Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
2754
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbc851a018e0d5684371b5f/pacarku-hidup-kembali
Hayati tertarik ke alam baka dan memaksanya harus berpisah dengan Asnawi. Dia sebenarnya masih hidup namun akhirnya dia bisa kembali meski dalam wujud kuntilanak
Lapor Hansip
21-04-2019 21:58

PACARKU HIDUP KEMBALI (Romance, Ecchi, Horror, Comedy)

Past Hot Thread
icon-verified-thread
PACARKU HIDUP KEMBALI
Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Sinopsis


KARAKTER


Karakter Utama

Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman

Karakter Pendukung



Quote:
PERHATIAN !!

1. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, untuk karakter, tempat kejadian dan nama perusahaan adalah murni dari imajinasi penulis. Penulis berpesan agar pembaca tidak terlalu menganggap serius

2. Cerita ini adalah lanjutan dari PACARKU KUNTILANAK. Bagi pembaca yang baru mengikuti cerita ini, harap membaca prequelnya terlebih dahulu

3. Penulis membebaskan pembaca untuk berkomentar apapun di dalam trit ini, selama tidak menyinggung SARA

4. Cerita ini banyak menampilkan adegan kekerasan. Harap bagi pembaca yang dibawah 17 Tahun untuk tidak membacanya

5. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan Typologi




Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Opening Song


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Closing Song



Polling
240 Suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ? 
Diubah oleh Martincorp
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Rosemyatone dan 80 lainnya memberi reputasi
81
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 82 dari 140
PACARKU HIDUP KEMBALI
26-10-2019 05:31
Lanjutken
profile-picture
Martincorp memberi reputasi
1 0
1
PACARKU HIDUP KEMBALI
26-10-2019 08:15
ditunggu bang update nya ..
profile-picture
Martincorp memberi reputasi
1 0
1
PACARKU HIDUP KEMBALI
26-10-2019 15:54
Ambyar
profile-picture
Martincorp memberi reputasi
1 0
1
PACARKU HIDUP KEMBALI
26-10-2019 20:23
emoticon-clock kayak e rlnya sibuk beud
profile-picture
profile-picture
anonymcoy02 dan Martincorp memberi reputasi
2 0
2
PACARKU HIDUP KEMBALI
26-10-2019 20:53
emoticon-Om Telolet Om!emoticon-Sundulemoticon-Ngacir2
profile-picture
Martincorp memberi reputasi
1 0
1
PACARKU HIDUP KEMBALI
27-10-2019 02:13
Hari jum'at telah lewat. Sekarang hari minggu. Jadi???
profile-picture
Martincorp memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
Lapor Hansip
27-10-2019 05:55
Balasan post tiger.ijo.cool
Quote:Original Posted By tiger.ijo.cool
Hari jum'at telah lewat. Sekarang hari minggu. Jadi???


Sorry gan, ane kmrn sibuk banget di kantor, jd telat apdet, kalo maksain apdet juga br ada 1 part dan kentang... Semoga minggu ini bisa mega apdet
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fafnewjuly dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
PACARKU HIDUP KEMBALI
27-10-2019 06:08
Quote:Original Posted By Martincorp
Sorry gan, ane kmrn sibuk banget di kantor, jd telat apdet, kalo maksain apdet juga br ada 1 part dan kentang... Semoga minggu ini bisa mega apdet


Ok bang,,semangat...
Cepet updt emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
anonymcoy02 dan Martincorp memberi reputasi
2 0
2
PACARKU HIDUP KEMBALI
27-10-2019 11:09
update woi
profile-picture
profile-picture
anonymcoy02 dan Martincorp memberi reputasi
2 0
2
PACARKU HIDUP KEMBALI
27-10-2019 14:56
udh 1 minggu belum update jg
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
Lapor Hansip
27-10-2019 17:29
Balasan post Martincorp
@Martincorp siap gan. Ditunggu rentetan updatenya yak.. Tetap semangat buat berbagi cerita.
profile-picture
anonymcoy02 memberi reputasi
1 0
1
PACARKU HIDUP KEMBALI
28-10-2019 10:07
BAGIAN 22
MIRAMAREU
part 2



AARRRRRRRRGHHHHHH!!!! Hayati berteriak sambil terperanjat dari tempat tidurnya yang nyaman. Tubuhnya tampak basah dengan keringat dan laju nafasnya pun berjalan cepat. Dia kemudian memegangi leher dan perutnya. Ternyata tidak ada bekas luka tusukan dan sayatan seperti yang baru saja dialaminya.

“fyuhhh!!!!.....untung cuman mimpi.......ya Allah pertanda apakah ini?....apa aku gak boleh mendapatkan kembali cinta dari mas Nawi...?” gumamnya dalam hati.

Tak lama berselang, terdengar suara ketukan pintu. Hayati sangat kaget dengan suara ketukan pintu itu, mengingat dalam mimpinya, suara ketukan pintu menjadi awal bencana yang menimpa Hayati. Ia pun lansung bangun dan berjalan perlahan mendekati pintu, kemudian membukanya.

“aarrrggghhh kunti.......!!!” teriak Romi ketika melihat Hayati membuka pintu dengan keadaan berantakan. Rambutnya tampak kusut dan mengembang. Sementara wajahnya pucat, mata sayu dan iris mata berwarna kuning terang.

“Romi...!!!!...kamu ngapain tereak-tereak?...aku kaget” tanya Hayati.

“maafin aku bude...abisnya bude penampilannya kaya kunti” jawab Romi malu-malu.

“ihh..kamu apaan sih...aku tuh udah jadi orang lagi tauu!!” Hayati kesal.

“lha bude gak percaya....coba ngaca bude!” ledek Romi.

“ih dasar kamu!...gak sopan yah sama orang tua!” bentak Hayati.

“aduh maaf bude...maaf...aku salah udah gak sopan sama bude, ya abisnya bude itu wujudnya masih muda, jadi kaya yang seumuran sama aku” kata Romi yang mendadak ingin menangis.

“hehehe...oalah..kamu baru dibentak segitu aja udah mau nangis...huh dasar cengeng!”

“ya abisnya bude galak banget....mamih aja gak pernah bentak aku kayak gitu”

“ah masa sih?....uh kasian deh keponakanku...maafin bude yah”

Hayati langsung memeluk erat Romi, kemudian membenamkan mukanya ke buah dadanya yang besar dan empuk.

“ampun bude...ampun...aku gak bisa napas...ampun” Romi memberontak ditengah apitan belahan dada Hayati.

“oops..maaf Romi..hehehe....aku udah lama gak peluk orang” Hayati melepaskan Romi.

“aduuhh...bude nih bener-bener sadis yah...itu meluk apa mau bunuh sih?”

“hahaha....meluk dong sayang....hmmm..yaudah kamu mau apa kesini?”

“aku mau ngasih tau kalo makan malam udah siap..mamih sama papih udah nunggu bude di ruang makan...oh iya...Aldi juga udah ada bude...dia belum kenal sama bude”

“oalah....udah malem lagi yah...yaudah, kamu duluan gih...aku mau cuci muka dulu sama ngeberesin rambut...aku takut mamih sama papih mu takut liat aku kaya gini”

“okeh bude....hehehe”

Hayati pun menutup pintu kamar ketika Romi pergi ke ruang makan. Dia pun kaget dan berteriak ketika bercermin karena melihat bayangan dirinya yang berwujud seperti kunti. Sontak, Hayati langsung mencuci muka dan membasahi rambutnya. Setelah itu dia menyisir rambut sampai rapi. Hayati juga mengganti bajunya dengan setelan baju tidur yang sudah disiapkan oleh Rini sebelumnya.

Suasana ruang makan sudah ramai dengan suara obrolan keluarga. Hayati bisa melhatnya ketika menuruni tangga yang besar. Disana terdapat sebuah meja makan berbentuk oval. Di sisi sebelah kanan, Rini dan Parhan duduk berdampingan. Di sisi lainnya ada Romi dan Aldi yang tengah asyik mengotak atik handphone sambil menunggu kedatangan Hayati. Semua ini merupakan makan malam pertama Hayati di rumah Rini.

“nah akhirnya yang ditunggu-tunggu dateng...ayo cepetan mbak...kita mulai makan malam” sapa Parhan.

“maafin aku yah semuanya hehe...tadi aku tidurnya kelamaan..pasti kalian udah laper” kata Hayati tersipu malu.

“gak apa apa kok mbak...kita belum laper juga kok...oh iya kamu belum kenal sama anakku yang paling bontot yah...nih orangnya ada disini....ayo Aldi, salim sama bude!!” Rini memerintahkan Aldi untuk mencium tangan Hayati yang masih berdiri. Aldi dengan cepat bergegas dari tempat duduknya dan meraih tangan Hayati. Dengan gaya dan tatapan ala Casanova, Aldi menyapa Hayati.

“oh...bude...perkenalkan, namaku Aldi...aku adalah keponakan mu “ sapa Aldi dengan tatapan berbinar.

“salam kenal yah Aldi....hehehe, duh aku berasa jadi tuan putri nih “ Hayati mendadak salah tingkah.

“ayolah...duduk disebelah ku bude....tempatku ini adalah yang paling nyaman” Aldi membukakan kursi untuk diduduki Hayati.

Akan tetapi Romi langsung melakukan hal yang sama, dia membuka kursi di sebelah kirinya dan menyuruh Hayati untuk duduk disampingnya. Hal itu kemudian berujung dengan cek cok antara Aldi dan Romi.

“UDAH CUKUP!!!....kalian semua diam!” bentak Rini kepada anak anaknya.

“aduh Rin...aku kaget lho”sahut Hayati.

“maafin aku mbak...yaudah kamu duduk aja tuh sebelah Parhan!”

Hayati pun menuruti perintah Rini untuk duduk di sebalah Parhan. Kedua kaka-beradik itu kecewa, mereka kembali duduk dengan muka kusut.

“maafin anak anak ya mbak...hehehe..mereka masih mencari jatidiri” kata Parhan.

“huh!!...jatidiri gundulmu!!.....anak anak itu niruin kamu pih....pada kegatelan kalo liat cewek” bentak Rini kepada Parhan.

“oalah...sabar toh Rin...jangan bentak bentak Parhan kayak gitu” sahut Hayati.

“emang si papih ini nyebelin banget mbak...kan mbak juga tau” jawab Rini.

“ihh si mamih sampe segitunya sama papih hahaha...mih...nyebelin nyebelin gini, mamih kan cinta mati sama aku...betul gak?” ujar Parhan.

“tuh Rin...tengil tengil gini dia itu suamimu lho hehe..ihh emang ngeselin juga nih si tengil” tiba tiba Hayati memukul kepala plontos Parhan.

“awwwww!!....sakit mbak!” teriak Parhan sambil memegangi kepalanya.

“mbak!...apa yang mbak lakuin?” tanya Rini kaget.

“aku cuman gemes sama palanya Parhan Rin....udah lama banget aku gak ngejitak..hehehe” jawab Hayati dengan santai dan melakukan pemukulan itu lagi.

“duh...kamu masih inget aja kebiasaan kita jaman dulu yah” tambah Rini yang kemudian melakukan hal yang sama dengan Hayati,yaitu memukul kepala suaminya.

“awwww....kenapa kamu juga ikut ikutan mih?....sakit nih!!” protes Parhan.

“hahaha...maafin aku pih...abisnya mbak Mala ngingetin aku” jawab Rini yang kegirangan.

“asyikan Rin?....mukulin si tengil ini hahaha....lagian kamu mah dari kecil sampe tua masih aja tengil hahaha” sambung Hayati.

“aduuhh...kalian ini nakal-nakal anjing!!....ampun...woy!...hentikan serangan kalian” Parhan berteriak.

Akan tetapi Hayati dan Rini malah samakin menggila dan terus memukul kepala Parhan. Sesekali Rini juga menggosok kepala Parhan dengan serbet karena basah kena keringat. Suasana gembira tercipta sebelum makan. Baik Hayati maupun Rini sangat gembira ketika membully kembali Parhan. Romi dan Aldi sangat kebingungan dengan apa yang terjadi. Mereka sangat heran dengan tingkah laku para orang tua yang terlihat seperti kanak kanak.

“Rom...Rom?”

“iye Al....apaan?”

“liat tuh mamih!...baru kali ini gue liat dia bisa sampe ngakak sebegitunya”

“hmmm iya juga yah....mamih paling jarang banget ketawa...dan bahkan senyum aja langka”

“iya Rom....jadi cewek itu emang bener bener bude kita yah, soalnya bisa bikin emak kita jadi gembira lagi”

“ho’oh tapi gue kasian sama papih....kaya yang gak punya harga diri gitu yah dimata mereka berdua”

“iya sih Rom....tapi gue seneng Rom....keluarga kita akhirnya kembali lengkap, bude seakan membawa lagi keceriaan sama mamih”

“bener broo......gua masih gak percaya kalo cewek itu adalah bude...elu gimana Al?”

“sama gue juga Rom....tapi pas pertama kali ngeliatnya, gue suka sama bude....”

“anjiiirrr!!.....lu gila yah?”

“gue normal Rom...tapi kecantikan bude seakan membutakan hati gue”

“hmmmm.....iye juga sih yah, bude emang cakep banget dan selain itu bodinya juga seksi”

“apalagi t*ketnya tuh...gede banget”

“si anjiiirrr....jangan kenceng-kenceng bilang itunya!”

Romi dan Aldi pun saling berbisik mengomentari tingkah laku orang tua mereka dan penampilan Hayati yang dinilai sangat menawan bagi mereka.

Setelah puas membully Parhan, Rini dan Hayati menghentikan serangan kepada kepala Parhan yang memerah. Tampak Parhan sangat kesal dengan tingkah laku mereka dan terus menggerutu. Tak lama berselang, jamuan makan malam pun tiba di meja makan yang diantarkan oleh seorang pembantu. Dia menyajikan berbagai makanan mulai dari daging sapi sampai sayuran diatas meja. Mata Hayati langsung berbinar ketika melihat daging yang masih mengeluarkan uap berada didepannya.

“ayo mbak...mari kita makan...tapi berdoa dulu yah!” kata Parhan.

Semua orang di ruang makan berdoa sebelum makan, akan tetapi Hayati menjadi orang yang paling cepat menyambar makanan. Dia mengambil daging dan sayur dalam jumlah banyak. Setelah itu, Hayati menyantap makanan itu dengan sangat lahap. Romi dan Aldi tercengang melihat nafsu makan Hayati yang sangat luar biasa.

“Rom...Al...kenapa kalian malah bengong?....ayo makan!” tanya Rini.

“anu ..mih...aku kaget liat bude makan kayak gitu” jawab Aldi.

“hahaha..ou iya kalian baru pertama kali liat bude makan yah...emang betul nak, bude kalian ini emang makannya kayak gini...rakus banget...dari dulu sampe sekarang makannya selalu banyak” kata Rini.

“tapi yang jadi heran kenapa badannya tetep kurus yah, padahal banyak makan” sambung Parhan.

“makanan yang kutelan, larinya kesini nih!!!.....” Tiba-tiba Hayati berdiri, dia menggoyangkan kedua buah dadanya yang berukuran besar di depan semua orang. Sontak para lelaki yang ada disitu mendadak menjadi batu dan hidung mereka keluar darah.

“mbak !!!!!..........jangan gitu didepan anak-anak!!...liat tuh hidung mereka berdarah semua!” Rini membentak Hayati.

“oalah...maafin aku Rin hehehe....abisnya kalian semua bicarain cara makan ku...hehehe” Hayati kembali duduk dan meneruskan makan malamnya.

“iya tapi jangan gitu juga kali mbak....anak-anakku ini masih kecil”
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chrysalis99 dan 26 lainnya memberi reputasi
27 0
27
Lihat 2 balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
28-10-2019 10:07
BAGIAN 22
MIRAMAREU
part 3


“ah enggak lah Rin...mereka udah gede...nih si Parhan juga hidungnya berdarah” Hayati menujuk kearah Parhan yang masih bengong. Sontak, Rini langsung menyadarkannya dengan memukul kepala plontosnya.

“aduh mih...sakit!!....jangan jitak pala ku terus dong!” protes Parhan.

“tuh liat hidungmu berdarah juga!!....” seru Rini.

“ya semua gara-gara mbak Mala nih, pake goyangin dada didepanku...jadinya berdarah” Parhan ngeles.

“lho kok nyalahin aku sih?...itu mah kamunya aja yang mesum hahaha” Hayati membela diri.

“udah-udah....kita terusin makan malemnya...ayo anak-anak...kalian lanjut makannya!” ujar Rini yang mengakhiri kegaduhan akibat aksi seronok Hayati.

Akhirnya acara makan malam selesai, mereka melanjutkannya dengan makan makanan penutup yang sudah tersaji di meja makan. Perbincangan pun mulai mengalir ketika Rini mencairkan suasana yang tegang.

“eh...mbak...kamu mesti ngurus administrasi lagi lho!...soalnya kamu udah dianggap mati”

“oh iya...aduh gimana yah, berkas-berkas punyaku pasti udah gak ada”

“tenang aja mbak....semua berkasmu ada di lemari punya ibu...dia udah mengamankan semuanya”

“oalah...bener nih Rin?...ibu sampe segitunya”

“iya mbak....dulu ibu terus berkeyakinan kalo kamu itu bakal kembali, makanya dia mengamankan semua berkas punyamu...termasuk ijazah sarjana kedokteran mu”

“mbak......untuk ngurus kependudukan, kamu gak usah khawatir...aku bisa ngeberesin semuanya” tiba tiba Parhan buka suara.

“ emang kamu bisa Par?” tanya Hayati.

“pasti bisa lah mbak....aku kan Camat...kalo urusan gitu mah gampang hahah”

“waah...hebat kamu Par...tengil-tengil jadi Camat hehehe” Hayati kemudian memukul kembali kepala plontos Parhan dan merangkulnya dengan erat.

“awww....aduh mbak....jangan jitakin juga kali!!...sakit, lagian gak sopan sama orang tua!!....... kamu malah berani becanda!!” kata Parhan.

“haha...maaf Par......abisnya kamu itu ngeggemesin banget....dan kata siapa kamu orang tua?....umurku 5 tahun lebih tua darimu Par...jadi boleh dong ” ujar Hayati.

“bener tuh pih......mbak Mala itu lebih tua darimu....justru kamu yang mesti sopan sama dia!” Rini ikut membela Hayati.

“hadeuuuhh...pusing deh gua!!....dasar kalian berdua iblis bersodara” gerutu Parhan.

“ehhhh...mau kita jitak lagi pala lu!!” Rini ngegas.

“eh jangan jangan..!!...maafin aku hehehe...maafin aku yah mbak Mala..hehehe....maafin aku juga ya mih” Parhan memilih untuk mengalah. Dia mencium tangan Hayati dan Rini sebagai bentuk permintaan maaf, sementara Romi dan Aldi tetawa terbahak bahak ketika melihat tingkah laku Parhan yang mendadak kehilangan wibawa di depan Rini dan Hayati.

“oh iya anak anak....kalian sekarang kuliah dimana?” tanya Hayati kepada Romi dan Aldi.

“eeehhh....aku di UI bude” jawab Romi.

“kalo aku masih SMA hehehehe....kelas sebelas” sambung Aldi.

“wah berarti kita satu almamater ya Rom....aku juga dulu kuliah di kedokteran UI” ujar Hayati.

“mbak.....Romi gak se almamater sama kamu!” Rini memotong pembicaraan.

“lho kok enggak? Kan dia dari UI?”

“iya bener dari UI tapi bukan Universitas Indonesia....tapi Universitas Indojayasentosa”

“oalah...hahahaha kirain satu almamater denganku toh”

“huh!!...Romi itu anak bodoh mbak, dia cuman bisa kuliah di swasta...itu juga ngambil jurusan yang gak jelas”

“emang kamu ngambil jurusan apa Rom?” tanya Hayati kepada Romi.

“anu bude....aku ngambil jurusan sastra Swedia..hehehe”jawab Romi.

“tuh kan...aneh jurusannya yah mbak? Sahut Rini.

“aku baru denger ada jurusan itu lho Rin....” sambung Hayati.

“duh si Romi ini emang paling susah kalo disuruh belajar....kerjaanya tiap hari cuman maen game sama baca komik mulu”

“haha...yaudah lah Rin...mungkin bakat Romi ada di dunia game atau komik kali....biarin aja”

“ya gak bisa gitu dong mbak...!!...aku tuh pengen anakku jadi orang sukses”

“Rin...sukses itu gak perlu nilai akademis aja...tapi dari keinginan yang kuat!”

“tuh mih!..denger! kata bude juga apa....hehe” sahut Romi.

“DIAM KAMU!...AKU POTONG UANG JAJANMU YAH!” bentak Rini.

“jangan..mih..jangan...plisssss” Romi memelas.

“oalah....jangan keras keras dong Rin...kesian Romi..nanti nagis lho hahaha” Hayati mencoba menenangkan Rini.

“abis aku kesel banget sama nih bocah...” Rini pasrah.

Suasana malam itu semakin menarik, Hayati mencoba menenangkan Rini yang emosi karena kelakuan Romi, sementara Parhan dan Aldi hanya tertawa ketika melihat Romi dimarahi oleh Rini.

“bude...apa dulu bude ini seorang dokter?” tanya Aldi.

“iya Al...tapi aku belum resmi jadi dokter...aku keburu dibunuh sama pacarku” jawab Hayati.

“aku pengen jadi dokter juga ah, biar samaan kaya bude” kata Aldi.

Belum selesai Rini menahan emosinya, sekarang dia kembali marah ketika mendengar perkataan Aldi yang bercita cita menjadi dokter.

“ASTAGFIRULLOH..........kamu mana mungkin jadi dokter Al..wong kamu sekarang masuk kelas IPS” Rini kembali ngegas.

“welah dalah...ya gak bisa dong kamu masuk kedoteran kalo kamu kelas IPS...bakalan susah” ujar Hayati.

“emang nih mbak...anak anak lelakiku ini pada males semuanya...paling susah disuruh belajar...Aldi lebih parah dari Romi..dia kerjaannya cuman pacaran mulu....eh ngomong-ngomong si Meta apa kabar Al?” tanya Rini kepada Aldi.

“udah putus mih.......sekarang aku lagi jomblo hehehe” jawab Aldi santai.

“astagfirulloh...kamu ini gimana sih? Masa udah putus...lagi” Rini kaget.

“ya abisnya dia rese mih...dia galak” jawab Aldi sambil menggaruk kepala.

“hadeeeh...kamu ini yah...tuh liat mbak...baru SMA aja itu pacarnya udah ada 3 kali...” kata Rini.

“maaf mih....udah 5 kali mih..hehe” Aldi menyela pembicaraan.

“aduh.........hmmmmm...liat sendiri mbak!...anakku yang satu ini” Rini pasrah.

“hahahahahaha........kamu hebat Rin!...hahahaha” seru Hayati.

“hebat apaan?...ini semua gara gara Parhan nih!” Rini kembali ngegas.

“lho kok salah aku mih?” Parhan kaget.

“iya lah salah kamu!....kamu udah nurunin sifat males kamu sama mereka berdua ... huuhh!! ... untung aja muka mereka nurun dari keluargaku...ganteng-ganteng...coba kalo nurun darimu juga! ... pasti parah banget tuh...udah males, bodo, jelek pula!!”

“hahahaha....duh si mamih,...denger yah, aku jelek jelek gini bisa jadi Camat lho”

“ah...itu mah kebetulan aja!!”

“ya enggak atuh mih...semua itu juga berkat dukungan mamih buatku hehe...aku suka banget kalo mamih lagi marah heheh....makin cinta gitu rasanya teh” Parhan menggoda Rini.

Rini akhirnya tersipu malu dengan godaan Parhan, sementara Hayati tak henti hentinya tertawa melihat tingkah laku konyol keluarga adiknya itu. Romi dan Aldi secara diam-diam memperhatikan Hayati yang tengah tertawa. Wajah cantiknya membuat dua saudara itu tampak terhanyut dalam lamunan indah.

Makan malam selesai, semua orang kembali ke aktifitasnya masing masing. Hayati kembali masuk ke kamarnya untuk istrahat, Rini dan Parhan menghabiskan waktu malamnya dengan menonton sinetron di ruang tengah, sementara Romi dan Aldi kembali bersemayam di kamar masing-masing.
Romi menyalakan kembali leptop nya untuk bermain game kesayangannya.

Sambil bermain game, pikirannya mulai tertuju dengan Hayati. Sang bude yang tiba tiba datang di kehidupannya, langsung menunjukkan keakraban pada dirinya.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Aldi masuk kedalam kamar dengan membawa beberapa album foto yang tampak sangat berdebu. Dia kemudian menyimpan semuanya diatas ranjang Romi, sehingga debu pun berterbangan. Romi langsung naik pitam melihat Aldi yang membyat kasurnya berantakan dan berdebu.

“anjiiing!!...lu berantakin kasur gue!!”

“whoa...whoa..sorry broo..gue gak sengaja”

“anjiiir...awas lu, gue kepret juga”

“oh tenang Rom...maafin gue, nanti gue beresin kasur lu”

“lu ngapain pake bawa bawa album foto sebanyak itu?”

“mendingan lu duduk sini deh, gue penasaran sama bude.....gue jadi buka buka album foto di lemari punya eyang....gue pengen liat bude pas jaman dulu”

“emang kenapa lu sampe panasaran banget?”

“lu sadar gak kalo bude Mala itu cantik banget?...bodi nya juga seksi dan..lu liat dadanya ... anjiiirr!! ... bikin gue panas dingin ngeliatnya”

“geblek lu!....elu naksir sama bude?”

“yoi...brader....hahahaha”

“dosa lu!!.....bude kan kakak kandung mamih...berarti punya darah yang sama kayak kita”

“tapi broo...bude itu mempesona banget...gue seumur hidup baru liat cewek kayak gitu...gue langsung ngelupain cewek cewek gue..dan pastinya elu juga bakal naksir sama dia”

“bude emang mempesona banget Al...tapi jangan naksir juga kali....dosa Al...masa elu mau incest?”

“yaelah...elu terlalu serius Rom...kalo naksir mah boleh dong!...gua gak mikir sampe sejauh itu”

“sama aja broo......tetep dosa”

“oke...gue berani bertaruh....elu cepat atau lambat pasti bakal naksir sama bude...percaya deh ama gue”

“ahhhh...gak mungkin lah....”

Romi kemudian berdiri dan pergi menuju luar kamar.

“lu mau kemana?”

“gue mau boker....dari tadi dengerin ocehan lu, gue jadi mules”

“anjiiirrrr...hahahaha.....”

Romi membanting pintu, kemudian berjalan menuju toilet yang berada di dekat kamar yang ditempati Hayati. Ketika melewati depan kamar yang pintunya kebetulan terbuka sedikit, Romi melihat Hayati tengah duduk di kursi belajar. Dia terlihat seperti memikirkan sesuatu. Akan tetapi, Romi memilih untuk mengacuhkannya dan masuk ke kamar mandi.

Setelah selesai buang air, Romi kembali melewati depan kamar Hayati. Dia melihat Hayati tengah kesulitan untuk menggapai sesuatu diatas lemari. Dengan spontan, Romi langsung menghampiri Hayati yang terngah kesusahan.

“maaf bude .....ada yang bisa kubantu” sapa Romi.

“oh....kamu Rom...ngagetin aja” Hayati terkejut dengan kedatangan Romi.

“hehe....maaf bude”

“aku pengen ngambil buku buku yang ada di atas lemari....gak nyampe”

“itu koleksi novel punya kak Cecil...bude mau baca?”

“iya Rom...aku pengen nyari hiburan...bisa bantu aku gak?”

“boleh....boleh...ayo bude naik ke pundak aku....biar nyampe ke atas!”

“okeeeee....”

Romi berjongkok, kemudian Hayati duduk dipundak Romi. Secara perlahan, Romi berdiri sambil mengangkat tubuh Hayati. Jantungnya mulai berdebar kencang ketika kepalanya dijepit oleh paha Hayati yang sangat mulus. Hayati berhasil mengambil buku buku yang berada diatas lemari. Satu demi satu buku itu dilempar keatas ranjang.

Ketika Hayati mengambil buku terakhir, tiba tiba seekor kecoa melintas di atas kaki Romi, sontak Romi langsung kaget dan akhirnya terjatuh. Hayati menimpa tubuh Romi dan terkapar diatas lantai. Tanpa sengaja Romi dan Hayati menjadi saling pendang. Mata kuning Hayati yang mendadak keluar karena terjatuh membuat Romi seakan tidak berdaya. Sorotan matanya langsung menembus relung hati Romi yang terdalam.

“aduuuhhh!!...kamu gak apa apa Rom?”

Romi tidak menjawab, dan tetap menatap mata Hayati yang kuning berbinar, Hayati kemudian bangkit dan menggoyangkan tubuh Romi yang seakan kaku.

“Rom...sadar Rom...Rom!!...Romiiii!!!” teriak Hayati.

Hayati semakin panik, dia melakukan aksi penyelamatan dengan menekan dada Romi dan kemudian memberikannya napas buatan. Tak sengaja, lidah Hayati dan Romi bersentuhan, sehingga Romi mendadak bangun. Napasnya tampak terngah engah ketika mendapat ciuman gratis dari Hayati. Melihat Romi sadar, Hayati langsung memeluk erat Romi.

“kamu gak apa apa Rom?”

“gak apa apa bude.....aku cuma shock..” jawab Romi yang wajahnya terbenam dalam buah dada Hayati yang empuk.

“maafin aku yah, udah nimpa badan kamu”

“gak apa apa kok bude....sekarang aku mau ke kamar dulu”

“lho kenapa Rom?”

“aku ngantuk banget bude...maaf”

Romi dengan cepat pergi keluar kamar Hayati. Dia merasakan getar asmara dalam hatinya ketika saling bertatapan dan ditambah dengan ciuman pertamanya dengan sang bude. Romi pun masuk ke kamar dan kembali membanting pintu. Dia berdiri didepan pintu sambil memegangi dadanya.

“lu kenapa Rom?....kaya yang baru liat setan?” tanya Aldi.

“lu bener Al....bude itu sangat mempesona...gue sekarng jadi naksir sama dia”

“hahahahahahahah....tuh kan gue bilang juga apa, gak ada cowok yang bisa menahan pesona bude...elu jadi naksir juga akhirnya”

“mata kuningnya indah banget broo....berbinar gitu dan ahhhhh....gak bisa gue ungkapin pake kata kata lah”

“emang lu abis ngapain sama bude?”

“tadi gue ngebantuin bude ngambilin buku punya kak Cecil ditas lemari, bude naek ke pundak gue....tapi gara-gara kecoa sialan, gue kaget dan jatuh....terus bude nimpa badan gue...nah pas gitu kita jadi saling bertatapan cukup lama...hati gue jadi bergetar”

“hahahahaha......betul kan..kalo gita kita saingan secara sehat...gimana?”

“hmmmm...boleh...gue terima tantangan lu”

Akhirnya Romi dan Aldi pun menyususun siasat masing-masing untuk mendapat perhatian lebih dari Hayati. Sungguh malam yang luar biasa bagi Romi yang mendapatkan hal terindah dari Hayati. Romi terus menerus memgangi bibirnya yang berciuman dengan Hayati secara tak sengaja.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
tikusil dan 27 lainnya memberi reputasi
28 0
28
PACARKU HIDUP KEMBALI
28-10-2019 10:12
waseekkk update
emoticon-Belgiaemoticon-Salaman
profile-picture
Martincorp memberi reputasi
1 0
1
PACARKU HIDUP KEMBALI
28-10-2019 10:27
ponakan jaddah dasar haha
profile-picture
Martincorp memberi reputasi
1 0
1
PACARKU HIDUP KEMBALI
28-10-2019 11:08
hadeh punya tante kaya hayati mah ane jg mau, tpi jgn kunti yaa serem gtu emoticon-Ngakak

makasi lho om martin update 2 part sekaligus emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
michaellou05 dan Martincorp memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
PACARKU HIDUP KEMBALI
28-10-2019 11:20
kurang nh msh
profile-picture
profile-picture
mayfandra13377 dan Martincorp memberi reputasi
2 0
2
PACARKU HIDUP KEMBALI
Lapor Hansip
28-10-2019 11:50
Balasan post tidhy010709
Quote:Original Posted By tidhy010709
hadeh punya tante kaya hayati mah ane jg mau, tpi jgn kunti yaa serem gtu emoticon-Ngakak

makasi lho om martin update 2 part sekaligus emoticon-2 Jempol


bisa jadi judul FTV gan, "Tante ku seksi sekali" wkwkwkwkwk
0 0
0
PACARKU HIDUP KEMBALI
Lapor Hansip
28-10-2019 11:54
Balasan post Martincorp
@Martincorp itu mah bisa jd genre nya dewasa itu, ga mngkin ditayangin di tv, cma bsa di download aja emoticon-Ngakak
profile-picture
Martincorp memberi reputasi
1 0
1
PACARKU HIDUP KEMBALI
28-10-2019 13:26
njiirrr, lagi makan goyang2in tok*t..
emoticon-Wowcantik
profile-picture
Martincorp memberi reputasi
1 0
1
Halaman 82 dari 140
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
mean-it-part-2
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
ambyar-lamaranku-ditolak
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia