alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
9
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5da85bbd0577a927033ba397/menteri-perdagangan-yang-baru-harus-lebih-dari-sekedar-penyelamat-jokowi
Oleh: Frank Wawolangi   Ibarat pemain sepak bola, Menteri Perdagangan adalah game changer. Orang yang tugasnya mencetak gol sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, setiap tim sepak bola membutuhkan pemain seperti ini. Bahkan rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk membeli pemain pencetak gol dari tim rivalnya sekalipun. Karena tanpa gol, sebuah tim sepak bola mau bermain sebagus apapun, tidak
Lapor Hansip
17-10-2019 19:17

Menteri Perdagangan yang Baru: Harus Lebih Dari Sekedar Penyelamat Jokowi

{thread_title}


Oleh: Frank Wawolangi
 
Ibarat pemain sepak bola, Menteri Perdagangan adalah game changer. Orang yang tugasnya mencetak gol sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, setiap tim sepak bola membutuhkan pemain seperti ini. Bahkan rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk membeli pemain pencetak gol dari tim rivalnya sekalipun. Karena tanpa gol, sebuah tim sepak bola mau bermain sebagus apapun, tidak akan pernah menang.

Menteri Perdagangan yang Baru: Harus Lebih Dari Sekedar Penyelamat Jokowi
 
Begitu pula dengan Menteri Perdagangan. Gol nya dihitung dari neraca perdagangan berjalan. Ketika neraca perdagangan surplus, maka sang Menteri lancar membuat gol. Sebaliknya, apabila defisit, bisa diartikan tim tersebut kebobolan lebih banyak dari tim lawan, dan sang Menteri bisa dikatakan mandul atau tidak cukup banyak mencetak gol. Itulah esensi yang sebenarnya dari perdagangan suatu Negara.
 
Terlepas dari buruknya industri dalam negeri, Menteri Perdagangan era Jokowi sebenarnya tidak buruk-buruk amat menjalankan tugasnya. Apabila dilihat dari neraca perdagangan luar negeri sejak 2014, praktis Indonesia menikmati surplus perdagangan luar negeri selama 3 tahun berturut-turut (2015-2017). Namun yang menjadi sorotan adalah pada tahun 2018, Indonesia mengalami defisit perdagangan terburuk sejak merdeka. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia defisit sampai menyentuh USD 8,5 Milyar, dua kali lipat dari defisit tahun 2013 yang dianggap salah satu yang terburuk.
 
Mengapa hal itu bisa terjadi? Seperti yang disebutkan diatas, terlepas dari buruknya industrialisasi di Indonesia, dan masih banyak faktor lain yang memperburuk defisit perdagangan 2018, Menteri Perdagangan kita didesain untuk mempersiapkan diri dalam pilpres 2019. Itulah mengapa mind set Menteri Enggar saat itu lebih kepada kestabilan harga. Misi nya apa lagi kalo bukan menjaga agar nilai inflasi tidak melonjak. Akhirnya, arus impor dibuka lebar, agar harga barang dan pangan tidak naik. Rakyat yang tidak terkena dampak secara langsung, tidak berkeberatan untuk memilih incumbent. Namun di sisi lain, defisit neraca perdagangan berdampak vital bagi perekonomian suatu Negara. Sehingga lahir suatu anekdot yang mengatakan, “Negara boleh bangkrut, presiden tetap Jokowi”.
 
Dalam kabinet Jokowi 2014-2019-pun sempat berulang kali bertikai terkait persoalan ini. Menteri Perdagangan kerap dituding sebagai penyebab utama nya. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan Kepala Bulog, Buwas seringkali menyerang kebijakan impor Engartiasto. Begitu pula dengan gagalnya Mendag mengantisipasi perang dagang China vs AS, Enggar dituding kurang tanggap mengambil peluang bagi Indonesia.
 
Oleh karena itu, Kabinet Jokowi selanjutnya harus memiliki mind set yang baik dalam memimpin perdagangan Indonesia. Menteri Perdagangan harus memiliki strategi yang mumpuni dalam memanfaatkan celah sekecil apapun dalam panggung dunia. Beredar beberapa nama di media yang berpotensi kuat menggantikan Engartiasto sebagai Mendag. Dimulai dari Erick Thohir, Budi Waseso, Rosan Roeslani, M. Lutfi, Haryadi Sukamdani  dan Thomas Lembong. Bahkan Fadli Zon dari kubu oposisi pun juga dianggap kapabel menjadi Menteri Perdagangan.
 
Apabila melihat dari nama-nama diatas, Menteri Perdagangan diharapkan mampu membalikan keadaan neraca perdagangan dari defisit menjadi surplus kembali. Apabila Mendag yang baru tidak mampu membalikkan keadaan, posisi Jokowi sebagai Presiden secara langsung akan terancam, karena tidak mampu lagi menjaga nilai inflasi.
 
Rosan Roeslani dan Erick Thohir memiliki keunggulan dalam pengalamannya menjalankan bisnisnya yang mendunia. Kedua tokoh tersebut dipandang mampu menjaga kepentingan ekspor sawit Indonesia keluar negeri. Selain dingin dalam bekerja, Rosan sukses memimpin Kadin selama ini. Begitu juga dengan Erick Thohir yang sudah malang melintang dalam bisnis internasional.
 
Muhamad Lutfi dan Thomas Lembong juga memiliki kans yang kuat. Terutama karena dapat mengandalkan jaringannya di pasar Asia Timur. Pengalaman mereka berdua yang pernah menduduki jabatan Menteri Perdagangan dapat menjadi CV yang mentereng untuk meyakinkan Jokowi. Hanya saja situasinya sudah banyak berbeda dibandingkan ketika mereka masih menjadi Menteri Perdagangan Indonesia pada saat itu. Muhamad Lutfi dan Thomas Lembong harus memanfaatkan peluang yang ada dari situasi perang dagang China vs AS dan Korsel vs Jepang untuk menguntungkan Indonesia.
Selain itu, Haryadi Sukamdani yang sukses sebagai ketua Harian Apindo, diharapkan mampu mengkonsolidasikan pengusaha-pengusaha nasional untuk menggenjot arus ekspor. Selebihnya, Budi Waseso dan Fadli Zon dinilai mampu menjaga kepentingan produk lokal.
 
Budi Waseso yang terkenal cerewet dan “demanding” dalam memimpin Bulog selama ini dapat menjadi calon Mendag yang populer di mata rakyat. Buwas dianggap mampu cerewet dengan Menteri Perindustrian, apabila tidak diberikan umpan bola matang. Sehingga peran Mendag sebagai pencetak gol cocok di pundak Buwas.  Begitu pula dengan Fadli Zon yang selama ini “garang” dengan Jokowi, diharapkan juga bisa “garang” di panggung internasional ketika harus berhadapan dengan WTO. Apalagi sebagai Ketua HKTI, Fadli Zon menjadi harapan untuk membawa kepentingan petani dan nelayan Indonesia di perdagangan internasional.
 
Siapakah yang akan dipilih Jokowi sebagai Menteri Perdagangan RI pada periode kedua ini seharusnya tidak perlu melihat lagi latar belakang politik dan popularitas. Entah sang calon adalah pendukung atau oposan, populer atau dibenci, itu tidak penting lagi. Karena kita semua bisa menilai bahwa jabatan Menteri Perdagangan jauh lebih vital daripada sekedar bagi-bagi jatah atau balas jasa. Pilihlah Menteri Perdagangan yang benar-benar dibutuhkan oleh Negara Indonesia maka niscaya perekonomian kita akan kembali kuat dan stabil, baik di kawasan maupun di dunia.

Sumber

https://businesstoday.id/2019/10/17/...elamat-jokowi/
Diubah oleh DistrikNasional
0
Menteri Perdagangan yang Baru: Harus Lebih Dari Sekedar Penyelamat Jokowi
17-10-2019 19:21
Menteri perdagangan yg baru hrs bisa memilah2
Mana impor utk ekspor
Dan mana impor yg bikin persaingan dgn produk dlm negeri
Jangan maen larang impor thok!
Ya kl kita impor beli bahan baku utk jual ekspor distop ya gk heran ekspor pun turun!!!
0 0
0
Menteri Perdagangan yang Baru: Harus Lebih Dari Sekedar Penyelamat Jokowi
17-10-2019 19:36


Kinerja perdagangan jeblok

Anehnya di metro masih disanjung tuh menteri.
Kemarin di acara metro ada wawancara khusus sama tuh Mendag dgn judul : Jurus Jitu Dongkrak Ekspor

Jitu lambemu emoticon-Big Grin
Jurusnya dia ga ada yg mempan, malah devisit sejak 2019 gitu kok emoticon-Big Grin

Kayaknya msh dicalonin jd menteri lagi sama Nasdem tuh orang.



0 0
0
Lihat 2 balasan
Menteri Perdagangan yang Baru: Harus Lebih Dari Sekedar Penyelamat Jokowi
17-10-2019 19:53
kalo ada calon menteri kek gitu, mending ilmu nya buat pencitraan dirinya nyapres sekalian daripada mbantu jokowi, yg dapat nama jokowi
0 0
0
Menteri Perdagangan yang Baru: Harus Lebih Dari Sekedar Penyelamat Jokowi
17-10-2019 20:01
Loh kok ada nama si zonky di situ.. Gemetar lutut nastak denger nama itu di sebut2.. emoticon-Leh Uga
0 0
0
Menteri Perdagangan yang Baru: Harus Lebih Dari Sekedar Penyelamat Jokowi
Lapor Hansip
17-10-2019 20:12
Balasan post urban21
tuh menteri sakti bener, sudah 3x mangkir dari panggilan kpk tapi gak pernah ditegur sama presiden
profile-picture
Bangbunghideung memberi reputasi
1 0
1
Menteri Perdagangan yang Baru: Harus Lebih Dari Sekedar Penyelamat Jokowi
17-10-2019 20:59
Katanya mau digabung sama kementerian perindustrian, nggak jadi apa ya
Apa karena banyak yg mau jadi menteri, bukannya digabung malah kalo bisa dibikin 2, kementerian perdagangan dalam negeri sama perdagangan luar negeri, biar makin banyak menteri, dan semua dapet jatah.. emoticon-Salaman
0 0
0
Menteri Perdagangan yang Baru: Harus Lebih Dari Sekedar Penyelamat Jokowi
18-10-2019 09:43
Bukan hanya menteri perdagangan, tetapi semua menteri hrs membantu presiden dalam membangun Indonesia.
Tidak bisa jika hanya 1 atau 2 menteri saja.
Masalah negara sangat beragam, dibutuhkan kerja sama tim utk mencapai nya.
0 0
0
Menteri Perdagangan yang Baru: Harus Lebih Dari Sekedar Penyelamat Jokowi
Lapor Hansip
18-10-2019 15:12
Balasan post GehuRisol
@GehuRisol
Di blakangnya ada juragan pertalite

0 0
0
Menteri Perdagangan yang Baru: Harus Lebih Dari Sekedar Penyelamat Jokowi
18-10-2019 15:19
lah kementrian perdagangan akan digabung dengan kementrian perindustrian.

ya ngga akan ada lagi menteri perdagangan, yang ada menperindag emoticon-Wink
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.