alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
196
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc4ead9c820842b8133067f/as-amp-jepang-resesi-seks-karena-ekonomi-ri-bagaimana
Penurunan gairah seksual yang melanda negara-negara maju, seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang, memang patut menjadi perhatian. Pasalnya permasalahan ini bisa berdampak pada perlambatan ekonomi dalam jangka panjang.
Lapor Hansip
08-11-2019 11:11

AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?

Past Hot Thread
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?

Quote:Jakarta, CNBC Indonesia - Penurunan gairah seksual yang melanda negara-negara maju, seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang, memang patut menjadi perhatian. Pasalnya permasalahan ini bisa berdampak pada perlambatan ekonomi dalam jangka panjang.

Mengapa?

Hal ini dikarenakan 'resesi' seks yang dialami kaum milenial membuat generasi tersebut menunda aspek kedewasaan, seperti membangun rumah tangga, membeli rumah, mobil atau pengeluaran lainnya. Analisis ini dikemukakan oleh hasil penelitian dari analis politik dan ekonomi Jake Novak, pendiri Jake Novak News.


Ketika mayoritas populasi dari suatu generasi memilih untuk tidak menikah, maka jumlah bayi yang lahir juga akan menurun, di mana dalam jangka panjang ini akan berdampak pada penurunan usia produktif atau dengan kata lain, populasi suatu negara mayoritas berada di usia pensiun (aging population)

Apabila populasi orang tua meningkat pesat tentu akan menekan anggaran dana pensiun dan melesatnya biaya kesehatan.

Terlebih lagi, karena kebanyakan dari mereka sudah tidak dapat aktif menghasilkan pendapatan, maka jumlah produk atau jasa yang dihasilkan negara juga menurun yang berujung pada perlambatan laju ekonomi.

Lalu, bagaimana nasib dengan negara, seperti Indonesia, yang kondisinya bertolak belakang, di mana jumlah angkatan usia produktif terus meningkat alias sedang menikmati bonus demografi.

Apakah hal ini menjamin ekonomi Ibu Pertiwi tumbuh lebih pesat?

Sayangnya, bonus demografi yang tidak dibarengi dengan persiapan matang malah dapat menjadi pisau bermata dua, yakni saat pasar tenaga kerja tidak mampu menyerap dengan maksimal angkatan produktif dengan maksimal.

Tingkat pengangguran di Indonesia, mengacu data Trading Economics, memang terus menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun, di mana per Februari 2019 tercatat di level 5,01% dari 6,18% di tahun 2015. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan negara tetangga, masih menduduki posisi 3 teratas, kalah jauh dari Thailand dengan tingkat pengangguran hanya 1%.

AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?

Sektor Informal Mendominasi

Lebih lanjut, andai kata pasar tenaga kerja mampu menyerap angkatan produktif, tetapi latar belakang pendidikan dan keahlian yang dimiliki akan menentukan seberapa besar kontribusinya untuk pertumbuhan ekonomi.

Jumlah tenaga kerja yang diserap oleh sektor informal juga lebih besar. Data BPS mencatat, dari 100% lapangan kerja di Indonesia per Februari 2019, sebanyak 57,27% disumbang oleh sektor informal.

Untuk diketahui, yang membedakan lapangan kerja formal dan informal adalah terkait dengan pembayaran pajak ke pemerintah. Tenaga kerja formal merupakan tenaga kerja yang membayarkan pajak kepada pemerintah. Biasanya, tenaga kerja formal merupakan seorang profesional seperti guru, dosen, dokter, wartawan, dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sementara itu, tenaga kerja informal merupakan tenaga kerja yang tidak membayarkan pajak kepada pemerintah, walaupun sejatinya penghasilannya masuk ke dalam kategori yang dikenakan pajak penghasilan (PPh).

Tenaga kerja informal biasanya diasosiasikan dengan tenaga kerja yang banyak mengandalkan kekuatan fisik (blue collar) seperti Pedagang Kaki Lima (PKL), kuli bangunan, dan tukang ojek.

Struktur pasar tenaga kerja Indonesia yang didominasi oleh tenaga kerja informal jelas berbahaya. Pasalnya, penerimaan negara akan menjadi seret lantaran kebanyakan tenaga kerja tidak membayar PPh. Padahal, PPh merupakan tulang punggung pemerintah untuk membiayai pembangunan.

Porsi jumlah tenaga kerja informal yang lebih mendominasi salah satunya disebabkan sebagian besar angkatan kerja hanya memiliki tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) atau lebih rendah.

AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
Foto: Dwi Ayuningtyas


Melihat kondisi di atas, tampaknya pemerintah belum mempersiapkan dengan matang bonus demografi yang dimiliki Indonesia, sehingga benefit tersebut belum dapat berguna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Ibu Pertiwi.



https://www.cnbcindonesia.com/news/2...ri-bagaimana/2


Semakin maju dan semakin tinggi biaya hidup di suatu negara malah makin membuat orang malas untuk beranak pinak ya sepertinya?

Di Indonesia tapi kebalikannya. Heran juga.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dimasganteng107 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Tampilkan isi Thread
Halaman 9 dari 10
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
08-11-2019 21:46
wah wah wah segitunya bgt ya ngejar ekonomi karier mpe ga bisa nikmati. ato ogah nikmati. pdhl berkeluarga dst slain bkin stress jg pereda stress qkqkkw
0 0
0
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
08-11-2019 21:54
Di Ri bnyk anak banyak rejeki. Tpi kenyataan dilapangan malah bikin negara muak ngurusin org2 yg cuma bisa nguewe tpi gk bermodal
profile-picture
wen12691 memberi reputasi
1 0
1
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
Lapor Hansip
08-11-2019 21:57
Balasan post filusufkacang
Quote:Original Posted By filusufkacang
Sebenernya gue liat bukan sekedar masalah biaya hidup...

Orang2 di negara maju itu males punya anak karena tingkat stress yang tinggi, sehingga mereka merasa buat apa gue capek2 kerja sampe stress kalo duitnya cuman buat mahluk yang merepotkan bernama anak ini??

Semakin maju suatu negara, sifat selfishnya semakin tinggi...

Manusia kan pada dasarnya hidup untuk menjadi bahagia..

Semakin tinggi tingkat stress seseorang maka makin kecil keinginan nya untuk membahagiakan orang lain lebih dari pada membahagiakan dirinya sendiri...


Cendol untuk agan venom emoticon-Shakehand2

Sekedar menambahi pendapat agan venom :

Teman saya dari jepang bilang gini, dijepang generasi muda sangat aktif berhubungan seks bahkan sejak dari waktu sekolah setingkat SMP, tentunya dengan kesadaran tinggi tentang pentingnya penggunaan alat kontrasepsi. Namun karena seks bebas dan pornografi dilegalkan, mereka menjadi jenuh karena masa muda mereka kebanyakan seks, dan ketika mereka menjadi manusia dewasa, seks sudah tidak lagi menarik. Lalu muncul berbagai jenis layanan seks menyimpang, khususnya untuk para dewasa paruh baya guna menghilangkan kejenuhan akan seks yang biasa saja dan melepas stress beban pekerjaan.. jadi seks dijepang tidak lagi dipandang sebagai sarana prokreasi, tetapi hanya untuk rekreasi saja.. hal ini sangat berbahaya karena mengakibatkan tingkat kelahiran sangat minim, menyusut dari tahun ke tahun, bahkan di kota tempat teman saya tinggal banyak sekolah yang terpaksa tutup karena tidak ada anak kecil usia sekolah disana... emoticon-Wow
0 0
0
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
08-11-2019 22:35
Hmm masuk akal sih efek dominonya..Emang kaum muda skarang jarang mau punya anak..Yg cowoknya ketakutan masalah ekonomi,yg ceweknya milih jaga bodi sama penampilan
profile-picture
profile-picture
ueki19 dan wen12691 memberi reputasi
2 0
2
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
08-11-2019 22:44
Quote:Original Posted By filusufkacang


Jangan salah..

Orang2 negara maju itu tetep pada sangean semua mereka..

Tapi mereka ga mau kesangean mereka itu bakal menghasilkan beban kedepannya....

Makanya mereka memilih kesangean yang tidak terikat.. emoticon-Leh Uga


kesangean di indon lebih ke kegiatan bikin anak yg frekuen ditambah kurangnya pendidikan, ujungnya banyak punya anak. gitu aja siklusnya
profile-picture
wen12691 memberi reputasi
1 0
1
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
08-11-2019 23:25
Quote:Original Posted By Abc..Z
Efek doktrin banyak anak banyak rejeki emoticon-Ngakak (S)


Doktrin banyak anak-banyak rejeki udah runtuh semenjak mbah harto menggencarkan program keluarga berenca (kb) dengan slogan 2 anak cukup.

Yang "susah" dilawan itu ya yang "hijrah".

Banyak anak, nggak masalah kalok "jaraknya" cukup.

Kalo kecepatan, ya malah anak2nya terlantar/terbengkalai, karena emaknya repot, selain ngurusin suami dan rumah, juga ngurusin anak2nya yang kecil2.

Ngurus anak kecil itu nggak semudah ngurus anak tk.

emoticon-cystg
profile-picture
wen12691 memberi reputasi
1 0
1
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
08-11-2019 23:43
Nah... gini dong, bikin thread bermanfaat hehehe good job boskuuhh emoticon-2 Jempol
0 0
0
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
08-11-2019 23:45
Quote:Original Posted By ceo.amigroup
di indo ngentod jalan terus, persetan ada resesi ekonomi atau engga akhi emoticon-Leh UgapAS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?


Itu lu ya bre ? emoticon-Kagets
0 0
0
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
09-11-2019 00:13
Semakin maju, hidup semakin efisien.
0 0
0
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
09-11-2019 00:52
Takterkentakenemoticon-Ngakak
0 0
0
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
09-11-2019 02:18
tranfer pemain lah, nasbung boleh tuh. kan banyak anak banyak rejeki. nah yg model model kyk jav gitu gpp lah kesini
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
09-11-2019 06:05
Kalo di sana begitu punya anak repot bukan main. Pembantu gak ada. Tonggal di apartemen, anak dilarang ditinggal sendirian. Ortu/neneknya gak mau dititipin. Tetangga individualis. Peniitipan anak mahal. Jd anak harus dibawa2 kemanapun pergi. Ini bagi mereka mengurangi kebahagiaan.

Kalo di sini, yg family planingnya ngawur, beranak pinak tp disuruh gede sendiri. Kadang hanya spy bininya gak macam2 /sifat cenburu lakinya, anak dibanyakin, spy bininya ada kesibukan cuma urus anak. Pendidikan gak diperhatiin, akhirnya kerja gak jelas. Ada misalnya kerja di bank malah keluar dgn alasan riba.
Diubah oleh dragonguy
profile-picture
wen12691 memberi reputasi
1 0
1
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
Lapor Hansip
09-11-2019 06:47
Balasan post wen12691
@g3gh3t ga yakin juga wong dsana emg kultur masyrakatnya individualis
0 0
0
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
09-11-2019 08:00
karna org sana mikir kalo berkeluarga artinya tamba lagi orang yg dibiayain. belum kalo punya anak biaya sekolah, jajan, dll.mereka blum mrasa cukup buat biayain itu. beda sama orang sini. sah dulu duit belakangan
profile-picture
wen12691 memberi reputasi
1 0
1
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
09-11-2019 08:19
Quote:Original Posted By filusufkacang
Sebenernya gue liat bukan sekedar masalah biaya hidup...

Orang2 di negara maju itu males punya anak karena tingkat stress yang tinggi, sehingga mereka merasa buat apa gue capek2 kerja sampe stress kalo duitnya cuman buat mahluk yang merepotkan bernama anak ini??

Semakin maju suatu negara, sifat selfishnya semakin tinggi...

Manusia kan pada dasarnya hidup untuk menjadi bahagia..

Semakin tinggi tingkat stress seseorang maka makin kecil keinginan nya untuk membahagiakan orang lain lebih dari pada membahagiakan dirinya sendiri...


Setuju gannemoticon-Cendol Gan
0 0
0
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
09-11-2019 08:52
orang indo pikirannya seperti binatang yg penting berkembak biak beranak 3-5, gak peduli hidup tersiksa miskin gembel pokonya salah jokowi emoticon-Ngakak

yg penting rajin ibadah nanti bisa dapat duit katanya pak ustad emoticon-Ngakak

top trending yutub isinya acara alay tv alay smua emoticon-Cape d...
0 0
0
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
09-11-2019 08:57
Menurut ane sih puncak life goalnya orang dinegara maju bukan soal pernikaham atau punya anak... Tujuan mereka hanya cari kebahagiaan hidup

Beda sama indonesia, tujuannya bakal ke tetep nikah punya anak apapun kondisinya entah lu susah atau mapan yg penting nikah, soalnya KALO KAGAK NIKAH BAKAL JADI OMONGAN ORANG WKWKWK
0 0
0
AS & Jepang 'Resesi' Seks karena Ekonomi, RI Bagaimana?
Lapor Hansip
09-11-2019 09:05
Balasan post filusufkacang
banyak yg gak paham kayaknya bukan masalah stressnya uang bisa dicari mudah yg menyebabkan fenomena population growth merosot

ini karena masyarakatnya sendiri sudah pintar mereka tau yg terbaik overpopulation tidak bagus malah menyusahkan negara itu sendiri setiap orang pandangan filosofinya berbeda

ada yg ingin menikah ada yg juga tidak, beda lah orang ber iq tinggi dan iq rendah pemikirannya semakin rendah iq negaranya population growth nya tidak terkontrol beranak trus overpopulasi menyebabkan pendapatan uang berkurang ngutang terus gak bisa bayar dan akhirnya malah menyusahkan negara itu sendiri emoticon-Big Grin
0 0
0
Halaman 9 dari 10
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.