alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
93
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dae9dd1b84088620e244ce6/selayang-pandang-tentang-zionisme-dan-protokol-zionis
Pada awalnya Zionisme merupakan sebuah gerakan keagamaan kaum Yahudi. Inti pemikirannya adalah bahwa suatu saat nanti akan datang ke dunia ini seorang “Al-Masih” yang akan menuntun kaum Yahudi memasuki “Tanah Yang Dijanjikan Tuhan”.
Lapor Hansip
22-10-2019 13:12

Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis

Past Hot Thread
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis

Sekilas Tentang Zionisme
Pada awalnya Zionisme merupakan sebuah gerakan keagamaan kaum Yahudi. Inti pemikirannya adalah bahwa suatu saat nanti akan datang ke dunia ini seorang “Al-Masih” yang akan menuntun kaum Yahudi memasuki “Tanah Yang Dijanjikan Tuhan”. Namun seiring dengan perubahan jaman, zionisme ternyata tidak hanya memiliki arti keagamaan tetapi juga makna politik. Terdapat dua organisasi rahasia Yahudi yang menopang gerakan zionis secara politik:

1. Freemasonry (tahun 1300-an hingga sekarang), yaitu organisasi penopang agenda Zionisme yang bergerak di permukaan (upper ground) mulai dari masa pra Rennaissance pada tahun 1300-an di Eropa. Meskipun bergerak di permukaan, organisasi ini tidak kalah rahasianya dengan Illuminati. Freemasonry memiliki bahasa rahasia dan aneka lambang juga simbol yang hanya dipahami oleh para anggotanya. Kegiatan ritual freemasonry diarahkan pada penemuan wujud diri sendiri, mengolah diri sendiri untuk menjadi "manusia yg lebih baik" alias antroposentrisme. Oleh sebab itu bagi seorang freemason, peribahasa Yunani Kuno: gnothi seauton ("kenalilah dirimu sendiri) memiliki makna istimewa. Para freemason menghindari setiap perumusan ajaran-ajaran agama, namun mereka bekerja demi kemuliaan “Jurubangun Tertinggi Alam Semesta”. Bisa dikatakan, freemasonry memiliki peranan penting bagi lahirnya pandangan Teosufi dan teologi pembebasan. Oleh sebab itu, cukup mudah untuk mendeteksi seorang freemason karena salah satu ajarannya begitu akrab di telinga: semua agama itu sama atau benar, karena semuanya mengajarkan kebenaran dan kebaikan. Selain para Yahudi, organisasi inipun melibatkan orang-orang non-Yahudi dalam keanggotaannya.
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
Masonic Bible



2. Illuminati (tahun 1700-an hingga sekarang), yaitu organisasi yang menjalankan seluruh agenda Zionisme secara underground (bawah tanah) dengan berdasarkan ajaran Qabala (ilmu sihir). Qabala adalah ajaran nenek moyang tertua dan paling dihormati bangsa Yahudi. Organisasi ini sulit dideteksi pergerakannya karena amat rahasia serta hanya beranggotakan para Yahudi tulen. Meski diyakini sudah ada dari sejak tahun 1600-an, namun dokumen sejarah tertulis tentang Illuminati banyak yang hanya memulai cerita Illuminati mulai dari Illuminati Bavaria bentukan Adam Weishaupt (tahun 1700-an). Dalam buku The Illuminati’s Six Dimensional Universe Weishaupt menyatakan bahwa Illuminati memegang prinsip bahwa setiap orang bisa menjadi Tuhan bagi dirinya sendiri, dan ajaran Illuminati tak ada urusan dengan semua kitab suci beserta sabda para nabi yang telah mati.
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis


Selanjutnya, mari kita mengenal beberapa tokoh sentral zionisme. Nathan Bernbaum adalah orang Yahudi pertama pencetus zionisme sebagai gerakan politik. Menurutnya, zionisme berarti suatu gerakan bersatunya kembali kaum Yahudi di dalam sebuah negara setelah sekian lama tersebar ke seluruh dunia, dengan Jerusalem sebagai ibukota negaranya. Berdasarkan pandangan ini, maka bisa dikatakan bahwa secara politik, zionisme adalah upaya bangsa Yahudi untuk merebut Palestina dari bangsa Arab-Palestina. Zionisme Internasional pertama berdiri di New York pada tanggal 1 Mei 1776 (dua bulan sebelum proklamasi kemerdekaan Amerika Serikat). Lalu Kongres Zionisme Internasional ke-1 berlangsung di Basel pada tahun 1897.

Untuk mendukung gerakan ini, pada tahun 1818 berdirilah sebuah organisasi mahasiswa Yahudi militan bernama Ahavat Zion di St. Petersburg, Rusia. Tempat ini merupakan pusat doktrinasi untuk pemuda-pemudi Israel agar jika dewasa nanti menjadi para zionis sejati. Sejak saat itu, gerakan untuk mendirikan negara Israel di Palestina menjadi meningkat. Yahuda al-Kalai (1798-1878) adalah tokoh Yahudi pertama penggagas pembentukan negara Yahudi di Palestina. Izvi Hirsch Kalischer (1795-1874) mendukung ide Yahuda melalui karya tulisnya dalam bahasa Ibrani berjudul Derishat Zion (1826). Buku ini berisi studi tentang kemungkinan mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina. Moses Hess membuat sebuah tulisan dalam bahasa Jerman berjudul Roma und Jerusalem (1862). Isi tulisan Moses ini adalah pemikiran tentang solusi “masalah Yahudi” di Eropa dengan cara mendorong migrasi kaum Yahudi ke Palestina.

Zionisme semakin memperlihatkan kematangannya dalam buku karangan Bapak Pendiri Zionisme Moderen Theodore Herzl (1860-1904), berjudul Der Judenstaat (1896). Dalam bukunya ini, Herzl menyatakan bahwa kaum Yahudi harus membentuk suatu bangsa dan negara juga menghubungkan tindakan mereka ini kepada dunia. Ada sebuah fakta sejarah menarik dari Herzl ini. Dalam rangka menggalang dukungan internasional, Herzl mencoba mendekati Roma. Pada tahun 1904, Herzl disambut hangat oleh Raja Immanuel, tapi tidak oleh Paus Pius X. Dengan dinginnya Paus Pius X berkata kepada Herzl: Bila kamu datang ke Palestina dan menempatkan bangsamu di sana, kami harus mendirikan gereja dan mengirim para pendeta ke sana untuk memurtadkan bangsamu.

Selanjutnya dalam bidang pendanaan, zionisme memperoleh kucuran dana bantuan abadi dari Mayer Amschel Rothschild (1743-1812) dan keturunannya. Dinasti Rothschilds adalah keluarga Yahudi terkaya di dunia yang tinggal di Eropa. Hal menarik lainnya adalah para pemegang saham The Federal Reserve (Bank Sentral Amerika Serikat) merupakan jaringan Yahudi yang menguasai lembaga keuangan dunia, yaitu: Rothschilds Bank of London, Rothschilds Bank of Berlin, Israel Moses Seif Bank of Italy, Warburg Bank of Amsterdam, Warburg Bank of Hamburg, Lazard Brothers of Paris, Lehman Brothers of New York, Kuhn and Loeb Bank of New York, Chase Manhattan Bank of New York, dan Goldman-Sachs of New York. Fakta ini membenarkan pernyataan George Lenczowski: Harapan bahwa pada suatu saat dapat kembali ke “Tanah Yang Dijanjikan” tidak pernah hilang di antara orang Yahudi. Aliran Zionisme telah dipupuk di berbagai pusat diaspora (penyebaran) di sepanjang sejarah, dan pada abad ke-19 sejumlah orang Yahudi datang ke Palestina untuk bermukim di Yerusalem, Safed, dan Tiberias. Sebagian dari mereka disebut Yahudi Halukah (amal) dengan dukungan dana dari luar negeri. Kerinduan untuk kembali ke Zion amat kuat di antara orang Yahudi Rusia dan Eropa Timur yang sangat menderita akibat berbagai penganiayaan.

Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis

Nathaniel Philip Rothschild (generasi ke-3 dinasti Rothschilds, tinggal di Inggris) pernah berbisnis batubara di Indonesia pada rentang waktu 2010-2014


Zionisme adalah gerakan rasis karena tidak mempedulikan eksistensi bangsa lain. Alam pikiran rasis ini terbentuk dari ajaran dalam kitab Taurat Yahudi (bukan Taurat dari Nabi Musa A.S) dan kepercayaan Qabalis Yahudi terhadap kitab Talmud. Menurut 2 kitab ini, kaum Yahudi adalah “umat pilihan Tuhan”, dan memiliki derajat serta keunggulan di atas bangsa apapun di dunia ini. Salah satu buktinya adalah pernyataan Vladimir Jabotinsky (seorang Yahudi-Rusia) berikut ini: "Adalah tidak bisa diterima, dari titik pandang fisik, bahwa seorang Yahudi yang dilahirkan dari keluarga berdarah Yahudi murni bisa beradaptasi dengan pandangan kejiwaan seorang Jerman atau Perancis. Mungkin secara menyeluruh dia dipenuhi dengan darah Jerman, tetapi inti dari struktur kejiwaannya akan tetap Yahudi". Namun langkah-langkah strategis mereka untuk mengatur dunia yang terangkum dalam sebuah dokumen hasil rapat tertutup, akhirnya berhasil bocor keluar. Sayangnya, identitas pelaku pembocoran dokumen yang kemudian disebut protokol zionis itu tetap menjadi misteri hingga sekarang.

Protokol Zionis
Di sini, kata “Protokol” merujuk pada suatu judul ringkasan sebuah dokumen, sebuah rancangan dokumen, atau laporan hasil rapat alias notulensi rapat. Dalam dokumen ini, “Protokol” berarti laporan hasil rapat pertemuan para sepuh zionis. Protokol ini berisi substansi pidato-pidato yang disampaikan di dalam lingkaran kekuasaan para kader inti zionis. Isinya adalah gubahan rencana aksi bangsa Yahudi-Zionis yang telah dikembangkan selama berabad-abad dan terus diperbarui oleh para sepuh zionis sendiri.

Manusia pertama yang memasukkan protokol zionis sebagai bagian dari sebuah buku adalah seorang profesor asal Rusia bernama Sergyei Nilus, dalam karya tulis berbahasa Rusianya yang berjudul Velikoe v malom i antikhrist (The Great Within The Minuscule and Antichrist). Profesor Nilus mempublikasikan bukunya ini untuk pertama kali di Tsarkoe-Tselc (Rusia) pada tahun 1905. Publikasi buku ini membuat seluruh Rusia heboh.
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
Sampul Depan Buku The Great within the Minuscule and AntichristKarya Sergyei Nilus


Pada tahun 1924, Cheka (Polisi Rahasia Rusia masa pemerintahan Bolshevik) menangkap Profesor Nilus di Kiev. Sang profesor dijebloskan ke dalam penjara, dan disiksa. Ketua pengadilan yang berkebangsaan Yahudi memvonis bersalah Sergyei Nilus karena telah melakukan “perbuatan yang tidak terhitung jahatnya, yaitu mempublikasikan protokol tersebut”. Profesor Nilus kemudian dibebaskan untuk beberapa bulan, lalu ditangkap kembali oleh Cheka dan ditahan, tapi dibebaskan lagi pada bulan Februari 1926. Dia meninggal dalam pengasingan di distrik Vladimir pada tanggal 23 Januari 1929. Di Rusia, hukuman bagi mereka yang memiliki dokumen ini adalah kematian. Hukuman itu masih berlaku hingga sekarang.

Sebagai akibat dari kehebohan protokol tersebut, banyak aksi dilakukan untuk mendiskreditkannya. Akhirnya pada tanggal 26 Juni 1933, Federation of Jewish Community menghadap kepada lima anggota Swiss National Front, untuk mencoba meyakinkan bahwa protokol itu adalah penipuan dan melarang penerbitannya. Setelah lebih dari 2 tahun, tepatnya pada tanggal 14 Mei 1935, pengadilan memutuskan bahwa protokol tersebut adalah penipuan dan bacaan yang memerosotkan akhlak. Tapi anehnya, pada tanggal 1 November 1937, Swiss Court of Criminal Appeal membatalkan keseluruhan keputusan tersebut, dan kasus ini belum pernah di-meja hijau-kan lagi. Sekarang, British Museum memiliki salinan buku berbahasa Rusia karya Sergyei Nilus tersebut.

Setelah kematian Sergyei Nilus, ada pihak yang berpendapat bahwa penerjemahan protokol zionis dari bahasa Rusia ke dalam bahasa Inggris merupakan hasil kerja seorang koresponden jurnal Morning Post bernama Victor E. Marsden. Ketika masih hidup, Victor E. Marsden tinggal dan menikah di Rusia. Marsden berhasil menerjemahkan protokol zionis versi bahasa Rusia karya Sergei Nilus ke dalam bahasa Inggris, setelah berhasil meloloskan diri dari ancaman hukuman mati di Rusia, dan pindah ke Inggris. Proses penerjemahan dokumen tersebut bertempat di British Museum. Hasil terjemahannya berjudul Protocol of The Learned Elders of Zion, namun ada juga yang menyebutnya Zionist Sages Protocols. Protokol zionis diyakini merupakan dokumen 24 langkah program kaum Yahudi-Zionis dalam rangka mewujudkan cita-cita mereka. Secara umum, Victor E. Marsden menamai masing-masing langkah ini sebagai berikut:

Protokol No. 1 Doktrin Dasar (The Basic Doctrine)
Protokol No. 2 Perang-Perang Ekonomi (Economic Wars)
Protokol No. 3 Metode-Metode Penaklukkan (Methods of Conquest)
Protokol No. 4 Materialisme Menggantikan Agama (Materialism Replace Religion)
Protokol No. 5 Kelaliman dan Kemajuan Moderen (Despotism and Modern Progress)
Protokol No. 6 Teknik Mengambil Alih (Take-Over Technique)
Protokol No. 7 Perang-Perang di Seluruh Dunia (World-Wide Wars)
Protokol No. 8 Pemerintahan Sementara (Provisional Government)
Protokol No. 9 Re-edukasi (Re-education)
Protokol No. 10 Persiapan Untuk Kekuasaan (Preparing for Power)
Protokol No. 11 Negara Totaliter (The Totalitarian State)
Protokol No. 12 Kontrol Atas Media Massa (Control of the Press)
Protokol No. 13 Kebingungan (Distractions)
Protokol No. 14 Penyerangan Terhadap Agama (Assault on Religion)
Protokol No. 15 Penindasan Yang Kejam (Ruthless Suppression)
Protokol No. 16 Pencucian Otak (Brainwashing)
Protokol No. 17 Penyalahgunaan Wewenang (Abuse of Authority)
Protokol No. 18 Penangkapan Para Lawan (Arrest of Opponents)
Protokol No. 19 Para Penguasa dan Rakyat (Rulers and People)
Protokol No. 20 Program Keuangan (Financial Programme)
Protokol No. 21 Pinjaman dan Kredit (Loans and Credit)
Protokol No. 22 Kekuatan Emas (Power of Gold)
Protokol No. 23 Penanaman Kepatuhan (Instilling Obedience)
Protokol No. 24 Kualitas Penguasa (Qualities of the Ruler)

Tingginya kecerdasan intelektual dan solidnya kekompakkan kaum Yahudi-Zionis yang tergambarkan dalam protokol zionis memang patut diacungi jempol. Lebih hebat lagi, identitas para perumus protokol ini pun belum pernah terungkap hingga sekarang. Ada yang menyebut mereka ini sebagai The Hidden Hands (Para Tangan Tersembunyi). Ada pula yang mengatakan bahwa para sepuh ini adalah sebuah secret society (masyarakat rahasia). Namun dua sebutan ini mengandung satu pesan, yaitu bahwa di dunia ini terdapat sebuah kelompok manusia tidak kasat mata yang memantau, mengatur, dan menentukan seluruh peristiwa bersejarah di dunia ini. Memang sulit untuk mengungkap jatidiri mereka satu per satu. Tetapi ada setitik sinar, meski redup, yang memberi penerangan tentang para sepuh ini. Membicarakan tentang para sepuh zion di dalam suratkabar Wiener Freie Presse tanggal 24 Desember 1912, Walter Rathenau dari Allgemeiner Electricitaets Gesselschaft berujar: “300 orang, semuanya telah saling mengenal, menentukan nasib benua Eropa, dan mereka memilih pengganti mereka dari para penerusnya”. Lalu 21 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1931, Jean Izoulet, salah seorang anggota Jewish Alliance Israelite Universelle, dalam karya tulisnya berjudul Paris La Capitalae Des Religions, memperkuat pernyataan Walter Rathenau: "Arti dari sejarah seratus tahun terakhir adalah bahwa sekarang, 300 pemilik modal Yahudi, semuanya adalah Masters of Lodges yang menguasai dunia". Ini berarti, protokol zionis adalah rangkuman gagasan dari 300 otak cerdas bangsa Yahudi.

Keputusasaan, ketakutan, kekacauan, keragu-raguan, kebingungan, dan ketidakpastian adalah kondisi yang diharapkan tercapai oleh langkah-langkah di dalam protokol zionis. Sudahkah harapan itu tercapai? Apakah kejadian-kejadian politik dan ekonomi di seluruh dunia sesuai dengan aksi-aksi yang dikemukakan dalam protokol zionis? Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu.

Sumber:
https://www.biblebelievers.org.au/przion1.htm
Jacob Katz & Friends, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Zionisme, Penerjemah: Joko Susilo, Pustaka Progressif, Surabaya, 1997
George Lenczowski, Timur Tengah Di Tengah Kancah Dunia, Alih Bahasa: Asgar Bixby, Sinar Baru Algesindo, Bandung, 1993
Ralph Schoenman, Sisi Gelap Zionisme, Alih Bahasa: Masyhur Abadi, Pustaka Progressif, Surabaya, 2002
Z.A. Maulani, Zionisme: Gerakan Menaklukkan Dunia, Penerbit Daseta, Jakarta, 2002
Diubah oleh inal74
profile-picture
profile-picture
profile-picture
beritapalestina dan 12 lainnya memberi reputasi
9
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 5
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 16:12
Quote:Original Posted By barulangit
di thread tercantum:
..Oleh sebab itu, cukup mudah untuk mendeteksi seorang freemason karena salah satu ajarannya begitu akrab di telinga: semua agama itu sama atau benar, karena semuanya mengajarkan kebenaran dan kebaikan.


woyyy ts dapat dari mana ente pernyataan itu? ente jangan bikin kacau balau umat beragama dengan pernyataan begitu!
itu bukan dasar dari freemason melainkan pernyataan keyakinan untuk sikap solidaritas antara umat beragama, di Indonesia sejak dulu sebelum jaman reformasi dari semenjak tingkat sekolah dasar sudah diajarkan sikap solidaritas bertenggang rasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara


Pluralisme agama seperti freemason di atas itu bukan toleransi saling menghargai perbedaan keyakinan , tapi ingin menghapus batas2 perbedaan keyakinan
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 17:56
zionisme dalam pandangan keagamaan, apakah merupakan agama tersendiri atau merupakan sub-divisi dari agama judaisme?
apakah seorang yahudi bisa mengangut agama zionisme dan agama judaisme sekaligus?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 18:11
Rostchild family emg dah......
Btw itu protokol menjurus ke New world order.

Hahaha dasar segelintir manusia penyembah dajjal emoticon-Lempar Bata emoticon-Ngamuk
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 19:12
Konspirasi Wahyudi ini mah emoticon-Blue Guy Bata (L)
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
Lapor Hansip
09-11-2019 19:31
Balasan post a_tumiwa
Quote:Original Posted By a_tumiwa
zionisme dalam pandangan keagamaan, apakah merupakan agama tersendiri atau merupakan sub-divisi dari agama judaisme?
apakah seorang yahudi bisa mengangut agama zionisme dan agama judaisme sekaligus?

Zionisme itu gerakan nasionalisme untuk kembali ke bukit Zion, alias membangun kembali negara israel di Palestina. Pendukungnya kebanyakan malah kaum sekuler. Sekarang lebih merupakan gerakan untuk mempertahankan negara Israel.

Zionisme religius lebih ke ideologi yang menyatukan zionisme dengan Yudaisme.
Mereka berlawanan dengan kaum Yahudi ortodoks lain yang sebaliknya menentang pendirian negara Israel di Palestina.
Diubah oleh shinhikarugenji
profile-picture
lyndonbaines memberi reputasi
1 0
1
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 20:11
dia mulai lapar sepertinya boskuh emoticon-Lempar Bata
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 20:14
Quote:Original Posted By inal74


Pluralisme agama seperti freemason di atas itu bukan toleransi saling menghargai perbedaan keyakinan , tapi ingin menghapus batas2 perbedaan keyakinan


maksudnya ingin menghapus batas2 perbedaan keyakinan itu bagaimana?
profile-picture
riswan1314 memberi reputasi
0 1
-1
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 21:03
Quote:Original Posted By barulangit
maksudnya ingin menghapus batas2 perbedaan keyakinan itu bagaimana?


Contoh, dalam pandangan freemason, pemeluk Kristen boleh beribadah di mesjid, gereja, vihara, pura, dan sinagog. Pemeluk Islam boleh beribadah di mesjid, gereja, vihara, pura, dan sinagog. Pemeluk Konghucu boleh beribadah di mesjid, gereja, vihara, pura, dan sinagog.
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 21:38
wahyudi
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 21:41
Quote:Original Posted By inal74


Contoh, dalam pandangan freemason, pemeluk Kristen boleh beribadah di mesjid, gereja, vihara, pura, dan sinagog. Pemeluk Islam boleh beribadah di mesjid, gereja, vihara, pura, dan sinagog. Pemeluk Konghucu boleh beribadah di mesjid, gereja, vihara, pura, dan sinagog.


maksudnya tidak ada privacy di antara umat beragama begitu? kegiatan agama dianggap ritual biasa saja yang bisa dilakukan dimana saja begitu?
pandangan seperti itu sebenarnya pandangan freemason atau pernyataan ente sendiri? apakah ada bukti kuat untuk mendukung bahwa itu benar-benar pandangan dari freemason?
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 21:41
Quote:Original Posted By barulangit
maksudnya ingin menghapus batas2 perbedaan keyakinan itu bagaimana?

Mungkin maksud-nya, semua keyakinan di mata mereka itu sama. Bgitukan?
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 21:43
Quote:Original Posted By barulangit
maksudnya tidak ada privacy di antara umat beragama begitu? kegiatan agama dianggap ritual biasa saja yang bisa dilakukan dimana saja begitu?
pandangan seperti itu sebenarnya pandangan freemason atau pernyataan ente sendiri? apakah ada bukti kuat untuk mendukung bahwa itu benar-benar pandangan dari freemason?


Coba baca tentang Freemasonry di Indonesia
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 21:45
Quote:Original Posted By inal74


Coba baca tentang Freemasonry di Indonesia


itu judul buku atau apa?
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 21:49
Quote:Original Posted By riswan1314

Mungkin maksud-nya, semua keyakinan di mata mereka itu sama. Bgitukan?


ya tidak tahu makanya nanya, semua keyakinan sama, maksudnya 'sama' itu menurut ente dalam hal apa nya?
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 21:56
Quote:Original Posted By barulangit
itu judul buku atau apa?


Bukan judul buku tapi coba cari buku atau jurnal yg membahas tentang sejarah freemasonry di Indonesia
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 21:59
Quote:Original Posted By barulangit
ya tidak tahu makanya nanya, semua keyakinan sama, maksudnya 'sama' itu menurut ente dalam hal apa nya?


Menurut freemason semua agama itu sama karena semua agama menyembah sang pencipta alam semesta
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 22:10
Quote:Original Posted By inal74


Menurut freemason semua agama itu sama karena semua agama menyembah sang pencipta alam semesta


nah ini yang selalu jadi pertanyaan, ente selalu menyebutkan 'menurut freemason' ketika ente membuat pernyataan, apakah betul pernyataan itu berasal dari freemason ataukah pernyataan pribadi ente sendiri? tampilkan juga dong sumber pembuktiannya kalau memang itu betul pernyataan dari freemason
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 22:32
Cocok banged nih baca gini ama kopi item
0 0
0
Selayang Pandang Tentang Zionisme dan Protokol Zionis
09-11-2019 23:47
yeah...rite...pas buka thread ini gw sdh mengira isinya itu itu aja(hoax basi anti semit mksd gw yg disirkulasi berulang ulang oleh mereka yg benci akut sama yahudi)




The Protocols of the Elders of Zion (Russian: Протоколы сионских мудрецов) or The Protocols of the Meetings of the Learned Elders of Zion is a fabricated antisemitic text purporting to describe a Jewish plan for global domination. The hoax, which was shown to be plagiarized from several earlier sources, some not antisemitic in nature,[1] was first published in Russia in 1903, translated into multiple languages, and disseminated internationally in the early part of the 20th century. According to the claims made by some of its publishers, the Protocols are the minutes of a late 19th-century meeting where Jewish leaders discussed their goal of global Jewish hegemony by subverting the morals of Gentiles, and by controlling the press and the world's economies.

https://en.m.wikipedia.org/wiki/The_Protocols_of_the_Elders_of_Zion


itu cuma cuma salah satu doang

mau debunk semua males...

biar ts nya lain kali usaha dulu konfirmasi tulisan2 agar jgn asal copas

0 0
0
Halaman 4 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.