Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
9
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc24034349d0f5bfc6a087b/asystolic-maker
Sekelumit cerita dan peristiwa seorang pria yang berijazah perawat, bekerja sebagai Petugas medis merangkap psikolog, psikiater, juru angkat beban, operator forklift,janitor,koki, bahkan therapist yang bekerja di kapal lepas pantai. Part 1 Dua ranjang di kanan dan kiri ku kasurnya terbungkus sprei tipis berwana biru, dengan 2 bantal berbalutkan kain bernada sama  bertumpuk di sudut nya Mirip deng
Lapor Hansip
06-11-2019 10:38

Asystolic Maker

Sekelumit cerita dan peristiwa seorang pria yang berijazah perawat, bekerja sebagai Petugas medis merangkap psikolog, psikiater, juru angkat beban, operator forklift,janitor,koki, bahkan therapist yang bekerja di kapal lepas pantai.


Part 1

Dua ranjang

di kanan dan kiri ku

kasurnya terbungkus sprei tipis berwana biru, dengan 2 bantal berbalutkan kain bernada sama 
bertumpuk di sudut nya

Mirip dengan yang kau temukan di rumah sakit

Memang ini adalah rumah sakit

Dengan ukuran lebih kecil

Tanpa dokter

Hanya medic

Bukan dokter

Hanya medic

Kadang mereka memanggilku dokter

Tapi aku tak mau di panggil dokter

Karena aku hanya medic

Bukan dokter

Hanya medic

Sudah 17 hari berada di kapal ini

Sekitar 50 orang sejauh ini datang berkunjung

Lebih banyak dari 9 tahun aku bekerja

Di kapal ini

Ada apa dengan crew kapal ini?

Kadang membutuhkan 1 jam untuk memberikan pengobatan walaupun hanya sekedar batuk

55 menit mencurahkan isi hati, dan sisanya memberi obat.

“Thanks doc, felt better already”
Diubah oleh godgarbage
profile-picture
nandocuomo memberi reputasi
1
Asystolic Maker
06-11-2019 10:44
Part 2

Sawatdee-krap

“Selamat Pagi Khun Jhon”

Seseorang menyapaku.

Senyuman nya begitu lebar.

Bagaimana bisa seseorang bisa tersenyum lebar di pagi hari ini?

Di kapal ini

“Selamat pagi Mr…” oh sial aku lupa nama tuan tersebut

Mungkin karena nama mereka terlalu sulit untuk di ucapkan

Segera ku koreksi:

“Good morning sir, you won a lottery lately?”

“hampir” balasnya

Aku hanya mengangguk-angguk kan kepala

“Another day in paradise Khun Jhon!”

Aku kembali menganggukan kepalaku sambil mengabil bungkus rokok di dalam saku celana.

Ku ambil sebatang dan ku apitkan di antara bibir ku.

Sesaat sebelum ku bakar dengan korek berlogo “Tokai”, tuan yang aku lupa namanya bertanya:

“Aku tidak tahu bila anda merokok”

“sesekali” jawab ku.

“Seharusnya anda menjadi contoh untuk crew kapal ini” balasnya dengan nada yang sedikit meningkat.

Aku pandang wajah tuan tersebut sebentar.

Beberapa detik kemudian ku bakar rokok ku.

Dan ku hembuskan asap rokok ku.

Hilang sangat cepat.

Mungkin karena angin yang kencang.

Di pagi ini.

“aku juga manusia, sama seperti anda”Jawab ku.

Sebentar tuan tersebut hanya menggelengkan kepalanya

Dan berlalu dari hadapan ku.
Diubah oleh godgarbage
profile-picture
nandocuomo memberi reputasi
1 0
1
Asystolic Maker
06-11-2019 10:50
Part 3

24 orang di dalam ruangan berukuran 6x5 meter.

Beberapa hanya bisa berdiri.

“ok, Safety”

Buka seorang pria di meeting pagi itu.

Sunyi.

Tak ada kata kata.

23 pasang mata menatap ku.

“Go ahead” kata seorang pria tua yang duduk disebelah ku.

“Go ahead untuk apa?” tanya ku.

“Kamu adalah seorang petugas keselamatan, biasanya engkau akan melaporkan issue-issue yang sedang panas di kapal ini, terlebih masalah keselamatan” jelas nya.

“tapi aku bukan ‘Safety’, aku hanyalah medic” balasku.

“Safety, Medic, doesn’t matter, you go first you cunt” kata seseorang di ujung sana diikuti dengan canda tawa semua orang di ruangan.

“Ok, selamat pagi, namaku john, aku adalah seorang medic, bukan safety, bila aku tidak salah membaca clausal contract yang aku tanda tangani” buka ku.

“Sepertinya aman aman saja, tidak ada yang special” lanjut ku.

30 menit kemudian, mereka membubarkan diri.

Seseorang menghampiri kursi ku, pria yang tadi membuka rapat.

“Apakah anda tidak tahu bahwa tugas anda disini adalah sebagai Petugas keselamatan, petugas medis dan seorang admin?” tanya pria tersebut.

Rahangku terjatuh, ‘menganga’, seakan tidak percaya.

“Next time you will open the meeting with STOP card review, Safety issues, Medical issues, and other shit that you need to address to all crew” lanjut nya.

“Tapi aku hanya seorang me..”

“Sshhh….”potong pria tersebut sambil menempelkan jari telunjuk kanan di mulut nya.

“Aku tidak peduli” lanjut nya sambil berlalu.
Diubah oleh godgarbage
profile-picture
nandocuomo memberi reputasi
1 0
1
Asystolic Maker
06-11-2019 11:58
Part 4



“Seperti Biasa, aku akan memberikan kata mutiara sebelum memulai rapat ini” kata seorang pria yang duduk tepat di depan ku.

“Kita memerlukan sekitar 2 tahun untuk belajar berbicara, tapi membutuhkan waktu yang lama bahkan mungkin seumur hidup kita untuk berhenti berbicara” kata pria tersebut.

Semua orang di ruangan menganggukkan kepala mereka.

Pria tersebut terlihat puas dan tersenyum.

30 menit berlalu.

Aku beranjak dari kursi ku dan berjalan menuju “Chamber of Death”.

Kunyalakan sebatang rokok ku, dan menghisap nya dalam-dalam.

Pria tadi memasuki ruangan merokok, dan mendekat kepada ku.

“Sepertinya anda sedang banyak fikiran” tanya nya.

“Ya, mungkin, beberapa hari ini aku berfikir tidak karuan, tapi itu tidak penting” jawab ku.

“Menurut anda,berapa berat botol air minum ini?” tanya pria tersebut kepadaku sambil menunjukkan sebotol air minum mineral di tangan nya.

“Entahlah, mungkin kurang dari satu kilo gram” jawab ku.

“Menurut anda,berapa lama anda bisa memegang botol ini dengan posisi tangan anda tegak lurus” lanjut nya.

“Mungkin satu atau dua jam, dan setelah itu tangan ku akan kebas” balasku.

“Tepat, seperti itulah pikiran manusia” kata pria tersebut.

“Terkadang kita terlalu memikirkan hal hal yang sepele begitu lama, sehingga akan terasa berat kita rasa” lanjutnya.

“Mungkin cerita nya akan berbeda bila anda bertanya ‘seberapa berat dan berapa lama aku dapat memegang sekaleng bir’” balas ku.

Dengan senyum kecut dia pun berlalu.

Ada Apa dengan pria ini?

Terkadang sangat mudah untuk memberi semangat kepada seseorang ketika orang tersebut ‘tidak peduli’ dengan semangat yang anda berikan.

Pun sebalik nya, akan sangat sulit memberi semangat kepada seseorang ketika orang tersebut peduli dengan ‘semangat’ yang anda berikan.
Diubah oleh godgarbage
profile-picture
nandocuomo memberi reputasi
1 0
1
Asystolic Maker
06-11-2019 13:25
Part 5

“Sebentar, saya akan sambungkan dengan dokter jaga” kata seseorang di balik telepon.

“Tapi aku…”

Suara nya hilang terganti dengan suara musik, persis dengan music ketika anda menunggu jawaban dari operator seluler.

“Ya, Nama ku Dokter Sankhet, apa yang bisa ku bantu”

“Nama ku John, petugas medik kapal Viking Explorer, aku hanya ingin meminta saran dari mu” jawab ku.

“Saat ini seorang pasien sedang terbaring lemas dengan memar dan luka di lutut kanan nya, awalnya kupikir seperti bisul, 2 hari yang lalu” lanjut ku.

“Apa yang sudah anda berikan” balas nya

“Antibotik, Anti radang dan anti nyeri, Pagi tadi terlihat membaik, tapi sayangnya keadaan luka nya memburuk” lanjut ku.

“Ok, anda bisa menambahkan Bla…Bla…Bla… untuk Bla…Bla…Bla…, kita akan monitor perkembangan nya sampai besok”

Telepon pun di tutup.

----


Teringat hari ku.

5 tahun yang lalu.

Bukan bisul.

Seorang pria mengetuk pintu dengan keras.

Ku buka pintu ku.

Dia terlihat pucat.

“Are you Ok?” tanya ku.

“Dadaku terasa sakit”.

Segera ku bawa pria tersebut ke klinik.

Tidak jauh dari kamar ku, hanya 2 lantai saja.

Aku menumpukkan 2 buah bantal dan memberi sinyal agar pria tersebut berbaring di ranjang.

Memasangkan selang oksigen ke hidung nya.

Aku melihat Jarum indikator oksigen menyentuh warna kuning.

Aku melihat sekeliling ruangan.

Beberapa Botol oksigen.

Dan semunya kosong.

Fuck.

Aku mulai memasang beberapa selang, bla…bla..bla.. dan beberapa alat bla..bla…bla di dada dan jari pria tersebut.

Aku memberikan obat dan menyuruh pria tersebut untuk meletak kan nya di bawah lidah nya.

Pria tersebut menuruti ku.

Aku meraih sebuah telepon yang berada di meja.

Dan mulai menekan 3 angka, '999'

“Hello, OIM Speaking” jawab seseorang di balik telepon.

“Hi, Saya John, Medic, sepertinya anda harus segera ke klinik, ada sesuatu yang harus kita diskusikan”.

“Ada apa?” tanya pria tersebut.

“Heart Attack” jawab ku.

Tut..tut..tut..telepon terputus.

5 menit kemudian pria yang tadi berbicara dengan ku di telepon tiba di klinik.

Dia menghampiri pria yang terbaring di ranjang.

“bagaimana kondisi nya?” tanya pria tersebut.

“Medivac” jawab ku.

“No, It looks like a gastric problem, same as several month ago, your back to back said a patient has a heart attack, but it was gastric problem” kata pria tersebut dengan nada yang tinggi.

“Observed him, wait and see” lanjut nya.

Pria tersebut melangkah mendekati pintu.

Sebelum meraih tangkai pintu klinik, aku meraih dan menarik coverall nya.

Pria tersebut menoleh dan memandangku dengan tajam.

“Aku akan membawa sendiri pria ini ke rumah sakit terdekat walaupun anda tidak menyetujui nya” kata ku.

Dia terdiam, dan menatap ku dengan dalam.

“Fuck”.

Pria itu pun berlalu.

Sekitar 10 menit kemudian beberapa tim medis pelabuhan singapura datang, melakukan beberapa test kepada pria malang tersebut.

Untung nya instalasi kami sedang berlabuh di salah satu pelabuhan di Singapore.

“We need to evacuate him”
Kata seorang tim medis kepada pria yang berdebat dengan ku barusan.

Pria tersebut memandang ku sesaat , pandangan nya tidak tajam seperti tadi.

Dia kemudian menganggukkan kepalanya tanda menyetujui saran dari tim medis.

1 jam berlalu.

Mungkin sudah 5 batang rokok habis ku hisap.

Seseorang memanggilku.

“Mr. Eric want to see you in his office now”

Aku hanya menunjukkan sebatang rokok ku yang tengah ku hisap, dan dia pun mengerti dan berlalu.

Aku mengetuk pintu sebuah ruangan.

“Come in”

“anda mencari saya” tanya ku.

“Ya, aku mendapat kabar bahwa Andy mempunyai penyempitan pembuluh darah jantung, dan sedang dalam ruangan operasi saat ini.”

Aku pun menarik nafasku, sangat dalam,dan ku hembuskan pelan-pelan.

“Maaf tadi aku tidak mempercayai mu” balasnya

---


Aku menatap pria yang terbaring, meringis kesakitan.dengan luka memar di sekujur kaki kanan nya.

Di salah satu ranjang itu.

mengambil beberapa obat, dan sebotol air minum.

“Semuanya akan baik-baik saja” kata ku.

Dia hanya menganggukan kepalanya pelan.











ok
Diubah oleh godgarbage
profile-picture
nandocuomo memberi reputasi
1 0
1
Asystolic Maker
06-11-2019 18:45
Part 6

2 hari berlalu.

Pria itu masih terbaring lesu.

Ku tepuk lembut tangan nya.

"Bring you some breakfast buddy" buka ku sambil menujukkan satu kotak makan berisi sandwich.

Muka nya berseri.

"Terimakasih" jawabnya.

"Bagaimana keadaan mu hari ini?"

"Lebih baik, aku rasa besok aku sudah bisa bekerja, hanya saja 2 hari ini aku merasa sangat lemah dan lapar" balasnya.

"Bolehkah aku meliihat luka mu?" Tanya ku.

"Ya,tentu saja" jawab nya sambil menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya.

Ku buka perban yang menutupi lututnya.

Terlihat luka itu sudah membaik,tidak terlalu merah dan bengkak seperti dua hari yang lalu.

Ku ambil sarung tangan ku dan beberapa helai kasa steril.

Ku siramkan dengan cairan 'garam'.

"Masih sakit?" Tanya ku.

"Sedikit" katanya.

Setelah bersih, kembali ku tutup luka nya.

"Semuanya akan baik-baik saja" kata ku.

Dia hanya menganggukan kepalanya pelan sambil membuka kotak makanan yang tadi aku bawa.

"Aku akan segera kembali"

"Anda akan pergi kemana?" Tanya nya balik.

"Merokok." Jawabku.

"Bolehkah aku ikut?"

Ku hanya terdiam sejenak.

"Yes,why not, after i cut your fucking leg" jawab ku.

Dia hanya tersenyum dan mengacungkan jari tengah nya ke padaku.
profile-picture
nandocuomo memberi reputasi
1 0
1
Asystolic Maker
07-11-2019 07:41
Part 7

Aku melihat seorang wanita,dia menghampiriku.

Sudah sejak lama sepertinya tak ada wanita yang berani menginjakkan kaki nya di kapal ini.

"Aku baru saja datang" kata wanita itu.

"Kenapa begitu lama?" Jawab ku.

"Sorry?" Tanya wanita itu kebingungan.

"Uhmm.. ma..af, aku bertanya kepada dia" jawab ku terbata-bata.

Wanita itu menoleh ke belakang, terlihat seorang pria berdiri di tepat di belakangnya.

"Kenapa anda lama sekali? Saya sudah menunggu anda dari tadi" tanyaku.

Pria tersebut terlihat kebingungan.

"Saya dari tadi disini, bersama mu, apakah anda tidak menyadarinya?"

Wanita itu kembali menoleh ke arah ku,dan tersenyum. Manis.

"Okay, mari ikut saya, nona..?"

"Claire..Claire Eleanor, Project Engineer" jawab nya.

"Okay Nona Claire. Induction. This way!"

Seharusnya pria tadi yang akan memberikan pengarahan tentang keselamatan kapal untuk crew yang baru pertama kali onboard. Tapi untuk wanita ini,kenapa bukan aku saja yang memberi.

Kami pun berlalu,melewati pria tadi. Sekilas aku mendengar pria itu berkata "I will kill you!" Aku hanya memberikan signal 'Ok' dengan jariku.

"2 lifeboat,portside dan STBD side, 4 Life raft, dalam situasi bahaya anda bisa menuju kamar say...oh maaf anda menuju tempat berkumpul setelah ada perintah dari captain." Terang ku.

Wanita itu hanya menganggukkan kepala nya,dan tersenyum. Lagi.

Setelah 30 menit berlalu (Biasanya hanya memakan waktu 10 menit), aku pun mengajak wanita itu untuk berkeliling kapal, menunjukkan apa yang sudah aku terangkan sebelumnya.

Dalam perjalanan, terlihat beberapa pasang mata pria menatap seperti serigala yang sedang kelaparan. Dan selentingan ku dengar "Oh yeah" atau "Finally" dan "Kamarku masih kosong,anda bisa menempatinya".

"Mohon maaf,sudah sejak lama tidak ada wanita tidak pernah berkunjung ke kapal ini" kata ku kepada wanita itu.

"It's Okay" jawabnya.

Akhirnya kami tiba di depan cabin tempat wanita itu akan beristirahat.

"Ini kamar anda, 213" kata ku.

"Okay, terimakasih banyak tuan..?"

"John, panggil aku John"

"Okay John, nice to see you".

Dan begitulah awal dari pertemuanku dengan Claire 'Coin Toss Girl' Eleanor.
Diubah oleh godgarbage
0 0
0
Asystolic Maker
07-11-2019 18:46
Part 8

Hujan.

Basah lah sepatuku, demi sebatang rokok.

Sebelumnya kami berada di Zona 500m, sehingga kami hanya bisa merokok di salah satu ruangan berukuran 1.5x1.5m, yang biasa kami sebut “Chamber of Death”.

Kami sebut ”Chamber of death” karena ruangan tersebut hanya mampu menampung sekitar 4 orang pria dewasa, untuk merokok.

Tapi karena tingkat kesadaran untuk sehat sangat rendah mengakibatkan jumlah perokok di kapal kami sangat banyak.

Pun dengan tingkat keegoisan para perokok yang sangat tidak bisa di tolerir.

Sebelum 2 atau 3 batang puas kami hisap,tidak akan ada satupun perokok yang akan beranjak keluar dari ruangan tersebut, sehingga para perokok lain yang mengantri di luar pun ikut masuk ke ruangan tersebut.

Rekor yang pernah ku temui adalah 10 orang di ruangan tersebut. Merokok. Dan tidak ada satupun yang ingin keluar dari ruangan tersebut.

Aku bahkan tidak mengenali orang yang berdiri disebelahku karena jarak pandang yang sangat pendek,tertutup asap rokok yang tebal.

Tapi kali ini kami keluar dari Zona 500m, sehingga kami dapat merokok di luar ruangan.

“Finally we can smoke in healthy way” kata seorang pria di samping ku.

“Aku rasa aku tidak pernah menemukan cara yang sehat untuk merokok, semua kegiatan merokok adalah tindakan berbahaya, membunuhmu” Kata ku.

“Lalu kenapa anda masih merokok?” tanya nya balik.

“Pertanyaan yang bagus, bagaimana bila aku bakar dulu rokok yang ada di tanganku, lalu aku akan menjawab pertanyaan mu” kataku sambil meletakkan sebatang rokok di antara bibirku, dan ku bakar tepi rokok dengan dengan mancis biru bertuliskan ‘Bic’.

Dia hanya menganggukkan kepalanya.

Ku hisap dalam dalam rokok ku, dan ku buang asap nya bebas ke udara.

Pria tersebut mulai mengikuti ku, membakar rokok nya, menghisap nya dalam-dalam dan membuang asap nya.

“Jadi apa jawaban mu?” tanya nya kembali.

“What is your question buddy?” tanya ku balik.

Pria itu hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.

Selalu saja ada alasan bagi perokok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, well, setidaknya aku pura-pura lupa untuk menjawab pertanyaan nya.

“John,Safety man, Eleanor Here, can you copy me?” krrkk... Suara di balik radio VHF memanggilku.

“Yup honey, Go ahead” krrrk… Lanjut seseorang pria di radio.

“Uhm…Bisakah kau datang ke klinik? Aku sudah berada di depan klinik”krrkkk. Lanjut nya.

“Anything for you babe, be there in a minutes” krkkk. Balasnya.

Aku melihat sekelilingku, dan pandangan ku tertuju pada salah satu makhluk jahanam yang sedang memegang radio dan tertawa di sudut sana.

Setelah pria itu mengerang kesakitan karena korek api yang ku lempar tepat mengenai kepalanya, aku pun bergegas menuju klinik.

Sekitar 5 menit kemudian, aku tiba di depan klinik di sambut oleh seorang wanita bertubuh proporsional, tingginya sekitar 165 cm, rambutnya berwana agak kecoklatan terurai sampai ke bahu. Claire.

"Maaf, aku mengganggumu" kata wanita itu.

"Oh, it's okay, apa yang bisa aku bantu? Tanya ku.

Wanita itu hanya menunjuk pintu klinik seakan dirinya hanya ingin berbicara di dalam ruangan.

"Oh,okay," " Jawabku, sambil merogoh saku coverall dan meraih beberapa pasang kunci, dan aku pun memilah milah kunci tersebut mencari logo 'Clinic' di daun kunci nya.

"Silahkan masuk" kata ku setelah pintu klinik terbuka.

Wanita itu pun berjalan memasuki ruangan klinik.

"Could you please close the door John?" Kata wanita tersebut.

"Yes,sure" jawab ku sambil menutup pintu clinic.

"Please have a sit" lanjut ku sambil mendorong kursi beroda yang ada di depan ku.

"Terima kasih" jawab nya sembari duduk di kursi yang aku tawarkan.

"I need you to do something" lanjutnya.

"Ya, aku akan melakukan apapun untuk..uhm, maksudku,ya, tentu." Balasku sambil terbata-bata.

"Apakah anda mempunyai alat testpack?" Lanjut wanita itu.

"Uhm, maksud anda test untuk drugs?alkohol?tentu, aku punya!" Jawabku.

"Bukan. Test untuk kehamilan" lanjutnya sambil menurunkan nada bicaranya.

"Anda bercanda bukan?" Jawabku sambil tertawa kaku.

"No".
0 0
0
Asystolic Maker
08-11-2019 11:35
Part 9

Hening sesaat, aku mengernyitkan dahiku sambil menatap wajah wanita tersebut.

"Sudah 2 minggu ini aku tidak datang bulan" lanjutnya.

Percaya atau tidak, klinik ini memiliki 'barang' yang diminta wanita itu. Bahkan semacam pembalut dan beberapa obat yang dikhususkan untuk wanita, beberapa kotak kondom tersedia dikapal ini.

Hanya saja ini kali kedua seorang wanita meminta untuk test kehamilan.

"Okay,sepertinya aku memiliki alat tersebut, tunggu sebentar" balasku sambil beranjak dari tempat duduk dan berjalan mengarah ke lemari obat-obatan di sekeliling ruangan klinik.

Aku berhenti di salah satu lemari bertuliskan 'Miscelanious' di sudut pintunya dan mulai membuka lemari tersebut.

Jari ku menari-nari ke beberapa sudut isi lemari tersebut sambil mencari barang yang diinginkan wanita itu.

"Got it!" Seru ku.

Segera ku ambil barang yang terbungkus kotak panjang berukuran 10 Cm bertuliskan 'Easy Test Pack' dan menyerahkan krpada wanita tersebut.

"Aku rasa anda tahu cara menggunakan nya" kata ku.

"Ya,tentu,aku sudah sering menggunakan nya" jawab nya sambil tersenyum.

Aku hanya bisa melongo menatap wanita tersebut.

"Kidding! This is my first time, aku akan membaca manual nya,bolehkah aku menggunakan toiletmu?"

"Uhm, ye..s, sure" jawabku sambil menggaruk kepalaku yang memang gatal.

Wanita itu pun berlalu masuk ke dalam toilet clinic dan terdengar suara 'ceklek' tanda pintu toilet di kunci.

Perasaan aneh mulai menggangu ku.

Sedikit perasaan sedih karena tahu wanita itu sudah memiliki suami, ditambah rasa penasaran apakah betul wanita itu sudah bersuami dan sedikit perasaan senang mengetahui ini pertama kali nya wanita itu melakukan test pack.

Segera ku buang jauh-jauh perasaan aneh ini.

Perasaan pria memang sedikit unik dan tidak tahu malu. Baru saja dua hari aku mengenal wanita ini, senyumnya,canda tawa nya pada ku, sepertinya aku merasakan jatuh cinta.

Di saat aku mengetahui dia memiliki 'seseorang', hati ini seperti terhempas dan hancur berkeping-keping.

Padahal mungkin saja wanita itu hanya menunjukkan keramahan nya padaku.

'Haha, pathetic' kata ku dalam hati.

Sekitar 15 menit berlalu, wanita itu pun keluar dari ruangan toilet. Wajah nya tersenyum sambil memegang sebuah benda mirip thermometer digital di tangan kanan nya.

"Selamat!" Kataku.

Wanita itu tidak menjawab,dia hanya mengernyitkan dahi nya sambil menyerahkan alat yang berada di genggaman nya kepadaku.
Terlihat satu garis berwana merah di tengah-tengah alat tersebut.

"I am sorry, you're smiling, i thought it was positif" jawab ku.

"I'm smilling because its negatif!" Lanjut nya.

"Aku tidak mengerti, aku pikir setiap wanita yang sudah menikah akan bahagia bila hasilnya positif" tanyaku heran.

"Aku? Menikah?" Tanya wanita itu.

"Ya, anda, isn't?"

"No!Big No! Aku belum memikirkan sampai sejauh itu, setidak nya untuk saat ini, dan tidak untuk pria brengsek macam Calvin!" Jawab nya.

"Calvin?" Tanyaku.

"Ya, Calvin, Pacarku..tidak, mantan pacarku, aku mengetahui nya ketika dia tertidur setelah kami selesai berhubungan badan, ponsel nya. Semua chat nya dengan wanita lain. Laki-laki brengsek!!!" jawabnya.

Aku hanya menganggukan kepalaku pelan.

“Sorry”

“Nah, it’s okay” jawab ku.

Secara tidak sadar, aku menghela nafas dalam dan tersenyum.

"whats so funny?" Tanya wanita tersebut terheran.

Lagi lagi perasaan aneh dan tidak tahu malu menjangkiti hatiku yang rapuh. Ahelahh.

“Nothing, go on” jawab ku.

“Hari itu juga, aku memutuskan nya, laki-laki brengsek!!!” lanjut wanita tersebut disertai air mata nya yang mulai menetes di pipi.

‘Apa yang harus aku lakukan?’

‘Bagaimana cara menenangkan wanita yang sedang bersedih?’

‘Apa protocol nya?’

Pikiranku berjibaku tak berarah. Sejenak aku berfikir dan kemudian aku berjalan mengambil beberapa lembar tissue di meja, mendekati nya dan menepuk tangan ku ke bahu nya.

“there..there” kata ku.

Tak berapa lama wanita itu memeluk ku, wajahnya dibersandar di dadaku. Menangis.

5 Menit berlalu. Hening.

"I am Sorry, seharusnya aku tidak perlu menceritakan hal ini pada anda" jawab wanita itu setelah menjauhkan tubuh nya dari tubuhku.

"Nah, its..o..k.."jawabku kaku.

“So, congratulation?” lanjut ku.

“Terima kasih. John.”

“Tentu”

Sesaat sebelum wanita itu keluar dari klinik, wanita itu berhenti di depan pintu dan berkata:

“Tidak tahu kenapa tetapi aku merasa lebih lega setelah menceritakan semua kepadamu” katanya sambil mengedipkan mata kanan nya dan tersenyum.

“Catch you later, John!”

Aku hanya melambaikan tanganku ke arah wanita itu sembari wanita itu menjauh dari padaku. ‘Thanks Sheldon!’ Kataku dalam hati.
0 0
0
Asystolic Maker
11-11-2019 16:06
Part 10

"Anda mau pergi kemana?" Tanya claire sesaat setelah morning meeting berakhir.

"Smoking"jawab ku.

"I'm coming with you"

"Uhm, Okay" kataku heran.

Setelah beberapa anak tangga kami lewati, kami pun tiba di area 'Bridge'.
Sedikit kewalahan untuk mengatur nafas, aku mampir ke area pantry untuk mengambil segelas air.
Wanita itu masih mengikuti ku dari belakang.

"You want something?Coffee?Tea?" Kata ku.

"Coffee will be great,no sugar" kata Claire.

Aku pun mengambil 2 gelas paper cup yang masih terbungkus plastik bening, gelas yang pertama ku tempatkan di atas tray coffee machine,dan kemudian aku tekan tombol 'Espresso' dan gelas berikutnya ku tempatkan di atas tray yang tersedia di mesin dispenser, menekan tombol berlogo 'Hot' sampai gelas itu terisi air sekitar seperempat gelas,kemudian aku menekan tombol 'Cold' hingga air memenuhi gelas tersebut.

'glek..glek..'

Kuulangi kembali mengisi air kedalam gelasku, samapai dahaga ku terpuaskan.

"Here you go, one espresso without sugar for Miss Claire' kataku sambil menyerahkan setengah penuh kopi di dalam paper cup.

"Thanks"

"Only thanks?"tanya ku.

"Lalu? Apa yang anda inginkan?"

"Mungkin anda bisa membayarnya dengan cara lain" jawab ku sambil menatapnya dengan pandangan nakal.

"Like what?"katanya sambil melangkah dekat ke arahku.

"Uhm, I don't know. Ciuman, mungkin?" kataku sambil menaikkan alis kanan ku.

Kurasakan tepukan lembut di bahu ku,sedikit mengagetkan ku.

"Hey, anda menumpahkan airnya!"

"Oh shit!!" Kataku sambil meraih tissue yang ada di meja.

Sial, hanya lamunan! kataku dalam hati.

Wanita itu tertawa kecil.

"Apa yang anda pikirkan? Apakah anda baik baik saja?" Tanya claire.

"Ya,aku baik-baik saja, hanya sedikit kurang tidur, banyak yang aku kerjakan semalam" kataku sambil melanjutkan mengeringkan air yang aku tumpahkan di lantai.

Setelah lantai terlihat cukup kering, aku pun mengambil gelas yang tadi kutaruh di atas tray coffee machine.

"One esspresso,without sugar for Miss Claire" kataku.

"Thanks" jawab nya.

"Only Thanks?" Tanya ku.

Wanita itu menaruh dua jari tangan kanan nya di bibir nya setelah itu menempelkan jari tersebut ke pipiku.

Mungkin aku harus segera berhenti menonton film bergenre panas. Kataku dalam hati.
--

"Sejak kapan anda mulai merokok,John?" Tanya claire sambil memyeruput segelas kopi panas ditangannya.

"Let me see" kataku sambil melipat jari tangan ku satu persatu.

"Entahlah,mungkin 8 atau 10 tahun yang lalu" jawabku.

"Bolehkah aku mencoba nya?" Kata claire sambil menunjuk bungkus rokok yang ada di genggaman ku.

"Anda merokok?" Tanya ku balik.

"Tidak, hanya ingin mencoba saja" jawab nya.

"Uhm, Sure, I guess" jawabku tak yakin sambil menyerahkan sebungkus rokok putih bersama dengan korek api biru bertuliskan 'Bic'.

Wanita itu menerima bungkus rokok yang ku berikan, menatap nya sesaat dan kemudian tertawa kecil.

"Kenapa anda tertawa?" Tanyaku.

"Lihat, ini" kata claire sambil menunjukkan bungkus rokok yang aku berikan tadi.

'Call your doctor or nurse if you want to quit smoking'

Satu kalimat unik yang tertulis di tepi bawah bungkus rokok tersebut.

"Ironic, right?" Kataku.

Setelah hanya satu batang rokok habis ku hisap, dan claire, hanya satu hisap saja setelah itu membuang rokok nya ke dalam asbak besar di depan kami,terbatuk, aku hanya tertawa bercampur sedih, karena itu adalah batang terakhir yang aku punya untuk 14 hari kedepan.

“Ceritakan tentang diri anda” kata Claire.

“Aku?”

Claire hanya menganggukan kepalanya, terlihat sedikit antusias.

“Ok, Namaku John”

Hening beberapa saat.

“Itu saja?”

“itu saja, tidak ada yang special”

“Umur anda, anda tinggal dimana, Kekasih? Istri, atau mungkin Anak?”

“30, Indonesia, No, No, Maybe?”

“Mungkin?” tanya Claire sambil tertawa kecil mendengar jawaban ku.

“Ya, Mungkin, beberapa tahun yang lalu, seorang wanita. Dia memintaku untuk menemaninya melakukan test pack. Persis seperti kejadian anda kemarin.”

“Angry girlfriend, isn’t?” jawab nya sambil tertawa kecil.

“Bukan, sebenarnya dia temanku, teman kuliahku. Aku terlalu mabuk saat itu dan terbangun di pagi hari bersama wanita itu di pelukanku dan beberapa minggu kemudian dia menyuruhku datang ke rumah nya untuk melakukan sesuatu”

“Wanita itu bercerita kepada ku bahwa pacarnya meningalkan nya ketika wanita tersebut berkata bahwa kemungkinan dia hamil, pria itu marah, dan meninggalkan wanita itu.” Lanjut ku.

“And then?”

“Orang tuanya menaruh curiga kepadanya karena wanita tersebut terlihat sering saat muntah-muntah dan akhirnya wanita itu menceritakan semuanya pada orang tuanya”

“Lalu?”

“Saat itu aku berada di posisi yang tidak tepat di waktu yang tepat, kami sedang menunggu hasil test pack di rumah wanita itu, sesaat sebelum kedua orang tuanya datang.”

“Pukulan dari ayahnya mendarat telak di pipi ku,sebelum aku akan menjelaskan semuanya”

“Sepertinya anda di jebak?” kata Claire penasaran

“Mungkin, Mungkin tidak, Aku tak tahu”

“Lalu bagaimana selanjutnya?anda menjelaskan semuanya bukan?Hasil Test nya?”

“Orang tuanya tidak setuju aku menikah dengan anaknya, Hasil test? Aku tak tahu, Aku sangat emosi saat itu, test pack nya ku buang ke tempat sampah sesaat setelah mereka mengusirku”

“Lalu apa yang di lakukan wanita tersebut?”

“Dia hanya menangis, tak bisa berbuat apa-apa”

“Aku tidak mengerti, setelah puas menghabisimu, kemudian orangtuanya tidak setuju menikahkan anda dengan puteri mereka, not make sense to me!”

“Religion! anda akan mengerti bila anda tinggal di Indonesia” jawabku

“Lalu anda masih bertemu dengan wanita itu?”

“Tidak pernah, setelah kejadian itu, aku hanya tahu dia sudah menikah dan memiliki anak” jawab ku.

Claire hanya terdiam sambil mengusap dagu nya dengan jarinya seperti sedang berfirkir.

“It's only joke!” kataku sambil tertawa.

Sesaat kemudian selama 5 menit,cubitan dan pukulan dari Claire mendarat telak di perut, dada dan bahu ku.

‘Sadly isn’t a Joke’.
Diubah oleh godgarbage
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
black-eye2
Stories from the Heart
teror-hantu-dewi
Stories from the Heart
penghuni-lain-di-rumah-kost
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia