Eka di kantor... Lhah, kenapa ada Sita??? Ya karena dia datang tadi... Gw ga ada waktu buat ngobrol sama dia, karena diburu waktu untuk masuk kelas... Di kelas, seperti biasa gw ambil jalan aman... Ikuti, tanya kalau ga tahu, selesai... Kalau gw jaman dulu, senang nya ya berdebat sampai mulut kering... Hari ini, malas... Ada banyak hal penting yang bisa gw kerjakan dari pada sekedar debat...

Gw balik kantor setelah kuliah usai... Sepi, hanya ada Eka sendiri... Nampaknya Reni dan Sita jalan, entah kemana... Eka nampak sibuk di depan monitornya... Nampaknya dia sedang mengerjakan beberapa report...

Quote:"Udah balik ndo???" Tanya dia...

"Udah Kaaa... Itu dua orang gila kemana???" Tanya gw kemudian...

"Jalan-jalan lihat Semarang... Teman asik kek gitu dibilang gila..."

"Emang gila... Kenapa lu ga ikut jalan-jalan Ka???"

"Kerja woiii... Report yang harus gw selesai banyak ndo... Kalau ga selesai, gimana lu mau ngambil disposisi???"

"Heheheheee... Iya ya... Masih bingung ini, gw nunggu kejelasan soal tanah yang ada di Tembalang..."

"Belum jelasnya di mana ndo???" Tanya Eka antusias...

"Yang punya mundur mulu buat transaksi... Ini orang sebenarnya niat atau ga..."

"Hm... Ga ada cara gitu ndo, biar kita tahu dia niat jual atau ga..."

"Ini yang sedang gw pikirkan Kaaa... Semoga dalam waktu dekat ada kejelasan... Kalau dua minggu ini belum ada kejelasan, ya gw akan mencari lahan yang lain..."

"Menunggu yang ga pasti itu menyebalkan ya ndo... Heheheheee..."

"Nyindir lu Ka??? Hehehehheee..."

"Aish, bukan soal mama nya anak mu kali ndo..."

"Iya, tapi kasusnya sama kan???"

"Sabar ndo... Kalau nunggu yang itu, kan ga ada batasnya..."

"Iya Kaaa... Semoga aja deh..."

Kalau udah bahas Lina, berat deh rasanya... Tapi mau gimana lagi, memang kenyataan nya seperti ini... Mau dihindari percuma sih, paling baik ya dihadapi meski berat... Yang bisa gw lakukan adalah menyibukkan diri ini dengan pekerjaan... Pokoknya, nyari-nyari aja lah... Kalau ga ada kerjaan, ya diadakan saja... Bukan gitu sih, maksud gw tetap kerja dan tetap mencari peluang... Gw pun mulai memikirkan opsi membeli tanah di lokasi lain... Intinya, gw ga mau bergantung pada satu opsi atau pilihan... Harus ada opsi lain yang bisa menjadi jalan keluar, seandainya opsi pertama gagal... Ini seperti yang biasa gw lakukan, jadi step by stepnya gw paham...

Senja tiba... Setelah menerima beberapa report dari Eka, gw putuskan untuk balik... Gw juga meminta Eka untuk pulang, sudah petang dan ga ada yang perlu diselesaikan sekarang... Gw lupa kalau Reni di sini, atau lebih tepatnya barang-barangnya ada di kamar kosan... Gw baru sadar saat masuk ke kosan... Sial, malam ini dia tidur sini, atau ke kosan Sita??? Semoga opsi kedua saja deh yang dia pilih... Meskipun ga yakin, opsi itu akan dia ambil...

Ketidak yakinan yang akhirnya jadi sebuah kenyataan... Baru saja bersiap mandi, tanpa basa-basi dia masuk... Gw lupa kunci pintu tadi... Seperti biasa, dia selalu memasang muka sumringah penuh tawa... Jarang gw lihat Reni itu bermuka masam... Entahlah, mungkin hidup dia memang selalu bahagia, atau paling tidak dia tahu caranya untuk jadi bahagia...

Quote:"Sialan lu ndo, balik ga ngomong-ngomong... Gw samperin kantor lu tadi..."

"Heheheheee... Sorry Ren, gw juga lupa jika lu ada di Semarang... Ingat waktu balik kosan, ada tas lu..."

"Heleh... Mikirin apa sih ndo??? Muka lu sampai kusut gitu... Ga usah bohong sama gw...!!!"

"Mikirin lahan baru, sampai sekarang belum kepegang nih... Padahal proyek yang satu, sudah hampir selesai..."

"Harus di Semarang ndo???"

"Kalau bisa sih..."

"Gw nanya abang gw ya??? Kali aja dia punya link..."

"Jangan, nanti merepotkan dia malah..."

"Diem lu ndo!!! Merepotkan pala lu..."

Tanpa basa-basi, dia beneran nelpon Abang nya oi... Gw kenal sama dia, tapi rada jarang komunikasi saja... Ga enak kan kalau lama ga berkomunikasi, tiba-tiba komunikasi tapi cuma minta bantuan... Kesannya kok kayak memanfaatkan gitu...

Quote:"Sabar ndo, lu denger kan tadi??? Lagi diusahakan nyari..." Ujar Reni setelah menutup telpon...

"Iya, denger gw... Lu balik rumah kapan???" Kayak ngusir ya???"

"Ahahahahaaa... Nambah semalam atau dua malam ya ndo???"

"Hm... Boleh!!! Tapi jangan macam-macam lu... Gw udah cukup puyeng dengan urusan gw... Kalau lu bunting, pecah kepala gw..."

"Heleh, tenang aja ndo... Laki punya dua istri itu biasa..."

"Biasa pala lu Ren... Well, kemana aja lu sama Sita???" Tanya gw...

"Jalan-jalan dong... Eh, gw ketemu Amanda ndo... Bukan ketemu sih, lebih tepatnya gw melihat Amanda..."

"Oh... Dia ga lihat lu gitu??? Kalau lihat lu, terus mau cakar-cakaran??? Ngoahaha..."

"Hasyem ya ndo... Bukannya dia kuliahnya jauh ya ndo??? Setelah gagal di Jogja dulu..."

"Pindah ke situ... Sita kayaknya paham deh..."

"Lhah, lu juga paham... Ahahahaaa..."

"Diceritain sama Manda... Dia kan pernah ke kantor..."

"Ecieee... Cinta Lama Belum Kelar mas???" Ledek Reni...

"Cemburu??? Terus, kalau udah cemburu gitu, lu mau pamer geolan???"

"Kayak berani aja lu ndo... Barusan aja bilang jangan macam-macam... Ahahahaa..."

"Sh*t... Udah ah, gw mau mandi..." Kadang gw lupa, kalau gw bukan anak SMA lagi...

"Ikut ndo, hahahahaaa..."

"Ogah..."

"Ntar malam temani gw jalan-jalan ya ndo???" Teriak Reni, karena gw udah masuk kamar mandi...

"Jalan-jalan mulu, seharian masih kurang ya???"

"Ada yang mau gw temuin ndo, ikut aja lu..."

"Yooo..."

Baru gw sadar kalau Reni ga punya banyak teman di sini... Lalu siapa yang mau ditemui nya??? Jangan-jangan Angel, apa ini masuk konspirasi yang mereka buat??? Atau ada party lanjutan setelah semalam??? Only time will tell...




Ciaooo...
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
icaqkrek dan 28 lainnya memberi reputasi
29 0
29
Catatan Yang Terbuka
28-11-2019 20:16
Quote:Original Posted By rheeashe
Pait mas.. kui crito paling pait.. ra tau tak crita2 no uwong mergo aku kethok goblok...emoticon-Ngakak (S)
Iyo sii mas.. tur kalian ngeri mainne.. le moco nganti koyo numpak roller coster

Aku emosi dewe mba dengar cerita itu... Tak kira cuma ada di dongeng fiksi... Ternyataa... emoticon-Frown Tapi gapapa lah mba, yang penting kan sekarang sudah bahagia... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ardhiansyah.yk
wah reni back again.
best char ini mah, favorit pokoke om ndo

Gasss... :F
Quote:Original Posted By kimmot
Eh iya ya.. CEO sama ownernya kan beda... walaupun 1 rumah..emoticon-Big Grin

Uhhhh..Sookkk cool...

Beda om, ownernya galak... emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By Jibran.jw
Waduh berat, Godaan kog Yo ngunu ya Om. Nanti malam apakah akan terulang lagi. ? Apakah ada pemain tambahan, atau ada kejutan di babak extra-time. Misal kena grebek warga. 😂😁😀

Sudah dibahas... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By jhonydaksa
Selamat hari guru mas ndo...!, Bagaimanapun jg sampeyan Guru kami Bab Poligamiemoticon-Big Grin . Jangan segan share ilmu, buat naklukin 2 bini hingga bs adem & harmonis ya...??

Wkwkwkwkkk... Guru edan kui om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rizkyl.e
Gasabar baca part geolan Reni..

Udah om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By wap.adv
akhire joni tenan bertempur emoticon-Sundul Up

Nasib om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By shegate7
Doa agar ga kebablasen ga terkabul wkwkwk....lha sik ndogo sambil lalu ra khusyuk ha...ha, kono takon konco rois mu jal piye carane ndongo sik bener....( Bener menurut dirinya sendiri tapi he...he).

Nah kui mas Git, PR ku supados saget Istiqomah kados Jenengan menika dos pundi caranipun??? emoticon-Nyepi
Quote:Original Posted By nichi07
oalaaahh jon jon. lobang US dingin gk jon? emoticon-Ngakak

Panasss... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
godaan ya.. ngga ingat apa sebelumnya sempat dengar celotehan anak..emoticon-Cape d...

Lupa mba, ketutup sama geolan yang warbiasa... Namanya juga masih labil mba... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rheeashe
Kapokkkk... Le teko sari.. emoticon-Ngakak (S) kacau dunia perlendiran.. emoticon-Ngakak (S)

Aman mba, anak kemarin sore yang datang... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By cos44rm
Tebakan gw yg dateng pelayan warteg, nagih bon utang makan londo sebulan.

................... emoticon-Ngacir .........................

G pernah utang sampai sebulan om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ayahesatria
tetep nekra eka yo mbak e mas londo

Salah... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By cemewll
haahhhhh gillaaaa giillaaa gillaaaaa, apa jangan"eka nihhh om ndooo

Salah mba... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By bryan10herera
Biasa klo pagi sih mbak Fara

Sibuk jadi dokter... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By polikarbon
Coba sing teko Reza mas.. Langsung gass tanpo rewel ikiii 🤣🤣🤣🤣

Threes**??? emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
17062018 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Catatan Yang Terbuka
28-11-2019 20:48
Quote:Original Posted By londo.046
Aku emosi dewe mba dengar cerita itu... Tak kira cuma ada di dongeng fiksi... Ternyataa... emoticon-Frown Tapi gapapa lah mba, yang penting kan sekarang sudah bahagia... emoticon-Big Grin


Alhamdullilah aku due patner yang asik.. anakku lanang.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Aku kadang yoo berharap kui fiksi mas.. men aku iso ketemu.. tapi.. Gusti maha asik kog..
Wewww arep dijak reunian.. reni, kw kr angel kan rung tau meet up bertiga mas.. emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
28-11-2019 20:50
eka salah,mbak e salah,kok bejo timen lakon wikwikmu mas ratau ketangkap basah emoticon-Big Grin
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
28-11-2019 21:06
Tak eling eling wae. Soko tred awal teko Saiki. KETOKe Durung Ono adegan kena grebek warga. Serius Iki Jan nasib sampeyan oke punya mas.
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
28-11-2019 21:32
enak banget lu Mas.. saat anak dan mamanya "pergi" ada hiburan dari teman-teman cewek..emoticon-Hammer2
profile-picture
londo.046 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
Lapor Hansip
28-11-2019 22:14
Balasan post londo.046
Waduuuw..ternyata bukan Reza mas..wkwkwkwkwk
Sorry mas ndo, yang part gadai si ijo itu udah dibahas belum yaa di sini? Atau masih jauhh ceritanyaa?
profile-picture
profile-picture
dian bentet dan londo.046 memberi reputasi
2 0
2
Halaman 361 dari 410
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
ular-berkepala-tikus
Stories from the Heart
tigapart-2
Stories from the Heart
before-morning-comes
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
tentang-perjalanan
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia