alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
602
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d307f70f4d695165d13ec78/dibatasi-jendela-kamar
Gadis penderita penyakit kepribadian itu dikurung di salah satu rumah sakit jiwa di kota Palembang, Hadi diberikan tugas oleh kepolisian untuk menyelesaikan kasus yang dialami gadis itu, namun ternyata kejadian yang tidak disangka terjadi, ada seorang lelaki yang misterius menelpon Hadi dan memberikannya tugas dan jika tugas itu gagal maka keluarga Hadi dalam bahaya.
Lapor Hansip
18-07-2019 21:17

Dibatasi Jendela Kamar

Past Hot Thread
Dibatasi Jendela Kamar
*cover by @ka.luwi

Dibatasi Jendela Kamar


Sedikit Intermezzo dari gue.

Mungkin akan ada yang bertanya kedepannya, ini kan Idnya agan Hadi? Dan katanya agan Hadi sudah meninggal?

Yah benar ini idnya Hadi, teman akrab gue. Jadi, cerita ini sebenarnya sudah pernah dipublish di kaskus beberapa tahun lalu dengan judul yang berbeda, namun dengan alasan tertentu dihapus oleh beliau, selanjutnya beliau menuliskan cerita ini di laptop pribadinya, dan qodarullah beliau meninggal dunia (mari kita sempatkan mendoakan keselamatan beliau di alam kubur) dan cerita ini belum selesai, akhirnya disimpan oleh agan Hadi di Laptopnya. Hadi memiliki istri bernama Laura (Baca : Dibatasi Dua Kamar) dan Laura juga ternyata disayang oleh Allah dan Allah mencabut nyawanya (mari kita sempatkan juga berdoa untuknya). Selanjutnya, cerita ini terbengkalai di laptopnya dan laptop itu dipegang oleh seorang tokoh yang juga ada didalam cerita sebelum ini, nama yang mungkin kita kenal adalah Mega. Sampai akhirnya laptop itu rusak dan membangkai dirumah Mega begitu saja, namun Mega tak berani menjualnya dikarenakan itu adalah peninggalan dari Hadi dan dibiarkan begitu saja oleh Mega.

Bagaimana cerita ini bisa dipublish?

Dengan pertimbangan diri gue sendiri, @thebeatlesss aka Mega dan @handarunaufal aka Daru yang mereka adalah kaskuser disini juga yang terlibat di dalam cerita ini, akhirnya kami memutuskan untuk mempublish cerita ini di kaskus, yang Alhamdulillah ternyata cerita ini tidak rusak dan masih tersimpan rapi di hardisk laptop agan Hadi, setelah hardisk itu dibuka ternyata banyak cerita lain yang beliau tulis sampai tamat yang disimpan di folder rahasia beliau dan dengan bantuan teknisi komputer folder itu bisa dibuka dan cerita-cerita agan Hadi mungkin bisa mengisi hari-hari kita di kaskus selanjutnya.

Seperti kata salah satu sastrawan wanita yang terkenal di Indonesia :

"Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarangnya tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi." Helvy Tiana Rosa

Jadi gue sungguh berharap, agar tulisan-tulisan agan Hadi abadi, bukan hanya dalam bentuk tulisan, melainkan abadi di dalam benak dan hati kita, untuk apresiasi penuh terhadap karya-karya yang beliau tulis.

Jika ada pertanyaan yang lain bisa PM gue atau bisa langsung tanya di komentar. Selama memang masih bisa gue jawab, InsyaAllah akan gue jawab, namun untuk pertanyaan yang tidak gue jawab, artinya memang gue tidak ada wewenang apapun untuk menjawab pertanyaan itu.

Sedikit lagi tambahan dari gue, cerita ini adalah cerita lanjutan dari cerita sebelumnya yaitu Dibatasi Dua Kamar dan cerita ini sangat berhubungan dengan cerita dari agan @handarunaufal yaitu Aku Tidak Melakukan Apapun.

Sinopsis





Rules in My Thread

1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bismillah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah

Udah itu doang kok.

Diubah oleh panjang.kaki
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aisundoi dan 40 lainnya memberi reputasi
39
Tampilkan isi Thread
Halaman 29 dari 31
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Dibatasi Jendela Kamar
20-10-2019 15:47
Malam ini update
0 0
0
Dibatasi Jendela Kamar
20-10-2019 16:28
Quote:Original Posted By panjang.kaki
Malam ini update


Siap, ditunggu ya (wacananya) hehehe
0 0
0
Dibatasi Jendela Kamar
20-10-2019 17:21
ditunggu lnjutanya ya om.
tingglin jejak ah
0 0
0
Dibatasi Jendela Kamar
20-10-2019 18:06
Quote:Original Posted By panjang.kaki
Malam ini update


Jangan php ya om emoticon-Matabelo
0 0
0
Dibatasi Jendela Kamar
20-10-2019 23:34
Dibatasi Jendela Kamar


Part 19

Hari ini gua berencana keluar untuk mencari tahu tentang aktivitas Tondi, ternyata Tondi juga adalah pengkhianat sialan, dia hanya memanfaatkan gua, sebenarnya siapa yang menjadi teman gua dan siapa yang menjadi musuh gua? Untuk saat ini yang gua percaya hanya Renata, kepada Erwinpun gua menaruh rasa curiga, karena dia terlalu baik dan biasanya orang yang terlalu baik itu yang mencurigakan.

Gua keluar tanpa mengajak Renata, secara diam-diam gua mengawasi akrivitas rumah yang ditempati oleh Tondi, gua juga bertanya ke orang-orang sekitar rumah itu tentang aktivitas rumah itu.

Gua mampir di sebuah warung dan duduk tanpa membeli apapun, karena gua tidak memegang duit sama sekali, gua bertanya ke bapak pemilik warung tentang sejarah dan penghuni rumah yang ditempati Tondi.

"Pak, rumah itu sudah sejak lama kosong?" Tanya gua

"Iya bang, rumah itu tidak ada yang menempati, pemiliknya bunuh diri karena ditinggal tunangannya, dia buat rumah itu untuk ditempati dia dan tunangannya, tapi ternyata tunangannya menikah dengan orang lain." Kata bapak pemilik warung

"Siapa kalau boleh tahu nama pemiliknya pak?"

"Kurang tau bang, aku juga baru disini."

"Apakah ditempat itu ada aktivitas mencurigakan pak?"

"Kadang ada penampakan bang, seorang pria yang masuk dan keluar dari rumah itu, banyak yang bilang itu sang pemilik rumah."

Tidak salah lagi pasti itu Tondi yang memanfaatkan situasi tentang sejarah rumah itu.

"Apa bapak pernah liat juga?"

"Jangan lah bang, aku takut." Katanya

"Terimakasih pak."

Kemudian, gua berjalan mendekat ke rumah itu, gua melihat gerbangnya terkunci, padahal waktu itu gerbangnya terbuka, gua mencoba mencari jalan masuk yang lain. Lalu, gua menemukan satu tembok yang bolong dan bisa dimasuki oleh tubuh orang dewasa, gua mencoba masuk tapi ada seseorang yang menegur gua.

"Lagi apo bang?" Tanyanya

"Cek doang pak, saya niat mau beli rumah ini." Kata gua berbohong

"Hati-hati mas, angker." Katanya mengingatkan

"Iya." Jawab gua

Gua masuk dan mengintip ke dalam, tidak ada apa-apa di dalamnya, padahal baru semalam gua lihat ada beberapa perabotan di dalam rumah ini, lalu gua mencoba membuka pintunya yang ternyata tidak terkunci, ketika gua masuk, gua melihat banyak sekali sarang laba-laba dan debu, padahal beberapa waktu yang lalu gua juga masuk rumah ini dan di dalamnya sangat bersih. Gua mencoba berkeliling dan tidak menemukan apapun kecuali debu dan sarang laba-laba.

Gua mulai berpikir, bagaimana bisa mereka memanipulasi rumah ini dan menjadikannya tempat seperti ini dalam semalam, ketika gua hendak keluar ada seseorang yang memanggil gua, gua menoleh dan ternyata orang itu adalah Tondi.

"Hei Hadi." Panggilnya

"Sialan! Apa maksud lo anjing!" Teriak gua ke arahnya

Gua berlari kearahnya dan dengan cepat mencengkram lehernya dan meninjunya sekuat tenaga, dia mencoba menyerang gua juga tapi gua menghindari pukulannya.

"Gua bisa jelasin!" Teriak Tondi

"Gak ada yang perlu dijelasin setan!" Teriak gua lagi

Gua berteriak dengan sangat keras dan menyerang Tondi lagi, gua terus berteriak dan menjatuhkannya ke lantai, dia tersungkur dan gua naik ke atas tubuhnya dan terus meninju wajahnya, gua terus meninju wajahnya dan berteriak, terus berteriak dan meninjunya tanpa henti, wajahnya penuh darah dan tangan gua juga penuh darah, hingga tiba-tiba ada beberapa orang yang mendobrak pintu rumah ini dan berteriak ke arah gua.

"Kau lagi apo!?" Teriak salah satu pemuda

"Bukan urusan kalian!" Teriak gua balik

Gua kembali memukuli wajah Tondi, Tondi benar-benar tak berdaya, lalu beberapa orang menarik gua dan menahan pukulan gua.

"Heh bang, berhenti kau, kau pukul lantai itu membabi buta, sudah gilo kao?" Tanya pemuda lainnya

"Gua mau ngancurin wajah orang sialan itu!" Teriak gua lagi

Gua terus memberontak dan ingin kembali menyerang Tondi, Tondi bangun dan menghapus darah di wajagnya. Lalu, dia kabur dari pintu belakang.

"Bang bantu aku, ni orang kuat betul."

Beberapa orang yang lain menahan gua, gua terus memberontak tapi lama-lama tenaga gua lemas.

"Bajingan kalian! Liat dia kabur!" Teriak gua

"Siapa bang yang kabur? Tak ado orang disana." Kata seorang pemuda

"Mungkin penampakan hantu rumah ini." Kata pemuda lainnya

"Kalian buta! Dia orang yang udah buat hidup gua ancur sialan!" Teriak gua

"Bang kao telepon RSJ, kasian nih orang."

Sialan nih, mereka akan menelpon RSJ yang artinya Michelle akan datang dan mengembalikan gua kerumah sakit jiwa itu, sudah susah payah gua keluar dan mereka ingin memasukkan gua kembali ke RSJ itu, gua terus memberontak, tapi mereka terus menahan tubuh gua dan kemudian mereka mengikat tangan dan kaki gua lalu menyenderkan gua ke tembok.

"Mati kalian! Bakal gua buat mati kalian!" Teriak gua

"Gilo dia."

"Gua gak gila sialan, gara-gara kalian dia kabur anjing!"

Tanpa waktu lama, petugas RSJ datang dan dugaan gua benar, mereka datang dengan Michelle.

"Mba, liat mba dia gilo." Kata seorang pemuda

"Dia memang pasien kami, memang dia buat apa?" Tanya Michelle

"Dia pukul lantai, dia bilang ada orang yang dia pukuli."

Michelle kemudian menghampiri gua, dia menatap mata gua tajam, lalu gua ludahi wajahnya.

"Apa lo anjing!" Teriak gua

"Hadi, sepertinya kamu harus tahu yang sebenarnya." Kata Michelle

"Apa njing!"

"Kita ke rumah sakit dulu."

Gua diangkat dan dimasukkan ke dalam mobil, gua mencoba memberontak tapi sia-sia karena tangan dan kaki gua terikat, jadi gua tidak bisa berbuat apa-apa.

Sesampainya di rumah sakit, gua di dudukan di kursi. Lalu, gua di interogasi oleh Michelle.

"Dimana Renata?" Tanyanya

"Gak ada untungnya gua kasih tau ke lo yah monyet!" Teriak gua

"Hadi, kamu sebenarnya menderita penyakit Skizofrenia Paranoid." Kata Michelle

"Hahahahaha, gua udah tau kalo lo bakal bilang gitu anjing! Gua gak kenapa-kenapa, gua sehat!"

Michelle lalu mengambil sebuah berkas dan sebuah rekaman cctv, dia menunjukkan rekaman itu ke gua.

"Dengar suara rekaman cctv ini, ini rekaman awal kamu berdelusi."

Gua mendengar sebuah rekaman, suaranya kecil tapi masih jelas terdengar.

"Halo, siapa?" Gua mendengar suara gua sendiri

"Siapa ini?"

"Aku tidak kenal kamu."

Gua ingat ini adalah awal ketika Rayhan menelpon gua, gua terus mendengarkan rekaman itu.

"Kalau aku tidak mau."

"Apa maumu?"

"Aku tidak tahu siapa kamu, bagaimana bisa Renata menulis surat warisan kepadamu."

Gua mendengar suara gua sendiri, apa maksudnya? Lalu, rekaman dimatikan oleh Michelle.

"Ini adalah awal dimana kamu mulai berdelusi, sebenarnya tidak ada yang menelponmu, tidak ada sama sekali."

"Itu Rayhan! Dia mengancam untuk membunuh keluarga gua!" Teriak gua

"Keluargamu masih sehat?" Tanya Michelle

"Tapi waktu itu aku bertanya kepada Renata tentang Rayhan dan Renata berteriak, dia pasti tahu siapa Rayhan!" Kata gua

Lalu, Michelle kembali menyetel rekaman lainnya, sebuah rekaman video dan suara.

"Hei Renata." Terdengar suara gua di cctv itu

Di cctv itu hanya ada Renata, Renata menoleh ke arah gua dan menghampiri gua di rekaman itu.

"Ada apa sayangku?" Suara Renata

"Kamu kenal Herman?"

Hah kenapa Herman? Setahuku waktu itu aku bilang Rayhan, Herman kan nama ayahnya Renata.

"Aaaaaaaaagrh!" Renata berteriak

Gua ingat kejadian inu, ketika gua menyebut nama Rayhan dia berteriak, tapi di dalam rekaman itu gua sebut Herman, bukan Rayhan, rekaman ini pasti sudah dimanipulasi.

"Kamu kenapa?"

"Menjauh dari gua anjing, Hadi anjing, lo jahat, gua gak mau mati anjing, gua mau disini selamanya, gua mau disini selamanya anjing, Hadi anjing!" Teriaknya menggila

"Aku ingin menolongmu Renata."

"Menjauh!" Teriak Renata di dalam rekaman

Gua ingat kejadian ini, kejadian ketika gua awal menyebut Rayhan dan dia berteriak, tapi di dalam rekaman itu gua menyebut nama Herman, bukan Rayhan.

"Mau lagi?" Tanya Michelle

"Rekaman itu sudah dimanipulasi." Kata gua

Kemudian Michelle mengambil rekaman lainnya.

"Mungkin kamu akan ingat kejadian ini." Kata Michelle

Di dalam rekaman itu Renata menghampiri jendela sel gua dan terdengar suaranya dengan jelas, gua mencoba mengingat kejadian itu, itu ketika gua membenturkan kepala gua sendiri ditembok karena kesal dengan Rayhan.

"dr Hadi kamu tidak apa-apa?"

"Bantu aku Ren." Terdengar suara gua samar di CCTV

"Aku ingin disini saja selamanya, aku tidak mau mati." Kata Renata

"Kamu akan selamat, asalkan ceritakan saja padaku tentang masalahmu."

"Aku... Aku...."

Di dalam CCTV Renata menangis, dia memeluk tubuhnya sendiri, lalu dia terjatuh di lantai dan menggerak-gerakkan badannya, dia menangis, dan terus menangis, kemudian gua menghampirinya di dalam selnya, semua terlihat di CCTV kamar Renata

"Jangan takut." Kata gua

"Aku takut."

Kemudian kejadian selanjutnya terekam dengan sangat jelas, ketika gua memeluknya dan gua menciumnya, semua terlihat di CCTV.

"Terimakasih." Ucapnya

Setelah itu gua keluar dari kamarnya.

Michelle menghentikan rekamannya dan duduk di depan gua.

"Aku punya semuanya, apakah kamu ingin tahu kebenarannya lagi?" Tanya Michelle

Gua penasaran, sangat penasaran, gua sangat ingat kejadian selanjutnya.

"Aku hanya ingin bukti."

Michelle mengambil rekaman lainnya, tapi tanpa video di dalamnya dan mendengarkan ke gua lagi.

"Aku mohon hilangkan dari cctv apa yang kami lakukan tadi." Kata gua di rekaman itu samar

"Iya, aku akan segera menyelesaikannya." Ucap gua di dalam rekaman samar

Rekaman terhenti.

"Kenapa hanya ada suara, dimana videonya?" Tanya gua

"Dikamarmu tidak ada cctv, itu terdengar dari kamarnya Renata, rekaman itu samar karena lokasimu jauh dari alat perekam di kamar Renata."

"Dikamar gua ada CCTV!" Teriak gua

"Hadi aku sudah mencoba jujur, waktu itu aku pernah bertanya kepadamu untuk mengetesmu tentang CCTV di kamarmu hidup atau mati, lalu kamu jawab hidup, itu awal aku mendiagnosa penyakitmu." Kata Michelle

"Kalian menipuku!" Teriak gua lagi

"Aku tidak ingin menunjukkan rekaman selanjutnya, karena itu privasimu, setelah kejadian itu pihak kepolisian memanggilku untuk menanganimu, Hadi kamu sakit. Rayhan, Tondi, semua yang ada adalah khayalanmu, mereka semua hanya khayalanmi Hadi." Kata Michelle

"Aku tidak percaya kepadamu! Kamu pendusta!" Teriak gua

"Sulit sekali untuk membuatmu percaya, mungkin ini akan menjawabnya." Kata Michelle

Kemudian Michelle menunjukkan sebuah rekaman video ketika gua di lubang, gua ingat bahwa di lubang gua bersama Tondi.

"Lihat ini." Kata Michelle

Di awal rekaman gua di masukkan ke dalam lubang, lalu setelah itu hanya ada gua, tidak ada Tondi, gua terus menonton rekaman itu dan gua sama sekali tidak melihat Tondi, gua berbicara sendiri, benar-benar sendiri.

"Rekaman ini menggunakan kamera infrared, pasti Tondi menggunakan baju yang bisa tidak terlacak oleh kamera infrared dan suaranya dihilangkan, video ini telah di edit." Kata gua

"Terus tonton."

Gua terus menonton sampai akhir, Michelle membuka pintu, gua sama sekali tidak melihat Tondi, gua ingat waktu itu Tondi menghilang.

Gua tidak mempercayainya, benar-benar tidak ada Tondi, gua benar-benar sendiri, gua berbicara sendiri di dalam rekaman, gua ingat waktu itu Tondi menghilang, tapi jika Tondi memang kabur, pasti pintu terbuka, tapi sampai akhir pintu tidak juga terbuka.

"Kalian memanipulasi videonya, aku yakin."

"Akuilah Hadi, kamu sudah sakit setelah ditinggal Sarah." Kata Michelle

Gua menangis, apa benar gua sakit, gua terus menangis. Gua bingung, ini rekayasa mereka atau gua benar-benar sakit, gua benar-benar bingung.

Dibatasi Jendela Kamar
Diubah oleh panjang.kaki
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pentium99999 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Dibatasi Jendela Kamar
20-10-2019 23:59
Quote:Original Posted By tom122
Siap sudah kentang jga gan haha


Quote:Original Posted By slametfirmansy4
kentang plus ngambang,


Quote:Original Posted By ZenCrows
Masih belum bisa nebak kejadian asli di cerita ini
Keep update gan, semangat


Quote:Original Posted By nyahprenjak
Cek dulu.. sp tau yg disana ga pake kentang emoticon-Jempol


Quote:Original Posted By s.i.n.y.o
Uwoohh.. ada wattpadnya
emoticon-Matabelo


Quote:Original Posted By kokot96
selalu ditunggu kelanjutannya om


Quote:Original Posted By JuMon4ja
update....update...updateemoticon-Keep Posting Gan


Quote:Original Posted By iqwandarmawan86
ditunggu lnjutanya ya om.
tingglin jejak ah


Sudah update
0 0
0
Dibatasi Jendela Kamar
21-10-2019 00:01
Quote:Original Posted By panjang.kaki
Sudah update

Okr gercep
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
21-10-2019 00:26
sekalinya update cuman 1 aja
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
21-10-2019 00:35
yah kejujuran memang slalu menyakitkan hehe
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
21-10-2019 09:40
Bisa berikan analisis kalian sampai di part 19..

Boleh berspekulasi, apakah Hadi sakit atau ini hanya Konspirasi rumah sakit?

Jawaban terbaik akan mendapatkan hadiah pulsa 100 ribu..

Ditunggu ya.. emoticon-coffee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yusufchauza dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Dibatasi Jendela Kamar
21-10-2019 09:59
Quote:Original Posted By panjang.kaki
Bisa berikan analisis kalian sampai di part 19..

Boleh berspekulasi, apakah Hadi sakit atau ini hanya Konspirasi rumah sakit?

Jawaban terbaik akan mendapatkan hadiah pulsa 100 ribu..

Ditunggu ya.. emoticon-coffee


Menurut saya ini antara konspirasi dan kegilaan bang hadi. Tapi saya lebih ke kegilaan bang Hadi
Kalau saya tidak salah baca, bang hadi pernah di beri obat penenang untuk orang tidak waras. Bisa jadi efek obat itu masih menempel, dan bayangan Sarah masih terngiang jelas di ingatan bang Hadi.

Tapi jika ini konspirasi, bisa dipastikan mereka menyewa ahli edit video, karena video CCTV Sulit di selidiki jika sudah di edit. Dan mungkin si Sarah atau siapapun wanita itu, Rayhan bekerja sama dg Michelle. Karena badan intelijen lebih tinggi dari kepolisian



Udah itu ajalah, berharap pulsa gratisemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
21-10-2019 12:31
Menurutku itu bang hadi yang memang sakit, dan michelle berusaha jujur untuk menyadarkan bang hadi.
Dari masih di sel bang hadi udh sering berhalusinasi. Kejadian pas berkelahi dgn tondi tp kok warga ga ada satupun yg merasa melihat sosok tondi makin meyakinkan kl bang hadi yang sakit.
Di part ini ada sedikit titik terang. emoticon-2 Jempol
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
Lapor Hansip
21-10-2019 15:39
Balasan post panjang.kaki
menurut analisa ane kyaknya ini konspirasi RS untuk menutupi kebusukan2 yg ada d RS ini, dmna d part sblmnya dceritakan salah satu kbusukan karyawan2 RS yg memperkosa Renata scra rame2, blm dtambah sakit hatinya Kepala RS yg dimutasi ...
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
21-10-2019 15:44
jangan lama2 updatenya gan. udah ngentang, ikutan stres pula 😆
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
21-10-2019 15:46
sampai kapan ni event pulsanya gan?
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
21-10-2019 16:00
Quote:Original Posted By simprada
sampai kapan ni event pulsanya gan?


Sampai hari jumat.. emoticon-baby
0 0
0
Dibatasi Jendela Kamar
21-10-2019 18:35
Paling penyakit hadi aja ini, kalau dinalar gk mungkin banget ada rs yang berkonspirasi sampai sejauh ini, sekalipun ada harusnya hadi sudah melaporkan ini ke pihak berwajib
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
24-10-2019 13:41
mngkin hadi dpksa nlen jus kcubung trs jd kyk gt
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
25-10-2019 06:50
waaah top banget tulisan ini, bikin penyakit lama saya kambuh, ga bisa berhenti baca 😀 pdhl rencana cm buat selingan ngisi waktu luang ditempat kerja, ee keterusan meski uda dirumah..
sepertinya hadi memang sakit, emosinya labil, naik turun sejak dr masa dia masih kerja, dg semua intrik yg dia alami, betul ga kira2? 😁
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Halaman 29 dari 31
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
hypnophobia--kisah-cintaku
Stories from the Heart
tarian-kata-cinta-2
Stories from the Heart
rembulan-di-ujung-senja
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia