Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
35
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d898e8da2d19556cd2881b2/kumpulan-kisah-mistis
Hai Gansist, selamat datang di thread kumpulan kisah mistis. Jadi disini nanti akan rutin diposting kisah-kisah mistis nyata pengalaman sy pribadi, keluarga, dan teman-teman. Saya memang penakut tapi sangat tertarik dengan hal-hal seperti ini. Saya hidup dikampung dimana dilingkungan saya ini masih sangat kental dengan hal-hal ghoib diluar nalar manusia. Tidak bisa dipungkiri kita hidup berdamping
Lapor Hansip
24-09-2019 10:33

Kumpulan Kisah Mistis

icon-verified-thread
Kumpulan Kisah Mistis

Hai Gansist, selamat datang di thread kumpulan kisah mistis. Jadi disini nanti akan rutin diposting kisah-kisah mistis nyata pengalaman sy pribadi, keluarga, dan teman-teman.
Saya memang penakut tapi sangat tertarik dengan hal-hal seperti ini. Saya hidup dikampung dimana dilingkungan saya ini masih sangat kental dengan hal-hal ghoib diluar nalar manusia. Tidak bisa dipungkiri kita hidup berdampingan dengan "mereka", jadi jagalah sikap dimanapun kita berada.




Kisah 1
"Abang Somay Yang Terus Mengikuti Ku"


Kisah ini menimpa adik sepupu sy namanya Tiara, dia adalah anak perempuan dari Lik Kiroh (adik ibu saya). Kami hanya terpaut usia satu tahun saja, dia lebih muda dari saya. Kami bersekolah di SMA yang berbeda, dia memilih sekolah yang lebih dekat jaraknya hanya sekitar 6 km dari rumah yaitu MA Cokroaminoto Wanadadi. Kisah ini menjadi awal dia ketempelan "sesuatu" yang membuatnya tidak bisa bersekolah selama 2 bulan lebih. Saya akan menceritakan kisah ini dari perspektif Tiara.

"Weh,, wehhh,, kabar gembira, kabar gembira" teriak Mirna teman kelasku
"Kabar apa si? heboh" balasku
"Kita jadi kemah dong nanti tgl 12 hari Jumat, tadi pak Nur ngabarin" terangnya
Aku, Mirna dan Dewi memang menjadi anggota pramuka Saka Bhayangkara tingkat Kabupaten sebagai perwakilan dari sekolah kami. Dan memang telah diwacanakan akan diadakan perkemahan tahun ini di Desa Gumelem, Kec Susukan, Kab.Banjarnegara. Tapi kemaren tanggalnya belum dipastikan.
"Akhirnya bisa piknik juga, walaupun acara kemah wkwk" cetusku.


Sampailah di hari-H Jumat pagi semua anggota berkumpul di Alun-alun kota Banjarnegara, kita menaiki truk besar sampai di desa Gumelem, tempat perkemahan tepatnya ada di bukit Ilangan. Bukit ini dianggap tempat suci oleh warga sekitar. Karena bukit ini berada di tengah-tengah Desa Gumelem, dipuncak bukit apa petilasan makam Ki Ageng Giring (Girilangan). Banyak warga dari berbagai daerah melakukan ziarah ke sini. Ki Ageng Giring ini adalah seorang penyebar agama Islam dari Kerajaan Mataram yang berkelana sampai ke Desa Gumelem dan wafat di desa ini. Dibukit ini selain terdapat makam Ki Ageng Giring, ada juga masjid kuno peninggalan wali, bangunan peninggalan keraton dan pemandian air hangat (Pemandian Pingit). Pemandian ini dianggap sakral oleh beberapa kalangan, karena dipercaya airnya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.

Kumpulan Kisah Mistis
Gambar : Gerbang makam Ki Ageng Giring, sumber : disini

Dalam perjalanan menuju puncak bukit, terdapat jalan setapak batu dan dikanan kiri jalan setapak ini merupakan makam desa Gumelem, makam warga sekitar. Dan dikomplek pertama sebelum puncak Ilangan terdapat makam Ki Ageng Gumelem. Ki Ageng Gumelem ini adalah panglima perang yang diutus oleh panembahan senopati dari Kerajaan Mataram untuk merawat makam ki Ageng Giring.

Kumpulan Kisah Mistis

Gambar : Jalan setapak menuju puncak bukit (yang dikanan kirinya adalah makam warga)

sumber : disini

Disana anggota kami tidak mendirikan tenda, kami menempati sebuah bangunan yang ada ditengah-tengah kuburan. sebuah bangunan tua yang beratap tapi tidak berdinding, bangunanya seperti pendopo yang hanya ada atap dan tiang. Komandan pramuka kami namanya mas Awan (sekarang sudah almarhum)  mewanti-wanti kami para anggotanya untuk menjaga tutur kata dan perilaku selama berkemah disini, dan untuk para gadis yang sedang berhalangan dilarang keras untuk masuk ke wilayah pemakaman yang ada dipuncak. Kebanyakan anggota laki-laki adalah mereka yang bisa melihat "sesuatu" begitu juga denganku, dari kecil aku memang peka terhadap masalah satu ini, setiap ada makhluk yang tidak kasat  mata, aku bisa merasakan kehadiranya. entah dari bau maupun penglihatan.

Anggota kami sampai di tengah bukit kira-kira pagi menjelang siang, sangat sejuk udaranya, walaupun tempat ini dikelilingi dengan kuburan, sepanjang mata melihat hanya pohon-pohon dan petilasan, tidak mengurangi keindahan tempat ini. di dekat pendopo tempat kami tidur ada satu pohon beringin yang sangat besar, siang hari sama sekali tidak terlihat menyeramkan. Ketika kegiatan belum dimulai aku, Mirna, Dewi dan beberapa teman lain setuju untuk berjalan-jalan ke puncak bukit. Disana kami menemukan petilasan Ki Ageng Giring dan memasuki gerbangnya, gerbangnya tidak dikunci jadi siapapun bisa masuk. Pintunya cukup rendah jadi kami harus membungkukan badan untuk masuk ke dalam. Di belakang gerbang terdapat semacam cawan-cawan yang terbuat dari batu, kata senior kami itu sengaja disiapkan oleh warga setempat untuk orang-orang yang ingin berkomunikasi supranatural. entah fungsi cawannya untuk apa.

Semua kegiatan hari pertama berjalan dengan lancar, sampai pada sore hari menjelang waktu maghrib.  Ada salah satu anggota wanita dari SMA Bawang yang kerasukan, dia terus menangis histeris. Suaranya sangat melengking, saat itu aku yang biasanya peka terhadap hal-hal seperti ini tidak melihat makhluk apa yang merasuki temanku ini, hanya saja aku melihat ada tukang somay pikul dibawah pohon beringin besar itu. Saat itu aku tidak berprasangka buruk karena aku mengira tukang somay itu hanyalah tukang somay biasa yang menjajakan makanan kesini karena tau disini sedang diadakan perkemahan.

Sampai malam tiba,  jejak tilas dilakukan malam hari pukul 12 lewat. aku memilih untuk tidak mengikuti jejak tilas tersebut selain karena malas melihat tingkah konyol senior-senior yang berpura-pura menjadi hantu untuk menakut-nakuti kami juniornya, udara malam itu juga sangat dingin, jadi sejak pukul 11 malam aku sudah berbaring di pendopo bersama Mirna dan Dewi teman sekelasku. Aku tidak bisa tidur malam itu, sekilas ketika menengok kesebelah kanan, aku seperti melihat kain putih ditengah-tengah temanku yg sedang tidur. Aku mencoba untuk menengok kembali dan benar saja ada pocong yang berbaring disela-sela barisan. ow owww.
Aku hanya mencoba memejamkan mata dan memiringkan badan ke kiri agar tidak melihat pocong itu lagi, tapi tetap saja tidak bisa tidur. Aku memandang kearah depan, kebetulan aku tidur disebelah paling kiri jadi di depanku adalah jalan setapak untuk menaiki/menuruni bukit. Dari kejauhan terlihat bayang-bayang orang sedang memikul sesuatu, aku terus memperhatikan bayang-bayang itu semakin lama bayang-bayang itu semakin jelas dan ternyata itu adalah penjual somay yang tadi sore aku lihat di bawah pohon beringin.

Daaaaarrrrrrr aku baru sadar, kenapa ada org jual somay larut malam begini, dan dia juga tidak membunyikan sesuatu seperti layaknya orang berjualan normal, aku merinding ketika mulai menyadari kalau itu bukanlah manusia. aku mencoba menutupi pandangan dengan selimut, lama-lama penasaran juga apa tukang somaynya masih disana, kuintip pelan-pelan ternyata dia masih disana dalam posisi yang sama. Kututup selimutku dengan tangan gemetar, aku tidak pernah menceritakan kejadian ini pd teman-temanku.

Paginya badan serasa lemas sekali, mungkin karena kurang tidur , pikirku. Tapi nyatanya hari itu aku pingsan 3 kali, bahkan akhirnya aku harus pulang terlebih dahulu dan tidak bisa melanjutkan perkemahan karena kondisi badanku yang terus-terusan pingsan. Aku tidak merasakan sesuatu yang lain selain lemas dan pundak berat. Sesampainya dirumah ibu membawaku berobat ke puskesmas 1 Wanadadi, dekat rumah. Dokter hanya memberiku beberapa obat dan langsung diperbolehkan pulang.

Tiga hari pasca pulang dari perkemahan aku masih belum bisa berangkat ke sekolah,  badanku masih lemas, ketika sore hari hendak mandi pundakku terasa sangat berat dan ketika terbangun aku sudah tidur diranjang puskesmas, ya aku pingsan lagi.
kali ini aku dirawat 3 hari dirumah sakit. Ketika aku diperbolehkan pulang, dokter hanya berpesan untuk banyak minum supaya aku tidak dehidrasi dan tidak mudah pingsan. Sebulan sudah aku seperti ini, sempat 3 kali aku mencoba berangkat sekolah tapi jarak baru beberapa puluh meter dari rumah aku pingsan lagi. Aku seperti tidak diperbolehkan untuk keluar rumah, aku tidak pernah berpikir negatif.

Sampai suatu sore ketika bangun tidur q merasa kakiku tidak bisa digerakan, dan ketika aku arahkan pandanganku kebawah aku melihat seseorang dengan rambut panjang menutupi muka, sedang duduk diatas kakiku, aku berteriak histeris tapi tidak ada yg mendengar. aku menangis sekencang-kencangnya tp tetap tidak ada yang datang kekamarku, aku terus menangis dan berteriak memanggil ibu entah sampai berapa lama, tapi aku baru sadar ketika ibu datang membangunkanku. Aku sangat yakin tadi itu bukan mimpi,  asumsiku aku pingsan karena terlalu histeris.

Akhirnya aku menceritakan kejadian td pada ibuku. "Ibu ga dengar apa2 dek, emang ga ada suara apa" kata ibu.
"Bu coba panggilin uwa Tanto (bapak TS), aku mau cerita ke uwa" kataku.

Lalu datanglah uwa ke kamarku, dan aku menceritakan semua kejadian tentang kakiku yg diduduki entah siapa, sampai semua kejadian selama di perkemahan. uwa mulai memegang kepalaku, dan membacakan doa. Lalu uwa berkata, sepertinya ada yg ngikutin km, nanti malam uwa mau sholat, memohon petunjuk bagaimana ngebuang yang ngikutin kamu ini.

Besokanya uwa ngabarin ke ibu, katanya yang ngikutin aku ini bapak2 jualan bawa pikulan depan belakang, makanya selama ini yg dirasain berat dan lemas karna mikul dagangan depan belakang kata uwa. kata uwa ini dingajiin aja tiap abis maghrib, aku jg disuruh ikut ngaji, nanti uwa tetep bantu dg kirim doa di sepertiga malam. Alhamdulilah kadang rasa berat  dipundak hilang, wlwpun kadang muncul lagi, tapi sebulan kemudian aku benar2 sudah sembuh dari ketempelan dan bisa bersekolah seperti dulu lagi, berkat izin alloh dan bantuan uwa yg telah membantu doa setiap sepertiga malam, serta keluarga yg telah bersedia membacakan ayat2 alquran setiap hari.
Diubah oleh sinsin2806
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cos44rm dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 2
Kumpulan Kisah Mistis
09-10-2019 09:53
Kisah 6
"Mereka Yang Tak Terlihat"


Berbulan-bulan rumahku tidak berpenghuni, ya karena aku dan Ayahku memilih untuk mencari rezeki di perantauan. Aku di Jakarta dan Ayahku di Kalimantan. sebenarnya aku mempunyai seorang adik kecil, namun ketika ibuku meninggal saat melahirkanya, sejak bayi adikku ini dirawat oleh nenek, yang jarak rumahnya lumayan jauh dari rumahku. Jadi selama aku dan ayahku pergi merantau tidak ada yang mengurus rumah.


Bulan ini masa kontrak kerjaku habis, jadi aku pulang ke rumah sambil menunggu ada panggilan kerja dari tempat lain. Keadaan rumah seperti biasa, ketika aku sampai sawang-sawang (sarang laba-laba) ada dimana-mana, maklum sudah beberapa bulan tidak ada yang membersihkan, hawanya sedikit dingin, mungkin karena sudah lama tidak berpenghuni.

Setelah cukup beristirahat, aku mulai membersihkan rumah dan menyapu. Malam nya aku mengundang beberapa teman se-dusun ku untuk main kerumah, sekedar nongkrong-nongkrong, setidaknya untuk mencairkan suasana rumah agar sedikit lebih hangat dengan kedatangan teman-teman.

Aku membuatkan 2 kopi untuk kedua temanku yang datang lebih awal. Kami duduk-duduk di ruang tengah, karena ruangan ini yang paling luas dan TV ada diruangan ini. Belum lama kami mengobrol, datanglah Toni. Dia adalah sepupuku yang tinggal di samping rumahku persis. Karena dia sudah familiar dengan rumahku, dan aku juga malas sekali membuatkan kopi untuknya, lantas aku menyuruhnya untuk membuat kopi sendiri di dapur.

Air panas sudah ada di Tremos, jadi tinggal meracik kopi nya saja. Dari depan terdengar suaranya "Cuk, toples gulane ora ditutup ya disemuti koh" "Cuk, toples gula kok ga ditutup jadi disemutin" katanya. Aku hanya menjawab "Halah ngarang wong wis ditutup rapet kok" "Halah ngarang, orang udah ditutup rapat" memang seingatku aku sudah menutup rapat-rapat tempat gula itu.

Aku tidak menanggapi serius omonganya, karena walaupun aku merasa sudah menutup toples namanya manusia bisa saja lupa, mungkin memang benar aku belummenutupnya, jadi aku tidak ambil pusing.

Semakin larut, semakin banyak yang datang kerumahku, seperti Gino, Yanto mereka baru datang pukul 22.00. Memang tidak ada yang istimewa dirumahku, kami hanya duduk-duduk sambil menonton TV, ngopi, merokok, dan ngobrol kesana-sini. ya layaknya nongkrong anak muda biasa.

Lagi-lagi aku malas sekali membuat kopi, aku meminta tolong ke Toni untuk membuatkan 2 kopi untuk Gino dan Yanto. Di dapur terdegar suara Toni "Loh cuk, kie deneng toples gulane mbukak maning" "Loh cuk, ini kenapa toples gulanya kebuka lagi" tanyanya.
Aku hanya merespon "Koe kelalen ora nutup mbok mau" "Kamu lupa ga nutup kali tadi".
Diruang tengah Toni kembali membahas kejadian tadi, dan bersikeras berargumen bahwa tadi dia sudah menutup toples gulanya tapi kenapa pas mau bikin kopi kedua toplesnya kebuka.
Dia mulai menginterogasiku menanyakan apakah aku juga pernah mengalami seperti itu. Toni terlihat agak panik dan takut, aku hanya mejawab "Ah lupa kali kamu" untuk menenangkan si Toni.

Pukul 12.00 malam suasana di rumahku makin ramai, kita memainkan Kartu Remi dan beberapa mainan lainnya, karena kopi sudah mulai habis, aku menawarkan apakah ada yang ingin membuat kopi lagi. Ternyata mereka semua mau kopi lagi.
Gino membantuku menyiapkan kopi, karena air di Termos tidak cukup, aku ke dapur untuk memasak air dan Gino di meja untuk meracik gula dan kopi. Selesai meracik semua gelas, semua toples ditutup dan dirapihkan berderet di meja, dan Gino menghampiriku disamping kompor.
Kami mengobrol ringan, tentang pekerjaanku selama di perantauan.

Ketika air mendidih aku mengambil sebagian untuk dimasukan ke Termos, dan Gino dengan gayung lain mengambil air untuk dituangkan ke gelas, dia kaget ketika sampai meja
"Ziz, ini lho toples gulanya kebuka lagi, sumpah tadi udah aku tutup udah aku taroh berderet dideket tembok" katanya.
Aku mulai aneh, ini kenapa tutup toples gula kebuka terus. Tapi aku tetap berusaha tenang agar tidak ada yang ketakutan.

Pukul 03.00 pagi beberapa temanku memutuskan pulang, hanya Toni dan Gino yang memilih untuk menginap. Kami tidur dikamarku yang letaknya ada dibagian depan rumah. Aku tidak bisa langsung tidur, entah kenapa akhir-akhir ini aku memang susah tidur, atau orang biasa menyebutnya imsomnia. Aku kira Toni dan Gino sudah tidur, sampai Gino tiba-tiba bangun "Woi bangun woy, Ton, Ziz"
Aku yang memang blm tidur langsung bangun, "kenapa si" tanyaku.
"Kamu denger kan pasti itu suara apa, suara gelas apa suara piring? Emng masih ada yang belum pulang?" Tanya Gino
Saat gino bertanya seperti itu, dari luar masih terdengar suara berisik seperti suara mengaduk gelas dengan sendok, atau suara sendok beradu dengan piring seperti saat makan.
"Mungkin tikus Gin, jangan parno, ga ada apa-apa kok" Aku berusaha membuat suasana tenang.
Walaupun dalam hati aku juga takut, bisanya ga ada suara beginian dirumah. Aku hanya menyarankan ke Gino untuk tidur saja. Toh disini kita bertiga jadi tidak akan ada apa-apa, tandasku.

Pagi hari aku bangun sekitar pukul 08.00. Toni dan Gino masih tidur di dalam kamar. Aku memang sengaja bangun duluan untuk masak nasi dan lauk kala-kala Toni dan Gino mau sarapan disini. Sesampainya di meja dapur,, aku sangat kaget, karena meja berantakan sekali, toples gula dan toples kopi sudah tumpah. serta mangkok-mangkok di rak yang awal posisinya telungkup kenapa jadi menghadap keatas semua, seperti habis dipakai.

Aku benar-benar tak habis pikir dengan kejadian aneh ini, hanya karena rumah ini sudah kosong beberapa bulan apakah ada makhluk tak kasap mata yang menghuninya?
Entahlah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gembogspeed dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Kumpulan Kisah Mistis
09-10-2019 22:11
book dulu, nanti lanjut baca. baru kisah satuu
0 0
0
Kumpulan Kisah Mistis
10-10-2019 19:10
Gelar tiker sambil ngopi... eh toples gulanya kebuka.. eh ada ibuibu gays..
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Kumpulan Kisah Mistis
18-10-2019 14:29
KIsah 7. Gadis Bergaun Kuning Di Pinggir Jembatan


Ini adalah kisah yang dialami langsung oleh bapak ane, Sekitar taun 2005. Bapak ane asli orang Pawotan, namun setelah menikah dengan ibu ane, beliau pindah daerah ibu ane dan bangun rumah disana, tepatnya di desa Kandangwangi.

Dulu profesi bapak ane adalah pedagang Rengginang, tau Rengginang? Ada rengginang beras ada rengginang singkong, makanan ringan itu. Kalo bapak ade produksi sendiri serta masarin sendiri produk rengginang singkongnya. Dari ane SD bapak ane ini udah mulai berproduksi. Tahun 2000-an dulu bapak ane masih pake sepeda motor ebret-ebret emoticon-Big Grin
Model yamaha 75 kalo ga salah, yang bunyi knalpot aslinya aja berisik banget. Tapi jaman dulu motor jenis begitu uda bagus itunganya, karena di daerah ane yang punya motor aja masih bisa diitung pake jari. Orang tua jaman dulu kebanyakan masih pake sepeda onthel dan belum familiar dengan sepeda motor.

Nah, ceritanya suatu malam di tahun 2005 bapak ane abis dagang Rengginang ke daerah Pawotan, karena deket sama rumah kakek ane (red : orang tua bapak), pastilah bapak mampir untuk melepas kangen dan berbincang-bincang. Tak terasa sudah larut malam waktu itu pukul 23.30, bapak ane ga pernah nginep disembarang tempat setelah menikah, kecuali nginepnya bareng sama ibu ane. Ga tau ya, tapi emng begitu komitmen bapak ke ibu, jadi dari manapun bapak selarut apapun, pasti bapak selalu ngusahain pulang ke rumah.

Pukul 23.30 suasana dari Pawotan daerah rumah kakek sangat sepi, maklum namanya juga di desa. Sampai di pertigaan Linggasari bapak sama sekali ga papasan sama pengendara sepeda motor lain. Bener-bener hening suasana waktu itu katanya. Sampai di pertigaan jembatan sampang bapak ane uda mencium bau bunga kamboja. Menyengat sekali.

Tapi bapak ane kan bukan penakut, jadi walaupun dia ngerasa ada yang aneh, dia cuek aja. Sampai di deket jembatan dari kejauhan samar-samar ada seorang gadis duduk di pinggir jaembatan sendirian. Bapak ane mikirnya wah ini siapa nih malem-malem begini masih pacaran di pinggir jalan pula.

Bapak ane cuma melihat dia memakai gaun kuning lengan pendek dan duduk membelakangi jalan raya, jadi bapak ane cuma liat punggunya sama telapak tanganya, karena telapak tanganya sedang mengelus-elus rambut belakang.

Jarak 2 meter bapak ane berenti karena penasaran siapa gadis yang jam segini masih pacaran di jembatan. Bapak ane ga berani negor, dia cuma celingak celinguk nyariin pacarnya kok ga keleatan. Posisi motor bapak ane ini berenti tapi mesin masih dalam kondisi nyala ya.

Bau kembang kemboja kembali tercium, wah seketika bapak ane langsung merinding. kayaknya ini bukan orang, bapak ane langsung tarik gas dan ngebut sengebut-ngebutnya untung motor bapak ane ga mati disitu, dan untung aja itu gadis ga nengok kebelakang.

Kalo nengok ke belakang terus mukanya amburadul gimana coba hiiiiii serem banget pastinya.
Di jembatan itu memang angker katanya, karena dulu pernah ada cewek yang kecelakaan dan meninggal di tempat. Hiiii serem.
Diubah oleh sinsin2806
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Kumpulan Kisah Mistis
19-10-2019 14:30
Rengginang bukanya dari ketan sis? kalo dari beras namanya intip hihihi
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Kumpulan Kisah Mistis
19-10-2019 21:13
hm ijin baca sistemoticon-Matabelo
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Kumpulan Kisah Mistis
16-11-2019 00:13
enjut
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Kumpulan Kisah Mistis
18-11-2019 07:48
apdet sis
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Kumpulan Kisah Mistis
24-11-2019 10:28
Ketempelan hantu kang somay emoticon-Ngakak
Baru ini kutau
profile-picture
sinsin2806 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 2 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
perjuangan-cinta-dion
Stories from the Heart
kompilasi-misteri-4-in-1
Stories from the Heart
renita
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
aku-masih-cinta-dia
Stories from the Heart
kekasih-suamiku
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia