alexa-tracking
Automotive
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9aadaa09b5ca28e17a134b/kabar-mengejutkan-valentino-rossi-pecat-kepala-mekaniknya-alasan-jarang-menang
Lapor Hansip
07-10-2019 10:14
Kabar Mengejutkan, Valentino Rossi Pecat Kepala Mekaniknya, Alasan Jarang Menang?
Past Hot Thread
Kabar mengejutkan datang dari tim pabrikan Yamaha, Valentino Rossi konon akan berniat mengganti kepala mekaniknya Silvano Galbusera dengan David Munoz untuk musim berikutnya. 

Hal ini dilakukannya lantaran Vale kurang puas dengan performa mekainiknya yakni Galbusera. Salah satu orang terpenting usai race diadakan adalah kepala mekaniknya, sebab rider biasanya meyampaikan kekurangan serta keluhan yang dirasakan di motornya selama race berjalan. 

Kabar Mengejutkan, Valentino Rossi Pecat Kepala Mekaniknya, Alasan Jarang Menang?

Silvano Galbusera telah ikut bersama Rossi sejak tahun 2014 silam dimana menggantikan posisi dari Jeremy Burgess, namun musim depan sepertinya Silveano Galbusera sudah tidak ikut bekerjasama lagi dengan Rossi.

Untuk menggantikan posisi mekaniknya yang lama, Rossi sudah memilih David Munoz yang saat ini bekerja dengan anak didiknya, Nicolo Bulgela sekaligus juga berada di dalam tim Sky Racing Team VR46 – Moto2.

Menurut pengakuan Rossi, mekaniknya masih berkeinginan di Yamaha namun nantinya akan ditempatkan di profesi yang lain…Silvano Galbusera akan pindah haluan menjadi kepala mekanik tim penguji Yamaha pada musim 2020 mendatang. Disis lain Galbusera memang ingin menghabiskan waktunya di Eropa.

Kabar Mengejutkan, Valentino Rossi Pecat Kepala Mekaniknya, Alasan Jarang Menang?

“Setelah race Misano kami berbicara bersama Silvano karena kami ingin mencoba melakukan sesuatu untuk menjadi lebih kuat, Itu adalah faktor yang berbeda dan keputusan ini kami lakukan bersama-sama, Silvano ingin tetap bekerja bersama Yamaha tetapi dia ingin mencoba sesuatu dengan lebih sedikit untuk mengurangi stres dan juga dengan lebih sedikit waktu di luar Italia. Pada saat yang sama Yamaha ingin mencoba membuat tim uji yang kuat untuk tahun depan, untuk meningkatkan pekerjaan di Eropa. Aku tidak mengharapkannya di awal tetapi kami memutuskan untuk berubah, sehingga Silvano akan pergi ke tim uji tahun depan.” Tutur Rossi.
Rossi juga memperkenalkan mekanik barunya saat perss coference di Chang, Thailand kemarin.

“Aku akan memiliki kepala mekanik baru yang datang dari tim kami di Moto2. Namanya David [Munoz], tahun lalu dia bekerja dengan Pecco Bangnaia dan memenangkan kejuaraan, tahun ini dia bekerja dengan Nicolo Bulega jadi aku senang atas kedatangannya, Ini adalah pengalaman baru dan dia tidak memiliki pengalaman dengan motor MotoGP tetapi dia sangat muda dan memiliki ide-ide bagus. Aku mengenalnya [Munoz] dengan sangat baik dan aku mengikutinya sejak tahun lalu…

Kabar Mengejutkan, Valentino Rossi Pecat Kepala Mekaniknya, Alasan Jarang Menang?

” Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan Pecco aku sangat menyukai caranya untuk mengatur Pecco di akhir musim, karena ada banyak tekanan dan Pecco sedikit gugup ketika berebut gelar bersama Oliveira, Munoz pendiam dia mengelola situasi dengan baik dan itu berhasil. Sayangnya ini adalah suatu hal yang negatif untuk tim kami (Sky Racing Team VR46 Moto2) karena Monoz adalah sosok yang sangat penting bagi tim kami, tetapi kami memutuskan untuk mencoba hal lain sehingga kami akan melihat kedepannya.” Tutup Rossi.

Referensi : iwanbanaran.com(3/10/2019).
profile-picture
profile-picture
profile-picture
screamo37 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 7 dari 7
09-10-2019 16:34
kalo Rossi pengen menang carilah mekanik dari jepang.
0
Lihat 3 balasan
Lapor Hansip
09-10-2019 17:48
Balasan post basuseto
Quote:Original Posted By basuseto
kalo Rossi pengen menang carilah mekanik dari jepang.


Levelnya Japanese internal Yamaha & Honda itu bukan lagi MotoGP gan, tapi sudah level advance teknologi masa depan.



Pusing-pusing berkutat di balapan yang katanya 'Prototype' tapi makin ke sini makin dibatasi regulasi membuat Yamaha & Honda merasa tidak berkembang dan mulai meninggalkan MotoGP sebagai tolak ukur pengembangan tertinggi.

MotoGP bagi Yamaha & Honda mentok cuma segitu. Sedangkan teknologi yang mereka punya sudah jauh puluhan tahun ke depan. Dengan regulasi MotoGP yang membatasi ini itu dan harus standar ini itu, insinyur terbaik jepang sudah paham kalau catatan waktu terbaik di MotoGP paling mentok cuma sekian detik. Mau dioprek-oprek bagaimanapun paling mentok cuma segitu.

Selama masih ada sponsor, selama jualan motor produksi masal yang kualitasnya rendah serba plastik masih laku di negara ketiga, mereka masih akan tetap ikut MotoGP.

Makanya cukuplah pilih beberapa Japanese buat ngurusin motogp dan cukup bayar bule-bule buat repot-repot di kompetisi tersebut emoticon-Big Grin

Kecuali kalau Dorna mencabut regulasi ribet dan peserta bebas bereksperimen dengan motornya asalkan 1.000 cc, baru tim-tim terbaik Japanese asli langsung turun tangan.

Tapi ya tentu saja hal itu tidak mungkin. Dorna maunya kompetisi seru banyak duel. Jika dibiarkan peserta bebas bereksperimen, maka yang terjadi hanya kejar-kejaran teknologi antara Yamaha dan Honda.

Musim ini pembalap-pembalap Honda terdepan tak terkejar. Musim selanjutnya pembalap-pembalap Yamaha terdepan tak terkejar. Gitu terus tiap musim dan sangat jelek buat rating emoticon-Big Grin
Diubah oleh idungmanchung
profile-picture
basuseto memberi reputasi
1
Lapor Hansip
09-10-2019 18:32
Balasan post idungmanchung
Quote:Original Posted By idungmanchung
Musim ini pembalap-pembalap Honda terdepan tak terkejar.

Kebanyakan.
Cuma (satu) pembalap Honda, bukan pembalap-pembalap Honda.
0
09-10-2019 22:48
Quote:Original Posted By dikisatrio
cicipin sirkuit di indoneisa dulu baru pensi, siapa tau jadi tumbal sirkuit baru emoticon-Belgia emoticon-Belgia


Sentul2 boleh lah wkwkw
0
09-10-2019 22:49
Quote:Original Posted By sempakratapan
yo ai... slur
ane belabelain beli tv baru cuma pengen nonton mamang tengil dan entertain doang
emoticon-Cool

poorzah mamang tengil
emoticon-Ultah


Mamang tengil sape lagi coba emoticon-Ngakak
0
09-10-2019 22:49
Quote:Original Posted By ceweknyacuik
waaaaaaaaahh
banyak yang bilang bakal pensiun eh malah ganti mekanik head nya wkwkwkw
semoga sukses nihhhh
salam ngebuttt
emoticon-Ngacir2


Salam ngebut tp ati2 gan
0
Lapor Hansip
10-10-2019 10:36
Balasan post idungmanchung
Quote:Original Posted By idungmanchung


Levelnya Japanese internal Yamaha & Honda itu bukan lagi MotoGP gan, tapi sudah level advance teknologi masa depan.



Pusing-pusing berkutat di balapan yang katanya 'Prototype' tapi makin ke sini makin dibatasi regulasi membuat Yamaha & Honda merasa tidak berkembang dan mulai meninggalkan MotoGP sebagai tolak ukur pengembangan tertinggi.

MotoGP bagi Yamaha & Honda mentok cuma segitu. Sedangkan teknologi yang mereka punya sudah jauh puluhan tahun ke depan. Dengan regulasi MotoGP yang membatasi ini itu dan harus standar ini itu, insinyur terbaik jepang sudah paham kalau catatan waktu terbaik di MotoGP paling mentok cuma sekian detik. Mau dioprek-oprek bagaimanapun paling mentok cuma segitu.

Selama masih ada sponsor, selama jualan motor produksi masal yang kualitasnya rendah serba plastik masih laku di negara ketiga, mereka masih akan tetap ikut MotoGP.

Makanya cukuplah pilih beberapa Japanese buat ngurusin motogp dan cukup bayar bule-bule buat repot-repot di kompetisi tersebut emoticon-Big Grin

Kecuali kalau Dorna mencabut regulasi ribet dan peserta bebas bereksperimen dengan motornya asalkan 1.000 cc, baru tim-tim terbaik Japanese asli langsung turun tangan.

Tapi ya tentu saja hal itu tidak mungkin. Dorna maunya kompetisi seru banyak duel. Jika dibiarkan peserta bebas bereksperimen, maka yang terjadi hanya kejar-kejaran teknologi antara Yamaha dan Honda.

Musim ini pembalap-pembalap Honda terdepan tak terkejar. Musim selanjutnya pembalap-pembalap Yamaha terdepan tak terkejar. Gitu terus tiap musim dan sangat jelek buat rating emoticon-Big Grin


kan jadi asik klo mekanik2 jepang bisa ikut terlibat di MotoGP. aturan dan batasan regulasi tetap patuh tp hal2 kecil lain tetap bisa dibikin inovasi untuk mendongkrak performa. klo ngandalin mekanik2 bule ya dr dulu begitu2 aja. tipikal orang eropa kan susah berinovasi, dia ciptain produk bagus untuk selamanya. lama2 membosankan. yg lebih parah sudut pengambilan gambar saat acara cuma bgitu2 aja. gak ada serunya. kamera bergerak mengikuti arah motor, coba kamera diam untuk angle tertentu biar penonton merasakan betapa cepatnya motor.
0
10-10-2019 18:48
Valentino rossi udah bingung karena performa dia begitu buruk di musim ini. Vale juga kalah dengan vinales dan juga quartato yang bukan merupakan pembalap pabrikan. Performa motor yang selalu menjadi kambing hitam, apa memang karena usianya yang sudah tidak berdarah muda lagi ya gan, sehingga takut kalau mau ngebut ? emoticon-Big Grin
0
10-10-2019 21:56
Quote:Original Posted By basuseto
kan jadi asik klo mekanik2 jepang bisa ikut terlibat di MotoGP. aturan dan batasan regulasi tetap patuh tp hal2 kecil lain tetap bisa dibikin inovasi untuk mendongkrak performa. klo ngandalin mekanik2 bule ya dr dulu begitu2 aja. tipikal orang eropa kan susah berinovasi, dia ciptain produk bagus untuk selamanya. lama2 membosankan. yg lebih parah sudut pengambilan gambar saat acara cuma bgitu2 aja. gak ada serunya. kamera bergerak mengikuti arah motor, coba kamera diam untuk angle tertentu biar penonton merasakan betapa cepatnya motor.


Waduh kek gimana tuh emoticon-Ngakak
0
10-10-2019 21:57
Quote:Original Posted By spidcom_2000
Valentino rossi udah bingung karena performa dia begitu buruk di musim ini. Vale juga kalah dengan vinales dan juga quartato yang bukan merupakan pembalap pabrikan. Performa motor yang selalu menjadi kambing hitam, apa memang karena usianya yang sudah tidak berdarah muda lagi ya gan, sehingga takut kalau mau ngebut ? emoticon-Big Grin


Ane kata sih bisa juga faktor u, lagipula vale kan udh lama di yamaha jg, masa iya stuck
0
11-10-2019 02:06
terlalu memaksa
0
Halaman 7 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.