Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
153
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d7caa23a7276848e1026e09/coc-thread-event-hari-tani---komunitas-belajar-bersama-bisa
Nyesek itu, diputusin pacar karena tidak pandai merangkai kata? Tak perlu GUNDAHLAH "Negeri ini memanggilmu." Yuk buat para mantan menyesal! Ikuti Kompeteni menulis online di TS ini. Event berlangsung selama 15 September-15 Okober 2019. Dukung petani dengan literasi, Gan!  Adalah tempatnya para peserta menulis event komunitas belajar bersama bisa- Hari Tani 24 September 2019. Seperti Ga
Lapor Hansip
14-09-2019 15:51

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Nyesek itu, diputusin pacar karena tidak pandai merangkai kata? Tak perlu GUNDAHLAH

"Negeri ini memanggilmu."

Yuk buat para mantan menyesal! Ikuti Kompeteni menulis online di TS ini. Event berlangsung selama 15 September-15 Okober 2019. Dukung petani dengan literasi, Gan! 


Adalah tempatnya para peserta menulis event komunitas belajar bersama bisa- Hari Tani 24 September 2019. Seperti Gansis lihat saat ini, nasip para petani kita masih seolah terabaikan. Gema 74 tahun Indonesia merdeka, rakyat adil dan makmur yang didengungkan selama ini, nyatanya seolah hanya sekedar narasi saja. 

Belum lagi arus digitalisai yang kemajuanya semakin pesat, itu bisa menjadi berkah untuk para petani karena mudahnya mengakses informasi. Sekaligus juga musibah karena kemajuan teknologi, memaksa minat pertanian semakin tergerus. 

Petani adalah Mutiara yang Hilang? 

Begitulah ane menyebutnya, terlahir dari keresahan-keresahan yang merupakan pengalaman keliling negeri ini. Sekitar empat tahun lalu, ane pergi kewilayah Indonesia bagian Timur. Coba lihat nasib para petani mete, mulai dari Bali, Lombok, Sumbawa, Dompue, Bima, Bajawa, Manggarai hingga ke Flores. 

Harga mete cukup murah di wilayah terserbut, berbalik diwilayah jawa yang mahal dan juga langka. Terutama saat menjelang hari raya. Wilayah Lombok, Sumbawa, Dompu, Bima dan seterusnya, subur akan bawang merah, bawang putih dan juga jagung. Kenyatanya, nasib para petani juga masih sering hidup segan mati tak mau. 

Saat tengah perjalanan dari Padang Bai-Gilimanuk, ane coba bertanya sama sopir ekspedisi yang membawa hasil bumi dan harga dari petani, menurutnya juga sangat murah, tidak seimbang dengan biaya selama penanaman.  Padahal, hasil bumi dari Timur tersebut, jika pemanfaatanya bisa maksimal, mungkin lebih dari cukup untuk kebutuhan di wilayah jawa. 

Begitu juga saat ane di Manado, mencoba bertanya pada para etani sagu, hampir jawabanya juga serupa. Bahkan isu sagu juga sering didengungkan untuk kepentingan menjelang pemilihan. Katanya, sagu dari wilayah sulawesi bisa mencukupi, nyatanya apa?

Apalagi petani di jawa, harga pupuk selalu menjadi permasalahan klasik. Di tambah serangan hama seperti tikus dan wereng. Semakin menjeritlah nasib para petani. Jabodetabek, pemasok pisang dari Lampung, saat ane di Tanggamus hingga Palembang, di ajak "ngumbul" atau ke ladang. Nasib para petaninya juga selalu mengeluhkan hal yang sama.  

Sebenarnya masih banyak yang ingin ane ceritakan, sekiranya itu sudah cukup memberikan gambaran pertanian kita saat ini. Tentu saja, tidak semuanya, sebagian petani juga banyak yang sukses. 

Sahabat bbb dan kaskuser di manapun Gansis berada? Tuliskan cerita, pengalaman, tips atau apapun seputar pertanian di wilayah masing-masing pada thraed perlombaan ini. Baik itu yang gagal dan juga yang sukses, agar bisa diambil manfaatnya untuk banyak khalayak. 

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:
Pengumuman! 

Terimakasih untuk semua yang telah ikut berpartisipasi pada event Komik Belajar Bersama Bisa - Hari Tani.

Jujur tulisannya pada keren-keren, semoga para juri bisa memberikan nilai sesuai waktu yang di tentukan.

Di luar ekspektasi, ternyata masih banyak yang peduli tentang Petani dan sekali lagi terimakasih.


Pengumuman Event nanti DISINI

Sekian dan terimakasih!


Belajar Bersama Bisa 

Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fandyr.fr dan 35 lainnya memberi reputasi
36
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 6 dari 8
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
05-10-2019 09:34

Suka Duka Petani, Suka Duka Kita Juga

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Lagi enak-enak makan nasi, terkadang sampai nambah beberapa kali, hampir bisa dipastikan saat itu, tak seorangpun yang ingat pada petani.

"Makan ya, makan aja. Ngapain ingat-ingat petani? Bikin ngga nafsu!"

Mungkin itulah jawaban yang akan didapat bila pada orang yang sedang makan dengan lahapnya tiba-tiba disuruh mengingat jasa petani.

Petanipun memang takkan minta dikenang jasa-jasanya. Keinginan mereka sederhana saja. Bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan mampu menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang perguruan tinggi.

Quote:[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:Cita-cita untuk naik haji, mungkin hanya akan disimpan dalam hati. Bolehlah menjadi mimpi, yang bila terjadi, pasti akan bergirang hati. Memenuhi panggilan Illahi Robbi.


Namun sayangnya, kenyataan yang terjadi sungguh berbeda. Hasil yang didapat tiap kali panen sering tidak memadai.

Sebenarnya ada beberapa hal yang sangat berpengaruh terhadap hasil panen para petani ini, yaitu:

1. Ketersediaan air yang memadai

Terlebih pada musim kemarau, terasa cukup menyiksa. Apalagi di daerah yang belum memiliki bendungan. Tak jarang sesama petani terlibat pertikaian karena berebut aliran air untuk mengairi sawahnya. Begadang malam dilakoni berhari-hari hanya untuk menjaga agar aliran air menuju sawahnya tidak diambil petani lain di saat mereka terlelap tidur.

Ketiadaan sistem irigasi, membuat pembagian air ke sawah-sawah jadi tidak merata. Bila musim hujan dan persediaan air melimpah, hal itu tidaklah mengapa. Sawah yang berada jauh dari sumber airpun bisa mendapat aliran air. Namun akan sangat jadi masalah bila musim kemarau tiba. Curah hujan yang sedikit tidak cukup memadai. Hanya sawah yang berada dekat sumber air saja yang diuntungkan. Sedangkan yang jauh harus menghadapi kenyataan melihat sawahnya mati kekeringan.

Hal ini memicu kecurangan. Karena tidak rela sawahnya terus menerus gagal panen, timbullah pikiran untuk menutup aliran air ke sawah yang lain, agar air bisa sampai ke sawahnya. Biasanya dilakukan tengah malam di saat orang lain tertidur pulas. Sehingga orang yang punya sawah yang pada siang harinya melihat sawahnya baik-baik saja tiba-tiba keesokan harinya mendapati sawahnya kering. Setelah ditelusuri barulah tahu kalau aliran airnya telah ditutup petani lain. Di sinilah sering terjadinya pertikaian hingga perkelahianpun tak terelakkan.

Petani mana yang tak mengangankan sawahnya subur makmur dengan hasil padi yang melimpah. Mulai dari menanam benih hingga padi tumbuh dan berbiji, sawah membutuhkan ketersediaan air yang melimpah. Hanya beberapa saat menjelang panen saja air dikeringkan, agar akar padi tidak membusuk.

Quote:[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


2. Terbebas dari serangan hama dan serbuan burung pemakan padi

Hama tikus dan babi hutan serta serangan burung pemakan padi juga tak ketinggalan menambah deret panjang derita petani.

Sehingga petani selain ke sawah, juga menyempatkan setiap minggunya untuk berburu babi hutan yang sering merusak sawah mereka.

3. Pemberian pupuk untuk menunjang hasil panen yang baik

Harga pupuk yang mahal, melengkapi semua masalah. Karena tanpa pupuk, hasil panen tidak bisa diandalkan untuk dijual di pasaran.

Lebih miris lagi di saat panen. Ternyata harga jual tidak sesuai yang diharapkan. Jangankan untung, hanya sekedar untuk bisa melanjutkan kehidupan sehari-haripun sudah mujur. Sehingga tak jarang petani sering membuka lapak hutang di mana-mana, saat anaknya meminta uang untuk iuran sekolah.

Bila ingin membuka usaha sampingan, butuh modal yang tidak sedikit. Belum lagi waktu yang untuk sehari-harinya saja sudah dihabiskan mengurus sawah. Tak jarang sepasang suami istri meninggalkan rumahnya untuk ke sawah sebelum matahari terbit, dan pulang ke rumah saat matahari sudah tenggelam.

Peran pemerintah memang sangat dinanti oleh petani. Untuk membuatkan saluran irigasi agar air bisa lancar memasuki sawah-sawah serta memberikan subsidi harga pupuk.

Marilah kita sama-sama menikmati hasil padi petani sendiri. Dan bagi penikmat nasi di manapun berada di negeri ini, janganlah mengumpat bila harga beras tinggi. Anggaplah sumbangsih untuk petani. Sebagai tanda kita semua peduli.


Sumber gambar: dokpri
Diubah oleh syafetri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
05-10-2019 14:04

Budidaya Tomat Di Polybag, Solusi Bagi Lahan Minim

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Tomat merupakan salah satu sayuran yang bermanfaat dan kaya akan vitamin. Meskipun strukturnya seperti buah, tetapi tomat masuk dalam kategori sayuran. Salah satu kandungan vitamin dalam tomat yakni vitamin C, maka tidak heran jika tomat rasanya agak asam. Tomat bisa dicampurkan ke dalam masakan misalnya untuk sop, oseng/tumis, sambal dan salad. Selain itu, tomat juga bisa dikonsumsi langsung ataupun dibuat minuman seperti jus tomat segar. Jenis tomat yang digunakan biasanya tomat buah atau tomat granola.

Pada umumnya tomat dari bentuk buahnya dibedakan menjadi empat macam yaitu tomat buah atau tomat granola (memiliki bentuk bulat dengan pangkal mendatar), tomat gondol (bentuknya lonjong dan biasa dipakai untuk bahan baku saus), tomat sayur (memiliki tekstur keras dan rasanya agak asam), tomat cherry (bentuknya kecil dan rasanya juga asam).

Tanaman tomat tidak hanya bisa tumbuh di lahan terbuka, tetapi juga bisa di hidroponik, taman vertikultur dan media pot atau polybag. Menanam tomat di media pot atau polybag bisa jadi solusi praktis untuk lahan sempit seperti di daerah perkotaan. Menanam tomat dalam polybag bukanlah hal yang sulit. Yang harus diperhatikan adalah jenis tomat dengan varietas unggul, kondisi iklim dan ketinggian tempat.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Sumber: sini


Benih tomat yang berupa biji harus melalui proses persemaian hingga menjadi bibit tanaman. Pilihlah tempat yang terkena sinar matahari langsung dan terhindar dari hujan.

Tanamkan benih tomat pada polybag yang sudah diisi dengan media persemaian. Beri jarak kurang lebih 1 cm kedalam media itu, tutup permukaannya dan siram dengan air secukupnya. Sebaiknya, setiap polybag diisi satu benih saja.

Penyiraman pada benih yang telah disemaikan bisa dilakukan 2 kali sehari pada tanah gembor dan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak permukaan persemaian.

Proses selanjutnya adalah pemupukan dalam jangka waktu dua minggu dengan menggunakan pupuk cair organik atau kompos. Bibit tanaman tomat bisa dipindahkan dari media persemaian setelah 30 hari atau sudah tumbuh 5 helai daun. Siapkan media tanam dari polybag yang diisi dengan tanah, arang sekam dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1:1.

Ada dua cara menanam tomat dari tempat persemaian ke dalam polybag. Yang pertama adalah memindahkan bibit dengan dicabut, tetapi dengan cara disiram dengan air terlebih dahulu agar media tanam menjadi lunak. Yang kedua dengan cara diputar yaitu tanaman tomat diangkat dengan media yang ada di sekitarnya.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Sumber: sini


Memelihara tanaman tomat dalam polybag pun sangat gampang. Kita harus memerhatikan kesehatan tanaman dari penyakit yang bisa menular melalui akar. Siangi gulma atau tumbuhan pengganggu secara rutin juga. Selain itu kita harus siram tanaman tomat dua kali sehari, tetapi jangan sampai basah agar akar tidak busuk.


Pemeliharaan tanaman tomat dalam polybag relatif mudah. Kesehatan tanaman lebih terkontrol karena terhindar dari penularan penyakit lewat akar. Jaga agar media tanam tidak terlalu kering. Siram setidaknya 2 kali sehari, tetapi jangan terlalu basah untuk menghindari akar busuk. Tanaman tomat sebaiknya diberi ajir sebagai penopang.

Pemberian pupuk dilakukan satu minggu atau setiap bulan apabila tanaman tomat terlihat kurang subur. Sedangkan untuk memberantas hama, bisa dibasmi secara manual atau menggunakan pestisida organik yang ramah lingkungan.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Sumber: sini

Apabila tananaman tomat sudah berbuah, kita bisa melakukan proses panen kurang lebih 3 bulan. Jangan lupa petik buah tomat yang sudah matang dengan ciri-ciri berubah warna dari hijau ke kuning-kuningan atau tepi daun dan batang menguning. Sebaiknya memanen buah tomat pada kurun waktu 2-3 hari dan pada pagi atau sore hari.


Demikian ulasan cara menanam tomat pada media polybag. Jadi, siapa saja bisa menanam tomat meskipun minim lahan. Mengonsumsi sayuran yang ditanam sendiri memang lebih aman dan alami.

SELAMAT HARI TANI NASIONAL. SEMOGA PERTANIAN DI NEGARA KITA LEBIH MAJU DAN BERKEMBANG. STOP IMPOR.


Sumber: sini
Diubah oleh Richy211
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
05-10-2019 19:29
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Kesejahteraan Petani & Potensi Besar Kakao Butuh Dorongan Pemerintah


Quote:
Catatan TS : Banyak diantara dokumentasi pendukung berbentuk video yang diubah menjadi gif. Silahkan klik bagian tengah gambar dan tunggu sebentar hingga gif bergerak. TS juga mohon maaf atas kualitas gambar yang kurang bagus.



Pengalaman TS Mengunjungi Kebun Kakao


"Siapa yang mau cokelat?"

Pasti semuanya kompak menjawab, "Saya!". Iya, kan! Hehe. Tak ada yang bisa menolak diberi cokelat, apa lagi secara cuma-cuma.

Bicara cokelat, GanSis sudah tahu, kan bahwa cokelat lezat yang kita konsumsi selama ini merupakan hasil olahan dari biji kakao. Biji kakao berasal dari tumbuhan kakao.

GIF
penampakan pohon dan buah kakao

Tumbuhan kakao jika sudah berbuah akan menghasilkan buah kakao. Buah kakao memiliki biji. Biji di dalam sebuah kakao bukan satu atau dua melainkan banyak.

Biji-biji itu dilapisi oleh daging buah berwarna putih. Yang diolah hanya bijinya saja. Hasil olahan itu lah yang disebut cokelat. Oleh karena itu, orang-orang juga sering menyebut pohon kakao sebagai pohon cokelat.

Pernahkah GanSis melihat langsung seperti apa pohon kakao atau memakan buahnya? Kebetulan, TS sudah beberapa kali, yaitu saat berkunjung ke rumah kerabat di salah satu daerah di Lampung.

isi buah kakao

Banyak warga di sana yang menjadi petani kakao, termasuk kerabat TS. Oleh karena itu, sedikit banyak, TS mengetahui, seperti apa suka duka mereka sebagai petani kakao.

Menurut kerabat TS yang TS panggil dengan sebutan uwak, petani di desanya sudah melek internet sehingga banyak para petani dapat saling berbagi informasi melalui jejaring sosial, seperti facebook dan WhatsApp.

Mereka tergabung di dalam grup-grup petani kakao dari seluruh Indonesia. Di sana, mereka berbagi kondisi pertanian kakao dari daerah masing-masing maupun berbagi informasi dan kiat seputar kakao.


Kisah Suka Bertani Kakao

Menurut uwak TS, tak sedikit petani kakao mendapatkan tanah untuk bertani dari tanah warisan orang tuanya, termasuk uwak TS yang tanahnya juga dari warisan almarhum kakek TS.

Kesimpulan tersebut dia ambil setelah ia saling berbagi cerita dengan sesama petani kakao dari berbagai daerah di Indonesia. Bakat bertani pun didapatkan dari orang tua mereka.

Kakao telah memberi kehidupan bagi para petani lewat uang yang didapatkan dari hasil penjualan biji kakao kepada koperasi unit desa. Uang tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Buah Kakao Muda

Menyekolahkan anak, membeli kendaraan, merenovasi rumah, membeli isi rumah, membeli tanah baru untuk bertani kakao, menguliahkan anak hingga menjadikan anaknya PNS bahkan memberi lapangan pekerjaan bagi buruh tani sekitar (bagi petani yang sukses). Semua itu berkat kakao.

Di desa uwak TS, rata-rata rumah penduduknya sederhana. Tak semewah rumah di kota-kota tapi anak-anak mereka kebanyakan jadi orang sukses, yaitu menjadi PNS atau minimal, anak-anaknya bisa hidup mandiri karena sebagai orang tua, mereka telah mempersiapkan tanah bagi anaknya untuk dibangun rumah ataupun bertani sendiri kelak.

Begitulah arti sukses bagi warga di desa uwak. Sukses adalah anaknya bisa menjadi polisi, guru atau bidan. Setidaknya, itulah profesi PNS yang menjadi favorit di sana.

Bagi mereka, urusan rumah mewah atau naik haji adalah nomor sekian. Mereka rela hidup sederhana. Yang penting, anak-anak mereka bisa jadi seseorang yang membanggakan atau minimal, tidak bergantung dengan orang tua lagi karena sudah dibekali. Salut!.


Kisah Duka Bertani Kakao

Duka bagi para petani kakao adalah ketika produksi menurun ataupun hasil panen tak sesuai harapan akibat cuaca yang kurang baik, tanaman kakao yang sudah tua, terserang penyakit tanaman maupun hama.

Menanam kakao memang tidak mudah karena harus memperhatikan kondisi tanah, sinar matahari, curah hujan, kelembaban, tumbuhan sebagai penaung kokoa dll. Butuh perawatan yang baik demi mendapatkan hasil yang baik dalam menanam kokoa.

Salah satu faktor menurunnya hasil produksi kakao

Selain itu, harga kakao yang turun juga menjadi duka bagi para petani kakao mengingat tanaman kakao adalah tanaman yang membutuhkan biaya produksi yang tinggi.

Salah satu faktor menurunnya hasil produksi kakao

Banyak sedikitnya penurunan harga jual tentu menurunkan gairah para petani kakao untuk melakukan pemeliharaan pada tanaman sebagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi kakao.

Salah satu faktor menurunnya hasil produksi kakao

Menanam kakao pada satu hektar lahan saja sudah membutuhkan biaya berjuta-juta untuk pembelian pupuk, pestisida, bantuan buruh tani (untuk membantu mengurus tanaman/membantu panen), alat-alat untuk bertani, dll. yang jika dijumlahkan bisa mencapai angka 7 hingga 8 juta.

Salah satu faktor menurunnya hasil produksi kakao

Apalagi, jika seorang petani memiliki banyak lahan. Biaya yang dibutuhkan akan lebih besar lagi. Apabila panen gagal maka selain diri mereka, para buruh tani yang bekerja pada mereka juga akan turut merasakan dampaknya.

Sebab, mereka jadi tak bisa mendapatkan upah atau upah yang mereka dapatkan jadi berkurang akibat tuan tanah mengalami gagal panen. Kesempatan mereka untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah pun menjadi hilang.


Harapan Petani Kakao Kita kepada Pemerintah

Petani kakao lokal di berbagai daerah di Indonesia membutuhkan kebijakan pemerintah untuk memberikan penjaminan akses pasar terhadap hasil produksi kakao mereka.

Mereka juga membutuhkan pelatihan dan pendampingan di lapangan serta informasi berdasarkan hasil riset mengenai benih kakao yang bagus untuk ditanam. Dengan begitu, diharapkan para petani kakao dapat memperoleh sertifikasi internasional seperti UTZ & USDA Organic.

Kedua sertifikasi tersebut berguna sebagai penjamin bahwa produk kakao mereka memiliki kualitas yang tinggi sehingga bisa dilirik oleh pembeli besar yang berskala internasional.

Selain itu, peran serta pemerintah untuk turun langsung mencarikan pembeli bagi para petani juga sangat diharapkan agar petani tidak merasa bingung lagi harus menjual hasil kebun mereka dimana dan mendapatkan harga jual yang layak.

Jika semua itu dapat terwujud maka petani-petani kakao kita pasti jadi bersemangat untuk merawat tanaman kakao mereka sehingga kualitas kakao petani Indonesia bisa meningkat dan bukan tidak mungkin, menjadi yang terbaik di dunia.

Kualitas biji kakao Indonesia dinilai masih rendah

Sebab, selama ini yang terjadi adalah kebanyakan petani kakao kita menjual hasil produksi mereka secara asal-asalan. Bukan tanpa alasan, mereka tahu persis bahwa kualitas dari biji kakao olahannya sangat rendah akibat kurangnya pemeliharan tanaman.

Padahal, untuk meningkatkan produksi dan kualitas kakao dibutuhkan perawatan tanaman yang baik, seperti melakukan pemupukan, pemberian pestisida dan melakukan peremajaan pada tanaman kakao.

Akan tetapi, tidak semua petani mampu untuk melakukan perawatan pada tanaman kakao mereka karena kebanyakan, petani kakao berasal dari golongan ekonomi lemah.

Oleh karena itu, mereka juga memerlukan bantuan secara finansial. Tinggal bagaimana pemerintah membantu mereka. Kita ibaratkan bantuan dari pemerintah sebagai modal awal bagi mereka.

Setelahnya, petani-petani kakao dapat didampingi dalam kurun waktu tertentu hingga mereka semua dapat mandiri. Dengan begitu, upaya-upaya dari pemerintah dapat membantu petani untuk memperbaiki kondisi perekonomian keluarganya dan menjadi petani yang sejahtera.


Potensi Besar Kakao Indonesia

Potensi Indonesia Menjadi Negara Pengekspor Kakao Terbesar & Terbaik di Dunia

pohon kakao

Sumber daya pertanian yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar menjadikan kakao sebagai salah satu sektor hasil perkebunaan yang memiliki potensi pertumbuhan yang besar di Indonesia.

Indonesia adalah satu-satunya negara di benua Asia yang menjadi salah satu produsen kakao terbesar di dunia, yaitu terbesar ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana.

Jika pemerintah mampu mengupayakan kebijakan demi peningkatan hasil produksi dan mutu kakao melalui para petani kakao kita maka bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi negara pengekspor biji kakao maupun produk turunan kakao yang terunggul di dunia.


• Potensi Cita Rasa Coklat Indonesia Go Internasional

Isi buah kakao

Soal rasa, merek coklat lokal kita tidak kalah dengan coklat asal Belgia, Swiss, Jerman, Amerika Serikat dan Perancis yang dikenal sebagai negara dengan rasa coklat terbaik dan rasa super lezat kelas atas.

Cita rasa coklat khas nusantara dari merek lokal Indonesia, seperti Pipiltin Cocoa, Krakakoa, Cokelat Monggo, Pod Chocolate atau Soklate Jogja tidak kalah lezat karena beberapa diantara merek coklat tersebut bahkan menggunakan dan memproses bahan baku coklat, yaitu kokoa dari petani terlatih dengan kualitas kokoa terbaik.

Buktinya, salah satu merek coklat lokal kita, yaitu Krakakoa berhasil mendapatkan pengakuan dari dunia internasional dengan menyabet penghargaan di ajang prestisius, Academy of Chocolate Awards 2017.

Hal tersebut menjadi bukti bahwa produk coklat Indonesia mampu bersaing di dunia internasional. Ini bukan kaleng-kaleng karena bahan dasar coklat, yaitu kakao merupakan salah satu hasil komoditas unggulan di Indonesia.

Belum lagi, posisi Indonesia sebagai produsen kakao terbesar ketiga di dunia yang menjadikan Indonesia sebenarnya sangat potensial untuk menjadi negara penghasil cokelat berkualitas terbaik, super lezat kelas atas.


Upaya Pemerintah Dibutuhkan untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Kakao

Selain mengekspor biji kakao, industri pengolahan biji kakao untuk re-ekspor di Indonesia juga sedang berkembang. Sayangnya, ketersediaan biji kakao di dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan industri pengolahan kakao.

Demi memenuhi kebutuhan tersebut, pada tahun 2018, Indonesia tercatat mengimpor biji kakao sebanyak 240.000 ton dengan nilai impor mencapai USD528 juta.

Produksi kakao Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Penyebabnya adalah penyusutan luas lahan tanam yang semula 1.6 juta ha menjadi 1.2 juta ha, cuaca yang kurang baik, kerusakan tanaman akibat hama dan penyakit tanaman serta banyaknya usia tanaman kakao yang sudah tua.

Selain masalah produktivitas, kualitas biji kakao Indonesia juga dinilai masih rendah akibat bijinya kering tanpa fermentasi. Oleh karena itu, langkah-langkah guna meningkatkan produksi dan kualitas kakao perlu dilakukan pemerintah.

buah kakao

Dimulai dengan melakukan perluasan perkebunan kakao, misalnya menjadi 2 juta hektare. Meluasnya perkebunan, jumlah kakao yang ditanam pun semakin banyak sehingga diharapkan hasilnya juga semakin melimpah.

Dengan begitu, Indonesia akan berpeluang menjadi penghasil kakao terbesar di dunia yang kini masih diduduki oleh Pantai Gading dan Ghana.

Namun, perluasan saja tidak cukup. Diperlukan dukungan pemerintah untuk mendorong seluruh petani kakao di Indonesia agar melakukan peremajaan pada tanaman kakao mereka dengan memberikan bantuan berupa bibit unggul dan mengajarkan teknik sambung samping. 

Peremajaan pada tanaman kakao berguna untuk meningkatkan hasil produksi kakao karena tanaman yang sudah berusia tua, hasil buah kakaonya akan mengalami penurunan.

Tentunya, kita semua berharap agar dorongan dan bantuan pemerintah dapat segera diberikan secara merata ke seluruh pelosok nusantara mengingat potensi kakao yang besar untuk Indonesia, seperti yang TS bahas di atas sebelumnya.


Tanaman Lain Di Samping Menanam Kakao

Sewaktu berkunjung ke rumah uwak, TS melihat bahwa selain bertani kakao, uwak TS juga menanam berbagai tanaman lainnya dengan memanfaatkan lahan yang ada di kebun kakao dan juga pekarangan rumahnya.

Tanaman Cabai

Menurutnya, tanaman-tanaman tersebut bisa menjadi penghasilan tambahan baginya selain menanam kakao. Minimal, untuk dikonsumsi sendiri.

Pisang dan Singkong

Ia menanam singkong, pisang dan cabai. Selain bisa dijual, bisa dikonsumsi untuk kebutuhan rumah tangganya. Ia juga menanam gamal dan berbagai tanaman kayu lainnya.

Selain sebagai penaung (sebab, tanaman kakao merupakan tanaman yang membutuhkan tanaman penaung) juga bisa dijual. Dedaunan dari tanaman-tanaman tersebut ia gunakan untuk pakan beberapa kambing peliharaannya.


Komoditas Kakao bagi Perekonomian Indonesia

Komoditas kakao memiliki peranan yang cukup penting bagi perekonomian Indonesia. Biji maupun produk turunan kakao yang di ekspor ke luar negeri, seperti ke Eropa, Amerika Serikat dan Jepang menyumbang devisa negara.

Kakao bagi petani menjadi sumber pendapatan petani, menyempurnakan praktik kerja tani dan memberikan manfaat kepada masyarakat setempat yang bekerja sebagai buruh tani (orang yang membantu petani untuk merawat tanaman atau memanen tanaman).

Industri pengolahan kakao juga berperan sebagai penyedia lapangan kerja dan sumber pendapatan bagi masyarakat yang bekerja di sana. Selain itu, kakao juga berperan dalam mendorong tumbuhnya usaha agrobisnis, pengembangan wilayah dan pengembangan agroindustri.


Demikian pembahasan TS @aldysadimengenai pertanian dan industri kakao. Harapan TS, dalam kesempatan peringatan Hari Tani Nasional ini, semoga semakin banyak masyarakat dan pihak-pihak, terutama pemerintah yang memperhatikan nasib dan kesejahteraan bagi para petani dan keluarganya.

Sebab, tanpa petani, tak akan ada yang menyediakan kebutuhan hidup kita. Kenyamanan yang kita peroleh saat ini adalah hasil jerih payah petani di kebun. Jangan abaikan mereka hanya karena kita bukan di posisi mereka!.



Quote:Sumber : Hasil Pengamatan & Pemikiran Jenius @aldysadi
Foto : Dokumentasi Pribadi
Referensi : 1, 2,3, 4, 5
6, 7
Diubah oleh aldysadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
syafetri dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
05-10-2019 20:20
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Hallo, GanSis. Ketemu lagi dengan ane dikesempatan kali ini. Mudah-mudahan kita semua selalu dalam keadaan sehat, ya.


Pemerintahan berjanji menyejahterakan rakyat, tetapi seiring pergerakan waktu nasib mereka kian memprihatinkan khususnya para petani. Seharusnya kehidupan kang tani sebagai produsen lebih baik. Namun, belakangan ini keadaannya semakin sulit. Semua itu disebabkan oleh ketidak-seimbangan harga jual dengan modal awal sehingga menyebabkan besar pasak daripada tiang. Lama kelamaan modal habis akhirnya bangkrut dan terpaksa bekerja di sawah atau ladang orang lain dengan upah kecil.

Sebenarnya bercocok tani itu bukan hal yang mudah. Ada kalanya cuaca juga pupuk-pupuk yang digunakan sangat berpengaruh akan hasil tani. Selain tanaman-tanaman muda membutuhkan perawatan khusus terutama cabe, bawang, tomat, kentang, kol dan lain-lainya., juga penyerangan berbagai jenis hama mewajibkan petani membeli racun khusus atau pupuk anorganik agar hasil memuaskan. Akan tetapi harga pupuk setiap tahun selalu naik.


Okelah, bagi mereka yang mampu membeli pupuk demi hasil akhir, lalu gimana kabar si petani yang hidupnya serba pas-pasan? Tentu saja mereka mengandalkan tenaga sendiri dan pupuk alami demi hasil yang bagus. Setelahnya perjuangan mereka berlanjut saat waktu panen tiba. Mereka terpaksa memangku kecewa karena hasil panen tidak sesuai dengan harapan ditambah pula harga jual yang jauh dari standar.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Sumber: dokpri

Nah, kebetulan ane berdomisili di daerah yang hampir seluruh warganya bermata pencaharian sebagai penyadap getah karet, termasuk suami sendiri. Keseharian dia habiskan di kebun. Pagi menyadap getah, setelah usai dilanjut dengan membersihkan tanaman sisipan seperti cabe rawit, kopi, dan sebagainya.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Sumber: dokpri

Sekali seminggu karet tersebut dikumpulkan dan dijual pada tengkulak. Saat menerima hasil tak kalah sering mereka mengerutkan kening, kecewa. Sebab upah yang diterima tidak sesuai dengan tenaga yang terkuras. Sedangkan ane yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga memanfaatkan perkarangan rumah menanam sayuran, kunyit, jahe, kencur, lengkuas, ubi kayu dan sebagainya.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Sumber: dokpri

Sangat disayangkan sebenarnya, beberapa tahun lalu banyak warga beruang selingkuh, menumbangi pohon karet dan diganti dengan sawit. Semua itu disebabkan harga jual sawit per kilogramnya menggiurkan. Perawatannya tidak menghabiskan waktu setiap hari, akan tetapi kang tani harus sabar menunggu pohon-pohon mungil itu menghasilkan dalam jangka waktu lima tahun.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Sumber: dokpri

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Sumber: dokpri


Lama? Memang sih, tetapi banyak yang tergiur. Pada hal biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Mulai dari bibit dengan harga dua puluh lima sampai empat puluh ribu per batang. Kawat untuk melingkari tanaman ketika mulai ditanam agar terhindar dari musuh. Lalu harga pupuknya lebih mahal dari yang biasa digunakan untuk karet atau tanaman muda. Kemudian untuk menghindari hama atau musuh, sawit ini membutuhkan penjagaan ketat terutama pagar yang menggunakan kawat berduri. Nah, modal awal yang besar mampu membuat orang-orang dengan ekonomi rendah berpikir dua kali.

Harapan ane buat kang tani Indonesia khususnya Padang, moga perekonomian mereka ke depan lebih baik lagi. Moga pemerintahan lebih fokus lagi memerhatikan kesejahteraan rakyat khusunya yang bermata pencaharian dengan bertani. Aamiin.

Oke, sampai di sini dulu pertemuan kita, Gan. Sampai jumpa kembali.

Sumber: DokPri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
06-10-2019 08:29

Petani Di Negeri Agraris Bumi Pertiwi Yang Terabaikan

https://s.kaskus.id/images/2019/10/06/10697352_20191006082817.PNG



profile-picture
alizazet memberi reputasi
1 0
1
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
06-10-2019 14:36

Bagaimana Pertanian Zaman Dahulu dan Sekarang?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Pertanian menurut Dwi Haryanti adalah suatu usaha manusia dalam bercocok tanam dimana objeknya merupakan sebuah lahan kosong. Kita tentu tahu bahwa Indonesia terkenal dengan negara agraris. Dimana penduduk mayoritas Indonesia rata-rata bekerja pada sektor pertanian. Ada yang hanya bekerja untuk orang lain, ada pula yang memiliki sawah sendiri.

Kemajuan di sektor pertanian sangatlah penting, karena dengan hasil pertanianlah manusia bisa makan dengan enak dan bergizi. Sektor pertanian tersebut terdiri dari tanaman jagung, padi, cabai, timun, sawi, dll.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



Namun, seiring perkembangan zaman, sektor pertanian sedikit demi sedikit semakin sedikit. Kenapa begitu? Semakin hari, tahun, tentu penduduk di Indonesia semakin banyak. Sawah-sawah digantikan dengan pembangunan rumah. Ada juga yang diganti dengan bidang pembiakkan atau budidaya ikan. Contohnya saja di desa saya, sawah-sawah kini sudah banyak berganti dengan kolam ikan.

Apalagi, sekarang musim kekeringan. Dimana banyak daerah yang mulai kekurangan air bersih. Kondisi ini tak memungkinkan hasil panen yang bagus.

Apalagi pengaruh cuaca juga berdampak pada kenaikan harga pokok makanan sehari-hari. Membuat para masyarakat resah.

Beberapa tahun yang lalu, di desa saya mengadakan pesta panen. Dimana kepala desa mengundang seluruh masyarakat di desa untuk merayakan atas rasa bersyukur karena panen padi yang bagus dan meningkat. Makan bersama-sama dengan masyarakat diiringi musik dangdut.

Sebenarnya seberapa dampaknya cuaca dalam hasil panen? Dan, apakah hama semakin banyak atau menipis?

Cuaca memang hal yang ekstrem dengan hasil panen. Cuaca yang baik, maka hasil panen pun juga baik. Apalagi pas hujan, tanaman akan segar-segar dan tanah menjadi subur. Di musim kemarau, hama justru semakin banyak. Apalagi tikus, ulat, dll. Petani berusaha keras menyemprot hama agar tak merusak tanaman.

Salah satu cara agar tidak gagal panen, yaitu dengan:

1. Membuat boneka orang dengan tangan yang mengibas
Maksudnya membuat boneka orang berdiri dengan tangan mengibas seakan ingin mengusir burung-burung bisa sedikit membantu menjaga tanaman padi ataupun jagung.

2. Memberikan air yang cukup
Tanaman memang memerlukan air yang banyak agar dapat berkembang dengan baik. Jika disawah bisa lewat air kali lalu mengalirkannya ke sawah.

3. Memberikan pupuk
Tanaman perlu dipupuk dengan baik agar bisa tumbuh dengan baik. Namun, juga jangan terlalu banyak memberi pupuk. Pupuk tersebut bisa beli di toko atau buat sendiri, misalnya pupuk kotoran kambing, pupuk kompos, dll.

4. Membasmi hama
Membasmi hama dengan pestisida biasa digunakan. Namun, ada banyak cara mengatasi hama tanpa pestisida. Bisa lihat di google apa saja caranya.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



Dahulu, petani dalam membajak sawah menggunakan kerbau. Sekarang menggunakan traktor. Seiring perkembangan zaman, teknologi semakin canggih. Memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan.

Mungkin hanya itu seputar pertanian yang saya bahas. Harapan saya kedepannya, semoga pertanian di Indonesia semakin maju dan jaya. Menghasilkan tanaman-tanaman yang bagus dan segar. Pertanian memang patut diberi penghargaan yang spesial. Karena sektor pertanian adalah kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi hidupnya.

Quote:Petani, Jasamu Begitu Hebat

Matahari baru terbit di sebelah timur dengan malu-malu
Namun, awan masih tampak gelap..
Para pecangkul berbondong-bondong menyusuri lahan..
Menggali dan menanam..
Tak peduli udara dingin menyapa..
Tak peduli seberapa hasil dari keringatnya..
Petani, sungguh besar jasamu..
Karenamu, kami bisa makan dengan lezat..
Tanaman-tanaman yang kau tanam membuat perut kami kenyang..
Makan lahap dengan senyum gembira..
Petani, sunggu besar jasamu..




Opini: pemikiran/pengalaman sendiri
Sumber gambar: google
Diubah oleh ilafit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
06-10-2019 15:11

Petani Negeri Agraris Di Bumi Pertiwi Yang Terabaikan

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Hallo agan dan sista semua disini saya cuma mau share aja masalah yang di hadapi sama petani kita, khususnya petani indonesia. Sungguh memprihatinkan sekali di negeri yang terkenal dengan lumbung padi nya tetapi sekarang malah sengsara dengan kebutuhan pokok nya. Apakah ini dampak dari pemerintahan sekarang yang tidak peduli dengan para pahlawan pangan kita yaitu para petani negeri ini? Jika kalian menduga seperti itu maka pemikiran saya pun begitu. Seperti nya di masa sekarang petani hanya di pandang sebelah mata seakan-akan sektor ini tidak bisa mendukung dalam pemerintahan sekarang. Bukti nya saja bahwa sekarang kita impor beras dari negara lain, lucu sekali negara ini. Dulu nya sebagai pemasok pangan besar terbesar di asia tetapi malah sekarang mengimpor beras dari negara lain. Apakah ada yang salah dengan para petani negara ini? bukan para petani nya yang salah namun pemerintah kita tidak mempercayai sektor pangan di negara ini di kelola oleh para petani sendiri imbas nya para petani kita pun banyak yang mengeluh dengan penghasilan yang mereka dapat. Perlu di ingat bahwa sektor pertanian merupakan sektor terbesar dari negara ini yang terkenal pada masa nya, namun sekarang hanya di anggap sebagai sektor yang kurang menjanjikan untuk investasi di masa depan.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
sumber: nasib petani

Dan lagi-lagi khusus nya program pemerintah di sektor ini masih jauh dari harapan kita semua, dimana pemerintah hanya terpaku pada peningkatan kuantitas produksi dan mengabaikan nasib para petani kita. Lalu jika keadaan nya selalu seperti ini bagaimana kita bisa merasakan pangan dengan kualitas yang unggul yang di produksi oleh petani kita sendiri. Seharusnya pemerintah kita perlu memperhatikan kesejahteraan bagi para petani kita karena apa? karena mereka merupakan ujung tombak peningkatan pangan itu sendiri. Jika kita bisa membandingkan dengan negara-negara maju dimana petani nya sangat diperhatikan oleh negara nya dimana setiap petani pasti di jamin kesejahteraan nya oleh negara itu. Sebut saja negara jepang, negara yang masih di kawasan asia ini begitu memperhatikan kesejahteraan dari para petani nya sehingga dengan itu pemerintah jepang memberikan fasilitas yang bisa menunjang keberhasilan para petani nya. Sebut saja dari segi pendidikan di negara kita petani tak jarang mereka hanya lulus di pendidikan sekolah dasar, bahkan ada yang sama sekali tak berpendidikan hingga kebanyakan mereka sekedar menjadi buruh tani. namun di negara jepang pemerintahnya fokus untuk mengembangkan petaninya dari skill dan penghasilan, sehingga negara Jepang mempunyai standard pendidikan dalam keahlian bertani.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber: perbedaan negara kita dan negara jepang

Bukan hanya dari segi pendidikan namun dari segi teknologi,kualitas dan jaminan bagi para petani kita. Hanya di negeri ini sektor pangan tidak menjadi prioritas utama, jika kita melihat negara-negara yang maju dimana sektor pertanian merupakan prioritas utama sehingga pemerintah pun mengambil langkah serius dalam menyusun strategi untuk para petani nya agar bisa sama-sama berkontribusi dalam negara. Saya harap adanya peran pemerintah dalam peningkatan dalam sektor ini, yang perlu dilakukan lebih awal yaitu menjamin kesejahteraan para petani kita itu sendiri. Perlu nya fasilitas-fasilitas dari segi pendidikan, agar petani kita bisa mengembangkan ilmu dan ketrampilan mereka dalam mengembangkan sektor pangan ini. Karena jika petani kita bisa mengembangkan nya tentu saja yang puas bukan hanya pemerintah tetapi seluruh masyarakat indonesia. Demikan pendapat saya tentang sektor pangan di negeri ini semoga di tahun mendatang pemerintah lebih peka lagi terhadap pahlawan pangan kita.



erpryd95,06/10/2019



profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 5 lainnya memberi reputasi
5 1
4
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
06-10-2019 17:26
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


MARI BELAJAR SAMBUNG PUCUK ALPUKAT



Mungkin dengan adanya trit ane ini, bisa menambah pengetahuan dan wawasan dalam dunia pertanian.emoticon-Malu

Sebetulnya kegiatan sambung pucuk ini berawal dari ane nonton yutup. Karena penasaran jadi Ane coba, dan dari beberapa kali percobaan hasilnya zonk emoticon-Hammer.

Tapi berkat kegagalan tersebut, ane nemu trik sederhana yang memudahkan dalam proses sambung pucuk. emoticon-Metal

Tanpa banyak basa-basi ane coba jelaskan alat dan bahan serta proses sambung pucuk alpukat secara sederhana. emoticon-Stick Out Tongue

Alat :
• pisau okulasi (bisa juga pake cutter atau pisau silet)
• plastik es mambo (dipotong kek digambar) gunanya buat mengikat sambungan
• botol air mineral bekas ukuran 1.500ml (dipotong alasnya) inilah trik yang memudahkan dalam proses pertumbuhan sambung pucuk.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



Bahan :
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

pohon alpukat


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

entres (batang atas dari pohon alpukat yang sudah pernah berbuah bagus)




Tata cara :
• Pilih batang bawah yang diameter batangnya disesuaikan dengan besarnya
batang atas (entres)
• Alpukat disambung bila batangnya sudah sebesar pensil.
• Umur batang bawah pada
keadaan siap sambung alpukat umur 3-6 bulan.


• Batang bawah dipotong setinggi 20-25 cm di atas permukaan tanah. Gunakan silet,
pisau okulasi atau gunting setek yang tajam agar bentuk irisan menjadi rapi.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



• Batang
bawah kemudian dibelah membujur sedalam 2-2,5 cm.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



• Batang atas yang sudah disiapkan dipotong, sehingga panjangnya antara 7,5-10 cm.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



• Bagian pangkal disayat pada kedua sisinya sepanjang 2-2,5 cm, sehingga bentuk
irisannya seperti mata kampak.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


• Selanjutnya batang atas dimasukkan ke dalam
belahan batang bawah.
• Pada waktu memasukkan entres ke belahan batang bawah perlu diperhatikan agar
kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



• Pengikatan dengan tali plastik yang terbuat dari kantong plastik es selebar 1 cm.
Kantong plastik ini ditarik pelan-pelan, sehingga panjangnya menjadi 2-3 kali panjang
semula.Terbentuklah pita plastik yang tipis dan lemas.
(Pengikatan dilakukan dari bawah keatas)
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



• Sambungan
kemudian disungkup dengan botol air mineral.Tujuan penyungkupan ini untuk mengurangi penguapan
dan menjaga kelembaban udara di sekitar sambungan agar tetap tinggi.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



• Tanaman sambungan kemudian ditempatkan di bawah naungan agar terlindung dari
panasnya sinar matahari.
Ane sih nempatinnya di bawah pohon sirsak.

Biasanya 2-3 minggu kemudian sambungan yang berhasil
akan tumbuh tunas.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



• Setiap tunas yang tumbuh dari batang bawah harus dipotong.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Sambungan yang gagal akan berwarna hitam dan kering.
Pada
saat ini sungkup plastiknya sudah bisa dibuka.
Namun,pita pengikat sambungan baru boleh
dibuka 3-4 minggu kemudian. Untuk selanjutnya kita tinggal merawat sampai bibit siap
dipindah ke kebun.

Inilah penampakan sambuk pucuk ane setelah 30 hari. emoticon-Malu
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Terima kasih sudah meluangkan waktu buat baca trit ane emoticon-Smilie
Diubah oleh servesiwi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
06-10-2019 20:05
Quote:Original Posted By servesiwi

MARI BELAJAR SAMBUNG PUCUK ALPUKAT

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Terima kasih sudah meluangkan waktu buat baca trit ane emoticon-Smilie

Nice inpo neng emoticon-Big Grin
Btw....Kalau di sambung gitu bisa mulai berbuah berapa tahun?

*Maaf mod gak baca rule... silahkan hapus post ane mod emoticon-Malu
Diubah oleh tanah.liat
0 0
0
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
07-10-2019 06:07

Dari Tangki Ikan Ke Meja Pertanian

Quote:[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Dunia berputar sangat cepat sekali, tak terbantahkan metode pertanian yang menggunakan tanah produktif yang luas akhirnya harus rela dijadikan tanah non produktif. Akibatnya para petani kehilangan tempat untuk bekerja sehari-hari. Tanah produktif tersebut dibuka kembali menjadi pemukiman masyarakat ataupun perindustrian. Melihat kekurangan itu perlu adanya inovasi baru dalam dunia pertanian.

Teknologi Akuaponik sebenarnya sudah dikenal beberapa tahun yang lalu. Media yang biasa digunakan adalah air dan sebuah lahan yang minimalis. Akuaponik adalah sistem pertanian yang berkelanjutan, yang mengkombinasikan akuakultur (pembudidayaan air sehingga menghasilkan ikan) dan hidroponik (cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, dengan menggunakan medium air) yang bersifat simbiotik.

Dalam proses akuaponik ini, para petani memanfaatkan hasil ereksi binatang sebagai nitrat yang digunakan sebagai pupuk oleh tanaman hidroponik tersebut sebagai nutrisi. Dalam sistem akuaponik ini, para petani bisa menghasilkan kurang lebih 130 kali lipat hasil panen per meter persegi dibandingkan dengan tanaman tanah. Sangat efisien bukan. Penggunaan air dan tenaga juga dapat dihemat seminim mungkin.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Gambar

Secara teknis di lapangan proses akuaponik dijelaskan sebagai berikut : Ikan yang berada di dalam tangki ikan, mengeluarkan kotoran lalu kotoran ikan jatuh didasar tangki. Kotoran ikan yang mengendap di dasar tangki tersebut lalu dipadatkan dan kemudian dikumpulkan untuk menjadi pupuk. Selanjutnya, pupuk yang sudah dikumpulkan tersebut dialirkan melalui pompa menuju suatu tangki yang berisi air untuk dilanjutkan ke tempat tumbuhnya tanaman. Lalu air dari tanaman tersebut disirkulasikan kembali ke tangki ikan dengan menggunakan pompa. Tanaman sendiri biasanya tumbuh di papan yang dilubangi lalu menggunakan media busa sebagai tempat tumbuhnya benih. Untuk membantu pertumbuhan tanaman itu sendiri, dibantu dengan menggunakan lampu LED yang memancarkan cahaya campuran ungu. Dalam penggunaan lampu tersebut, tanaman dapat memperoleh cahaya yang lebih banyak daripada sinar matahari dan meningkatkan pertumbuhan tanaman lebih cepat.

Untuk media akuaponik ini, tanaman berdaun lah yang paling mudah dibudidayakan. Termasuk selada, tanaman medis, mint, sayuran, dan sebagainya.

Dengan proses penanaman melalui media kombinasi ini, keuntungan bisa diperoleh dari tanaman dan pembudidayaan ikan. Jadi para petani tidak berpangku saja dengan perolehan dari pertanian tetapi para petani juga dapat melakukan aktivitas yang lain.
Diubah oleh jonesforyou
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
07-10-2019 14:19

Ketika Pembangunan Dimana - Mana, Masih Pantaskah Indonesia Disebut Negara Agraris ?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Ane yakin kalian udah pernah dengar atau membaca bahwa indonesia disebut juga negara agraris, karena sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah bertani.

Tapi itu dulu, bagaimana dengan sekarang ?
Dulu sewaktu kita kecil bukan hal yang sulit untuk mencari sawah disekitar daerah tempat tinggal kita, tapi sekarang sawah itu telah hilang berganti dengan bangunan - bangunan segala macam rupa. Mengingat kebutuhan memang hal itu tidak sepenuhnya salah, tapi hal itu merupakan kebenaran yang miris, jika saat ini sudah seperti ini lalu bagaimana dimasa depan ? apakah anak dan cucu kita nanti masih bisa melihat sawah secara langsung ?

Ketika bangunan kokoh telah berdiri ditempat yang dulunya merupakan sawah, lalu apa yang harus dilakukan petani ? mau tidak mau suka tidak suka mereka harus mencari pekerjaan lain, lalu dampaknya ? keran import pun terbuka karena berkurangnya hasil lokal, dan para petani yang masih bertahan pun kembali kebingungan untuk menjual hasil panennya akibat persaingan harga pasar.

Semoga pemerintah bisa mendukung para petani agar bisa terus bertani karena selain itu adalah mata pencaharian mereka itu juga salah satu sektor terpenting negara ini.
emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
07-10-2019 21:29
Festival Kampung Tani, Sebuah Apresiasi Indah Untuk Para Petani

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Bertani adalah kenangan yang paling berkesan saat masa kecilku dulu, mengingatkan kenangan bersama kakekku.

Belajar mengenal cara bertani, mulai dari membajak sawah dengan sapi, menanam, memberi pupuk, sampai hal yang paling menyenangkan adalah saat panen tiba.

Di Desa Temas, di desaku itu dulu sebagian besar penduduk desa masih berprofesi sebagi petani, sayangnya sekarang hanya tinggal di beberapa daerah bagian bawah saja ada persawahan dan para petani.

Banyaknya pembangunan di bagian atas Desa Temas tepatnya di pinggir jalan membuat dekat rumah tidak ada lagi persawahan.

Akan tetapi kepala desa dan warga Desa Temas sangat menghargai petani yang masih tetap mempertahankan sawahnya, mereka memberi apresiasi enam tahun terakhir ini dengan membuat Festival Kampung Tani.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber: m.timesjatim.com


Festival Kampung Tani ini selain untuk melestarikan budaya dan alat tani tempo dulu, sosialisasi cara bertani yang dapat di pelajari oleh semua kalangan, juga mengadakan acara hiburan bagi warga Desa Temas.

Acara ini di adakan tepat bulan suro, hampir bersamaan dengan selamatan Desa Temas. Acara di selenggarakan kurang lebih sepekan.

Beragam acara yang di selenggarakan di festival ini tiap tahunnya.

Pertama tandur atau bercocok tanam bersama, acara ini mengajarkan kita yang belum tau atau yang ingin mencoba menanam padi.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber: radarmalang.id


Kedua adalah ngeliwet, kegiatan ini sangat seru karena kebersamaan yang di dapat jarang sekali terjadi akan menambah kerukunan warga sekitar.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber:kimbahteratemas.blogspot.com


Ketiga bazar makanan tradisional, ini yang di cari para pemburu kuliner tempo dulu bakal ketemu disini.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber: malangvoice.com


Keempat pentas seni yang menampilkan budaya, seperti sanduk, jaranan, rampak, ludruk, tarian, fashion show tema petani atau budaya indonesia.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber: ppid.batukota.go.id


Dan yang terakhir ini adalah karnaval budaya, arak-arakan tumpeng dan memedi sawah hasil karya RW 01 sampai RW 11 Desa Temas dengan warga yang memakai kostum tema ala petani tentunya.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber: timesindonesia.co.id


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber: halomalang.com


Sungguh Festival Kampung Tani adalah apresiasi yang sangat bagus yang di berikan warga Desa Temas ini.

Semoga dengan ini para petani bisa merasa lebih di hargai jasanya dan bisa tetap mempertahankan persawahan di tengah pembangunan Kota Batu yang semakin banyak.

Agar generasi muda yang akan datang yang tidak memiliki sawah tetap bisa merasakan bagaimana menjadi petani meskipun hanya setahun sekali di Desa Temas.

Ada yang tertarik untuk datang ke Festival Kampung Tani di Desa Temas ?

Cobain tahun depan ya...
Nanti kesana bareng aku, kita belajar bareng disana.
Diubah oleh triwinarti
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
10-10-2019 06:53

Hidupku Tergantung Padamu

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Semakin beriringnya waktu ada beberapa mata pencaharian yang semakin diabaikan. Sadar tidak sadar mereka menganggap remeh pekerjaan itu yaitu petani. Banyak anak millenial pilih kuliah jurusan pertanian, tapi mereka turun ke sawah hanya memenuhi tugas saja. Selain itu apakah masih menerapkan ilmunya? Jawabannya tidak. Tetapi, ada juga yang menerapkan dan mengembangkan ilmunya meski di luar tugas. Itupun hanya segelintir orang saja. Kebanyakan dari mereka ingin menjadi pegawai pertanian.

Gan sist kalian sadar gak sih? Lahan pertanian negara ini semakin tahun, semakin berkurang. Sawah dijadikan bangunan bertingkat bahkan menjulang tinggi. Dulu ketika kita lihat kanan kiri saat menyusuri jalan, mata jadi seger melihat sawah dengan pemandangan ijo royo-royo. Sekarang pemandangan itu berubah menjadi bangunan megah.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber gambar: dokumen pribadi


Coba dach banyangin kalau saja lahan semakin pertanian semakin menyempit dan pertumbuhan penduduk yang meledak. Apa yang terjadi? Kurang pangankan! Makanya ayo manfaatkan lahan sebaik mungkin seperti dalam hal yang sederhana saja menanam sayuran dengan polybag halaman rumah. Seperti kangkung, bayam, cabai, dan tanaman ringan lainnya. Gak ngaruhkan sama lahan yang sempit juga? Tetapi hal ini belum bisa dilakukan untuk penanaman padi.

Sebelum menuju ke sawah pinggir jalan terdapat sungai yang di kelilingi pepohonan sebagai pencegah banjir. Sekarang sungai tak lagi di kelilingi oleh tanaman itu, tapi cor-coran. Sehingga saat musim penghujan tiba, air membeludak ke pemukiman warga karena tak ada tumbuhan yang meresap air sebagai pencegah banjir.

Hidup kita tidak bisa lepas dari petani. Jadi jangan pernah menganggap remeh pekerjaan itu. Makanan pokok kita nasi, nasi dari beras, beras dari padi, padi dari petani. Kalau semisalpun agan dan sista gak makan nasi juga tak lepas dari petani. Ngrowot juga dari petani lho? Ngrowot itu makan seperti singkong, jagung, ubi, dan sejenisnya. Siapa kalau bukan dari petani?

Petani adalah hidup kita. Mereka adalah kebanggaan bangsa.



Referensi: opini pribadi.


Jogjakarta, 10102019.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
10-10-2019 12:43

Petani Sang Pejuang

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Petani. Dari dulu sampai sekarang banyak orang yang memandang sebelah mata pada frofesi satu ini. Padahal tanpa mereka, tentunya kehidupan di dunia ini tidak akan berlangsung dengan baik.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Identik dengan lumpur, cangkul. Mau panas atau hujan tak ada bedanya bagi seorang petani, tak kenal lelah menggarap sawah ladang. Selalu berharap di musim panen berikut akan mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Walau nantinya tak sesuai dengan harapan, tapi semangat mereka tak pernah padam.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Bagi petani penanam padi, sangatlah sulit untuk mendapatkan hasil yang maksimal, terlebih dalam cuaca pancaroba seperti sekarang ini. Kadang musim hujan yang tak berhenti-berhenti, membuat batang-batang padi membusuk dan mengundang tikus-tikus nakal. Kadang musim kemarau yang begitu lama menyebabkan padi kering kerontang, membuatnya cepat menguning sebelum waktu, alhasil kwalitas berasnya tidaklah bagus, sehingga anjlok di pasaran. Hal sama juga terjadi pada sayur, cabe, bawang , tomat, dan lainnya.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Pernahkah sejenak kita berfikir kalau untuk membuat perut-perut anak Indonesian tetap kenyang, para petani sudah berjuang sangat keras untuk itu. Hanya orang yang mempunyai jiwa kerja keras, kesabaran dan keuletan serta dedikasi yang tinggi saja yang sanggup melakoni pekerjaan tersebut.

Pada kenyataannya, apapun yang kita makan dan membuat keluarga kita tetap sehat adalah hasil dari jerih payah mereka memeras keringat. Bayangkan bagaimana jika tidak ada lagi orang yang mau jadi petani? Toh walaupun punya banyak uang kalau pakan pangan tidak tersedia, tidak ada gunanya.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

See, mulai sekarang jangan ada lagi yang memandang profesi petani sebelah mata. Ingat merekalah yang membuat perut kita tetap terisi dan bisa tidur nyenyak.

Mari dukung dan support para petani kita supaya lebih semangat lagi, dan semoga pemerintah lebih memperhatikan mereka secara nyata, bukan hanya janji-janji saat kampanye.

Sumber: hasil pengamatan pribadi.
Foto:. Dokumentasi pribadi.
Diubah oleh ejawahyuni90
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
10-10-2019 14:50
Jangan Jadi Petani. Susah!


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Halo agan dan aganwati semua. Udah pada makan belum? Sama, ane juga belum. Tapi coba kita inget dulu, tadi makan nasi pernah kebayang ga siapa yang bikin tuh nasi? Kemarin pas minum kopi pernah mikir ga siapa yang buat kopi? Nasi yang dari beras itu bikinan para petani. Kopi juga dari petani. Semua makanan tidak bisa terlepas dari peran petani. Tapi bagaimana dengan petaninya sendiri, apakah bisa makan enak seperti kebanyakan dari kita?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Seumur-umur ane ga pernah jadi petani. Yang pernah jadi petani itu bapak ane. Bukan sawah milik sendiri sih, cuma bantu garap lahan tetangganya. Bisa dibilang buruh tani lah. Buruh tani itu setiap hari ke sawah. Biasanya bapak ane berangkat setelah subuh ke ladang milik tuannya. Disana kerjanya nandur padi diselingi lombok dan timun. Beliau juga yang nyemprot pupuk, matun, lalu ngerit padi kalau sudah kuning. Lalu terserah tuannya mau dijual atau dijadikan bibit.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Hasil penjualan sering rugi, karena harga pupuknya tidak murah, ongkos buruh nyingkal dan buruh ngerit yang tidak sedikit, ditambah iuran air irigasi dan kebutuhan lain. Makanya tidak jarang hasil panen dibuat modal tanam selanjutnya. Itu pun kalo tidak dimakan hama seperti wereng dan selamat dari terjangan banjir. Jadinya pengen untung tapi nyatanya malah buntung. Itulah sebabnya bapak ane pesen, "Kalo bisa jangan jadi petani. Susah!"

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Ironisnya, kadang ane diajak bapak ikut turun ke sawah. Kata bapak biar ane tahu rasanya jadi petani walau sedikit-sedikit. Awalnya ane ogah ikut, soalnya kan untuk tahu rasanya jadi petani ga harus terjun ke sawah langsung. Kan bisa baca buku, baca di google atau dengerin cerita para petani. Eh pas ane ada waktu kosong tanpa disuruh ane malah berangkat ke sawah. Karena sudah kadung kesana, ya sudah sekalian bantu bapak dikit-dikit.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Tugas ane terbilang gak sulit, misal kayak bantu nandur jagung. Ane tinggal nyemplungin biji jagung ke dalam liang yang sudah dipaculi lalu menimbunnya dengan tanah. Terus kadang ane disuruh belanja, beli pupuk urea setengah kwintal dan beli rondap buat ngilangin ilalang. Saat masa tunggu panen, ane hanya bisa bantu nggetaki burung emprit yang nyucuki padi.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Tapi yang paling ane suka adalah saat memetik lombok yang sudah merah, karena biasanya pas memetik bunyinya tek.. tek.. tek.. Di kuping ane kedengarannya renyah-renyah gimana gitu gan. Untuk lombok dan timun, ane juga ikut mengangkut lalu menjualnya ke pasar. Jualnya tengah malam sekitar jam 1 atau 2, hawanya dingin pula. Setelah dijual, eh ternyata tekor.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Harga lombok turun. Timun apalagi, sekarung penuh cuma dibeli empat puluh ribu di pasar. Padahal mulai dari tanam hingga panen butuh tenaga dan biaya tak sedikit. Dari situ ane mikir, tampaknya pesan bapak tadi ada benarnya.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Jadi petani itu capek gan. Banyak orang yang bekerja di dalam ruangan kadang masih pake AC, sedangkan petani kerjanya di tempat terbuka. Kalo cuaca panas bikin keringetan tapi kalo hujan tiba malah menggigil kedinginan. Udah gitu badan dan baju kotor kena tanah dan lumpur. Kadang kulit juga kasar karena sering macul dan gatal sewaktu bersih-bersih ilalang.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Lucunya, sudah kerjanya susah dan kepanasan, petani biasanya udah ga sempat untuk mempedulikan apakah hasil panen mereka untung atau rugi. Petani juga ga memusingkan apakah tubuh mereka bersih atau penuh dengan blethok. Karena yang petani pentingkan adalah bagaimana caranya menanam dengan baik. Lha kalo ane sendiri, maunya sih ga perlu susah-susah kerja tapi pengennya dapat hasil banyak.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Makanya kalo ane diajak bapak ke sawah tapi ane lagi malas gerak, maka ane ga berangkat. Soalnya memang tani itu pekerjaan yang menguras tenaga tapi hasilnya tak kasat mata. Makanya banyak petani jarang makan daging enak. Mereka biasanya makan singkong yang direbus atau buah pisang. Bukan karena diet atau vegetarian, tapi karena adanya ya cuma itu.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Yang bikin ane heran adalah, walau petani makan cuma sedikit tapi bisa kerja berat dari pagi sampe sore. Lha ane sendiri, makan nasi lengkap sama lauk ditambah camilan ga kuat disuruh kerja setekun itu. Paling baru gerak dikit udah ngos-ngosan, lalu akhirnya ngorok seharian.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Jadi, memang petani itu jarang makan seenak makannya kita. Hidup petani juga banyak susahnya ketimbang senengnya. Petani rela mengalah agar orang lain tidak perlu ikut merasakan hidup yang nelangsa.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Sekarang, bapak ane sudah tidak kuat bekerja di sawah lagi. Walau begitu, bapak masih sempat nandur sayur dan buah yang tidak perlu perawatan teratur seperti kelor dan belimbing. Sawah di dekat rumah ane juga sudah banyak yang hilang karena diganti perumahan. Jadinya ane jarang main ke ladang.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Meski begitu, ane ngerasa ga perlu menyesali keadaan. Karena tani bukan hanya tentang menanam padi di sawah dan merawat sayur di pekarangan rumah, tapi aktivitas tani ada di setiap bagian kehidupan kita. Bertani mengajarkan ane agar lebih banyak berusaha sambil nrimo apapun hasilnya. Selain itu, bertani juga mengingatkan ane agar berpikir sebelum bertindak.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Karena menanam jagung maka tumbuhnya jagung tidak bisa padi. Apa yang kau lakukan maka perlakuan itulah yang kembali kepadamu. Jadi walau kerjanya berat dan sering rugi, tapi ane seneng bertani. Selamat Hari Tani, dan mari menanam sesuatu yang ingin kita tuai.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
10-10-2019 18:03

Aturan Pertanian, Menguntungkan atau Merugikan?



[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa





Tak dapat dipungkiri bahwa sektor pertanian hingga kini masih menjadi salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap pembangunan nasional.Adanya perubahan modernisasi sistem pertanian mendorong pemerintah untuk mengatur hal-hal terkait dengan pelaksanaan proses pertanian. Maka dari itu, pada tahun 1992 Pemerintah mengelurakan aturan terkait dengan pertanian yaitu UU Nomor 12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman. Dibuatnya peraturan perundangan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para petani sebagai pemulia benih dan meningkatkan keberagaman benih tanaman. Namun nyatanya UU ini justru mengakibatkan kebalikannya, hak-hak petani sebagai pemulia benih tanaman semakin menghilang dan malah mendukung diskriminasi petani serta besarnya peluang terjadinya monopoli benih karena pemerintah mengatur keseluruhan soal perbenihan tanpa melihat bagaimana realitas sosial, budaya dan ekonomi petani akibat diberlakukannya UU ini.
Dalam pelaksanaannya, UU Tentang Sistem Budidaya Tanaman ini belum memperlihatkan efektivitasnya bagi para petani. Hampir dua puluh tahun diberlakukan, faktanya cukup banyak petani yang terseret kasus akibat terjerat beberapa pasal yang terkait dengan peredaran benih yang dicap tak sesuai label.Para petani sangat rentan terkena kriminalisasi dan berpotensi untuk masuk penjara. Tak ayal, pada tahun 2013 pun sejumlah petani dan organisasi menggugat Mahkamah Konstitusi untuk melakukan uji Undang-Undang ini. Hasilnya, terdapat sedikit perubahan serta perbaikan dan ditetapkan ke dalam putusan MK Nomor 99/PUU-X/2012 Tentang Pengujian UU No 12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa




Seiring dengan berkembangnya zaman, aturan terkait pertanian di Indonesia sudah sepatutnya untuk terus diperbaharui agar terus relevan dengan masyarakat khususnya para petani dan dapat memenuhi kebutuhan hukum masyarakat saat ini. Hingga akhirnya, belum lama ini Pemerintah dan DPR melakukan pembahasan terkait perbaikan dan perubahan atas UU Nomor 12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman yang akhirnya pada Selasa, 24 September 2019 bertepatan dengan Hari Tani Nasional baru saja disahkan menjadi RUU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan(RUU SBPB).
Adanya pengesahan oleh pemerintah tersebut tentunya memiliki maksud dan tujuan baik. Pemerintah mengharapkan dengan adanya RUU ini dapat melindungi serta meningkatkan hak-hak para petani kecil. Nantinya, pemerintah pun akan membuat turunan dari RUU tersebut dalam bentuk peraturan pemerintah dan peraturan menteri pertanian yang berisi mengenai teknis dan detail pelaksanannya. Namun, bagaimana pun juga segala bentuk kebijakan dan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah akan selalu mendapat respon baik positif maupun negatif dari sebagian masyarakat. Dalam RUU SBPB ini misalnya, terdapat beberapa poin yang dinilai dapat mengkriminalisasi dan merugikan petani.
Beberapa poin tersebut diantaranya yaitu adanya aturan yang tertulis dalam RUU SPBP BAB IV mengenai Perbenihan dan Penanaman pada Pasal 21 menyebutkan bahwa “Petani kecil yang melakukan pencarian dan pengumpulan Sumber Daya Genetik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus melaporkan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya.” Itu artinya, nantinya segala sesuatu hasil temuan para petani secara tidak langsung akan diklaim milik pemerintah. Selain itu, dengan RUU ini dapat membatasai ruang gerak petani dalam berkreasi untuk menciptakan bibit baru karena nantinya penggunaan dari mulai bibit hingga pupuk jenis tertentu yang harus berdasarkan aturan dari pemerintah. Bukan tak mungkin dari adanya aturan baru tersebut akan mengakibatkan campur tangannya para investor dalam mendatangkan bibit pertanian sehingga monopoli dalam pengadaan bibit pertanian pun tak dapat dihindarkan dan tentunya para petani kecil lah yang akan merasakan dampak buruknya.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



Tentu dengan adanya pembaharuan UU ini seharusnya dapat menjadi acuan untuk perbaikan dan peningkatan sistem pertanian di Indonesia, bukan malah merugikan dan menurunkan kesejahteraan para petani Indonesia nantinya. Keberadaan para petani sebagai salah satu tonggak pertumbuhan ekonomi di Indonesia harus sangat diperhatika. Banyak hal-hal lain yang harus dipikirkan kembali oleh pemerintah terkait dengan keberlangsungan para petani nantinya. Jangan sampai keberadaan petani di Indonesia punah nantinya akibat sudah tidak adanya lagi kedaulatan bagi para petani. Hidup petani Indonesia!
Diubah oleh inase301
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
11-10-2019 00:37

Masih Adakah Milenial yang Berminat Jadi Petani?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Di era yang serba modern seperti sekarang ini masih adakah generasi muda yang bercita-cita jadi petani? Saya rasa jawabannya tidak ada. Menjadi petani bukanlah pekerjaan yang mudah apalagi bagi generasi muda (termasuk saya) yang mempunyai pengetahuan minim tentang dunia pertanian. Disamping itu kalau kita melihat kesejahteraan para petani di Indonesia yang jauh dari kata baik membuat kita semakin tak tertarik dengan dunia pertanian. Tentunya dimasa depan ini akan menjadi sebuah masalah karena regenerasi petani di Indonesia terancam terhenti.


Untuk menanggapi hal tersebut, pemerintah seharusnya memberikan perhatian yang tinggi terhadap sektor pertanian. Ini bisa dimulai dengan melakukan pembekalan dan pembinaan terhadap para petani. Jadi nantinya para petani bisa merencanakan dan mengeksekusi dengan baik saat hendak bertani sehingga bisa meminimalisir kegagalan. Sebagai contoh mungkin pemerintah bisa memberikan rekomendasi jenis tanaman yang harus ditanam adalah tanaman yang hasilnya diminta pasar sehingga ketika panen para petani tidak perlu repot dan bingung dalam menjual produknya. Hal ini juga berdampak pada stabilitas harga karena para petani bisa mengendalikan harga jual. Pemerintah pun kalau bisa juga diwajibkan untuk membeli langsung produk-produk petani sehingga pemerintah juga ikut andil dalam mensejahterakan kehidupan petani.

Selain itu, sektor pertanian juga harus bisa menunjukkan kalau prospeknya cerah. Selama ini generasi muda cenderung memandang rendah sektor pertanian karena penuh ketidakpastian dan tidak bisa menjamin untuk kelangsungan hidup yang layak. Paradigma ini tentunya harus diubah agar kedepannya ada generasi muda yang tertarik untuk menjadi ‘petani modern’. Pemerintah harus membuat kebijakan yang mendukung sektor pertanian dan implementasinya juga harus tepat. Dengan beberapa strategi tersebut, tentunya ada harapan sektor pertanian bisa menarik minat bagi generasi muda.
Tulisan ini hanya opini pribadi emoticon-Cendol (S)
profile-picture
alizazet memberi reputasi
1 0
1
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
11-10-2019 14:14

Kekeringan Melanda, Apa Upaya yang Dilakukan?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



Berbicara soal pertanian di Indonesia, khususnya petani padi, sangat memprihatinka, Gan, Sist. Bagaimana tidak? Ribuan hektar sawah di Cilacap dan sekitarnya mengalami kekeringan mulai pertengahan Mei lalu hingga saat ini. Kekeringan yang melanda ribuan hektar area persawahan itu tentulah sangat merugikan bagi para petani. Kerja keras yang mereka lakukan tanpa kenal lelah berujung sia-sia.

Berton-ton padi yang seharusnya dipanen, berkurang akibat kemarau yang menyebabkan kekeringan. Lalu, mau menyalahkan siapa atas kejadian ini? Kekeringan ringan hingga puso membuat para petani harus lebih cerdas dalam menanggulangi musibah kekeringan yang berakibat gagal panen.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Sumber : dokpri


Menurut salah satu petani yang notabene adalah teman ane sendiri, pemerintah sudah memberikan solusi untuk menanggulangi kekeringan yang melanda. Salah satunya adalah dengan membangun sumur bor. Dengan adanya sumur bor, petani tidak perlu khawatir akan dampak kekeringan. Setidaknya ada pasokan air dari sumur bor untuk mengairi sawah-sawah ketika musim kemarau tiba.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber : dokpri


Pemerintah juga menyarankan supaya para petani mengikuti program asuransi Usaha Tani Padi. Apabila sawah mengalami kekeringan dan gagal panen, maka 70 % dari lahan yang kekeringan akan diganti dengan uang 6 juta rupiah per hektar per musimnya. Namun, kembali lagi ke petani itu sendiri. Masih banyak yang tidak mengikuti himbauan pemerintah ini. Hingga ketika musim kemarau tiba dan sawah mengalami kekeringan, maka baru merasakan dampaknya. Belum lagi padi-padi yang terkena hama. Inilah yang membuat miris. Usaha keras yang mereka lakukan, sia-sia.
Semoga saja, dengan kerugian yang ditanggung, akan membuat para petani kita sadar untuk mau mengikuti progaram pemerintah. Walau bagaimanapun, bukan hanya petani itu sendiri yang terkena dampaknya, tapi juga masyarakat lain pada umumnya.

Harapan ane, semoga pertanian di Indonesia, khususnya petani padi di Cilacap, mengalami kemajuan. Atau minimal tidak mengalami kekeringan berat ketika musim kemarau tiba. Apalah jadinya jika musibah ini terus berlanjut. Bagaimana nasib para petani padi ke depannya? Semoga saja, pemerintah setempat mau lebih peduli lagi akan kelangsungan hidup dan kesejahteraan para petani padi.


Sumber referensi : opini pribadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
11-10-2019 19:47

Indonesia Butuh Seriusi Asuransi Pertanian

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Indonesia Butuh Seriusi Asuransi Pertanian

Quote:
Pertanian merupakan bidang usaha yang memiliki risiko dan ketidakpastian yang tinggi. Kondisi ini menjadi penyebab sektor pertanian di Indonesia tidak tumbuh secara optimal. Ada beberapa masalah utama yang menyebabkan pertumbuhan sektor pertanian mengalami penurunan drastis selama 15 tahun terakhir. emoticon-Thinking

Pertama, permasalahan produksi terkait kapasitas, produktivitas dan insentif serta kebijakan impor. Kedua, permasalahan distribusi yaitu terkait panjangnya tata - niaga, pelaku yanng dominan dalam pembentukan harga di pasar. Ketiga, infrastruktur yang tidak optimal seperti penambahan saluran irigasi tetapi terjadi juga alih fungsi lahan. Keempat, masalah pembiayaan karena faktor risiko yang tinggi menyebabkan pembiayaan formal terbatas dan menjadikan pembiayan dari lembaga informal menjadi alternatif.

Quote:
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Sektor pembiayaan merupakan salah satu faktor penting dalam keberlanjutan usaha pertanian. Seringkali petani menggunakan sebagian penjualan hasil panen untuk menjadi modal penanaman pada periode selanjutnya. Sehingga apabila terjadi kegagalan panen maka petani akan mengalami kerugian serta menjadi penghambat bagi keberlanjutan usahanya.

Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu ada strategi khusus yang dapat mengurangi risiko dari kegagalan panen. Salah satu strategi dalam mengurangi risiko dalam berbagai bidang usaha adalah dengan adanya asuransi. Asuransi tersebut juga dapat diterapkan ke dalam sektor pertanian untuk mengurangi risiko kegagalan panen sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani pedesaan. emoticon-shakehand

Quote:
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Beberapa negara di Asia yang memiliki fokus terhadap sektor pertanian seperti India, China, Thailand, Vietnam, dan Jepang sudah lama menerapkan asuransi pertanian di masing-masing negaranya. Di India, asuransi pertanian sudah dikenal sejak tahun 1972 yang mana melakukan uji coba penerapan asuransi pertanian secara swadaya. Tujuan India menerapkan asuransi pertanian adalah memberikan dukungan keuangan bagi petani ketika mengalami gagal panen, mengembalikan kelayakan kredit bagi petani setelah gagal panen untuk musim tanam berikutnya, dan untuk meningkatkan produksi pertanian seperti sereal, kacang-kacangan, dan minyak sayur.

Berdasarkan pemaparan di atas, mengingat tingginya risiko di sektor pertanian menandakan terdapat urgensi untuk menerapkan asuransi pertanian di Indonesia. Pengalaman negara lain terkait penerapan asuransi pertanian juga menunjukkan adanya manfaat yang didapatkan ketika program ini berjalan, salah satunya meningkatkan kesejahteraan petani yang selama ini cenderung digolongkan berada di bawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, ane merasa asuransi pertanian perlu pembahasan lebih lanjut khususnya terkait penerapannya di Indonesia.

emoticon-terimakasihemoticon-terimakasih


Quote:
Sumber referensi:
Sumber 1
Sumber 2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
11-10-2019 23:28

Regenerasi Petani untuk Kedaulatan dan Ketahanan Pangan

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Swasembada pangan tahun 1984, tahukan anak muda jaman sekarang perihal ini?


Pada tahun 1984 produksi beras Indonesia mencapai 27 juta ton dari kebutuhan 25 juta ton per tahun, artinya mengalami surplus 2 juta ton. Ditambah pada masa itu Indonesia turut menyumbang 100.000 ton padi untuk korban kelaparan di beberapa negara di Afrika ( finance.detik.com ).

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber : dokumen pribadi


Indonesia adalah negara yang berada di kawasan khatulistiwa yang dikaruniai iklim tropis dan sangat baik untuk bercocok tanam. Itulah sebabnya Indonesia disebut negara agraris. Banyak tanah di negara kita digunakan untuk lahan pertanian. Ditambah lagi, kebutuhan primer manusia berupa pangan yang dapat dicukupi dari hasil pertanian.

Quote:
{thread_title}

Sumber : dokumen pribadi

Akan tetapi, sekarang lihatlah kondisi negara kita, lahan pertanian yang semula terbentang luas, berubah menjadi komplek perumahan, pabrik-pabrik, gedung-gedung, dan pusat-pusat keramaian.

Tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Semakin banyak jumlah penduduk, namun semakin berkurangnya lahan pertanian yang notabene untuk kebutuhan pangan manusia.


Revolusi industri di dunia saat ini semakin berkembang pesat, namun sepertinya revolusi dalam bidang pertanian justru menurun. Dicontohkan dengan adanya import bahan pangan, bibit bahkan pupuk dan pestisida. Miris dan malu, negara yang pernah surplus beras harus mengimpor bahan pangan.

Lalu harus bagaimana kita bergerak sebagai generasi muda?

Banyak hal yang dilakukan untuk mengenalkan pertanian sejak dini. Mungkin ada beberapa yang sering melihat kegiatan anak-anak sekolah bercocok tanam di sawah, bermain dengan hewan ternak dan lain sebagainya. Secara sadar atau tidak, sebenarnya kita bisa memasukkan nilai-nilai sebagai petani sedari usia dini, meskipun hanya seperti bermain-main saja, akan tetapi ada filosofi kearifan lokal yang tersirat.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber : dokumen pribadi


Pada tingkatan lanjut, pemanfaatan teknologi untuk pertanian dapat dipelajari dilingkungan sekolah. Belajar tidak harus terkungkung di dalam kelas. Sesekali keluar belajar di sawah atau ladang. Ada banyak yang bisa kita ambil pelajaran dari itu semua.

Teknik bercocok tanam, alat yang digunakan bahkan musim dan cuaca pun bisa dipelajari. Lalu, apa yang sulit? Yang sulit justru meningkatkan minat generasi muda untuk mencintai pertanian. Selama ini bertani identik dengan kampung dan desa, bertolak belakang dengan kondisi perkotaan yang kapitalis dan gemerlap. Industri maju pesat, infrastruktur pun semakin banyak, demikian pula dengan sarana dan prasarana yang ada.


Perkembangan perekonomian dilihat hanya dari satu sisi saja, yaitu segi teknologi dan industri. Kita lupa bahwa pokok kehidupan kita adalah pangan. Ketahanan pangan harusnya menjadi utama. Teknologi tidak semata untuk bidang industri, namun pertanian juga butuh teknologi. Itulah sebabnya dibutuhkan peran serta generasi muda.


Regenerasi petani di Indonesia perlu segera dilakukan, karena menurut data BPS tahun 2018, sekitar 64,2% petani berusia di atas 45 tahun, artinya Indonesia sangat kekurangan petani-petani muda.


Mau tidak mau, kita harus segera bergerak untuk mencapai kedaulatan pangan di negara sendiri, terutama peran generasi muda yang paham tentang teknologi pertanian, aktif, kreatif serta inovatif.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber : dokumen pribadi


Kalau bukan generasi muda yang berjuang untuk ketahanan dan kedaulatan pangan di negara ini, lalu siapa lagi?


Diubah oleh VitaArkana
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Halaman 6 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia