Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
603
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d307f70f4d695165d13ec78/dibatasi-jendela-kamar
Gadis penderita penyakit kepribadian itu dikurung di salah satu rumah sakit jiwa di kota Palembang, Hadi diberikan tugas oleh kepolisian untuk menyelesaikan kasus yang dialami gadis itu, namun ternyata kejadian yang tidak disangka terjadi, ada seorang lelaki yang misterius menelpon Hadi dan memberikannya tugas dan jika tugas itu gagal maka keluarga Hadi dalam bahaya.
Lapor Hansip
18-07-2019 21:17

Dibatasi Jendela Kamar

Past Hot Thread
Dibatasi Jendela Kamar
*cover by @ka.luwi

Dibatasi Jendela Kamar


Sedikit Intermezzo dari gue.

Mungkin akan ada yang bertanya kedepannya, ini kan Idnya agan Hadi? Dan katanya agan Hadi sudah meninggal?

Yah benar ini idnya Hadi, teman akrab gue. Jadi, cerita ini sebenarnya sudah pernah dipublish di kaskus beberapa tahun lalu dengan judul yang berbeda, namun dengan alasan tertentu dihapus oleh beliau, selanjutnya beliau menuliskan cerita ini di laptop pribadinya, dan qodarullah beliau meninggal dunia (mari kita sempatkan mendoakan keselamatan beliau di alam kubur) dan cerita ini belum selesai, akhirnya disimpan oleh agan Hadi di Laptopnya. Hadi memiliki istri bernama Laura (Baca : Dibatasi Dua Kamar) dan Laura juga ternyata disayang oleh Allah dan Allah mencabut nyawanya (mari kita sempatkan juga berdoa untuknya). Selanjutnya, cerita ini terbengkalai di laptopnya dan laptop itu dipegang oleh seorang tokoh yang juga ada didalam cerita sebelum ini, nama yang mungkin kita kenal adalah Mega. Sampai akhirnya laptop itu rusak dan membangkai dirumah Mega begitu saja, namun Mega tak berani menjualnya dikarenakan itu adalah peninggalan dari Hadi dan dibiarkan begitu saja oleh Mega.

Bagaimana cerita ini bisa dipublish?

Dengan pertimbangan diri gue sendiri, @thebeatlesss aka Mega dan @handarunaufal aka Daru yang mereka adalah kaskuser disini juga yang terlibat di dalam cerita ini, akhirnya kami memutuskan untuk mempublish cerita ini di kaskus, yang Alhamdulillah ternyata cerita ini tidak rusak dan masih tersimpan rapi di hardisk laptop agan Hadi, setelah hardisk itu dibuka ternyata banyak cerita lain yang beliau tulis sampai tamat yang disimpan di folder rahasia beliau dan dengan bantuan teknisi komputer folder itu bisa dibuka dan cerita-cerita agan Hadi mungkin bisa mengisi hari-hari kita di kaskus selanjutnya.

Seperti kata salah satu sastrawan wanita yang terkenal di Indonesia :

"Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarangnya tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi." Helvy Tiana Rosa

Jadi gue sungguh berharap, agar tulisan-tulisan agan Hadi abadi, bukan hanya dalam bentuk tulisan, melainkan abadi di dalam benak dan hati kita, untuk apresiasi penuh terhadap karya-karya yang beliau tulis.

Jika ada pertanyaan yang lain bisa PM gue atau bisa langsung tanya di komentar. Selama memang masih bisa gue jawab, InsyaAllah akan gue jawab, namun untuk pertanyaan yang tidak gue jawab, artinya memang gue tidak ada wewenang apapun untuk menjawab pertanyaan itu.

Sedikit lagi tambahan dari gue, cerita ini adalah cerita lanjutan dari cerita sebelumnya yaitu Dibatasi Dua Kamar dan cerita ini sangat berhubungan dengan cerita dari agan @handarunaufal yaitu Aku Tidak Melakukan Apapun.

Sinopsis





Rules in My Thread

1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bismillah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah

Udah itu doang kok.

Diubah oleh panjang.kaki
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aisundoi dan 40 lainnya memberi reputasi
39
Tampilkan isi Thread
Halaman 28 dari 31
Dibatasi Jendela Kamar
04-10-2019 15:42
anjir udah lama ga baca cerita genre begini, ikut deg2an dan cenggur emoticon-Ngakak
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
04-10-2019 19:05
Quote:Original Posted By slametfirmansy4
Renata emang gak waras....emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga


Yang waras disini siapa? emoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By ZenCrows
Mantap, akhirnya bisa kabur
Thanks udah update gan


Penuh kesulitan.. emoticon-Malu

Quote:Original Posted By nyahprenjak
ikut tegang bacanya & banyak kejutan.. emoticon-2 Jempol


Memang cerita agan Hadi mindblowing..

Quote:Original Posted By slametfirmansy4
Pemilik toko udah paham betul keknya mbak....


Hahaha, paham kalau pria dan wanita suka wikwik

Quote:Original Posted By kerupuklatos
anjir udah lama ga baca cerita genre begini, ikut deg2an dan cenggur emoticon-Ngakak


Cenggur apaan gan? emoticon-Confused
profile-picture
nyahprenjak memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
04-10-2019 19:41
Quote:Original Posted By panjang.kaki


emoticon-Ngakak (S) tidur sekamar, pemilik tokonya peka emoticon-Ngakak (S)

bukan peka lagi tapi betul2 pengertian


Quote:Original Posted By slametfirmansy4


Pemilik toko udah paham betul keknya mbak....


Iyaa mngkin
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
04-10-2019 20:21
lumayan dpt ena
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
10-10-2019 07:24
Baca juga cerita Dibatasi Dua Kamar di mangatoon ya gan, terimakasih.. emoticon-Malu

Dibatasi Dua Kamar
Diubah oleh panjang.kaki
profile-picture
si.senor memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
12-10-2019 19:10
imajinasi ku bermain bang, setiap kali ku baca thread abang . mantapjiwa emoticon-2 Jempol emoticon-Ngakak
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
12-10-2019 20:29
lama ga update gan 😔
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
13-10-2019 22:53
Dibatasi Jendela Kamar


Part 18

Setelah malam yang panjang, gua terbangun pukul 11 menjelang siang, gua dibangunkan oleh Renata yang membawa segelas kopi, gua sempat kaget karena gua bangun di tempat yang asing, termenung sesaat, sampai gua akhirnya ingat kalau ini di rumah Erwin, Renata sudah mandi dan cantik, dia mengenakan baju setelan panjang, semacam daster.

"Kamu bangun dari kapan?"

"Aku belum tidur." Katanya

"Kenapa?"

"Aku gak bisa tidur, seakan disini ada yang mengawasi." Katanya

"Prasangka kamu aja."

Gua bangun dan bergegas ke kamar mandi uncuk mencuci muka, setelah itu gua meminum kopi yang dibawa Renata, ternyata kopinya masih panas, jadi gua urungkan niat gua untuk meminum kopinya.

"Mana Erwin?"

"Pergi sejak tadi, aku diberitahu letak dapur dan aku cek lemari makannya, ternyata ada kopi, jadi aku berpikir untuk buatin kamu kopi." Jelasnya

Gua duduk di kasur kamar ini, melihat langit-langit, kebiasaan gua sejak lama, entah sejak kapan gua memulai kebiasaan ini.

Renata sedari tadi memperhatikan gua, saat ini gua bingung harus kemana, gua juga berpikir, bagaimana jika mereka menemukan kami disini, akan bahaya bagi Renata juga, sampai saat inipun gua masih tidak percaya dengan pandangan tadi malam, Tondi dan Sarah, mengapa Sarah jadi begitu binal? Padahal gua tau sebelum dia gantung diri, dia adalah sosok yang tidak mungkin seperti itu, bagaimana jika itu Rahmah? Tapi kecil kemungkinan, karena yang gua tahu Rahmah sudah menjadi pribadi yang lebih baik. Apa benar itu Sarah? Atau hanya orang yang menyerupai Sarah? Karena gua yang menurunkan dia dari tali gantungan, gua yang menyentuh tubuh dinginnya, gua yang mengecek nafas dan nadinya, apa mungkin itu Sarah? Jika ternyata itu bukan Sarah, maka gua akan membunuhnya dengan tangan gua sendiri, tapi jika itu Sarah, tidak.. Itu bukan Sarah, gua yakin itu hanya seseorang yang menyerupai dirinya, gua yakin itu.

"Mikirin apa kamu?" Tanya Renata memecah lamunan gua

"Aku mau mandi."

Gu bangun dari kasur dan bergegas ke kamar mandi, gua hidupkan shower dan di dalam kamar mandi juga gua tidak bisa menghilangkan pandangan gua dari kejadian tadi malam, itu begitu menyakitkan, betapa gua ingin melupakannya malah gua semakin mengingatnya dan semakin gua mengingatnya, semakin sakit pula hati gua rasanya. Sialan! Sial! Sial! Gua meninju tembok kamar mandi berkali-kali, tangisan gua dan air shower menyatu, anjing! Ini semua terjadi karena gua lemah, ini semua terjadi karena gua gak bisa menentukan pilihan. Hingga tiba-tiba ada suara yang muncul di kepala gua muncul.

"Kamu gak inget isi hatimu?" Tanya suara itu

"Kamu siapa?"

"Hati kamu bilang, Jika suatu saat kamu kembali, aku akan mencintaimu seperti dulu, lalu hati kamu juga pernah bilang, Seandainya aku bisa dilahirkan kembali dan aku bertemu kamu lagi, aku akan memilihmu. Bukankah itu isi hatimu ketika memeluk tubuh dinginku?"

"Aku gak tau kamu siapa!?" Gua berteriak

"Aku sudah kembali, tapi kamu malah membenciku, bukankah itu aneh?" Katanya

Gua memejamkan mata gua dan berteriak sekuat-kuatnya, hingga Renata berkali-kali menggedor-gedor pintu gua, Renata masuk dengan mendobrak pintunya, dia melihat gua yang histeris, sampai akhirnya suara itu hilang dari kepala gua.

"Kamu kenapa?" Tanya Renata

"Hah hah." Nafas gua tersengal

Dia gak mungkin kembali, dia sudah mati dan gua yakin itu, gua yakin yang gua lihat bukan Sarah, hanya mirip dan dia bukan Sarah, gua yakin.

Tiba-tiba gua mendengar suara ketukan pintu rumah ini "tok tok tok"

"Jangan buka pintunya."

"Kamu kenapa ka?" Tanya Renata

"Gua bilang jangan buka pintunya!"

"Gak ada siapa-siapa ka."

"Atau jangan-jangan lo juga komplotan mereka?"

"Maksudnya apa?"

"Menjauh!"

Wajah Renata nampak terkejut, dia menangis dan pergi meninggalkan gua menuju kasur dan menangis, saat ini gua masih tidak memakai baju, gua kenakan pakaian gua dan mengintip, karena suara ketukan pintu itu tak juga berhenti, ternyata dugaan gua benar, di depan pintu ada Sarah dan Tondi, gua diam-diam pergi ke dapur dan mengambil pisau, jika mereka macam-macam akan gua tusuk pisau ini tepat di leher mereka, gua sembunyikan pisau itu dibelakang gua dan gua membuka pintunya.

"Hadi, aku mau jelasin sesuatu." Kata Tondi

"Darimana kamu tahu aku disini?" Tanya gua

"Ka Hadi kenapa?" Tanya Sarah mencoba mendekat

Gua mundur beberapa langkah untuk menjauh.

"Menjauh kalian berdua." Kata gua

"Yang kamu lihat tadi malam salah paham, itu bukan Sarah dan yang bersama Rayhan juga bukan Sarah, itu Rahmah." Kata Tondi

"HAHAHAHAHAHAHA!!! LO PIKIR ITU LUCU BAJINGAN!" Teriak gua sangat keras

"Aku juga ditipu, karena Sarah baru datang tadi pagi, aku kira juga itu Sarah, aku kaget ketika Sarah menggodaku dan mengajakku bercumbu dan ternyata itu bukan Sarah, melainkan Rahmah, dia pergi tadi pagi." Jelas Tondi

"Pergi sebelum ku tusuk kalian dengan pisau ini." Gua menunjukkan pisau dari balik tubuh gua

"Apa yang kamu pegang ka Hadi? Itu sendok." Kata Sarah

Gua melihat lagi ke pegangan yang gua pegang, ternyata yang gua pegang bukan pisau melainkan sendok.

"Hah... Hah..."

Gua melihat sekeliling, gua sekarang bukan dirumah Erwin, gua berada disebuah ruangan yang gua tidak tahu ini dimana, semuanya putih, gua menoleh ke depan dan ternyata yang didepan gua bukan Sarah dan Tondi, tapi Michelle dan seseorang.

"dr. Robert, sepertinya dia semakin parah." Ucap Michelle

"Apa yang kalian lakukan? Gua dimana ?" Tanya gua

"Kita ulang." Ucap dr. Robert

Tiba-tiba suntikkan menusuk tepat di leher gua, hingga gua ternyata terbangun dari mimpi buruk yang begitu mengerikan.

"Ka Hadi, aku buatin ka Hadi kopi." Kata Renata baru saja membangunkan gua

"Kita dimana?"

"Kita tempat Erwin, ka Hadi gak ingat?" Tanya Renata

"Apa kamu mandi? Dan kamu diberi tahu oleh Erwin dimana dapur?"

"Gimana ka Hadi tau?"

Sial! Ini dejavu, tidak lama lagi Sarah dan Tondi akan datang.

"Kita pergi sekarang, aku gak mau lama-lama disini."

Gua menarik tangan Renata, hingga ketika gua membuka pintu ternyata di depan gua ada Sarah dan Tondi.

"Mau kemana Hadi, aku mau menjelaskan sesuatu." Kata Tondi

"Pergi dr. Robert, aku sudah sembuh." Kata gua

Gua terus menarik tangan Renata, Tondi diam saja ketika gua ucapkan kata itu.

"Dan Michelle, jangan sekali-kali lo menyamar menjadi Sarah." Kata gua

Gua berjalan menjauh dari mereka, gua terus menarik tangan Renata, hingga gua tidak menyadari ternyata ada mobil melintas, gua tidak dapat menghindari mobil itu dan gua akhirnya pingsan.

Lama gua pingsan, sampai akhirnya gua bangun disuatu tempat, ini sel gua, pada akhirnya gua kembali kesini. Tapi ada yang aneh, bukannya ini malam hari, lalu gua mendengar pintu sel Renata terbuka, gua mencoba mengintip, ini terulang. Mereka ingin memperkosa Renata, adegan ini terulang, dejavu macam apa ini, lagi-lagi kepala gua pusing dan gua jatuh pingsan, sampai akhirnya gua terbangun disuatu ruangan, ini kamar Erwin, gua melihat Renata masih tidur.

"Jadi itu mimpi, mimpi aneh sekali dan terasa nyata." Gumam gua sendirian

Ada yang mengetuk pintu kamar, gua diam saja karena memastikan bahwa yang mengetuk bukan Tondi atau Sarah.

"Hadi, kamu sudah bangun? Aku mau ke toko, kalau kamu mau makan cek aja makanan di dapur." Kata Erwin

"Iya, terimakasih."

Gua bangun sempoyongan dan melihat jam, ah masih jam 8 pagi. Artinya gua tidur cuma 3 jam, pantas kepala gua berat, gua masuk kamar mandi mencuci wajah gua. Mimpi itu nyata sekali, tapi untunglah itu cuma mimpi.

Dibatasi Jendela Kamar
Diubah oleh panjang.kaki
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tobinkberug dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Dibatasi Jendela Kamar
13-10-2019 23:01
Quote:Original Posted By izhiro
Dpat notif langsung cus baca


Quote:Original Posted By tom122
Mending sunnah an om haha


Quote:Original Posted By ZenCrows
Mantap, akhirnya bisa kabur
Thanks udah update gan


Quote:Original Posted By nyahprenjak
ikut tegang bacanya & banyak kejutan.. emoticon-2 Jempol


Quote:Original Posted By slametfirmansy4
Pemilik toko udah paham betul keknya mbak....


Quote:Original Posted By kerupuklatos
anjir udah lama ga baca cerita genre begini, ikut deg2an dan cenggur emoticon-Ngakak


Quote:Original Posted By yunie617
bukan peka lagi tapi betul2 pengertian




Iyaa mngkin


Quote:Original Posted By pentium99999
lumayan dpt ena


Quote:Original Posted By ochand25
imajinasi ku bermain bang, setiap kali ku baca thread abang . mantapjiwa emoticon-2 Jempol emoticon-Ngakak


Quote:Original Posted By si.senor
lama ga update gan 😔


Sudah update gan emoticon-Malu
0 0
0
Dibatasi Jendela Kamar
13-10-2019 23:12
yah cuman 1 si gan
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
13-10-2019 23:16
Quote:Original Posted By panjang.kaki
Sudah update gan emoticon-Malu


Siap sudah kentang jga gan haha
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
13-10-2019 23:31
kentang plus ngambang,
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
14-10-2019 00:15
Baca : Dibatasi Dua Kamar (Wattpad Version)
0 0
0
Dibatasi Jendela Kamar
14-10-2019 06:13
Masih belum bisa nebak kejadian asli di cerita ini
Keep update gan, semangat
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
14-10-2019 06:27
Quote:Original Posted By panjang.kaki
Baca : Dibatasi Dua Kamar (Wattpad Version)


Ini ga pke sensor ya ? Hehe
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
14-10-2019 08:01
Quote:Original Posted By panjang.kaki
Baca : Dibatasi Dua Kamar (Wattpad Version)


Cek dulu.. sp tau yg disana ga pake kentang emoticon-Jempol
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
14-10-2019 08:45
Quote:Original Posted By panjang.kaki
Baca : Dibatasi Dua Kamar (Wattpad Version)

Uwoohh.. ada wattpadnya
emoticon-Matabelo
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
14-10-2019 10:31
Dibatasi Jendela Kamar

Jangan lupa cek Mangatoon ya, download aplikasinya di google playstore, disitu ada cerita Dibatasi Dua Kamar emoticon-Malu
profile-picture
nyahprenjak memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
14-10-2019 22:07
selalu ditunggu kelanjutannya om
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Dibatasi Jendela Kamar
18-10-2019 10:34
update....update...updateemoticon-Keep Posting Gan
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Halaman 28 dari 31
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
teror-hantu-dewi
Stories from the Heart
penghuni-lain-di-rumah-kost
Stories from the Heart
black-eye
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia