alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
3898
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5accaddb902cfe9d4c8b4572/tamat-the-piece-of-life--story-about-comedy-love
Ini cerita tentang kisah hidupku semasa bersama seorang wanita istimewa. Dia melakukan semua dengan caranya sendiri, cara yang nggak akan terpikirkan oleh orang lain.
Lapor Hansip
10-04-2018 19:28

The Piece Of Life ( Story About Comedy love And fist BB17)

Past Hot Thread
Piece of life
Story about comedy love and fist + BB17
Content rating: PG18+


[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
Thanks buat gan Blood.for.mercy untuk cover keren
Quote:thanks buat awayaye untuk cover keren
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)


[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)

Ini adalah thread yang pernah gw tulis di forum SFTH dg judul KATAK DALAM TEMPURUNG . Tapi karna ada masalah dg para tokoh yg komplain karna nama yang jelek dan bermakna negatif serta beberapa tokoh yg muncul cuma sekali. Akhirnya cerita itu gak gw lanjutkan. Gw ganti dg cerita ini. Dg sedikit nuansa berbeda tapi tidak menghilangkan kesan katak dalam tempurung. Mungkin ada beberapa tulisan berbau BB17 maka, tanggapi dg bijak. Dan ada beberapa gw edit demi kenyamanan pembaca.

Mari kita segarkan pikiran, berkaraoke dg lagu lagu ini
Quote:
Quote:OST tunggu aku dijakarta


Masih saja ku teringat
Kata iringi kau pergi
Jadikan sore itu suatu janji
Kau akan setia untukku Kembali untuk diriku
Mengingatku walau aku jauh

Akupun sempat janjikan kukayuh semua mimpiku
Kulabuhkan pada kotamu
Dan kau pun slalu janjikan kau kan menungguku datang bersatu kembali seperti dulu
Dan bila aku pun rindu, pada nyamanya kecupmu pada hangatnya tawamu
Kudendangkan dengan gitar lagu-lagu kesayangan sambil kuingat indah wajahmu

Tunggulah aku dijakartamu tempat Labuhan semua mimpiku
Tunggulah aku di kota itu
Tempat labuhan semua mimpiku


Quote:OST Terbangun sendiri

"Terbangun Sendiri"

Katakan katakan awal semula
Karena akhirnya begitu berat terasa
Dunia tak seindah katamu
Dunia menelan hatiku

Katakan entah kemana perginya
Masa yang muda dan tawa tawa yang cerah
Dunia yang terdiam tanpamu
Dunia yang menelan hatiku

Aku tak ingin terbangun, terbangun sendiri
Aku tak ingin terjaga, terjaga tanpamu
Kurangi kurangi lukaku ooh temani sepiku

Ooh temukan aku terlepas
Ooh kemana harus berjalan

Aku tak ingin terbangun, terbangun sendiri
Aku tak ingin terjaga, terjaga tanpamu
Kurangi kurangi lukaku ooh temani sepiku

Aku tak ingin terbangun, terbangun sendiri
Aku tak ingin terjaga selama-lamanya

Ooh terbangun sendiri, terbangun sendiri,
terbangun sendiri
Terbangun sendiri, terbangun sendiri
Terbangun sendiri, terbangun sendiri


OST Hitamku Andra And The Backbone


Masih adakah separuh hatiku
Yang ku berikan hanya untukmu
Ku harap engkau masih menyimpannya
Jangan kau pernah melupakannya

Maafkan kata yang tlah terucap
Akan ku hapus jika ku mampu
Andai ku dapat meyakinkanmu
Ku hapus hitamku

Masih adakah separuh janjiku
Yang ku bisikkan hanya padamu
Ku harap engkau masih mengingatnya
Jangan kau pernah melupakannya


Andai ku dapat memutar waktu
Semuanya takkan terjadi

Maafkan kata yang tlah terucap
Akan ku hapus jika ku mampu
Andai ku dapat meyakinkanmu
Ku hapus hitamku untukmu

Simpan separuh hatiku
Ku hapus hitamku untukmu
Simpan separuh janjiku
Ku hapus hitamku untukmu
Simpan separuh hatiku

Simpan separuh janjiku
Simpan separuh hatiku
Simpan separuh janjiku









Quote:
" memory digital bisa dihapus, tapi tidak dengan memori otak manusia. Ingatan merupakan hal paling berharga
Gw bukan sherlock holmes, tapi gw akan coba mengingat semampu gw




WELCOME TO MY THREAD
ketakutan


Setelah lama menjadi silent reader akhirnya gw ingin menceritakan kisah hidup gw semasa bersama seorang wanita unik, tapi gw lebih suka menyebutnya istimewa.
Dia melakukan semua dengan caranya sendiri. Cara yg gak akan terpikirkan ataupun dilakukan oleh orang waras lainya. Cara yg kejam menurut sebagian orang tapi tidak dengan gw.

Gw yakin bahwa wanita sepertinya hanya ada satu dimuka bumi. Jika agan mendapat tamparan dari kekasih agan? Menurut gw itu sudah biasa. Tapi bagaimana dengan tinjuan, tendangan, bahkan balok kayu? Gw pernah.
Kisah ini terjadi saat gw menginjak kelas satu SMK hingga saat ini. Gw mengenal wanita ini dengan cara yg aneh dan sedikit kampret menurut gw. Bahkan yg lebih aneh adalah kesamaan pada motor gw dan wanita ini serta perbedaan usia 3 tahun. Wanita ini lebih tua dari gw.

SMK identik dengan tawuran, nakal, dan hal negatif lainya, yap... Benar sekali. Gw pun mengakui itu, bukan berarti gw sok jagoan, raja jalanan, dan sebagainya. Semua hal negatif itu ada alasan tersendiri. Alasan yg berujung 1 yaitu 'sakit hati'
Cerita ini mungkin amburadul makanya gw seorang newbie minta bimbingan pada agan dan sista sekalian. Nama tokoh disini tentu sudah disamarkan dg baik tak terkecuali nama gw dan wanita yg menemani hari hari gw.


*****

Biarkan gw memberi sedikit gambaran diri gw. Gw seorang laki laki yg menyelesaikan masalah dengan cara primitif. Gw orang temperamen tinggi, mudah marah. Jika gw dirumah hanya ada 2 aturan.
1. Gw gak pernah salah
2.jika gw salah kembali lagi ke nomor 1
Gw lebih dekat dg kakak cewek gw dan gw anak bungsu dari 4 bersaudara. Keluarga gw adalah keluarga memegang teguh agama. Kakak gw lulusan pondok pesantren semua kecuali gw. Yap bisa dipastikan gw anak setan dikeluarga gw. Kalo gw marah semua dalam keluarga bisa takut, tidak termasuk ibu gw. Beliau punya cara tersendiri untuk menaklukan gw, ketika dia bilang A maka gw gak pernah bisa melakukan hal diluar A!. Nama gw gak nyambung banget dg panggilan, tapi panggil saja gw slamet, (karna nama asli gw pasaran)

Dan ijinkan gw menceritakan wanita yg menemani hari hari gw. Seorang wanita kelahiran medan tapi tak punya logat medan, aneh bukan? Jika ada yg bertanya kenapa, maka akan gw jawab. Dia tinggal di jakarta, karna medan hanya tempat kelahiranya. Dia cantik, bahkan gw dan kebanyakan laki laki setuju menyebutnya sempurna. Tapi terlepas dari kesempurnaan itu ada banyak hal yg bikin gw gak habis pikir
Dan gw sebenernya gak tau harus mikir gimana?, kok bisa manusia kek gw bisa mendapat hal hal menyenangkan dari sahabat gw yg notabene lebih baik dari segalanya? Mungkin tuhan yg terlalu baik, atau gw sedang di uji keimanan gw?
*****



spoiler alasan gw nulis ini

Jika ada yg bertanya kisah ini asli atau fiksi, udah!! Ini Fiksi aja lah!!! Biar gak repot mempercayai cerita ini
Nb: ada beberapa kejadian lucu kisah ini yg buat gw berkecimpung di forum sebelah

Quote:
Quote:Rules
1. Ikuti aturan H2H, no sara
2. Terserah mau ngapain, asal tidak menyimpang dari aturan H2H. Mau ngejunk, mau oot, mau promosi jualan, modusin kaskuser lain, atao modusi TSnya terserah karna trit ini bebas dan sekali lagi tidak menyimpang dari H2H
3. Soal update, toh nanti cerita selesai pada waktunya. Gw gak ingkar apalagi lari!


Quote:Question and answer
Q: gan/sis?
A: terserah yg make akun ini bukan orang satu, 3 biji wanita dan seorang pria yaitu gw.... Tapi yg utama selalu gw, tiga wanita ini kadang komeng dilain forum dan SR, kalo pas make si wanita ini bisa lu modusin, kalo gw lo modusin bakal gw dor biji lo! Kalo yg modusin gw cewek bakal langsung di ladenin!!
Q: 3 wanita? Istri semua?
A: gw berharap begitu...
Q: fiksi/nonfiksi
A: anggep aja fiksi, gak usah repot repot
Q: mulustrasi gan?
A: kalo yg minta banyak ane kasih! , bahkan foto aslinya!! (becanda!)
Q: gan, BB17+ diperjelas gan....
A: BB17+ tidak selalu mengandung lendir.... So sabar aja...
Q: kok direvisi dari cerita sebelumnya?
A: ini pertanyaan yg TS tunggu
Karna di thread sebelumnya banyak kaskuser yg menjadi SR adalah teman ane yg mengetahui cerita ini. Mereka pada ngambek karna gak diikutkan dalam cerita, so ini cerita tetep fokus pada Diana, Sikembar, dan Mbak Firda. Tapi tetap diselingi para teman, geng berrez, dan sohib yg komplain karna namanya jelek banget soo... Mereka minta nama yg lebih bagus. Dan cerita ini ada POV dari beberapa orang sebagai pelengkap. Salah satu sohib gw menyarankan untuk memulainya dari MOS SMP karna dari situ awal gw memulai cerita esek esek gak jelas bersama beberapa wanita yg sampai sekarang masih berteman dg baik. Mereka memaksa untuk menceritakan sedetailnya tentang semua yg terjadi, soo.... Akan ada perkelahian, perebutan wanita, tawuran, batu, gear dan lain lain yg merupakan kebodohan dg menyianyiakan nyawa waktu itu
Q: terus gan?
A: siapin APD sama barikade dikamar ente, biar lemparan batu, gear, sajam dari masa lalu tidak mengenai ente semua
Q: 1 lagi gan?
A: udah!! Nih ane kasih sop iler, sebenernya dicerita sebelumnya menceritakan kisah ane dg Diana, tapi karna suatu kendala seperti tadi akhirnya ane buat aja cerita keseluruhan masa muda, seperti saran sohib gw!
Q: gan jangan kentang ya?
A: kentang salah satu makanan favorit ane, apalagi perkedel kentang!
Q: gan
A: udah kampret!!!



brake fluid




Quote:GW YAKIN LO SEDANG MEMBACA INI
Jika salah maka betulkanlah!!
Dan aku mencintaimu tanpa berpikir, bagaimana jika takdirku kehilanganmu?
Percakapan dulu sebenarnya gak pernah ada 'loe-gue' tapi demi kenyamanan pembaca, akhirnya gw memakai prokem tersebut



PERMULAAN
MOS (masa orientasi seksual eh salah!!!
Siswa)
Gw menjalani MOS masa smp. Masa pembodohan dengan embel embel orientasi, memakai pakaian perlente layaknya orang gila. Dg osis berjiwa senioritas yg menindas dan menunjukan kekuasaan. Tapi entah kenapa gw kok malah nurut, mungkin karna si osis wanita bernama Zahra dan novi.
Quote:" selanjutnya!! " kata panitia pendaftaran
" ini berkas pendaftaran dan biaya keseluruhan" kata gw menyerahkan berkas dan uang administrasi setelah mengetahui gw lolos masuk sekolah SMP negeri favorit.
" dapet sini juga dek? " seorang wanita mentapa gw
" iya kak" kata gw gak kenal
"udah baca visi misi sekolahkan sama peraturan disini? Nanti mos jangan terlambat! Pakai pakaian yg diminta" perintahnya nya
" iya "jawab gw heran, ni kaka kelas sok merintah
Akhirnya nama gw dipanggil dg merdunya di speaker sekolah untuk mengambil kain seragam. Gw disini juga bekenalan dg beberapa siswa siswi lainya yg sekelas dan sekelompok MOS. Dan seperti biasa, pembawaan sok asik dan menyenangkan membuat gw punya banyak teman baru dalam kelompok MOS.
Sekitar pukul 11 akhirnya gw pulang dg para sohib gw. Diam diam kita bawa motor yg dititipkan di rumah sakit sebelah sekolah ini.
Diubah oleh slametfirmansy4
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reds.urchins dan 24 lainnya memberi reputasi
25
Tampilkan isi Thread
Halaman 189 dari 196
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
10-10-2019 14:22
Quote:Original Posted By adhiecoolman
Bodoo aah
Berantem berantem daah 😂

Ntar gw ingetin ya kalo slamet udah balik
Quote:Original Posted By brainymale
Penasaran ane sama reaksi orang-orang yang ada di tkp.Sungguh ini pengalaman yang langka dan gak semua orang bisa ngerasain pengalaman agan Slamet


Gw juga penasaran gimana reaksi orang2 disana. Ntah ketawa atau lainyaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
profile-picture
adhiecoolman memberi reputasi
1 0
1
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
10-10-2019 14:35
Quote:Original Posted By slametfirmansy4
Ntar gw ingetin ya kalo slamet udah balik



Klo udh balik bilangin

Kurang kurangin kentangnye 😂😂
0 0
0
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
10-10-2019 21:20


Quote:Original Posted By slametfirmansy4
Ntar gw ingetin ya kalo slamet udah balik


Gw juga penasaran gimana reaksi orang2 disana. Ntah ketawa atau lainyaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga


Kalo reaksi kalian (kembar) gimana pas pertama kali?
0 0
0
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
11-10-2019 14:31
Wakakakakakkkk parah si piki
0 0
0
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
11-10-2019 19:11
Part 193 Wrong Side of the Track




Gw menangisi Dian, gw menangisinya di ruang ICU! Ini hari ulang tahunnya! Gw menangis sesuai permintaanya. Melihatnya lemas dg alat komputer dg suara yg menyebalkan ini membuat gw mengingat harus membalas perbuatan siapapun yg melakukan hal ini.

" Anak ibu sudah salah! Anak ibu bawa mobil dg kondisi mabuk!" Gw gak mau kalah ganas dari dua orang dungu ini! Terlihat mereka enggan tanggung jawab

" Jangan kurang ajar kamu bocah! Saya laporkan polisi kamu" mereka mencoba menggertak gw

Viki mencoba menahan gw, terpancing dg gertakan sambalnya.

" Silakan ibu lapor polisi! Saya tunggu disini!" Kata gw

Kedua orang itu tampak saling memandang

" Kamu kira saya main main??" Terlihat sedikit keraguan

" Silakan!! Kalo ibu gak ke polisi saat ini juga, saya yg akan lapor balik! Dan saya pastikan bukan anak ibu yg dipenjara! Tapi kalian sekeluarga!" Ancam gw gak main main

" Jangan main main sama saya ya!" Gertakan semakin keras, tapi bagi gw ini bukan masalah

Salah satu petugas datang menghampiri kami yg ribut

" Pak tolong tangkap anak ini karena perbuatan kurang ajar dan tidak menyenangkan" kata 2 orang dungu itu

" Saya pastikan anda akan dipecat dg tidak hormat dan dipermalukan! Anda tau siapa saya!!" Kata gw

" Maaf kami hanya sebagai pihak penengah, semua ini diselesaikan dg cara kekeluargaan" kata petugas itu.

Setelah pedebatan terjadi datanglah ibu gw, Viki ikut ibu gw menyelesaikan urusan di kantor polisi! Kata Viki yg biasanya ibu gw berlaku lembut dan menyenangkan, kini semua hewan dikebun binatang dibawa! Kasar sekali untuk menjatuhkan mental 2 orang itu.
Gw memilih menemani Dian di ICU dg Mbak Riska. Gw terus menunggu hingga Dian sadar dari pengaruh anestesi.
Dia sadar dg memanggil nama gw

" Hei, gw disini" kata gw

Dian meringis kesakitan karena obat bius mulai hilang, hingga dia benar benar berteriak menangis kesakitan. Gw gak atau harus berbuat apa selain menggenggam tangannya dan mengelus rambutnya sedangkan Mbak Riska memanggil perawat. Setelah urusan yg gak gw mengerti, perlahan Dian mulai tenang. Dokter memberi gw Rontgen beberapa titik patah tulang selain tangan kiri dan kaki kanan, yaitu punggung! Ini yg membuat Dian tersiksa dg rasa sakit yg luar biasa.

" Lu pulang aja Vik, udah malam"

" Gw juga khawatir soal Dian"

" Lu pulang aja, sekalian anterin emak gw" kata gw

" Yaudah, gw besok kesini lagi" kata Viki

Malam ini gw dan Mbak Riska menemani Dian, gw sudah meminta Mbak Firda dan Rena juga ikut pulang agar mereka bisa beristirahat dan menemani Dian esok.

" Masih sakit??" Tanya gw menyedot ingus di hidung

" Mendingan, lu kenapa??" Tanya Dian

" Gw gak papa" kata gw mengucek mata

" Lu nangis??"

" Seesuai permintan lu kemarin" kata gw mengeluarkan gelang di saku

Gw memakaikan gelang untuknya,

" Happy birthday, cepat sembuh ya" kata gw tersenyum mengusap rambut dan menggenggam erat tangannya

Gw keluar kamar itu, sepertinya jika semakin membaik maka Dian akan dipindah ke ruang perawatan esok hari. Gw keluar rumah sakit mencoba mencari kopi, kali ini gw mencoba merokok menghilangkan beban pikiran yg sebenarnya gak seberapa! Gw hanya mencoba ingin bergaya.
Tiba tiba Mbak Riska merebut rokok ditangan, menyundut di kaki gw!

" Asw! Panas mbak!" Kata gw

" Lu ngapain ngerokok bego! Gw gak pernah liat lu ngerokok"

"Namanya juga coba coba" kata gw

" Itu gak baik kampret!"

" Btw Airin gimana??" Tanya gw mengalihkan pembicaraan

" Ibu yg bawa" kata Mbak Riska, untunglah anak itu mau sama siapa aja! Apalagi emak gw yg doyan anak kecil itu.

" Tapi rokok itu tetep gak baik!" Mulai lagi ngomelnya!

Gw rada bosan mendengar celotehnya, gw sesekali memainkan ponsel sembari menikmati celotehnya. Gelas kopi gw terasa ringan ketika gw mengangkatnya, tiba tiba kopi ini sudah habis! Perasaan gelas gw gak pecah ataupun bocor!! Gw lihat Mbak Riska cuma nyengir dan habislah kopi gw. Maka gw kembali memesan dalam gelas plastik menemani malam dirumah sakit ini.
Masalah kembali tiba saat malam, Dian kembali tersiksa dan terbangun karena rasa sakit mulai menyerang kembali. Gak ada yg bisa gw lakukan kecuali memanggil perawat, hingga perawat itu pergi Dian masih terlihat kesakitan!
Gw bekep mulutnya yg kedengaran mengganggu! Dan sebuah keplakan dari belakang menyapa kepala

" Lu mau bunuh Dian??" Tanya Mbak Riska

" Gw takut ganggu pasien lain" kata gw

" Pasien lain diruang sebelah!! Gak akan kedengaran!" Kata Mbak Riska lalu kembali keluar, sepertinya dia tidur di kursi luar.

" Jangan kasih tau nenek gw di Jakarta"

" Iya, gw tau yan... Gw juga gak pingin neneklu khawatir"

Gw baru sadar kalau Dian sendirian di ruangan ini.keesokan harinya datanglah Viki Dan Vinna, mereka menggantikan untuk menemani Dian

" Lu berdua berangkat kerja dulu, ntar sore lu kesini lagi" kata Vinna

" Yaudah makasih Vin", kata gw pergi

.gw segera ke bengkel untuk menyelesaikan pekerjaan yg sempat tertunda karena Pesanan sparepart yg terlambat datang. Sore hari gw datang kembali untuk menemaninya

" Gw takut..." Kata Dian ditengah malam

Gw menggenggam tangannya

" Gw takut sampe gak tau harus apa..." Kata Dian

" Gw disini, gw temenin lu sampe kapanpun! Gw janji"

" Gw takut gw gak bisa raih mimpi, gw takut cuma jadi beban, gw takut gak bisa jalan dan lumpuh" kata Dian sedikit terisak

" Jangan terlalu mendramatisir, lu cuma patah tulang" kata gw

" Lu bukan pembohong yg baik" kata Dian

Gw takut apa yg dokter ucapkan menjadi kenyataan, gw takut dirinya hilang semangat juang. Gw berharap itu takkan menjadi kenyataan.

Gw berharap
Diubah oleh slametfirmansy4
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andrijuwira15 dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
11-10-2019 20:49
first comment dr gw met... utamakan komen sebelum baca... wkwkwkwkwk
profile-picture
slametfirmansy4 memberi reputasi
1 0
1
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
11-10-2019 20:53
emoticon-Takut get well soon dian
0 0
0
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
11-10-2019 21:06
lu gila ya met,orang lagi merintih kesakitan pake dibekep mukutnya emoticon-Blue Guy Bata (L)
Diubah oleh hayuus
profile-picture
slametfirmansy4 memberi reputasi
1 0
1
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
11-10-2019 22:05
jd pengen nonjok yg nabrak Dian, bukannya tanggung jawab, malah nyolot

emoticon-Ngamukemoticon-Hansip
profile-picture
slametfirmansy4 memberi reputasi
1 0
1
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
11-10-2019 22:39
Quote:Original Posted By deddydot16
first comment dr gw met... utamakan komen sebelum baca... wkwkwkwkwk

Kampret...
Quote:Original Posted By hayuus
lu gila ya met,orang lagi merintih kesakitan pake dibekep mukutnya emoticon-Blue Guy Bata (L)

Baru tau??
Quote:Original Posted By fird1
jd pengen nonjok yg nabrak Dian, bukannya tanggung jawab, malah nyolot

emoticon-Ngamukemoticon-Hansip

Yuk lah tonjokin bareng bareng...
profile-picture
profile-picture
seterahgue dan midim7407 memberi reputasi
1 1
0
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
11-10-2019 23:01
Syukur, ternyata gk terjadi apa yg gw pikirin
Gw kira part kemarin cuma pengalihan supaya part ini sedihnya lebih terasa. syukur, ternyata gk
0 0
0
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
12-10-2019 17:47
-Dih yang nabrak udah salah nyolot lagi greget pengen nabok emoticon-Ngamukemoticon-Ngamuk
-Tega amat lu met ama dian dibekep gitu emoticon-Blue Guy Bata (L)emoticon-Blue Guy Bata (L)
0 0
0
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
13-10-2019 17:01
Part 194 Pier 69




" Gw gak mau" kata Dian

" Ini apel impor lho" kata gw dg irisan buah Di tangan

" Gw gak mau!" Kata Dian memalingkan muka

Gw menaruh piring itu, memilih duduk di sofa pengunjung. Bernafas bingung apa yg harus dilakukan. Dian berkali kali mengedipkan mata sambil memandangi kedua kakinya, berlinang air matanya membasahi pipi. Gw mendekat kembali duduk disampingnya

" Lu yg sabar ya..." Kata gw menggenggam erat tangannya

Kini tangis pilunya pecah, menusuk hati gw

" Gw gak akan pernah nyerah" kata gw

" Gw mending mati aja... Kenapa Viki nolong gw kalo gini jadinya!" Kata Dian ketus

" Lu gak pantes ngomong kek gitu, gw temenin lu sampe kapanpun" kata gw meyakinkan

Sejenak Dian memandangi gw, lalu kembali memalingkan wajahnya dan melepas genggaman tangan gw. Sepertinya dia butuh waktu untuk sendiri, gw keluar untuk menenangkan pikiran sambil menikmati udara tengah malam! Sebatang rokok menthol sengaja gw hisap dalam dalam, 5 batang gw hisap bersamaan karena gw masih panas! Dan rasanya?? Rasanya ingin segera menghapus rokok dari peredaran dunia! Selesai merokok dg mulut membeku karena sensasi menthol yg menusuk, gw segera menuju kamar Dian! Dia sendirian disana karena gw sengaja memilih agar dia tak terganggu dg lainya meskipun banyak kabar burung tentang urban legend disekitaran kamar itu. Perasaan gw sedikit kurang nyaman, gw berjalan cepat menuju kamarnya dan sepertinya perasaan gw gak menipu melihatnya sudah siap mengiris nadi menggunakan pisau buah yg gw tinggal di meja tepat di sebelahnya.

" Mundur!!" Kata Dian agresif

Gw gak bergerak sama sekali,

" Gw gak mau kek gini" kata Dian

" Kita cari jalan keluar sama sama"

" Ini jalan keluarnya!" Kata Dian

" Bukan! Gw mohon... Jangan, tolong pikirkan tentang perasaan gw" kata gw

Dian masih memandangi gw, lalu mengalihkan pada kakinya. Saat itulah gw bergerak mencoba merebut pisau, dia gak kalah cepat mengayunkan pisau itu ke arah gw. Gw bisa menghindar walau lengan gw tersayat. Gw menangkap pisau hampir mengiris pergelangan tangannya.

" Yan, gw mohon" kata gw, dia belum bisa menerima kenyataan ini

" Lepasin gw!" Dia menarik pisau, dan telapak gw teriris mengeluarkan darah segar

Gw meringis perih, Dian kembali mencoba sekali lagi. Dan bodohnya gw kembali menangkap pisau itu! Telapak gw teriris 2X. Masih belum berhasil Dian mencobanya lagi, kini gw menjegal dan berhasil merebut pisau itu lalu melemparkannya. Di tengah malam ini Dian menangis pilu, dia belum bisa menerima kenyataan ini! Kenyataannya dia lumpuh, walau dokter berkata ada kesempatan berjalan kembali, kesempatan itu kecil tapi gw gak akan menyerah untuknya.
Menjelang subuh Dian mulai tenang dari tangisnya, gw kembali mengganti perban untuk diri gw sendiri. Nyeri mulai gw rasakan, pagi itu Vinna dan Rena datang lebih awal untuk menemani Dian tak lupa membawakan gw sarapan. Mau gak mau gw kerja dg menahan nyeri mengendurkan dan mengencangkan baut mur yg menempel!. Gw menutupi luka itu dg lengan panjang.

" Masih nyeri??" Tanya Mbak Riska, dia memaksa melihat luka gw! Begitu juga dg Mbak Firda

Gw sedikit gusar memberi tahu mereka yg sebenarnya, mereka juga bingung menemukan cara untuk mengembalikan semangat Hidup Dian. Malam hari Orang tua si penabrak datang untuk pertama kalinya di kamar ini, muka EGP ditunjukannya. Gw menilai omongan sedikit ngawur dari mereka, ini menghina dg menyerahkan amplop berisi uang begitu saja.

" Udah cuma gini aja??" Tanya gw

" Mau gimana lagi?? Saya juga udah tanggung jawab!"

Pernyataan mengejutkan datang Dari Dian yg meminta agar anak mereka dibebaskan dari tahanan kepolisian. Gw gak mau semudah itu, tapi Dian memaksa gw karna apapun yg terjadi gak akan mengubah apapun. Setelah beberapa perbincangan yg menurut gw membuat otak panas akhirnya mereka pergi. Gw sudah bisa menebak cuma ini tanggung jawab mereka, gw menatap mereka menjauh dari ruangan ini.

" Pikiran kita sejalan, kita akan peras sampai sen terakhir" bisik Viki

" Gw setuju sama lu! Tapi kita harus pikirin caranya!"

" Santai aja!! Itu urusan gw" kata Viki dg senyum busuk

" Ok lah!! Onegaishimasu!" Kata gw menunduk layaknya orang Jepang

" Konnichiwa Suzuki Yamaha!" Viki balas membungkuk

" Kalian mau ngapain??" Tanya mbak Riska

" Melakukan apa yg seharusnya" kata gw

" Jangan..."

" Lu tau apa yg mereka perbuat??" Tanya gw

" Iya mbak, mereka harus diberi pelajaran!" Imbuh Viki

" Mau bantu atau tidak??"

" Gini..." Kata Mbak Riska

" Mau bantu atau enggak??"

" Gini..."

" Mau atau enggak??" Gw menekan Mbak Riska

" Enggak kan?? Gak perlu ganggu" kata gw

Gw keluar untuk mencari kopi, pikiran gw semakin larut dg aksi Dian semalam. Gw kembali merokok 2 batang sekaligus,

" Gak sampe segitu juga kalo stress" kata Viki

Karena rokok sudah mencapai pangkal sedangkan stress belum hilang maka gw kembali menyalakan 5 lagi! Tapi semua itu bohong! Stress gw gak hilang seiring dg menghilangnya asap itu. Gw meminta Viki untuk pulang beristirahat, gw juga berterimakasih karena menemani Dian seharian ini.
Gw kembali memasuki area rumah sakit dg langkah gontai. Gw lihat Mbak Firda yg terlelap di sofa, gw memilih duduk di kursi luar menikmati cracker karena gw lupa akan makan hari ini. Perut gw mules karena kopi gw konsumsi secara berlebih selama Dian di rumah sakit.

" Nyeri ya??" Tanya Mbak Riska memeriksa tangan gw

" Benget" kata gw menikmati sepinya suasana dini hari di rumahsakit ini

" Gw kasihan sama elu! "

" Kok kasihan??" Tanya gw

" Gw kasihan karna lu gak bisa coli! Apalagi ini sembuhnya lama!" Perkataan Mbak Riska menjadi sedikit penghilang stress di kepala gw.

" Yaudah coliin mbak!" Kata gw menggoda

" Boleh!" Kata mbak Riska mendekat, perlahan-lahan dia meraba dada hingga turun mengusik Bobby untuk bangun. Setelah Bobby mulai terangsang, dia meremas Bobby sekuat yg dia bisa!!
Hampir gw berteriak kesakitan karena janda kembang sialan ini! Kampret.




******





Setelah 2 minggu acara dirumah sakit, akhirnya Dian bisa belajar untuk duduk. Perlahan-lahan Dian bisa menerima kenyataan pahit ini dan gw tetap gak akan menyerah akan membuatnya berjalan jika sudah saatnya nanti. Gw melihat X-ray dari dokter yg memberi tahu jika perkembangan Dian sangat pesat. Punggung Dian sudah kembali menyatu seperti semula tanpa bengkok atau hal lainya tapi masih harus hati hati dalam 2 bulan ini. Tinggal menunggu kaki dan tangannya, dan Dian masih belum bisa menggerakkan kakinya bahkan mati rasa ketika gw mencoba menekannya. Gw sebenarnya takut apa yg dikatakan dokter benar adanya, gw menutupinya dg lagu yg sedang populer demi menghiburnya. Hingga Dian diperbolehkan untuk pulang,

" Gw kangen banget sama kosan " kata Dian bersemangat

" Jadi lu mau ke kos??"

" Mau kemana lagi??" Tanya Dian

" Lu gak akan ke kosan! Lu akan pulang ke rumah gw!" Kata gw

" Rumah lu?? Gw gak mau! Gw mau ke kosan!"

" Lu nurut aja! Lagian ibu gw juga seneng kalo lu ke rumah gw, lu dikos siapa yg rawat??" Tanya gw

" Tapi gw malu"

" Ngapain malu?? Gw juga ada kok buat ngerawat elu" Rena menambahi, dia sangat baik kali ini. Gw lihat gak ada rasa cemburu atau hal lainya.

Dian tampak diam, entah apa yg dipikirkan dirinya. Gw segera memasukkan mobil ke garasi, menggendong Dian untuk duduk di kursi rodanya.

" Ini rumah siapa??" Tanya Dian

" Rumah gw lah..." Kata gw,

Dian tampak tak percaya, ketika dia memasukinya maka dia langsung percaya dg apa yg gw katakan. Semenjak gw kerja, rumah ini sering gw tempati sendirian tanpa siapapun. Gw juga meminta Mbak Riska sementara untuk menetap disini, hanya menemani Dian.



*****




Klik!! Klik!!, Klik!! Gw mengencangkan baut silinder dg momen, setelah gw rasa sudah memenuhi standar maka gw mencoba menyalakan mesin ini dan suaranya tampak normal seperti semula. Gw merapikan sampah packing mesin karena ini bukan bengkel melainkan di pinggir warung.

" Ngopi dulu met" ajak si Slamet

Kami sedikit berbincang ringan, hingga Slamet bertanya

" Muka lu kek orang stress" kata Slamet

" Gw ada masalah nih" kata gw memulai pembicaraan

Dari pembicaraan ini gw mendapat pencerahan beberapa hal berkaitan dg medis untuk Dian. Tidak ada salahnya untuk mencoba saran si Slamet. Tiba-tiba dari belakang ada yg merangkul bahu gw, seorang wanita yg menawarkan diri untuk menemani gw. Bukan sebuah aib jika ada warkop yg seperti ini dg istilah short time. Bukan seperti gw, rupanya Slamet memilih untuk menemani wanita itu dan meninggalkan gw yg mencoba menjalankan truck miliknya. Selesai dg truck miliknya gw segera pergi dari warung laknat itu. Membereskan alat lalu pergi kerumah Nadya, entah kenapa dia ingin gw menemuinya.

" Gw makin bangga sama lu, lu berkorban banyak buat orang disekitarlu"

" Namanya manusia wajib saling menolong, apalagi dia temen gw" kata gw

Nadya memberi gw sesuatu, dan ternyata sebuah obat untuk Dian asli dari negri China. Dia tau apa yg Dian alami, Nadya hanya bisa membantu hal ini! Ini lebih dari cukup menurut gw. Semua akan gw coba untuk Dian.

" Gw juga minta tolong, minggu depan temenin gw ke Jogja urusan bisnis dg papa cuma 2 hari kok"

" Iya... Gw temenin" kata gw menyetujui

Ini belum terlalu sore, gw belanja di supermarket untuk kebutuhan sehari hari apalagi kini rumah itu sedikit ramai karena kehadiran Dian ataupun yg lainya. Semenjak hal itu Dian hanya ingin mengonsumsi Roti dan keju atau lainya yg bersifat ringan. Gw segera pulang karena Dian sendirian di rumah itu, sepertinya Mbak Riska juga belum pulang kerja.
Rumah ini tampak sepi, tapi samar gw dengar tangis dari dalam. Gw bergegas menuju asal suara itu. Dian terjatuh dari kursi rodanya, Dian menangis memukuli kedua kakinya.

Dg hati hati gw menggendongnya kembali ke kursi roda, Dia sudah berhenti menangis memilih mengambil air dan mencuci muka. Gw juga sedih melihatnya hilang semangat hidup, gw akan mengembalikan hal itu. Entah sudah berapa lama Dian tinggal disini, berkali kali juga Dian mencoba berdiri tapi tak membuahkan hasil. Dokterpun hanya mengisyaratkan untuk terus menemaninya dan memberi semangat, jangan pernah berhenti berdoa untuk Dian.

Sore ini Dian merenung dibawah jingga senja di halaman belakang dg alunan ayat suci Al Qur'an dari Speaker masjid. Angin sore meniup niup rambut panjang yg digerainya. Gw berlutut didepannya untuk menggenggam tangan dan menyematkan jemari kami.
Setetes air membasahi daster putih yg dikenakannya, bukan Hujan melainkan air mata Dian. Dian menunduk dg terisak, gw memegang kedua pipinya mengarahkan tepat di wajah gw. Mengusap air matanya dg ibu jari lalu memandanginya dg senyum

" Dengerin gw! Gw gak akan ninggalin lu sendirian, gw akan temenin lu sampe kapanpun! Kita saling melengkapi" kata gw

Raut wajahnya kini berubah dg sedikit goresan senyum menghiasi bibirnya. Lu bisa pegang janji gw!
Gw gak akan ingkar!
Ataupun lari!



profile-picture
profile-picture
profile-picture
midim7407 dan 16 lainnya memberi reputasi
17 0
17
Lihat 1 balasan
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
13-10-2019 17:31
Best part met, disini gw bisa ambil kesimpulan kalau lu mau ngelakuin apa aja demi orang yang lu cintai,
Penasaran gimana kelanjutan aksi lu sama Viki terhadap keluarga penabrak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yusufchauza dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
13-10-2019 18:13
Waah, mba Riska mulai nakal yaah 😁😁😁
profile-picture
slametfirmansy4 memberi reputasi
1 0
1
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
13-10-2019 19:11
RIP Bobby.......

Mbk Riska....gue suka cara lo

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Diubah oleh fird1
profile-picture
profile-picture
yusufchauza dan slametfirmansy4 memberi reputasi
2 0
2
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
13-10-2019 20:48
Wah asik dong si bobby udah dikasih jatah sama mbak riska emoticon-Wkwkwk
profile-picture
slametfirmansy4 memberi reputasi
1 0
1
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
13-10-2019 20:56
Quote:Original Posted By ZenCrows
Best part met, disini gw bisa ambil kesimpulan kalau lu mau ngelakuin apa aja demi orang yang lu cintai,
Penasaran gimana kelanjutan aksi lu sama Viki terhadap keluarga penabrak

Aksi itu cuma dilakukan viki, yg tau cuma Viki doank. Lainya gatau
Quote:Original Posted By SirNikolai
Waah, mba Riska mulai nakal yaah 😁😁😁

Iya tuh...
Quote:Original Posted By fird1
RIP Bobby.......

Mbk Riska....gue suka cara lo

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
gw setuju nih, kalo bisa bobby digeprek

Quote:Original Posted By unregistered99
Wah asik dong si bobby udah dikasih jatah sama mbak riska emoticon-Wkwkwk

Jatah di geprek....
0 0
0
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
14-10-2019 09:21
Jadi menu baru dong “bobby geprek”

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
0 0
0
[TAMAT] The Piece Of Life ( Story About Comedy love)
14-10-2019 09:38
harusnya si boby ga cuman diremes kalau perlu digigit sekalian emoticon-Wakaka
0 0
0
Halaman 189 dari 196
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
catatan-yang-terbuka
Stories from the Heart
cinta-sepekan
Stories from the Heart
kealpaan-hati
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.