Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
213
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc03b696df2311b5c7c10ee/ratni-kembali
Namaku Ratni, hari ini merupakan hari kelulusanku dari sebuah SMK jurusan tata kecantikan di suatu kota di Jawa Tengah. Pesta perpisahan penuh haru di sekolah telah berlalu, kini saatnya aku dan yang lain kembali kerumah melanjutkan jalan cerita hidup kami masing-masing.
Lapor Hansip
04-11-2019 21:53

Ratni Ke(m)Bali

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Gans..
Kalo elu baca anggap aja ini buku harian yang ga sengaja lu temuin di pinggir jalan atau di mana aja yang jelas elu ga tau siapa yang punya. Gue merasa perlu nulis cerita ini karena gue berharap satu orang di dalam cerita ini akan membacanya suatu saat nanti. So, mudah-mudahan thread ini ga didelete oleh yang berwenang dan suka ga sukanya kalian terhadap thread ini gue ga peduli karena gue tau sudah pasti ada satu orang yang sangat menyukai thread ini, yaitu gue.

Happy Reading

💖-------------------------💖


Ratni Ke(m)Bali


Quote:
Juli, 2008

Namaku Ratni, hari ini merupakan hari kelulusanku dari sebuah SMK jurusan tata kecantikan di suatu kota di Jawa Tengah. Pesta perpisahan penuh haru di sekolah telah berlalu, kini saatnya aku dan yang lain kembali kerumah melanjutkan jalan cerita hidup kami masing-masing.

"Nduk apa ndak sebaiknya kamu tinggal di rumah saja, lagian pernikahanmu sama erwin sudah ditetapkan tahun depan to"

Beberapa hari setelah kelulusan ibu bicara kepadaku, mungkin bermaksud mencegah keberangkatanku senin depan. Oiya, dulu saat masih sekolah aku prakerin di sebuah salon kecantikan yang memiliki cabang hampir di setiap kota besar di Indonesia. Kebetulan pusatnya memang berada di kotaku dan kebetulan juga setelah lulus mereka langsung menerimaku bekerja di sana sebagai beautician tanpa perlu di training lagi.

"Ndak bisa buk, aku udah terlanjur tandatangan kontrak e. Nanti kalo tak batalkan kena denda buk, jutaan"

"Lagian aku di tempatkan di Denpasar cuman 1 tahun. September tahun depan aku sudah pulang kok buk, nikahku kan Desember jadi ya masih bisa lah aku kerja dulu buat bantu-bantu bapak sama ibu juga."

Mendengar jawabanku itu ibu hanya bisa mengiyakan dan mendoakan yang terbaik untukku. Beberapa hari yang lalu, tepatnya sehari setelah kelulusan aku dan Erwin pacarku bertunangan. Hari pernikahan kami sudah di tetapkan. Ada yang aneh pada diriku, entah kenapa aku tidak senang dengan rencana pernikahan ini. Erwin pacar yang baik tapi entahlah, ketika tau akan menikah aku tidak bisa menggambarkan rasa tidak suka ini. Ingin menghilang rasanya dan aku merasa beruntung mendapat pekerjaan yang mengharuskan aku jauh darinya.

"Nduk, jaga dirimu baik-baik di sana. Jangan nakal, jangan lupa ibadah, jangan lupain mas ya, hehe"

Senin pagi hanya Erwin yang mengantarku ke Adisucipto, tampak berat dirinya melepasku pergi ke kota yang belum pernah kami datangi. Raut sedih nampak jelas di wajahnya, tapi aku tidak sama sekali merasakan hal yang sama dengannya. Aku sudah tak sabar, aku senang, aku bebas! Begitu pikirku, namun jelas tak ku tunjukan padanya.

"Iya mas, kamu juga ya. Yaudah aku tak masuk kedalem mas, mau check in. Kamu pulang aja, hati-hati ya".

Kucium tangannya lalu segera melangkah menuju tempat check in tanpa menoleh lagi ke arah Erwin. Singkat kata aku sudah di kursi pesawatku, Loin Air. Tepat pukul 7.30 pesawat lepas landas mulai meninggalkan kotaku menuju kota baru dengan cerita baru yang menanti di sana.

Denpasar, entah kenapa kota ini membuatku bersemangat...

Diubah oleh megaut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ard.tic dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 4 dari 10
Ratni Ke(m)Bali
17-11-2019 00:02
Bagian 8

Quote:Pagi ini gue mulai hari dengan membalas sms wicak yang dari semalam belum gue baca karena ketiduran,

"Met pg cak, sorry semlm gue ktdrn. Elu lg pa?"

"Gpp rat, ni gue br ja smp tmpt krj. Lu sndri lg pa rat?"

"Gue br bangun,hehe.. semangat ya cak kerjanya."


Tidak ada lagi balasan darinya, gue lihat di hp sudah jam 7 lewat dikit rupanya. Gue rasa wicak sudah mulai bekerja karena dia pernah bilang kalau jam kerjanya di hotel mulai jam 7 pagi s/d jam 3 sore setelah itu lanjut kuliah malam. Sedangkan gue hari ini seperti biasa kalau setelah libur kerja shift siang mulai jam 12 nanti.

Penghuni mess ini tinggal gue, Erna, Linda dan Candra tapi beberapa hari lagi kemungkinan mereka sudah pindah ke kos masing-masing. Saat ini mereka semua nampak sedang berada di ruang tamu dengan kesibukannya masing-masing. Linda dengan catok rambutnya, Erna dengan cemilannya dan Candra dengan hpnya. Gue ikut gabung di ruang tamu bersama mereka.

"Lin nanti pinjem catokmu ya, jangan disembunyiin. Haha"

"Iya rat, yang penting habis lu pake taruh lagi yang bener".

"Ciyee semalem keluyuran kemana lu rat sama wicak?"
candra bertanya ke gue.

"Iya sama dia, rencananya mau cari kosan tapi katanya nanti biar dia yang carikan sendiri soalnya kemaren sudah keburu malem."

"Oh.."

"Eh elu ya can bisa-bisanya ngerjain gue, lu bilang bli komang tapi ternyata..hadeeh..!"

"Haha, enak aja lu mau sama bli komang.. eh tapi lu suka kan kalo wicak yang kesini...ciye..."

"Ish apaan sih lu can, hehe.."

"Oalah jadi elu sama wicak to rat? Baik kok orangnya, polos, rajin juga."
Erna ikut menimpali.

"Iya Wicak baik memang tapi inget lu rat, lu udah ada tunangan!"

Deg, hati gue serasa mencelos mendengar apa yang Linda katakan. Suasana tiba-tiba menjadi beku bagi gue, beruntung Candra mangalihkan obrolan yang mampu mencairkan suasana. Obrolan seputar pasien bule yang masih menjadi momok menegangkan bagi kami yang kurang paham bahasa inggris ini. Terasa lucu saat diceritakan tapi sebenarnya sangat menegangkan saat dapat jatah menghandle pasien bule itu.

Jam 9 mereka semua sudah berangkat kerja dan gue menyusul jam 11 dengan rambut lurus sebahu yang baru saja selesai gue catok sendiri, haha. Ketika gue baru sampai di depan gang mess ada sebuah sms masuk dari Wicak. Dan sepertinya gue tersenyum menerima sms darinya itu.

"iya semangat, makasi ya. sorry br bls tdi gue keburu mulai kerja, ini sekarang lagi istrht mkn. Masuk jam 12 kan skrg? Btw lu udh mkn? Klo blm, mkn dl ya sblm krj biar kuat.hehe"

"Iya krj jam 12, ini gue lagi di jln. Makasi ya udah ngingetin, sekarang gue beli makan kok. Elu jangan rokokan mulu!"

"Haha iya demi elu rat, haha.."

"Wuu gembel! Nanti elu kuliah cak?"

"Iya, kenapa rat? Elu kangen ya? Haha"


Gue bingung alhasil smsnya yang terakhir ini ga gue balas. Setelah makan di warung nasi depan mall gue bergegas menuju salon. Entah kenapa gue manut saja dengan smsnya tadi, tapi gue seneng kok dan sama sekali ga merasa terpaksa. Hari ini seperti hari-hari kemarin gue kerja banyak pasien yang perawatan membuat waktu tak terasa. Setiap ada kesempatan gue cek hp siapa tau ada sms yang penting. Dari beberapa sms yang masuk sayang sekali tidak ada smsnya wicak padahal kalo boleh jujur dialah alasan gue bolak balik ke loker setiap ada kesempatan.

Jam 8 malam waktunya salon ini tutup dan juga berarti waktunya gue pulang, hore! Anak yang dari mess cuma gue sendiri, temen kerja gue shift sore hari ini semua asli sini. Sebenarnya ada yang menawarkan pulang bareng naik motor tapi gue tolak secara halus soalnya gue mau mampir dulu beli-beli di alpamaret. Saat baru sampai di air mancur yang ada di tengah mall hp gue bunyi ada yang nelpon.

"hallo?"

"Nengok ke kanan rat!"


Gue nengok dan ternyata ada wicak di sana. Dia melambaikan tangan sebentar lalu kemudian berjalan ke arah gue.

"Ish wicak ngapain pake nomer pribadi?"

"Haha, sendirian kan lu? Yuk?"

"Hah mau kemana cak?"

"Gue mau anterin elu ke mess, tapi kalo elu belum maem kita cari makan dulu."

"Manut cak tapi gue ga bawa helm."

"Gampang, sekali-sekali ga helman ga apa kok. Yuk!"


Sebentar dia menggegam jemari ini lalu melepasnya lagi, mengajak gue mengikuti langkahnya ke tempat dimana motornya terparkir. Sedikit gugup awalnya tapi akhirnya gue beranikan diri memeluknya dari belakang saat di atas motor.

"Pinjem pundak lu ya cak."

Itulah alasan gue, hehe. Malam ini wicak mengajak gue makan soto ceker di Pasar Kuta. Dia selalu mengajak gue makan di waktu yang tepat saat gue laper sehingga apapun makanannya pasti enak dan habis buat gue.

"Gue yang bayar maemnya ya cak?"

"Udah ga usah rat, santai lah. Nanti-nanti aja giliran suatu saat kalo gue maen ke kota tempat tinggal elu."

"Hm emang lu mau ke sana cak?"

"Ya kalau ada yang gue cari pasti gue ke sana rat."

"Oh..ya lu kan bisa cari Linda, candra, gue hehe.. maen-maen ya kesana nanti."

"Haha iya pasti rat."


Malam ini gue bimbang, gue makin suka sama wicak tapi gue inget lagi kata Linda tadi pagi...
profile-picture
profile-picture
ariid dan anakjahanam721 memberi reputasi
2 0
2
Ratni Ke(m)Bali
17-11-2019 10:00
Thread HT emoticon-Leh Uga


Tumben, biasanya thread elu singkatemoticon-Belo
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
17-11-2019 11:56
Quote:Original Posted By anakjahanam721
Thread HT emoticon-Leh Uga


Tumben, biasanya thread elu singkatemoticon-Belo


Gue liat elu udah komen di page 1 nam.. sama pula beginian.
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
18-11-2019 16:01
Bagian 9

Quote:Benarkah ada cinta yang datang di saat yang tidak tepat? Apa gue sedang mengalami itu sekarang? Seandainya oh seandainya, kalau saja kalau saja, begitu terus pikiran gue belakangan ini. Wicak gue suka dia entah ini namanya cinta atau apa, intinya seneng aja kalau udah inget dia apalagi bisa bareng dia. Perasaan dia ke gue gimana ya? Sepertinya sih sama, ya semoga sama. Haha, pasrah lho gue saat ini yang terjadi ya terjadilah. Paling enggak selama di sini gue pengen menikmati kebebasan gue sebelum nanti harus pulang dan menikah. Hikz, sebal!!

Tiap malam kini wicak selalu jemput gue kerja, kadang gue yang minta kadang inisiatifnya sendiri. Acara kami ya gitu-gitu aja, cari makan trus pulang. Tapi sekarang tiap boncengan gue udah biasa peluk dan sandarin kepala di pundaknya walau sering dia ngeluh setelah nganterin gue lehernya pegel tapi tetep aja di ga pernah ngelarang, haha. Anak mess sudah pindah ke kos masing-masing dan besok gue juga bakalan pindah karena Wicak udah dapet kosan buat gue di seberang mall.

"Rat, mau pindahan sekarang atau besok pagi aja?"

Tanya wicak ketika kami sedang makan penyetan di dekat mess. Sebelumnya gue uda lihat kosannya dan gue oke. Kosan ini terletak tidak jauh dari mess, tepatnya berada di sebelah barat Sekolah Internasional yang ada di dekat mall. Kosan ini berbentuk U dengan taman di tengahnya, kamar kosnya cukuplah buat 3 orang dengan dapur dan toilet di dalamnya. Harganya lumayan, haha tapi untungnya gue dapet fasilitas uang kos dari kantor sebagai ganti tidak disediakan mess lagi.

"Terserah gimana enaknya cak, kalau sekarang juga boleh kok."

"Enaknya sekarang aja rat, itu kosan kan udah di bayar perhari ini. Trus nanti elu habis pindahan bisa tepar dengan nyenyak dah di sana gausah mikir besok-besok lagi."

"Iya cak tapi bantuin ya, hehe.. barang gue ga banyak cuman kasur palembang, travel bag, kipas angin sama apa ya nanti deh gue cek lagi."

"Iya, gue pikir lu cuma bawa diri lu aja rat, haha..bisa 2 3 kali bolak balik tuh naik motor, tapi ga apalah. Yok!"


Malam ini gue dibantu wicak pindahan ke kosan gue yang baru dan yang pertama dalam hidup gue. Butuh 3kali angkut untuk memindahkan semua barang ke kosan yang sebelumnya ternyata sudah dibersihin sama wicak. Gue pamit sama penghuni mess yang tersisa dan sekarang gue sudah resmi tinggal di kosan. Malam itu kebetulan ada ibu kos di sana, minta fotokopi KTP untuk dibuatkan KIPEM.

"Nak wicak jadi nanti kamarnya buat kalian berdua ya? Ibu minta fotokopi ktpnya temennya ya."

"Haha enggak bu, nanti temen saya saja kok yang disini. Ratni namanya bu asli kota J."

"Haha iya juga enggak apa asal ikuti tata tertib saja, yasudah ibu tinggal dulu ya."


Gue dan wicak cuma nyengir mendengar ucapan ibu kos. Setelah berkenalan dengan gue dan mengambil fc ktp, ibu kos pergi meninggalkan kami di dalam kamar.

"Kamar lu udah rapi rat, siap huni. Yaudah gue pulang dulu ya, besok pagi gue mesti kerja."

Pengen sebenarnya nawarin wicak nginep, kasian wajahnya kelihatan lelah tapi lain dipikiran lain pula yang gue ucapkan.

"Iya cak, makasi banyak lho ya. Hati-hati pulangnya, sampe rumah jangan lupa kabari gue."

"Iya, beres!"


Wicak tersenyum lalu berlalu pulang ninggalin gue, sayangnya sampai sekarang gue belum tau jarak rumahnya dengan kosan gue. Setiap kali gue suruh ngabarin kalo dia sudah sampe rumah gue pasti tungguin dan gue juga pasti ketiduran nungguin smsnya. Selalu saja keesokan harinya gue baru baca sms kabar dari wicak kalo dia sudah sampe rumah...

9++

profile-picture
profile-picture
ariid dan jiyanq memberi reputasi
2 0
2
Ratni Ke(m)Bali
18-11-2019 22:27
Bagian 9+

Quote:Malam ini di tempat baru dan sendirian pula membuat gue susah terlelap. Saat ini jam 11 pas, tepat setengah jam yang lalu wicak pulang kerumahnya. Ada sms masuk gue kira dia tapi ternyata Erwin, gue ladeni smsnya lumayan teman sepi pikir gue. Isi smsnya ya sama saja seperti cowok lain yang sedang smsan sama pacarnya. Sampai akhirnya jam 11.30 gue ngaku udah mau tidur sama Erwin biar ga diganggu lagi karena ada sms masuk dari wicak.

"Met pagi rat, lg apa lu?"

"Mkst lu? Ini lho masih malam, elu ud nympe rmh cak?"

"Haha tumben biasanya besok pagi baru lu bls. Iya ini gue br nympe rmh. Lu tdr gih ud mlm bget nih!"

"Hehe mlm ini gue kuat2in nungguin elu ngasi kbr cak, iya ntar lg gue tdr kok. Lu juga tdr ya, bsk krj pagi."

"Eh, haha apaan sih. Iya rat iya. Haha"

"Embuh!!!! Gue tdr, bye!"

"Met bobo rat, moga mimpi indah"


Met bobo juga cak, moga lu mimpi indah juga. Smsnya yang terakhir gue bls dalam hati saja, udah terlanjur salting gue tadi coba perhatian dianya malah ngece gitu. Haha tapi gue suka.

Pagi ini gue bangun lebih awal dari biasanya padahal semalam gue tidur larut banget, pengen sms wicak tapi yasudah nanti saja jam-jamnya dia istirahat saja. Gue beresin sisa-sisa barang yang masih belum pada tempatnya. Di halaman kos rupanya ada kang sayur, gue tertarik trus beli-beli sekalian absen wajah ke tetangga kos.

Saat sedang lihat-lihat itu gue baru sadar kalo gue ga punya kompor dll, karena udah kepalang tanggung gue pegang-pegang tuh dagangan akhirnya gue terpaksa beli timunnya saja, lumayan lah kapan-kapan bisa buat maskeran pikir gue. Kebetulan di sana ada ibu Made, nama ibu kos gue yang kemudian menyapa.

"Eh nak ratni rajin sekali, ga kerja? Mana wicaknya sudah berangkat kerja ya? Oh iya itu kok beli timun aja nak ratni?"

Asli dalam hati gue pengen apa ya, hm pengen ngakak tapi gimana gitu rasanya dengerin pertanyaan ibh kos, pake nanyain wicak segala pula.

"hehe saya libur bu hari ini trus wicak kan pulanglah bu ke rumahnya. Ini tadi saya mau masak-masak gitu tapi ga jadi bu, baru inget saya ga punya alat masak,hehe."

"Oh...haha, sebentar ya kamu tunggu ibu di kamarmu sebentar, nanti ibu kesana.


Tanpa menunggu gue menjawab ibu kos pergi menuju rumahnya yang terletak di belakang kosan ini. Gue tunggu ibu kos dan sesaat kemudian beliau datang membawa kompor gas dan beberapa alat dapur lainnya seperti pisau dan talenan, penggorengan dan sutil dan yang lainnya. Membawa itu semua beliau dibantu seseorang yang kata mbak itu dia adalah ART dari ibu kos.

"Nak Ratni ini perabotan semua ibu titip di kamu ya, kamu boleh pakai tapi maaf ibu cariin tadi ternyata tabung gasnya ga ada. Ga apa kan?"

"Waduh bu terimakasih banyak, ini udah lebih dari cukup buk."

"Ya sudah yang penting kamu betah disini, ibu tinggal dulu ya mau masak buat keluarga. Nanti kalo butuh apa-apa nak ratni bisa telpon atau gedor pintu belakang rumah ibu itu."

"Iya bu, sekali lagi terimakasih banyak ya bu."


Gue seneng, rejeki nomplok nih sekarang tinggal beli tabung gas tapi rupanya di toko depan ga jual. Ya sudah nanti-nanti saja.

"Ciyee yang lagi kerja, tidur enak banget nih. Hahaha."

Jam 11an iseng gue sms si wicak tapi ga ada balasan sama sekali, pengen gue telpon tapi takut ganggu dia kerja. Akhirnya gue tunggu sampai jam 3 waktunya dia pulang gue telpon beberapa kali tapi ga di angkat-angkat padahal nyambung nomornya. Khawatir sih engga karena filling gue dia bakalan kesini dan ternyata tepat, jam 3.30 wicak uda ada di kos, di hadapan gue, bawa maem pula. Yes, hehe..

"Sms ga di balas, telpon ga di angkat, ish sombong!"

"Haha sory sibuk. Nih maem dulu rat gue bawain nasi padang daging rendang kesukaan lu."

"Tau dari mana gue suka rendang?"

"Hm..waktu dulu gue jemput elu di bandara trus kita makan elu kan pesen rendang rat. Yaudah gue simpulin sendiri lu suka rendang. Hehe, maem dulu ya rat"

"Iya tapi kok cuman satu sih cak, elu ga maem, ga enak gue kalo kek gini?"

"Udah gue rat tadi di hotel dapet sisa meeting banyak banget, buru gih di maem."

"Enggak, ini kita berdua ya. Pokoknya!"

"Hm suapin ya, haha"

"Wuuuu, ya udah sini cak"


Makan sepiring berdua kita gaees, haha. Pertama kali dan gue ga canggung sama sekali nyuapin dia. Walau misal beneran dia sudah makan tapi tetep aja dia lahap. Haha, dasar!

"Ga ngerokok lu?" Tanya gue ke wicak sesaat setelah kita selesai makan.

Cewe yang gue suka keknya ga suka ngeliat gue ngerokok deh rat."

"Trus apa hubungannya dengan gue, lu kalo mau merokok ya merokok aja cak, santai.."

"Iya tau, gue cuma lagi pengen belajar aja ngurangi, demi dia."

"Hm..dia siapa cak? Trus apa yang bikin lu suka sama dia?"


Disini gue udah yakin banget dia yang wicak maksud adalah gue, siapa lagi coba. Cuman gue pengen ngikutin alurnya dia aja, caranya dia...

"Kenapa ya, karena dia cantik rat."

"Oh, udah gitu aja? Trus?"

"Hm.. selain cantik karena dia juga baik, karena dia indah buat gue ..."

"Trus?"

"Hm.. karena dia elu rat!"


Yess seneng banget gue, bener kan tapi ga gue tunjukkin kalau gue seneng dengernya cuma sebenernya gue ragu sih gue bisa nutupin ekspresi seneng gue ini apa enggak.

"Rat?"

"Eh iya cak, itu tadi gue di kasi kompor dan macem-macem sama ibu kos lho tapi sayang ga ada tabung gasnya."

"Oh iya gue juga pengen nanya itu sebenernya dari tadi, pake tabung gas 3kg di rumah gue aja rat. Disana ga dipakai kok, besok ya gue bawain."

"Lu kuliah ya nanti?"

"Jumat sekarang ga ada kuliah gue rat."

"Ambil tabung gasnya sekarang ya cak, mau ya cak sekalian gue ikut pengen tau rumah lu dimana. Ya cak?"


Wicak tampak berpikir sejenak, entah apa yang dipikir.

"Agak jauh sih rat tapi ya sudahlah ayo aja."

"Yes, berangkat sekarang ya cak jangan taun depan."

"Haha iya, ayok, pake jaket lu!"


Gue seneng tau wicak suka sama gue dan sebentar lagi gue bakal tau dimana tempat tinggalnya..
profile-picture
ariid memberi reputasi
1 0
1
Ratni Ke(m)Bali
19-11-2019 21:37
Bagian 9++

Quote:Ada mungkin jam 5 sore kami berangkat dari kosan menuju tempat tinggal Wicak yang kata dia di Gianyar. Awalnya gue pikir masih di Denpasar sini tapi ternyata tidak. Denpasar dan Gianyar beda kabupaten, perlu waktu tepat 1 jam untuk sampai ke rumahnya dengan kecepatan motor yang sedang-sedang saja. Di perjalanan tadi kami melalui jalan by pass yang teramat panjang buat gue tapi dengan pemandangan di sisi kanannya yang enak juga buat cuci mata, sawah dan pantai. Entah pada lampu merah keberapa Wicak belok kiri dan itu kata dia sudah mulai masuk wilayah desa tempat tinggalnya. Pokoknya yang gue inget setelah melewati taman safari. Di jalan gue excited banget, sekarang begitu masuk halaman rumah wicak jantung gue dregdeg. Ada anjing yang gonggongin gue, haha takut iya kaget juga iya, tapi tak lama diem anjingnya begitu tau gue dateng sama wicak.

Halamannya rumah wicak luas banget, ada beberapa bangunan di sana di salah satunya nampak seorang ibu yang sedang asik dengan janurnya, dia menyapa tersenyum ramah begitu melihat kami.

"Siapa itu Tu?"

"Temen buk, mau ngambil tabung kasih ya. Eh Rat kenalan dulu sama ibu gue."


Gue kenalan dan 'terpaksa' ngobrol dengan ibunya karena wicak sengaja atau tidak malah pergi ninggalin gue, mau mandi katanya. Ibu wicak nanyain gue pertanyaan biasa seperti dari mana, saudara berapa, kerja di mana, kenal wicak di mana, sudah lama apa belum dll. Awalnya gue tegang tapi karena ibu bawaannya lucu dan enak lama-lama gue terbiasa dan cepat akrab dengan beliau yang sampai saat ini, detik ini gue panggil beliau meme sebagaimana wicak memanggil beliau.

"Rat nanti makan dulu ya sama Putu di sini, kebetulan ada gerangasem bapaknya Putu yang masak."

"Gerangasem? Oiya bapak mana buk?"

"Bapak paling lagi di tetangga, gerangasem itu ayam kuah Rat, pokoknya harus makan dulu habis itu baru boleh pulang."

"Eh, hehe iya buk."


Ibu menyiapkan makan buat gue dan wicak di sebuah bale-bale yang ada di sana, untung bale ini agak tinggi soalnya anjing-anjingnya wicak pada nungguin di bawah haha. Gerangasem enak, gue suka, rempahnya kerasa banget. Setelah makan dan mau kembali ke kosan ibunya Wicak memberi gue sebuah bungkusan kresek agak besar.

"Ini Rat dibawa ya buat di kosan isinya ada apel, jeruk sama salak. Hati-hati di jalan Tu sudah malam nanti mau pulang apa gimana?"

"Liat nanti bu, bisa nginep di rumahnya Yudik soalnya besok kerja."

"Yaudah hati-hati ya kalian."

"Iya bu, makasi banyak bu."


Gue menjawab kata-kata ibunya wicak yang terakhir. Sebelum berangkat gue sempet cipika cipiki dulu sama beliau yang ternyata adalah seorang guru. Bawaan kami lumayan, di jalan gue ga bisa peluk wicak karena terhalang kresek buah sementara tabung gasnya ditaruh di depan sama wicak. Haha..

"Cak bisa kan? Ga jatuh kan?"

"Gak, tenang aja kemaren bawa kasur aja kita bisa kan."

"Hehe iya tapi itu kan deket. Eh Yudik itu siapa cak?"

"Oh dia temen gue dari SD tapi sekarang sedang di Denpasar, kuliah."

"Oh, lho elu kan ga bawa baju kerja cak?"

"Yee elu lupa apa gimana, seragam kan udah tinggal ngambil doang di hotel."

"Oh iya, eh elu di panggil Putu ya di rumah?

"Iya.."


Sepanjang perjalanan gue banyak tanya ke wicak tentang dirinya, ibunya, ayahnya, saudaranya, pokoknya semua, kepo gue. Hingga akhirnya setelah ada mungkin sejam kami sampai di kosan.

"Diem disini jangan pergi dulu ya cak."

Gue ninggalin wicak sebentar ke toilet buat pipis yang dari tadi gue tahan di jalan. Selesai dari toilet gue lihat wicak sedang rebahan di lantai, di kasur palembangnya sih. Matanya terpejam, gue duduk disebelahnya tepat di samping kepalanya. Sadar gue di sebelahnya wicak membuka matanya menoleh gue.

"Kenapa lu cak, sakit?"

"Haha engga lah, pinggang agak remuk nih sepertinya hehe."

"Oh iya, pinggang gue juga sama keknya."

"Haha masa iya pinggang lu encok mesti gue ingetin dulu.."

"Haha udah ah, geser dikit cak."


Gue ikut rebahan di sebelah wicak, untuk sesaat kami terdiam larut dalam pikiran masing-masing sama-sama memandangi langit-langit kamar kosan gue. Setelah beberapa saat itu wicak lalu merubah posisinya menghadap ke gue, sementara gue cuman memandangnya mendengar apa yang akan dikatakannya.

Rat?"

"Hm..."

"Kemaren gue bilang suka ke cewe tapi ga di jawab sama sekali."

"Elunya kali yang ga ngasi pertanyaan cak."

"Eh Rat?"

"Ya apa?"


Kali ini gue sudah merubah posisi berhadapan dengan wicak. Kami saling bertatapan, sekilas gue lihat pintu kos terbuka, haha tapi gue cuek dan malas bahas itu.

"Iya apa cak..."

"Rat?"

"Ish wicak, apa sih, rat rat rat!"

"Hehe.."
Sejenak Wicak terdiam tampaknya seperti sedang mengumpulkan keberanian, dia masih natap mata gue, teduh banget tatapannya. Manis..gue suka, gue sayang tapi masih nunggu ini, hehe..

"Gue suka elu rat, lu mau kan jadi pacar gue?"

Deg, akhirnya. Seneng banget gue dengernya, pengen gue bilang iya tapi entah kenapa gue males ngomong. Posisi kami masih bertatapan dan sepertinya semakin mendekat, mata gue pejemin semakin lama gue semakin bisa ngrasain hangat nafas wicak dan akhirnya terjadilah. Wicak nyium bibir gue atau gue yang nyosor bibir dia, entahlah. Ciuman kami lumayan lama, gue akui ini bukan yang pertama buat gue dan gue yakin seyakin yakinnya begitu juga dengan wicak tapi rasa seperti melayang ini jujur baru kali ini gue rasain, duh..

"Jangan dulu......"
profile-picture
profile-picture
jiyanq dan ariid memberi reputasi
2 0
2
Ratni Ke(m)Bali
19-11-2019 22:33
Ngak sangka juragan kontrakan bisa nulis
Biasanya cuma bikin trit alakadarnya

Btw, bisa ngak elo bisikin ke gue
Inti ceritanya ape
Karena gue cuma baca komen-komennya aja

emoticon-Cape d... emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Cape d...
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
19-11-2019 22:48
Quote:Original Posted By storm69
Ngak sangka juragan kontrakan bisa nulis
Biasanya cuma bikin trit alakadarnya

Btw, bisa ngak elo bisikin ke gue
Inti ceritanya ape
Karena gue cuma baca komen-komennya aja

emoticon-Cape d... emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Cape d...


Awal perjalanan ratni hingga nanti seperti lu tau sendiri doi nyangsang di kontrakan.
Gue iseng bikin sekalian buat ngebiasain diri eh malah ht torm.
profile-picture
storm69 memberi reputasi
1 0
1
Ratni Ke(m)Bali
20-11-2019 04:44


Quote:Original Posted By megaut
Awal perjalanan ratni hingga nanti seperti lu tau sendiri doi nyangsang di kontrakan.
Gue iseng bikin sekalian buat ngebiasain diri eh malah ht torm.


Nyangsang di kontrakan
Tapi jangan elo rangsang di kontrakan, yeee
Inget Azap Tukang Sate, Ut
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
20-11-2019 09:32
Quote:Original Posted By storm69
Nyangsang di kontrakan
Tapi jangan elo rangsang di kontrakan, yeee
Inget Azap Tukang Sate, Ut


Iya masih lama lah itu, ini buat lemesin jari dulu ngetik cerita. Kalo udah lemes nanti gue bikin juga yang tukang bubur kena asap tukang sate
profile-picture
storm69 memberi reputasi
1 0
1
Ratni Ke(m)Bali
20-11-2019 10:30


Quote:Original Posted By megaut
Iya masih lama lah itu, ini buat lemesin jari dulu ngetik cerita. Kalo udah lemes nanti gue bikin juga yang tukang bubur kena asap tukang sate


Luar binasa, karya elu Ut
Ngak percuma gue selalu memotipasi elo
Motipasi gue ternyata sudah menyerap
ke seluruh sendi dan seluruh perlendiran elo

emoticon-Cape d... emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Cape d...
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
20-11-2019 10:35
Gue bantuin mulustrasinya, Ut

{thread_title}
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
20-11-2019 19:52
Bagian 9++X

Quote:Gue ada di persimpangan antara akal sehat, naluri dan hati kecil gue saat bibir kami saling berpagutan. Tangan gue melingkar begitu saja di lehernya dan entah bagaimana posisi gue selanjutnya sudah berada di atas tubuh wicak. Kami masih saling bercumbu semakin lama semakin panas hingga akhirnya

"Ehm ..!"

Suara wanita berdehem dari arah pintu mengejutkan kami, Wicak kemudian langsung melihat keluar pintu kamar.

"Hehe.. barusan ada orang lewat rat, keknya tetangga kos yang di ujung itu."

"Hehe iya udah biar aja cak lagian daritadi pintunya kebuka. Hahaha"

"Rat yang tadi maaf ya gue.."

"Iya cak sama-sama"

"Rat, kemaren gue bilang suka ga dijawab trus tadi gue ngasi pertanyaan ga dijawab juga."


Gue refleks mendekati wicak yang masih berdiri di pintu kosan, gue tutup pintunya lalu memeluk wicak. Erat gue peluk dia, rasanya nyaman banget kek pengen tidur.

"Cak setelah yang tadi trus sekarang ini apa perlu aku jawab lagi?"

Gue mendongakkan kepala yang tadinya gue benamkan di dada wicak, kami saling memandang lalu kemudian wicak megang kepala gue dilurusin karena dia ternyata mau nyosor kening gue. Haha, indah rasanya.

"Gue balik ya rat, udah malem banget nih."

Kata wicak ini gue balas dengan pelukan yang makin erat. Gue ga mau dia pergi, entah gue terbawa suasana atau apa namanya ini.

"Rat.."

"Ga usah balik cak, nginep sini ya"

"Nanti terjadi hal yang diinginkan rat, hehe."

"Ish wicak, pokoknya kamu jangan pergi."

"Hm yaudah gue ke kamar mandi dulu"


Gue rebahan di kasur mempet ke tembok sementara wicak masih di kamar mandi. Tak berapa lama kemudian dia kembali duduk di sebelah gue.

"Tidur cak, ngapain lu?"

"Haha iya, geser dikit."

Saat ini gue lihat jam 11an di hp sebelum gue matiin. Untuk beberapa lama kami benar-benar tertidur hingga di tengah malam hp wicak berbunyi tanda ada yang nelpon dia. Gue terbangun mendengarnya, begitu juga wicak yang langsung menjawab panggilan itu.

"Dari siapa cak?"

"Temen rat, tadi nanya jadi nginep apa engga"


Gue cuma bilang oh, posisi kami kini saling berhadapan. Kepala kami juga deket banget, nafas gue nafas wicak beradu menggebu sebelum akhirnya bibir kami bertemu kembali. Semakin lama nafsu semakin meraja, ditengah lumatan bibir yang memanas tangan kami seperti otomatis mengerti kemana harus memegang, mengelus dan melepas. Suara malam, suara bibir yang beradu dan suara lenguhan nafas semakin membuat gue terlena dengan semua ini. "gue masukkin ya"
profile-picture
profile-picture
jiyanq dan ariid memberi reputasi
2 0
2
Ratni Ke(m)Bali
23-11-2019 10:06
Bagian 10

Quote:Hilang sudah tapi ga gue sesali, gue ikhlas kalau untuknya. Semenjak "malam pertama" itu kami hidup sebagaimana layaknya suami istri, tinggal bersama tanpa ikatan sah yang tertulis hitam di atas putih. Dosa? Iya jelas, gue tau kok tapi ah sudahlah ini hidup gue, dosa gue sendiri.

Wicak yang kini selalu mendampingi membuat gue bahagia sekaligus juga kucing-kucingan saat Erwin menghubungi gue. Namanya di kontak hp gue rubah jadi "bapak" supaya wicak ga curiga. Gue sebenarnya pengen jujur, gue pilih wicak tapi ah...

"Bapakmu perhatian banget ya rat?"

"Ya begitulah cak, hehe"

"Hm seandainya jadi ayah gue juga bakal gitu rat, soalnya anak gadis satu-satunya jauh jadi pasti diperhatiin. Khawatir anaknya kenapa-kenapa gitu."

"Hehe iya ya tapi disini kan ada elu yang jagain gue cak, muach. Hehe"


Gue kecup bibirnya, seperti malam sebelumnya wicak pulang ke kos setelah selesai kuliah. Ada saja yang dibawa untuk gue, es krim, coklat kadang pernah juga di bawain bra. Haha, gue suka dia ga banyak janji tapi penuh bukti walau hal kecil tapi beneran dikasi. Daripada yang dijanjiin cincin berlianlah, mobil lah, tamasya lah atau apalah tapi cuman omdo.

"Ayo rat cari makan, elu pulang kerja tadi sampe sekarang belum makan kan? Paling cuman ngemilin air."

"Hahaha elu ya, ayolah kemana kita say?"

"Haha say ur.. soto ceker yuk"

"Iya aku mau aku mau hehe, sekalian mampir pantai ya cak"

"Sip, pake jaket rat!"


Malam ini gue ke soto ceker yang ada di Pasar Kuta, ini makanan favorit kami berdua. Banyak berderet orang yang jualan soto ceker di sini, ada juga pedagang nasi pedasnya. Tempat biasa kami makan adalah persis di sebelah nasi pedas itu.

"Ehm.. ciyeeee." Suara cewek mengagetkan gue ketika kami akan naik motor setelah selesai makan, rupanya itu Linda bersama dengan cowok yang sepertinya adalah pacarnya.

"Eh gue kira siapa lu Lin"

"Haha biasa aja kali rat, eh ada wicak, ciyeee makin nempel aja haha.. kalian udah selese makan ya? Yah..."

"Iya, eh elu sama siapa tuh Lin kok baru lagi. Haha"

"Wooo ngawur koe, udah sana pergi haha".


Gue dan wicak pergi setelah saling berkenalan dengan cowonya Linda. Sebut saja Gun berasal dari kota yang sama dengan Linda, demi pacarnya si Gun ini nyusul ke Bali dan belakangan gue baru tau kalau mereka juga tinggal satu atap. Hadeeeh, haha..

Tidak sampai 10 menit kami sudah sampai di Pantai Kuta. Wicak memarkir motornya tepat di seberang minimarket berwarna hijau yang berada di Jalan Pantai Kuta ini. Suasana malam di pantainya tidak gelap juga tidak terang, sejauh mata memandang ke arah pantai hanya biru kehitaman yang terlihat. Sesekali ada lampu pesawat yang terlihat akan landing di bandara.

"Cak itu lampu apa di sebelah kiri banyak banget?" Gue bertanya ketika kami sudah duduk bersebelahan di atas pasir.

"Mall centro, dulu kita pernah ke sana kan cuman liat-liat."

"Hehe iya ya, lupa."

"Haha dasar pikun, emang apa aja yang elu inget..haha"

"Kamu cak."


Pelan gue ngomong gitu lalu kemudian gue nyandarin kepala di lengan kanannya. Dia noleh gue sebentar kemudian ngelingkerin tangan kanannya di pundak gue supaya kepala gue bisa nyandar di dadanya. Hm tepatnya di ketiaknya haha, gue suka aromanya mirip bayi. Hehe..

"maaf ya cak"

"Hah, kenapa rat?"

"Gak apa hehe."

"Yee kirain apa, serius kenapa sih rat?"

"Hehe ga apa cak, maaf ngerepotin kamu terus."

"Yah kirain apa rat, yaudah sama-sama."

"Hehe"


Gue semakin ngedusel ke pelukan Wicak. Ga ada lagi kata yang terucap, kami memandang lautan dengan pikiran masing-masing. Sungguh bukan maaf itu sebenarnya yang gue maksud, gue pengen minta maaf tentang "bapak" tapi gue takut nanti bisa merusak suasana. Wicak memang ga pernah main cek-cek hp gue tapi kadang ga sengaja dia liat sms dari "bapak" yang isinya nanyain udah makan, udah mandi, udah ini itu apa belum? Pernah juga dia liat sms Erwin yang isinya I Love U nduk, beruntung bagi gue wicak pahamnya nduk itu adalah panggilan orang tua terhadap anaknya. Maafin gue cak, sumpah demi apapun cinta sayang gue cuman buat elu tapi..
profile-picture
ariid memberi reputasi
1 0
1
Ratni Ke(m)Bali
23-11-2019 12:52
Bagian 11

Quote:Segala perbedaan membuat hidup ini lebih berwarna tapi perbedaan itu pula yang terkadang membuat sepasang anak manusia ga bisa bersatu. Gue enggan membahas ini, sensitif bagi siapapun. Biarlah nanti apa yang terjadi ya terjadilah seenggaknya dalam hidup ini gue pernah merasakan cinta terindah.

Tengah malam di saat kami tengah tertidur hp gue berbunyi tanda ada panggilan masuk. Gue dan wicak sama-sama terbangun, kebetulan posisi wicak lebih dekat jadi dia mengambilkan hp itu buat gue. "Dari bapak." tersenyum lembut wicak berkata seperti itu memberikan hp kepada gue kemudian lanjut memejamkan matanya dan membelakangi gue. Deg, hampir mau copot serasa jantung ini, sumpah hati gue nangis. Kecewa sama diri gue sendiri. Demi apapun cak gue ga bermaksud begini.

"ya, hm.. ya, ya..udah ya..hm"
Hanya seperti itu gue menjawab telpon dari Erwin sampai akhirnya dia mengira gue ngantuk berat dan meninggalkannya tertidur. Seandainya Erwin tau yang sebenarnya gue ga peduli tapi arrgh .. gue cuma cinta sama orang yang ada di depan gue saat ini.

Selesai ditelpon gue peluk wicak dari belakang, gue tarik tubuhnya supaya menghadap ke gue. Dia masih merem, gue buka-buka matanya pake jari, dia cuma tersenyum gue juga senyum lalu gue kecup bibirnya. Awalnya hanya kecupan kecil kemudian berubah menjadi lumatan-lumatan panas dan yah terjadilah apa yang seharusnya (tidak) terjadi. Hingga pagi datang kami terbangun masih saling berpelukan tanpa sehelai benangpun.

"Aku kok belum dapet ya ynk"

11+ .....
Diubah oleh megaut
profile-picture
ariid memberi reputasi
1 0
1
Ratni Ke(m)Bali
23-11-2019 13:17
kmu hamil rantemoticon-Maaf Aganwati
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
23-11-2019 13:19
Quote:Original Posted By shireen01
kmu hamil rantemoticon-Maaf Aganwati


Bisa jadi gan...
profile-picture
shireen01 memberi reputasi
1 0
1
Ratni Ke(m)Bali
23-11-2019 13:20
Quote:Original Posted By megaut
Bisa jadi gan...


Tapi kaya y beda agama deh,emoticon-Cape deeehh
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
23-11-2019 13:24
Quote:Original Posted By shireen01
Tapi kaya y beda agama deh,emoticon-Cape deeehh


Sebentar gue baca ulang dulu..
0 0
0
Ratni Ke(m)Bali
24-11-2019 22:19
Bagian 11+

Quote:"Nikah kita rat" begitu kata wicak yang bikin gue seneng. Hari ini sudah lewat 3 hari dari tanggal biasanya gue datang bulan. Ga pernah gue ragu dengan wicak, gue seneng tapi sekaligus takut. Merantau jauh justru malah begini. Seandainya gue dan wicak sama mungkin rasa takut ini ga akan sebegitu besarnya tapi.. ah sudahlah, liat nanti.

Hari berganti hingga kini sudah lewat 7 hari gue belum juga datang bulan, gue tenang karena wicak ga berubah. Dia tetap sayang, selalu bawa es krim buat gue. Hehe.. Dilain sisi gue juga merasa makin berhasrat dengan dia. Kata temen gue kalo ciri cewe hamil itu ya begitu. Malam ini sebelum tidur kami bergumul hebat, dalam lenguhan nafas di tengah nikmat yang terasa tiba-tiba terbersit dalam benak gue untuk bertanya tanpa menghentikan aktivitas yang sedang kami lakukan.

"hh..eh..ynk kamu mau kan ikut aku?"

"Iya rat..oh..sh.."


Gue seneng, gue lega banget dengernya, gue jadi makin liar hingga akhirnya aktivitas berakhir kami sama-sama tertidur. Entah subuh atau tengah malam gue terbangun lagi, birahi gue memuncak lagi. Perlahan gue "bangunin" wicak dan kembali kami larut dalam nikmat. Kali ini saat sedang melayang di awang awang giliran wicak yang bertanya

"hh uh..uh.Rat kamu mau kan ikut aku?"

"oh..hh..ssh..hh.uh..iya..shh..he eh"


Kepastian siapa ikut siapa selalu berakhir tidak jelas. Saat kami dalam keadaan sadar tidak ada satupun diantara kami yang membahas hal itu. Hari ini sudah hari ke 13 lewat dari tanggal seharusnya. Gue kerja siang hari ini sedangkan wicak off tapi nanti setelah kuliah dia bilang ga bisa tidur di kos karena harus pulang, ada hal yang harus dikerjakannya di rumah.

"Rat nanti ga apa kan gue tinggal pulang?"

"Hm.. apa apa sih, hehe.. yaudah ga apa kok ynk asal cepet pulang sini lagi ya."

"Hehe iya.. hm.. gini rat, kita ke bidan sebentar yuk, periksa?"

"Kamu takut ya ynk, hehe"

"Siap ga siap gue harus siap kan, kita siap ya?"

"Iya, eh gini aja kita beli tespek dulu gimana? Besok baru ke bidannya?"

"Oh ya udah tunggu ya, gue beliin"

"Eh aku ikut..!"


Pagi itu kami beli tespek di apotek terdekat, sekalian cari makan. Di apotek agak gimana gitu sih waktu belinya maklum ini pengalaman pertama kami berdua. Setelah makan kami kembali lagi ke kosan.

"Coba rat di tes."

"Eh ini ynk baca deh, disuruh pagi ngetesnya biar akurat pake pipis yang baru bangun. Gimana mau cek sekarang ta?"

"Terserah kamu aja rat gimana enaknya."

"Hm..besok pagi aja ya ynk"


Wicak mengangguk mendengarnya, gue langsung aja ambil tangannya minta peluk mesra. Nanti malam gue bakal ditinggal, pagi menjelang siang gue berangkat kerja kami habiskan dengan sayang-sayangan. Kepalang tanggung itu yang ada di kepala gue, mungkin demikian juga yang ada di kepala wicak.

Gue kerja hari ini was-was banget mikirin bagaimana hasil tespeknya. Ga sabar rasanya nunggu hari ini berganti.

"Kenapa lu rat, kek orang linglung haha?" Tanya Candra saat kami sedang istirahat makan berdua.

"Eh ga apa kok can, biasa ini."

"Biasa apanya daritadi gue perhatiin lu kek ga fokus gitu. Kenapa, ada masalah sama wicak?"

"Enggak kok"

"Oyaudah, ngomong-ngomong nanti wicak jemput elu kan rat? Gue mau pinjem helmnya dia."

"Yah, dia pulang can jadi nanti ga bisa jemput."

"Oh yaudah. Eh, apa? Hahahaha."

"Elu ngakak kenapa can?"

"Hehe pantes aja lu murung gini, ciyee nanti malam ada yang jablay. Haha"

"Ish apaan sih can!"


Gue, candra dan temen gue di salon yang lainnya sudah saling tau dan masing-masing seperti sepakat untuk tidak mencampuri urusan pribadi yang lain. Waktu berlalu akhirnya gue saat ini sudah sampai di kosan. Tawaran dari teman untuk sekedar makan bareng gue tolak secara halus. Ga ada semangatnya gue malam ini. Ternyata seperti ini rasanya ditinggalin, meski smsan dengan wicak jalan terus tapi cuman sedikit mengobati rindu ini. Lebay rasanya padahal baru juga setengah hari tapi kenyataannya memang begini, gue rindu banget sama wicak.

Malam ini rasanya panjang banget, semakin kuat gue berusaha buat tidur malah semakin ga ngantuk-ngantuk. Wicak sudah ga balas sms gue lagi, mungkin sudah tidur duluan. Lama gue berusaha ada mungkin jam 1 atau 2 gue baru bisa tertidur. Pagi yang gue tunggu akhirnya tiba, perasaan gue ga karuan. Gue ke kamar mandi membawa tespek dan botol tanggung air mineral yang sudah gue gunting hingga berbentuk gelas untuk wadah air seni gue.

Di kamar mandi ini akhirnya kepastian gue dapatkan, ya benar
profile-picture
profile-picture
ariid dan jiyanq memberi reputasi
2 0
2
Halaman 4 dari 10
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
come-and-get-your-love
Stories from the Heart
perjuangan-cinta-dion-part-2
Stories from the Heart
bukan-cinta-buta
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Personal
wrong-playground
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia