Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
209
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5db1171b68cc95414c56afcf/kepo-pelabuhan-kehidupannya-keras
Pertama sekali ketika mendengar kata pelabuhan apa yang terpikirkan guys? Mungkin terfikir hamparan daratan buatan seluas beberapa ratus meter persegi, sebagian berpikir kisaran hektar, berada di pinggir laut, banyak kapal besar yang sandar.
Lapor Hansip
24-10-2019 10:14

Kepo: Kehidupan Pelabuhan Keras

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Pertama sekali ketika mendengar kata pelabuhan apa yang terpikirkan guys? Mungkin terfikir hamparan daratan buatan seluas beberapa ratus meter persegi, sebagian berpikir kisaran hektar, berada di pinggir laut, banyak kapal besar yang sandar, udara sangat panas menyengat, orang-orangnya bertipikal keras, gampang emosi, bertampang seram, berbadan kekar, kita salah ngomong dikit digigit?

Negara kita negara kepulauan guys jadi ada baik sektor pelabuhan sebagai sektor utama di dunia maritim kenegaraan kita saya singgung dikit. Lagian saya juga berkecimpung di dunia itu kan.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
kalau dilihat-lihat lagi keren juga ya, ada laut, kapal, dan alat besar yang menjulang, Sumber picture dokumen pribadi

Wikipedia mengartikan pelabuhan atau port sebagai a place at the edge of an ocean, river, or lake for ships to load and unload their cargo.

Suatu tempat di pinggir laut, bisa juga di pinggir sungai, maupun danau, dimana tempat ini digunakan untuk bersandar kapal kemudian melakukan bongkar atau muat cargo nya (barang-barang, dimaksudkan di sini lebih ke barang-barang komersil, aplikasi yang sering terjadi barang-barang komersial tersebut ditempatkan di dalam kontainer agar tertata dengan rapi, aman, safety, saat hendak dibawa ke wilayah lain melalui jalur perairan).

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
kapal lautnya besar besar guys sumber picture dokumen pribadi

Sedangkan negara kita dalam undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran, pasal 1 ayat 16 mengutarakan bahwa pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra-dan antarmoda transportasi.

Definisi nya agak banyak ya mudah-mudahan gak pusing bacanya. Lagian itu cuman intro kok saya bukan mau ngasih perkuliahan tentang pelabuhan. Cuman ingin mengajak teman-teman semua berwacana dikit tentang pelabuhan, utamanya anggapan sebagian masyarakat yang menganggap bahwa kehidupan di pelabuhan itu identik dengan kehidupan yang keras.

Memang keras yang seperti apa sih? Saya sebagai praktisi pelabuhan sekitar 8 tahun, menemukan beberapa poin yang sebagian masyarakat menganggap match alias cocoklogi dengan anggapan tersebut di atas. Tapi tetep ya guys, sesuai bidang ke pelabuhan yang saya terjuni, pelabuhan komersil (kapal laut yang mengangkut container) bukan pelabuhan komoditi manusia alias kapal penumpang.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Tuh kapal gede amat sumber picture pxhere

• Fisik
Sebagai pekerja di dunia pelabuhan, sudah bukan rahasia umum lagi bahwa dunia ini mementingkan ketahanan fisik dari para pekerjanya. Seperti ABK alias anak buah kapal, dominan yang bisa bekerja di kapal laut adalah orang-orang yang berpendidikan pelayaran, dan mempunyai ijazah tertentu yang mendukung sebagai prasyarat agar bisa "melaut".

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Salah satu contoh anak buah kapal nih sumber picture MPSSOFT

Pernah membaca atau melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana proses pendidikan selama di sekolah pelayaran? Semi militer, mungkin bisa disamakan dengan IPDN yang sempat ramai di televisi Nasional kita dulu. Masih ingat dengan sekolah yang sempat booming dulu? Tampar, berlari kesana kemari, fisik dan mental yang ditempa oleh para senior, dan segala hal yang tidak didapat di sekolah nasional kebanyakan.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Kalau dilihat-lihat gagah ya, sumber picture PIP Makassar

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Abis diuji fisik dan mental, mandi dulu pakai air laut sumber picture AMNI

Mengapa begitu? jelas untuk mempersiapkan fisik dan mental anak didik agar ketika mereka terjun ke dunia pelabuhan atau dunia pelayaran, sudah tertata secara fisik dan mental jadi tidak ada kaget lagi dengan keadaan yang memang lumrah ada di sana.

Misalnya mereka memilih bekerja di laut, (melaut alias berlayar) melakukan keseharian di atas kapal laut yang sedang mengarungi samudra. Ombak menggunung, kapal terombang-ambing kanan kiri, panas terik maupun hujan, belum lagi harus mempersiapkan mesin, dan segala hal yang teknis terkait kapal laut di saat urgent sekalipun.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
ini sih magang keliatannya, Sumber picture politeknik pelayaran Surabaya

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture politeknik pelayaran Sumatera barat

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Kelihatannya lagi senam kalau tidak apel pagi, sumber picture wartalika


Saya agak kesulitan untuk menggambarkan hiruk-pikuk apa yang terjadi di atas kapal selama melaut. Tapi untuk gambaran saja, kurang lebih seperti di film film bajak laut katakanlah Pirates of Caribbean, (bhahaha) ketika hujan lebat dan hampir seluruh anak buah kapal alias awak kapal secara disiplin dan dalam tempo waktu yang singkat harus segera sigap menghandle tiap-tiap job desk masing-masing. Ada yang menurunkan atau mengembangkan layar, memasang jangkar, menarik tali jangkar, memegang kemudi, memeriksa lambung kapal, dan lain sebagainya.

Sama seperti kapal laut modern, ada tantangan tersendiri yang kurang lebih sama sama seperti yang digambarkan di film bajak laut box office tersebut. Hanya saja untuk zaman sekarang alat-alat lebih canggih, kontrol kapal cukup menggunakan beberapa tombol, meski tetap aja yang harus manual seperti pompa, mengecek oli di lubang parameter oli samping kapal, tali temali seperti jangkar dan tali spring & tross atau tali saat penyadaran (ngeliat diameter tali nya ngeri, besar kayak ular anaconda raksasa, menariknya meski pakai alat manual tetap pakai tenaga juga), gyro compass, monitoring radar, mengecek kedalaman air laut sekitar memakai echo sounding, dan beberapa perangkat ribet lainnya. Tiap-tiap anak buah kapal mempunyai job desk masing-masing dan ada momentum tertentu mereka harus segera sigap, layaknya petugas pemadam kebakaran yang berlarian ketika alarm kebakaran berbunyi.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Mejeng dulu ah sumber picture dragon and ball

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Di tengah-tengah kesibukan bisa mejeng sebentar sumber picture beritatrans

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
udah nggak kaya dulu sekarang kan zaman modern jadi ruang kontrol juga lebih maju enggak seperti kapal zaman dahulu, sumber picture detiktravel


Sudah terbayang kan bagaimana fisik yang dibutuhkan?

Itu kalau memang bekerja di atas kapal dan melaut, kalau yang memang bekerja di pelabuhan tidak seekstrim itu tapi tetap butuh fisik yang sehat dan siap bekerja menggunakan banyak kalori.

Sebagai pekerja pelabuhan saya sudah terbiasa untuk naik turun kapal, belum lagi kapal komersial yang ukurannya besar banget, yang panjang kapal bisa mencapai ratusan meter. Tinggi kapal kalau sedang dalam keadaan kosong bisa bisa saya naik kapal dengan ketinggian kapal yang lumayan. Ada kapal besar yang ketinggiannya belasan meter. Itu tingginya belum panjangnya kapal.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Gedhe sumber picture NOAA's national ocean service

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Gajah aja kalah gede sumber picture maritime exevutive


Selain naik turun, monitoring pekerjaan alat berat di kapal (kalau kapal komersil yang membawa kontainer ratusan) saya banyak wira wiri alias berjalan kesana kemari memastikan pekerjaan sesuai aturan yang berlaku, dan bay plan pekerjaan yang telah di order oleh pihak kapal. Belum lagi ketika cuaca panas banget ketika siang, atau dingin banget ketika malam, kalau siang matahari sangat terik dan kalau malam hari angin malam sangat dingin mengingat posisi bekerja di pinggir laut.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture 123RF

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber pictures 123RF

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture 123RF

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture 123RF


Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture shipchain blog


• Mental
Selain fisik, kita juga diwajibkan mempunyai mental yang kuat. Selain karena pressure pekerjaan luar biasa, fisik bener-bener ditempa, seringkali saat bekerja kita ada pergesekan dengan pekerja lain, pekerja kasar yang ada di pelabuhan sebagai tanggung jawab kita untuk memonitoring, ataupun pergesekan dengan anak buah kapal terkait kapal mereka yang kita handle, entah bongkar atau muat container.

Bayangin sedikit ya cuacanya panas banget, kita lelah dan haus, kemudian ada suasana yang membuat kita ingin meluapkan emosi, tapi di situ kita harus tenang, demi pekerjaan progres dan hasil yang "perfecto" kata orang Spanyol. Maklum di pelabuhan kan banyak sekali macam latar belakang orang, baik yang berpendidikan maupun sebagian besar yang kurang mengenyam pendidikan, didukung oleh cuaca dan tekanan pekerjaan yang tinggi.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture ekozone ekonomi


Cekcok sudah biasa, kebanyakan verbal, tapi bagaimana cara kita agar bisa bekerja sama dengan berbagai elemen pekerja, karena visi misi kita kalau ditelisik lagi mempunyai visi misi yang kurang lebih sama. Kalau sekarang sih ada undang undang ya, jadi kontak fisik tidak seperti zaman dulu kala nenek moyang kita, karena pemukulan pun sekarang sudah ada pasalnya. Apalagi kontak fisik lain yang lebih daripada itu.

• Lingkungan pelabuhan
Saya cuma bisa bilang luas banget, karena space tersendiri peruntukan kontainer yang jumlahnya ratusan, belum lagi stress yang dibutuhkan untuk beberapa alat berat, dimana alat berat di ini sebagai alat yang digunakan untuk mengambil, meletakkan kontainer di tempat yang diinginkan di dalam (dalam palka kapal maksudnya) atau di atas kapal (ondeck alias diatas palka kapal).

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture agung jasa kargo

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture berita tagar

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture Kementerian BUMN

Belum lagi kapal yang mempunyai dimensi besar, ada kapal yang panjangnya hanya puluhan meter, namun banyak juga kapal komersil yang panjangnya saja bisa mencapai ratusan meter, jadi untuk menampung kesemuanya sudah tergambar, seberapa luasan pelabuhan yang dibutuhkan untuk mengakomodir semua kegiatan pelabuhan.

Dan tidak ada padang rumput di sini (emangnya padang Golf apa?), pohon juga tidak nampak satu pun. Adanya area luas, dengan banyak mesin raksasa, kontainer bertumpuk-tumpuk, gedung perkantoran, dan dasar daratan berupa beton: panas, gerah, bak padang gurun.

• Risk
Dasaran sekarang beton, container terbuat dari besi, kapal juga dari besi, kemudian baik di daratan maupun di atas kapal ada hiruk pikuk tersendiri. Di daratan para trailer (truck) berseliweran membawa kontainer baik yang memang kontainer itu didistribusikan ke kapal, dari kapal ke pabrik atau depo (tempat singgah container milik pelayaran), maupun dari kapal ke tempat penumpukan container di dalam pelabuhan, dan sebaliknya dari container yard alias penumpukan container di area pelabuhan menuju kapal.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture berita trans


Belum lagi kalau kita melongok ke atas, dalam proses bongkar muat kontainer dari atau ke kapal, pastinya kontainer yang sedang di bawa alat berat berseliweran di atas kepala kita.

Jadi untuk faktor risiko yang saya maksud, baik di darat maupun di atas kapal ada resiko besar yang sedang menunggu pekerja yang lengah. kita dituntut berhati-hati baik selama di darat maupun di atas kapal. Karena seperti yang saya bilang sebelumnya, hampir semua barang yang ada di pelabuhan maupun di kapal semuanya terbuat dari barang yang keras seperti besi dan baja.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture catperku

Kita lengah sedikit di darat bisa kesambar trailer alias truk. Tidak hati-hati selama berada di atas kapal, terpeleset misalnya, bisa jatuh ke deck kapal atau gangway (tempat yang lebih rendah daripada ondeck alias atas kapal), maupun tercebur ke laut. Diamnya kita pun di atas kapal bila posisi yang kita pilih merupakan posisi yang near risk atau beresiko, bisa-bisa ada barang jatuh selama kontainer lewat di atas kepala kita.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture siemens

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture cambiasso risso


Intinya kita harus siap siaga selama melakukan pekerjaan di pelabuhan. Minimal mencari tempat yang aman. Kesemua barang keras, sekali lagi terbuat dari besi dan baja dan bobot tidak hanya 1 gram 2 gram tapi bobot barang puluhan ratusan hingga ribuan kilogram alias ton. Kalau kita salah memilih posisi berdiam diri (duduk atau bersandar di posisi yang riskan atau tidak safety) kemudian ada sesuatu kendala teknis, entah itu alat besar atau faktor kapal itu sendiri, pasti nantinya ada dampak negatif ke kita. Minimal luka, maksimal nyawa.

Tapi ya jangan hiperbolis banget keles, orang sekarang sudah jaman modern. Resiko yang di sini adalah kemungkinan-kemungkinan kecil yang bisa terjadi, bukan tiap ada kegiatan, kurang lebih 50% besaran kemungkinan terjadi accident, bukan, cuman kan namanya juga anjuran safety, paling tidak kita mencegah daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Lagian zaman sekarang yang milenial ini juga makin canggih alat, kebanyakan diperlengkapi dengan perangkat untuk mendukung keamanan saat bekerja.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture dokumen pribadi


Rata-rata dunia kepelabuhan yang didominasi oleh badan usaha milik negara maupun perusahaan swasta sudah mengaplikasikan ketentuan dan mempunyai kewajiban tersendiri untuk menerapkan sistem K3 alias keselamatan kesehatan kerja bagi para karyawannya. Lagian undang undang juga sudah mengatur tentang hal itu, termaktub di Undang-Undang No. 1/1970 dan No. 23/1992 mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Intinya setiap perusahaan dituntut untuk memfasilitasi pekerjanya dan menciptakan environment alias lingkungan bekerja yang aman, selain profitable tentunya, dan nyaman bagi para pekerjanya sendiri maupun consumer.

• On nonstop
Mengingat traffic kapal yang sangat banyak, baik kapal laut internasional maupun nasional, banyak track ke seluruh wilayah Indonesia dan negara-negara sebelah, dominan pelabuhan non stop dalam bekerja melayani kapal yang hendak sandar. Jadi mulai pagi hingga pagi selalu saja ada kegiatan, seperti beberapa frenchise alias usaha waralaba, dunia pelabuhan sebagai terminal utama kapal laut di aspek maritim mempunyai slogan buka 24 jam.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture pxHere

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture aktual.com

Jika siang hari, kami bergelut dengan terik matahari, debu yang liar beterbangan ke sana kemari, sebaliknya jika malam berteman rembulan, pelukan udara yang yang dingin yang menusuk kulit, disertai angin malam, rasa kantuk dan lelah menjadi satu.

Tapi tenang aja, meskipun dunia pelabuhan memang nonstop tapi untuk masalah jam kerja karyawan masih mengacu pada undang-undang, yang saya maksud UU No 13/2003 tentang ketenagakerjaan pasal 77, dimana disana diatur pada dua poin,

- 7 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu
- 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu

Jadi terdapat kurang lebih 3-4 grup agar jam kerja kami menyesuaikan dengan ketetapan yang telah diatur pemerintah.


Gimana? Apa sudah dapat gambaran sedikit tentang dunia kepelabuhan yang identik dengan dunia pelabuhan itu dunia yang keras seperti stereotip yang bertengger di sebagian masyarakat?

Kalau sudah saya sih sebagai pengulas wacana pelabuhan ikut senang. Kalau belum ya mohon maaf, namanya juga saya manusia yang terbatas.

Selamat beraktivitas, tetap semangat, jangan lupa selalu berdoa dimana saja. Salam dari Tanjung Perak, Surabaya.

Syalalalala...

Tanjung perak tepi laut
Siapa suka boleh ikut
Bawa gitar keroncong piul
Jangan lupa bawa anggur
Tanjung perak.. tepi laut

Dudududu..




FURQON643
Diubah oleh onee643
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sebelahblog dan 16 lainnya memberi reputasi
17
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 11
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 02:29
Keras sangat gan karena di pelabuhan itu seperti kehidupan yang garang. Tapi sebenarnya slow saja dalam hal ini bisa dikondisikan. Keras itu relatif saja bagi setiap orang.
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 03:35
Mantap TS
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 03:40
Duitnya banyak tp jarang waktu sama keluargaemoticon-Sorry
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 03:46
bau yg khas emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
onee643 dan patriz1o memberi reputasi
2 0
2
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 03:48
Ada Gak gan pelaut yang gak bisa berenang?
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 03:51
Gan untuk bisa masuk ke dunia itu,,kita dari pas SMP harus masuk ke sekolah khusus pelayaran gitu ya..apa aja yang harus disiapkan?
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 04:12
Preman2nya, permainan bea cukai, polair, AL, mana gan koq ga dibahas?
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 04:22
ane kerja di Tersus gan... Terminal Khusus...! Sehari paling 1 Kapal doang....!
emoticon-Travelleremoticon-Ngacir
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 04:48
sodara ane ada yg kerja di kapal di pelabuhan Kalsel,, tiap brp minggu sekali sering bolak2 Kalsel - Singapura,, jadi dalam waktu seminggu kadang lebih bisa berada ditengah laut, dulu waktu pendidikan setelah tamat SMA dipelayaran gt tiap hari emang latihan fisik dari lari, jalan kaki berkilometer, push up, renang, latihan fisik semua, hampir 3 tahun kalo gak salah pendidikan nya...
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 05:04
ane tandain dulu ya om, isinya menarik sepertinya ane baru baca awal2an aja, ntar mau dilanjutin lagi lagi ada gawe
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 05:08
keren tritnya gaan
kalau kerja nya jadi abk mungkin kehidupannya yg lebih keras gan emoticon-Takut
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 05:18
Quote:Original Posted By onee643
Pertama sekali ketika mendengar kata pelabuhan apa yang terpikirkan guys? Mungkin terfikir hamparan daratan buatan seluas beberapa ratus meter persegi, sebagian berpikir kisaran hektar, berada di pinggir laut, banyak kapal besar yang sandar, udara sangat panas menyengat, orang-orangnya bertipikal keras, gampang emosi, bertampang seram, berbadan kekar, kita salah ngomong dikit digigit?

Negara kita negara kepulauan guys jadi ada baik sektor pelabuhan sebagai sektor utama di dunia maritim kenegaraan kita saya singgung dikit. Lagian saya juga berkecimpung di dunia itu kan.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
kalau dilihat-lihat lagi keren juga ya, ada laut, kapal, dan alat besar yang menjulang, Sumber picture dokumen pribadi

Wikipedia mengartikan pelabuhan atau port sebagai a place at the edge of an ocean, river, or lake for ships to load and unload their cargo.

Suatu tempat di pinggir laut, bisa juga di pinggir sungai, maupun danau, dimana tempat ini digunakan untuk bersandar kapal kemudian melakukan bongkar atau muat cargo nya (barang-barang, dimaksudkan di sini lebih ke barang-barang komersil, aplikasi yang sering terjadi barang-barang komersial tersebut ditempatkan di dalam kontainer agar tertata dengan rapi, aman, safety, saat hendak dibawa ke wilayah lain melalui jalur perairan).

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
kapal lautnya besar besar guys sumber picture dokumen pribadi

Sedangkan negara kita dalam undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran, pasal 1 ayat 16 mengutarakan bahwa pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra-dan antarmoda transportasi.

Definisi nya agak banyak ya mudah-mudahan gak pusing bacanya. Lagian itu cuman intro kok saya bukan mau ngasih perkuliahan tentang pelabuhan. Cuman ingin mengajak teman-teman semua berwacana dikit tentang pelabuhan, utamanya anggapan sebagian masyarakat yang menganggap bahwa kehidupan di pelabuhan itu identik dengan kehidupan yang keras.

Memang keras yang seperti apa sih? Saya sebagai praktisi pelabuhan sekitar 8 tahun, menemukan beberapa poin yang sebagian masyarakat menganggap match alias cocoklogi dengan anggapan tersebut di atas. Tapi tetep ya guys, sesuai bidang ke pelabuhan yang saya terjuni, pelabuhan komersil (kapal laut yang mengangkut container) bukan pelabuhan komoditi manusia alias kapal penumpang.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Tuh kapal gede amat sumber picture pxhere

• Fisik
Sebagai pekerja di dunia pelabuhan, sudah bukan rahasia umum lagi bahwa dunia ini mementingkan ketahanan fisik dari para pekerjanya. Seperti ABK alias anak buah kapal, dominan yang bisa bekerja di kapal laut adalah orang-orang yang berpendidikan pelayaran, dan mempunyai ijazah tertentu yang mendukung sebagai prasyarat agar bisa "melaut".

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Salah satu contoh anak buah kapal nih sumber picture MPSSOFT

Pernah membaca atau melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana proses pendidikan selama di sekolah pelayaran? Semi militer, mungkin bisa disamakan dengan IPDN yang sempat ramai di televisi Nasional kita dulu. Masih ingat dengan sekolah yang sempat booming dulu? Tampar, berlari kesana kemari, fisik dan mental yang ditempa oleh para senior, dan segala hal yang tidak didapat di sekolah nasional kebanyakan.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Kalau dilihat-lihat gagah ya, sumber picture PIP Makassar

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Abis diuji fisik dan mental, mandi dulu pakai air laut sumber picture AMNI

Mengapa begitu? jelas untuk mempersiapkan fisik dan mental anak didik agar ketika mereka terjun ke dunia pelabuhan atau dunia pelayaran, sudah tertata secara fisik dan mental jadi tidak ada kaget lagi dengan keadaan yang memang lumrah ada di sana.

Misalnya mereka memilih bekerja di laut, (melaut alias berlayar) melakukan keseharian di atas kapal laut yang sedang mengarungi samudra. Ombak menggunung, kapal terombang-ambing kanan kiri, panas terik maupun hujan, belum lagi harus mempersiapkan mesin, dan segala hal yang teknis terkait kapal laut di saat urgent sekalipun.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
ini sih magang keliatannya, Sumber picture politeknik pelayaran Surabaya

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture politeknik pelayaran Sumatera barat

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Kelihatannya lagi senam kalau tidak apel pagi, sumber picture wartalika


Saya agak kesulitan untuk menggambarkan hiruk-pikuk apa yang terjadi di atas kapal selama melaut. Tapi untuk gambaran saja, kurang lebih seperti di film film bajak laut katakanlah Pirates of Caribbean, (bhahaha) ketika hujan lebat dan hampir seluruh anak buah kapal alias awak kapal secara disiplin dan dalam tempo waktu yang singkat harus segera sigap menghandle tiap-tiap job desk masing-masing. Ada yang menurunkan atau mengembangkan layar, memasang jangkar, menarik tali jangkar, memegang kemudi, memeriksa lambung kapal, dan lain sebagainya.

Sama seperti kapal laut modern, ada tantangan tersendiri yang kurang lebih sama sama seperti yang digambarkan di film bajak laut box office tersebut. Hanya saja untuk zaman sekarang alat-alat lebih canggih, kontrol kapal cukup menggunakan beberapa tombol, meski tetap aja yang harus manual seperti pompa, mengecek oli di lubang parameter oli samping kapal, tali temali seperti jangkar dan tali spring & tross atau tali saat penyadaran (ngeliat diameter tali nya ngeri, besar kayak ular anaconda raksasa, menariknya meski pakai alat manual tetap pakai tenaga juga), gyro compass, monitoring radar, mengecek kedalaman air laut sekitar memakai echo sounding, dan beberapa perangkat ribet lainnya. Tiap-tiap anak buah kapal mempunyai job desk masing-masing dan ada momentum tertentu mereka harus segera sigap, layaknya petugas pemadam kebakaran yang berlarian ketika alarm kebakaran berbunyi.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Mejeng dulu ah sumber picture dragon and ball

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Di tengah-tengah kesibukan bisa mejeng sebentar sumber picture beritatrans

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
udah nggak kaya dulu sekarang kan zaman modern jadi ruang kontrol juga lebih maju enggak seperti kapal zaman dahulu, sumber picture detiktravel


Sudah terbayang kan bagaimana fisik yang dibutuhkan?

Itu kalau memang bekerja di atas kapal dan melaut, kalau yang memang bekerja di pelabuhan tidak seekstrim itu tapi tetap butuh fisik yang sehat dan siap bekerja menggunakan banyak kalori.

Sebagai pekerja pelabuhan saya sudah terbiasa untuk naik turun kapal, belum lagi kapal komersial yang ukurannya besar banget, yang panjang kapal bisa mencapai ratusan meter. Tinggi kapal kalau sedang dalam keadaan kosong bisa bisa saya naik kapal dengan ketinggian kapal yang lumayan. Ada kapal besar yang ketinggiannya belasan meter. Itu tingginya belum panjangnya kapal.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Gedhe sumber picture NOAA's national ocean service

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Gajah aja kalah gede sumber picture maritime exevutive


Selain naik turun, monitoring pekerjaan alat berat di kapal (kalau kapal komersil yang membawa kontainer ratusan) saya banyak wira wiri alias berjalan kesana kemari memastikan pekerjaan sesuai aturan yang berlaku, dan bay plan pekerjaan yang telah di order oleh pihak kapal. Belum lagi ketika cuaca panas banget ketika siang, atau dingin banget ketika malam, kalau siang matahari sangat terik dan kalau malam hari angin malam sangat dingin mengingat posisi bekerja di pinggir laut.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture 123RF

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber pictures 123RF

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture 123RF

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture 123RF


Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture shipchain blog


• Mental
Selain fisik, kita juga diwajibkan mempunyai mental yang kuat. Selain karena pressure pekerjaan luar biasa, fisik bener-bener ditempa, seringkali saat bekerja kita ada pergesekan dengan pekerja lain, pekerja kasar yang ada di pelabuhan sebagai tanggung jawab kita untuk memonitoring, ataupun pergesekan dengan anak buah kapal terkait kapal mereka yang kita handle, entah bongkar atau muat container.

Bayangin sedikit ya cuacanya panas banget, kita lelah dan haus, kemudian ada suasana yang membuat kita ingin meluapkan emosi, tapi di situ kita harus tenang, demi pekerjaan progres dan hasil yang "perfecto" kata orang Spanyol. Maklum di pelabuhan kan banyak sekali macam latar belakang orang, baik yang berpendidikan maupun sebagian besar yang kurang mengenyam pendidikan, didukung oleh cuaca dan tekanan pekerjaan yang tinggi.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture ekozone ekonomi


Cekcok sudah biasa, kebanyakan verbal, tapi bagaimana cara kita agar bisa bekerja sama dengan berbagai elemen pekerja, karena visi misi kita kalau ditelisik lagi mempunyai visi misi yang kurang lebih sama. Kalau sekarang sih ada undang undang ya, jadi kontak fisik tidak seperti zaman dulu kala nenek moyang kita, karena pemukulan pun sekarang sudah ada pasalnya. Apalagi kontak fisik lain yang lebih daripada itu.

• Lingkungan pelabuhan
Saya cuma bisa bilang luas banget, karena space tersendiri peruntukan kontainer yang jumlahnya ratusan, belum lagi stress yang dibutuhkan untuk beberapa alat berat, dimana alat berat di ini sebagai alat yang digunakan untuk mengambil, meletakkan kontainer di tempat yang diinginkan di dalam (dalam palka kapal maksudnya) atau di atas kapal (ondeck alias diatas palka kapal).

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture agung jasa kargo

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture berita tagar

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture Kementerian BUMN

Belum lagi kapal yang mempunyai dimensi besar, ada kapal yang panjangnya hanya puluhan meter, namun banyak juga kapal komersil yang panjangnya saja bisa mencapai ratusan meter, jadi untuk menampung kesemuanya sudah tergambar, seberapa luasan pelabuhan yang dibutuhkan untuk mengakomodir semua kegiatan pelabuhan.

Dan tidak ada padang rumput di sini (emangnya padang Golf apa?), pohon juga tidak nampak satu pun. Adanya area luas, dengan banyak mesin raksasa, kontainer bertumpuk-tumpuk, gedung perkantoran, dan dasar daratan berupa beton: panas, gerah, bak padang gurun.

• Risk
Dasaran sekarang beton, container terbuat dari besi, kapal juga dari besi, kemudian baik di daratan maupun di atas kapal ada hiruk pikuk tersendiri. Di daratan para trailer (truck) berseliweran membawa kontainer baik yang memang kontainer itu didistribusikan ke kapal, dari kapal ke pabrik atau depo (tempat singgah container milik pelayaran), maupun dari kapal ke tempat penumpukan container di dalam pelabuhan, dan sebaliknya dari container yard alias penumpukan container di area pelabuhan menuju kapal.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture berita trans


Belum lagi kalau kita melongok ke atas, dalam proses bongkar muat kontainer dari atau ke kapal, pastinya kontainer yang sedang di bawa alat berat berseliweran di atas kepala kita.

Jadi untuk faktor risiko yang saya maksud, baik di darat maupun di atas kapal ada resiko besar yang sedang menunggu pekerja yang lengah. kita dituntut berhati-hati baik selama di darat maupun di atas kapal. Karena seperti yang saya bilang sebelumnya, hampir semua barang yang ada di pelabuhan maupun di kapal semuanya terbuat dari barang yang keras seperti besi dan baja.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture catperku

Kita lengah sedikit di darat bisa kesambar trailer alias truk. Tidak hati-hati selama berada di atas kapal, terpeleset misalnya, bisa jatuh ke deck kapal atau gangway (tempat yang lebih rendah daripada ondeck alias atas kapal), maupun tercebur ke laut. Diamnya kita pun di atas kapal bila posisi yang kita pilih merupakan posisi yang near risk atau beresiko, bisa-bisa ada barang jatuh selama kontainer lewat di atas kepala kita.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture siemens

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture cambiasso risso


Intinya kita harus siap siaga selama melakukan pekerjaan di pelabuhan. Minimal mencari tempat yang aman. Kesemua barang keras, sekali lagi terbuat dari besi dan baja dan bobot tidak hanya 1 gram 2 gram tapi bobot barang puluhan ratusan hingga ribuan kilogram alias ton. Kalau kita salah memilih posisi berdiam diri (duduk atau bersandar di posisi yang riskan atau tidak safety) kemudian ada sesuatu kendala teknis, entah itu alat besar atau faktor kapal itu sendiri, pasti nantinya ada dampak negatif ke kita. Minimal luka, maksimal nyawa.

Tapi ya jangan hiperbolis banget keles, orang sekarang sudah jaman modern. Resiko yang di sini adalah kemungkinan-kemungkinan kecil yang bisa terjadi, bukan tiap ada kegiatan, kurang lebih 50% besaran kemungkinan terjadi accident, bukan, cuman kan namanya juga anjuran safety, paling tidak kita mencegah daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Lagian zaman sekarang yang milenial ini juga makin canggih alat, kebanyakan diperlengkapi dengan perangkat untuk mendukung keamanan saat bekerja.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture dokumen pribadi


Rata-rata dunia kepelabuhan yang didominasi oleh badan usaha milik negara maupun perusahaan swasta sudah mengaplikasikan ketentuan dan mempunyai kewajiban tersendiri untuk menerapkan sistem K3 alias keselamatan kesehatan kerja bagi para karyawannya. Lagian undang undang juga sudah mengatur tentang hal itu, termaktub di Undang-Undang No. 1/1970 dan No. 23/1992 mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Intinya setiap perusahaan dituntut untuk memfasilitasi pekerjanya dan menciptakan environment alias lingkungan bekerja yang aman, selain profitable tentunya, dan nyaman bagi para pekerjanya sendiri maupun consumer.

• On nonstop
Mengingat traffic kapal yang sangat banyak, baik kapal laut internasional maupun nasional, banyak track ke seluruh wilayah Indonesia dan negara-negara sebelah, dominan pelabuhan non stop dalam bekerja melayani kapal yang hendak sandar. Jadi mulai pagi hingga pagi selalu saja ada kegiatan, seperti beberapa frenchise alias usaha waralaba, dunia pelabuhan sebagai terminal utama kapal laut di aspek maritim mempunyai slogan buka 24 jam.

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture pxHere

Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
Sumber picture aktual.com

Jika siang hari, kami bergelut dengan terik matahari, debu yang liar beterbangan ke sana kemari, sebaliknya jika malam berteman rembulan, pelukan udara yang yang dingin yang menusuk kulit, disertai angin malam, rasa kantuk dan lelah menjadi satu.

Tapi tenang aja, meskipun dunia pelabuhan memang nonstop tapi untuk masalah jam kerja karyawan masih mengacu pada undang-undang, yang saya maksud UU No 13/2003 tentang ketenagakerjaan pasal 77, dimana disana diatur pada dua poin,

- 7 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu
- 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu

Jadi terdapat kurang lebih 3-4 grup agar jam kerja kami menyesuaikan dengan ketetapan yang telah diatur pemerintah.


Gimana? Apa sudah dapat gambaran sedikit tentang dunia kepelabuhan yang identik dengan dunia pelabuhan itu dunia yang keras seperti stereotip yang bertengger di sebagian masyarakat?

Kalau sudah saya sih sebagai pengulas wacana pelabuhan ikut senang. Kalau belum ya mohon maaf, namanya juga saya manusia yang terbatas.

Selamat beraktivitas, tetap semangat, jangan lupa selalu berdoa dimana saja. Salam dari Tanjung Perak, Surabaya.

Syalalalala...

Tanjung perak tepi laut
Siapa suka boleh ikut
Bawa gitar keroncong piul
Jangan lupa bawa anggur
Tanjung perak.. tepi laut

Dudududu..




FURQON643


TS alumni mana nih?
Diubah oleh fayzvice
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 05:20
Quote:Original Posted By el.achmeedy
keren tritnya gaan
kalau kerja nya jadi abk mungkin kehidupannya yg lebih keras gan emoticon-Takut


FYI gan, kerja di Kapal dan pelabuhan itu kan di lapangan, memang ketahanan fisik dan mental di perlukan, kita bertemu berbagai macam orang dan karakter, ditambah jam tidur yang ga menentu
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 05:22
Quote:Original Posted By scott.i
ane kerja di Tersus gan... Terminal Khusus...! Sehari paling 1 Kapal doang....!
emoticon-Travelleremoticon-Ngacir


Enak sih kalo di tersus gitu, jarang ada orang luar juga kan, terus kapal juga ga terlalu banyak
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Kepo: Pelabuhan Kehidupannya Keras
01-11-2019 05:22
Quote:Original Posted By voucham
Gan untuk bisa masuk ke dunia itu,,kita dari pas SMP harus masuk ke sekolah khusus pelayaran gitu ya..apa aja yang harus disiapkan?


mending dr lulus SMA (usahain SMA) masuk akademi pelayaran usahain masuk yg D4 itu ijasah daratnya setara S1 kalau ditengah jalan berubah pikiran mau belok jd aparatur negara (PNS,TNI,Polkis) lebih gampang emoticon-Big Grin
atau mau terus jd pelaut jg lebih cepet jd kapten/kkm (tergantung orangnya juga seh) emoticon-Embarrassment
cuman ya karena kampus yg nyedian D4 lebih sedikit dr yg D3 jd masuknya agak susah karena saingannya lebih banyak aja emoticon-Embarrassment

yg disiapin selain syarat2 administrasi, dan akademik, siapin juga fisik dan mental emoticon-Big Grin
duid juga seh, sekarang apa2 udah pada mahal, ga ky dulu kampus pelayaran negeri masih dapet subsidi pemerintah...
profile-picture
onee643 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 2 dari 11
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia